• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kementerian Hukum dan HAM RI Kanwil DKI Jakarta DAFTAR ISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kementerian Hukum dan HAM RI Kanwil DKI Jakarta DAFTAR ISI"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 01

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI……….………... KATA PENGANTAR ... IKHTISAR EKSEKUTIF ... 1 2 4 BAB I PENDAHULUAN……….……... A. LATAR BELAKANG………..………... B. TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI………... C. STRUKTUR ORGANISASI ……….. D. VISI, MISI DAN TATA NILAI ……….

E. PERMASALAHAN DAN CAPAIAN………

6 6 8 9 20 21 BAB II PERENCANAANKINERJA DAN PENETAPAN KINERJA...

A. PERENCANAAN KINERJA DAN ANGGARAN... ……... B. PENETAPAN KINERJA KANTOR WILAYAH TAHUN 2012...

28 28 35 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ...

A. PENGUKURAN KINERJA TAHUN 2012 ……...………... B. AKUNTABILITAS KINERJA KEUANGAN ...

42 42 115 BAB IV KESIMPULAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT CAPAIAN KINERJA...

A. KESIMPULAN ... B. RENCANA TINDAK LANJUT CAPAIAN KINERJA...

120 120 125

LAMPIRAN

DOKUMEN PENETAPAN KINERJA 2013 KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM DKI JAKARTA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DAN DUKOMEN PENETAPAN KINERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DILINGKUNGAN KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM DKI JAKARTA

(3)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 02

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa

Ta’ala, karena atas segala rahmat dan hidayah-Nya, Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun

Anggaran 2012 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2013 ini

telah selesai disusun. LAKIP Tahun Anggaran 2012 ini

merupakan evaluasi dari Kinerja Kantor Wilayah Kementerian

Hukum dan HAM DKI Jakarta dan Unit Pelaksana Teknis (UPT)

dalam jajarannya untuk Tahun Anggaran 2012. Sementara itu,

Penetapan kinerja ini merupakan amanah yang tertuang dalam Inpres 5/2004 tentang

Percepatan Pemberantasan Korupsi. Penetapan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana

kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/ unit kerja yang

menerima

amanah/tanggungjawab/

kinerja

dengan

pihak

yang

memberikan

amanah/tanggungjawab/kinerja. Dengan demikian, penetapan kinerja ini merupakan suatu

janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan

langsungnya. Penetapan kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan

diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah/ unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan

mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Kedua Dokumen ini juga disusun sebagai

upaya mewujudkan kepemerintahan yang baik (

good governance

) membutuhkan

prinsip-prinsip transparasi dan akuntabilitas.

Output

yang diharapkan dengan diterbitkannya LAKIP Tahun Anggaran 2012 dan

Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2013 ini, adalah (1) terwujudnya akuntabilitas instansi

pemerintah kepada pihak-pihak yang memberi mandat; (2) terwujudnya pertanggungjawaban

kepada pemberi mandat dari unit yang lebih rendah ke unit yang lebih tinggi/stakeholder; (3)

tercapainya kehematan, efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi

serta ketaatan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pencapaian

visi dan misi; (4) terwujudnya perbaikan dalam perencanaan, khususnya perencanaan jangka

pendek dan jangka menengah.

Dengan tersusunnya LAKIP Tahun 2012 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun

2013 ini diharapkan dapat menjadi acuan dan menjadi sumber informasi yang akuntabel guna

(4)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 03

meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kinerja pemerintah khususnya di Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta, disisi lain akan terjadi akselerasi

dalam hal waktu dan akurasi.

Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam

penyelesaian LAKIP Tahun 2012 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2013 ini, kami

sampaikan ucapan terima kasih, dan mohon sumbang saran untuk penyempurnaan

penyusunan LAKIP tahun anggaran yang akan datang.

(5)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 04

IKHTISAR EKSEKUTIF

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta sebagai organisasi

pemerintah berperan dalam sebagian urusan pemerintah dibidang hukum dan hak asasi

manusia.

Terselenggaranya good governance merupakan syarat utama untuk dapat

mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Dalam rangka

itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat,

jelas dan nyata sehingga penyelenggaraan organisasi pemerintah dapat dilakukan secara

efektif dan efesien. Perlunya sistem pertanggungjawaban organisasi pemerintah atas

segala proses tindakan-tindakan yang dibuat dalam rangka tata tertib menuju instrumen

akuntabilitas daerah. Inilah bagian terpenting untuk ditata, yang pada akhirnya menjadi

instrumen good governance. Tujuan utama penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah (LAKIP) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI

Jakarta Tahun 2012 adalah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan program /

kegiatan dan anggaran Tahun 2012. LAKIP ini diharapkan dapat berperan selain sebagai

alat kendali, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat penilai kualitas kerja, serta

pendorong demi terwujudnya pemerintah yang bersih dan berwibawa

(good governance)

.

Dilihat dari pencapaian kinerja kegiatan dan sasaran yang baik terlihat jelas

bahwa Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta menunjukkan

keberhasilan program-program yang telah dilaksanakan pada tahun 2012. Hal ini

menunjukkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta sudah secara

tepat melaksanakan Kebijaksanaan-kebijakan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan

tersebut.

Pada tahun 2012, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

memperoleh alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp. 38.825.325.000,- dengan total

anggaran seluruh unit kerja Kanwil DKI Jakarta sebesar Rp. 437.434.275.000,-.

Sementara itu, pada tahun 2013 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI

Jakarta memperoleh anggaran sebesar Rp. 40.380.654.000,- dengan total anggaran

seluruh unit kerja Kanwil DKI Jakarta pada 2013 sebesar Rp. 479.677.903.000,- yang

semuanya digunakan sebagai anggaran pelaksanaan 2 program dan seluruh kegiatan yang

mendorong tercapainya 2 sasaran Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta.

Program yang dilaksanakan antara lain:

1)

Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian

Hukum dan HAM;

2)

Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Kementerian Hukum dan HAM.

Sedangkan sasaran yang akan dicapai adalah:

1)

Seluruh perencanaan pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara

tepat waktu dengan administrasi yang akuntabel;

(6)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 05

2)

Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima dan mencapai target

kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel.

Sebagai wujud pemerintahan yang baik, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM

DKI Jakarta menyampaikan laporan akuntabilitas kinerja pada akhir tahun anggaran

sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi organ pemerintah.

Dalam laporan ini dijelaskan capaian kinerja Kanwil Kementerian Hukum dan HAM

DKI Jakarta pada tahun 2012 sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian hukum dan

HAM RI khususnya dalam melaksanakan tugas teknis dibidang hukum dan hak asasi

manusia.

Sasaran-sasaran yang tercapai antara lain:

1)

Seluruh perencanaan pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara

tepat waktu dengan administrasi yang akuntabel, tercapai 104,51 %;

2)

Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima dan mencapai target

kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel, tercapai 106,37 %.

Dari kedua sasaran tersebut, ada indikator kinerja (kegiatan) yang tercapai

maksimal dan ada juga yang belum tercapai secara maksimal. belum tercapainya

indikator tersebut secara maksimal disebabkan beberapa hal, antara lain:

1)

Kekurangnya koordinasi dan sinergi dalam melakukan pemantauan, dan evaluasi

capaian kinerja tahun sebelumnya untuk dilakukan tindak lanjut yang konkrit dan

segera khususnya terkait dengan lembaga/instansi dan organisasi diluar lingkungan

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta seperti

menindaklanjuti hasil rekomendasi dari hasil penelitian dan pengkajian dibidang

Hukum dan HAM;

2)

Perlu ditingkatkan upaya pemberian informasi seluas luasnya kepada masyarakat;

3)

Masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan organisasi dengan ketersediaan SDM

baik dalam bentuk jumlah maupun kualitas dan kapasitas dalam melaksanakan tugas

pekerjaan yang dibebankan;

4)

Sarana dan prasarana yang juga perlu ditingkatkan.

Untuk itu Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta akan

melakukan upaya pemberdayaan dan pengelolaan SDM secara efektif yaitu dengan

menata pengorganisasian dan penempatan pegawai secara tepat sesuai kebutuhan; dan

mengembangkan sistem teknologi informasi untuk menunjang pelaksanaan tugas Kanwil

Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta agar terwujudnya pelayanan prima kepada

masyarakat.

Demikian penyampaian laporan akuntabilitas kinerja Kantor Wilayah Kementrian

Hukum dan HAM DKI Jakarta. Kiranya dapat bermanfaat bagi para pihak yang terkait

dengan penggunaan informasi dan data yang memuat dalam laporan ini.

(7)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 06

BAB I

PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG.

Terselenggaranya

good governance

merupakan prasyarat bagi setiap

pemerintahan sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja suatu instansi demi

terwujudnya aspirasi masyarakat dan tercapainya tujuan serta cita-cita bangsa

bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem

kinerja dan pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan legitimate sehingga

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara

berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi,

kolusi dan nepotisme dengan berlandaskan asas-asas umum penyelenggaraan negara

yaitu asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggara negara, asas kepentingan

umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas, dan asas

akuntabilitas sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 Undang-undang Nomor 28 Tahun

1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi,

dan Nepotisme.

Terselenggaranya

good governance

juga harus didukung dengan suatu dasar

peraturan perundang-undangan demi terciptanya suatu kepastian hukum. Berdasarkan hal

tersebut Pemerintah menerbitkan dasar hukum yang berkaitan dengan terselenggaranya

good governance

, yaitu Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2006 tentang

Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman

Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, dan

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi yang

bersinergi antar daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara

pemerintah pusat dan daerah. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suatu

kepemerintahan yang baik (

Good Governances

) dan dalam rangka pertanggungjawaban

pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang sesuai dengan

Peraturan Pemerintah. Dengan demikian maka setiap entitas pelaporan dari setiap kuasa

(8)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 07

Pengguna Anggaran wajib untuk menyampaikan semua laporan kinerja. Dalam hal ini

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta membuat laporan

pertanggungjawaban dan evaluasi yang tertuang dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun Anggaran 2012.

Dalam melaksanakan kinerjanya yang berdasarkan tugas dan fungsi Kantor Wilayah,

salah satu dasar hukum yang dipedomani oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan

HAM DKI Jakarta yaitu Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 dan Undang Undang Nomor

25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang di dalamnya

berisi tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Oleh karena itu, Kementerian

Hukum dan HAM RI sebagai Instansi Vertikal dari Kantor Wilayah DKI Jakarta telah

mengeluarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor:

M.HH-01.PR.01.01 TAHUN 2010, Tanggal 27 Januari 2010 tentang Rencana Strategis

Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2010 – 2014 yang telah disinkronkan dengan

Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014.

Di dalam Rencana Strategis tersebut terdapat 11 (sebelas) Sasaran Kementerian

Hukum dan HAM RI Tahun 2010 – 2014. Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan

yang menggambarkan sesuatu yang akan dicapai melalui serangkaian kebijakan, program

dan kegiatan prioritas agar penggunaan sumber daya dapat efisien dan efektif. Sasaran

tersebut antara lain:

1.

Pembentukan peraturan perundang-undangan mampu menjawab kebutuhan

masyarakat dan perkembangan global secara tepat waktu;

2.

Seluruh peraturan perundang-undangan di tingkat pusat maupun daerah harmonis

dan melindungi kepentingan nasional;

3.

Seluruh pengawasan dan penindakan dilakukan secara konsisten untuk menjamin

kepastian hukum;

4.

Seluruh desa sadar hukum;

5.

Seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan dan minoritas memperoleh

perlindungan dan pemenuhan atas hak asasinya;

(9)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 08

6.

Hak kekayaan intelektual masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi yang diakui

secara internasional;

7.

Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara

tepat waktu dan terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat;

8.

Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima dan mencapai target

kinerjanya dengan administrasi yang akuntabel;

9.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai Law Centre memiliki kantor

pelayanan hukum dan Hak Asasi Manusia di setiap kabupaten/kota;

10.

Seluruh aparatur hukum dan hak asasi manusia memiliki kompetensi sesuai

bidangnya dan memperoleh pengembangan karir yang jelas;

11.

Seluruh unit kerja memiliki sumber daya manusia profesional sesuai kebutuhan dan

kaderisasi yang berkesinambungan.

Dari 11 (sebelas) Sasaran tersebut diatas, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan

HAM DKI Jakarta menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

(LAKIP) dan Dokumen Penetapan Kinerja dengan sumber anggaran berasal dari Daftar

Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2012 Nomor

0030/013-01.2.01/11/2012, tanggal 09 Desember 2011 dan DIPA Tahun Anggaran 2013 Nomor

SP-013.01.2.408720/AG/2013, tanggal 05 Desember 2012.

B.

TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI

Kantor Wilayah menurut Peraturan Menteri Hukum dan HAM. No. M-01.PR.07.10

Tahun 2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Hukum dan

Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, yaitu intansi vertikal Departemen Hukum dan

HAM yang berkedudukan di Propinsi yang berada dibawah dan bertanggungjawab

kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Kantor Wilayah

dipimpin oleh seorang kepala dan dibantu oleh para kepala divisi.

Tugas Kepala Kantor Wilayah yaitu melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian

Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dalam wilayah propinsi dengan berdasarkan dari

kebijakan Menteri Hukum dan HAM RI yaitu perundang-undangan yang berlaku.

Kantor Wilayah menyelenggarakan fungsi antara lain :

a.

Pengkoordinasian, perencanaan, pengendalian program, dan pengawasan.

(10)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 09

c.

Penegakan hukum dibidang pemasyarakatan, keimigrasian, administrasi hukum

umum, dan hak kekayaan intelektual.

d.

Perlindungan, pemajuan, pemenuhan, penegakan dan penghormatan Hak Asasi

Manusia.

e.

Pelayanan Hukum.

f.

Pengembangan budaya hukum dan pemberian informasi hukum, penyuluhan

hukum, dan diseminasi Hak Asasi Manusia.

g.

Pelaksanaan kebijakan dan pembinaan teknis dibidang administrasi di lingkungan

Kantor Wilayah.

C.

STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Rl Nomor M.01.PR.07.10 -10

Tahun 2005 tanggal 01 Maret 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah

Departemen Hukum dan HAM, Struktur Organisasi Kantor Wilayah Kementerian

Hukum dan HAM DKI Jakarta, dijelaskan sebagai berikut :

1.

DIVISI ADMINISTRASI

Mempunyai tugas membantu Kepala Kantor Wilayah dalam melaksanakan

pembinaan administrasi dan pelaksanaan teknis di wilayah berdasarkan peraturan

perundang - undangan yang berlaku dan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan

oleh Sekretaris Jenderal. Dalam melaksanakan tugasnya, Divisi Administrasi

menyelenggarakan fungsi:

a.

Koordinasi penyusunan pelaksanaan kebijakan teknis, rencana dan program

serta laporan;

b.

Pelaksanaan urusan keuangan dan perlengkapan;

c.

Pengelolaan urusan kepegawaian, hubungan masyarakat, tata usaha dan rumah

tangga di lingkungan kantor wilayah.

Divisi Administrasi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dibantu:

1)

Bagian Penyusunan Program dan Laporan

Bagian Penyusunan Program dan Laporan mempunyai tugas

melaksanakan kegiatan di bidang penyusunan rencana dan program,

pengolahan data dan penyajian informasi, hubungan masyarakat dan

(11)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 10

protokoler serta evaluasi dan laporan di lingkungan Kantor Wilayah. Dalam

melaksanakan tugasnya, Bagian Penyusunan Program dan Laporan

menyelenggarakan fungsi :

a)

Penyusunan rencana dan program di lingkungan Kantor Wilayah;

b)

Pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi;

c)

Evaluasi dan laporan hasil pelaksanaan kegiatan di lingkungan

Kantor Wilayah;

d)

Pelaksanaan hubungan masyarakat dan protokoler.

Bagian Penyusunan Program dan Laporan dibantu oleh:

(1)

Sub Bagian Penyusunan Program, yang mempunyai tugas melakukan

penyiapan pelaksanaan penyusunan rencana dan program, pengumpulan

dan pengolahan data.

(2)

Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Pelaporan, yang mempunyai

tugas

melakukan

pemberian

informasi

dan

komunikasikepada

masyarakat dan protokoler, serta penyiapan bahan evaluasi dan laporan,

pemantauan perkembangan program kegiatan - kegiatan di lingkungan

Kantor Wilayah.

2)

Bagian Umum

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan kegiatan di bidang

urusan kepegawaian, tata usaha dan rumah tangga, keuangan dan

perlengkapan di lingkungan Kantor Wilayah berdasarkan peraturan perundang

- undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi:

a)

Pengelolaan urusan kepegawaian;

b)

Pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga;

c)

Pelaksanaan urusan keuangan dan perlengkapan.

Bagian Umum dibantu oleh:

(1)

Sub Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha, yang mempunyai tugas

melakukan urusan kepegawaian, tata usaha dan rumah tangga.

(2)

Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan, yang mempunyai tugas

melakukan urusan keuangan danperlengkapan di lingkungan Kantor

Wilayah.

(12)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 11

2.

DIVISI PEMASYARAKATAN

Mempunyai tugas membantu Kepala Kantor Wilayah dalam pelaksanakan

sebagian tugas Kantor Wilayah di bidang pemasyarakatan berdasarkan kebijakan

teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Divisi

Pemasyarakatan menyelenggarakan fungsi:

a.

Pembinaan dan bimbingan teknis di bidang pemasyarakatan;

b.

Pengkoordinasian pelaksanaan teknis di bidang pemasyarakatan;

c.

Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan teknis di bidang pemasyarakatan.

Divisi Pemasyarakatan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dibantu

oleh :

1)

Bidang Keamanan dan ketertiban

Bidang Kemanan dan Ketertiban mempunyai tugas melaksanakan

kegiatan pembinaan, pengevaluasian, pemantauan di bidang keamanan dan

ketertiban serta pembinaan sesuai dengan peraturan perundang - undangan

yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Keamanan dan Ketertiban

menyelenggarakan fungsi:

a)

Pembinaan dan pelaksanaan di bidang keamanan dan Ketertiban;

b)

Pengeyaluasian di bidang keamanan dan ketertiban;

c)

Pemantauan di bidang keamanan dan ketertiban;

d)

Pembinaan dan pelaksanaan dalam bidang bimbingan kemasyarakatan,

latihan kerja dan produksi;

e)

Pengeyaluasian di bidang bimbingan kemasyarakatan, latihan kerja dan

produksi;

f)

Pemantauan di bidang kemasyarakatan, latihan kerja dan produksi.

Bidang Keamanan dan Ketertiban dibantu oleh :

(1)

Sub Bidang Keamanan dan Ketertiban, yang mempunyai tugas

melakukan penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan,

pengevaluasian

dan

pemantauan

di

bidang

pengawasan

dan

pengendalian, dan pembinaan teknis keamanan dan ketertiban.

(13)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 12

(2)

Sub Bidang Kemasyarakatan, Latihan Kerja dan Produksi, yang

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan,

pembinaan, pembimbingan, pengevaluasian dan pemantauan di bidang

bimbingan kemasyarakatan, latihan kerja dan produksi, pendidikan

tahanan serta warga binaan pemasyarakatan, pelatihan ketrampilan kerja,

produksi dan pendayagunaan tenaga kerja bagi tahanan dan warga

binaan pemasyarakatan serta pengembangan kemitraan dan pemasaran.

2)

Bidang Registrasi dan Bina Khusus Narkotika

Bidang Registrasi, Perawatan dan Bina Khusus Narkotika mempunyai

tugas melaksanakan kegiatan pembinaan, pengevaluasian dan pemantauan di

bidang registrasi statistik, perawatan dan pembinaan khusus narkotika warga

binaan pemasyarakatan sesuai dengan peraturan perundang - Undangan yang

berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Registrasi, Perawatan dan Bina

Khusus Narkotika menyelenggarakan fungsi:

a)

Pembinaan di bidang registrasi, statistik, perawatan dan pembinaan

khusus narkotika.

b)

Pengevaluasian di bidang registrasi, statistik, perawatan dan pembinaan

khusus narkotika.

c)

Pemantauan di bidang registrasi, statistik, perawatan dan pembinaan

khusus narkotika.

Bidang Registrasi. Perawatan dan Bina Khusus Narkotika dibantu oleh :

(1)

Sub Bidang Registrasi dan Statistik, yang mempunyai tugas melakukan

penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan, pembinaan,

pengevaluasian dan pemantauan di bidang registrasi dan statistik tahanan

dan warga binaan Pemasyarakatan, pengelolaan benda sitaan negara dan

barang rampasan negara.

(2)

Sub Bidang Perawatan dan Bina Khusus Narkotika, yang mempunyai

tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pelaksanaan kebijakan,

pembinaan, pembimbingan, pengevalusaian dan pemantauan di bidang

pelayanan, penyuluhan, pendidikan tahanan dan warga binaan

pemasyarakatan serta pembinaan khusus narkotika.

(14)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 13

3.

DIVISI KEIMIGRASIAN

Divisi Keimigrasian mempunyai tugas membantu Kepala Kantor Wilayah

dalam melaksanakan sebagian tugas Kantor Wilayah di Bidang Keimigrasian

berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi.

Dalam melaksanakan segenap tugasnya, Divisi Keimgrasian menyelenggarakan

fungsi :

a.

Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengamanan teknis operasional di

bidang keimigrasian;

b.

Pengaturan, bimbingan dan pengamanan teknis pelaksanaan tugas di bidang

lalu lintas keimigrasian, izin tinggal dan status keimigrasian;

c.

Pengaturan, bimbingan dan pengamanan teknis pelaksanaan tugas di bidang

penindakan keimigrasian dan rumah detensi imigrasi;

d.

Pengaturan, bimbingan dan pengamanan teknis pelaksanaan tugas di bidang

sistem informasi keimigrasian;

e.

Pengaturan, bimbingan dan pengamanan teknis pelaksanaan tugas di bidang

intelijen keimigrasian dan Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Divisi Keimigrasian dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dibantu

oleh :

1)

Bidang Lalu Lintas, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian

Bidang Lalu Lintas, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian mempunyai

tugas melaksanakan kegiatan di bidang lalu lintas dan fasilitas keimigrasian,

izin tinggal orang asing dan status kewarganegaraan sesuai dengan peraturan

perundang - undangan yang berlaku.

Dalam meiaksanakan tugasnya, Bidang Lalu Lintas, Izin Tinggal, dan status

Keimigrasian menyelenggarakan fungsi:

a)

Pelaksanaan kebijakan, bimbingan, pengaturan dan pengamanan teknis

pelaksanaan tugas di bidang lalu lintas keimigrasian.

b)

Pelaksanaan kebijakan, bimbingan, pengaturan dan pengamanan teknis

pelaksanaan tugas di bidang izin tinggal orang asing dan status

kewarganegaraan.

(15)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 14

Bidang Lalu Lintas, Izin Tinggal dan Status Keimigrasian dibantu oleh:

(1)

Sub Bidang Lalu Lintas Keimigrasian, yang mempunyai tugas

melakukan penyiapan bahan pemantauan, pengevaluasian, pelayanan,

dan pengawasan teknis pelaksanaan tugas keimigrasian di bidang lalu

lintas keimigrasian.

(2)

Sub Bidang izin Tinggal dan Status Keimigrasian, yang mempunyai

tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, pengevaluasian,

pelayanan dan pengamanan teknis pelaksanaan tugas keimigrasian di

bidang izin tinggal orang asing dan status kewarganegaraan.

2)

Bidang Intelijen, Penindakan dan Sistem Informasi Keimigrasian

Bidang Intelijen, Penindakan dan Sistem Informasi Keimigrasian

mempunyai tugas melaksanakan kegiatan di bidang intelijen dan Tempat

Pemeriksaan Imigrasi, penindakan keimigrasian serta sistem informasi

keimigrasian sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Intelijen, Penindakan dan Sistem

Informasi Keimigrasian menyelenggarakan fungsi:

a)

Pelaksanaan kebijakan, bimbingan, pengaturan dan pengamanan teknis

pelaksanaan tugas di bidang intelijen dan tempat pemeriksaan imigrasi,

penindakan keimigrasian dan rumah detensi imigrasi.

b)

Pelaksanaan kebijakan, bimbingan, pengaturan dan pengamanan teknis

pelaksanaan tugas di bidang sistem informasi keimigrasian.

Bidang Intelijen, Penindakan dan Sistem Informasi Keimigrasian dibantu oleh:

(1)

Sub Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, yang mempunyai

tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, pengevaluasian, dan

pengamanan teknis pelaksanaan tugas keimigrasian di bidang intelijen

dan tempat pemeriksaan imigrasi, penindakan keimigrasian dan rumah

detensi imigrasi.

(2)

Sub Bidang Sistem Informasi Keimigrasian, yang mempunyai tugas

melakukan penyiapan bahan pemantauan, pengumpulan data, pelayanan

informal, pengevaluasian, dan pengamanan teknis pelaksanaan tugas di

bidang sistem informasi keimigrasian.

(16)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 15

4.

DIVISI PELAYANAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Divisi Pelayanan Hukum dan HAM mempunyai tugas membantu Kepala

Kantor Wilayah dalam melaksanakan sebagian tugas Kantor Wilayah di bidang

Pelayanan Hukum dan HAM berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan

oleh Direktur Jenderal / Kepala badan terkait.

Dalam

melaksanakan

tugasnya,

Divisi

Pelayanan

Hukum

dan

HAM

menyelenggarakan fungsi:

a.

Pembinaan dan bimbingan teknis di bidang hukum;

b.

Pengkoordinasian pelayanan teknis di bidang hukum;

c.

Pelayanan administrasi hukum umum dan jasa hukum lainnya;

d.

Pelayanan penerimaan permohonan pendaftaran di bidang hak kekayaan

intelektual;

e.

Pelaksanaan litigasi dan sosialisasi di bidang hak kekayaan intelektual;

f.

Pelaksanaan pemenuhan, pemajuan, perlindungan, dan penghormatan hak asasi

manusia;

g.

Pengembangan budaya hukum, pemberian informasi hukum, penyuluhan

hukum, dan diseminasi hak asasi manusia;

h.

Pengkoordinasian program legislasi daerah;

i.

Pelaksanaan pengkoordinasian jaringan dokumentasi dan informasi hukum;

j.

Pengawasan pelaksanaan teknis di bidang hukum.

Divisi Pelayanan Hukum dan HAM dalam pelaksanaan tugas pokok dan

fungsinya dibantu oleh :

1)

Bidang Pelayanan Hukum

Bidang Pelayanan Hukum mempunyai tugas melaksanakan kegiatan di

bidang pelayanan penerimaan permohonan pendaftaran, litigasi dan sosialisasi

hak kekayaan intelektual, penyuluhan hukum, konsultasi dan bantuan hukum

serta pelayanan administrasi hukum umum dan jasa hukum lainnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Pelayanan Hukum menyelenggarakan

fungsi :

a)

Pelaksanaan pelayanan penerimaan permohonan pendaftaran hak

kekayaan intelektual;

(17)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 16

b)

Pelaksanaan pelayanan administrasi hukum dan jasa hukum lainnya;

c)

Pelaksanaan penyuluhan hukum, konsultasi hukum dan bantuan hukum;

d)

Pelaksanaan litigasi dan sosialisasi hak kekayaan intelektual.

Bidang Pelayanan Hukum dibantu oleh :

(1)

Sub Bidang Pelayanan Hukum Umum, yang mempunyai tugas

melakukan pelayanan penerimaan permohonan pendaftaran hak

kekayaan intelektual, permohonan pendaftaran fidusia, penyiapan usulan

pengangkatan, penindakan, dan pemberhentian Penyidik Pegawai Negeri

Sipil (PPNS), pengawasan notaris, urusan kewarganegaraan, pemantauan

pelaksanaan tugas Balai Harta Peninggalan (BHP), pemantauan

pelanggaran hukum di bidang hak kekayaan intelektual dan pengambilan

berkas sidik jari.

(2)

Sub Bidang Penyuluhan dan Bantuan Hukum, yang mempunyai tugas

melakukan pembinaan, pembimbingan, dan koordinasi serta kerja sama

di bidang penyuluhan hukum, Pemantauan, pemberian bantuan hukum

dan konsultasi hukum.

2)

Bidang Hukum

Bidang Hukum mempunyai tugas melaksanakan kegiatan di bidang

penyiapan bahan perencanaan hukum, pengembangan hukum, dan pembinaan

jaringan dokumentasi dan informasi hukum serta pengkoordinasian program

legislasi daerah sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bidang Hukum menyelenggarakan fungsi:

a)

Penyiapan bahan perencanaan hukum dan pengembangan hukum;

b)

Pembinaan dan pengembangan jaringan dokumentasi dan informasi

hukum;

c)

Pengkoordinasian program legislasi daerah.

Bidang Hukum dibantu oleh :

(1)

Sub Bidang Pengembangan Hukum, yang mempunyai tugas melakukan

penyiapan bahan penyusunan rencana dan program penelitian dan

pengkajian hukum, analisa serta evaluasi peraturan perundang -undangan

daerah, pengkoordinasian program legislasi daerah, serta peta

permasalahan hukum di daerah.

(18)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 17

(2)

Sub Bidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, yang

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kerja sama,

koordinasi, konsultasi jaringan dokumentasi dan informasi hukum

dengan pemerintah propinsi selaku pusat jaringan di daerah, lembaga

resmi serta masyarakat, pengumpulan dan pengolahan peraturan

perundang -undangan serta perpustakaan hukum sesuai dengan peraturan

perundang - undangan yang berlaku.

3)

Bidang Hak Asasi Manusia

Bidang Hak Asasi Manusia mempunyai tugas melaksanakan kegiatan

di bidang persiapan bahan perumusan pefaksanaan kebijakan teknis,

penyusunan rencana dan program, pengkoordinasian dengan instansi terkait,

pemantauan dan evaluasi pelaksanaan HAM sesuai dengan peraturan

perundang - undangan yang berlaku.

Dalam

melaksanakan

tugasnya,

Bidang

Hak

Asasi

Manusia

menyelenggarakan fungsi:

a)

Pelaksanaan penyiapan penyusunan rencana dan program di bidang

pemenuhan, pemajuan, perlindungan, dan penghormatan hak asasi

manusia;

b)

Pelaksanaan kebijakan di bidang pemenuhan, pemajuan, perlindungan

dan penghormatan hak asasi manusia;

c)

Penyelenggaraan Diseminasi Hak Asasi Manusia;

d)

Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia;

e)

Pelaksanaan evaluasi dan pemantauan.

Bidang Hak Asasi Manusia dibantu oleh :

(1)

Sub Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia, yang

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan

kebijakan teknis, pemantauan dan evaluasi di bidang pemenuhan,

pemajuan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia

zerdasarkan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

(2)

Sub Bidang Diseminasi Hak Asasi Manusia, yang mempunyai tugas

melakukan penyiapan bahan perumusan pelaksanaan kebijakan teknis,

(19)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 18

penyusunan rencana dan program di bidang pemenuhan, pemajuan,

perlindungan

dan

penghormatan

hak

asasi

manusia

serta

pengkoordinasian kegiatan rencana aksi nasional hak asasi manusia

dengan instansi terkait berdasarkan peraturan perundang - undangan

yang berlaku.

Berikut ini bagan susunan struktur organisasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak

Asasi Manusia DKI Jakarta (Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor :

M – 01.PR.07.10 Tahun 2005 Tanggal 1 Maret 2005).

(20)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 19

D.

SATUAN KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS

Pengertian Unit Pelaksana Teknis dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur

Negara Nomor : PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana

Teknis Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian adalah “Satuan Kerja

yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas

teknis penunjang tertentu dari organisasi induknya”. Kantor Wilayah (Kanwil)

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta merupakan instansi vertikal

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI yang berkedudukan di setiap provinsi

yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi

Manusia.

Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta terdiri atas 4 (empat) divisi yaitu:

Divisi

Administrasi,

Keimigrasian,

Pemasyarakatan,

Pelayanan

Hukum

dan

Pemasyarakatan serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) diantaranya:

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta

Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)

Kelas I Cipinang, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta

Utara, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat,

Rumah Detensi Imigrasi Jakarta, Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Lapas Kelas IIA

Salemba, Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat, Rumah Tahanan Negara Kelas I

Cipinang, Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur – Utara, Balai Pemasyarakatan

Kelas I Jakarta Pusat, Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Barat, Balai Pemasyarakatan

Kelas I Jakarta Selatan, Balai Harta Peninggalan Jakarta, Rumah Sakit Pengayoman

Cipinang Kelas D, Lapas Kelas IIB Terbuka Jakarta, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA

Jakarta Timur, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Jakarta Utara, Rumah

Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Jakarta Selatan, Rumah Penyimpanan Benda

Sitaan Negara Kelas I Jakarta Barat, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I

Jakarta Timur, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Jakarta Pusat. Semua

UPT Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta berjumlah 26 satuan kerja.

(21)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 20

E.

VISI, MISI, DAN TATA NILAI

Salah satu prasyaratan dari perencanaan yang baik adalah pemahaman atas kondisi

internal dan eksternal serta faktor-faktor yang terdekat (

endogen dan bersifat variable)

hingga yang terjauh

(given, tak bisa dipengaruhi).

Sesuai dengan tugas pokok dan

fungsinya, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta mempunyai rencana

stratejik yang mencakup visi, misi, tujuan, sasaran serta kebijakan yang ingin dicapai

selama kurun waktu 5 (lima ) tahun yaitu tahun 2009 s.d 2014.

Visi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta yaitu :

Visi merupakan keinginan ideal dan pencapaiannya bersifat jangka panjang, maka

untuk merealisasikannya dibutuhkan misi. Misi Kantor Wilayah Kementerian Hukum

dan HAM DKI Jakarta yaitu :

Pernyataan visi, misi dan tujuan perlu didukung oleh penerapan tata nilai yang

memberi arah bagi seluruh pegawai dalam bersikap dan berperilaku ketika menjalankan

tugas dan fungsinya. Tata nilai tersebut juga akan menyatukan hati dan pikiran dalam

usaha mewujudkan seluruh program yang telah direncanakan. Untuk itu, Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta telah mengidentifikasi nilai-nilai yang harus

dimiliki oleh setiap pegawai(

personal values

), diterapkan dalam melaksanakan

pengelolaan proses pelayanan prima (

process values

), dan dikembangkan oleh setiap

pimpinan unit kerja pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

(

leadership values

).

Tata Nilai yang bersumber dari Kementerian Hukum dan HAM RI ini perlu

dikembangkan dalam diri setiap pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan

HAM DKI Jakarta dalam rangka mencapai keunggulan. Tata Nilai tersebut antara lain :

1.

Kepentingan masyarakat;

2.

Integritas;

3.

Responsif;

4.

Akuntabel;

5.

Profesional.

“Masyarakat memperoleh kepastian hukum”

(22)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 22

F.

PERMASALAHAN DAN CAPAIAN

Permasalahan / Hambatan, Upaya dan Saran Pelaksanaan Tugas dan Fungsi /

Pelayanan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta antara lain :

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

DIVISI ADMINISTRASI

Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan

1. Kanwil sebagai satuan kerja: Dalam pelaksanaan kegiatan SAI, koordinasi antar pelaksana yang saling berhubungan,yaitu Bendahara, petugas BMN, petugas SAKPA dalam penyampaian data pendukung masih kurang berjalan dengan baik.

2. Kanwil sebagai wilayah

Dalam penatausahaan SIMAK BMN dan SAPPAW tingkat wilayah :

- Penyampaian laporan dari satuan kerja sering mengalami keterlambatan

3. Dalam pelaksanaan aplikasi persediaan dimana Lapas / Rutan dan Kanim banyak yang belum mengetahui bahwa beras, paspor dan sebagainya harus dijadikan transfer masuk dari Kantor Wilayah dan setiap bulannya dicatat sebagai persediaan keluar (habis pakai). 4. Dalam pelaksanaan penatausahaan

BMN di satuan kerja belum optimal, seperti dalam hal peng input an data BMN hasil revaluasi dan memerlukan klarifikasi data dengan KPKNL setempat.

5. Untuk status tanah yang terletak di belakang LAPAS Cipinang (Rumah susun dinas) proses penyelesaian status kepemilikannya belum selesai.

6. Kami menjumpai masih banyak satker / UPT yang masih belum sadar benar arti laporan keuangan sehingga banyak petugas SAKPA / BMN mengeluh bahwa bendahara tidak amu memberikan data pembelian barang – barang sehingga petugas tersebut kesulitan untuk menginput pembelian

1. Mewujudkan Laporan Keuangan dengan Opini wajar tanpa Pengecualian tahun 2011 penghargaan tanggal 15 Juni 2012. 2. UAPPA-W Pengelolah Sistem

Akuntansi terbaik tahun 2011 Lingkup Kanwil Ditjen Pembendaharaan Provinsi DKI Jakarta penghargaan tanggal 26 Juni 2012.

3. Peringkat terbaik III penghargaan tanggal 11 Desember 2012,

Sebagai Satuan Kerja yang telah melaksanakan pengelolaan BMN dengan baik serta telah menyampaikan Laporan BMN dan Melaksanakan Rekonsiliasi data BMN dengan KPKNI Jakarta IV untuk periode :

- Semester II dan Tahunan TA 2012, bulan Januari 2012 - Semester I TA 2012, bulan Juli

2012.

Keriteria Penilaian Peringkat Tersebut Didasarkan Kepada : 1. Pelaksanakan Pengelolaan

BMN (30%)

2. Kepatuhan Rekonsiliasi Tepat Waktu / sesuai jadwal (20%)

3. Ketepatan Pengisian BA Internal dan Konsitensi data rekonsiliasi (20%) 4. Kelengkapan berkas

Lainnya (20%) 5. Kerja Sama (10%)

(23)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 23

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

tersebut ke dalam aplikasi SIMAK BMN.

7. Kami jumpai banyak satuan kerja yang masih menggunakan laptop pemberian pusat untuk keperluan aplikasi campuran (BMN, SAKPA, Gaji, SPM, dll).

8. Ada KPPN yang kurang teliti dalam melakukan rekonsiliasi, sebagai contoh misalnya adanya kewajiban untuk melampirkan posisi BMN di neraca, dalam kenyataannya walaupun jelas posisi anatar BMN dan SAK tidak sama tetapi mereka tetap mengeluarkan BA Rekonsiliasi.

9. Pengiriman laporan baik SAK maupun SIMAK BMN sering terkendala dengan rusaknya media pengiriman ADK (flasdisk) sehingga menyebabkan terlambatnya Kanwil dalam menyatukan laporan dari satker karena kanwil menunggu pengiriman ulang dari mereka. 10. Alokasi Pagu Anggaran Bahan

Makanan (BAMA) khusus Beras Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta melebihi kebutuhan yang ada sehingga seharusnya realisasi anggaran yang seharusnya dapat digunakan untuk alokasi anggaran lain, namun tidak bisa dipindahkan ke mata anggaran lain sehingga anggaran yang berlebih tersebut dikembalikan kepada negara.

Sub Bagian Kepegawaian dan Tata Usaha

1. Keterlambatan dalam pengiriman surat asli :

- Surat ke instansi yang berada di daerah

- Surat ke instansi lembaga lain - Alamat tidak lengkap / tidak

jelas

2. Surat yang dikirim dari UPT sering terlambat / telat diterima dan berkasnya tidak lengkap.

3. Pengarsipan dokumen / berkas kepegawaian belum dikelola berdasarkan kaidah kearsipan dan belum ada pemusnahan arsip sesuai

1. Launching TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik).

2. Digitalisasi Arsip Kepegawaian Kantor Wilayah.

3. Pelaksanaan BAPERJAKAT Tk. III sebanyak 4 kali.

4. Usul Hukuman Disiplin yang telah di usulkan sejumlah 12 kasus. 5. Proses usulan perceraian yang

sudah diperiksa / mediasi sebanyak 10 kasus. Namun usulan tersebut ditunda karena kebijakan pimpinan. Dari jumlah tersebut di atas terdapat 3 kasus yang dapat

(24)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 24

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

dengan Jadwal Retensi Arsip. 4. Laporan data kepegawaian dari

UPT sering lewat dari batas waktu yang ditentukan.

5. Pelaksanaan protokoler untuk pelantikan notaris sering mendadak (tidak terjadwal dengan baik). 6. Usulan Promosi Jabatan tingkat

Kantor Wilayah ke Biro Kepegawaian tidak maksimal (tidak diakomodir).

7. Lamanya proses Usulan Hukuman Disiplin di Inspektorat Jenderal. 8. Banyaknya permohonan izin

perceraian pegawai .

dimediasi (rukun kembali).

Sub Bagian Penyusunan Program

1. Susah mengumpulkan data-datayang diminta dari UPT

2. Kurangnya pemahaman mengenai bagan akun standar

3. Kurangnya operator RKA-KL yang fokus dalam menyusun RKA-KL di lingkungan Kanwil DKI

4. Kurangnya sarana (Laptop) sehingga dalam satu Laptop ada bagian macam aplikasi yang menyebabkan Laptop tersebut tidak bisa berkerja secara maksimal 5. 1 (satu) orang menangani

bermacam-macam Aplikasi sehingga sering bentrok kalo ada kegiatan yang bersamaan .

6. Aplikasi sering berubah-ubah

1. Dapat melaksanakan semua Diklat/Bimtek yang susah direncanakan

2. Pencapaian menusun RKA-KL 3. Bekurangnya Revisi

4. Tercapainya penyusunan RKA-KL yang tepat waktu

5. DIPA turun tepat waktu

Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Laporan

1. Laporan Bulanan tidak tepat waktu, sehingga sering menghambat penyusunan laporan Triwulan. 2. Belum adanya form yang baku

tentang sistematika penulisan Laporan Bulanan Kanwil dan UPT. 3. Sumber Daya Manusia masih

kurang atau sangat sedikit.

4. Belum adanya kendaraan operasional baik roda dua maupun roda empat untuk kegiatan peliputan berita diluar Kantor dan pengumpulan data dan informasi yang berasal dari luar Kantor. 5. Kegiatan Protokoler belum

terlaksana sesuai dengan sesuai dengan juklak dan juknis peraturan Keprotokoleran yang berlaku

1. Pelaksanaan SMS Blast;

2. Terlaksananya peliputan kegiatan Kanwil DKI Jakarta;

3. Terlaksananya pemutakhiran Webiste dengan alamat

kumham-jakarta.info dan

jakarta.kemenkumham.go.id

4. Tersusunnya Laporan Triwulan, LAKIP 2012, dan Laporan Tahunan;

5. Dibangunnya area jaringan internet fiber optic dengan kecepatan 10 MB dedicated;

(25)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 25

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

dikarenakan SDM yang ada belum pernah mengikuti diklat Protokoler

DIVISI KEIMIGRASIAN Dana dan sarana prasarana yang

terbatas

Telah terpenuhinya pencapaian target 99,22 % dalam penyerapan anggaran 2012.

Sub Bidang Lalu Lintas Keimigrasian

1. Berkas pemohon yang tidak lengkap;

2. Sering terjadi ketidaksinkronan nomor pemohon antara Kantor Imigrasi dan Kantor Wilayah sehingga memperlambat peng-klik-an;

3. Masih banyak dijumpai kesalahan dalam menginput data pemohon paspor, baik paspor umum maupun paspor Jemaah Haji pada Kantor Imigrasi di wilayah DKI Jakarta, seperti penulisan identitas kelamin/sex, tempat lahir, masa berlakunya paspor dan kolom kantor yang mengeluarkan tidak tercetak sempurna;

4. Masih banyaknya penulisan 2 (dua) suku kata pada permohonan paspor untuk Jemaah Haji yang seharusnya terdiri dari 3 (tiga) suku kata.

Pelayanan prima

Berkas pemohon dapat terselesaikan tepat waktu

Sub Bidang Izin Tinggal dan Status Keimigrasian

1. Terjadi kerusakan mendadak pada sarana dan prasarana (komputer); 2. Sering anjloknya listrik sehingga membuat ketidaknyamanan dalam bekerja;

3. Kurangnya sarana pelindung terhadap perangkat lunak dan keras elektronik yang sudah ada.

Sub Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian

1. Mendeteksi dan menangkal secara dini kedatangan imigran ilegal; 2. Masih terjadi hambatan dalam

meningkatkan pengawasan orang asing;

3. Masih terjadi duplikasi permohonan SPRI

Persetujuan kasus pro yustisia

Sub Bidang Sistem Informasi Keimigrasian

1. Jaringan pusat sering terganggu; 2. Terlambatnya penginputan Laporan

Bulanan dari UPT Imigrasi ke Kanwil (Divisi Imigrasi);

3. Kurangnya sarana pendukung system elektronik dalam operasional INTELDAKIM dan SISINFOKIM seperti perangkat komputer dan printer pembuatan;

Semua perawatan sarana dan prasarana terpenuhi dengan baik

(26)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 26

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

DIVISI

PEMASYARAKATAN

Mendapatkan

Sertifikat

ISO

9001:2008

atas

pelayanan

pemasyarakatan (PB, CB, CMB)

Sub Bidang Keamanan dan Ketertiban

1. Kesiapan petugas dalam rangka pelaksanaan Eksekusi terpidana mati masih kurang (sebelum dan sesudah pelaksanaan);

2. Kurangnya Tenaga Pengamanan pada Unit Pelaksana Teknis Lapas/Rutan;

3. Sarana dan prasarana serta anggaran yang masih sangat terbatas

Sub Bidang Bimbingan Kemasyarakatan, Latihan Kerja dan Produksi

1. Jumlah WBP yang diusulkan PB, CB, CMB belum seimbang dengan jumlah WBP yang ada di Lapas/Rutan di wilayah DKI Jakarta;

2. Pelaksanaan proses Pembebasan Bersyarat sering terjadi gangguan pada aplikasi PB, CB dan CMB; 3. Sarana dan Prasarana serta

anggaran yang masih sangat terbatas.

Mendapatkan

Sertifikat

ISO

9001:2008

atas

pelayanan

pemasyarakatan (PB, CB, CMB)

Sub Bidang Registrasi dan Statistik

1. Petikan Putusan Hakim dan Pelaksanaan Putusan eksekusi sering terlambat diterima Lapas/Rutan;

2. Pelaksanaan Sistem Datebase Pemasyarakatan secara online sering mengalami gangguan dalam hal jaringan konektivitas internet; 3. Kurangnya Pemahaman staf dalam

pemberian remisi;

4. Sarana dan prasarana serta anggaran yang masih sangat terbatas.

Sub Bidang Perawatan dan Bina Khusus Narkotik

Perawatan kesehatan untuk WBP dan tahanan khususnya dalam hal penanggulangan penyebaran/penularan HIV di Lapas/Rutan belum didukung oleh anggaran Negara (DIPA);

DIVISI PELAYANAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Mendapatkan

Sertifikat

ISO

9001:2008 atas pelayanan fidusia

Sub Bidang Pelayanan Hukum Umum

1. Terjadinya Peningkatan Jumlah Permohonan Pendaftaran fidusia

1. 65.805 berkas pendaftaran Fidusia 2.

Mendapatkan

Sertifikat

ISO

(27)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 27

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

dari target semula 65000 menjadi 90.000

2. Jumlah Pegawai belum sesuai kebutuhan

3. Layout ruang kerja belum di sesuaikan dengan kebutuhan 4. Ruang Arsip terbatas

9001:2008

atas

pelayanan

fidusia

Sub Bidang Penyuluhan dan Bantuan Hukum

1. Kurangnya SDM yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai penyuluh hukum;

2. Kurangnya sarana dan prasarana penyuluhan hukum antara lain : kamera , infokus, laptop, handycam, televisi, radio , All; 3. Tidak adanya kendaraan

operasional roda empat dan roda dua;

4. Perlu peningkatan anggaran dan jumlah kegiatan pada Program Peningkatan Kesadaran Hukum dan HAM Tahun Anggaran yang akan datang;

5. Masih kurangnya kadar kesadaran hukum masyarakat;

6. Kurangnya sosialisasi dalam bentuk Dialog Interaktif di Radio dan Televisi yang dapat memberikan antusiasme masyarakat sangat tinggi;

7. Dengan beralihnya Direktorat Badan Peradilan dan Tata Usaha Negara ke Mahkamah Agung , maka sebagai Pembina kadarkum didaerah tidak lagi dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri , maka BPHN perlu menerbitkan juklak/juknis/Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri RI dan Menteri Hukum dan HAM RI tentang penyelenggaraan kegiatan penyuluhan hukum di daerah dan Juklak Penyusunan Laporan Peta Penyuluhan Hukum.

Diresmikannya Kelurahan Sadar Hukum oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Bpk. Amir Syamsudin sebanyak 10 kelurahan.

Sub Bidang Pengembangan Hukum

1. Tenaga khusus perancang peraturan Perundang-undangan masih kurang; 2. Tidak adanya jabatan fungsional

perancang yang ada di Kanwil sehingga kemahiran dalam perancangan masih kurang; 3. Sarana Prasarana : Komputer,

(28)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 28

SUB ORGANISASI PERMASALAHAN CAPAIAN TAHUN LALU

Laptop, Printer

4. AC perlu ditambah untuk kenyamanan bekerja

5. Kekurangan SDM : 2 Org Sarjana Hukum dan (Bisa Mengaplikasikan Komputer) (1 Laki-Laki + 1 Perempuan)

Sub Bidang Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum

1. Sarana Prasarana : Komputer, Laptop, Printer

2. Kekurangan SDM : Fungsional Pustakawan dan 2 Org Pendidikan SMA Jurusan KOMPUTER (1 Laki-laki + 1 Perempuan)

Sub Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia

1. Dalam Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2010-2015 belum dikeluarkan dasar hukumnya sebagai pengganti Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2004 tentang RANHAM Indonesia Tahun 2004-2009;

2. Dalam Pengumpulan data dan informasi HAM , kesulitan TIM Pengolahan Informasi Data HAM dalam mengklasifikasikan Data yang tedapat di Instansi penegak Hukum Polres dan PN mana yang tergolong permasalahan HAM karena beberapa instansi hanya memberikan data berupa angka (jumlah pengaduan /kasus); 3. Masyarakat yang mengadukan

permasalahan kepada TIM Yankomas mengharapkan penyelesaian.

Kegiatan sudah dilaksanakan semua walaupun dana terlambat turun

Sub Bidang Diseminasi Hak Asasi Manusia

1. Belum ada Modul mengenai Bimbingan Teknis HAM , dan belum ada pejabat maupun staf bidang HAM yang menguasai metode pelatihan HAM secara menyeluruh;

2. Anggaran yang terlambat turun sehingga tidak dapat melaksanakan kegiatan.

(29)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 29

BAB II

PERENCANAAN KINERJA DAN PENETAPAN KINERJA

A.

PERENCANAAN KINERJA DAN ANGGARAN

Pada dasarnya rencana kinerja menguraikan target kinerja yang hendak dicapai

selama tahun yang bersangkutan, yang mencerminkan rencana kegiatan, program, dan

sasaran tahunan dalam rangka mencapai tujuan dan misi yang telah ditetapkan dalam

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : M.HH-01.PR.01.01 Tahun

2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun

2010-2014 dalam hal ini Kantor Wilayah DKI Jakarta. Target kinerja pada tingkat

Rencana Strategis akan menjadi tolak ukur dalam mengukur keberhasilan organisasi di

dalam pencapaian visi misi seperti terlihat pada lampiran Perencanaan Kinerja.

Di dalam Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM RI tahun 2010-2014

terdapat Sasaran Kementerian Hukum dan HAM RI. Sasaran adalah penjabaran dari

tujuan yang akan dihasilkan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan,

maka sasaran harus menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui tindakan yang

bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.

Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta mengacu kepada sasaran

pembangunan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tahun 2010-2014, antara

lain:

a.

Pembentukan peraturan perundang-undangan mampu menjawab kebutuhan

masyarakat dan perkembangan global secara tepat waktu;

b.

Seluruh peraturan perundang-undangan di tingkat pusat maupun daerah harmonis dan

melindungi kepentingan nasional;

c.

Seluruh pengawasan dan penindakan dilakukan secara konsisten untuk menjamin

kepastian hukum;

d.

Seluruh desa sadar hukum;

e.

Seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan dan minoritas memperoleh

perlindungan dan pemenuhan atas hak asasinya;

(30)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 30

f.

Hak kekayaan intelektual masyarakat menjadi produk bernilai ekonomi yang diakui

secara internasional;

g.

Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara tepat

waktu dan terintegrasi serta berdasarkan data yang akurat;

h.

Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima dan mencapai target kinerjanya

dengan administrasi yang akuntabel;

i.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai Law Centre memiliki kantor

pelayanan hukum dan Hak Asasi Manusia di setiap kabupaten/kota;

j.

Seluruh aparatur hukum dan hak asasi manusia memiliki kompetensi sesuai

bidangnya dan memperoleh pengembangan karir yang jelas;

k.

Seluruh unit kerja memiliki sumber daya manusia profesional sesuai kebutuhan dan

kaderisasi yang berkesinambungan.

Kemudian pada Sasaran-sasaran tersebut diatas, ditetapkan Program pada Kantor

Wilayah DKI Jakarta yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan sasaran yang terkait.

Pada Tahun 2012 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

mempunyai 2 (dua) program sebagaimana dirumuskan dalam dokumen Rencana Kerja

dan Penetapan Kinerja.

Adapun program dan alokasi anggaran untuk asing asing program dapat dijelaskan

sebagai berikut:

SATUAN KERJA PAGU SEMULA PAGU ANGGARAN SETELAH REVISI PROGRAM 01 PROGRAM 02

KANWIL KEMENKUMHAM DKI JAKARTA

38.825.325.000 38.825.325.000 34.485.555.000 4.339.770.000

KANIM KLAS I KHUSUS JAKARTA BARAT

32.940.836.000 32.940.836.000 - -

KANIM KLAS I KHUSUS JAKARTA SELATAN

63.222.113.000 63.287.113.000 - -

KANIM KLAS I JAKARTA PUSAT

33.615.924.000 34.111.924.000 - -

KANIM KLAS I JAKARTA TIMUR

31.116.427.000 31.434.427.000 - -

KANIM KLAS I JAKARTA UTARA

19.421.910.000 19.421.910.000 - -

KANIM KLAS I TANJUNG PRIOK 13.139.486.000 13.139.486.000 - - KANIM KLAS I KHUSUS

SOEKARNO HATTA

(31)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 31

SATUAN KERJA PAGU SEMULA PAGU ANGGARAN SETELAH REVISI PROGRAM 01 PROGRAM 02

BAPAS KLAS I JAKARTA TIMUR UTARA

3.557.778.000 3.456.278.000 - -

BAPAS KLAS I JAKARTA PUSAT 3.180.747.000 3.431.747.000 - - BAPAS KLAS I JAKARTA

SELATAN

3.302.604.000 3.302.604.000 3.002.604.000 300.000.000 BAPAS KLAS I JAKARTA

BARAT

2.986.389.000 2.986.389.000 - -

RUTAN KLAS I JAKARTA PUSAT

30.814.257.000 30.814.257.000 - -

RUTAN KLAS II A JAKARTA TIMUR

19.048.201.000 19.048.201.000 - -

RUTAN KLAS I CIPINANG 18.636.275.000 18.636.275.000 - - LAPAS KLAS I CIPINANG 33.731.166.000 31.311.558.000 - - LAPAS KLAS II A SALEMBA 13.835.222.000 13.584.222.000 - - LAPAS KLAS II A NARKOTIKA

JAKARTA

18.441.600.000 18.441.600.000 - -

LAPAS KLAS II B TERBUKA 4.342.875.000 4.342.875.000 - - RUPBASAN KLAS I JAKARTA

TIMUR

1.860.222.000 1.961.722.000 - -

RUPBASAN KLAS I JAKARTA PUSAT

2.366.463.000 2.366.463.000 - -

RUPBASAN KLAS I JAKARTA UTARA

2.189.546.000 2.189.546.000 - -

RUPBASAN KLAS I JAKARTA BARAT

2.868.309.000 2.868.309.000 - -

RUPBASAN KLAS I JAKARTA SELATAN

2.478.053.000 2.478.053.000 - -

RUDENIM JAKARTA 6.624.811.000 6.624.811.000 4.464.811.000 2.160.000.000

BHP 3.229.432.000 3.229.432.000 - -

RS CIPINANG 2.500.000.000 2.500.000.000 - -

 PROGRAM 01 : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Hukum dan HAM

 PROGRAM 02 : Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

(32)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 32

Implementasi Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM RI tahun

2010-2014 untuk tahun 2012 mencakup pelaksanaan 2 (dua) program pada Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta. Untuk melaksanakan program tersebut

telah disediakan anggaran Pagu DIPA Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp.

38.825.325.000,- dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Tahun Anggaran 2012 Nomor

0030/013-01.2.01/11/2012 tanggal 09 Desember 2011 dan untuk total pagu anggaran Kanwil DKI

Jakarta dan Unit Pelaksana Teknis dalam jajarannya keseluruhan berjumlah Rp.

437.434.275.000,-

Adapun rincian perencanaan kinerja terlihat pada formulir Perencanaan Kinerja

(terlampir).

(33)

Kementerian Hukum dan HAM RI | Kanwil DKI Jakarta

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2012 33

FORMULIR PERENCANAAN KINERJA

Instansi

: Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta

Unit Eselon II

: Divisi Administrasi

Sasaran

Strategis Indikator Outcome Kegiatan

Indikator Ouput (Kegiatan) Target 2010 2014 Seluruh perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dilakukan secara tepat waktu dengan administrasi yang akuntabel

Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran, Laporan Kegiatan dan Pembinaan, Layanan Perkantoran 1 % Perencanaan penganggaran

dan pelaksanaan dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dan berbasis kinerja yang terintegrasi, tepat waktu dan akurat

Pembayaran Gaji dan Tunjangan

% Pembayaran gaji dan tunjangan pegawai

100 % 100 %

2 % Pengelolaan Barang Milik Negara yang tepat waktu, Transparan dan Akuntabel

Pemeliharaan Bangunan Kantor % Pemeliharaan Bangunan Kantor 80 % 90 % Pengadaan Peralatan/Perlengkapan Kantor % Pengadaan Peralatan/Perlengkapan Kantor 80 % 90 % Perawatan Kendaraan Bermotor roda 2/4/6 % Perawatan Kendaraan Bermotor roda 2/4/6 80 % 90 %

3 % Unit kerja yg memiliki SDM profesional sesuai kebutuhan dan kaderisasi yg

berkesinambungan

Pengelolaan Kepegawaian % Pegawai yang mengikuti diklat dan bimtek

90 % 95 %

4 % Pengelolaan Keuangan dan Pelaksanaan Anggaran Yg Tepat Waktu, Transparan dan

Akuntabel

Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan

% Pengelola Keuangan 90 % 95 %

Pengelolaan Sistem Akuntansi Instansi (SAI)

% Pengelolaan SAI 90 % 95 %

Pengelola SIMAK BMN % Pengelolaan SIMAK BMN 80 % 90 % Seluruh unit kerja memenuhi standar pelayanan prima dan mencapai target kinerja dengan administrasi yang akuntabel

Sarana dan Prasarana Kanwil/UPT 1 % Kebutuhan Unit Kerja

dilingkungan Kanwil yang terpenuhi secara tepat waktu dan akuntabel sesuai dengan anggaran

Pembangunan/ pengadaan/ peningkatan sarana dan prasarana

% kebutuhan Unit Kerja dilingkungan Kanwil yang terpenuhi secara tetap waktu dan akuntabel sesuai anggaran

Gambar

Tabel  Pendapatan  dari  Kantor  Wilayah  Kementerian  Hukum  dan  HAM  DKI  Jakarta  Tahun 2012
Tabel Realisasi Kinerja Keuangan tahun 2012
Tabel Penerimaan Negara Bukan Pajak  Data s.d bulan Desember 2012

Referensi

Dokumen terkait

Pada industri pengolahan logam mulia, diperlukan suatu furnace yang memiliki tingkat derajat temperatur yang tinggi, yakni sekitar 1200 o C, serta stabilitas

Dasar penggunaan bibit dari ujung, tengah dan pangkal (asal talus) didasari pada hasil laju pertumbuhan yang akan diperoleh saat panen, sehingga dapat diketahui bagian

The table above showed that a respondent (1%) from the 99 respondents who chose strongly disagree for answering the item number 2.. There are also 2 respondents (2%) of

Guru  mengingatkan siswa untuk menulis dengan mencantumkan apa yang  dilakukan; siapa yang terlibat, kapan dilakukan, bagaimana kegiatan  dilakukan, bagaimana perasaan mereka

Begitu juga kafir orang yang beragama dengan tuhan yang maha esa, membenarkan adanya kenabian, serta kenabian nabi kita semoga rahmat dan keselamatan selalu tercurahkan kepadanya,

Hambatan informasi yang dihasilkan E-Posyandu untuk memonitoring gizi anak adalah : arsip belum dikelola dengan baik sehingga sulit diakses kembali, masih

bahwa hasil Pengambilan Keputusan dalam Tabel Rekapitulasi Nilai Indikator Penilaian/Verifikasi (EQI-F077) Nomor Urut 046.3/EQI-F077 tanggal 30 Maret 2015

Pada hibah e-Learning 2017 ini yang menjadi fokus utama adalah mendorong para dosen di lingkungan Telkom University untuk mengembangkan konten ajar digital yang