• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MELALUI SMS REMINDER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MELALUI SMS REMINDER"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MELALUI SMS REMINDER TERHADAP PERILAKU PENGENDALIAN NYAMUK

AEDES AEGYPTY DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA

TAHUN 2015

TESIS

Oleh

AMALIA AKITA 137032196/IKM

PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

PENGARUH PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MELALUI SMS REMINDER TERHADAP PERILAKU PENGENDALIAN NYAMUK

AEDES AEGYPTY DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA

TAHUN 2015

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

untuk Memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes) dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri

pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Oleh

AMALIA AKITA 137032196/IKM

PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(3)

Judul Tesis : PENGARUH PELATIHAN DAN

PENDAMPINGAN MELALUI SMS REMINDER TERHADAP PERILAKU PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTY DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA TAHUN 2015

Nama Mahasiswa : Amalia Akita Nomor Induk Mahasiswa : 137032196

Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Minat Studi : Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri

Menyetujui Komisi Pembimbing

(Drs. Amir Purba, M.A. Ph.D) (Ir. Evi Naria, M. Kes)

Ketua Anggota

Dekan

(Dr. Drs. Surya Utama, M.S)

(4)

Telah diuji

Pada Tanggal : 14 Juli 2015

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua : Drs. Amir Purba, M.A. Ph.D Anggota : 1. Ir. Evi Naria, M. Kes

2. Drs. Tukiman, M.K.M

(5)

PERNYATAAN

PENGARUH PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MELALUI SMS REMINDER TERHADAP PERILAKU PENGENDALIAN NYAMUK

AEDES AEGPTY DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN MEDAN HELVETIA

TAHUN 2015

TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. Kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Medan, September 2015

Amalia Akita 137032196/IKM

(6)

i ABSTRAK

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh vektor dan masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Kasus DBD tergolong masih tinggi dan cenderung meningkat pada daerah tertentu, salah satunya di Kecamatan Helvetia kota Medan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikannya adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk, akan tetapi upaya tersebut jarang menimbulkan hasil. Oleh karena itu diperlukan pelatihan dan pendampingan melalui SMS sebagai follow up untuk mengingatkan kembali pemberantasan sarang nyamuk agar senantiasa dilakukan.

Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen, desain nonequivalent control group dengan pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian adalah seluruh rumah yang memiliki jentik di Kelurahan Tanjung Gusta dan Helvetia Tengah, sampel dalam penelitian ini terdiri atas 25 ibu rumah tangga untuk kelompok yang diberikan pelatihan dan 25 ibu rumah tangga untuk kelompok yang mendapaykan pelatihan dan pendampingan. Analisis data menggunakan uji Friedman dilanjutkan dengan analisis post hoc dengan uji Wilcoxon serta menggunakan uji Mann Whitney

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap, pemberantasan sarang nyamuk dan nilai Container Index setelah diterapkan metode pelatihan dan metode pelatihan dan pendampingan melalui SMS. Perubahan pengetahuan, sikap, tindakan pemberantasan sarang nyamuk dan keberadaan jentik nyamuk nilai Container Index yang paling baik adalah dengan metode pelatihan dan pendampingan melalui SMS.

Puskesmas harus meningkatkan peran serta masyarakat serta kerjasama antar lembaga – lembaga lintas sector untuk merubah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat yang beresiko terhadap penularan DBD, kepada masyarakat dianjurkan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit DBD agar memperhatikan penggunaan barang-barang bekas dan tong penampungan air agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk.

Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Pelatihan, SMS, Follow up, Pemberantasan Sarang Nyamuk

(7)

ii ABSTRACT

Dengue is a disease caused by the vector and is still a major public health problem in Indonesia. Still relatively high dengue cases tend to increase in certain areas, one of which is in the district of the city of Medan Helvetia. One of the efforts made to control it is the Mosquito eradication nest, but these efforts rarely cause results. It is therefore necessary training, follow up by SMS to remind mosquito eradication to always do.

This study used a quasi-experimental design, the approach used is nonequivalent control group design with pretest and posttest. The population in this research is the whole house that has larvae in the village of Tanjung Gusta and Helvetia Tengah, the sample in this study consisted of 25 housewives for the group given training and 25 housewives for the group given traning ang follow up. Data analysis using the friedman test followed by post hoc analysis by wilcoxon test and mann whitney test.

The results showed that there were differences in knowledge, attitudes, mosquito eradication and Container Index after application of training methods and methods of training and follow up by SMS. Changes in knowledge, attitudes, mosquito eradication measures and container index is the most excellent method of training and follow up by SMS.

Puskesmas must enhance community participation and inter-agency cooperation - cross-sector institution to change knowledge, attitudes and practice of people at risk of dengue transmission, to the public are encouraged to reduce the risk of dengue disease in order to pay attention to the use of second-hand goods and barrels of water reservoirs in order not to become breeding places of mosquitoes.

Key Words: Dengue Hemoraghic Fever, Training, Follow up, Short Message Service (SMS), mosquito eradication measures

(8)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya-Nya sehingga dapat menyelesaikan Tesis dengan judul : “Pengaruh Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS Reminder terhadap Perilaku Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015”. Tesis ini ditulis sebagai persyaratan melakukan penelitian di Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Penyelesaian Tesis ini tidak terlepas dari dukungan dan masukan dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada,

1. Prof. Subhilhar, Ph.D sebagai Pejabat Rektor Universitas Sumatera Utara 2. Dr. Drs. Surya Utama, M.S selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Sumatera Utara

3. Dr. Ir. Evawany Y Aritonang, M.Si selaku Sekretaris Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

4. Drs. Amir Purba, M.A. Ph.D Selaku Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan baik moril maupun pengetahuan sekaligus mendorong penulis untuk menyelesaikan Tesis ini dengan tepat waktu.

(9)

iv

5. Ir. Evi Naria, M.Kes selaku Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk berkomunikasi sekaligus memberikan saran, masukan dan arahan serta motivasi selama penulisan tesis ini.

6. Drs. Tukiman, M.K.M selaku pengunji I yang memberikan saran-saran positif yang membangun dalam meningkatkan kualitas Tesis

7. Dr. dr. Taufik Ashar, M.K.M selaku penguji II yang sangat berperan dalam memberikan penguatan pada Tesis ini dengan semua saran yang konstruktif 8. Lurah Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Helvetia yang telah memberi ijin

untuk penulis dalam menelusuri setiap tempat dan informan dalam upaya meningkatkan kualitas Tesis ini.

9. Lurah Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Helvetia yang telah memberi ijin untuk penulis dalam menelusuri setiap tempat dan informan dalam upaya meningkatkan kualitas Tesis ini.

10.Kader-kader kesehatan di Kelurahan Tanjung Gusta dan Helvetia Tengah terutama untuk ibu Rosmawati dan ibu Chairawati

11.Ayahanda dan Ibunda tercinta serta adik-adiku tersayang yang selalu memberi motivasi dan semangat hidup untuk dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

12.Rekan-rekan angkatan Tahun 2013 di Program Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, khususnya di program studi Manajemen Kesehatan Lingkungan

(10)

v

Industri yang turut memberi semangat dalam belajar, semoga perjuangan ini selalu membekas dalam napak tilas kehidupan kita, sehingga menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tempat masing-masing 13.Seluruh pihak yang turut berperan dalam proses penyelesaian tesis ini yang

namanya tak bisa disebutkan satu-persatu

Semoga seluruh kebaikan, bimbingan dan dukungan yang diberikan semua pihak mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.

Peneliti juga menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penyusunan tesis ini, oleh sebab itu penulis sangat berharap saran yang dapat melengkapi kesempurnaan tesis ini dari setiap pihak yang membaca Tesis ini.

Medan, September 2015 Peneliti

Amalia Akita 137032196/IKM

(11)

vi

RIWAYAT HIDUP

Amalia Akita lahir di Medan pada tanggal 29 Agustus 1989 dari pasangan Ir. Herkules Abdullah, M.S (ayah) dan Ir. Suryati Hara (ibu). Penulis merupakan anak tertua dari 3 bersaudara yaitu Herypasc Adipasah, ST yang merupakan alumni FT USU dan Nabila Akiti yang sekarang sedang menempuh pendidikan S1 Ilmu Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada.

Penulis menamatkan pendidikannya dari SD di SDN. 106164 Sambirejo Timur, Percut Sei Tuan, kemudian melanjutkan jenjang pendidikan SMP di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan ditamatkan pada tahun 2004. Setelah itu melanjutkan pendidikan di SMA Al-Ulum Kota Medan dan ditamatkan pada tahun 2007. Penulis kemudian melanjutkan jenjang pendidikan di S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara dan tamat pada tahun 2011. Kemudian melanjutkan S2 di Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara pada minat studi yang sama yaitu Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri.

Setelah menamatkan pendidikan S1 penulis langsung bekerja di Pusat Inkubator Bisnis CIKAL USU sebagai staff administrasiu dan tenaga pendamping hygiene sanitasi untuk produk UKM dari tahun 2011 sampai 2015.

(12)

vii DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

RIWAYAT HIDUP ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB 1. PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Perumusan Masalah ... 10 1.3. Tujuan Penelitian ... 11 1.4. Hipotesis ... 11 1.5. Manfaat Penelitian ... 12

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 14

2.1. Pelatihan ... 14

2.1.1. Pengertian Pelatihan ... 14

2.1.2. Tujuan dan Manfaat Pelatihan ... 15

2.1.3. Tahapan - tahapan Pelatihan ... 16

2.1.4. Alat bantu (Media) Pelatihan ... 18

2.1.5. Evaluasi Pelatihan... 19

2.2. Pendampingan ... 20

2.2.1. Pengertian Pendampingan ... 20

2.2.2. Peran Pendampingan ... 21

2.2.3. Prinsip – prinsip Pendampingan ... 22

2.2.4. Metode Pendampingan ... 22

2.3. Short Message Service (SMS Gateaway ) ... 23

2.3.1. Defenisi Short Message Services (SMS) ... 23

2.3.2. Keuntungan dari Penggunaan SMS ... 24

2.3.3. Perbandingan SMS dengan Teknologi Komunikasi Lainnya ... 25

2.4. Perilaku ... 25

2.4.1. Definisi ... 25

2.4.2. Perubahan Perilaku ... 29

(13)

viii

2.5.1. Pengertian Demam Berdarah Dengue ... 32

2.5.2. Mekanisme Demam Berdarah Dengue ... 32

2.5.3. Tanda dan Gejala Demam Berdarah ... 36

2.5.4. Kebijakan Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue ... 38

2.6. Vektor Penular Penyakit DBD (Nyamuk Aedes Aegypti) ... 39

2.6.1. Taksonomi Aedes Aegypti ... 40

2.6.2. Morfologi Nyamuk Aedes Aegypti ... 40

2.6.3. Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti... 45

2.6.4. Bionomik Nyamuk Aedes Aegypti... 46

2.6.5. Hubungan Antara Nyamuk Aedes Aegypti dan Lingkungan ... 49

2.6.6. Pencegahan dan Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti ... 53

2.7. Survey Jentik ... 58

2.8. Kerangka Teori ... 62

2.9. Kerangka Konsep ... 68

BAB 3. METODE PENELITIAN ... 69

3.1. Jenis Penelitian ... 69

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 71

3.2.1. Lokasi Penelitian ... 71

3.2.2. Waktu Penelitian ... 72

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian ... 72

3.3.1. Populasi ... 72

3.3.2. Sampel ... 73

3.4. Metode Pengumpulan Data ... 75

3.4.1. Data Primer... 75

3.4.2. Data Sekunder ... 76

3.5. Instrumen Penelitian ... 76

3.6. Mekanisme Pelaksanaan Penelitian ... 77

3.6.1. Tahap Persiapan ... 77

3.6.2. Tahap Pelaksanaan ... 78

3.6.3. Profil Fasilitator dan Pemateri ... 80

3.7. Defenisi Operasional ... 81

3.8. Uji Validitas dan Reliabitas ... 83

3.8.1. Uji Validitas ... 83

3.8.2. Uji Reliabilitas ... 84

(14)

ix

BAB 4. HASIL PENELITIAN ... 86

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 86

4.1.1. Data Geografis ... 86

4.1.2. Data Demografis... 87

4.1.3. Wilayah Kerja Puskesmas Medan Helvetia ... 88

4.2. Karekteristik Responden ... 89

4.3. Analisis Univariat ... 90

4.3.1. Distribusi Jawaban Benar Berdasarkan hasil Prestest dan Posttest Per Item Pertanyaan Mengenai Pengetahuan Responden dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 91

4.3.2. Distribusi Skor Pengetahuan Ibu Mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 94

4.3.3. Ditsribusi Kategori Pengetahuan Mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 95

4.3.4. Distribusi Jawaban Benar Berdasarkan hasil Prestest dan Posttest Per Item Pertanyaan Mengenai Sikap Responden dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 98

4.3.5. Distribusi Skor Sikap Ibu Mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah Diberikan Pelatihan di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 103

4.3.6. Distribusi Kategori Sikap Ibu mengenai pengendalian nyamuk Aedes Aegypti sebelum dan setelah diberikan Pelatihan di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 105

4.3.7. Distribusi Hasil Pengamatan Pelaksanaan PSN pada saat Prestest dan Posttest dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 107

4.3.8. Distribusi Skor Pelaksanaan PSN Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 110 4.3.9. Distribusi Kategori Pelaksanaan PSN Aedes Aegypti

(15)

x

Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 111 4.3.10. Frekuensi Jenis Container yang Banyak Ditemukan

Jentik Sebelum dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 112 4.3.11. Distribusi Skor Nilai Container Index (CI) Sebelum

dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 115 4.3.12. Distribusi Kategori Nilai Container Index (CI) Sebelum

dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 116 4.3.13. Gambaran Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan Berdasarkan

Hasil Kuesioner Evaluasi Pelatihan Pemberantasan Sarang Nyamuk dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 118 4.4. Analisis Bivariat ... 119

4.4.1. Perbedaan Pengetahuan Ibu dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapatkan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 120 4.4.2. Perbedaan sikap ibu dalam Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapatkan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta Tanjung Gusta

... 122 4.4.3. Perbedaan Pelaksanaan PSN dalam Pengendalian

Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapatkan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 124 4.4.4. Perbedaan nilai Container Index (CI) dalam

Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapatkan Pelatihan dan Pendampingan melalui SMS di Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 126 4.4.5. Perbedaan Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan

Melalui SMS) dan Metode 2 (Pelatihan) terhadap peningkatan Pengetahuan ibu mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti ... 128

(16)

xi

4.4.6. Perbedaan Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS) dan Metode 2 (Pelatihan) terhadap peningkatan Sikap ibu mengenai Pengendalian

Nyamuk Aedes Aegypti ... 130

4.4.7. Perbedaan Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS) dan Metode 2 (Pelatihan) terhadap ibu pelaksanaan PSN Aedes Aegypti ... 131

4.4.8. Perbedaan Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS) dan Metode 2 (Pelatihan) terhadap Nilai Container Index (CI ... 132

BAB 5. PEMBAHASAN ... 134

5.1. Pengaruh Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS dan Metode Pelatihan terhadap Pengetahuan Ibu mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Medan... 134

5.2. Pengaruh Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS dan Metode Pelatihan terhadap Sikap Ibu mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Medan... 141

5.3. Pengaruh Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS dan Metode pelatihan terhadap Pelaksanaan PSN Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Medan ... 147

5.4. Pengaruh Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS dan Metode pelatihan terhadap nilai Container Index (CI) Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Medan ... 153

5.5. Keterbatasan Penelitian ... 161

BAB 6. Kesimpulan dan Saran ... 162

6.1. Kesimpulan ... 162

6.2. Saran ... 162

DAFTAR PUSTAKA ... 166

(17)

xii

DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

2.1. Perbandingan SMS dengan Teknologi Komunikasi Lainnya ... 25

2.2 Larva Index ... 61

2.3 Density Figure ... 62

3.2. Kompetensi Pemateri Pelatihan ... 81

3.3. Definisi Operasional ... 81

4.1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelurahan dan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2014 ... 87

4.2. Sarana Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Helvetia Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2014 ... 88

4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Kelompok Intervensi ... 89

4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Responden di Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2015 ... 90

4.5. Distribusi Jawaban Benar Berdasarkan Hasil Prestest dan Posttest Per Item Pertanyaan Mengenai Pengetahuan Responden dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah .... 91

4.6 Distribusi Jawaban Benar Berdasarkan hasil Prestest dan Posttest Per Item Pertanyaan Mengenai Pengetahuan Responden dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan di Tanjung Gusta ... 92

4.7. Distribusi Skor Pengetahuan Ibu Mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 94

(18)

xiii

4.8 Distribusi Kategori Pengetahuan Mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan

Tanjung Gusta ... 96 4.9 Distribusi Jawaban Benar Berdasarkan hasil Prestest Per Item

Pertanyaan Mengenai Sikap Responden dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan dan

Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah ... 98 4.10 Distribusi Jawaban Benar Berdasarkan hasil Prestest dan Posttest

Per Item Pertanyaan Mengenai Sikap Responden dalam

Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan

di Tanjung Gusta ... 101 4.11 Distribusi Skor Sikap Ibu Mengenai Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung

Gusta ... 104 4.12 Distribusi Kategori Sikap Mengenai Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung

Gusta ... 105 4.13 Distribusi Hasil Pengamatan Pelaksanaan PSN Sebelum dan

Setelah dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia

Tengah ... 107 4.14 Distribusi Hasil Pengamatan Pelaksanaan PSN Sebelum dan

Setelah dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti dengan

Metode Pelatihan di Tanjung gusta ... 109 4.15 Distribusi Skor Pelaksanaan PSN Sebelum dan Setelah diberikan

Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah

dan Tanjung Gusta ... 110 4.16 Distribusi Frekuensi Kategori Pelaksanaan PSN Sebelum dan

Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di

(19)

xiv

4.17 Frekuensi Jenis Container yang Banyak Ditemukan Jentik Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan

Melalui SMS di Helvetia Tengah ... 113 4.18 Frekuensi Jenis Container yang Banyak Ditemukan Jentik

Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan

Melalui SMS di Tanjung Gusta ... 114 4.19. Distribusi Skor Nilai Container Index (CI) Sebelum dan Setelah

diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia

Tengah dan Tajung Gusta ... 115 4.20 Distribusi Frekuensi Kategori Nilai Container Index (CI)

Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan

Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 117 4.21 Gambaran Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan Berdasarkan Hasil

Kuesioner Evaluasi Pelatihan PSN dalam Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypti di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 118 4.22 Hasil Analisis Perbedaan Pengetahuan Ibu dalam Pengendalian

Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapat Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Kelurahan

Helvetia Tengah dan Tanjung gusta ... 120 4.23 Hasil analisis Post Hoc Tingkat Pengetahuan ibu dalam

Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapat Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di

Kelurahan Helvetia Tengah ... 121 4.24 Hasil analisis Post Hoc dengan Wilcoxon Tingkat Pengetahuan

ibu dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok

yang Mendapat Pelatihan di Kelurahan Tanjung Gusta ... 121 4.25 Hasil Analisis Perbedaan Sikap Ibu dalam Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypt pada Kelompok yang Mendapat Pelatihan di

Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 122 4.26 Hasil analisis Post Hoc Tingkat Sikap Ibu dalam Pengendalian

Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapat Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Kelurahan Helvetia

(20)

xv

4.27 Hasil Analisis Post Hoc Sikap Ibu dalam Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti pada Kelompok yang Mendapat Pelatihan di

Kelurahan Tanjung Gusta ... 123 4.28 Hasil Analisis Perbedaan Pelaksanaan PSN pada Kelompok yang

Mendapat Pelatihan dan Pendampingan di Kelurahan Helvetia

Tengah dan Tanjung Gusta ... 124 4.29 Hasil Analisis Post Hoc Pelaksanaan PSN pada Kelompok yang

Mendapat Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di

Kelurahan Helvetia Tengah ... 125 4.30 Hasil Analisis Post Hoc dengan Wilcoxon Pelaksanaan PSN pada

Kelompok yang Mendapat Pelatihan di Kelurahan Tanjung Gusta

... 125 4.31 Hasil Analisis Perbedaan Nilai Container Index (CI ) pada

Kelompok yang Mendapat Pelatihan dan Pendampingan di

Kelurahan Helvetia Tengah dan Tanjung gusta ... 126 4.32 Hasil Analisis Post Hoc Nilai Container Index pada Kelompok

yang Mendapat Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di

Kelurahan Helvetia Tengah ... 127 4.33 Hasil Analisis Post Hoc dengan Wilcoxon Nilai Container Index

(CI ) pada Kelompok yang Mendapat Pelatihan di Kelurahan

Tanjung Gusta ... 128 4.34 Hasil Uji Beda Proporsi Pengetahuan Ibu dengan Menggunakan

Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan) dan Metode 2

(Pelatihan ... 129 4.35 Hasil Uji Beda Proporsi Selisih Sikap Ibu dengan Menggunakan

Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan) dan Metode 2

(Pelatihan) ... 130 4.36 Hasil Uji Beda Proporsi Selisih Pelaksanaan PSN dengan

Menggunakan Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan) dan

Metode 2 (Pelatihan) ... 131 4.37 Hasil Uji Beda Proporsi Selisih Nilai Container Index (CI)

dengan Menggunakan Metode 1 (Pelatihan dan Pendampingan)

(21)

xvi

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

2.1. Perubahan Perilaku Menurut Teori S-O-R ... 31

2.2. Siklus Penularan Penyakit DBD ... 33

2.3. Virus Dengue ... 34

2.4. Telur Aedes Aegypti ... 41

2.5. Jentik / Larva ... 43

2.6. Kepompong / Pupa ... 44

2.7. Nyamuk Dewasa ... 45

2.8. Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti ... 46

2.9. Kerangka Teori Simpul DBD ... 67

2.10. Kerangka Konsep Penelitian ... 68

(22)

xvii

DAFTAR GRAFIK

No. Judul Halaman

4.1. Grafik Garis Skor Pengetahuan Ibu Mengenai Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan

Tanjung Gusta ... 94 4.2. Grafik Batang Kategori Pengetahuan Mengenai Pengendalian

Nyamuk Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan

Tanjung Gusta ... 97 4.3. Grafik Garis Skor Sikap Ibu Mengenai Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan

Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung ... 104 4.4. Grafik Batang Kategori Sikap Mengenai Pengendalian Nyamuk

Aedes Aegypti Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung

Gusta ... 106 4.5. Grafik Garis Skor Pelaksanaan PSN Sebelum dan Setelah

diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia

Tengah dan Tanjung ... 111 4.6. Grafik Batang Distribusi Kategori Pelaksanaan PSN Sebelum

dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS

di Helvetia Tengah dan Tanjung Gusta ... 113 4.7. Grafik Garis Grafik Garis Distribusi Skor Nilai Container Index

(CI) Sebelum dan Setelah Diberikan Pelatihan dan Pendampingan Melalui SMS di Helvetia Tengah dan Tanjung

Gusta ... 116 4.8. Grafik Batang Distribusi Kategori nilai Container Index (CI)

Sebelum dan Setelah diberikan Pelatihan dan Pendampingan

(23)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul Halaman

1. Training Need Assesment Pelatihan Pengendalian Nyamuk Aedes

Aegypti Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue... 177

2. Pernyataan Kesediaan Menjadi Responden Penelitian ... 179

3. Lembar Test Belajar ... 180

4. Formulir Pemantauan Keberadaan Jentik Mingguan di Rumah/Tempat Tinggal ... 183

5. Lembar Screening dan Observasi Pelaksanaan Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti ... 184

6. Kuesioner Mengukur Evaluasi Pelatihan ... 186

7. Format Kalimat SMS ... 187

8. Test of Normality Data Penelitian ... 188

9. Master Data Helvetia Tengah ... 190

10. Master Data Tanjung Gusta ... 203

11. Hasil Ouput Pengolahan Data Penelitian ... 212

12. Master Data Validitas dan Reliabilitas ... 247

13. Validitas dan Reliabilitas Data Penelitian ... 250

14. Hasil Ouput Validitas dan Relibilitas ... 252

15. Profil Pemateri dan Fasilitator ... 254

16. Dokumentasi Kegiatan ... 256

17. Absensi Kegiatan ... 274

Referensi

Dokumen terkait

Berikanlah orang-orang itu, dan kita akan menyerahkan mereka kepada kematian.” 13 Dan Saul berkata, “Tidak ada seorang pun yang akan diserahkan kepada kematian pada hari ini,

Berdasarkan penelitian Rhianon (2013), model pembuatan BCP untuk sektor perairan adalah dengan melalui beberapa tahapan.Tahapan yang terlibat yaitu pembuatan program BCP

Perolehan rerata dari rekapitulasi data validasi oleh dua pakar bahan ajar dan dua guru biologi kelas X yaitu 3,65 dengan kategori “Sangat Baik” menunjukkan bahwa produk bahan ajar

Nilai kelayakan penilaian PMRI modul oleh ahli materi adalah 3,25 (Baik). Hasil evaluasi kelayakan penilaian PMRI modul yang telah dinilai oleh dosen evaluator

Berdasarkan hasil perencanaan dalam tugas akhir Perencanaan Konseptual Desain Sebagai Konversi dari Kapal Ferry Menjadi Restoran Terapung, maka perlu diadakan

Dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah penggunaan Instagram dalam pembelajaran maharah al kitabah terdiri dari: (1) menyiapkan aplikasi, (2) pengajar menentukan

Data akademik yang terdapat dalam sistem meliputi: data siswa, data guru, data nilai pengetahuan, data mata pelajaran serta data informasi (pengumuman,

Oleh karena itu, beranjak dari beberapa penelitian yang telah dikembangkan tersebut, di mana diantaranya saling keterkaitan dalam penelitian penulis selanjutnya, maka