• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimasi BA TDZ dan NAA untuk perbanyakan masal nenas (Ananas comosus L (Merr) Smooth Cayenne melalui teknik In Vitro

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Optimasi BA TDZ dan NAA untuk perbanyakan masal nenas (Ananas comosus L (Merr) Smooth Cayenne melalui teknik In Vitro"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Gambar 3. Bagan alur penelitian
Tabel 1 Kondisi tunas dan nodul pada subkultur 1, subkultur 2, dan subkultur 3 dari perlakuan BA dan NAA
Gambar 5. Morfologi eksplan pada subkultur 1. [A] Tunas langsung terbentuk tanpa melalui nodul; [B] Tunas terbentuk melalui nodul dan tanpa nodul; [C] Nodul yang pecah membentuk tunas; [D-E] Kumpulan  nodul; [ F] Tunas yang padat, dan kompak
Gambar 7. Bentuk-bentuk tunas yang tidak normal. [A] tunas kompak, daun berlilin dan rapuh, [B] daun keriting, batang utama mati, [C dan F] nodul kompak dan kecil-kecil, [D] kalus ditunjukkan tanda panah, [E] tunas kompak, batang utama mati dan mulai menga
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pada tahap aklimatisasi, Tunas yang berasal dari media multiplikasi dengan berbagai taraf konsentrasi TDZ dan NAA menghasilkan persentase planlet hidup yang cukup tinggi di atas

daun berbeda nyata dibandingkan dengan plantlet yang diberi perlakuan pada 2, 8,.. 14 dan 16 MSA

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kehilangan atau kerusakan selama proses perbanyakan dilaboratorium dan rumah kaca, Pennell (1987)

Tidak terjadi interaksi antara pemberian IBA dan TDZ pada jumlah daun nenas cv Smooth Cayenne sampai pengamatan 7 minggu setelah inokulasi (MSI).Secara terpisah pemberian IBA

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kehilangan atau kerusakan selama proses perbanyakan dilaboratorium dan rumah kaca, Pennell (1987)