• Tidak ada hasil yang ditemukan

CONTOH Buku Ajar Bahasa Indonesia Pak Suar-1.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CONTOH Buku Ajar Bahasa Indonesia Pak Suar-1.doc"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

PERTEMUAN PERTAMA PERTEMUAN PERTAMA

FUNGSI

FUNGSI BAHASABAHASA A

A.. TTUUJJUUAANN

Setelah mempelajari buku ajar ini, anda diharapkan dapat menjelaskan fungsi Setelah mempelajari buku ajar ini, anda diharapkan dapat menjelaskan fungsi  bahasa.

 bahasa.

POKOK-POKOK

POKOK-POKOK MAMATERITERI 1.

1. FuFungngsi esi ekpkpreresi dsi diririi 2.

2. FuFungngsi si kokomumuninikakasisi 3.

3. FungFungsi si IntIntegregrasi asi dan dan adapadaptastasii 4.

4. FunFungsgsi i konkontrtrol ol sosocicialal 5.

5. SimSimulaulasi si sessesuai uai funfungsi gsi bahbahasaasa B

B.. UURRAAIIAAN N MMAATTEERRII ah

ahasa sebagasa sebagai alat komuniai alat komunikaskasi i memmemberberikaikan n ruaruang ng kepakepada mas!ada mas!arakrakatat  pemakain!a

 pemakain!a "gu!ub "gu!ub tutur# tutur# untuk untuk mengekpresikan mengekpresikan ide ide !ang !ang ada ada dalam dalam pikiran pikiran gu!ubgu!ub tu

tututurr. . $r$rididalalakaksasana na "2"2%%&%%&'2'24# 4# memen!n!atatakakan an babah(h(a a babahashasa a didipepergrgununakakan an ololeheh mas!arakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Secara umum mas!arakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Secara umum mas!arakat telah mengetahui fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. )ika hal mas!arakat telah mengetahui fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. )ika hal itu dicermati dengan saksama fungsi itu sesuai dengan pandangan kaum fungsionalis itu dicermati dengan saksama fungsi itu sesuai dengan pandangan kaum fungsionalis !aitu bahasa berfungsi sebagai pen!ampaian pesan

!aitu bahasa berfungsi sebagai pen!ampaian pesan

*ada halikatn!a bahasa mempun!ai fungsi sebagai berikut ini. *ada halikatn!a bahasa mempun!ai fungsi sebagai berikut ini. 1.

1. ahasa sebahasa sebagai alat untuagai alat untuk mengungkapk mengungkapkan perasaakan perasaan atau mengekprn atau mengekpresikaesikann diri. Setiap manusia pun!a perasaan atau gagasan. +agasan atau perasaan tersebut diri. Setiap manusia pun!a perasaan atau gagasan. +agasan atau perasaan tersebut dapat diekpresikan dengan bahasa. engan itu, orang lain dapat mengetahui apa dapat diekpresikan dengan bahasa. engan itu, orang lain dapat mengetahui apa gagasan atau bagaimana perasaan orang tersebut. $etika seseorang merasa sedih, gagasan atau bagaimana perasaan orang tersebut. $etika seseorang merasa sedih, kesedihan itu dapat diungkapkan dengan bahasa. egitu juga sebalikn!a seseorang kesedihan itu dapat diungkapkan dengan bahasa. egitu juga sebalikn!a seseorang dapat mengekpresikan kebahagiaann!a dengan bahasa.

dapat mengekpresikan kebahagiaann!a dengan bahasa. 2.

2. aahahasa sa sesebagbagai ai alalat at komkomuniunikakasisi. . aahahasa sa mememimililiki ki perperan an sesebagbagai ai alalatat komunikasi dengan tujuan peserta (icara dapat men!ampaikan pesan. *esan !ang komunikasi dengan tujuan peserta (icara dapat men!ampaikan pesan. *esan !ang disampaikan kepada peserta (icara hendakn!a disampaikan dengan sistematis dan disampaikan kepada peserta (icara hendakn!a disampaikan dengan sistematis dan terar

terarah sehingga kesenjaah sehingga kesenjangan ngan komunikomunikasi dapat dihindakasi dapat dihindari. -al ini perlu dicermatri. -al ini perlu dicermatii oleh setiap peserta (icara karena setiap peserta (icara agar men!ampaikan pesan oleh setiap peserta (icara karena setiap peserta (icara agar men!ampaikan pesan  pesann!a dengan memperhatikan konteks pembicaraan.

 pesann!a dengan memperhatikan konteks pembicaraan. 3.

3. ahasa sebagahasa sebagai alat berintai alat berintegrasi dan beradaegrasi dan beradaptasi sosiptasi sosial. Sebagai makhlal. Sebagai makhluk uk  sosial manusia memiliki kemapuan untuk berinteraksi dan beradaptasi. /elakukan sosial manusia memiliki kemapuan untuk berinteraksi dan beradaptasi. /elakukan int

interaeraksi ksi sudsudah ah tententu tu akaakan n diidiikutkuti i dendengan gan keikeinginginan nan berberadaadaptaptasi. si. $eb$eberherhasiasilanlan se

seseseororanang g dadalalam m berberkokomumuninikakasi si sasalalah h sasatu tu inindidikakatotornrn!a !a dadapapat t didicecermrmatati i dardarii keberhasilan seseorang untuk berintegrasi dan

keberhasilan seseorang untuk berintegrasi dan beradaptasi. Faktorfaktor sosial sangatberadaptasi. Faktorfaktor sosial sangat  berpengaruh

 berpengaruh terhadap terhadap keberhasilan keberhasilan komunikasi komunikasi tersebut. tersebut. 0leh 0leh karena karena itu itu dalamdalam  berkomunikasi

 berkomunikasi diperlukan diperlukan pemahaman pemahaman tentang tentang nilainilai nilainilai sosial, sosial, keperca!aan,dankeperca!aan,dan sistem buda!a suatu mas!arakat.

sistem buda!a suatu mas!arakat.

*)$ 6)67 

*)$ 6)67 

(2)

4.

4. aahahasa sa sesebabagagai i alalat at kokontntrorol l sososisialal. . aahahasa sa memerurupapakakan n babagigian an dadariri kebuda!

kebuda!aan. aan. /elal/elalui ui penggunpenggunaan aan bahasabahasa, , dapat diketahui bagaimana sebenarn!adapat diketahui bagaimana sebenarn!a sis

sistem tem ideideoloologi gi dan dan kepekepercarca!aa!aan n dardari i masmas!ar!arakat akat iniini. . -al -al ini ini mermerupaupakan kan bentbentuk uk  kontrol sosial dari penutur dari bahasa tersebut. 8ontoh konkret dari penggunaan kontrol sosial dari penutur dari bahasa tersebut. 8ontoh konkret dari penggunaan  bahasa

 bahasa sebagai sebagai alat alat kontrol kontrol sosial sosial adalah adalah ketika ketika 9aman 9aman 7oma(i 7oma(i para para pen!air pen!air  seringkali men!enandungkan puisipuisi berkaitan dengan kerajaan !ang diambiln!a seringkali men!enandungkan puisipuisi berkaitan dengan kerajaan !ang diambiln!a dari aspirasi mas!arakat !ang ditemui

dari aspirasi mas!arakat !ang ditemui dari aspirasi mas!arakat !ang ia dari aspirasi mas!arakat !ang ia temui di pasar,temui di pasar, di kedaikedai, dan di rumahr

di kedaikedai, dan di rumahrumah. umah. 0leh karena itu, para r0leh karena itu, para raja pada saat itu, apabilaja pada saat itu, apabilaa ingin mengetahui bagaimana persepsi mas!arakat mengenai kebijakan !ang telah ingin mengetahui bagaimana persepsi mas!arakat mengenai kebijakan !ang telah diberlakukan maka para raja cukup memanggil pen!air. ari contoh tersebut jelas diberlakukan maka para raja cukup memanggil pen!air. ari contoh tersebut jelas  bah(a

 bah(a puisi puisi "bahasa# "bahasa# menjadi menjadi alat alat kontrol kontrol sosial sosial untuk untuk mengetahui mengetahui perkembanganperkembangan sosial suatu mas!arakat tertentu "-ikmat dan Solihati, 2%13 '21#.

sosial suatu mas!arakat tertentu "-ikmat dan Solihati, 2%13 '21#. C

C.. RRiinnggkkaassaan n mmaatteerrii *a

*ada da aa(a(alnln!a!a, , mamanunusisia a memengnggugunanakakan n babahahasa sa ssemematataamamatta a ununttuk uk   berkomunikasi.

 berkomunikasi. Inilah Inilah fungsi fungsi bahasa bahasa !ang !ang paling paling menonjol menonjol karena karena tanpa tanpa bahasabahasa manusia tidak mungkin mempertahankan hidupn!a. Seiring dengan perkembangan manusia tidak mungkin mempertahankan hidupn!a. Seiring dengan perkembangan  peradaban

 peradaban manusia, manusia, lambat lambat laun manusia laun manusia tidak tidak han!a han!a berpikir untuk berpikir untuk hidup. hidup. /anusia/anusia  juga

 juga harus harus mengembangkan mengembangkan hidup hidup dan dan kehidupann!a. kehidupann!a. ahasa ahasa tidak tidak lagi lagi berfungsiberfungsi han!a sekadar alat komunikasi tetapi bahasa juga dipakai untuk ekpresi diri, sebagai han!a sekadar alat komunikasi tetapi bahasa juga dipakai untuk ekpresi diri, sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial dan sebagai alat k

alat integrasi dan adaptasi sosial dan sebagai alat k ontrol sosialontrol sosial 

.. TT!!ggaas s ""aan n ##aattii$$aann 1.

1. )e)elalaskskan apan apa fua fungsngsi bai bahahasa :sa : E

E.. RRaamm%%!!--rraamm%%! ! &&aa''aa%%aann

ahasa tidak lagi berfungsi han!a sekadar alat komunikasi tetapi bahasa juga ahasa tidak lagi berfungsi han!a sekadar alat komunikasi tetapi bahasa juga di

dipapakakai i ununtutuk k ekekprpresesi i didiri ri !a!aititu u ununtutuk k memengngunungkgkapapkakan n peperarasasaan an atatauau men

mengekpgekpresresikaikan n dirdiri. i. ahahasa asa sebsebagaagai i alaalat t intintegregrasi asi dan dan adapadaptastasi i sossosial ial !ai!aitutu sebagai makhluk sosial manusia memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan sebagai makhluk sosial manusia memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan  beradaptasi.

 beradaptasi. Fungsi Fungsi bahasa bahasa sebagai sebagai alat alat kontrol kontrol sosial, sosial, melalui melalui penggunaanpenggunaan  bahasa, dap

 bahasa, dapat diketahui at diketahui bagaimana bagaimana sebenarn!a sebenarn!a sistem ideologi sistem ideologi dan keperca!aandan keperca!aan dari mas!arakat ini.

dari mas!arakat ini. F

F.. aa((ttaar r ))!!ssttaakkaa

6hmad dan -endri, 2%15.

6hmad dan -endri, 2%15. Mudah Menguasai Bahasa Indonesia Mudah Menguasai Bahasa Indonesia. andung' ;rama. andung' ;rama <id!a.

<id!a. 6l(

6l(i, i, -as-asan an dkkdkk. . 2%%32%%3. . ata ata ahahasa asa aku aku ahahasa asa IndIndoneonesiasia. . )ak)akartarta' a' alalaiai *ustaka.

*ustaka.

-ikmat, 6de dan Solihati, ani.2%13.

-ikmat, 6de dan Solihati, ani.2%13. Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia. )akarta' +rasindo.. )akarta' +rasindo. Simpen, I <a!an. 2%%&.

Simpen, I <a!an. 2%%&. Pelangi Bahasa Indonesia Pelangi Bahasa Indonesia. enpasar'*ustaka arasan.. enpasar'*ustaka arasan. Su

Sugigihahaststututi i dadan n SuSudadah, h, SiSititi. . 2%2%1=.1=.  Buku  Buku Ajar Ajar Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Akademik Akademik .. ;og!akarta'*ustaka *elajar.

(3)

PERTEMUAN KEUA PERTEMUAN KEUA

RAGAM BAHASA RAGAM BAHASA 6.

6. TUJUANTUJUAN SeSetetelalah h memempmpelelajajarari i bubuku ku ajajar ar inini, i, ananda da didihahararapkpkan an mamampmpuu menjelaskan ragam bahasa dan aneka ragam bahasa Indonesia baik lisan maupun menjelaskan ragam bahasa dan aneka ragam bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan.

tulisan. B

B POKOK-POKOK POKOK-POKOK MAMATERITERI *.

*. RaRagagam tm t!#!#is "is "an #an #isisanan +

+.. RRaagagam im i##mmiiaa$$ ,.

,. RaRagagam i#m i#mimia$ )a$ )))!#!#arar 

.. RRaagagam im ikk#a#ann C

C.. UURRAAIIAAN N MMAATTEERRII

Sebelum membahas tentang ragam bahasa perlu dicermati tentang istilah Sebelum membahas tentang ragam bahasa perlu dicermati tentang istilah !ang sering membingungkan !aitu antara ragam bahasa dengan laras bahasa. alam !ang sering membingungkan !aitu antara ragam bahasa dengan laras bahasa. alam $amus esar ahasa Indonesia "$I# dengan jelas mendefinisikan bah(a !ang $amus esar ahasa Indonesia "$I# dengan jelas mendefinisikan bah(a !ang disebut dengan >ariasi adalah (ujud pelbagai manifestasi, baik bers!arat maupun disebut dengan >ariasi adalah (ujud pelbagai manifestasi, baik bers!arat maupun tidak bers!arat dari suatu satuan. ari definisi tersebut, dalam konteks kelinguistikan, tidak bers!arat dari suatu satuan. ari definisi tersebut, dalam konteks kelinguistikan, !ang dimaksud ragam bahasa adalah >ariasi bahasa !ang terjadi karena pemakaian !ang dimaksud ragam bahasa adalah >ariasi bahasa !ang terjadi karena pemakaian  bahasa.

 bahasa. *emakaian *emakaian dalam dalam hal hal ini ini mengacu mengacu pada pada konteks konteks pemakaian pemakaian atau atau dengandengan ist

istilailahh who speaks, to whom, whenwho speaks, to whom, when ,, and what langand what languageuage "Fishman, 1?@2#. Faktor"Fishman, 1?@2#. Faktor faktor inilah !ang men!ebabkan terjadin!a ragam pemakaian bahasa.

faktor inilah !ang men!ebabkan terjadin!a ragam pemakaian bahasa. a

araras s babahahasa sa adadalalah ah kekesesesusuaiaian an anantatara ra babahahasa sa dadan n pepemamakakaiaiannnn!a!a "$$I,2%%5'=4%#. ari konsep ini dapat dijelaskan bah(a antara konsep laras bahasa "$$I,2%%5'=4%#. ari konsep ini dapat dijelaskan bah(a antara konsep laras bahasa dengan ragam bahasa mempun!ai pengertian !ang sama. 0leh karena itu, dalam buku dengan ragam bahasa mempun!ai pengertian !ang sama. 0leh karena itu, dalam buku ajar ini digunakan istilah ragam bahasa.

ajar ini digunakan istilah ragam bahasa. C.*

C.* Ragam Ragam Ba$asaBa$asa -al

-allilida! da! "1?"1?@@# @@# menmengemgemukakukakan an bah(bah(a a ragragam am bahbahasa asa dapadapat t dikdikodiodifikfikasiasi menjadi tiga !aitu 1# ragam bahasa menurut bidang "

menjadi tiga !aitu 1# ragam bahasa menurut bidang " field  field #, 2# kepada siapa pesan#, 2# kepada siapa pesan dis

disampampaikaikan an ataatau u siasiapa pa pelpelibaibat t daldalam am berberkomkomuniunikaskasi i ""tenor tenor # # dadan n raragagam m bahbahasasaa menurut cara "

menurut cara "modemode#,#,

7agam bahasa menurut bidang "field# mengacu pada ragam bahasa menurut 7agam bahasa menurut bidang "field# mengacu pada ragam bahasa menurut masingmasing bidang keilmuan. alam bidang biologi, misaln!a, istilah morfologi masingmasing bidang keilmuan. alam bidang biologi, misaln!a, istilah morfologi  bermakna

 bermakna ilmu penilmu pengetahuan getahuan tentang tentang bentuk bentuk luar luar dan dan susunan susunan makhluk makhluk hidup. hidup. IstilahIstilah mo

morfrfolologogi i dadalalam m bibidadang ng lilingnguiuiststik ik bebermrmakakanana a ililmu mu tetentntanang g momorfrfem em dadann kombinasin!a dan istilah morfologi dalam bidang geografi dan geologi bermakna kombinasin!a dan istilah morfologi dalam bidang geografi dan geologi bermakna stru

struktur luar ktur luar dari batubatuadari batubatuan n dalam hubungan dalam hubungan dengan perkembangdengan perkembangan an ciri tofografciri tofografisis "$$

"$$I, I, 2%%52%%5' ' @55#@55#. . SetSetiap iap bidbidang ang keikeilmulmuan an memmempun!pun!ai ai ististilailah h !an!ang g berberbedabeda.. *erbedaan tersebut mencirikan kekhasan istilah !ang digunakan. $atakata seperti *erbedaan tersebut mencirikan kekhasan istilah !ang digunakan. $atakata seperti mencan

mencangkul, membajak, menanam, gkul, membajak, menanam, menuaimenuai, , dan dan lainlainlain merupakan istilah !anglain merupakan istilah !ang

*)$ 6)67 

(4)

digunakan dalam bidang pertanian. $atakata seperti diagnose, operasi, pengapuran, digunakan dalam bidang pertanian. $atakata seperti diagnose, operasi, pengapuran, >aksinasi merupakan istilah !ang terdapat dalam bidang kedokteran.

>aksinasi merupakan istilah !ang terdapat dalam bidang kedokteran. C.*.*

C.*.* Ragam Ragam TT!#is !#is "an "an /isan/isan

7agam bahasa menurut cara "

7agam bahasa menurut cara "modemode# men# mengacu gacu kepada kepada formaformat bahast bahasa !anga !ang  bagaimanakah

 bagaimanakah pesan pesan itu itu disampaikan disampaikan "/ahsun,2%14'3#. "/ahsun,2%14'3#. /enurut /enurut caracara  pen!ampaiann!a

 pen!ampaiann!a ragam ragam bahasa bahasa dibagi dibagi menjadi menjadi dua dua !aitu !aitu ragam ragam lisan lisan dan dan tulisan.tulisan. $edua ragam tersebut dapat disebut sebagai ragam utama karena apapun ragam !ang $edua ragam tersebut dapat disebut sebagai ragam utama karena apapun ragam !ang dipilih seseorang dalam bekomunikasi harus di(ujudkan dalam bentuk lisan atau dipilih seseorang dalam bekomunikasi harus di(ujudkan dalam bentuk lisan atau tulisan "6hmad dan -endri, 2%15'5#

tulisan "6hmad dan -endri, 2%15'5#

Selanjutn!a 6hmad dan -endri "2%15' 5@# men!atakan bah(a ada perbedaan Selanjutn!a 6hmad dan -endri "2%15' 5@# men!atakan bah(a ada perbedaan  pemakaian

 pemakaian bahasa bahasa tulis tulis dengan dengan bahasa bahasa lisan. lisan. *erbedaan *erbedaan tersebut tersebut dapat dapat dirinci dirinci spertisperti  berikut ini.

 berikut ini. 1.

1. 7a7agagam lim lisasan men mengnghehendndakaki adi adanan!a l!a la(a(an bian bicacara !ra !anang sig siap map menendedengngararkakan apan apa !ang diucapkan oleh la(an bicaran!a. 7agam tulis tidak selalu memerlukan !ang diucapkan oleh la(an bicaran!a. 7agam tulis tidak selalu memerlukan la(an bicara !ang siap membaca apa !ang dituliskan oleh seseorang

la(an bicara !ang siap membaca apa !ang dituliskan oleh seseorang 2.

2. *ad*ada raa ragagam lim lisasan, un, unsnsur fur funungsgsi gri gramamatatikikalal, se, sepepertrti si subjubjekek, pr, prediedikakat, ot, objbjek dek danan keterangan tidak selalu din!atakan dengan katakata. nsur unsur tersebut keterangan tidak selalu din!atakan dengan katakata. nsur unsur tersebut sering din!atakan dengan bantuan gerak tubuh dan mimik. *ada ragam tulis, sering din!atakan dengan bantuan gerak tubuh dan mimik. *ada ragam tulis, fungsifungsi gramatikal harus din!atakan secara eksplisit agar pembaca dapat fungsifungsi gramatikal harus din!atakan secara eksplisit agar pembaca dapat memahami maksud penulis.

memahami maksud penulis. 3.

3. 7a7agagam m llisisan tean terkrkaiait t dedengngan sian sittuauassi, koi, kondndiisisi, , ruruanang, dan (ag, dan (aktktu, seu, sedadangngkakann ragam tulis tidak terikat. 7agam lisan han!a dapat dipahami apabila peserta ragam tulis tidak terikat. 7agam lisan han!a dapat dipahami apabila peserta  bicara terlibat dalam suatu pembicaraa. -al tersebut merupakan s!arat mutlak.  bicara terlibat dalam suatu pembicaraa. -al tersebut merupakan s!arat mutlak. erbeda dengan ragam tulis, kar!a tulis dapat dibaca dan dimengerti oleh erbeda dengan ragam tulis, kar!a tulis dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain

orang lain pada situasi, kondisi, pada situasi, kondisi, ruang, dan (aktu !ang berruang, dan (aktu !ang berbeda.beda. 4.

4. *a*ada rada ragagam m lliisasan, man, maknkna a didipepengngararuhuhi i ololeh ineh intotonanasisi, , dadan n jejeda seda sedadangngkakann ragam tulis ditentukan oleh pemakaian tanda baca.

ragam tulis ditentukan oleh pemakaian tanda baca.

ari paparan di atas, dapat dibedakan apa perbedaan bahasa ragam tulis dan ari paparan di atas, dapat dibedakan apa perbedaan bahasa ragam tulis dan rag

ragam am lilisansan. . $ed$edua ua perperbedabedaan an tertersebsebut ut sansangat gat pentpenting ing untuntuk uk dikdiketaetahui hui sehsehinginggaga dalam berkomunikasi setiap peserta bicara "dalam bahasa lisan#, penulis dan pembaca dalam berkomunikasi setiap peserta bicara "dalam bahasa lisan#, penulis dan pembaca "dalam bahasa tulis# dapat menggunakan bahasa sebagai media komunikasi

"dalam bahasa tulis# dapat menggunakan bahasa sebagai media komunikasi C.*.+

C.*.+ Ragam Ragam Ba$asa Ba$asa I#mia$.I#mia$.

7agam bahasa ilmiah harus diungkapkan dengan cara ilmiah. ahasa Ilmiah 7agam bahasa ilmiah harus diungkapkan dengan cara ilmiah. ahasa Ilmiah merup

merupakan salah satakan salah satu ragam bahasa !au ragam bahasa !ang khusus dipng khusus dipakai akai untuk menguntuk mengungkapkungkapkanan  permasalahan ilimiah. ahasa ilmiah bukan

 permasalahan ilimiah. ahasa ilmiah bukan han!a menekankan han!a menekankan ciri kebakuann!a sajaciri kebakuann!a saja tetapi juga menekankan kebaikann!a. 0leh karena itu, didalam kar!a ilmiah dituntut tetapi juga menekankan kebaikann!a. 0leh karena itu, didalam kar!a ilmiah dituntut menggunakan bahasa "bahasa Indonesia# !ang baik dan benar. aik dan benar dalam menggunakan bahasa "bahasa Indonesia# !ang baik dan benar. aik dan benar dalam hal ini adalah baik dan benar sesuai dengan >ariasi ilmiah "Simpen, 2%%&' &4#.

hal ini adalah baik dan benar sesuai dengan >ariasi ilmiah "Simpen, 2%%&' &4#. $arakteristik ragam bahasa ilimiah adalah'

$arakteristik ragam bahasa ilimiah adalah' 1#

1# $a$aididah ah bahbahasasa a InIndodonenesisia a !a!ang ng didigungunakakan an haharurus s bebenar nar sesesusuai ai dedengangann kai

kaidah dah pada bahasa Indonpada bahasa Indonesiesia a bakubaku, , baibaik k kaikaidah dah tattata a ejaejaan an maumaupun pun tattata a bahabahasasa "pe

"pembembentuntukan kan katkata, a, frafrase, se, klaklausausa, , kalkalimimat, at, dan dan parparagragraf#af#. . $eba$ebakuakuan n pengpenggunagunaanan  bahasa

 bahasa Indonesia Indonesia dalam dalam karangan karangan ilimiah ilimiah merupakan merupakan hal hal !ang !ang sangat sangat mendasarmendasar.. Secara umum kesalahan !ang sering dilakukan oleh penulis dalam menulis karangan Secara umum kesalahan !ang sering dilakukan oleh penulis dalam menulis karangan

(5)

ilmiah adalah kesalahan penggunaan ejaan. -al ini perlu dicermati sehingga hasil ilmiah adalah kesalahan penggunaan ejaan. -al ini perlu dicermati sehingga hasil tulisan

tulisan ilmiahn!a taat ilmiahn!a taat kepada jaan !ang kepada jaan !ang isempurnakan ";#.isempurnakan ";#. *en

*engegetatahuahuan n tetentntanang g tatata ta bahbahasasa a InIndodonenesisia a memerurupapakakan n hal hal !an!ang g sasangngatat  penting

 penting dikuasai dikuasai sehingga sehingga setiap setiap kalimat kalimat !ang !ang dituangkan dituangkan dalam dalam kar!a kar!a ilmiahn!ailmiahn!a menaati aturan tata bahasa Indonesia. $esalahan umum !ang dilakukan oleh penulis menaati aturan tata bahasa Indonesia. $esalahan umum !ang dilakukan oleh penulis adalah kurangn!a pemahaman mengenai kaidah sintaksis bahasa Indonesia.

adalah kurangn!a pemahaman mengenai kaidah sintaksis bahasa Indonesia.

$umpulan frase seperti A$egiatan ekstrakurikuler *raja /uda $arana, atau $umpulan frase seperti A$egiatan ekstrakurikuler *raja /uda $arana, atau  biasa

 biasa akrab akrab disebut disebut dengan dengan *ramuka, *ramuka, pada pada $urikulum $urikulum 2%13.A 2%13.A tidak tidak dapat dapat disebutdisebut kalimat karena rangkaian kata tersebut tidak memiliki ciri sebuah kalimat. $umpulan kalimat karena rangkaian kata tersebut tidak memiliki ciri sebuah kalimat. $umpulan kata tersebut belum memberikan informasi !ang jelas mengenai bagaimana pramuka kata tersebut belum memberikan informasi !ang jelas mengenai bagaimana pramuka ter

tersebsebut. ut. InfInformormasi asi akaakan n jeljelas as apaapabilbila a ditditambambahkahkan an katkata a !ang !ang berberfunfungsi gsi sebsebagaiagai  penjelas "predikat#

 penjelas "predikat# sehingga informasi sehingga informasi !ang d!ang disampaikan menjadi isampaikan menjadi jelas. *enambahanjelas. *enambahan infor

informasi terhadap masi terhadap kumpulkumpulan an kata kata tersetersebut but menjadmenjadi i A$egiA$egiatan atan ekstrekstrakuriakurikuler kuler *raja*raja /uda $arana, atau biasa akrab disebut dengan *ramuka, pada $urikulum 2%13BB /uda $arana, atau biasa akrab disebut dengan *ramuka, pada $urikulum 2%13BB menjadi //kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib// bagi peserta didik di S, SMP, menjadi //kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib// bagi peserta didik di S, SMP, SM!, dan SMA"

SM!, dan SMA" Frase !ang dicetak miring merupakan predikat dari kalimat tersebut. Frase !ang dicetak miring merupakan predikat dari kalimat tersebut. *enambahan predikat memperjelas informasi bah(a pramuka menjadi kegiatan ektra *enambahan predikat memperjelas informasi bah(a pramuka menjadi kegiatan ektra kurikuler (ajib bagi peserta

kurikuler (ajib bagi peserta didik di S, didik di S, S/*S/*,S/$, dan S/6.,S/$, dan S/6. 2#

2# IdIde e !a!ang ng didiunungkgkapapkakan n haharurus s bebenanarr, , sesesusuai ai dedengngan an fafaktkta a atatau au dadapapatt diter

diterima ima akal sehat akal sehat "logi"logis#. $ebenaran pengungkapan ide s#. $ebenaran pengungkapan ide dalam karangan ilmiahdalam karangan ilmiah sudah tentu didukung oleh data atau informasi !ang dapat dipertanggungja(abkan sudah tentu didukung oleh data atau informasi !ang dapat dipertanggungja(abkan secara ilmiah. 6pabila data atau informasi tersebut diperoleh dari

secara ilmiah. 6pabila data atau informasi tersebut diperoleh dari hasil penelitian baik hasil penelitian baik   berupa jurnal

 berupa jurnal atau laporan atau laporan penelitian, penulis penelitian, penulis di(ajibkan untuk di(ajibkan untuk men!ebutkan sumber men!ebutkan sumber  dari mana informasi atau data tersebut diperoleh. Setiap ide !ang dituangkan ke dari mana informasi atau data tersebut diperoleh. Setiap ide !ang dituangkan ke dal

dalam am karkar!a !a ilmilmiah iah harharus us loglogis. is. $el$elogiogisan san pen!pen!ampampaikaikan an ideideidide e penupenulilis s dapdapatat dicermati dari kesistematisan pen!ampaian ide tersebut dan dapat diterima dengan dicermati dari kesistematisan pen!ampaian ide tersebut dan dapat diterima dengan akal sehat. *erhatikan kutipan paragraf berikut ini.

akal sehat. *erhatikan kutipan paragraf berikut ini. a

ahahasa sa adadalalah ah sisiststem em lalambmbanang g bubun!n!i i !a!ang ng didipeperrgungunakakan an ololeh eh parparaa an

anggggotota a susuatatu u mamas!s!ararakakat at ununtutuk k bebekekerjrja a sasamama, , beberirintntererakaksisi, , dadann mengi

mengidentifdentifikasi diri ikasi diri "$ri"$ridalaksdalaksana, ana, 2%%&' 2%%&' 24#. 24#. FerdiFerdinand nand de de SaussSaussureure membe

membedakan bahasa dakan bahasa menjamenjadidi parole parole,, languelangue, dan, dan langagelangage.. Parole Parole adalah adalah ucapan bahasa peroranganC

ucapan bahasa peroranganC languelangue ialah bahasa tertentu dari suatu sistem ialah bahasa tertentu dari suatu sistem mas

mas!ar!arakaakat t bahabahasaCsaC langagelangage  adalah bahasa pada umumn!a merupakan  adalah bahasa pada umumn!a merupakan  bahasa

 bahasa seluruh seluruh umat umat manusia manusia !ang !ang memiliki memiliki ciriciri ciriciri persamaan persamaan secarasecara umum ")endra, 1?&%' ?#.

umum ")endra, 1?&%' ?#. In

Infoformrmasasi i !a!ang ng didisasampmpaiaikakan n papada da kukutitipapan n papararagrgraf af di di atatas as dadapapatt dip

dipertertanganggunggungja(ja(abkabkan an secsecara ara ilmilmiah iah karkarena ena infinformormasi asi tertersebsebut ut menmencancantumtumkankan sum

sumber ber dardari i manmana a perpern!atn!ataan aan tertersebsebut. 6pabiut. 6pabila la infinformormasi asi ititu u han!han!a a mermerupakupakanan  pendapat

 pendapat secara secara umum umum penulisn!a penulisn!a tanpa tanpa didukung didukung oleh oleh fakta fakta maka maka informasi informasi !ang!ang disampaikan tidak sesuai dengan fakta.

disampaikan tidak sesuai dengan fakta. 3

3## IIdde !ae !ang dng diiuungngkkaappkakan han harruus tes teppaat dat dan han hann!!a a mmeenngaganndduung sng saattuu makna.

makna. -al !an-al !ang harus g harus dihinddihindari daari dalam penlam pen!ampai!ampaian an ide ide dalam dalam karangkarangan ilman ilmiahiah adalah keambiguan. $eambiguan akan men!amarkan makna dari informasi !ang adalah keambiguan. $eambiguan akan men!amarkan makna dari informasi !ang disampaikan. Informasi !ang dibutuhkan adalah informasi !ang tersurat. Informasi disampaikan. Informasi !ang dibutuhkan adalah informasi !ang tersurat. Informasi

(6)

!an

!ang g dipdiperoeroleh leh bebabebas s dardari i penpenafsafsirairan n sehsehingingga ga makmakna na !an!ang g disdisampampaikaikan an dapdapatat dipahami dengan jelas. *erhatikan kalimat berikut

dipahami dengan jelas. *erhatikan kalimat berikut ini.ini.

A ahasa ali sebagai alat komunikasi memiliki struktur bahasa eksternal. Struktur  A ahasa ali sebagai alat komunikasi memiliki struktur bahasa eksternal. Struktur   bahasa

 bahasa eksternal eksternal adalah adalah bagaimana bagaimana satuan satuan kebahasaan kebahasaan itu itu digunakan digunakan dalamdalam komunikasi "<ijana, 1??=' 1#.A Informasi !ang disampaikan dalam kalimat tersebut komunikasi "<ijana, 1??=' 1#.A Informasi !ang disampaikan dalam kalimat tersebut sangat jelas !aitu bahasa ali mempun!ai struktur eksternal. idak ada informasi sangat jelas !aitu bahasa ali mempun!ai struktur eksternal. idak ada informasi !ang lain !ang ingin di

!ang lain !ang ingin disampaikan. andingkan dengan kalimat sampaikan. andingkan dengan kalimat 2# A <2# A <ah, kamarn!aah, kamarn!a rapi sekali.A /akna kalimat tersebut dapat dipahami bergantung pada konteks situasi rapi sekali.A /akna kalimat tersebut dapat dipahami bergantung pada konteks situasi tuturan. $alimat tersebut memang bermakna bah(a kamar tersebut memang benar tuturan. $alimat tersebut memang bermakna bah(a kamar tersebut memang benar  benar rapi

 benar rapi atau kamar atau kamar tersebut berantakan tersebut berantakan dan perlu dan perlu segera dirapikan. segera dirapikan. /odus kalimat/odus kalimat ter

tersebsebut ut mermerupaupakan kan kalkalimaimat t berberitita a !an!ang g memmempun!pun!ai ai makmakna na lanlangsugsung ng dan dan tidtidak ak  lan

langsugsung. ng. alalam karanam karangan ilmigan ilmiah ah penpenggunggunaan bahasaan bahasa a !an!ang g berbermakmakna literna literalal "langsung# merupakan pras!arat !ang harus dipatuhi

"langsung# merupakan pras!arat !ang harus dipatuhi oleh setiap penulis.oleh setiap penulis. 4#

4# $a$atta a !a!ang ding dipipililih h haharurus bes bernrniilalai i dedenonottatatiif "kaf "katta a dedengngan maan maknknaa sebenarn!a#.

sebenarn!a#. enotatif adalah makna enotatif adalah makna kata atau kelompok kata kata atau kelompok kata !ang didasarkan atas!ang didasarkan atas  penunjukan

 penunjukan !ang !ang lugas lugas pada pada sesuatu sesuatu di di luar luar bahasa bahasa atau atau didasarkan didasarkan atas atas kon>ensikon>ensi ter

tertententu tu dan dan berbersifsifat at objobjektektif if "$"$I, I, 2%%2%%5' 5' 252#252#. . *ada *ada intintin!in!a a makmakna na dendenotaotatif tif  mengacu pada makna sebenarn!a dari suatu kata dan tidak memiliki makna tambahan mengacu pada makna sebenarn!a dari suatu kata dan tidak memiliki makna tambahan "konotatif#. *erhatikan dengan saksama penggunaan kata

"konotatif#. *erhatikan dengan saksama penggunaan kata%!#an%!#an dandanrem%!#an.rem%!#an.$ata$ata %!#an

%!#an papada da kakalilimamat t AA B!#anB!#an mulmulai bersiai bersinarnar.A /akna kata.A /akna kata %!#an%!#an  pada   pada kalikalimatmat tersebut mengacu pada benda langit !ang mengitari bumi, bersinar pada malam hari tersebut mengacu pada benda langit !ang mengitari bumi, bersinar pada malam hari karena pantulan sinar mata hari. /akna tersebut merupakan makna denotatif dari karena pantulan sinar mata hari. /akna tersebut merupakan makna denotatif dari  bulan.

 bulan. andingkan andingkan dengan dengan kalimat kalimat A A $ecantikanmu $ecantikanmu ibaratibarat rem%!#anrem%!#an.A .A $a$atata rem%!#an

rem%!#an biasan!a dipakai  biasan!a dipakai dalam dalam kar!a kar!a sastra. $atasastra. $ata rem%!#anrem%!#an disamping memiliki disamping memiliki maka denotatif seperti pada kata

maka denotatif seperti pada kata%!#an%!#an tetapi kata tetapi kata rem%!#anrem%!#an juga memiliki makna juga memiliki makna konotatif !aitu keindahan.

konotatif !aitu keindahan. 5#

5# Ide !ang digunakan dalam kalimat harus Ide !ang digunakan dalam kalimat harus padat isi. $eilmipadat isi. $eilmiahan dari suatuahan dari suatu kar!a ilmiah dapat dinilai dari penggunaan kalimatn!a. -al !ang perlu dihindari kar!a ilmiah dapat dinilai dari penggunaan kalimatn!a. -al !ang perlu dihindari dal

dalam am pen!pen!usuusunan nan karkar!a !a ilmilmiah iah adaladalah ah penpenggunggunaan aan kalkalimaimat t !an!ang g tidtidak ak efeefektiktif.f. *er

*ergunagunakanlkanlah ah kalkalimaimat t !an!ang g efeefektiktif f daldalam am menmen!am!ampaipaikan kan ideideidide e ataatau u gaggagasaasann gag

gagasaasann!ann!a. . 0le0leh h karkarena ena ititu, u, pengpenggunagunaan an katkata a daldalam am kalkalimaimat t sepseperlerlun!un!a a tettetapiapi den

dengan pemilgan pemilihaihan n !an!ang g teptepat. at. *em*embahabahasan lebih mendesan lebih mendetil tenttil tentang pengguang penggunaannaan kalimat efektif akan dibicarakan secara khusus pada pembahasan tentang kalimat kalimat efektif akan dibicarakan secara khusus pada pembahasan tentang kalimat efektif.

efektif. =#

=# nnsusur r idide e dadalalam m kakalilimamat t atatau au alalininea ea didiunungkgkapkapkan an sesecacara ra ruruntntun un dadann sis

sistemtematiatis. s. *en*en!am!ampaipaian an ide ide secsecara ara sissistemtematiatis s dapdapat at dicdicermermati ati dardari i kerkerunuunutantan  penuangan

 penuangan ide ide ke ke dalam dalam paragraf. paragraf. S!arat S!arat sebuah sebuah paragraf paragraf !ang !ang baik baik adalahadalah mengandung ide pokok. Ide pokok tertuang dalam kalimat topik dan kalimat topik  mengandung ide pokok. Ide pokok tertuang dalam kalimat topik dan kalimat topik  didukung oleh kalimatkalimat penjelas. isamping itu, sebuah paragraf !ang baik  didukung oleh kalimatkalimat penjelas. isamping itu, sebuah paragraf !ang baik  harus memperh

harus memperhatikaatikan n kohesi dan koherensi. $ohesi dan kohesi dan koherensi. $ohesi dan koherekoherensi adalah dua nsi adalah dua unsur unsur  !ang

!ang men!ebmen!ebabkan abkan sekelsekelompok kalimat ompok kalimat membemembentuk ntuk kesatkesatuan uan makna. *enjelasmakna. *enjelasanan mengenai paragraf akan dibahas lebih mendetil pada pokok pembahasan mengenai mengenai paragraf akan dibahas lebih mendetil pada pokok pembahasan mengenai  paragraf.

 paragraf.

@# $erangka $ar!a Ilmiah. $erangka karangan ilmiah terkadang berbedabeda @# $erangka $ar!a Ilmiah. $erangka karangan ilmiah terkadang berbedabeda antara buku acuan !ang satu dengan !ang lainn!a tetapi pada dasarn!a perbedaan antara buku acuan !ang satu dengan !ang lainn!a tetapi pada dasarn!a perbedaan

(7)

te

tersrsebuebut t titidadaklklah ah teterlrlalalu u memenconcololok. k. SeSecacara ra umumum um kekerarangkngka a karkaranangan gan ililmimiahah "proposal# adalah seperti berikut ini.

"proposal# adalah seperti berikut ini. BAB I PENAHU/UAN

BAB I PENAHU/UAN *.*

*.* /atar /atar Be#akangBe#akang *ad

*ada a bagbagian ian latlatar ar belbelakaakang ng diudiurairaikan kan tententantang g alaalasan san menmengapa gapa penpenelielitiatiann dilak

dilakukan. ukan. -al -al tersetersebut but berdasberdasarkan pengamatan secara arkan pengamatan secara @mpir@mpiric ic mengenamengenai i masalmasalahah !ang akan diteliti. *ada bagian ini pada intin!a membahas mengenai kesenjangan !ang akan diteliti. *ada bagian ini pada intin!a membahas mengenai kesenjangan antara apa !ang diharapkan "

antara apa !ang diharapkan "das sollendas sollen# dengan ken!ataan !ang ada "# dengan ken!ataan !ang ada "das seindas sein##

*.+ R!m!san Masa#a$ *.+ R!m!san Masa#a$

7umusan masalah disusun berdasarkan hasil kajian !ang dilakukan dalam latar  7umusan masalah disusun berdasarkan hasil kajian !ang dilakukan dalam latar   belakang.

 belakang. 7umusan 7umusan masalah masalah mencerminkan mencerminkan kesenjangan kesenjangan antaraantara das sollendas sollen  dengan  dengan das sein"

das sein" 7umusan masalah disusun dengan menggunakan kalimat tan!a.7umusan masalah disusun dengan menggunakan kalimat tan!a. *., T

*., T!&!an Pene#i!&!an Pene#itiantian

ujuan penelitian mencangkup tujuan umum dan tujuan khusus. ujuan umum ujuan penelitian mencangkup tujuan umum dan tujuan khusus. ujuan umum mencerminkan mengenai tujuan secara umum penelitian dan tujuan khusus disusun mencerminkan mengenai tujuan secara umum penelitian dan tujuan khusus disusun  berdasarkan pada rumusan masalah.

 berdasarkan pada rumusan masalah. *. Man(aat Pene#itian

*. Man(aat Pene#itian

agian ini berisi uraian mengenai manfaat teoretis dan manfaat praktis. /anfaat agian ini berisi uraian mengenai manfaat teoretis dan manfaat praktis. /anfaat teore

teoretis mengacu tis mengacu pada manfaat penelitian untuk pada manfaat penelitian untuk pengembpengembangan suatu angan suatu teoriteori. . /anfaa/anfaatt  praktis

 praktis penelitian penelitian berisi berisi mengenai mengenai manfaat manfaat penelitian penelitian bagi bagi perbaikan perbaikan proses proses belajar belajar   pembelajaran di sekolah, sebagai acuan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian.  pembelajaran di sekolah, sebagai acuan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian.

*.0

*.0 R!ang R!ang /ingk!) /ingk!) Pene#itianPene#itian

7uang lingkup penelitian memberikan batasan mengenai permasalahan !ang 7uang lingkup penelitian memberikan batasan mengenai permasalahan !ang aka

akan n ditditelieliti ti sehsehingingga ga lilingkungkup p penepenelilitiatian n tidtidak ak terterlallalu u lualuas. s. enengan gan memmemberberikaikann  batasan

 batasan terhadap terhadap topik topik penelitian, penelitian, peneliti peneliti dapat dapat memfokuskan memfokuskan penelitiann!a penelitiann!a sesuaisesuai dengan rumusan permasalahan.

dengan rumusan permasalahan.

BAB II KONSEP1 KAJIAN PUSTAKA1 /ANASAN TEORI1 AN TINJAUAN BAB II KONSEP1 KAJIAN PUSTAKA1 /ANASAN TEORI1 AN TINJAUAN

KURIKU/UM KURIKU/UM +.* Knse)

+.* Knse)

$onsep mencakup istilahistilah !ang dipakai dalam penelitian sebagai contoh $onsep mencakup istilahistilah !ang dipakai dalam penelitian sebagai contoh apa

apabilbila a penepenelilitiatiann!ann!a %er&!"!%er&!"!# # KemamKemam)!an Mem%a2a Memin"ai )!an Mem%a2a Memin"ai Sis'a Ke#asSis'a Ke#as 3I

3II I B B SiSis's'a a SMSMP P ''i&i&enen"r"ra1a1 konkonsesep p !a!ang ng peperlrlu u didijejelalaskskan an adadalalah ah konkonsesepp kemampuan dan konsep membaca memindai.

(8)

+.+ Ka&ian P!staka +.+ Ka&ian P!staka

$ajia

$ajian pustaka mencakun pustaka mencakup kajian terhadap kajian terhadap hasil penelitp hasil penelitian dan ian dan jurnaljurnal. $ajian. $ajian hasil penelitan dan jurnal !ang d

hasil penelitan dan jurnal !ang dikaji adalah hasil penelitian dan jurnal !ang ikaji adalah hasil penelitian dan jurnal !ang berkaitanberkaitan dengan penelitian !ang akan dilakukan. alam kajian memuat kajian terhadap teori dengan penelitian !ang akan dilakukan. alam kajian memuat kajian terhadap teori !an

!ang g dipdipakaakai i daldalam am penpenelielitiatian n ataatau u jurjurnal nal tertersebsebut. ut. i i samsampinping g itu itu dikdikaji aji pulpulaa mengen

mengenai metode penelitai metode penelitian !ang dipakai ian !ang dipakai dalam penelidalam penelitian tersebtian tersebut sehingga dapatut sehingga dapat dianalisis apa perbedaan antara penelitian !ang akan diteliti dengan penelitian atau dianalisis apa perbedaan antara penelitian !ang akan diteliti dengan penelitian atau kajian dalam jurnal tersebut.

kajian dalam jurnal tersebut. +., /an"asan

+., /an"asan TTerieri

andasan teori memuat teori !ang digunakan untuk menganalisis permasalahan andasan teori memuat teori !ang digunakan untuk menganalisis permasalahan !ang telah dirumuskan dalam permasalahan. andasan teori dideskripsikan dengan !ang telah dirumuskan dalam permasalahan. andasan teori dideskripsikan dengan  jelas

 jelas sehingga sehingga dapat dapat ditentukan ditentukan tahapantahapann!a tahapantahapann!a dalam dalam mengkaji mengkaji permasalahanpermasalahan dalam suatu penelitian.

dalam suatu penelitian.

BAB III METOE PENE/ITIAN BAB III METOE PENE/ITIAN ,.*

,.* /kasi /kasi Pene#itianPene#itian okasi penelitian

okasi penelitian adalah tempat di madalah tempat di mana penelitian akan dilaksanakan. rana penelitian akan dilaksanakan. raikanaikan lokasi penelitian dengan jelas. *enelitian lapangan (ajib membahas mengenai lokasi lokasi penelitian dengan jelas. *enelitian lapangan (ajib membahas mengenai lokasi  penelitian sedangkan penelitian kajian pustaka tidak mencantumkan lokasi penelitian.  penelitian sedangkan penelitian kajian pustaka tidak mencantumkan lokasi penelitian.

,.+ 4akt! Pene#itian ,.+ 4akt! Pene#itian

agian ini berisi mengenai (aktu pen!usunan usulan penelitian, pelaksanaan agian ini berisi mengenai (aktu pen!usunan usulan penelitian, pelaksanaan  penelitian, dan kajian hasil penelitian

 penelitian, dan kajian hasil penelitian ,.,

,., Instr!men Instr!men Pene#itianPene#itian In

Inststrurumemen n pepenelnelititiaian n memerurupapakan kan sasararana na atatau au alalat at !an!ang g didigugunaknakan an ununtutuk k  menggali data. 6lat !ang digunakan untuk menggali data dapat berupa tes " misaln!a menggali data. 6lat !ang digunakan untuk menggali data dapat berupa tes " misaln!a tes pil

tes pilihaihan n ganganda, isiada, isian n dan eseidan esei# # dan non tes "dapadan non tes "dapat berupa kuest berupa kuesionionerer, , dafdaftar tar   pertan!aan (a(ancara dll.#

 pertan!aan (a(ancara dll.#

,. Jenis ata "an S!m%er ata ,. Jenis ata "an S!m%er ata ,..* Jenis ata

,..* Jenis ata

agian ini berisi uraian tentang jenis data !ang akan digali dalam penelitian. agian ini berisi uraian tentang jenis data !ang akan digali dalam penelitian. )enis data dapat

)enis data dapat dikodidikodifikasfikasikan ke ikan ke dalam jenis data dalam jenis data primeprimer r dan data dan data sekundsekunderer. . ataata  primer

 primer merupakan merupakan data data !ang !ang digali digali langsung langsung oleh oleh peneliti peneliti sedangkan sedangkan data data sekunder sekunder  merupakan data !ang diperoleh dari peneliti lain.

merupakan data !ang diperoleh dari peneliti lain. ,..+ S!m%er ata

,..+ S!m%er ata

agian ini diuraikan mengenai dari mana sumber data digali. 6pabila penelitian agian ini diuraikan mengenai dari mana sumber data digali. 6pabila penelitian merupakan

merupakan penelitian penelitian lapangan lapangan "" field resear field resear#h#h## ppeerrllu u ddiijjeellaasskkaann  populasi populasi  penelitian dan sampel penelitian.

(9)

,.., Met"e "an Teknik Peng!m)!#an ata ,.., Met"e "an Teknik Peng!m)!#an ata

/etode dan

/etode dan tekniteknik k pengumppengumpulan data ulan data harus disesuaiharus disesuaikan kan dengan permasaldengan permasalahanahan dan teori !ang akan digunakan dalam penelitian. /etode pengumpulan data dapat dan teori !ang akan digunakan dalam penelitian. /etode pengumpulan data dapat  berupa

 berupa metode metode obser>asi obser>asi partisipatori, partisipatori, (a(ancara (a(ancara mendalam, mendalam, metode metode dokumentasi.dokumentasi. eknik !ang diterapkan untuk menunjang untuk metode tersebut antara lain, teknik  eknik !ang diterapkan untuk menunjang untuk metode tersebut antara lain, teknik   perekaman, pencatatan, simulasi dan lain sebagain!a.

 perekaman, pencatatan, simulasi dan lain sebagain!a. ,.. Met"e "an Teknik Ana#isis ata

,.. Met"e "an Teknik Ana#isis ata at

ata a !an!ang g teltelah ah dijdijariaring ng selselanjanjutnutn!a !a diadianalnalisiisis s secsecara ara sisistestematmatis is kemkemudiudianan diolah dengan menggunakan teori !ang telah ditentukan. Selanjutn!a data tersebut diolah dengan menggunakan teori !ang telah ditentukan. Selanjutn!a data tersebut ditafsirkan.

ditafsirkan.

,..0 Met"e "an Teknik Pen5a&ian Hasi# Ana#isis ata ,..0 Met"e "an Teknik Pen5a&ian Hasi# Ana#isis ata

-asil analisis dapat disajikan secara formal "dalam bentuk

-asil analisis dapat disajikan secara formal "dalam bentuk diagram, grafik, tabeldiagram, grafik, tabel dan lainlain

dan lainlain# # dan dan dalam bentuk informal "naratidalam bentuk informal "naratif# atau f# atau gabungagabungan n antarantara a cara formalcara formal dan informal.

dan informal.

C.*.,

C.*., Ragam Ragam I#mia$ I#mia$ P)!#erP)!#er

alam $amus ahasa Indonesia disebutkan bah(a *opuler berarti dikenal alam $amus ahasa Indonesia disebutkan bah(a *opuler berarti dikenal dan

dan disdisukaukai i oraorang ng ban!ban!ak ak "um"umum#um#. . isisa a jugjuga a berberartarti i sessesuai uai dengdengan an kebukebutuhtuhanan mas

mas!ar!arakaakat t padpada a umuumumn!mn!a, a, ataatau u mudmudah ah dipdipahaahami mi oraorang ng ban!ban!ak. ak. IsIstiltilah ah popupopuler ler  merujuk kepada penggunaan bahasa !ang relatif lebih santai, padat, serta mudah merujuk kepada penggunaan bahasa !ang relatif lebih santai, padat, serta mudah di

dicercerna na ololeh eh mamas!s!ararakakat at pempembabacancan!a !a !a!ang ng bebegigitu tu beberaragagam. m. 6d6dapapun un cacarara  pen!ajiann!a meliputiC "1# *endahuluan, "2# Inti atau Isi, dan "3# *enutup.

 pen!ajiann!a meliputiC "1# *endahuluan, "2# Inti atau Isi, dan "3# *enutup. *. Pen"a$!#!an

*. Pen"a$!#!an

agian ini menguraikan hal !ang dapat menarik perhatian pembaca dan agian ini menguraikan hal !ang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan terhadap permasalahan !ang dibahas, misaln!a menonjolkan hal memberikan acuan terhadap permasalahan !ang dibahas, misaln!a menonjolkan hal hal kontro>ers

hal kontro>ersial atau ial atau belum tuntas dalam belum tuntas dalam permbapermbahasan permasalhasan permasalahan ahan terkaterkait it dalamdalam artikelartikel atau naskah lain !ang telah dipublikasikan.

artikelartikel atau naskah lain !ang telah dipublikasikan. +. Inti ata! Isi

+. Inti ata! Isi Is

Isi i bagibagian an ini ini sansangat gat berber>ar>ariasiasi, i, berberisi isi kupakupasansan, , anaanalislisis, is, arargumegumentantasisi,, kom

komparparasiasi, , kepkeputuutusansan, , dan dan penpendirdirian ian ataatau u sisikap kap penupenulis lis menmengenagenai i masmasalaalah h !an!angg dibicarakan.

dibicarakan. ,. Pen!t!) ,. Pen!t!) *en

*enutuutup p biabiasansan!a !a berberisi isi tententantang g simsimpulpulan an ataatau u penpenegasegasan an penupenulilis s ataatass masal

masalah ah !ang dibahas pada !ang dibahas pada bagian sebelumbagian sebelumn!a n!a atau menampilatau menampilkan kan segalsegala a !ang telah!ang telah dibahas terdahulu secara ringkas.

dibahas terdahulu secara ringkas.

8ontoh karangan ilmiah populer seperti berikut ini. 8ontoh karangan ilmiah populer seperti berikut ini.

Kesant!nan Ber%a$asa Kesant!nan Ber%a$asa O#e$ r. I Ket!t S!ar A"n5ana1 M.

O#e$ r. I Ket!t S!ar A"n5ana1 M.H!m.H!m. sen FKIP Uni6ersitas 'i&en"ra sen FKIP Uni6ersitas 'i&en"ra a

ahahasa sa mmererupupakakan an sasallah ah sasattu u bebentntuk uk prprakaktitis s ssososiialal. . -a-al l teterrsesebubutt mengindikasikan bah(a bahasa adalah bagian dari mas!arakat. i samping itu bahasa mengindikasikan bah(a bahasa adalah bagian dari mas!arakat. i samping itu bahasa

(10)

ada

adalah lah sebsebuah uah proproses ses sossosialial. . ahahasa asa mermerupakupakan an bagbagian ian dardari i masmas!ar!arakaakat. t. -al -al itituu mengindikasikan bah(a mas!arakat tidak bisa dilepaskan dari akti>itas penggunaan mengindikasikan bah(a mas!arakat tidak bisa dilepaskan dari akti>itas penggunaan  bahasa. -al

 bahasa. -al ini sejalan ini sejalan dengan dengan pern!ataan Fairclough pern!ataan Fairclough "1?&?'23# D"1?&?'23# D $anguage is  $anguage is a part a part  of so#iet%& linguisti# phenomena are so#ial phenomena of spe#ial sort, and so#ial  of so#iet%& linguisti# phenomena are so#ial phenomena of spe#ial sort, and so#ial   phenomena

 phenomena are are (in (in part) part) linguisti# linguisti# phenomenaphenomenaE. Fenomena kebahasaan merupakanE. Fenomena kebahasaan merupakan  proses

 proses sosial sosial !ang !ang mencakup mencakup segala segala akti>itas akti>itas kebahasaan, kebahasaan, seperti seperti mendengarkan,mendengarkan,  berbicara,

 berbicara, menulis, menulis, dan dan membaca membaca serta serta melibatkan melibatkan pemahaman pemahaman terhadap terhadap kontekskonteks sosial sehingga tujuan komunikasi dapat dicapai dengan baik.

sosial sehingga tujuan komunikasi dapat dicapai dengan baik.

ujuan komunikasi dapat tercapai apabila peserta komunikasi dapat saling ujuan komunikasi dapat tercapai apabila peserta komunikasi dapat saling men

mentratranminmisi si infinformormasi asi dan dan dapdapat at salsaling ing menmenjagjaga a hubhubungaungan n sossosialial. . -al -al tertersebsebutut sejalan dengan pendapat ro(n dan ;ule "dalam Spencer dan 0ate! "2%%1'2# bah(a sejalan dengan pendapat ro(n dan ;ule "dalam Spencer dan 0ate! "2%%1'2# bah(a fu

fungngsi si bahbahasasa a sesebabagai gai fufungsngsi i trtranansasaksksioional nal dan dan fufungngsi si ininteteraraksksioionalnal. . FuFungsngsii trans

transaksioaksional nal menekamenekankan nkan pada pada bagaimbagaimana ana inforinformasi disampaikmasi disampaikan an dengan akuratdengan akurat sehin

sehingga apa gga apa !ang dimaksud oleh pembicara dapat diterima dengan baik !ang dimaksud oleh pembicara dapat diterima dengan baik oleh la(anoleh la(an  bicara

 bicara sebalikna, sebalikna, fungsi fungsi interaksional interaksional menekankan menekankan pada pada bagaimana bagaimana pesertapeserta komunikasi tersebut saling menjaga hubungan sosial sehingga proses komunikasi komunikasi tersebut saling menjaga hubungan sosial sehingga proses komunikasi dapat berlangsung dengan n!aman.

dapat berlangsung dengan n!aman. *ada

*ada fungsfungsi i transtransaksioaksional nal ini peserta (icara ini peserta (icara dihardiharapkan dapat apkan dapat melakmelakukanukan inter

interpretaspretasi i pada pada tingktingkatan atan teks dan teks dan konteks "Fairclokonteks "Fairclough,1?&?ugh,1?&?'142#'142#. . SelanjSelanjutn!autn!a dij

dijelaelaskaskan n bah(bah(a a pada pada intinterperpretretasi asi tekteks s pespeserterta a (ic(icara ara dihdihadaadapkan pkan pada pada proprosesses inter

interpretaspretasii  surfa#e  surfa#e of of utte#an#eutte#an#e. *ada tahap ini peserta (icara melakukan dekode. *ada tahap ini peserta (icara melakukan dekode ter

terhadhadap ap untuntaiaaian n bun!bun!i i !an!ang g diddidengengar ar sehsehingingga ga bunbun!i!ibun!bun!i i tertersebsebut ut dipdipahaahamimi seb

sebagaagai i kumkumpulpulan an katkata, a, frafrasa sa dan dan kalkalimaimat. t. ahaahapan pan berberikuikutn!tn!a a adaadalahlah meaning meaning  utteran#e

utteran#e. . *es*eserterta a (ic(icara ara menmenententukan ukan makmakna na dardari i ujaujaranranujujaraaran n tertersebsebut ut dengdenganan mengombinasikan makna dari setiap kata, informasi gramatikal, menangkap makna mengombinasikan makna dari setiap kata, informasi gramatikal, menangkap makna tersembun!i di balik kalimatkalimat tersebut dan pada akhirn!a peserta (icara dapat tersembun!i di balik kalimatkalimat tersebut dan pada akhirn!a peserta (icara dapat menangkap makna keseluruhan ujaran tersebut.

menangkap makna keseluruhan ujaran tersebut.

ahasa sebagai proses sosial mencirikan bah(a segala akti>itas kebahasaan ahasa sebagai proses sosial mencirikan bah(a segala akti>itas kebahasaan merupakan suatu proses produksi !ang menghasilkan sebuah produk "teks#. /enurut merupakan suatu proses produksi !ang menghasilkan sebuah produk "teks#. /enurut Fairc

Fairclough lough "1?&?'"1?&?'24#, 24#, teks teks terstersebut ebut merepmerepresentresentasikaasikan n pengetpengetahuan ahuan bahasabahasa, , alam,alam, dunia sosial suatu mas!arakat tertentu, bagaimana keperca!aann!a, asumsin!a, dan dunia sosial suatu mas!arakat tertentu, bagaimana keperca!aann!a, asumsin!a, dan lain sebagain!a.

lain sebagain!a. *

*eerrnn!!aattaaaan n tteerrsseebbuut t mmeennggiimmpplliikkaassiikkaan n bbaahh((a a uunnttuuk k ddaappaatt menginterpretasikan suatu teks, !ang merupakan proses sosial, seseorang diharapkan menginterpretasikan suatu teks, !ang merupakan proses sosial, seseorang diharapkan  betulbetul

 betulbetul memahami memahami kehidupan kehidupan sosial sosial mas!arakat, mas!arakat, !ang !ang merupakan merupakan tempattempat di

diprproduoduksksinin!a !a teteks ks tetersrsebuebut. t. SeSeseseororang ang titidak dak akaakan n dadapapat t memelalakukkukan an prprososeses interpretasi dengan mengabaikan faktor sosial !ang mendukung proses produksi suatu interpretasi dengan mengabaikan faktor sosial !ang mendukung proses produksi suatu teks. -al itu terjadi karena pada prinsipn!a proses interpretasi merupakan proses teks. -al itu terjadi karena pada prinsipn!a proses interpretasi merupakan proses  pemaknaan

 pemaknaan antara antara properti properti suatu suatu teks teks dengan dengan buda!a buda!a mas!arakat mas!arakat !ang !ang merupakanmerupakan tempa

tempat t teks tersebut dihasilkanteks tersebut dihasilkan. . uda!a suatu uda!a suatu mas!amas!arakat tertentu rakat tertentu memengmemengaruhiaruhi  proses produksi suatu teks.

 proses produksi suatu teks. $ebu

$ebuda!da!aan aan suasuatu tu masmas!ar!arakat akat tertertententu, tu, dimdimanianifesfestastasikan ikan daldalam am berberbagbagaiai  bentuk

 bentuk lapisan lapisan mulai mulai dari dari nilainilai, nilainilai, asumsi asumsi dasar, dasar, sistem sistem keperca!aan, keperca!aan, sikap,sikap, kon>ensi, sistem kemas!arakatan dan institusi, bentuk ritual, tingkah laku, artefak  kon>ensi, sistem kemas!arakatan dan institusi, bentuk ritual, tingkah laku, artefak  dan produk

dan produk kebuda!kebuda!aan. entuk aan. entuk lapislapisan an kebuda!kebuda!aan aan tersetersebut perlu but perlu dipahadipahami mi karenakarena  pada

(11)

 bentuk

 bentuk tingkah tingkah laku laku dan dan bentuk bentuk lingual lingual setiap setiap anggota anggota mas!arakatn!a. mas!arakatn!a. -al -al inilahinilah !ang diperlukan dalam

!ang diperlukan dalam berkomberkomunikasunikasi. i. SetiaSetiap p peserpeserta ta (icar(icara a harus menjaga agar harus menjaga agar   proses komunikasi dalam belangsung dengan baik.

 proses komunikasi dalam belangsung dengan baik.

*erilaku berbahasa !ang baik setidakn!a mengikuti etika berbahasa !ang baik. *erilaku berbahasa !ang baik setidakn!a mengikuti etika berbahasa !ang baik. ;ang perlu diperhatikan dalam berbahasa adalah dengan siapa kita berbicara, dimana ;ang perlu diperhatikan dalam berbahasa adalah dengan siapa kita berbicara, dimana kit

kita a bicbicaraara, , apa apa toptopik ik pempembicbicaraaraan, an, ragragam am bahabahasa sa apa apa !ang !ang dipdiperergunagunakan kan daldalamam  bertutur

 bertutur. . -al -al ini ini sangat sangat perlu perlu diperhatikan diperhatikan sehingga sehingga setiap setiap peserta peserta (icara (icara dapatdapat memperhatikan kesantunan berbahasa.

memperhatikan kesantunan berbahasa.

6khirakhir ini masalah kesantunan berbahasa menjadi perhatian mas!arakat. 6khirakhir ini masalah kesantunan berbahasa menjadi perhatian mas!arakat. -al ini diakibatkan oleh pemakiaan bahasa +ubernur $I )akarta, asuki jaha!a -al ini diakibatkan oleh pemakiaan bahasa +ubernur $I )akarta, asuki jaha!a *urnama alias 6hok. +a!a bicara 6hok memang blakblakan dan terkadang terdengar  *urnama alias 6hok. +a!a bicara 6hok memang blakblakan dan terkadang terdengar  Akasar

AkasarA. A. +a!a berbahasa 6hok menimbu+a!a berbahasa 6hok menimbulkan pro lkan pro dan kontra. ;dan kontra. ;ang pro ang pro menilmenilai ai ga!aga!a  bicara 6hok biasa

 bicara 6hok biasa saja tidak saja tidak ada ada !ang !ang kasarkasar. . -al itu -al itu merupakan merupakan ga!a bga!a bicaran!a !angicaran!a !ang sudah pasti berbeda dengan

sudah pasti berbeda dengan ga!a bicara ga!a bicara orang lain. ;orang lain. ;ang kontra ang kontra men!atmen!atakan bah(aakan bah(a  pejabat publik tidak

 pejabat publik tidak sepatutn!a bebicara AkasarA. /ensepatutn!a bebicara AkasarA. /engumpat di depan gumpat di depan publik denganpublik dengan mel

melontontarkarkan an katkata a malmalinging, , lu, lu, gue, gue, tabtabok. ok. *er*ern!atn!ataan 6hok aan 6hok !ang !ang palpaling ing menmenuaiuai krit

kritikan ikan karena memba(a bahasa karena memba(a bahasa AtoilAtoiletA etA saat di(a(ancarsaat di(a(ancarai ai secara langsung sebuahsecara langsung sebuah sta

stasiusiun n teltele>ie>isi si s(as(astasta. . /as/as!ar!arakaakat t !an!ang g kontkontra ra terterhadhadap ap ga!a ga!a berberbicbicara ara 6ho6hok k  mengkha(atirkan bah(a ga!a berbicara pejabat "ka

mengkha(atirkan bah(a ga!a berbicara pejabat "kasar# sar# akan ditiru oleh akan ditiru oleh para remaja.para remaja. /ereka akan menganggap berbicara kasar adalah sahsah saja. 6lasan tersebut dapat /ereka akan menganggap berbicara kasar adalah sahsah saja. 6lasan tersebut dapat dibenarkan. ;ang perlu diperhatikan adalah pemakaian bahasa pada tataran formal dibenarkan. ;ang perlu diperhatikan adalah pemakaian bahasa pada tataran formal mens!aratkan penggunaan bahasa !ang baik dan benar. -al tersebut mens!aratkan mens!aratkan penggunaan bahasa !ang baik dan benar. -al tersebut mens!aratkan kepada peserta (icara untuk menggunakan bahasa !ang santun dalam berkomunikasi. kepada peserta (icara untuk menggunakan bahasa !ang santun dalam berkomunikasi.  $asar tidakn!a penggunaan bahasa sangat dipengaruhi oleh tata nilai, buda!a  $asar tidakn!a penggunaan bahasa sangat dipengaruhi oleh tata nilai, buda!a tempa

tempat t berlaberlangsungnngsungn!a !a proseproses s komunikomunikasi. Seseorang kasi. Seseorang !ang !ang menggumenggunakan nakan katakkatakataata kasar dalam berkomunikasi dengan teman akrabn!a tidak dapat dinilai bah(a bahasa kasar dalam berkomunikasi dengan teman akrabn!a tidak dapat dinilai bah(a bahasa !an

!ang g digdigunakunakan an adaadalah lah bahbahasa asa !an!ang g kaskasarar. . 0le0leh h karkarena ena fakfaktor tor kedekedekatkatan an antantaraara  peserta

 peserta (icara (icara tersebut, tersebut, sehingga sehingga penggunaan penggunaan bahasa bahasa !ang !ang dinilai dinilai kasar kasar justru justru tidak tidak  dirasakan kasar karena jarak sosial antara peserta (icara begitu dekat. $onteks situasi dirasakan kasar karena jarak sosial antara peserta (icara begitu dekat. $onteks situasi  pembicaran

 pembicaran sangat sangat menentukan menentukan apakah apakah bahasa bahasa !ang !ang dipergunakan dipergunakan dalamdalam  berkomunikasi tergolong AkasarA atau tidak.

 berkomunikasi tergolong AkasarA atau tidak.

))iikka a ddiiaammaattii, , mmiissaallnn!!a a ddaallaam m aaccaarra a ddeebbaat t aattaauu tatalk lk shshowow,,  !ang  !ang disel

diselenggaraenggarakan kan oleh stasiun oleh stasiun , , ban!ak pelanggaraban!ak pelanggaran n !ang dilakukan oleh !ang dilakukan oleh antar antar  narasumber dan antara narasumber dengan peserta !ang hadir dalam acara debat. narasumber dan antara narasumber dengan peserta !ang hadir dalam acara debat. *elanggaran tersebut berupa ejekan !ang sering dilakukan oleh narasumber !ang satu *elanggaran tersebut berupa ejekan !ang sering dilakukan oleh narasumber !ang satu terhadap narasumber !ang lain. jekan tersebut dilakukan, disadari atau tidak, untuk  terhadap narasumber !ang lain. jekan tersebut dilakukan, disadari atau tidak, untuk  menunjukkan bah(a narasumber tersebut lebih menguasai tentang topik pembicaraan menunjukkan bah(a narasumber tersebut lebih menguasai tentang topik pembicaraan !an

!ang g sedsedang ang dipdiperderdebatebatkan. kan. SalSaling ing ejeejek k !an!ang g dipdipertertontontonkaonkan n di di teltele>ie>isi si dapadapatt mem

memba(ba(a a damdampak negatipak negatif f pada mas!pada mas!araarakat "remkat "remajaaja#. #. -al ini tentu melan-al ini tentu melanggaggar r  kesantunan dalam berbahasa.

kesantunan dalam berbahasa. *elanggaran

*elanggaran lain lain berupa berupa pelanggaran pelanggaran terhadap terhadap pola pola gilir gilir ""turn talking turn talking #. ara#. ara su

sumbmber er titidak dak memembmbererikikan an keskesemempapatatan n kepkepadada a nanara ra susumbmber er !a!ang ng lalain in untuntuk uk  men!el

men!elesaikaesaikan n argargumenn!a. umenn!a. arasarasumber umber dengan dengan seenakseenakn!a n!a men!elmen!ela a pembipembicaraancaraan nara sumber lain dan tidak men!imak dengan baik apa argumen !ang disampaikan nara sumber lain dan tidak men!imak dengan baik apa argumen !ang disampaikan oleh nara sumber !ang lain. arasumber berusaha mendominasi pembicaraan dengan oleh nara sumber !ang lain. arasumber berusaha mendominasi pembicaraan dengan mengambil alih pola gilir narasumber !ang lain. saha untuk mengambil alih pola mengambil alih pola gilir narasumber !ang lain. saha untuk mengambil alih pola

(12)

gilir terkadang tidak berhasil dilakukan karena narasumber !ang sedang berbicara gilir terkadang tidak berhasil dilakukan karena narasumber !ang sedang berbicara karena dia tidak memberikan kesempatan untuk men!ela pembicaraann!a. -al ini karena dia tidak memberikan kesempatan untuk men!ela pembicaraann!a. -al ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap kesantunan berbahasa. Seharusn!a setiap merupakan bentuk pelanggaran terhadap kesantunan berbahasa. Seharusn!a setiap nar

nara a sumsumber ber memmemberberikaikan n keskesempempataatan n kepkepada ada narnarasuasumbember r untuntuk uk menmen!el!elesaiesaikankan ar

argumgumenn!enn!a. a. SetSetelaelah h dipdipersersililakan akan oleoleh h pempemandu andu "mo"moderderatoator# r# untuntuk uk memmemberberikaikann sanggahan, barulah nara sumber !ang lain men!anggahn!a. erkadang dalam acara sanggahan, barulah nara sumber !ang lain men!anggahn!a. erkadang dalam acara debat !ang dita!angk

debat !ang dita!angkan an oleh stasioleh stasiun  terkesan mengarah padaun  terkesan mengarah pada debat kusir debat kusir . -al. -al tersebut tidak la!ak untuk dipertontonkan di depan publik.

tersebut tidak la!ak untuk dipertontonkan di depan publik.

ahasa sebagai produk mas!arakat dan sebagai bagian !ang tidak terpisahkan ahasa sebagai produk mas!arakat dan sebagai bagian !ang tidak terpisahkan dari kebuda!aan, pasti mempun!ai kaidah kesantunan "Sumarsono, 2%%?'152#. alam dari kebuda!aan, pasti mempun!ai kaidah kesantunan "Sumarsono, 2%%?'152#. alam kajian sosiolinguistik dikenal beberapa ragam bahasa dalam satu bahasa dan salah kajian sosiolinguistik dikenal beberapa ragam bahasa dalam satu bahasa dan salah satu dari ragam tersebut dipandang sebagai ragam hormat. /as!arakat dapat memilih satu dari ragam tersebut dipandang sebagai ragam hormat. /as!arakat dapat memilih ragam ters

ragam tersebut disesebut disesuaikan dengan kontuaikan dengan konteks situaseks situasi di mana proses komuniki di mana proses komunikasi asi ituitu terjadi. "6rtikel ini dimuat dalam $olom 0pini $oran ali *ost#

terjadi. "6rtikel ini dimuat dalam $olom 0pini $oran ali *ost#

C.*.

C.*. Ragam Ragam Ik#anIk#an

*engertian iklan secara komprehensif adalah semua bentuk akti>itas untuk  *engertian iklan secara komprehensif adalah semua bentuk akti>itas untuk  menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal !ang menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal !ang diba!ar oleh sponsor tertentu untuk pen!ajian informasi nonpersonal tentang suatu diba!ar oleh sponsor tertentu untuk pen!ajian informasi nonpersonal tentang suatu  produk, merek, perusahaan,

 produk, merek, perusahaan, S!a

S!araratts!s!ararat at ikiklalan n 1# 1# /e/enggnggugugah, ah, memencncerermatmati i kekebutbutuhuhan an konkonsusumemen,n, memberikan solusi, dan memberikan perhatian. 2#. Informatif, katakatan!a harus memberikan solusi, dan memberikan perhatian. 2#. Informatif, katakatan!a harus  jelas, komunikatif, dan tidak berteletele. 3. *ersuasif, rangkaian kalimatn!a membuat  jelas, komunikatif, dan tidak berteletele. 3. *ersuasif, rangkaian kalimatn!a membuat

ta

tarrgeget t sesehihingnggaga audien#eaudien#e teterrguggugah ah ununtutuk k memembmbeleli i atatau au mememamakakai i prprododuk uk dandan diiklankan. 8ontoh iklan

diiklankan. 8ontoh iklan

*enggunaan bahasa pada iklan tersebut sangat efektif karena tujuan dari iklan *enggunaan bahasa pada iklan tersebut sangat efektif karena tujuan dari iklan ter

tersebsebut ut berberusausaha ha untuntuk uk menmenggugggugah ah parpara a konkonsumsumen en untuntuk uk menmenggunggunakan akan proproduk duk  tersebut. *enggunaan kata

tersebut. *enggunaan kata#e%i$ eknmis "an #e%i$ kesat#e%i$ eknmis "an #e%i$ kesat untuk untuk menginformasikanmenginformasikan kepada konsumen bah(a pencuci piring

(13)

diband

dibandingkan dengan produk pencuci ingkan dengan produk pencuci peraboperabotan rumah tan rumah tangga merek lain. 8ara tangga merek lain. 8ara lainlain !an

!ang g dipdipakaakai i daldalam am ikliklan an tertersebsebut ut untuntuk uk menmenngungugah gah konkonsumsumen en adaadalah lah dengdenganan menampilkan gambar tumpukan piring dan gelas !ang tampak begitu bersih. -al ini menampilkan gambar tumpukan piring dan gelas !ang tampak begitu bersih. -al ini untuk memberi bukti bah(a dengan menggunakan niGue perabotan akan menjadi untuk memberi bukti bah(a dengan menggunakan niGue perabotan akan menjadi  bersih.

 bersih. isamping isamping itu, itu, untuk untuk memberi memberi kesan kesan keharuman, keharuman, produk produk itu itu menggunakanmenggunakan  bunga sebagai latarn!a.

 bunga sebagai latarn!a. .

. 7ingkasan /ateri7ingkasan /ateri 7ag

7agam am bahabahasa sa setsetiap iap bidbidang ang keikeilmulmuan an memmempun!pun!ai ai circiri i khakhas s !an!ang g dapadapatt di

dibedbedakakan an dedengngan an raragam gam bahbahasasa a bibidandang g kekeililmumuan an !an!ang g lalainin. . 0l0leh eh kakarerena na ititu,u,  pemaparan

 pemaparan masingmasing masingmasing bidang bidang ilmu ilmu tersebut tersebut harus harus mengikuti mengikuti pers!aratan pers!aratan !ang!ang telah

telah diteditentukan. ntukan. erdaserdasarkan arkan formaformat bahat bahasa !asa !ang dipng dipakai unakai untuk mtuk men!ampaen!ampaikanikan  pesan, ragam

 pesan, ragam bahasa bahasa dapat dikodifikasi dapat dikodifikasi menjadi ragam menjadi ragam tulis dan tulis dan ragam ragam lisan. 7agamlisan. 7agam lisan menghendaki adan!a la(an bicara !ang siap mendengarkan apa !ang diucapkan lisan menghendaki adan!a la(an bicara !ang siap mendengarkan apa !ang diucapkan oleh la(an bicaran!a. 7agam tulis tidak selalu memerlukan la(an bicara !ang siap oleh la(an bicaran!a. 7agam tulis tidak selalu memerlukan la(an bicara !ang siap me

membmbacaca a apapa a !an!ang g diditutuliliskskan an ololeh eh seseseseororangang. . *ad*ada a raragagam m lilisasan, n, ununsusur r fufungngsisi gramatikal, seperti subjek, predikat, objek dan keterangan tidak selalu din!atakan gramatikal, seperti subjek, predikat, objek dan keterangan tidak selalu din!atakan dengan katakata. nsur unsur tersebut sering din!atakan dengan bantuan gerak  dengan katakata. nsur unsur tersebut sering din!atakan dengan bantuan gerak  tubuh dan mimik. *ada ragam tulis, fungsifungsi gramatikal harus din!atakan secara tubuh dan mimik. *ada ragam tulis, fungsifungsi gramatikal harus din!atakan secara eksplisit agar pembaca dapat memahami maksud penulis. 7agam lisan terkait dengan eksplisit agar pembaca dapat memahami maksud penulis. 7agam lisan terkait dengan situasi, kondisi, ruang, dan (aktu, sedangkan ragam tulis tidak terikat.

situasi, kondisi, ruang, dan (aktu, sedangkan ragam tulis tidak terikat. 7a

7agagam m babahahasa sa ililmimiah ah haharurus s didiungungkakapkapkan n dedengangan n cacara ra ililmimiah ah dendengagann ketentuan 1# kaidah bahasa Indonesia !ang digunakan harus benar sesuai dengan ketentuan 1# kaidah bahasa Indonesia !ang digunakan harus benar sesuai dengan kai

kaidah dah pada bahasa Indonpada bahasa Indonesiesia a bakubaku, , baibaik k kaikaidah dah tattata a ejaejaan an maumaupun pun tattata a bahabahasasa "pemb

"pembentukan kataentukan kata, frase, klausa, frase, klausa, kalimat, dan paragr, kalimat, dan paragrafC afC 2# ide !ang diungkapka2# ide !ang diungkapkann harus benar

harus benar, sesuai dengan fakta atau dapat diter, sesuai dengan fakta atau dapat diterima akal sehat "logisima akal sehat "logis#C #C 3# Ide !ang3# Ide !ang diungk

diungkapkan harus tepapkan harus tepat dan han!a at dan han!a menganmengandung satu makndung satu maknaC 4# $ata !ang dipilaC 4# $ata !ang dipilihih ha

harurus bs bererninilalai di denoenotatatitifCfC 5# 5# IdIde !e !anang dig digungunakakan an daldalam kam kalalimimat at harharus us papadat dat isisiC iC =#=# nsur ide dalam kalimat atau alinea diungkapkan secara runtun dan sistematisC @# nsur ide dalam kalimat atau alinea diungkapkan secara runtun dan sistematisC @# kerangka karangan ilmiah, kerangka karangan ilmiah terkadang berbedabeda antara kerangka karangan ilmiah, kerangka karangan ilmiah terkadang berbedabeda antara  buku

 buku acuan acuan !ang !ang satu satu dengan dengan !ang !ang lainn!a lainn!a tetapi tetapi pada pada dasarn!a dasarn!a perbedaan perbedaan tersebuttersebut tidaklah terlalu mencolok.

tidaklah terlalu mencolok.

7agam ilmiah populer merujuk kepada penggunaan bahasa

7agam ilmiah populer merujuk kepada penggunaan bahasa !ang relatif lebih!ang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh mas!arakat pembacan!a !ang begitu beragam. santai, padat, serta mudah dicerna oleh mas!arakat pembacan!a !ang begitu beragam. a

araras s ililmimiah ah poppopululer er memerurupakpakan an sesebubuah ah tutulilisasan n !a!ang ng berbersisifafat t ililmimiah, ah, tetetatapipi diungkapkan dengan cara penuturan !ang mudah dimengerti. $ar!a ilmiah populer  diungkapkan dengan cara penuturan !ang mudah dimengerti. $ar!a ilmiah populer  tidak selalu merupakan hasil penelitian ilmiah.

tidak selalu merupakan hasil penelitian ilmiah. ah

ahasa asa IndIndoneonesia sia ragragam am ikliklan an mermerupakupakan an salsalah ah satsatu u >ar>ariasiasi i penpenggunggunaanaan  bahasa Indonesia pada iklan dengan ketentuan' 1# menggug

 bahasa Indonesia pada iklan dengan ketentuan' 1# menggug ah, mencermati kebutuhanah, mencermati kebutuhan kons

konsumeumen, n, memmemberberikaikan n solsolusiusi, , dan dan memmemberberikaikan n perperhathatianianC C 2# 2# infinformormatiatif, f, katkataa kat

katan!an!a a harharus us jeljelas, as, komkomuniunikatkatif, if, dan dan tidtidak ak berbertelteleteteleele. . 3# 3# perpersuasuasifsif, , ranrangkagkaianian kalimatn!a membuat target sehingga

kalimatn!a membuat target sehingga audien#eaudien#e tergugah untuk membeli atau memakai tergugah untuk membeli atau memakai  produk dan diiklankan.

Referensi

Dokumen terkait

Model Answers adalah model deterministik yang berdasarkan pada hipotesis bahwa: pada sembarang titik pada suatu DAS, akan berlaku hubungan fungsional antara laju aliran air

Dengan sikap yang bijaksana perubahan sosial tidak menimbulkan konflik - Dapat mengadopsi unsur-unsur kebudayaan dari masyarakat luar, sebagai sumber penambah kekayaan

Dalam hal ini kami mengambil contoh Hasil penelitian fertilitas pada masyarakat nelayan di daerah penelitian ini yang terendah terjadi pada rumah tangga nelayan yang belum memiliki

a) ASAS KESUKARELAAN  Pasal 16: (1) perkawinan didasarkan atas persetujuan calon mempelai  Pasal 17: sebelum berlangsungnya perkawinan, pegawai pencatatV. nikah

Dengan berkembangnya konsep multiple intelligences dan dengan diterimanya teori tersebut dalam dunia pendidikan, maka mau tidak mau pendidik perlu membantu tumbuh

Purwokerto, 12 Desember 2017 Wakil Dekan Bidang Akademik. Novie Andri Setianto, S.Pt, M.Sc, Ph.D

Skripsi ini disusun untuk melengkapi salah satu syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dengan judul penelitian yang dilakukan adalah