AGENDA RUPS LUAR BIASA
& RUPS INDEPENDEN
AGENDA RUPS LUAR BIASA
1. Persetujuan pengangkatan Direktur Perseroan dan Komisaris Independen Perseroan;
2. Persetujuan dan pengesahan rencana refinancing atas utang Perseroan yang sudah ada sejak Desember 2016 yang pada saat ini sisanya berjumlah sebesar ±Rp305.000.000.000,00 (lebih kurang tiga ratus lima miliar Rupiah) sebagaimana telah disampaikan dalam prospektus pada saat Perseroan pertama kali melakukan penawaran umum perdana saham dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 5 Oktober 2018;
3. Persetujuan pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2017 berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 95 Tahun 2015 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha di Indonesia; dan
4. Persetujuan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan RUPSLB termasuk persetujuan RUPSLB yang membutuhkan persetujuan pemegang saham independen, yaitu:
a. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menuangkan setiap keputusan dalam RUPSLB ini ke dalam akta pernyataan keputusan rapat, menyampaikannya kepada pejabat berwenang, membuat laporan, memberikan keterangan dan melakukan Tindakan hukum lainnya yang diperlukan berkenaan dengan isi setiap keputusan RUPSLB dimaksud guna memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, tanpa terkecuali; dan
b. Menetapkan bahwa semua keputusan yang ditetapkan dan disetujui dalam RUPSLB ini berlaku terhitung sejak ditutupnya RUPSLB ini.
AGENDA RUPS INDEPENDEN
1. Persetujuan novasi piutang PT Super Capital Indonesia di PT Energy Mina Abadi kepada Perseroan;
2. Persetujuan atas utang Perseroan kepada PT Super Capital Indonesia sebagai akibat dari novasi piutang sebagaimana dimaksudkan dalam agenda 1 di atas serta pelunasan utang oleh Perseroan kepada PT Super Capital Indonesia;
3. Persetujuan konversi piutang Perseroan kepada PT Energy Mina Abadi menjadi saham Perseroan di PT Energy Mina Abadi; dan
4. Persetujuan untuk mengesahkan laporan penilai independen atas transaksi novasi dan transaksi konversi oleh Perseroan.
AGENDA
PERTAMA RUPS LUAR BIASA
Persetujuan pengangkatan Direktur dan Komisaris Perseroan
AGENDA PERTAMA RUPS LUAR BIASA
• Sehubungan dengan berpulangnya Bapak Erie Suhaeri, Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk mengangkat Bapak Sammy Lalamentik sebagai Komisaris Independen untuk periode sampai 28 Juni 2023.
• Selain itu sehubungan dengan surat kepada Perseroan dari Tokyo Gas Asia Pte. Ltd sebagai pemegang 33,4% saham Perseroan mengenai usulan pengangkatan Direktur dan Komisaris, diusulkan dalam Rapat untuk mengangkat Bapak Keisuke Ito sebagai Direktur Perseroan dan Bapak Yo Endo sebagai Komisaris Perseroan untuk masa jabatan 5 tahun sampai dengan 21 Desember 2025.
• Riwayat singkat kandidat Dewan Komisaris dan Direksi telah
disampaikan dalam situs web Perseroan
(www.superenergy.co.id).
MANAJEMEN PERSEROAN SURE
DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama : RHEZA R. R. SUSANTO
Komisaris : RULIFF R. S. SUSANTO
Komisaris : YO ENDO
Komisaris Independen : SAMMY LALAMENTIK DIREKSI
Direktur Utama : AGUSTUS SANI NUGROHO
Direktur : IWAN GOGO B. P. PANJAITAN
Direktur : ANDREAS SUGIHARDJO TJENDANA
Direktur : KEISUKE ITO
Susunan Pengurus Perseroan yang baru selanjutnya menjadi sebagai berikut:
AGENDA KEDUA RUPS
LUAR BIASA
Persetujuan dan pengesahan rencana refinancing atas utang Perseroan yang sudah ada sejak Desember 2016 yang pada saat ini sisanya berjumlah sebesar ±Rp305.000.000.000,00 (lebih kurang tiga ratus lima miliar Rupiah) sebagaimana telah disampaikan dalam prospektus pada saat Perseroan pertama kali melakukan penawaran umum perdana saham dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 5 Oktober 2018.
AGENDA KEDUA RUPS LUAR BIASA
• Sebelumnya Perseroan memiliki utang kepada United Orient Capital Pte. Ltd. (“UOC”) sejak 14 Desember 2016 berdasarkan Perjanjian Pinjaman Mezzanine beserta perubahan-perubahannya jo. Perjanjian Novasi tanggal 4 Januari 2017, yang pada awalnya berjumlah sebesar USD23.000.000 (dua puluh tiga juta Dollar Amerika Serikat) sebagaimana telah diuraikan dalam prospektus saat Perseroan pertama kali IPO dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 5 Oktober 2018.
• Utang tersebut telah berkurang jumlahnya sesuai dengan cicilan yang sudah dilakukan dan diperpanjang oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (“PPA”) pada tanggal 6 Desember 2019 berdasarkan Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman Modal Kerja beserta perubahan-perubahannya, sebagai kreditur atas utang tersebut.
• Perseroan bermaksud memperpanjang sisa utang tersebut yang pada saat ini berjumlah
±Rp305.000.000.000,00 (lebih kurang tiga ratus lima miliar Rupiah) dengan menerbitkan Medium Term Notes sebesar maksimal Rp310.000.000.000,00 agar memperoleh pembiayaan yang lebih murah (suku bunga yang lebih ringan) dan jangka waktu yang lebih panjang.
• Perseroan kedepannya bermaksud untuk melakukan refinancing kembali atas utang tersebut agar dapat diperoleh pembiayaan yang lebih baik lagi bagi Perseroan.
AGENDA KEDUA RUPS LUAR BIASA
• Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk mengesahkan utang Perseroan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) berdasarkan Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman Modal Kerja tertanggal 6 Desember 2019 beserta perubahan-perubahannya
• Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk menyetujui rencana refinancing atas utang entitas anak Perseroan, PT Gasuma Federal Indonesia kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) tersebut dengan sisa utang berjumlah sebesar
±Rp305.000.000.000,00 dengan penerbitan Medium Term
Notes oleh Perseroan sebesar maksimal
Rp310.000.000.000,00.
AGENDA
KETIGA RUPS LUAR BIASA
Persetujuan pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2017 berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 95 Tahun 2015 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha di Indonesia
AGENDA KETIGA RUPS LUAR BIASA
• Perseroan bermaksud untuk menambah bidang usaha yang sejalan dengan kegiatan usaha yang sudah ada sekarang khususnya untuk bergerak di bidang energi terbarukan.
• Oleh karena itu Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk menyetujui pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Maksud dan Tujuan Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2017 berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala BPS Nomor 95 Tahun 2015 tentang KBLI.
AGENDA
KEEMPAT RUPS LUAR BIASA
Persetujuan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan RUPSLB termasuk persetujuan RUPSLB yang membutuhkan persetujuan pemegang saham independen.
AGENDA KEEMPAT RUPS LUAR BIASA
Merujuk pada keputusan-keputusan Rapat sebagaimana telah diputuskan pada Agenda Pertama sampai dengan Ketiga, maka diusulkan untuk memberikan persetujuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan RUPSLB termasuk persetujuan RUPSLB yang membutuhkan persetujuan pemegang saham independen, yaitu:
a. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menuangkan setiap keputusan dalam RUPSLB ini ke dalam akta pernyataan keputusan rapat, menyampaikannya kepada pejabat berwenang, membuat laporan, memberikan keterangan dan melakukan tindakan hukum lainnya yang diperlukan berkenaan dengan isi setiap keputusan RUPSLB dimaksud guna memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, tanpa terkecuali: dan
b. Menetapkan bahwa semua keputusan yang ditetapkan dan disetujui dalam RUPSLB ini berlaku terhitung sejak ditutupnya RUPSLB ini.
AGENDA
PERTAMA RUPS INDEPENDEN
Persetujuan novasi piutang PT Super Capital Indonesia di PT Energy Mina Abadi kepada Perseroan
AGENDA PERTAMA RUPS INDEPENDEN
• PT Energy Mina Abadi (“EMA”), anak perusahaan terkendali langsung oleh Perseroan memiliki utang kepada pemegang saham Perseroan, yaitu PT Super Capital Indonesia (“SCI”) berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 022/PP/SCI-STP/IX/17 tanggal 20 September 2017 sebagaimana telah diubah dalam Amandemen Perjanjian Pinjaman No. 055/ADD/SCI- EMA/XI/20 tanggal 5 November 2020 antara EMA dan SCI yang per 30 Juni 2020 nilainya sebesar Rp76.738.880.662,00 (pokok termasuk akrual bunga), dengan bunga 7,5% per tahun yang efektif per 1 Juli 2020, dan jatuh tempo pada 20 September 2030 (“Perjanjian Pinjaman”).
• Sehubungan dengan Perjanjian Pinjaman tersebut, SCI bermaksud menovasikan piutangnya di EMA kepada Perseroan sebesar Rp74.700.000.000,00 dan sisa utangnya akan dibayarkan oleh EMA kepada SCI.
AGENDA PERTAMA RUPS INDEPENDEN
• Setelah dilaksanakan novasi, EMA yang semula berutang kepada SCI menjadi berutang kepada Perseroan.
• Transaksi novasi piutang ini merupakan transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020 dan transaksi material POJK 17/2020.
• Transaksi ini material karena nilainya lebih besar dari 50% ekuitas Perseroan dan oleh karenanya memerlukan persetujuan pemegang saham independent sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) huruf d jo. Pasal 14 POJK 17/2020.
• Adapun sifat hubungan afiliasi antara Perseroan, SCI dan EMA adalah sebagai berikut:
1. SCI merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan sebesar 64,1%;
dan
2. EMA merupakan anak perusahaan Perseroan dimana Perseroan saat ini sebagai pemegang saham seri B sebesar 81,5% di EMA.
AGENDA PERTAMA RUPS INDEPENDEN
• Rencana transaksi novasi piutang ini telah dilakukan penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik Endang, Syarif dan Rekan (“KJPP SER”).
• Berdasarkan Laporan KJPP SER No. 00028/2.0113- 03/BS/02/0340/1/XI/2020 tanggal 13 November 2020, rencana transaksi novasi piutang SCI terhadap EMA kepada Perseroan ini adalah wajar.
• Oleh karena itu, Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk
menyetujui novasi piutang PT Super Capital Indonesia
sebesar Rp74.700.000.000,00 di PT Energy Mina Abadi
kepada Perseroan.
AGENDA KEDUA RUPS INDEPENDEN
Persetujuan atas utang Perseroan kepada PT Super Capital Indonesia sebagai akibat dari novasi piutang sebagaimana dimaksud dalam agenda 1 di atas serta pelunasan utang oleh Perseroan kepada PT Super Capital Indonesia
AGENDA KEDUA RUPS INDEPENDEN
• Sebagai akibat dari novasi piutang SCI kepada Perseroan, maka Perseroan akan memiliki utang kepada SCI yang akan dituangkan dalam suatu perjanjian utang-piutang antara SCI dan Perseroan dengan nilai dan ketentuan yang sama dengan Perjanjian Pinjaman antara SCI dan EMA.
• Nilai dari utang ini adalah sebesar Rp74.700.000.000,00, dengan bunga 7,5% per tahun, dengan jangka waktu 10 tahun.
• Utang Perseroan kepada SCI ini merupakan Transaksi Afiliasi sebagai dimaksud POJK 42/2020 & karena nilainya lebih dari 50%
ekuitas Perseroan, maka transaksi ini juga merupakan Transaksi Material yang memerlukan persetujuan sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) huruf d jo. Pasal 14 POJK 17/2020.
AGENDA KEDUA RUPS INDEPENDEN
• Oleh karena itu, Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk
menyetujui utang Perseroan kepada PT Super Capital
Indonesia sebagai akibat dari novasi piutang sebesar
Rp74.700.000.000,00 dengan bunga 7,5% per tahun dengan
jangka waktu 10 tahun serta pelunasan utang Perseroan
kepada PT Super Capital Indonesia tersebut sesuai dengan
perjanjian yang akan dibuat antara PT Super Capital
Indonesia dan Perseroan.
AGENDA
KETIGA RUPS INDEPENDEN
Persetujuan konversi piutang Perseroan kepada PT Energy Mina Abadi menjadi saham Perseroan di PT Energy Mina Abadi
AGENDA KETIGA RUPS INDEPENDEN
• Setelah terjadinya novasi piutang SCI di EMA kepada Perseroan, Perseroan bermaksud untuk mengkonversi piutang Perseroan kepada EMA menjadi saham di EMA.
• Transaksi konversi piutang ini merupakan transaksi afiliasi dan material.
• Adapun sifat hubungan afiliasi Perseroan dan EMA adalah EMA merupakan anak perusahanan Perseroan dimana Perseroan merupakan pemegang saham seri B sebesar 81,5% di EMA.
• Transaksi ini material karena nilainya lebih besar dari 50% ekuitas Perseroan dan oleh karenanya memerlukan persetujuan pemegang saham independen sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) huruf d jo. Pasal 14 POJK 17/2020.
AGENDA KETIGA RUPS INDEPENDEN
• Mengingat transaksi ini adalah afiliasi dan material sebagaimana disebutkan sebelumnya, maka pelaksanaannya membutuhkan persetujuan pemegang saham independen sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (1) huruf d jo. Pasal 14 jo. Pasal 33 POJK 17/2020.
• Transaksi ini juga telah dinilai oleh KJPP SER, dimana berdasarkan Laporan KJPP SER No. 00028/2.0113-03/BS/02/0340/1/XI/2020 tanggal 13 November 2020, rencana transaksi konversi piutang Perseroan menjadi saham di EMA ini adalah wajar.
• Dengan dilaksanakannya konversi piutang Perseroan menjadi saham di EMA, maka EMA akan menerbitkan lagi saham seri B yang seluruhnya akan diambil oleh Perseroan dengan konversi tersebut.
AGENDA KETIGA RUPS INDEPENDEN
• Rincian rencana perubahan modal EMA selanjutnya adalah sebagai berikut:
A. Modal Dasar: Rp3.500.000.000.577,00
B. Modal Ditempatkan dan Disetor dengan rincian sebagai berikut:
Lembar Saham
Nilai Nominal
Nilai (Rp) Persentase Kepemilikan
(%) Perseroan (Saham Seri B) 721.861.632 684 493.753.356.288 82%
Tokyo Gas Asia Pte. Ltd. (Saham Seri A) 153.537.569 3.191 505.893.382.679 18%
Total 880.399.201 - 999.646.738.967 100%
AGENDA KETIGA RUPS INDEPENDEN
Setelah dilaksanakan konversi piutang menjadi saham di EMA,
susunan pemegang saham EMA selanjutnya akan menjadi
sebagai berikut:
AGENDA KETIGA RUPS INDEPENDEN
• Oleh karena itu, Perseroan mengusulkan dalam Rapat untuk
menyetujui konversi piutang Perseroan kepada PT Energy
Mina Abadi sebesar Rp74.700.000.000,00 menjadi saham
Perseroan di PT Energy Mina Abadi.
AGENDA
KEEMPAT RUPS INDEPENDEN
Persetujuan untuk mengesahkan laporan penilai independen atas transaksi novasi dan transaksi konversi oleh Perseroan