NO
NO DIAGNOSA DIAGNOSA NOC NOC NIC NIC RASIONALRASIONAL
1.
1. Nyeri Nyeri Akut Akut (00132)(00132)
Domain 12 : Kenyamanan Domain 12 : Kenyamanan Kelas 1 : Kenyamanan Fisik Kelas 1 : Kenyamanan Fisik Definisi :
Definisi : Pengalaman sensoriPengalaman sensori dan emosional yang tidak dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul menyenangkan yang muncul akbat kerusakan jaringan yang akbat kerusakan jaringan yang aktual atau potensil atu aktual atau potensil atu digambarkan
digambarkan dalam dalam halhal keruskan sedemikian rupa. keruskan sedemikian rupa. Awitan yang tiba-tiba atau Awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi ataau yang dapat diantisipasi ataau diprediksi dan berlangsung < 6 diprediksi dan berlangsung < 6 Bulan
Bulan
1.
1. Kontrol NyeriKontrol Nyeri 2.
2. Kepuasan KlienKepuasan Klien 3.
3. Pengetahuan:Pengetahuan: Manajemen Nyeri Manajemen Nyeri 4.
4. Tingkat NyeriTingkat Nyeri
Tujuan :
Tujuan : Setelah dilakukanSetelah dilakukan tindakan keperawatan …. X tindakan keperawatan …. X 24 Jam, Nyeri dapat diatasi 24 Jam, Nyeri dapat diatasi dengan :
dengan : Kriteria Hasil: Kriteria Hasil:
1.
1. Kontrol Nyeri :Kontrol Nyeri :
-- Mengenali kapan nyeriMengenali kapan nyeri terjadi (5)
terjadi (5)
-- Mengenali apa yangMengenali apa yang terkait dengan gejala nyeri terkait dengan gejala nyeri (4)
(4)
-- Melaporkan nyeri yangMelaporkan nyeri yang terkontrol (4)
terkontrol (4)
-- Menggunakan analgesikMenggunakan analgesik yang direkomendasikan yang direkomendasikan Manajemen Nyeri Manajemen Nyeri Mandiri Mandiri 1.
1. Gunakan strategi komunikasiGunakan strategi komunikasi teraupetik untuk mengetahui teraupetik untuk mengetahui pengalam
pengalaman an nyeri nyeri dandan sampaikan penerimaan sampaikan penerimaan pasien terh
pasien terhadap nyeradap nyerii 2.
2. Tentukan Tentukan akibat akibat daridari pengalam
pengalaman an nyeri nyeri terhadapterhadap kualitas hidup hidup pasien ( kualitas hidup hidup pasien ( misalnya,tidur, nafsu makan, misalnya,tidur, nafsu makan, pebgertia
pebgertian, n, perasaan,perasaan, hubungan, performa kerja, hubungan, performa kerja, dan tanggung jawab peran ) dan tanggung jawab peran ) 3.
3. Bantu Bantu keluarga keluarga dalamdalam mencari dan menyediakan mencari dan menyediakan dukungan dukungan Manajemen nyeri Manajemen nyeri Mandiri Mandiri
1.untuk mengalihkan perhatian 1.untuk mengalihkan perhatian pasien da
pasien dari rasa nyeriri rasa nyeri
2.untuk mengetahui apakah 2.untuk mengetahui apakah nyeri yang dirasakan klien nyeri yang dirasakan klien berepeng
berepengaruh aruh terhadap terhadap yangyang lainya
lainya
3.agar keluarga pasien 3.agar keluarga pasien mengetahui
mengetahui cara cara penangananpenanganan penyak
penyakit it dari dari pasien pasien dan dan dapatdapat membantu pasien dalam masa membantu pasien dalam masa penyem
penyembuhan buhan berupa berupa dukungadukungann dari keluarga yang sehat
(4) (4) Catatan : Catatan :
1 (Tidak pernah menunjukan) 1 (Tidak pernah menunjukan) 2 (Jarang menunjukkan) 2 (Jarang menunjukkan) 3 (Kadang-kadang 3 (Kadang-kadang menunjukan) menunjukan) 4 (Sering menunjukan) 4 (Sering menunjukan) 5 ( Secara konsisten 5 ( Secara konsisten menunjukkan) menunjukkan) 2.
2. Kepuasan klien :Kepuasan klien : -- Nyeri terko Nyeri terkontrol (4)ntrol (4) -- Masalah keamananMasalah keamanan
ditanganai dengan ditanganai dengan penggu
penggunaan obat nynaan obat nyerieri (4)
(4)
-- Membuat rujukan keMembuat rujukan ke profesion
profesional kesehatanal kesehatan dalam manajemen dalam manajemen nyeri sesuai kebutuhan nyeri sesuai kebutuhan (4)
(4) Catatan : Catatan :
4.
4. Kendalikan Kendalikan faktorfaktor 0lingkungan yang dapat 0lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan terhadap ketidaknyamanan (misalnya, suhu ruangan, (misalnya, suhu ruangan, pencahay
pencahayaan, suara baan, suara bising )ising ) 5.
5. Dorong Dorong pasien pasien untukuntuk memonitor nyeri dan memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan menangani nyerinya dengan tepat
tepat 6.
6. Gunakan Gunakan tindakantindakan pengon
pengontrolan trolan nyeri nyeri sebelumsebelum nyeri bertambah berat
nyeri bertambah berat
7.
7. Berikan individu penurunanBerikan individu penurunan nyeri yang optimal dengan nyeri yang optimal dengan peresepa
peresepan analgesicn analgesic
4.untuk mengurangi tingkat 4.untuk mengurangi tingkat ketidaknyamanan yang ketidaknyamanan yang dirasakan klien.
dirasakan klien.
5. Agar pasien dapat menangani 5. Agar pasien dapat menangani nyerinya sendiri dengan baik nyerinya sendiri dengan baik dan tepat jika nyeri timbul dan tepat jika nyeri timbul mendadak
mendadak 6.
6. Yakni dengan menggunakan Yakni dengan menggunakan metode relaksasi. Relaksasi metode relaksasi. Relaksasi merupakan metode yang efektif merupakan metode yang efektif terutama pada pasien yang terutama pada pasien yang mengalami nyeri. Tehnik ini mengalami nyeri. Tehnik ini mampu menolong individu mampu menolong individu untuk melupakan nyeri, untuk melupakan nyeri, meningkatkan periode istirahat meningkatkan periode istirahat dan tidur, meningkatkan dan tidur, meningkatkan keefektifa
keefektifan terapi nyeri n terapi nyeri lain.lain. 7.agar nyeri pasien dapat 7.agar nyeri pasien dapat teratasi dan pasien dapat teratasi dan pasien dapat beristirhat
beristirhat dengan dengan nyaman nyaman dandan tidak merasakan nyeri
1 (Tidak puas) 2 (Agak puas) 3 (Cukup puas) 4 (Sangat puas) 5 (Sepenuhnya puas) 3. Pengetahuan: Manajemen Nyeri:
- Tanda dan gejala nyeri (4) - Strategi untuk mengontrol nyeri (4) - Pembatasan aktivitas (4) 4. Tingkat Nyeri :
- Nyeri yang dilaporkan (4)
- Ekspresi nyeri wajah (4)
- Kehilangan nafsu makan (4)
- Panjangnya episode
8. Mulai dan modifikasi tindakan pengontrolan nyeri berdasaarkan respon nyeri Health Education
9. Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan dirasakan, dan
antisipasi dari ketidaknyamanaan akibat prosedur 10. Ajarkan metode farmakologi untuk menurunkan nyeri Kolaborasi
11. Kolaborasi dengan pasien, orang terdekat dan tim kesehatan lainnya untuk
memilih dan
mengimplementasikan
8.agar nyeri pasien yang di rasakan dapat di antisipasi dengan tepat
Health education
9. Pemberian “health education” dapat mengurangi tingkat kecemasan dan membantu klien dalam membentuk mekanisme koping terhadap rasa nyeri
10. Agar klien mampu
menggunakan teknik
farmakologi dalam
memanagement nyeri yang dirasakan.
nyeri (4) Catatan : 1 (Berat) 2 (Cukup berat) 3 (sedang) 4 (Ringan) 5 (Tidak ada)
tindakan penurunan nyeri non farmakologi, sesuai kebutuhan
Pemberian Analgesik Observasi
12. Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan keparahan nyeri sebelum mengobati pasien
Mandiri
13. Cek perintah pengobatan meliputi obat, dosis, dan frekuensi obat anlgesik yang diresepkan
14. Evaluasi kemampuan pasien untuk berperan serta dalam pemilihan analgetik, rute dan dosis dan keterlibatn pasien, sesuai kebutuhan
Observasi
12. untuk mencegah terjadinya keparahan infeksi dan untuk untuk menetukan pemberian obat sesuai dosisnya
Mandiri
13.agar pasien menerima obat sesuai kebutuhanya dan dapat mengetahui respon yang berbeda terhadap obat yang
diberikan kepada apasien 14.untuk melihat perkebangan klien dalam pemberian obat dan dosis yang sesuai kebutuhanya
15. Berikan kebutuhan kenyamandan aktivitas lain yng dapat membantu
relaksasi untuk
memfasilitasi penurunan nyeri
16. Berikan analgesik sesuai waktu paruhnya, terutama pada nyeri yang berat
17. Berikan analgesik tambahan dan/atau pengobatan jika
diperlukan untuk
meningkatkan efek pengurangan nyeri
15. dengan pemberian Teknik distraksi dan relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien dan berikan Posisi yang nyaman akan membantu memberikan kesempatan pada otot untuk relaksasi seoptimal mungki 16. pemberian obat analgesik sesuai dengan waktuh paruh yang di sesuiakan oleh dokter kepada pasien untuk meminimalisir nyeri yang akan timbul secara mendadak terutama nyeri yang berat 17 pemberian analgesik tambahan untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien
Health Education
-Kolaborasi
-2. Kelebihan Volume Cairan (00026)
Domain 2 : Nutrisi Kelas 5 : Hidrasi
Definisi : Peningkatan retensi cairan isotonic
1. Keseimbangan Cairan 2. Hidrasi
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan … X 24 jam, Kekurang volume cairan
dapat diatasi dengan :
Kriteria Hasil :
1. Keseimbangan Cairan : - Keseimbangan intake
dan output dalam 24 jam (5)
- Turgor kulit (5)
Manajemen Elektrolit/cairan Observasi
1. Pantau kadar adanya tanda dan gejala overhidrasi yang memburuk atau dehidrasi (misalnya, oliguria, kejang, mata cekung atau edema, napas dangkal dan cepat 2. Monitor perubahan status
paru dan jantung yang menunjukan kelebihan cairan atau dehidrasi.
3. Pantau adanya tanda dan gejala retensi cairan
Observasi
1. untuk mencegah pasien dari kondisi yang membu
- Kelembaban membran mukosa (5) Catatan : 1 (Sangat terganggu) 2 (Banyak terganggu) 3 (Cukup terganggu) 4 (Sedikit terganggu) 5 (Tidak terganggu) 2. Hidrasi : - Turgor kulit (5) - Membran mukosa lembab (5) - Intake cairan (5) - Perfusi jaringan (5) Catatan : 1 (Sangat terganggu) 2 (Besarly compromised) 3 (Cukup terganggu) 4 (Sedikit terganggu) 5 (Tidak terganggu)
4. monitor manifestasi dari ketidakseimbangan cairan Mandiri
1. Berikan cairan yang sesuai
2. Pastikan bahwa larutan intravena yang mengandung elektrolit diberikan dengan aliran yang konstan dan sesuai
3. Bantu pasien dengan gejala sisa yang tidak di inginkan dari peresepan rejimen terapi (misalnya pasien dengan rasa takut frekuensi BAK atau inkontinensia akibat diuretic yang memiliki batasan asupan cairan) untuk mencapai keseimbangan Dapatkan spesimen laboratorium untuk pemantauan perubahan cairan
Mandiri
1. Agar kebutuhan cairan pasien terpenuhi dengan baik
2. Agar dapat menjaga kestabilan elektrolit yang ada di dalam tubuh klien, sehingga tetap dalam batas normal.
3. Untuk mengatur dan
membatsi serta
mengembangi asupan serta keluaran cairan
atau elektrolit (misalnya, hematokrit, BUN, protein, natrium dan kadar kalium), yang sesuai
Healt Education
1. Intruksikan pasien dan keluarga mengenai alasan untuk pembatasan cairan, tindakan hidrasi, atau administrasi elektrolit tambahan, seperti yang ditunjukan
Kolaborasi
-Manajemen cairan Observasi
1. Monitor status hidrasi (misalnya,membran mukosa lembab,denyut nadi adekuat dan tekanan darah ortostatik)
Healt Education 1. Observasi 1. Untuk mengetahui perubahan status hidrasi,membran mukosa, menggambarkan berat ringanya kekurangan cairan
2. Untuk mengetahui adanya perubahan pada beberapa organ yang berhubungan dengan status kesehatan
2. Monitor tanda-tanda vital pasien
3. Monitor indikasi kelebihan cairan/retensi
(misalnya,crackles,elevasi CVP atau tekanan kapiler paru-paru
terganjal,edema,distensi vena leher,dan asites)
4. Monitor makanan/cairan yang dikonsumsi dan hitung asupan kalori harian.
5. Monitor reaksi pasien terhadap terapi elektrolit yang diresepkan
pasien 3. Untuk
4. Mengetahui apakah asupan yang diberikan sudah sesuia dengan kebutahn tubuh klien
5. menegetahui perubahan pada tubuh kalien setelah pemberian terapi elektrolit salah satunya jika tubuh pasien mengalami perubahan
1.Agar kebutuhan cairan pasien terpenuhi dengan baik
Mandiri
1. Berikan cairan dengan tepat
2. Batasi asupan air pada kondisi pengenceran hiponatremia dengan serum Na dibawah 130 mEq per liter
3. Jaga intake/asupan yang akurat dan catat output (pasien)
Health Education
-Kolaborasi
1. Konsultasikan dengan dokter jika tanda-tanda dan gejala kelebihan volume cairan menetap atau memburuk.
kestabilan elektrolit yang ada di dalam tubuh klien, sehingga tetap dalam batas normal. 3.Dengan menjaga intake dan asupan yang akurat maka kebutuhan cairan klien tetap teratasi dan dengan mencatat output (pasien)
Kolaborasi
1.Untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan oleh pasien
1. Untuk memantau denyut nadi dan tekanan darah pasien agar pasien
Monitor cairan Observasi
1. Monitor tekanan darah, denyut jantung, dan status pernapasan
2. monitor asupan dan pengeluaran
3. Monitor kadarserum dan elektrolit urine
4. Monitor kadar serum albumin dan protein total
5. Monitor kadar serum dan osmolitas urin
6. Cek grafik asupan dan pengeluaran secara berkala untuk memastikan pemberian layanan yang baik
tidak mengalami peningkatan tekanan
darah dan denyut nadi. 2. untuk mengetahui
jumlah dari asupan yang di berikan dan jumlah pengeluaran pada pasien 3.
7. Monitor tanda dan gejala asites
Mandiri
1. Tentukan faktor-faktor yang mungkin menyebabkan ketidakseimbangan cairan (misalnya, kehilangan albumin, luka bakar, malnutrisi, sepsis, sindrom nefrotik, hipertermia, terapi diuretik, patologi ginjal, gagl jantung, diaphoresis, disfungsi hati, olahraga berat, paparan panas, infeksi, pasca operasi, poliuria, muntah dan diare
2. Batasi dan alokasikan asupan cairan
3. Berikan agen farmakologis
1.Untuk memantau denyut nadi dan tekanan darah pasien agar pasien tidak mengalami peningkatan tekanan darah dan
denyut nadi.
4. Untuk mengetahui sel sel darah pasien, dan untuk memeriksa gangguan seperti anemia,infeksi dan jenis penyakit lainya
untuk meningkatkan pengeluaran urin
4. Berikan cairan dengan tepat Health Education -Kolaborasi -Manajemen Hipervolema 1. Monitor status hemodinamik,meliputi denyut nadi,tekanan darah,MAP,CVP,PAP,PCWP, CO dan CL jika tersedia 2. Monitor data laboratorium
yang menandakan adanya hemokonsentrasi (misalnya natrium,BUN,hemotokrit,grav itasi spesifik urin) jika tersedia
3. Monitor intake dan output
intake dan output diharapkan dapat diketahui adanya keseimbangan cairan dan dapat diramalkan keadaan dan kerusakan glomerulus.
6. untuk memantau agar tidak terjadi komplikasi seperti infeksi dan pendarahan yang berlebihan
7. untuk memantau agar tidak terjadi komplikasi seperti infeksi dan
4. Monitor kembalinya sisa peritoneal sebagai indikasi terjadinya komplikasi (misalnya infeksi,perdarahan yang berlebihan dan gumpulan)
5. Monitor integritas kulit pada pasien yang mengalami imobilisasi dengan edema dependen. Mandiri pendarahan yang berlebihan pasien dengan imobilisasi beresiko mengalami gangguan integritas kulit karena adanya tekanan yang lama di satu bagian tertentu untuk itu harus di pantau
1. Timbang berat badan tiap hari dengan waktu yang tetap/sama (misalnya setelah buang air kecil, sebelum sarapan) dan monitor kecenderungannya.
2. Fasilitasi intubasi indetrakeal dan inisiasi pentilasi mekanik pada pasien dengan edema pulmonar berat, sesuai
kebutuhan
3. Tingkatkan citra diri dan harga diri yang positif jika pasien mengekspresikan kepedulian akibat retensi cairan yang berlebih.
Health Education
1. Intruksikan pasien dan keluarga penggunaan catatan asupan dan output sesuai kebutuhan
2. Intruksikan pasien dan keluarga mengenai intervensi yang di rencanakan untuk menangani hipervolemia
Kolaborasi
1. Gunakan suksion system tertutup pada pasien dengan pulmonary pada ventilasi mekanik dengan PEEP, sesuai kebutuhan
Monitor Tanda-tanda Vital Observasi
1. Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan status pernapasan dengan tepat
2. Catat daya dan fluktuasi yang luas pada tekanan darah 3. Monitor tekanan darah saat
pasien berbaring, duduk, dan berdiri sebelum dan setelah
perubahan posisi
4. Monitor tekanan darah setelah pasien minum obat jika memungkinkan
5. Monitor tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan sebelum, selama, dan setelah beraktivitas dengan tepat
Mandiri
1. Auskultasi tekanan darah dikedua lengan dan bandingkan Health Education -Kolaborasi -Hipertermia (00007) Domain 11 : Keamanan/perlindungan Kelas 6 : Termoregulasi NOC
Thermoregulation
Tujuan Kontrol Infeksi Observasi -Mandiri :Definisi :Suhu tubuh inti diatas kisaran normal diurnal
karena kegagalan
termoregulasi
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam hipertermia berkurang /
teratasi dengan
Kriteria Hasil
1. Suhu tubuh pasien dalam rentang normal (4)
2. Nadi dan RR pasien dalam rentang normal (4)
3. klien merasa nyaman (4)
4. tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing.(4) catatan: termoregulasi 1=sangat terganggu/berat 2=banyak terganggu/cukup -Health Education :
1. Ajarkan cara cuci tangan bagi tenaga kesehatan
2. Anjurkan pasien mengenai teknik mencuci tangan dengan tepat
3. Ajarkan pasien dan keluarga mengeni tanda dan gejala infeksi dan kapan harus melaporkannya kepada penyedia perawatan
kesehatan
4. Ajarkan pasien dan anggota
keluarga mengenai bagaimana menghindari infeksi Kolaborasi : -Perlindungan Infeksi Observasi :
1. Monitor kerentanan terhadap
1.hsbsjsyjsuygjhadisausyjdysijd sody
berat
3=cukup terganggu/sedang 4=sedikit terganggu/ringan 5=tidak terganggu/tidak ada
infeksi
2. Monitor adanya tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal
Mandiri :
1. Berikan perawatn kulit yang tepat untuk area ( yang mengalami ) edema
2. Jaga penggunaan antibiotik dengan bijaksana
Health Education :
1. Instruksikan pasien untuk minum antibiotik yang diresepkan
2. Ajarkan psien dan keluaarga mengenai tanda dan geja infeksi dan kapan harus melaporkannya kepada pemberi pelayanan
kesehaatan
keluarga bagaimana cara menghindari infeksi Kolaborasi -Pengaturan Suhu Observasi
1. Monitor suhu paling tidak setiap 2 jam, sesuai kebutuhan
2. Monitor tekanan darah, nadi, daan respirasi, sesuai kebutuhan Mandiri -Health Education 1. Diskusikan pentingnya termoregulasi dan
kemungkinan efek negativ dari demamyang berlebihan, sesuai kebutuhan
2. Informasikan pasien mengenai indikasi adanya kelelahan akibat panaas dan penanganan emergensi yang
tepat, sesuai kebutuhan Kolaborasi -Pencegahan Kejang Observasi -Mandiri
1. Sediakan tempat tidur yang rendah, dengan tepat
Health Education
1. Instruksikan pasien mengenai pengobatan dan efek samping 2. Instruksikan keluarga atau SO mengenai pertolongan pertama pada kejang
resiko
4. Instruksikan pasien untuk memanggil jika dirasa tanda akan terjadinya kejang
Kolaborasi
-Ketidakefektifan pola napas NOC 1. Status
Pernapasan:Ventilasi
Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x 24 jam ketidakefektifan pola nafas berkurang / teratasi dengan
Kriteria Hasil
1. Suara nafas tambahan (4) 2. Dispnea saat istirahat (4) 3. Dispnea saat latihan (4)
Nic
Manajemen Jalan Nafas Observasi
1. Monitor status pernafasan dan oksigenasi, sebagaimana mestinya
Mandiri
1. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi 2. Auskultasi suara nafas, catat
area yang ventilasinya menurun atau tidak dan adanya suara tambahan
3. Kelola pemberian
Observasi
1. menjaga agar keadaan status pernafasan dan oksigenasi tetap dalam keadaan normal.
Cacatan: 1= Sangat berat 2=Berat 3= Cukup 4= Ringan 5= Tidak ada bronkodialtor, sebagaiman mestinya Health Education -Kolaborasi -Terapi Oksigen Observasi
1. Monitor aliran oksigen
2. Monitor peralatan oksigen untuk memastikan bahwa alat tersebut tidak mengganggu upaya pasien untuk bernafas Mandiri
1. Pertahankan kepatenan jalan nafas
2. Berikan oksigen tambahan seperti yang diperintakan 3. periksa perangkat (alat)
pemberian oksigen secara berkala untuk memastikan bahwa konsentrasi (yang
telah) ditemukan sedang diberikan
4. Sediakan oksigen jika pasien dibawa/ dipindahkan
5. Anjurkan pasien dan keluarga mengenai penggunaa oksigen dirumah
Health Education
-Kolaborasi
1. Konsultasi dengan tenaga kesehatan lain mengenai penggunaan oksigen tambahan selama kegiatan dan / atau tidur
Bantuan Ventilasi Observasi
1. Monitor pernapasan dan status oksigenasi
Mandiri
1. Posisikan pasien untuk mengurangi dispnea
2. Posisikan untuk memfasilitasi pencocokan ventilasi / perfusi (good lung down ) dengan tepat
3. posisikan untuk menimalkan upaya bernapas ( misalnya, mengangkat kepala ketempat tidur dan memberikan over bet table bagi pasien untuk bersandar)
4. Kelola pemberian obat nyeri yang tepat untuk mencegah hipoventilasi
5. Ajarkan teknik pernapasan, dengan tepat
Health Education
-Kolaborasi
-Ketidakseimbansgan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh
Noc
Status Nutrisi : Asupan Nutrisi
Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x 24 jam Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh berkurang / teratasi dengan Kriteria Hasil 1. Asupan Kalori (4) 2. Asupan Protein (4) 3. Asupan lemak (4) 4. Asupan Karbohidrat (4) 5. Asupan Serat (4) 6. Asupan Vitamin (4) 7. Asupan Mineral (4) 8. Asupan Zat Besi (4) 9. Asupan kalsium (4) 10. Asupan Natrium (4)
Nic
Manajemen Nutrisi Observasi
1. Monitor adanya mual dan muntah
2. Identifikasi perubahan nafsu makan dan aktifitas akhir-akhir ini
3. Tentukan pola makan (misalnya, makanan yang disukai dan tidak disukai, konsumsi yang berlebihan terhadap makanan siap saji, makan yang terlewati, maklan tergesa-gesa, interaksi anak dan orang tua selama makan, dan frekuensi serta lamanya bayi makan.
observasi
1. mual dan muntah mempengaruhi pemunuhan nutrisi 2. untuk mengetahui perkebangan nafsu makan dan perkembangan dalam melakukan aktifitas sehari-hari 3.
Catatan
1= Tidak Adekuat 2= Sedikit Adekuat 3= Cukup Adekuat
4= Sebagian Besar Adekuat 5= Sepenuhnya Adekuat
4. Tentukan faktor-faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi (misalnya, pengetahuan, ketersedian dan kemudahan memperoleh produk-produk makanan yang berkualitas, pengaruh agamadan budaya,
gender, kemampuan
menyiapkan makanan, isolasi sosial, hospitalisasi, mengunyah tidak adekuat, penurunan dalam merasakan makanan, penggunaan obat, dan status penyakit atau setelah pembedahan)
Mandiri
1. Tinjau ualang sumber lain terkait data status nutrisi (misalnya, dari makanan pasien dan catatan tertulis)
4. jjjj
Health Education
-Kolaborasi