Proses Pembentukan Jenis Jenis Baja

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Proses Pembentukan Baja Proses Pembentukan Baja Baja

Bajamerupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di merupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di seluruh dunia untukseluruh dunia untuk keperluan kehidupan manusia, khususnya di dunia industri. Ditemukan buat pertama keperluan kehidupan manusia, khususnya di dunia industri. Ditemukan buat pertama kali oleh orang Mesir lebih dari 4000

kali oleh orang Mesir lebih dari 4000 tahun yang kemudian berkembang menjaditahun yang kemudian berkembang menjadi bahan berharga dan dimanfaatkan orang setiap hari

bahan berharga dan dimanfaatkan orang setiap hari saat ini, terutama padasaat ini, terutama pada konstruksi rumah di dunia arsitektur

konstruksi rumah di dunia arsitektur

A.

A.Pembuatan Besi KasarPembuatan Besi Kasar

Besi kasar diperoleh dari peleburan oksida besi atau bijih besi Hematite (70% Fe), Besi kasar diperoleh dari peleburan oksida besi atau bijih besi Hematite (70% Fe), Magnetite (72% Fe) dan Limonite (60% Fe)

Magnetite (72% Fe) dan Limonite (60% Fe) di dalam tanur tinggi.di dalam tanur tinggi.

Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa proses. Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa proses. Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain yang Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain yang terkandung dalam bijih besi dengan tahap sebagai berikut :

terkandung dalam bijih besi dengan tahap sebagai berikut :

• Dibersihkan. • Dibersihkan. • Dipecah

• Dipecah-pecah dan digiling sampai menjadi halus, sehin-pecah dan digiling sampai menjadi halus, sehingga partikel besi dapatgga partikel besi dapat dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan

dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan menggunakan magnit.menggunakan magnit. • Dibentuk menjadi “pellet”

• Dibentuk menjadi “pellet” (bulatan(bulatan-bulatan kecil) dengan diameter + 14 mm.-bulatan kecil) dengan diameter + 14 mm.

Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah liat, Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah liat, sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat.

sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat.

Setelah proses awal dilakukan, maka bijih b

Setelah proses awal dilakukan, maka bijih besi diproses pada dapur tinggi. Dapuresi diproses pada dapur tinggi. Dapur tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 meter. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang meter. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang mampu menahan temperatur tinggi.

mampu menahan temperatur tinggi.

Pada bagian atas

Pada bagian atas dapur tinggidapur tinggiterdapat corong untuk memasukkan bahan baku, yaituterdapat corong untuk memasukkan bahan baku, yaitu bijih besi, kokas dan batu

bijih besi, kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara yang kapur. Kokas adalah batu bara yang telah diproses (disulingtelah diproses (disuling kering) sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi.

kering) sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. Batu kapur berfungsi untukBatu kapur berfungsi untuk mengikat bahan-bahan yang tidak diperlukan.

mengikat bahan-bahan yang tidak diperlukan.

Proses pada

Proses padadapur tinggidapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke adalah dengan meniupkan udara panas ke dalam dapurdalam dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur kurang lebih 2000 C. Cairan besi tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur kurang lebih 2000 C. Cairan besi

(2)

dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-lahan dan selanjutnya dituang ke kereta khusus. Hasil ini disebut besi kasar, yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi baja.

B.Proses Pembuatan Baja

Besi kasar dari hasil proses dapur tinggi, kemudian diproses lanjut untuk dijadikan berbagai jenis baja.

Ada beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi baja :

1. Dapur Baja Oksigen (Proses Bassemer)

Pada dapur baja oksigen dilakukan proses lanjutan dari besi kasar menjadi baja, yakni dengan membuang sebagian besar karbon dan kotoran-kotoran

(menghilangkan bahan-bahan yang tidak diperlukan) yang masih ada pada besi kasar. Ke dalam dapur dimasukkan besi bekas, kemudian baru besi kasar, tapi sebagian fabrik baja banyak yang langsung dari dapur tinggi, sehingga masih dalam keadaan cair langsung disalurkan ke dapur Oksigen.

Kemudian, udara (oksigen) yang didinginkan dengan air dan kecepatan tinggi ditiupkan ke cairan logam. Ini akan bereaksi dengan cepat antara karbon dan

kotoran-kotoran lain yang akan membentuk terak yang mengapung pada permukaan cairan.

Dapur dimiringkan, maka cairan logam akan keluar melalui saluran yang kemudian ditampung dalam kereta-kereta tuang.

Untuk mendapatkan spesifikasi baja tertentu, maka ditambahkan campuran lain sebagai bahan paduan. Hasil penuangan ini dapat langsung dilanjutkan dengan proses pengerolan untuk mendapatkan bentuk/profil yang diinginkan.

2. Dapur Baja Terbuka (Siemens Martin)

Sama halnya dengan Dapur Baja Oksigen, maka dapur baja terbuka (Siemens Martin)  juga merupakan dapur yang digunakan untuk memproses besi kasar menjadi baja.

(3)

Dapur ini dapat menampung baja cair lebih dari 100 ton dengan proses mencapai temperatur + 1600oC; wadah besar serta berdinding yang sangat kuat dan landai.

Proses pembuatan dengan dapur ini adalah proses oksidasi kotoran yang terdapat pada bijih besi sehingga menjadi terak yang mengapung pada permukaan baja cair. Oksigen langsung disalurkan kedalam cairan logam melalui tutup atas. Apa bila selesai tiap proses, maka tutup atas dibuka dan cairan baja disalurkan untuk proses selanjutnya untuk dijadikan bermacam-macam jenis baja.

3. Dapur Baja Listrik

Panas yang dibutuhkan untuk pencairan baja adalah berasal arus listrik yang disalurkan dengan tiga buah elektroda karbon dan dimasukkan/diturunkan mendekati dasar dapur. Penggunaan arus listrik untuk pemanasan tidak akan

mempengaruhi atau mengkontaminasi cairan logam, sehingga proses dengan dapur baja listrik merupakan salah satu proses yang terbaik untuk menghasilkan baja

berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel).

Dalam proses pembuatan, bahan-bahan yang dimasukkan adalah bahan-bahan yang benar-benar diperlukan dan besi bekas. Setelah bahan-bahan dimasukkan, maka elektroda-elektroda listrik akan memanaskan bahan dengan panas yang sangat tinggi (+ 7000oC), sehingga besi bekas dan bahan-bahan lain yang dimasukkan dengan cepat dapat mencair.

Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja tahan karat) dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap untuk d ituang.

C.Proses Pembentukan dan Bentuk-bentuk Produk Baja

Pembentukan baja adalah tahap lanjutan dari proses pengolahan baja dengan berbagai jenis dapur baja.

Baja yang telah cair dan ditambah dengan campuran lain (sesuai dengan

kebutuhan/sifat-sifat baja yang diinginkan) dituang ke dalam cetakan yang berlubang dan didinginkan sehingga menjadi padat. Batangan baja yang masih panas dan

(4)

bentuk kotak serta dijaga panasnya dengan temperatur 1100oC - 1300oC menggunakan bahan bakar gas atau minyak.

Penyimpanan tersebut adalah untuk meratakan suhu sebelum dilakukan proses pembentukan atau pengerolan.

Proses pembentukan produk bajadilakukan dengan beberapa tahapan:

1. Proses Pengerolan Awal

Proses ini adalah dengan cara melewatkan baja batangan diantara rol-rol yang berputar sehingga baja batangan tersebut menjadi lebih tipis dan memanjang.

Proses pengerolan awal ini dimaksudkan agar struktur logam (baja) menjadi merata, lebih kuat dan liat, disamping membentuk sesuai ukuran yang diinginkan, seperti pelat tebal (bloom), batangan (billet) atau pelat (slab).

2. Proses Pengerolan Lanjut

Proses ini adalah untuk merubah bentuk dasar pelat tebal, batangan menjadi bentuk lembaran, besi konstruksi (profil), kanal ataupun rel.

Ada tiga jenis pengerolan lanjut :

• Pengerolan bentuk struktur/konstruksi

• Pengerolan bentuk besi beton, strip dan profil • Pengerolan bentuk (pelat).

a. Bentuk Struktur

Pengerolan bentuk struktur/profiil adalah lanjutan pengerjaan dari pelat lembaran tebal (hasil pengerolan awal) yang kemudian secara paksa melewati beberapa tingkat pengerolan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang diperlukan.

b. Bentuk Strip, Besi Beton dan Profil

Proses pembentukan ini tidak dilakukan langsung dari pelat tebal, tetapi harus dibentuk dulu menjadi batangan, kemudian dirol secara terus menerus dengan beberapa tingkatan rol dalam satu arah. Adapun hasil pengerolan adalah berbagai bentuk, yaitu : penampang bulat, bujur sangkar, segi-6, strip atau siku dan lain-lain sebagainya sesuai dengan disain rolnya.

(5)

c. Bentuk Lembaran (Pelat)

Pengerolan bentuk pelat akan menghasilkan baja lembaran tipis dengan cara memanaskan terlebih dahulu baja batangan kemudian didorong untuk melewati beberapa tingkat rol sampai ukuran yang diinginkan tercapai.

proses pengolahan biji besi

05.42 | Diposkan oleh nichael_sbaztian | BIJIH LATERIT

Pendahuluan

Besi dan baja sampai saat ini menduduki peringkat pertama logam yang paling banyak penggunaanya, besi dan baja mempunyai kandungan unsur utama yang sama yaitu Fe, hanya kadar karbon-lah yang membedakan besi dan baja.

Besi dan baja diperoleh dari hasil pengolahan bijih besi menjadi besi kasar untuk selanjutnya diolah menjadi besi atau baja. Pada uraian ini akan diberikan pemaparan tentang pengolahan oksida besi atau bijih besi Hematite (70% Fe), Magnetite (72% Fe) dan Limonite (60% Fe) bijih besi menjadi besi danbaja.

PROSES PENGOLAHAN BESI DAN BAJA Pengolahan Besi Kasar

Pengolahan Besi Tuang Pengolahan Baja

Biji besi terdiri atas oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi sendiri biasanya didapatkan dalam bentuk magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), goethit, limonit atau siderit. Bijih besi biasanya kaya akan besi oksida dan beragam dalam hal warna, dari kelabu tua, kuning muda, ungu tua, hingga merah karat. Saat ini, cadangan biji besi nampak banyak, namun seiring dengan bertambahnya penggunaan besi secara eksponensial berkelanjutan, cadangan ini mulai berkurang, karena jumlahnya tetap. Sebagai contoh, Lester Brown dari Worldwatch Institute telah memperkirakan bahwa bijih besi bisa habis dalam waktu 64 tahun berdasarkan pada ekstrapolasi konservatif dari 2% pertumbuhan per tahun.

Potensi Biji Besi di Kalimantan Tengah

Biji besi mempunyai 2 tipe yaitu magnetis dan kolovial, biji besi tipe magnetis

dijumpai didaerah Kabupaten Lamandau, sedangkan tipe kolovial dijum pai didaerah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Tipe magnetis terdiri dari hematite dan pegmatite, sedangkan tipe kolovial terdiri dari limonit dan Ilmenite.

Eksplorasi bijih besi

Penyelidikan umum dan eksplorasi bijih besi di Indonesia sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak, sehingga diperlukan penyusunan pedoman teknis dalam eksplorasi bijih besi. Pedoman dimaksudkan sebagai bahan acuan berbagai pihak

(6)

dalam melakukan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi bijih be si primer, agar ada kesamaan dalam melakukan kegiatan tersebut diatas sampai pelaporan.

Tata cara eksplorasi bijih besi primer meliputi urutan kegiatan eksplorasi sebelum pekerjaan lapangan, saat pekerjaan lapangan dan setelah pekerjaan lapangan. Kegiatan sebelum pekerjaan lapangan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai prospek cebakan bijih besi primer, meliputi studi literatur dan

penginderaan jarak jauh. Penyediaan peralatan antara lain peta topografi, peta geologi, alat pemboran inti, alat ukur topografi, palu dan kompas geologi, loupe, magnetic pen, GPS, pita ukur, alat gali, magnetometer, kappameter dan peralatan geofisika.

Kegiatan pekerjaan lapangan yang dilakukan adalah penyelidikan geologi meliputi pemetaan; pembuatan paritan dan sumur uji, pengukuran topografi, survei geofisika dan pemboran inti.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...