• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

43

Universitas Kristen Petra 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1 Gambaran perusahaan

Yung Ho Restaurant merupakan suatu bisnis di bidang rumah makan dan dimiliki secara pribadi. Pemilik dari Yung Ho restaurant bernama Poegoeh Soegiono. Di Surabaya, restoran Yung Ho terdapat di jalan HR. Muhammad no 383. Pemilik restoran ini membeli lisensi dari restoran yang ada di Taipei, Taiwan dengan penggunaan nama merek dan konsep makanan Chinese food yang disajikan secara fresh. Merek tersebut saat ini di Indonesia telah memiliki hak paten atas nama pemilik. Restoran yang bergerak di bidang masakan chinese food ini memiliki konsep yang berbeda dengan restoran – restoran chinese food biasanya. Yung Ho restaurant menyajkan makanan dengan segar di lemari saji dan makanan tersebut dipesan oleh pelanggan dengan porsi yang sesuai. Menu yang diunggulkan oleh restoran ini adalah bubur Taiwan dan sari kedelai yang juga merupakan favoirt pelanggan. Restoran Yung Ho memiliki jam operasional mulai pukul 07.00- 01.30. Pada hari Sabtu bisa buka sampai 02.30. Kemudahan dalam memilih makanan, menu makanan yang sehat, dan jam operasional yang fleksibel merupakan suatu kelebihan dari Yung Ho restaurant dibandingkan restoran – restoran Chinese food lainnya.

Karyawan restoran Yung Ho bekerja dengan sistem Shift atau pembagian jam kerja, yaitu shift 1 untuk pengoperasian pukul 07.00 – 16.30 dan shift 2 untuk pengoperasian pukul 16.30 – 01.30.

Visi dari Yung Ho restaurant adalah menjadi restoran Choinese food yang fleksibel dapat memenuhi segala keinginan pelanggan. Misi dari restoran Yung Ho adalah menyajikan restoran dengan segala kemudahan dan pelayanan yang memuaskan.

4.1.2. Sejarah Perusahaan

Yung Ho pertama kali buka pada tahun 1996 di Jakarta Indonesia . Restoran tersebut tutup dikarenakan adanya kerusuhan pada tahun 1998 yang

(2)

44

Universitas Kristen Petra menimpa kota Jakarta. Pada tahun 2003 Yung Ho Restaurant buka kembali di kota Surabaya yang berlokasi di jalan Simpang Dukuh (Andhika Plaza lantai 1).

Kemudian pada tahun 2005, Yung Ho membuka cabang yang terletak di Mayjen Sungkono, Food Garden (pertokoan Sea Master), Surabaya. Pada tahun 2008 Yung Ho Restaurant mmembuka cabang lagi yang berlokasi di jalan HR.

Muhammad 383 ,Surabaya. Pada tahun 2009 membuka cabang baru lagi yang berlokasi di jalan Manyar Kertoarjo

4.2. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1. Uji validitas

Validitas menunjukkan kemampuan sebuah indikator dalam mengukur suatu konsep. Untuk mengetahui validitas di dalam penelitian ini digunakan korelasi pearson dengan kriteria jika korelasi pearson antara masing-masing pertanyaan dengan skor total menghasilkan nilai signifikansi r Pearson < 0.05 (α=5%), maka indikator tersebut bisa dikatakan valid. Pengujian validitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0. Berikut adalah hasil dari pengujian validitas indikator pertanyaan pada penelitian ini:

Tabel 4.1. Uji Validitas

Variabel Indikator r Pearson Signifikansi Keterangan

Service Quality (X1)

X1.1.1 0.518 0.000 Valid

X1.1.2 0.549 0.000 Valid

X1.1.3 0.542 0.000 Valid

X1.1.4 0.516 0.000 Valid

X1.2.1 0.445 0.000 Valid

X1.2.2 0.469 0.000 Valid

X1.2.3 0.585 0.000 Valid

X1.3.1 0.682 0.000 Valid

X1.3.2 0.683 0.000 Valid

X1.3.3 0.351 0.000 Valid

X1.4.1 0.353 0.000 Valid

(3)

45

Universitas Kristen Petra Variabel Indikator r Pearson Signifikansi Keterangan

X1.4.2 0.309 0.002 Valid

X1.4.3 0.449 0.000 Valid

X1.5.1 0.313 0.001 Valid

X1.5.2 0.312 0.002 Valid

X1.5.3 0.358 0.000 Valid

Food Quality

(X2)

X2.1 0.793 0.000 Valid

X2.2 0.755 0.000 Valid

X2.3 0.684 0.000 Valid

X2.4 0.768 0.000 Valid

X2.5 0.667 0.000 Valid

X2.6 0.680 0.000 Valid

Price (X3)

X3.1 0.615 0.000 Valid

X3.2 0.611 0.000 Valid

X3.3 0.632 0.000 Valid

X3.4 0.641 0.000 Valid

X3.5 0.476 0.000 Valid

X3.6 0.544 0.000 Valid

X3.7 0.534 0.000 Valid

X3.8 0.613 0.000 Valid

Customer Satisfaction

(Y)

Y1.1 0.791 0.000 Valid

Y1.2 0.742 0.000 Valid

Y1.3 0.795 0.000 Valid

Y1.4 0.838 0.000 Valid

Y1.5 0.810 0.000 Valid

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa seluruh item pertanyaan (indikator) pada setiap variabel penelitian menghasilkan nilai signifikansi r Pearson yang lebih kecil dari 0.05 (α=5%), sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa item-item pertanyaan yang mengukur setiap variabel penelitian dapat dinyatakan valid.

(4)

46

Universitas Kristen Petra 4.2.2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan kehandalan instrumen pengukuran. Untuk mengukur reliabilitas digunakan nilai alpha cronbach. Jika nilai alpha cronbach >

0.6, maka item-item pertanyaan yang membentuk variabel penelitian dikatakan reliabel. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 13.0:

Tabel 4.2. Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach

Alpha Keterangan

Service Quality (X1) 0.765 Reliabel

Food Quality (X2) 0.819 Reliabel

Price (X3) 0.723 Reliabel

Customer Satisfaction (Y) 0.852 Reliabel Sumber: Lampiran 2

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa besarnya nilai Cronbach Alpha setiap variabel penelitian nilainya lebih besar dari 0.6, sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuisioner pada penelitian ini dapat dinyatakan memenuhi syarat kehandalan kuisioner.

4.3. Analisa Deskripsi

Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner pada 100 pelanggan di restoran Yung Ho Surabaya. Pada bagian berikut akan dideskripsikan profil responden penelitian serta jawaban responden penelitian mengenai variabel-variabel pada service quality, food quality, dan price dan customer satisfaction:

4.3.1. Profil Responden

Berikut akan dideskripsikan profil responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, frekuensi makan dan minum di luar rumah dalam 3 bulan terakhir serta pengeluaran untuk makan di luar rumah dalam satu bulan:

(5)

47

Universitas Kristen Petra Tabel 4.3. Profil Responden

Profil Frekuensi

Jenis Kelamin Laki-laki 73

Perempuan 27

Usia

< 20 Th 22

21-30 Th 34

31-40 h 28

>40 Th 16

Pekerjaan

Wiraswasta 18

Karyawan 32

PNS 9

Mahasiswa/ Pelajar 32

Lain-lain 9

Pengeluaran per Bulan

< 1.000.000 18

1.000.000-2.000.000 27 2.000.001-3.000.000 37

>3.000.000 18

Sumber. Lampiran 3

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa dari 100 orang pelanggan restoran Yung Ho Surabaya yang menjadi sampel penelitian, mayoritas pelanggan adalah pelanggan dengan jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 73 orang atau 73% dari total 100 orang pelanggan. Pelanggan dengan usia antara 21-30 tahun adalah pelanggan mayoritas pada restoran Yung Ho Surabaya yaitu sebanyak 34 orang (34%) dari total keseluruhan pelanggan, sedangkan pelanggan dengan usia di atas 40 tahun adalah pelanggan minoritas pada restoran Yung Ho Surabaya yaitu sebanyak 16 orang (16%) dari total keseluruhan pelanggan. Pelanggan dengan status mahasiswa/ pelajar serta karyawan perusahaan adalah pelanggan yang paling banyak berkunjung ke restoran Yung Ho Surabaya yaitu dengan total sebanyak 64%. Hal lain yang dapat disimpulkan berdasarkan tabel di atas adalah

(6)

48

Universitas Kristen Petra bahwa sebagian besar pelanggan restoran Yung Ho Surabaya memiliki pengeluaran antara 2-3 juta per bulan.

4.3.2. Deskripsi Jawaban Responden

Pada deskripsi jawaban responden akan dijelaskan jawaban responden mengenai Variabel Service Quality (X1), Food Quality (X2), Price (X3) serta variabel Customer Satisfaction (Y) pada restoran Yung Ho Surabaya. Untuk mengkategorikan rata-rata jawaban responden digunakan interval kelas yang dicari dengan rumus sebagai berikut:

8 . 5 0

1 5 Kelas

Jumlah

Terendah Nilai

Tertinggi Nilai

Kelas

Interval     

Dengan interval kelas 0.8 kemudian disusun kriteria rata-rata jawaban responden yang disajikan pada Tabel di bawah ini:

Tabel 4.4. Kategori Rata-Rata Jawaban Responden

Interval Kategori

4.20 < a =< 5.00 Sangat Setuju (SS) 3.40 < a =< 4.20 Setuju (S)

2.60 < a =< 3.40 Netral (N)

1.80 < a =< 2.60 Tidak Setuju (TS)

1.00 < a =< 1.80 Sangat Tidak Setuju (STS) Sumber: Hasil Perhitungan

Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai variabel Service Quality (X1), Food Quality (X2), Price (X3) dan Customer Satisfaction (Y) di restoran Yung Ho Surabaya:

Tabel 4.5. Deskripsi Jawaban Responden mengenai variabel Service Quality (X1)

Dimensi Indikator Rata-Rata Katagori

Tangibel Perlengkapan restoran seperti meja, kursi, peralatan

makan dan minum yang bersih. 3.80 S

(7)

49

Universitas Kristen Petra

Dimensi Indikator Rata-Rata Katagori

Pakaian yang dikenakan karyawan rapi. 3.66 S

Pemaparan buku menu jelas. 3.60 S

Kemudahan tempat parkir. 3.65 S

Reliability

Produk yang dibuat sesuai dengan pesanan. 4.11 S Waktu yang diperlukan untukmembuat pesanan

cepat. 4.01 S

Nilai struk pembayaran selalu sesuai dengan

produk yang dipesan. 3.61 S

Responsiveness

Karyawan cepat dan tanggap dalam memberikan

pelayanan. 3.46 S

Karyawan bertanggungjawab apabila

terjadikesalahan dalam pemilihan menu makanan. 3.47 S Karyawan membantu konsumen yang ragu dalam

melakukan pemesanan. 3.80 S

Assurance

Karyawan menguasai pengetahuan tentang produk

yang dijual. 3.77 S

Karyawan selalu berbicara dengan sopan kepada

konsumen. 3.72 S

Konsumenmerasaamansaatmelakukantransaksipem

bayarankepadakaryawan. 3.71 S

Emphaty

Karyawan memahami apa yang diinginkan

konsumen 3.86 S

Karyawan mau mendengarkan keluhan konsumen. 3.94 S Karyawan menanggapi keluhan konsumen dengan

baik. 3.96 S

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada variable Service Quality (X1) adalah dengan kategori setuju. Tingkat kepuasan tertinggi dirasakan oleh pelanggan restoran Yung Ho Surabaya pada dimensi Reliability yaitu pada indikator yang berhubungan dengan kesesuaian produk dengan pesanan pelanggan, yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 4.11, sedangkan tingkat kepuasan terendah dirasakan para pelanggan pada dimensi Responsiveness yaitu pada indikator yang berhubungan dengan kecepatan dan sikap tanggap dari karyawan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, yaitu dengan rata-rata sebesar 3.36.

(8)

50

Universitas Kristen Petra Tabel 4.6. Deskripsi Jawaban Responden mengenai variabel Food Quality (X2)

Indikator Rata-Rata Katagori

Kualitas rasa yang enak 3.89 S

Porsi makanan yang sesuai dengan keinginan 3.71 S

Variasi jenis makanan yang bermacam-macam 3.68 S

Cita rasa yang khas dari restoran Yung Ho 3.69 S

Higienitas makanan yang selalu dijaga 3.83 S

Inovasi jenis makanan baru 3.94 S

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada variable Food Quality (X2) adalah dengan kategori setuju. Tingkat kepuasan tertinggi dirasakan oleh pelanggan restoran Yung Ho Surabaya yaitu pada indikator yang berhubungan dengan adanya inovasi jenis makanan baru, yaitu dengan rata-rata sebesar 3.94, sedangkan tingkat kepuasan terendah dirasakan para pelanggan yaitu pada indikator yang berhubungan dengan adanya variasi jenis makanan yang ditawarkan, yaitu dengan rata-rata sebesar 3.68.

Tabel 4.7. Deskripsi Jawaban Responden mengenai variabel Price (X3)

Dimensi Indikator Rata-Rata Katagori

Value is low Price

Harga yang ditawarkan terjangkau. 3.60 S Restoran Yung Ho memberikan diskon pada

setiap pembelian. 3.79 S

Value is Wheatever I

want

Harga yang diberlakukan restoran Yung Ho sesuai dengan porsi dan cita rasa yang disajikan.

3.29 N

Harga yang diberlakukan restoran Yung Ho

sesuai dengan pelayanan yang diberikan 4.12 S

Value Is Quality I get

for

Jika ada tambahan nilai/manfaat pada menu

yang saya pilih,saya bersedia membayar lebih 4.17 S Nilai/manfaat pada pelayanan yang diberikan,

sesuai dengan harga yang diberlakukan 4.12 S

Value is what I get for what

I give

Manfaat yang didapat sesuai dari apa yang

telah dibayarkan 3.96 S

Manfaat yang didapat melebihi dari apa yang

telah dibayarkan 3.96 S

Sumber: Lampiran 3

(9)

51

Universitas Kristen Petra Berdasarkan Tabel 4.7. dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada variable Price (X3) adalah dengan kategori sangat setuju. Tingkat kepuasan tertinggi dirasakan oleh pelanggan restoran Yung Ho Surabaya yaitu pada indikator yang berhubungan dengan anggapan jika ada tambahan nilai/manfaat pada menu yang konumen pilih, konsumen bersedia untuk membayar lebih, yaitu dengan rata-rata sebesar 4.17, sedangkan tingkat kepuasan terendah dirasakan para pelanggan yaitu pada indikator yang berhubungan dengan persepsi kesesuaian antara harga yang diberlakukan restoran Yung Ho dengan porsi dan cita rasa yang disajikan, yaitu dengan rata-rata sebesar 3.29.

Tabel 4.8. Deskripsi Jawaban Responden mengenai variabel Customer Satisfaction

Indikator Rata-Rata Katagori

Konsumen merasa puas dan bersedia untuk terus datang di

restoran Yung Ho. 3.64 S

Konsumen berminat untuk melakukan pembelian ulang di

restoran Yung Ho. 3.66 S

Konsumen berminat untuk merekomendasikan restoran ini

kepada orang lain. 3.61 S

Konsumen berminat untuk datang kembali dengan membawa

teman. 3.46 S

Secara keseluruhan kualitas layanan, produk, dan harga di

restoran Yung Ho sesuai dengan harapan. 3.47 S

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan Tabel 4.8. dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden pada variable Customer Satisfaction (Y) adalah dengan kategori setuju. Tingkat kepuasan tertinggi dirasakan oleh pelanggan restoran Yung Ho Surabaya pada indikator yang berhubungan dengan kecenderungan dari pelanggan untuk melakukan pembelian ulang di restoran Yung Ho Surabaya, yaitu dengan rata-rata sebesar 3.66, sedangkan tingkat kepuasan terendah dirasakan para pelanggan pada indikator yang berhubungan dengan kecenderungan dari pelanggan untuk kembali berkunjung dengan membawa teman, yaitu dengan rata-rata sebesar 3.46.

(10)

52

Universitas Kristen Petra 4.4. Analisa Regresi Linear Berganda

Berikut ini hasil analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh Service Quality (X1), Food Quality (X2), Price (X3) terhadap Customer Satisfaction (Kepuasan Konsumen) (Y) di restoran Yung Ho Surabaya:

Tabel 4.9. Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Model Koefisien

Konstanta -1.753

Service Quality (X1) 0.740

Food Quality (X2) 0.177

Price (X3) 0.482

Sumber: Lampiran 4

Model regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah:

Y = -1.753 + 0.740 X1 + 0.177 X2 + 0.482 X3

4.4.1. Konstanta (b0)

Nilai konstanta adalah sebesar -1.753, artinya jika ketiga variabel bebas yaitu variabel Service Quality, Food Quality dan Price bernilai nol, maka nilai variabel terikat adalah sebesar -1.753. Dengan kata lain jika variabel Service Quality (X1), Food Quality (X2), Price (X3) tidak memberikan pengaruh, maka kepuasan konsumen adalah sebesar -1.753.

4.4.2. Koefisien regresi (bi)

Nilai koefisien regresi variabel Service Quality (X1) adalah sebesar 0.740, artinya jika X1berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.740 dengan anggapan variabel X2 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X1 dan Y, artinya apabila kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak restoran Yung Ho Surabaya semakin baik,

(11)

53

Universitas Kristen Petra maka kepuasan konsumen dari pelanggan akan mengalami peningkatan sebesar 0.740.

Nilai koefisien regresi variabel Food Quality (X2) adalah sebesar 0.177, artinya jika X2berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.177 dengan anggapan variabel X1 dan X3 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X2 dan Y, artinya apabila kualitas makanan dari restoran Yung Ho Surabaya semakin baik, maka kepuasan konsumen dari pelanggan akan mengalami peningkatan sebesar 0.177.

Nilai koefisien regresi variabel Price (X3) adalah sebesar 0.482, artinya jika X3 berubah satu satuan, maka Y akan berubah sebesar 0.482 dengan anggapan variabel X1 dan X2 tetap. Tanda positif pada nilai koefisien regresi melambangkan hubungan yang searah antara X3 dan Y, artinya apabila harga dari restoran Yung Ho Surabaya semakin terjangkau dan sesuai dengan harapan konsumen, maka kepuasan konsumen akan mengalami peningkatan sebesar 0.482.

4.4.3. Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien Determinasi Berganda (R Square)

Koefisien korelasi (R) menunjukkan tingkat kekuatan atau keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Sedangkan koefisien determinasi berganda (R Square) menunjukkan proporsi pengaruh secara keseluruhan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut ini adalah nilai koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi berganda (R Square) yang dihasilkan dari analisis regresi:

Tabel 4.10. Nilai R dan R Square

R R Square

0.823 0.677

Sumber: Lampiran 4

Koefisien korelasi (R) sebesar 0.823 menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara variabel bebas Service Quality (X1), Food Quality (X2), Price (X3) terhadap Customer Satisfaction atau Kepuasan Konsumen (Y) adalah sangat kuat.

(12)

54

Universitas Kristen Petra Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0.677 memiliki arti bahwa besarnya proporsi pengaruh variabel bebas yaitu Service Quality (X1), Food Quality (X2), Price (X3) terhadap Kepuasan Konsumen (Y) adalah sebesar 67.7%, sedangkan sisanya yaitu 32.3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel Service Quality, Food Quality, Price yang digunakan dalam penelitian ini.

4.4.4. Uji Pengaruh Simultan dan Parsial 4.4.4.1.Uji Pengaruh Simultan (Uji F)

Hasil uji F dari regresi antara Service Quality, Food Quality, Price terhadap Kepuasan Konsumen di restoran Yung Ho Surabaya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.11. Hasil Uji F F hitung Sig. F

66.945 0.000 Sumber: Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.11, dapat diketahui bahwa nilai F hitung adalah sebesar 66.945 serta nilai signifikansi uji F yang nilainya kurang dari 0.05 (α=5%). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dihasilkan telah cocok digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas yaitu Service Quality (X1), Food Quality (X2) dan Price (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu Kepuasann Konsumen (Y) di restoran Yung Ho Surabaya.

4.4.4.2.Uji Pengaruh Parsial (Uji t)

Hasil uji t dari analisis regresi antara Service Quality, Food Quality dan Price terhadap Kepuasan Konsumen di Restoran Yung Ho Surabaya adalah sebagai berikut:

(13)

55

Universitas Kristen Petra Tabel 4.12. Hasil Uji t

Variabel Penelitian t hitung Sig. t

Service Quality (X1) 4.762 0.000

Food Quality (X2) 2.229 0.028

Price (X3) 4.351 0.000

Sumber: Lampiran 4

Tabel 4.12. menunjukkan bahwa variabel bebas Service Quality (X1), Food Quality (X2) dan Price (X3) masing-masing menghasilkan nilai signifikansi t hitung yang lebih kecil dari 0.05 (α=5%) yaitu 0.000 untuk X1, 0.028 untuk X2, dan 0.000 untuk X3. Dari hasil ini ini maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial masing-masing variabel tersebut yaitu Service Quality (X1), Food Quality (X2) dan Price (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Konsumen di restoran Yung Ho Surabaya, atau dengan kata lain apabila performa masing-masing dari Service Quality (X1), Food Quality (X2) dan Price (X3) semakin baik, maka kepuasan konsumen pelanggan di restoran Yung Ho Surabaya akan mengalami peningkatan secara nyata. Dari hasil ini, hipotesis pertama, kedua dan ketiga dari penelitian dapat diterima kebenarannya.

4.4.4.3.Nilai Beta

Nilai Beta dari masing-masing variabel Service Quality, Food Quality dan Price disajikan dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.13. Nilai Beta

Variabel Penelitian Beta

Service Quality (X1) 0.422

Food Quality (X2) 0.166

Price (X3) 0.351

Sumber: Lampiran 4

Dilihat dari nilai Beta, variabel bebas (X) yang berpengaruh dominan terhadap variabel terikat (Y) adalah variabel Service Quality (X1) karena variabel tersebut memiliki nilai Beta terbesar yaitu sebesar 0.422, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor pelayanan terhadap konsumen di restoran Yung Ho

(14)

56

Universitas Kristen Petra Surabaya adalah faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan konsumen.

4.4.5. Uji Asumsi Klasik

Untuk mengetahui apakah model regresi yang dihasilkan merupakan model regresi yang menghasilkan estimator terbaik, maka perlu dilakukan pengujian gejala penyimpangan asumsi model klasik. Berikut ini disajikan masing-masing uji asumsi yang harus dipenuhi oleh model regresi:

4.4.5.1.Uji Non-Multikolinearitas

Multikolinearitas menunjukkan adanya hubungan linear sempurna antara variabel bebas dalam model regresi. Model regresi yang baik tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas. Pendeteksian ada atau tidaknya multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF dan nilai tolerance. Apabila nilai VIF < 10 dan nilai tolerance di atas 0.1, maka model regresi bebas dari multikolinearitas.

Berikut adalah nilai VIF dan nilai tolerance yang dihasilkan model regresi:

Tabel 4.14. Nilai VIF dan Tolerance variabel bebas Variabel Penelitian Colinearity Statistics

Tolerance VIF

Service Quality (X1) 0.430 2.326

Food Quality (X2) 0.611 1.637

Price (X3) 0.516 1.936

Sumber: Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 4.14. dapat diketahui bahwa nilai VIF ketiga variabel bebas lebih kecil dari 10, demikian pula nilai tolerance semuanya di atas 0.1, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari multikolinearitas, atau dengan kata lain asumsi non multikolinearitas terpenuhi.

(15)

57

Universitas Kristen Petra 4.4.5.2.Uji Non-Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas menunjukkan adanya ketidaksamaan varians dari residual atas suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik tidak menunjukkan adanya gejala heteroskedastisitas. Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan menghitung nilai signifikansi dari korelasi rank spearman (r). Jika signifikansi dari korelasi rank spearman (r) lebih besar dari 0.05 (α=5%), maka heteroskedastisitas dalam model regresi tidak terjadi.

Tabel 4.15. Nilai Signifikansi r spearman

Variabel Penelitian Signifikansi r Spearman

Service Quality (X1) 0.813

Food Quality (X2) 0.948

Price (X3) 0.450

Sumber: Lampiran 5

Tabel 4.15. di atas menunjukkan bahwa nillai signifikansi r spearman yang dihasilkan oleh ketiga variabel bebas masing-masing nilainya lebih besar dari 0.05 (α=5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi yang digunakan, dengan demikian asumsi non heteroskedastisitas terpenuhi. Pendeteksian ada atau tidaknya heteroskedastisitas juga dapat dilakukan dengan menggunakan scatterplot antara nilai ZPRED pada sumbu X dan SRESID pada sumbu Y. Jika scatterplot menghasilkan titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

Berikut gambar scatterplot yang dihasilkan dari analisis regresi yang menunjukkan bahwa asumsi non-heteroskedastisitas telah terpenuhi:

(16)

58

Universitas Kristen Petra Gambar 4.1. Scatterplot

4.4.5.3.Uji Normalitas

Prosedur uji normalitas dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov. Jika nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov > 0.05 (α=5%), maka residual model regresi berdistribusi normal. Hasil perhitungan didapatkan nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov residual sebagai berikut:

Tabel 4.16. Nilai statistik Kolmogorov Smirnov Nilai Statistik Unstandardized Residual

Kolmogorov Smirnov Z 0.650

Signifikansi 0.792

Sumber: Lampiran 6

Berdasarkan Tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi uji kolmogorov smirnov adalah sebesar 0.792, dimana nilai ini lebih besar dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa residual model regresi berdistribusi normal.

Kenormalan ini juga diperkuat dengan adanya grafik normal p-plot dimana setiap titik-titk di dalam grafik di bawah ini menyebar di sekitar garis diagonal yang menunjukkan bahwa asumsi normalitas residual model telah terpenuhi:

3 2 1 0 -1 -2

Regression Standardized Predicted Value 3

2

1

0

-1

-2

-3

Regression Studentized Residual

Dependent Variable: CUST_SATISF Scatterplot

(17)

59

Universitas Kristen Petra Gambar 4.2. Normal P-Plot

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Observed Cum Prob 1.0

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0

Expected Cum Prob

Dependent Variable: CUST_SATISF Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Referensi

Dokumen terkait

Latar belakang pendidikan tersebut memungkinkan responden dapat menangkap dengan baik makna dari urgensi peer educator dalam penanggulangan kematian ibu yang

Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menyimpulkan; pertama, pertanggungjawaban pidana korporasi dalam pelanggaran HAM yang berat diperlukan selain

Jadi ntuk melihat apakah perusahaan itu sudah benar-benar efisien dan efektif dalam pengelolaannya diperlukan planing yang tepat agar dapat meng- arange seluruh

Memetakan laporan perusahaan terbuka (Go Public) mengenai kegiatan CSR di Indonesia meng- gunakan kerangka pelaporan GRI, dalam hal ini dilakukan penilaian secara penuh

Korelasi antar elektron dalam sistem mengandung arti jika salah satu elektron berubah keadaannya, maka ( n − 1 ) elektron lainnya dalam sistem terpengaruh oleh perubahan

Adalah contoh air yang merupakan gabungan contoh-contoh sesaat yang diambil dari suatu tempat yang sama pada waktu yang berbeda.. Hasil pemeriksaan nya merata pada suatu

Pada perlakuan EMMT dosis 0,43; 1,28; 3,84 g/kg BB menunjukkan penurunan kadar glukosa darah tikus yang lebih gradual (perlahan- lahan) dari menit ke-45 hingga menit ke-240

Iako se svake godine bilježi smanjenje površine pod nasadima jabuka, zbog povećanja proizvodnje po jedinici površine, povećava se ukupna proizvodnja jabuka, što je