PENYAKIT DEGENERATIF DAN
TATA LAKSANA GIZI PADA USIA
LANJUT
OLEH :
dr. Resyana Widyayani
PENDAHULUAN
• Semua makhluk hidup mengalami proses menua
•
Menua :
Proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan
jaringan untuk memperbaiki diri / mengganti diri dan
mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga
tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan
memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides,
1994)
Konsep “Menua sehat”
Sel
Jaringan
Organ
Lingkungan
Gaya hidup
Penuaan dari dalam
Menua sehat/
Lansia aktif
Faktor luar
Model MENUA SEHAT dengan faktor-faktornya
(Boedhi-Darmojo, 1999, 2001)
Morfologi Fungsi
Keseluruhan -Berat badan, tinggi badan dan kadar air badan total menurun -Ratio lemak dan massa tubuh
meningkat
Kulit -Kerutan meningkat -Atrofi kelenjar keringat
Kardiovaskuler -Elongasio aorta dan arteri berbelok- belok
-Peningkatan keketebalan intima arteri
-Peninbgkatan fibrosis media arteri -Penurunan rata-rata hipertrofi
jantung
-Sklerosis katup jantung
-Penurunan cardiac output -Penurunan respon detak jantung terhadap stress -Penurunan compliance pembuluh darah perifer
Morfologi Fungsi
Ginjal -Peningkatan jumlah glomerulus abnormal
-Penurunan bersihan kreatinin
-Penurunan aliran darah ginjal
-Penurunan osmolalitas urin maksimum
Paru-paru -Penurunan elastisitas -Penurunan aktifitas silia
-Penurunan kapasitas vital
-Penurunan ambilan oksigen maksimal -Penurunan reflek batuk
Traktus gastrointestinal -Penurunan asam lambung -Penurunan aliran air liur
-Berkurangnya papil rasa lidah
PERUBAHAN AKIBAT PROSES MENUA (con’t)
( Kane et al, 1999)
Morfologi Fungsi
Tulang -Osteoartritis
-Kehilangan substansi tulang
Mata -Arkus senilis
-Penurunan ukuran pupil -Lensa menjadi kaku
-Penurunan akomodasi -Hiperopia -Penurunan ketajaman -Penurunan sensitifitas warna -Penurunan persepsi dalam
Pendengaran -Perubahan degeneratif tulang telinga -Peningkatan obstruksi tuba Eustachii -Atrofi saluran telinga luar
-Atrofi sel rambut koklear
-Hilangnya saraf pendengaran
-Penurunan persepsi
terhadap frekwensi tinggi -Penurunan membedakan
nada
Sistem imun -Penuruna aktifitas sel T
PERUBAHAN AKIBAT PROSES MENUA (con’t)
( Kane et al, 1999)
Morfologi Fungsi
Sistem saraf -Penurunan berat otak
-Penurunan jumlah sel kortek
-Peningkatan waktu respon motorik -Perlambatan penampilan psikomotor -Penurunan penampilan intelektual -Penurunan pembelajaran -Penurunan jam tidur
-Penurunan jam tidur REM
Endokrin -Penurunan T3
-Penurunan testosterone bebas -Peningkatan insulin
-Peningkatan norepinefrin -Peningkatan parathormon -Peningkatan vasopresin
PERUBAHAN AKIBAT PROSES MENUA (con’t)
( Kane et al, 1999)
Menurut Stieglitz (1954) penyakit-penyakit yang
banyak terdapat pada lanjut usia adalah :
• Penyakit kardio-vaskuler
• Penyakit endokrin dan metabolik
• Penyakit tulang dan sendi
EFEK PENUAAN YANG TERKAIT
DENGAN PERUBAHAN SELERA MAKAN
LANSIA
• SENSITIFITAS INDERA PEMBAU DAN PERASA
•KESEHATAN GIZI
•PENURUNAN PRODUKSI AIR LIUR •PENYAKIT YANG DIDERITA
FAKTOR YANG TERKAIT DG
KEBUTUHAN GIZI LANSIA
AKTIVITAS FISIK
KEMUDURAN BIOLOGIS
PENGOBATAN
DEPRESI DAN KONDISI
MENTAL
PENYAKIT
Faktor risiko dan penyakit degeneratif (FR harus dihindari/dihilangkan sedini mungkin supaya lebih berhasil) - Boedhi-Darmojo, Orasi, 6 Januari 2001,
Sidang Konsorsium Ilmu Kesehatan (KDK) 2000.
Tekanan darah Merokok
Dyslipidemia
Makanan kurang baik Gula darah
Kepribadian/ Stres Aktifitas fisik kurang Alkohol Lingkungan Kesehatan gi-lut Penyakit jantung Stroke Hipertensi Dementia Diabetes Mellitus Kanker Osteoporosis Penyakit Liver Gagal ginjal
Penyakit sal. nafas
CORE
PENYAKIT KARDIO-VASKULER
Gangguan peredaran darah otak :
• TIA (Transient Ischaemic Attack)
• RIND (Reversible Ischaemic Neurologic Deficite)
• Stroke Non Perdarahan
• Stroke Perdarahan
• Infark lacunare
Gangguan peredaran darah di jantung :
• Angina pektoris
TATA LAKSANA GIZI JANTUNG
KORONER
SUMBER ANTI
OKSIDAN
SUMBER VIT B6
TINGGI AS FOLAT
SUMBER OMEGA 3
SUMBER FLAVONOID
MINYAK ZAITUN
BAWANG PUTIH &
TOMAT MASAK
HINDARI:
MEROKOK
MAKANAN BERGARAM
KOPI
MIUMAN BERALKOHOL
Diabetes mellitus
PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLIK
Bukan
DM
Belum pasti
DM
DM
Glukosa darah sewaktu
(mg/dl)
Plasma
Vena
< 110
110 - 199
≥ 200
Darah
Kapiler
<90
90 - 199
≥ 200
Glukosa darah puasa
(mg/dl)
Plasma
Vena
< 110
110 - 125
≥ 126
Darah
Kapiler
< 90
90 - 109
≥ 110
Baik
Sedang
Buruk
Glukosa darah puasa (mg/dl)
80 - 109
110 – 125
≥ 126
Glukosa darah 2 jam (mg/dl)
80 - 144
145 – 179
≥ 180
HbA1C
<6,5
6,5 – 8
8
Kolesterol total (mg/dl)
< 200
200 – 239
≥ 240
Kolesterol LDL (mg/dl)
< 100
100 – 129
≥ 130
Kolesterol HDL (mg/dl)
45
Trigliserida (mg/dl)
< 150
150 – 199
≥ 200
Indeks Massa Tubuh (Kg/m
2) 18,5 – 22,9
23 – 25
25
Tekanan darah (mmHg)
< 130 / 80 130 – 140 / 80 - 90 > 140 / 90
TATA LAKSANA GIZI DIABETES
MELLITUS
MAKANAN YG MENGUNTUNGKAN:
SUMBER SERAT : SEREALIA, KAC2 AN, LABU, JAGUNG, SAYURAN
BAWANG BOMBAY
SBR CHROMIUM : BROKOLI, BUNGA KOL, TIRAM,KAC2 AN, JAMUR, SERE
SUMBER AS LEMAK OMEGA 3.
BERBAGI JENIS IKAN LAUT (CUCUT, TERI, TENGIRI,MINYAK IKAN
HIPERTENSI
Klasifikasi Hipertensi (JNC 7)
Klasifikasi
tekanan darah
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
< 120
atau
< 80
Prehipertensi
120 - 139
atau
80 – 89
Hipertensi stage 1
140 - 159
atau
90 – 99
Hipertensi stage 2
≥ 160
atau
≥ 100
TATA LAKSANA GIZI HIPERTENSI
SUMBER VIT C
SUMBER KALIUM
TINGGI SERAT
SUMBER OMEGA 3
SUMBER CALSIUM
MINYAK ZAITUN
BAWANG PUTIH &
BAWANG BOMBAY,
SELDRI
WASPADAI:
MAKANAN KALENG
MAKANAN BERLEMAK
KOPI
MIUMAN BERALKOHOL
OLAH RAGA UNTUK
USIA LANJUT
Keropos tulang
• Masalah kesehatan
(kurang disadari)
Osteoporosis merupakan masalah yang sangat
penting, terutama bagi lansia, Jika tidak dikelola
dengan baik maka akan menurunkan kualitas
hidup.
(Osteoporosis Senilis)
WHO : Pada usia 50 tahun : 1 dari 4 wanita dan 1
dari 8 Pria menderita Osteoporosis
Untuk menghindari Osteoporosis-Gaya hidup
mencapai “Peak Bone Mass” (puncak kepadatan
massa tulang) pada usia 25-30 th.
OSTEOPOROSIS
“Silent disease” / “Silent thief”
-- Keberadaan disadari stlh.kondisi
lanjut.
Proses alamiah, tapi bisa dihambat agar
tidak terlalu cepat dan parah.
AHH (life expectancy rate) meningkat,
mortality rate turun-- Juml.Lansia
bertambah.
OLAH RAGA UNTUK “MENCEGAH”
OSTEOPOROSIS
Olah raga memberikan tekanan pada
tulang shg. tulang dipaksa untuk
membangun massa tulang terutama
olahraga pembentukan tulang dengan
latihan beban
Olahraga juga memberikan manfaat untuk
mencegah penyakit kardiovaskuler yang
biasa menjangkiti para lansia.
I. OR yang bisa dilakukan secara teratur :
1.
Lakukan pemanasan dengan senam ringan
selama 5 - 10 menit.
2.
Lakukan latihan melawan gravitasi bumi
seperti jogging, jalan kaki, senam, dansa,
tenis dll, dimulai dengan “low impact”,
yang secara bertahap ditingkatkan menjadi
“high impact”. Lamanya latihan 30 menit.
3. Lakukan senam pendinginan selama
10 – 15 menit.
4. Selesai OR, minumlah air putih dalam jumlah
cukup.
II. REKOMENDASI OLAH RAGA
1.
Frekuensi : 3 – 5 x per minggu
2.
Intensitas : 60 -70 % denyut nadi maksimal tak
lebih dari 85%.
Dimulai dari intensitas rendah, sesuai
kemampuan masing-masing.
DNM = 220 – usia
3. Waktu : 20 – 60 menit (termsk.pemanasan dan
pendinginan).
4. Jenis : Aerobik (jalan kaki, jogging, renang,
senam, bersepeda)
BERBAGAI JENIS OR. AEROBIK UNTUK
PEMBENTUKAN TULANG
Jenis 1. Lompat tali 2. Lari/jogging 3. Senam aerobik(HI) 4. Senam dingklik 5. Hiking 6. Tenis, squash 7. Volley8. Senam aerobik (LI)
9. Mendayung 10. Jalan kaki 11. Dansa 12. Step machine 13. Bersepeda 14. Berenang 15. Aquarobik Sasaran tulang B.P. (*****) B.P. (*****) B.P. (****) B.P. (****) B.P. (****) B.P.T. (****) B.P.T. (****) B.P. (***) B. (***) B.P. (***) B.P. (**) B.P. (**) B.P. (*) P (*) B.P. (*)