• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Exacta10 (3): , 2017 p-issn: X e- ISSN: X Fatahillah Integral Khusus INTEGRAL KHUSUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Faktor Exacta10 (3): , 2017 p-issn: X e- ISSN: X Fatahillah Integral Khusus INTEGRAL KHUSUS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

266

-INTEGRAL KHUSUS

FATAHILLAH

Program Studi Pendidikan Fisika

Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI

Jl. Nangka No. 58 C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530 Email: [email protected]

Abstracts. In given the lecture for Mathematics or another names is Calculus we must following the based of Recana Perkuliahan Semester (RPS) and therefore we didn’t to introduction for student Specific Integrals and therefore we introduction specific integrals.

Abstrak. Dalam melaksanakan tugas perkuliahan, para rekan dosen mengikuti silabus yang tertera pada Recana Perkuliahan Semester (RPS) untuk integral khusus tidak diajarkan. Aplikasi integral inimeliputi:Notasi berindeks, Tensor danChronecker. Dalam rangka menambah wawasan pengetahuan maka penulis merasa perlu membicarakan hal ini. Disini akan dibahas tentang integral-integral khusus dengan menggunakan teknik tensor.

Kata kunci

Integral, Lintasan, Notasi berindeks, Tensor, Chronecker PENDAHULUAN

Pada tulisan ini akan ditampilkan integral-integral yang jarang dibahas didalam perkuliahan-perkuliahan kalkulus pada umumnya terutama aplikasi-aplikasi indeksnya. Disini penulis dalam penyusunan tulisan ini dilengkapi dengan tuntunan dari Prof. Pantur Silaban, Ph.D. Disamping itu penulis juga sedang berusaha berkonsultasi dengan Prof. Erwin Sucipto, Ph.D di Bethel College, Indiana Amerika Serikat karena beliau dikenal oleh penulis sebagai kakak kelas penulis di ITB, 1973. Dengan misi demi pengembangan penguasaan materi maka penulis memberanikan diri untuk membuat tulisan ini.

METODE

Kajian ini berdasarkan dengan mencoba membuktikan sendiri dari daftar integral dari Literatur

yang berjudul: “Abromowitz, Milton, and Irene A. Stegun, editors, Handbook of Mathematical Functions With Formulas, Graphs, and Mathematical Tables, National Bureau of Standards, AppliedMathematical Series, 55, U.S. Government Printing Office, Washington, D.C., 1964. Dimana pada buku tersebut tidak terdapat pembuktian secara tertulis tentang tabel integralnyadan penulis memilih berdasarkan pengalaman dari teman-teman dosen yang belumdapat menyelesaikannyasecaraanalitis. Ada 2 jenis pembahasan yaitu dengan menjawab pertanyaan integraldan dengan membuktikan suatu integral pada tabel.

Integral Khusus Invers dan kebalikkan.

Invers dan kebalikkan adalah dua hal yang berbeda jika dipandang secara matematis. Invers adalah kebalikkan secara fungsi atau kebalikan secara operator. Sedangkan kebalikkan diartikan sebagai fungsi kebalikkan.

Contoh fungsi kebalikkan:

(2)

267

= ↔ = , = ↔ = = ↔ = , = ↔ = = ↔ = , = ↔ = dst Contoh fungsi invers:

= ↔ = , = ↔ = , = ↔ = ↔ = √ , = ↔ = , = ↔ = = ↔ = , = ↔ = , = ↔ = = ↔ = , = ↔ = , = ↔ = | | = ↔ = | |, dst.

Karena bilangan 10 dan keduanya lebih besar dari nol, maka y> 0 sehingga untuk menghindari harga negatip, maka harga y diberi tanda mutlak seperti | |. Untuk bilangan dasar C tidak perlu diberi tanda harga mutlak karena bisa saja C berharga negatip.

Contoh invers operator:

, ( )- ( )

↔ ∫ ( ) ( ), ↔

↔ dst.

Pada contoh terakhir berarti bila diketahui turunan suatu fungsi maka akan diketahui juga inversnya berupa fungsi asal (sebelum diturunkan) yang diistilahkan sebagai “integrasi” fungsi.

Sifat-sifat turunan fungsi

Pembahasan: = tak tentu.

Agar menghasilkan hal tertentu maka jangan nol akan tetapi mendekati nol atau populernya limit nol = , jika: ( ), maka:

= ( ) ( ) = ( ) ( ) . Selanjutnya ( ) ( ) = * ( )+ = =

= tertentu. Sehingga didefinisikanlah: * ( )+

( ) ( )

( ), ( * ( )+ = turunan ( )

terhadap dan bentuk invers nya disebut “integral ( ) terhadap ” dengan lambang:

∫ ( ) .

Sehingga dapat juga diturunkan fungsi-fungsi: ( ) ( ), ( ) ( ) dan ( )( )

 * ( ) ( )+ = ( ) ( ) ( ) ( )atau: * + =  { ( ) ( )} = ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) * ( )+ , atau:{ }  *( )( )+ = , * ( )+- = ( ) * ( )+ ( ) “aturan rantai”.

Turunan dari fungsi = dan = . Dengan memakai sifat diatas maka:

= ,jadi:∫ | . /| = , jadi:∫ | |

(3)

268

-HASIL DAN PEMBAHASAN Teknik khusus pengintegralan

Untuk mencari jawaban suatupengintegralan dapat ditempuh dengan beberapa cara yang dinamakan teknik pengintegralan. Ada beberapa teknik pengintegralan yaitucara parsial, substitusi dan cara penderetan. Ketiga cara ini dipakai untuk teknik-teknik khusus pengintegralan.

Contoh:

1. Tentukanlah integral berikut: (a). ∫ dan (b). ∫ Jawab: (a) ∫ = ∫ = ( ) ∫ ( ) = ( )( ) ( ) = = = = = | | = | |, atau: ∫ = | | Atau: ∫ = | |. Sehingga: ∫ = { | |} = √ | | Jadi: ∫ = √ | |

Dengan cara yang sama dapat ditunjukkan bahwa:

(b) ∫ = √ | |

2. Tentukanlah integral berikut: (a). ∫ dan (b). ∫ Jawab: (a) ∫ = ∫ = ( ) ∫ *( ) + = ( )( ) ( ) = = ∫ = ∫ ∫ = ( √ | |)atau ∫ = √ | | ∫ = √ | | Jadi: ∫ = √ | | Dengan cara yang sama dapat dibuktikan bahwa:

(b) ∫ = √ | |

3. Tentukanlah: (a). ∫ , (b). ∫ , (c). ∫ dan (d). ∫ Jawab:

(4)

269 -(a) ∫ = ∫ = ∫ = ( | |) = | | = | | Jadi:∫ = | | (b) ∫ = ∫ = ∫( )( ) = ∫ { } = ∫ ( ) ( )( )( ) = ∫ ( )( ) = ∫( ) ( )( )( ) , maka: = 0 dan ( ) =

= dan = = ( ) = , maka: dan = Sehingga: ∫ { } = ∫ { } = ( ) ( ) = | | | | = | | = | | . Jadi:∫ = | | (c) ∫ = ∫ , dimana:√ = , = , = , maka: ∫ = ∫ . / = ∫ = . / Jadi:∫ = . / (d) ∫ = ∫ . / = ∫ { . / } ( ) = ∫ . / (√ ) = ∫ = ∫( )( ) = ∫ . / = ∫ ( ) ( )( )( ) = ∫ = ∫( ) ( ) , maka:

= 0 atau: dan ( ) , atau: = , sehingga: ( ) = = , atau: = dan = Maka: ∫ . / = ∫ ( ) = ∫ . / = = ( | | | |) = | | = | √ √ | = √ | √ √ | = | √ √ | √ = | . / √ . / √ | √ = | . / √ . / √ | √ = | √ √ | √ Jadi:∫ = | √ √ | √

(5)

270 -4. Tentukanlah integral berikut:

(a). ∫ √ , (b). ∫ √ , (c). ∫ √ dan (d). ∫ √ Jawab: (a) ∫ √ = ∫( ) = ∫ {( ) } = ( ) Jadi:∫ √ = ( ) (b) ∫ √ = ∫√ , dimana: √ = , = → = → = Maka: ∫√ = ∫ ( ) = ∫ = ∫ . / = { ∫ ∫ ( )} = { . / ( )} = { . / ( )} = { . / ( )} = . / √ = √ . / . Jadi: ∫ √ = √ . / (e) ∫ √ = ∫ √* ( ) + = ∫ √( ) , ambil: = , maka: ∫ √( ) = ∫ √ , dimana: = = = ( ) , maka: = ( )( ) = √ = = = . Sehingga:∫ √ = ∫ = ∫ = ∫ = ∫ = √| . /| | | = | √| . /| | = | √ √ √ √ √ √ | = | √ √ √ | = | √ √ √ | = | √ √ √ √ | = | √ √ |= | √( ) √( ) | = | √( ) √ | Jadi:∫ √ = | √( ) √ | (f) ∫ √ = ∫√ . Maka:√ = , = = = ( ) = ( )( ) = , atau: = .

(6)

271 -Sehingga: ∫√ = ∫ . /= ∫ . / = ∫ = ∫ = ∫ = ∫ = √| | | | = ( √ √ √ )= ( √ √ √ ) Jadi:∫ √ = √ √ √ 5. Tentukanlah:(a). ∫ √ , (b). ∫ √ , (c). ∫ √ dan (d). ∫ √ Jawab: (a) ∫ √ = ∫ ( ) = ∫( ) = ∫ ( ) = ( ) Jadi:∫ √ = ( ) (b) ∫ √ = ∫√ , dimana:√ = , = → = , maka: ∫ √ = ∫ ( ) = ∫ = ∫ = . /. Jadi:∫ √ = . / (c) ∫ √ = ∫√ , dimana:√ = , = = = ( ) = ( )( ) = Maka: ∫ √ = ∫ . / = ∫ = ∫ = { . /} = { . /}= { ( √ )} = { ( √ )} = { ( √ )}= { ( √ )} Jadi:∫ √ = { ( √ )} (d) ∫ √ = ∫ √ . / = ∫ √{ . / } = ∫ √{ . / } = ∫ √. / , bila: = dan = Maka: = , sehingga:∫ √. / = ∫ √ = ∫ dimana: √ = dan = = = ( ) → = ( )

(7)

272 -= ( )( ) = atau: = Sehingga: ∫ √ = ∫ . / = ∫ = . / = ( √ ) = ( √. / √ )= ( √ √ )= ( √ √ ) = √ ( √ ) = ( √ ) = [ {( ) √ }] Jadi:∫ = [ {( ) √ }]

6. Tentukanlah: (a). ∫ √ dan (b). ∫ √ Jawab: (a) ∫ √ = ∫ √ . / = √ ∫ √ Ambil: = , = = ( ), sehingga: = dan = , maka: √ ∫ √ = √ ∫ √ = √ ∫ √ = √ ∫ = √ ∫ = √ ∫ = √ ( ) = √ ( ) = √ √ = √ Jadi:∫ √ = √ (b) ∫ √ = ∫ √ { } = √ ∫ √ Ambil: = , ( ) = ( ) = Sehingga: = , ( ) = , = √ , = = √ Maka:√ ∫ √ = √ ∫ √ = √ ∫ = √ ∫ ( ) = √ ∫ = √ ∫ = √ ∫ ( )= √ ( ) = √ √ = √ Jadi:∫ √ = √

7. Buktikanlah: (a). ∫ √ = √ . / dan (b).

∫ √ = √ . / Bukti:

(8)

273 -. / ( ) = , ( ) ( ( )) ( ) = ( ) ( ( )) = . Sehingga: ( ) = , ( ) = √ , ( ) ( ) = Atau: √ ( ) = , ( ) = √ = √ . / Jadi: ∫ √ = √ . / (b) ∫ √ = √ ∫ √. / . / . / = √ ∫ √ . / . /, ambil: . / = , maka: . / . / = . / = , sehingga: = , = √ , . / = , √ . / = , . / = √ √ ∫ √ . / . / = √ ∫ √ . √ / = √ ∫ √ = √ ∫ . / . /= √ ∫ . / . / . / = √ ∫ . / . / = √ . . //= √ √ . /= √ . / Jadi:∫ √ = √ . / 8.Buktikanlah:∫ √ = √( )( ) Bukti: ∫ √ = ∫ √ ( ) ( )( )( ) = ∫ √ ( ) = ∫ √( ) ( ) ( ) = ∫ √ ( ). / { . / } {. / }= ∫ √ √ √. / . / = √ ∫ √. / . ( ) / √. / . / = √ ∫ √ √ = √ ∫ √ √

(9)

274 -= √ ∫ √ √ dimana: = , = dan ( ) = , , sehingga: = , = , = , maka: √ ∫ √ √ = √ ∫ √ = √ ( ) ∫ √ = √( )( ) Jadi: ∫ √ = √( )( )

Menghitung panjang lintasan pada koordinat kartesian

Dengan menggunakan metoda: = ∫ √ ̇ ̇ atau: = ∫ √ , maka

diperolehpenyelesaian dari contoh soal sbb:

1. Partikel bergerakdengan posisi setiap saatnya adalah: = , = dan = meter, tentukanlah lintasannya dari t = detik ke t = detik.

Jawab: = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ ̇ ̇ ̇ ̇ = ∫ √( ̇ ) ( ̇ ) ( ̇ ) = ∫ √( ̇) ( ̇) ( ̇) = ∫ √. / . / . / = ∫ √( ( )) ( ( )) ( ( )) ( ( )) = ∫ √( ) ( ) ( ) ( )= * ( ) ( )+ = * + = * + = 0,169668 meter. Jadi: = 0,169668

2. Partikel bergerak dengan posisi setiap saatnya adalah: = , = dan = meter, tentukanlah lintasannya dari t = detik ke t = detik.

Jawab:

= ∫ √ ̇ ̇

= ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ ̇ ̇ ̇ ̇

(10)

275 -= ∫ √( ̇ ) ( ̇ ) ( ̇ ) = ∫ √( ̇) ( ̇) ( ̇) = ∫ √. / . / . / = ∫ √( ( )) ( ( )) ( ( )) = ∫ √( ) ( ) ( ( )) = ∫ √ = ∫ √( ) = ∫ √ ( ) ( ) = ∫ √ ( ) ( ) = ∫ √ ( ) ( ), ambil: ( ) = , sehingga:S = meter.

3. Peluru ditembakkan diatas bidang datar dengan laju kecepatan awal = 200

dan sudut elevasi = , bila laju percepatan gravitasi bumi g = 10 ,

tentukanlah panjang lintasan peluru diudara sebelum jatuh ketanah . Jawab:

Uraian laju kecepatan peluru:

= = = = 160 =

= = = = 120 , maka: =

= ( )

, pada titik puncak A: = 0 = = 0 →

= 12 detik = , = = 12 + 12 = 24 detik = = , sehingga: = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ ̇ ̇ = ∫ √( ̇ ) ( ̇ ) = ∫ √( ̇) ( ̇) = ∫ √ = ∫ √( ) ( ) = ∫ √ = ∫ √ = ∫ √ = ∫ √( ) ( ) = ∫ √ ( ) = ∫ √( ) = ( | ), dimana: = ∫ √( ) =

= ( )√( ) |( ) √( ) |, maka panjang lintasannya S =

( | )

= * + = * += 1095,173 meter. 4. Peluru ditembakkan diatas bidang miring dengan sudut kemiringan = yang

(11)

276

-= , bila laju percepatan gravitasi bumi g = 10 , tentukanlah panjang lintasan peluru diudara sebelum jatuh ketanah .

Jawab:

Uraian laju kecepatan peluru:

= = = = 160 =

= = = = 120 , maka: = ( )

, pada titik puncak A: = 0 = = 0 → = 12 detik = = = = 720 meter, = = = ( ) = ( ) = , = = , = , . Atau = = = , atau: = 0, ( ) ( ) = 0 ( ) = 0, ( ) = , = , ambil:

= 29 detik dan = = 12 + 29 = 41 detik.

Sehingga: = ∫ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ = ∫ √ ̇ ̇ ̇ ̇ = ∫ √( ̇ ) ( ̇ ) = ∫ √( ̇) ( ̇) = ∫ √ = ∫ √ ( ) =

( )√( )

|( ) √( ) |

Sehingga panjang lintasan adalah:S = ( | ) = * + =

2198,61meter

PENUTUP Simpulan

Dari tulisan diatas maka terdapat beberapa simpulan sebagai berikut: 1) ∫ = √ | | 2) ∫ = √ | | 3) ∫ = | | 4) ∫ = | | dan ∫ = . / 5) ∫ = | √ √ | √ 6) ∫ √ = √ . / 7) ∫ √ = | √( ) √ | 8) ∫ √ = √ √ √

(12)

277 -9) ∫ √ = √ . /

10)∫ √ = √( )( )

Saran

Berdasarkan dari uraian dan kesimpulan diatas maka penulis menyarankan kepada rekan-rekan pengajar di prodi Pendidikan Fisika khususnya mata kuliah Kalkulus terutama dalam hal memberikan contoh soal tentang soal-soal integral supaya tidak semata-mata langsung diberikan berdasarkan tabel integral saja saja, jadi cobalah diberikan uraian teknik-teknik penyelesaian pengintegralannya agar supaya para mahasiswa dapat melihat dan belajar sendiri pengerjaan soalnya tidak berdasarkan tabel semata. Ingat matematika itu bukan doktrin.

DAFTAR PUSTAKA

Abromowitz, Milton, and Irene A. Stegun, editors, Handbook of Mathematical Functions With Formulas, Graphs, and Mathematical Tables, National Bureau of Standards, Applied Mathematical Series, 55, U.S. Government Printing Office, Washington, D.C., 1964

Arfken, George, Mathematical Method for Physicists, Academic Press, New York, 2nd ed., 1970

Bak, Thor A., and Jonas Lichtenberg, Mathematics for Scientists, Benjamin, New York, 1966

Buck, R. Creighton, and Ellen F. Buck, Advanced Calculus, McGraw-Hill, New York, 3 nd ed, 1978

Byrd, P. F., and Morris D.Friedman, Handbook of Elliptic Integrals for Engineer and Physicists, Springer, Berlin-Gottingen-Heidelberg, 1954

Chisholm, J. S. R., and Rosa M Morris, Mathematical Method in Physics, North Holland, Amsterdam, 2nd ed., 1966

Churchill, Ruel V., Moderns Operational Methods in Engineering, McGraw-Hill, New York, 3 nd ed., 1972

Courant, Richard, and Herbert Robbins, What is Mathematics?, Oxford University Press, 1941

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyebab turunnya nilai akurasi rata-rata setelah penerapan nilai threshold adalah data dan model jaringan syaraf tiruan yang

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah fermentasi dengan menggunakan EM-4 dapat meningkatkan kadar abu dan menurunkan serat kasar pada kulit ari biji

Dimasa ini perlu diajarkan pelajaran kreativitas dalam bentuk seni karena kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam proses pendidikan. Kreativitas perlu diajarkan

(Sumber data. Humas Pemda Bolaang Mongondow Utara.2012). Persoalan pembangunan yang ada ditingkat masyarakat dapat terselesaikan secara parsitipasif. Selain itu, dengan

Dia bersama ribuan pedagang lain- nya bakal mendapat tempat usaha gra- tis di lima pasar rakyat yang berlokasi di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.. Program

Sa tatlong pangunahing dahilan ng paninigarilyo ng kabataan, apatnapung bahagdan ang nagsasabing pamilya ang nakakapagdulot ng masamang impluwensiya sa kanilang mga

Jika Anda mencoba memutar konten DivX VOD yang tidak diperbolehkan untuk perangkat Anda, pesan “Authorization Error” akan muncul dan konten Anda tidak akan dapat diputar.]

Pemohon sertifikasi yang dinyatakan kompeten dalam asesmen pada seluruh unit kompetensi pada skema Pembuat Ide Gerak dan Cerita (Generalist) akan diberikan