59
`BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi dan Subjek Penelitian
SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar terletak di kompleks persekolahan yang beralamat di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No.12 Tegalgede, Karanganyar. SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar berada di depan MI Muhammadiyah Karanganyar dan masih berada di satu bangunan yang sama dengan SMP Darul Arqom Karanganyar yang dulu adalah kampus POLTEK Muhammadiyah Karanganyar. SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar juga bersebelahan dengan sekolah-sekolah lain, sebelah barat berbatasan dengan MAN 1 Karanganyar, sebelah timur berbatasan dengan SMA N 1 Karanganyar, sebelah utara berbatasan dengan SMP Daarul Arqam Karanganyar, dan sebelah selatan berbatasan dengan MI Karanganyar. SMA Muhamadiyah 1 Karanganyar terletak sekitar 100 meter dari jalan utama sehingga keadaan sekolah cukup kondusif karena tida terganggu oleh suara kendaraan bermotor.
SMA Muhammadiyah I Karanganyar didirikan pada tanggal 10 Desember 1975 dengan ijin pendirian sekolah dari Kanwil Depdikbud No.
150/XVI/94/1978 tanggal 1 April 1978 oleh badan penyelenggara pimpinan Muhammadiyah daerah majelis pendidikan dan kebudayaan kabupaten Karanganyar tanggal 29 Juli 1974 No : 236231/MPK/197 dengan nomor 028014001 (NDS) dan nomor statistik sekolah (NSS) 30403109002. Setiap tahunnya sekolah yang terakreditasi A ini memiliki junlah siswa pada tahun ajaran 2015/2016 sejumlah 1486 siswa. Sejumlah siswa tersebut dibagi menjadi 36 kelas, baik dari kelas X, XI, dan XII. Pembagian kelas di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar masing-masing 14 kelas untuk kelas X, 13 kelas untuk kelas XI, dan 9 kelas untuk kelas XII. Banyaknya siswa setiap tahunnya dapat diimbangi dengan jumlah tenaga pendidik maupun karyawan yang memadai.
commit to user commit to user
Pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil beberapa sampel naskah teks pidato yang telah di tulis siswa. Data yang diambil berupa naskah teks pidato yang ditugaskan oleh guru bahasa Indonesia. Siswa sudah mampu menuliskan teks pidato dengan struktur yang benar namun masih ditemui banyak kesalahan dari tata bahasa maupun tata tulisnya.
B. Deskripsi Data Kemampuan Menulis Teks Pidato
Data kemampuan menulis siswa diperoleh dari hasil analisis naskah pidato siswa. Setiap karangan diberi kode A1 hingga A21 untuk mempermudah kegiatan analisis data. Selain kode tersebut, peneliti juga menggunakan kode yang mempermudah penunjukkan temuan kesalahan dalam pidato. Kode yang peneliti maksud adalah sebagai berikut:
A1 : naskah teks pidato siswa 1, dan seterusnya;
Pb : pembukaan
ISI-P1 : isi bagian (paragraf) 1, dan seterusnya;
Pt : penutup
K1 : kalimat 1, dan seterusnya.
Berikut ini adalah hasil dari peneliti tentang kemampuan siswa dalam menulis naskah pidato siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.
1. Deskripsi Ketepatan Isi
Ketepatan isi erat kaitannya dengan tema yang dikarangan siswa.
Tema dalam naskah pidato siswa semuanya telah disampaikan siswa dalam bagian pendahuluan pidato. Tema tersebut lalu dijabarkan ke dalam isi pidato. Naskah pidato siswa yang dianalisis peneliti berjumlah 21 naskah pidato dan memiliki beberapa tema utama. Berikut tema-tema yang dikarang siswa untuk naskah pidatonya:
a. usaha memberantas korupsi;
b. dampak suka ber-sms;
c. dampak instagram;
d. dampak penggunaan telepon genggam;
e. meningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan; commit to user commit to user
f. meningkatkan minat baca siswa dan;
g. dampak BBM (blackberry messanger).
Ketujuh tema yang diberikan guru telah dituliskan siswa dalam naskah pidatonya. Dari ke-21 naskah tersebut terdapat beberapa kesalahan penjabaran isi. Terdapat beberapa karangan yang isi dari pidatonya tidak sesuai dengan tema yang disampaikan dalam bagian pendahuluan.
Kesalahan tersebut berupa ketidakrelevanan yang terdapat dalam naskah pidato.
1) Salah satu naskah pidato yang memiliki ketidakrelevanan isi dan tema adalah pidato A2. Tema dalam A2 adalah usaha memberantas korupsi. Hal ini dinyatakan dalam bagian pembukaan (Pb).
Bapak. Bapak/ Ibu-Ibu beserta rekan-rekan yang saya hormati, marilah kita ucapkan puji dan syukur kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini (K1), Saya ucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan sebuah pidato tentang usaha memberantas korupsi.(K2)(A2,Pb)
Tema dalam naskah pidato tersebut terdapat dalam K2 yang menyatakan “…..tetang usaha memberantas korupsi”. Namun isi pidato yang disampaikan tidak sesuai dengan tema yang disampaikan pada Pb. Berikut kutipan dari bagian isi.
Para hadirin yang terhormat.(K1) Untuk mencegah korupsi harus dimulai sejak dini.(K2) Awasi anak-anak kita Agar tidak korupsi.(K3) Anak-Anak kitalah penerus bangsa.(K4) Masa kita tega mempengaruhi anak-anak penerus bangsa kita?(K5)(A2, ISI- P2)
Pada bagian isi tersebut kalimat utama terdapat pada K2 yaitu tentang pencegahan korupsi. Dalam isi tersebut menjabarkan tentang usaha mecegah korupsi. Isi tersebut tidak relevan dengan tema yang telah disampaikan pada Pb. Ketidakrelevanan tema dan
commit to user commit to user
isi pada A2 juga diikuti dengan kurang kreatifnya isi yang disampaikan.
2) Tema yang tidak relevan dengan isi juga terdapat pada A9. Pada A9 penulis menyampaikan tema pada pembukaan (Pb). Berikut kutipan dari A9 bagian Pb.
“…saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan sebuah pidato tentang dampak atau pengaruh usaha pemberantasan korupsi.(A9,Pb ,K3)”
Tema disampaikan secara langsung oleh penulis pada K3 bagian akhir. Tema yang diangkat oleh penulis adalah usaha pemberantasan korupsi. Tema tersebut tidak sesuai dengan isi yang disampaikan oleh penulis. Berikut kutipan isi dari pidato tersebut
Dizaman sekarang banyak orang yang menganggap kejelekan sampai halal sehingga banyak orang yang mengelakukan hal hal seperti itu karena hukum di negri kita tidak sekeras dan tidak sebijak sana dengan apa yang telah diperlakukan. (A9, ISI-P1, K1)
Biasanya pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan niat dan hati yang bersih tanpa memihak satu sama lain dengan rasa dengan bijak sana dan dengan tegar serta menyertakan undang-undang yang sesuai. ( A9, ISI-P2, K1)
ISI-P1 dan ISI-P2 masing masing terdiri dari satu kalimat.
Pada ISI-P1 tidak ditemukan kejelasan pokok bahasannya karena kalimat yang digunakan tidak efektif dan pemilihan kata yang tidak sesuai sehingga isi yang disampaikan tidak relevan dengan tema yang telah disampaikan pada Pb.
Berdasarkan temuan data diatas dapat dapat diketahui kemampuan menulis teks pidato pada siswa kelas X SMA Muhammdaiyah 1 Karanganyar. Berikut penjelasannya terdapat pada Tabel 5 dan Gambar 3 di bawah ini. commit to user commit to user
Tabel 5. Penilaian Kemampuan Menulis Teks Pidato Berdasarkan Aspek Ketepatan Isi
Data Skor Kriteria
A1 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A2 1 Tema tidak relevan dengan isi
A3 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A4 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A5 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A6 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A7 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A8 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan.
A9 1 Tema tidak relevan dengan isi
A10 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A11 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A12 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A13 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A14 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A15 4 Tema dan isi yang disampaikan
commit to user commit to user
sudah relevan
A16 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A17 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A18 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A19 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A20 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan
A21 4 Tema dan isi yang disampaikan
sudah relevan Keterangan Skor:
Sangat Tepat = 4 Cukup Tepat = 2 Tepat = 3 Kurang Tepat = 1
Gambar 3. Persentase Kemampuan Menulis Teks Pidato Ditinjau dari Aspek KetepatanIsi
90.5 %
0 % 0 %
9.5 % 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Sangat Tepat Tepat Cukup Tepat Kurang Tepat
Ketepatan Isi
commit to user commit to user
Rumus menghitung persentase kemampuan menulis teks pidato ditinjau dari aspek isi:
Berdasarkan Tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa :
1) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek ketepatan isi yang sangat tepat sebanyak 19 siswa (90.5%).
2) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek isi yang tepat sebanyak 0 siswa (0%)
3) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek isi yang cukup tepat sebanyak 0 siswa (0%)
4) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek isi yang kurang tepat sebanyak 2 siswa (9.5%)
2. Deskripsi Organisasi (Koherensi dan Kohesi)
Salah satu syarat pidato agar disebut baik adalah gagasan yang diungkapkan tertata dengan koheren dan kohesif. Gagasan yang diungkapkan pada sebuah pidato harus logis dan tertata dengan baik.
Namun, dalam penelitian ini, peneliti masih menemukan pidato yang kurang baik karena tidak koheren dan kohesif. Berikut deskripsi dari kesalahan dalam koherensi dan kohesi yang ditemukan peneliti.
a. Paragraf yang Tidak Koheren
1) Indonesia adalah negara yang murah hukum (K1). Mengapa? (K2) Karena orang-orang Indonesia terlalu tolol untuk menjadi wakil rakya (K3). Entah apa yang ada dipikiran para koruptor (K4).
Sehingga dengan mudahnya mereka lepas dari jeruji besi (K5).
Hukum di Indonesia sangat lucu (K6). (A1, ISI-P2) commit to user
commit to user
Paragraf di atas tidak koheren. Hal itu dapat dilihat dari ide pokok yang terdapat dalam K1 tidak sesuai dengan kalimat penjelas pada K2.
2) Kini KPK pun didirikan untuk memberantas para tikus berdasi (K1). Tapi kenyataannya masih banyak para tikus-tikus itu leluasa melakukan tindak pidana koruspsi (K2). Kita sebagai rakyat kecil hanya bisa apa?(K3) Pertama, kita cukup melakukan hal yang sederhana yaitu jangan melakukan tindak pidana korupsi (K4).
(A1, ISI-P3)
Kekoherensian tidak dapat ditemukan dalam paragraph di atas. Hal tersebut terjadin karena K3 dan K5 tidak berisi penjelasan yang sesuai dengan ide pokok dalam K1.
3) Korupsi merupakan kegiatan mencuri uang rakyat (K1). Tetapi di negeri kita kebanyakan korupsi malah diberi perlindungan malah pencuri kecil dihukum berat (K2). Harusnya pencuri besarlah (korupsi) yang dihukum berat agar jera (K3). Para koruptor tidak memikirkan rakyat kecil tetapi memikirkan diri sendiri (K4). (A2, ISI-P1)
Kalimat penjelas dalam paragraf di atas tidak sesuai dengan ide pokok yang terdapat dalam K1.
4) Para hadirin yang terhormat untuk mencegah korupsi harus dimulai sejak dini (K1). Awasi anak-anak kita agar tidak korupsi (K2). Anak-anak kitalah penerus bangsa (K3). Masa kita tega mempengaruhi anak-anak penerus bangsa agar korupsi (K4).(A2, ISI-P3)
K3 dalam paragraf di atas tidak sesuai dengan K1 sehingga paragraf tersebut menjadi tidak koheren.
5) Para hadirin yang saya hormati (K1). Buku adalah jendela dunia (K2). Dengan membaca kita bisa menjelajah dunia (K3). Tapi kenyataannya minat baca pada kalangan anak masih rendah (K4).
commit to user commit to user
Tapi sebenarnya membaca memiliki banyak manfata (K5). (A3, ISI-P1)
Pada paragraph di atas K3 tidak koheren dengan kalimat topiknya yang terdapat pada K2. Pada K2 makna yang dijabarkan adalah tentang buku yang menjadi jendela dunia.
6) Banyak hal yang mendorong para koruptor untuk melakukan tindakan kotor tersebut seperti tidak memiliki rasa puas dan kurangnya nulai agama dan pengawasan (K1). Cara untuk memberantas korupsi (K2). (A4, ISI-P2)
Paragraf di atas terdiri dari dua kalimat yang tidak koheren. Dua kalimat tersebut memiliki ide pokok yang berbeda sehingga bisa dikatakan bahwa K1 dan K2 merupakan kalimat utama.
7) Internet digunakan adalah berkomunikasi antar pengguna internet, share foto-foto, dan melihat perkembangan dunia melalui internet dengan berbagai website dan situs yang tersedia (K1). Dewasa ini banyak fasilitas internet yang dapat memudahkan manusia untuk melakukan komunikasi dan bertukar informasi (K2). (A8, ISI-P1) Dalam paragraf di atas tidak ditemukan koherensi antara K1 dan K2 karena dua kalimat tersebut merupakan kalimat utama yang memiliki ide pokok berbeda
8) Di zaman sekarang banyak orang yang menganggap kejelekan sampai halal sehingga banyak orang yang mengelakukan hal-hal seperti itu karena hukum di negeri kita tidak sekeras dan tidak sebijaksana dengan apa yang telah diperlakukan (K1).
Biasanya pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan niat dan hati yang bersih tanpa memihak satu sama lain dengan rasa dengan bijaksana dan dengan tegas serta menyertakan undang- undang yang sesuai (K2). (A9, ISI-P1)
Topik yang terdapat pada K1 dan K2 tidak jelas. Kedua kalimat tersebut tidak koheren karena K1 dan K2 tidak padu.
commit to user commit to user
9) Memang sms pada saat ini adalah cara berkomunikasi melalui handphone yang cepat, murah, serta canggih dan digemari anak- anak yang nota bene mereka adalah pelajar, tapi sayang alat komunikasi dengan sms ini (K1). Jika berada di tangan seorang pelajar serta penggunaannya tanpa pantauan dari orang tua (K2).
Dalam hal ini yang kita garis bawahi adalah bahaya sms bagi seorang pelajar (K3). (A10, ISI-P1)
Kalimat penjelas yang terdapat pada K2 dan K3 tidak sesuai dengan kalimat topik yang terdapat pada K1 sehingga paragraph tersebut menjadi tidak koheren.
10) Sebelum saya menyampaikan tentang permasalahan yang akan saya sampaikan pada waktu ini (K1). Dari sisi positifnya, sms memang sangat berguna. Dari segi pelajar, pekerja, maupun orang-orang yang membutuhkan untuk berkomunikasi jarak jauh (K2). (A14, ISI-P1)
Kedua kalimat di atas tidak koheren karena kalimat penjelas tidak padu dengan kalimat topiknya sehingga tidak koheren.
11) Dari dampak tersebut pelajar malas untuk belajar membuka buku saja malas (K1). Mereka lebih asik dengan dunia mereka yaitu bersosial media contohnya sms tersebut (K2). Sangat disayangkan remaja muda yang akan menjadi penerus bangsa akan menjadi bodoh melalui jajahan sosial media (K3). (A14, ISI-P3)
Paragraf di atas tidak koheren karena kalimat penjelasnya tidak padu dengan kalimat topik yang terdapat pada K3.
12) Di era globalisasi ini perkembangan teknologi dan game lebih menarik dari pada membaca buku (K1). Rendahnya minat baca siswa ini menjadikan kemampuan membaca menjadi rendah (K2).
Karena game/ siaran TV yang lebih beragam maka para anak- anak malas untuk mrmbaca buku dan lebih asik dengan dunia maya internet (K3). (A19, ISI-P1)
commit to user commit to user
Kalimat topik dalam paragraph di atas terletak pada K1. K2 dan K3 seharusnya menjadi kalimat penjelas dari K1, namun K2 ternyata tidak padu dengan K1 sehingga mengakibatkan paragraph tersebut tidak koheren.
b. Paragaf yang Tidak Kohesif
1) Apa yang ada dipikiran kita saat kita mendengar kata korupsi?
(A1,ISI-P1, K1)
Kalimat di atas memiliki dua kesalahan dalam kekohesifan.
Pertama, kesalahan pengacuan yang terdapat pada kata kita. Kata kita seharusnya diganti dengan kata Anda. Kedua, terdapat kesalahan dalam pelesapan. Kata kita yang terletak setelah kata saat dapat dilesapkan agar lebih efektif.
2) Tapi kenyataannya masih banyak para tikus tikus itu leluasa melakukan tindak pidana korupsi. (A1, ISI-P3, K2)
Kalimat tersebut tidak kohesif karena terdapat pleonasme. Kata banyak para tikus-tikus mengandung makna yang berlebihan. Kata para memiliki arti jamak sehingga kata-kata dibelakangnya tidak perlu jamak.
3) Pertama kita cukup melakukan hal yang paling sederhana, yaitu jangan melakukan tindak pidana korupsi (K1). Dengan hal kecil tersebut, kita bisa mendasari pencegahan tindak pidana korupsi (K2). (A1, ISI-P3)
Kalimat di atas tidak kohesif. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam konjungsi yang digunakan. Kata dengan seharusnya diganti dengan kata karena.
4) Kita sebagai masyarakat terdidik harus berani untuk melaporkan serta mencegah tindak pidana korupsi. (A1, ISI-P6, K2)
Kesalahan dalam konjungsi terdapat pada kata serta, hal ini menyebabkan kalimat tersebut tidak kohesif. Kata serta akan lebih tepat jika diganti dengan kata dan. commit to user commit to user
5) Tetapi di negeri kita kebanyakan korupsi malah diberi perlindungan malah pencuri kecil dihukum berat. (A2, ISI-P1, K2) Kaesalahan konjungsi terdapat pada kata malah yang terletak setelah kata perlindungan. Kata malah dapat diganti dengan kata dan agar kohesif.
6) Awasi anak-anak kita agar tidak korupsi (K2). Anak-anak kitalah penerus bangsa (K3). Masa kita tega mempengaruhi anak-anak penerus bangsa agar korupsi? (K4). (A2, ISI-P2)
Kata anak-anak kitalah pada K3 dan kata anak-anak penerus bangsa pada K4 dapat dilesapkan atau diganti dengan kata mereka sehingga paragras tersebut menjadi kohesif.
7) Para hadirin yang dimuliakan, namun mudah-mudahan dengan sedikit pidato yang telah saya sampaikan tadi bisa menjadi satu pelajaran berharga. (A3, Pt, K1).
Kalimat di atas memiliki beberapa kesalahan yang menyebabkan kalimat tersebut tidak kohesif. Pertama, terdapat pleonasme, yaitu pada kata para hadirin. Kedua, terdapat kesalahan konjungsi pada kata namun mudah-mudahan. Kata namun dapat dihilangkan dan kata mudah-mudahan diganti dengan kata semoga agar lebih baku.
Ketiga, terdapat kesalahan dalam pengacuan. Kesalahan ini terletak pada kata tadi. Kata tadi dapat dihilangkan sehingga kalimat tersebut menjadi kohesif.
8) Kini KPK lemah tak berdaya karena sejumlah usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang melemahkan mereka.
(A4, ISI-P1, K3)
Kesalahan pengacuan dapat ditemukan dalam kalimat di atas, tepatnya pada kata mereka. Kata mereka lebih tepat jika diganti dengan –nya.
9) Untuk memberantas korupsi, kita harus memotong laju perkembangan dengan cara menanamkan nilai-nilai kejujuran
commit to user commit to user
kepada anak-anak sejak dini agar jika mereka sudah besar mereka tidak akan melakukan perbuatan kotor seperti itu. (A4, ISI-P3, K1) Pada paragraf di atas terdapat kesalahan pada kata mereka, kata mereka dapat dilesapkan agar efektif.
10) Jika pelajar itu sering ber-sms-an maka daya tingkat belajarnya seorang pelajar itu akan menjadi turun dikarenakan sering ber- sms-an dengan teman-temannya yang membahas hal-hal yang tidak menyangkut dengan pelajaran. (A5, ISI-P1, K2)
Kalimat di atas tidak efektif karena terdapat kesalahan pada frasa seorang pelajar itu, frasa tersebut dapat dilesapkan agar menjadi efektif. Selain itu terdapat kesalahan konjungsi pada kata dikarenakan, kata dikarenakan seharusnya ditulis karena.
11) Jika seorang pelajar itu tidak masuk sekolah maka seorang pelajar itu dapat izin lewat sms. (A5, ISI-P2, K2)
Kesalahan pelesapan terdapat pada frasa seorang pelajar itu. Frasa seorang pelajar itu harus dihapuskan agar efektif
12) Bapak dan ibu guru yang saya hormati, serta teman-teman yang saya cintai dan yang saya banggakan. (A6, Pb, K2)
Kesalahan pelesapan terdapat pada kalimat di atas. Frasa yang saya setelah kata dan seharusnya dihapuskan.
13) Biasanya pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan niat dan hati yang bersih tanpa memihak satu sama lain dengan rasa dengan bijaksana dan dengan tegas.(A9, ISI-P2, K1)
Pada kalimat di atas konjungsi dengan dapat dilesapkan. Konjungsi dengan tersebut terletak pada dengan bijaksana dan dengan tegas.
14) Jika pelajar itu sering ber-sms-an maka daya tingkat belajarnya menurun dikarenakan sering ber-sms-an dengan temannya yang membahas hal yang tidak menyangkut dengan pelajaran sekolah.
(A13, ISI-P2, K2)
commit to user commit to user
Konjungsi yang pada yang membahas seharusnya diganti dengan kata untuk. Kesalahan konjunsi juga terdapat pada kata dikarenakan, kata dikarenakan harus diganti dengan kata karena.
15) Penemuan tersebut salah satunya dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi (K2). Penemuan tersebut dapat mempermudah mencari informasi dan berkomunikasi (K3). (A16, ISI-P1)
Kesalahan pelesapan terdapat pada K2, tepatnya pada kata penemuan tersebut, kata penemuan tersebut dapat dihapuskan sehingga dua kalimat tersebut dijadikan satu kalimat majemuk.
16) Walaupun sms ada dampak positifnya dan ada dampak negatifnya.
(A18, ISI-P2, K1)
Pada kalimat di atas terdapat dua kesalahan. Pertama, kesalahan pelesapan, kata ada pada ada dampak negatifnya dapat dilesapkan sehingga menjadi lebih efektif. Kedua, terdapat kesalahan pengacuan, -nya pada positifnya dan negatifnya bisa dihilangkan.
17) Dengan demikian, kita harus senang dalam berkunjung ke perpustakaan sebab perpustakaan membawa dampak positif nagi kita semua. (A20, ISI-P2, K1)
Paragraf di atas terdapat kesalahan konjungsi, tepatnya pada konjungsi di awal kalimat yaitu dengan demikian. Dengan demikian merupakan konjungsi antarkalimat jadi tidak seharusnya terletak pada awal paragraf seperti pada paragraph di atas.
Berdasarkan temuan data diatas dapat dapat diketahui kemampuan menulis teks pidato pada siswa kelas X SMA Muhammdaiyah 1 Karanganyar dilihat dari aspek organisasi (kohesi dan koherensi). Berikut penjelasannya terdapat pada Tabel 6 dan Gambar 4 di bawah ini.
commit to user commit to user
Tabel 6. Penilaian Kemampuan Menulis Teks Pidato Berdasarkan Aspek Organisasi (kohesi dan koherensi)
Data Skor Kriteria
A1 2 Banyak ditemukan kalimat yang tidak kohesif dan koheren.
A2 2 Banyak ditemukan kalimat yang tidak kohesif dan koheren.
A3 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis.
A4 2 Banyak ditemukan kalimat yang tidak kohesif dan koheren.
A5 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, tetapi urutannya masih logis.
A6 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, tetapi urutannya masih logis.
A7 4 Semua paragraf dan kalimat sangat koheren dan kohesif
A8 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis.
A9 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis.
A10 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis.
A11 4 Semua paragraf dan kalimat sangat koheren dan kohesif
A12 4 Semua paragraf dan kalimat sangat koheren dan kohesif
A13 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis
A14 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan commit to user commit to user
koheren, urutannya masih logis
A15 4 Semua paragraf dan kalimat sangat koheren dan kohesif
A16 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis
A17 4 Semua paragraf dan kalimat sangat koheren dan kohesif
A18 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis
A19 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis
A20 3 Terdapat sedikit paragraf yang tidak kohesif dan koheren, urutannya masih logis
A21 4 Semua paragraf dan kalimat sangat koheren dan kohesif
Keterangan Skor :
Sangat koheren dan kohesif = 4 Koheren dan kohesif = 3 Cukup koheren dan kohesif = 2 Kurang koheren dan kohesif = 1
commit to user commit to user
Gambar 4. Persentase Kemampuan Menulis Teks Pidato Ditinjau dari Aspek Organisasi (Kohesi dan Koherensi).
Rumus menghitung persentase kemampuan menulis teks pidato ditinjau dari aspek organisasi (kohesi dan koherensi):
Berdasarkan Tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa : 1) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek
organisasi (kohesi dan koherensi) yang sangat koheren dan kohesif sebanyak 6 siswa (28.6 %).
2) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek organisasi (kohesi dan koherensi) yang koheren dan kohesif sebanyak 12 siswa (57.1 %)
3) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek organisasi (kohesi dan koherensi) yang cukup koheren dan kohesif sebanyak 3 siswa (14.3 %)
28.6 %
57.1 %
14.3 %
0 % 0
10 20 30 40 50 60
Sangat Koheren dan Kohesif
Koheren dan Kohesif
Cukup Koheren dan Kohesif
Kurang Kohesif dan Koheren
Organisasi (Kohesi dan Koherensi)
commit to user commit to user
4) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek organisasi (kohesi dan koherensi) yang kurang koheren dan kohesif sebanyak 0 siswa (0 %)
3. Deskripsi Penguasaan Bahasa (Kalimat Efektif)
Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, dan jelas serta mudah dipahami oleh si pembaca atau pendengar. Penyebab ketidakefektifan kalimat di antaranya adalah kerancuan, pleonasme, dan kesalahan nalar.
a. Kalimat yang Rancu
1) Tentunya kita tidak akan sadar yaitu dengan adanya MA, MK, dan yang lain bahwa pencegahan korupsi ini akan semakin mudah (A1, ISI-P4, K4)
2) Tetapi di negeri kita kebanyakan korupsi malah diberi perlindungan malah pencuri kecil di hukum berat. (A2, ISI-P2, K2) 3) Jika pelajar itu sering ber-sms-an maka daya tingkat belajarnya seorang pelajar itu akan menjadi turun dikarenakan sering ber-sms- an dengan teman-temannya yang membahas hal-hal yang tidak menyangkut dengan pelajaran. (A5, ISI-P1, K2)
4) Dampak negatif bagi pelajar yang suka ber-sms-an sangatlah besar sebab dengan ber-sms-an setiap hari akan menjadikan seorang pelajar itu prestasinya menurun. (A6, ISI-P1, K1)
5) Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur terhadap kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita sehingga kita dapat berkumpul dalam acara ini dengan keadaan sehat. (A8, Pb, K1)
6) Internet digunakan adalah berkomunikasi antar pengguna internet, share foto-foto, dan melihat perkembangan dunia melalui internet dan berbagai website dan situs yang tersedia. (A8, ISI-P1, K1) 7) Di zaman sekarang banyak orang yang menganggap kejelekan
sampai halal sehingga banyak orang yang mengelakukan hal-hal commit to user commit to user
seperti itu karena hukum di negeri kita tidak sekeras dan tidak sebijaksana dengan apa yang telah diperlakukan. (A9, ISI-P1, K1) 8) Seharusnya pemberantasan korupsi segera dilaksanakan agar tidak
menyebabkan korupsi perajalelaan korupsi yang ada di negeri kita.
(A9, ISI-P3, K1)
9) Jika anak-anak kita melakukan kegiatan secara positif dan bertanggung jawab pasti nada panggil yang merupakan nada dering tidak dimatikan/ diaktifkan. (A10, ISI-P2, K3)
10) Sebelumnya saya akan menyampaikan tentang dampak suka ber- sms bagi pelajar permasalahan yang akan saya sampaikan pada kesempatan kali ini. (A11, ISI-P1, K1)
11) Adapun dampak positif bagi pelajar ber-sms-an adalah jika seorang pelajar itu tiak masuk sekolah maka pelajar itu dapat bisa izin lewat sms dan dikirm ke wali kelas. (A13, ISI-P3, K1).
12) Oleh karena itu, penanggulangannya tidaklah mudah tetapi setidaknya kita dapat mengurangi atau meredam penggunaan sms yang dilakukan dengan tidak semestinya. (A15, ISI-P1, K3)
13) Buat anak remaja yang menjadi dampak negative buat anak remaja yaitu saat ujian membawa HP dan sms kepada teman untuk saling bertukar-tukaran jawaban. (A18, ISI-P2, K4)
14) Telah kita ketahui bahwa perpustakaan itu berpengaruh bagi kepada setiap orang khusunya anak sekolah atau mahasiswa. (A20, ISI-P1, K1)
Data tersebut merupakan beberapa kalimat yang rancu atau kacau dalam susunan, perserangkaian, dan penggabungannya. Terdapat dua kalimat yang masing-masing berdiri sendiri disatukan dalam satu perserangkaian yang tidak sepadan akan menghasilkan kerancuan kalimat. Kerancuan tersebut menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif. Kerancuan pada data di atas meliputi kerancuan dalam kalimat, kerancuan dalam susunan kata, dan kerancuan dalam bentukan kata.
commit to user commit to user
b. Kalimat Tidak Logis
1) Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan kepada saya pada kesempatan yang berbahagia ini. (A3, Pt, K2) 2) Perbedaan pemberantasan korupsi di Indonesia dengan di China
adalah China lebih berani mengambil tindakan dalam memberantas korupsi. (A7, ISI-P3, K1)
3) Para hadirin yang dimuliakan sebetulnya masih banyak hal ingin saya sampaikan pada kesempatan ini. (A7, Pt, K1)
4) Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan pidato tentang dampak suka ber-sms bagi pelajar. (A10, ISI-P1, K1)
5) Sebelum saya menyampaikan tentang permasalahan yang akan saya sampaikan pada waktu ini. (A14, ISI-P1, K1)
6) Sms juga bisa buat bisnis penjualan pulsa elektrik atau all operator bisa mengurangi pengeluaran modal. (A18, ISI-P1, K2)
7) Pada hari yang berbahagia ini izinkanlah saya menyampaikan sepata dua pata kata yang berjudul meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. (A20, Pb, K5)
Data tersebut adalah beberapa kalimat tidak logis yang ditemukan.
Kalimat tidak logis diatas memiliki tafsiran yang tidak jelas sehingga mnyebabkan kalimat tersebut tidak efektif. Kalimat tersebut idak menunjukkan hubungan makna yang logis sehingga sulit dipahami.
c. Kalimat yang Mengandung Pleonasme.
1) …ada dipikiran para koruptor… (A1, ISI-P2, K2)
2) Tapi kenyataannya masih banyak para tikus-tikus itu leluasa melakukan tindak pidana korupsi. (A1, ISI-P3, K2)
3) Para hadirin yang saya hormati. (A3, ISI-P1, K1)
4) …saya ucapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk menyampaikan sebuah pidato tentang usaha pemberantasan korupsi (A4, Pb, K2) commit to user commit to user
5) Dampak negatif bagi pelajar yang suka ber-sms-an sangatlah besar.
(A6, ISI-P1, K1)
6) Pertama tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur… (A8, Pb, K1)
7) Banyak para pelajar yang menyia-nyiakan waktu hanya untuk SMS-an. (A14, ISI-P2, K2)
8) Di zaman era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat. (A16, ISI-P1, K1)
9) Sekarang banyak penemuan-penemuan baru untuk mempermudah manusia dalam segala hal (A17, ISI-P1, K2)
10) …kepada teman untuk saling bertukar-tukaran jawaban. (A18, ISI- P2, K3)
11) …para anak-anak malas untuk membaca buku dan lebih asik dengan dunia maya internet. (A19, ISI-P1, K3)
12) …juga teman-teman semua yang berbahagia. (A20, Pb, K3)
Data tersebut merupakan kalimat yang mengandung pleonasme.
Dalam kalimat tersebut terdapat kata-kata yang berlebihan yang seharusnya tidak perlu digunakan. Gejala pleonasme dalam data tersebut terlihat pada penggunaan satu frasa terdapat dua atau lebih kata yang searti, dan bentuk jamak yang dinyatakan dua kali.
Berdasarkan temuan data diatas dapat dapat diketahui kemampuan menulis teks pidato pada siswa kelas X SMA Muhammdaiyah 1 Karanganyar dilihat dari aspek penguasaan bahasa (kalimat efektif).
Berikut penjelasannya terdapat pada Tabel 7 dan Gambar 5 di bawah ini.
Tabel 7. Penilaian Kemampuan Menulis Teks Pidato Berdasarkan Aspek Penguasaan Bahasa (kalimat efektif).
Data Skor Kriteria
A1 2 Penggunaan konstruksi kalimat banyak yang tidak efektif, ditemukan kata-kata yang
berlebihan, rancu, dan tidak logis.
commit to user commit to user
A2 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A3 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A4 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A5 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A6 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A7 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A8 2 Penggunaan konstruksi kalimat banyak yang tidak efektif, ditemukan kata-kata yang
berlebihan, rancu, dan tidak logis.
A9 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A10 2 Penggunaan konstruksi kalimat banyak yang tidak efektif, ditemukan kata-kata yang
berlebihan, rancu, dan tidak logis.
A11 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
commit to user commit to user
A12 4 Kalimat yang digunakan sangat efektif, tidak terdapat kalimat yang rancu, logis, dan
penggunaan katanya tidak berlebihan.
A13 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A14 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A15 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A16 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A17 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A18 2 Penggunaan konstruksi kalimat banyak yang tidak efektif, ditemukan kata-kata yang
berlebihan, rancu, dan tidak logis.
A19 3 Kalimat yang digunakan cukup efektif, meskipun terdapat sedikit kesalahan namun
tidak mengganggu.
A20 2 Penggunaan konstruksi kalimat banyak yang tidak efektif, ditemukan kata-kata yang
berlebihan, rancu, dan tidak logis.
A21 4 Kalimat yang digunakan sangat efektif, tidak terdapat kalimat yang rancu, tidak logis, dan
penggunaan katanya tidak berlebihan.
commit to user commit to user
Keterangan Skor :
Kalimat sangat efektif = 4 Kalimat efektif = 3 Kalimat cukup efektif = 2 Kalimat kurang efektif = 1
Gambar 5. Persentase Kemampuan Menulis Teks Pidato Ditinjau dari Aspek Penguasaan Bahasa (Kalimat Efektif).
Rumus menghitung persentase kemampuan menulis teks pidato ditinjau dari aspek penguasaan bahasa:
Berdasarkan Tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa:
1) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek penguasaan bahasa (kalimat efektif) yang sangat efektif sebanyak 2 siswa (9.5 %).
9.5 %
66.7 %
23.8 %
0 % 0
10 20 30 40 50 60 70
Sangat Efektif Efektif Cukup Efektif Kurang Efektif
Peng Bahasa (Kalimat Efektif)
commit to user commit to user
2) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek penguasaan bahasa (kalimat efektif) yang efektif sebanyak 14 siswa (66.7 %)
3) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek penguasaan bahasa (kalimat efektif) yang cukup efektif sebanyak 5 siswa (23.8 %)
4) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek penguasaan bahasa (kalimat efektif) yang kurang efektif sebanyak 0 siswa (0 %)
4. Deskripsi Kosakata (Diksi)
Pilihan kata dalam sebuah pidato sangat berpengaruh dengan makna yang terkandung dalam sebuah kalimat. Pilihan kata yang digunakan dalam menulis sebuah pidato harus tepat dan baku sehingga gagasan penulis dapat tersampaikan dengan baik.
a. Ketidaktepatan Kata
1) Dengan hal kecil tersebut, kita bisa mendasari pencegahan tindak pidana korupsi. (A1, ISI-P3, K5)
Ketidaktepatan kata terletak pada frasa mendasari pencegahan.
Frasa mendasar pencegahan seharusnya diganti mencegah.
2) …tetapi di negeri kita kebanyakan korupsi malah diberi perlindungan… (A2, ISI-P1, K1)
Pada kalimat di atas terdapat dua kata yang tidak tepat, kata tersebut adalah negeri dan korupsi. Kata negeri seharusnya diganti dengan kata negara, sedangkan kata korupsi diganti dengan kata koruptor.
3) Koruptor malah diberi perlindungan malah pencuri kecil di hukum berat. (A2, ISI-P1, K2)
Kata malah seharusnya diganti dengan kata sedangkan.
4) Masa kita tega mempengaruhi anak-anak penerus bangsa agar korupsi? (A2, ISI-P2, K4) commit to user commit to user
Kata masa seharusnya diganti dengan kata apa, karena kalimat tersebut merupakan sebuah kalimat Tanya, sedangkan kata agar lebih tepat bila diganti dengan untuk.
5) Ketika dana BOS untuk pendidikan malah dislewengkan. (A2, ISI- P3, K2)
Kata dislewengkan pada kalimat di atas tidak tepat, kata tersebut bisa diganti dengan kata disalahgunakan.
6) Manfaat membaca itu penting karena dengan membaca… (A3, ISI- P2, K1)
Kata yang tidak tepat pada kalimat di atas adalah kata manfaat.
Kata manfaat sebaiknya diganti dengan kata kegiatan agar makna kalimatnya menjadi jelas.
7) Bapak, Ibu beserta teman-teman yang saya hormati (A4, Pb, K1) Kata beserta pada kalimat di atas akan lebih tepat bila diganti dengan kata dan.
8) Sebenarnya pemerintah telah melakukan langkah yang baik dengan mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi. (A4, ISI-P1, K1) Kata mendirikan pada kalimat di atas tidak tepat, akan lebih baik jika diganti dengan kata membentuk.
9) Banyak kasus korupsi yang tertangkap (A4, ISI-P1, K2)
Ketidaktepatan terletak pada frasa kasus korupsi, seharusnya diganti dengan koruptor.
10) …dapat membuat prestasi menurun terhadap seorang pelajar. (A5, ISI-P1, K3)
Kata terhadap tidak tepat penggunaannya pada kalimat di atas.
Kata terhadap seharusnya diganti dengan kata pada.
11) …ia harus bisa membedai waktu untuk sms-an dan waktu untuk belajar. (A5, ISI-P3, K1)
Kata membedai pada kalimat di atas tidak tepat penggunaannya, kata tersebut seharusnya diganti dengan kata mengatur. Kata sms- an juga tidak tepat, lebih baik deganti dengan kata bertukar sms. commit to user commit to user
12) …karena jika seorang pelajar sudah betah dengan sms akan menjadikan… (A6, ISI-P1, K3)
Kata betah dalam kalimat di atas tidak tepat. Betah memiliki arti merasa senang berdiam tinggal di suatu tempat. Kata betah bisa diganti dengan kata kecanduan yang memiliki arti kejangkitan suatu kegemaran sehingga makna dari kalimat tersebut menjadi jelas.
13) Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur terhadap kehadiran Allah Swt… (A8, Pb, K1)
Kata panjatkan pada kalimat di atas tidak tepat seharusnya diganti dengan ucapkan. Frasa terhadap kehadiran juga tidak tepat, lebih baik diganti dengan kata ke hadirat.
14) Internet digunakan adalah berkomunikasi antarpengguna internet (A8, ISI-P1, K1)
Kata adalah tidak tepat penggunaanya, kata adalah dapat diganti dengan kata untuk agar maknan kalimatnya menjadi jelas.
15) ...sehingga banyak orang yang mengelakukan hal-hal seperti itu.
(A9, ISI-P1, K1)
Kata mengelakukan tidak tepat penggunaannya, lebih baik diganti dengan kata melakukan.
16) …karena hukum di negeri kita tidak sekeras dan sebijaksana…
(A9, ISI-P1, K2)
Kata negeri dalam kalimat di atas tidak tepat sehingga akan lebik baik jika di ganti dengan kata negara.
17) …serta menyertakan udang-udang yang sesuai. (A9, ISI-P2, K2) Kata udang-udang dalam kalimat di atas membuat makna kalimatnya tidak jelas. Kata udang-udang seharusnya diganti dengan undang-undang.
18) …karena kalau sudah mainan hp.. (A11, ISI-P2, K1)
Kata mainan pada kalimat di atas seharusnya diganti dengan kata bermain sehingga maknanya mnejadi jelas commit to user commit to user
19) …untuk mengerjain temannya… (A12, ISI-P2, K3)
Kata mengerjain pada kalimat di atas mendapat imbuhan yang salah sehingga makna kalimatnya menjadi tidak jelas. Kata mengerjain lebih baik diganti dengan kata menjahili.
20) …menikung temannya dan masih banyak lagi (A12, ISI-P2, K3) Kata menikung pada kalimat di atas tidak tepat penggunaannya.
Kata menikung lebih baik diganti dengan kata mengkhianati.
21) Saat penggunaan hp, para remaja atau pelajar… (A16, ISI-P2, K3) Kata penggunaan pada kalimat di atas tidak tepat, seharusnya diganti dengan kata menggunakan.
22) Akan lebih mempermudahkan kita dalam mencari informasi. (A17, ISI-P1, K3)
Kata mempermudahkan tidak tepat bila digunakan pada kalimat di atas. Kata mempermudahkan lebih baik diganti dengan kata memudahkan yang memiliki arti menjadikan mudah sehingga makna kalimatnya menjadi jelas.
23) Rendahnya minat baca siswa ini menjadikan kemampuan membaca menjadi rendah. (A19, ISI-P1, K2)
Kata menjadikan pada kalimat di atas ebih baik diganti dengan kata membuat.
b. Kata yang Tidak Baku
1) …tidak seharusnya dilakukan karna itu melanggar hukum yang berlaku. (A1, ISI-P1, K3)
2) …tetapi di negri kita kebanyakan korupsi (A2, ISI-P1, K2)
3) Tanamkan rasa peri kemanusiaan pada diri Anda. (A2, ISI-P3, K2) 4) Dana BOS untuk pendidikan malah dislewengkan. (A2, ISI-P3,
K4)
5) …saya sampaikan kai ini. (A2, Pt, K1) 6) …menghilangkan stress (A3, ISI-P1, K8)
7) Banyak khasus korupsi yang tertangkap. (A4, ISI-P1, K2) commit to user commit to user
8) Jangan ngaku anak gaul kalau nggak punya account instagram.
(A8, ISI-P3, K2)
9) …daripada berinterarss dengan orang lain. (A8, ISI-P4, K1) 10) …karena hukum di negri kita tidak… (A9, ISI-P1, K1)
11) …orang tuanya tidak tahu bahwa sebenarnya mereka tidak melakukan aktifitas komunikasi. (A10, ISI-P2, K2)
12) …ucapkan puji syukur kepad Allah Swt (A12, Pb, K2)
13) Dampak positiv dari sms bagi pelajar adalah berkomunikasi…
(A15, ISI-P1, K2)
14) …baik sisi negativ (A15, ISI-P1, K2)
15) …mohon maav apabila ada salah (A15, Pt, K2)
16) Dengan menggunakan hp pasti membawa dampak positiv (A16, ISI-P2, K1)
17) Sms pasti membawa dampak positiv dan dampak negativ (A17, ISI-P1, K5)
18) …nomer yang di hp bisa tersebar dan banyak orang yang tidak dikenal sms (A18, ISI-P2, K2)
19) Sms dengan kata-kata yang enggak penting (A18, ISI-P2, K3) 20) BBM sebagai hal-hal yang negativ (A21, ISI-P3, K1)
Kata yang dicetak miring pada data di atas adalah temuan kata-kata tidak baku yang terdapat pada pidato. Kebakuan kata yang dijadikan pedoman adalah kata-kata yang sudah baku merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Berdasarkan temuan data diatas dapat dapat diketahui kemampuan menulis teks pidato pada siswa kelas X SMA Muhammdaiyah 1 Karanganyar dilihat dari aspek kosakata. Berikut penjelasannya terdapat pada Tabel 8 dan Gambar 6 di bawah ini.
commit to user commit to user
Tabel 8. Penilaian Kemampuan Menulis Teks Pidato Berdasarkan Aspek Kosakata
Data Skor Kriteria
A1 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A2 1 Kosakata yang digunakan tidak tepat, terdapat banyak kesalahan penggunaan kosakata yang
ditemukan
A3 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A4 2 Cukup dalam penggunaan diksi, sering terjadi kesalahan dalam penggunaan kata.
A5 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A6 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A7 4 Pemilihan kata sangat tepat, tidak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata, variatif.
A8 2 Cukup dalam penggunaan diksi, sering terjadi kesalahan dalam penggunaan kata.
A9 2 Cukup dalam penggunaan diksi, sering terjadi kesalahan dalam penggunaan kata.
A10 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A11 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A12 2 Cukup dalam penggunaan diksi, sering terjadi kesalahan dalam penggunaan kata.
A13 4 Pemilihan kata sangat tepat, tidak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata, variatif.
commit to user commit to user
A14 4 Pemilihan kata sangat tepat, tidak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata, variatif.
A15 2 Cukup dalam penggunaan diksi, sering terjadi kesalahan dalam penggunaan kata.
A16 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A17 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A18 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A19 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
A20 4 Pemilihan kata sangat tepat, tidak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata, variatif.
A21 3 Penggunaan kosa kata kadang salah namun tidak mengganggu, terdapat kata yang tidak baku.
Keterangan Skor :
Diksi sangat tepat = 4 Diksi tepat = 3 Diksi cukup tepat = 2 Diksi kurang tepat = 1
commit to user commit to user
Gambar 6. Persentase Kemampuan Menulis Teks Pidato Ditinjau dari Aspek Kosakata.
Rumus menghitung persentase kemampuan menulis teks pidato ditinjau dari aspek kosakata:
Berdasarkan Tabel dan Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa:
1) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek kosa kata yang sangat tepat sebanyak 4 siswa (19 %)
2) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek kosa kata yang tepat sebanyak 11 siswa (52.4 %)
3) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek kosa kata yang cukup tepat sebanyak 5 siswa (23.8 %)
4) Siswa yang mampu menulis teks pidato ditinjau dari aspek kosa kata yang kurang tepat sebanyak 1 siswa (4.8 %)
5. Deskripsi Mekanik (Ejaan dan Tanda Baca)
Hasil analisis dari naskah pidato siswa ditemukan beberapa kesalahan dalam penulisan ejaan dan tanda baca. Kesalahan tersebut
19 %
52.4 %
23.8 %
4.8 % 0
10 20 30 40 50 60
Sangat Tepat Tepat Cukup Tepat Kurang Tepat
Kosakata (Diksi)
commit to user commit to user
berupa kesalahan penulisan huruf kapital, huruf miring, kata turunan, kata ulang, penulisan singkatan dan akronim, penggunaan tanda titik, penggunaan tanda koma, penggunaan tanda hubung, dan penulisan kata depan. Berikut kesalahan-kesalahan yang dalam naskah pidato.
a. Penggunaan Huruf Kapital
Penggunaan huruf kapital dalam keterampilan menulis harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Bentuk-bentuk kesalahan penggunaan huruf kapital yang berperan sebagai perwakilan dari setiap data yang digunakan sebagai sampel dapat dilihat pada Tabel 9 berikut.
Tabel 9. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital
No Kode Kesalahan
1 A1, Pb, K2 …Bapak kepala sekolah SMA
Muhammadiyah 1 karanganyar
2 A1, Pb, K4 …dan Hidayah-Nya
3 A1, ISI-P4, K6 …dari Masyarakat di Media Sosial 4 A1, ISI-P4, K7 Hakim-Hakim…
5 A2, Pb, K3 …Kepada Kita Semua 6 A2, ISI-P1 K1 …mencuri Uang Rakyat.
7 A2, ISI-P3, K2 …Dana BOS 8 A3, ISI-P1, K2 …menjelajah Dunia 9 A4, Pb, K2 …Tuhan yang Maha Esa 10 A4, Pb, K2 …hidayahnya
11 A5, ISI-P2, K1 …Dan jika 12 A5, ISI-P3, K1 Maka, Jika…
13 A6, Pb, K3 …Allah Swt 14 A6, ISI-P1, K1 Dampak Negatif…
15 A6, Pb, K3 …Nabi Muhammad saw 16 A7, Pb, K2 …tuhan yang maha esa 17 A7, ISI-P1, K1 Pemerintahan indonesia…
commit to user commit to user
18 A7, ISI-P3, K1 …china 19 A7, Pt, K3 terima kasih…
20 A8, Pb, K2 pertama-tama…
21 A8, Pb, K4 …Terhadap 22 A8, Pt, K1 para hadirin…
23 A9, ISI-P2, K1 biasanya…
24 A9, ISI-P3, K2 hal itu…
25 A9, Pt, K1 sekian yang…
26 A10, ISI-P1, K6 karena…
27 A10, ISI-P2, K1 Dampak Negatif sms…
28 A10, ISI-P2, K3 jika anak-anak…
29 A10, Pt, K3 apabila…
30 A11, ISI-P3, K1 …sms…
31 A12, Pb, K2 …Allah SWt 32 A12, ISI-P1, K2 Banyak Aplikasi…
33 A13, ISI-P3, K1 pr…
34 A13, Pt, K2 …Terima Kasih…
35 A14, ISI-P2, K3 banyak sosial…
36 A14, ISI-P3, K3 sangat disayangkan…
37 A15, ISI-P1, K1 …Baik positif 38 A15, ISI-P1, K3 oleh karena itu…
39 A16, Pb, K2 …Bahasa Indonesia 40 A16, ISI-P1, K2 dengan perkembangan…
41 A16, ISI-P1, K3 …Laptop 42 A16, ISI-P2, K1 hp…
43 A17, Pb, K2 yang terhormat…
44 A17, Pb, K4 …karunianya…
45 A17, ISI-P1, K1 …Sangatlah pesat 46 A18, ISI-P1, K4 karena ada…
47 A18, ISI-P2, K2 dampak negatif…
commit to user commit to user
48 A19, ISI-P1, K3 …Internet 49 A20, Pb, K4 …Puja dan Puji
50 A20, Pb, K4 …hari pendidikan nasional 51 A20, ISI-P1 …dari Pada
52 A21, Pb, K3 kemudian…
53 A21, Pb, K4 di sini…
54 A21, ISI-P1, K2 mayoritas…
55 A7, ISI-P2, K1 tindakan…
56 A7, ISI-P3, K1 perbedaan…
57 A7, Pb, K2 …hidayahnya 58 A9, Pt, K1 …tuhan 59 A2, ISI-P3, K2 …diri anda
1) Penulisan nomor 1 tidak tepat karena huruf kapital dipakai sebagai unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti dengan nama atau yang dipakai sebagai ganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
2) Penulisan nomor 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 11, 12, 14, 21, 27, 32, 34, 37, 39, 41, 45, 48, 49, dan 51 tidak tepat karena huruf kapital tidak digunakan pada huruf awal kata umum yang terletak di tengah kaimat.
3) Penulisan nomor 19, 20, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29, 33, 35, 36, 38, 40, 42, 43, 46, 47, 52, 53, 54, 55, dan 56 tidak tepat karena huruf kapital harus digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
4) Penulisan nomor 9, 10, 13, 15, 16, 31, 44, dan 58 tidak tepat karena hurus kapital digunakan dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan dan nama Tuhan, termasuk kata ganti –Nya. Huruf pertama pada kata ganti nya, sebagai kata ganti Tuhan harus ditulis dengan huruf kapital, ditulis serangkai dengan tanda hubung (-). commit to user commit to user
5) Penulisan nomor 17 dan 18 tidak tepat karena huruf kapital harus dipakai sebagai huruf pertama semua unsure nama Negara, nama resmi badan/lembaga, pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi.
6) Penulisan nomor 50 tidak tepat karena huruf kapital harus digunakan sebagai huruf awal nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
7) Penulisan nomor 59 karena huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, paman, serta ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.
b. Penulisan Huruf Miring.
Penggunaan huruf miring sangat penting, tetapi kenyataannya banyak diabaikan sehingga menimbulkan kesalahan dalam penulisannya. Berikut bentuk kesalahan pada penulisan huruf miring.
Tabel 10. Kesalahan Penggunaan Huruf Miring
No Kode Kesalahan
1 A7, ISI-P2, K1 agen of change 2 A7, ISI-P2, K2 Independent 3 A8, ISI-P1, K1 share
4 A8, ISI-P1, K1 website 5 A8, ISI-P3, K2 account 6 A8, ISI-P3, K3 trend 7 A8, ISI-P4, K1 moment 8 A8, ISI-P5, K1 online shop
9 A10, ISI-P1, K5 Short Message Service 10 A10, ISI-P1, K5 Sinau
11 A10, ISI-P2, K1 handphone 12 A11, ISI-P3-K1 facebook
commit to user commit to user
13 A12, ISI-P1, K2 whattsapp, line, twitter 14 A13, ISI-P2, K1 males
15 A14, ISI-P2, K1 Path
16 A16, ISI-P3, K2 instagram, youtube, dan game online 17 A17, ISI-P1, K7 handphone
18 A18, ISI-P1, K2 all operator 19 A19, ISI-P1, K1 Game
20 A19, ISI-P1, K7 mall, supermarket, playstation 21 A21, ISI-P1, K1 Blackberry Messanger
Data dari Tabel 10 di atas merupakan temuan dari kesalahan penggunaan huruf miring dalam naskah pidato siswa kelas X SMA Muhammaiyah 1 Karanganyar. Penggunaan huruf miring dari data temuan tersebut tidak tepat karena huruf miring harus digunakan untuk menuliskan kata ilmiah, ungkapan bahasa asing atau bahasa daerah, kecuali disesuaikan ejaannya. Bila dalam bentuk tulis tangan penggunaan huruf miring bisa diganti dengan penggunaan garis bawah pada ungkapan bahasa asing.
c. Penulisan Kata Turunan
Kesalahan yang ditemukan dari penulisan kata turunan dapat dilihat pada Tabel 11 berikut.
Tabel 11. Kesalahan Penggunaan Kata Turunan
No Kode Kesalahan
1 A1, ISI-P4, K10 di pelihara 2 A2, ISI-P1, K2 di hukum 3 A2, Pt, K2 meraja lela 4 A3, ISI-P2, K1 ber manfaat 4 A3, ISI-P3, K3 Memper oleh 6 A4, ISI-P1, K3 di lakukan
commit to user commit to user
7 A5, ISI-P2, K1 di kirim 8 A7, ISI-P2, K1 di harapkan
9 A8, Pt, K1 di muliakan
10 A9, ISI-P3, K1 di laksanakan 11 A16, Pb, K4 hidayah nya 12 A16, ISI-P3, K1 di gunakan 13 A21, ISI-P1, K2 dialih fungsikan 14 A21, Pt, K2 di jalankan 15 A8, ISI-P2, K1 di gunakan 16 A8, ISI-P2, K1 di minati
Penulisan kata turunan pada Tabel 11 di atas tidak tepat karena imbuhan (awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Adapun bentuk dasar gabungan kata yang sekaligus mendapakan awalan dan akhiran juga harus ditulis serangkai.
d. Penulisan Kata Ulang
Kesalahan ditemukan dalam penulisan kata ulang dari sampel data yang diteliti. Berikut kesalahan penulisan kata ulang tersebut.
Tabel 12. Kesalahan Penggunaan Kata Ulang
No Kode Kesalahan
1 A1, Pb, K5 Pertama tama
2 A2, Pb, K2 Bapak.bapak
3 A3, Pb, K2 Bapak bapak
4 A4, Pb, K2 teman.teman
5 A4, Pt, K2 anak anak
6 A8, Pb, K1 Pertama tama
7 A8, ISI-P3, K1 Anak2 8 A10, ISI-P2, K2 anak2
commit to user commit to user
9 A10, Pt, K2 Mudah2an 10 A11, Pt, K2 mudah”an 11 A14, ISI-P2, K2 menyia nyiakan 12 A15, Pb, K2 rekan rekan 13 A17, ISI-P1, K2 penemuan2x 14 A17, ISI_P1, K7 hal2
15 A17, ISI-P1, K8 Pandai2X 16 A15, ISI-P2, K1 berhatixx
Penulisan kata ulang pada tabel di atas tidak tepat karena tidak sesuai dengan kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
Penulisan kata ulang seharusnya menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
e. Penulisan Kata Depan
Kesalahan penulisan kata depan pada naskah pidato siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar dapat dilihat pada Tabel 13 berikut.
Tabel 13. Kesalahan Penggunaan Kata Depan
No Kode Kesalahan
1 A1, ISI-P1, K2 dipikiran 2 A1, ISI-P5, K3 dimanapun
3 A2, Pb, K2 ditempat
4 A3, Pb, K3 Ditempat
5 A6, Pb, K3 Kehadirat
6 A10, Pb, K2 Kehadirat
Penulisan kata depan pada Tabel 13 di atas tidak tepat karena tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku, yaitu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Penulisan kata depan seharusnya terpisah dengan kata yang mengikutinya. commit to user commit to user
f. Penulisan Singkatan dan Akronim
Penggunaan singkatan dan akronim dalam keterampilan menulis harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Bentuk-bentuk kesalahan penggunaan singkatan dan akronim yang berperan sebagai perwakilan dari setiap data yang digunakan sebagai sampel dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 14. Kesalahan Penggunaan Singkatan dan Akronim
No Kode Kesalahan
1 A3, ISI-P1, K7 Hal yg belum 2 A4, ISI-P3, K1 …mereka tdk
3 A7, Pb, K2 …syukur kpd
4 A7, ISI-P1, K1 …mulai dr melakukan 5 A7, ISI-P2, K1 …dpt menjadi
6 A7, ISI-P2, K2 …berperan dlm 7 A7, ISI-P3, K1 …di Indonesia dgn
8 A7, Pt, K1 …pd kesempatan
9 A8, ISI-P1, K1 …dgn berbagai 10 A8, ISI-P2, K2 …anak sd kelas 6 11 A11, ISI-P3, K1 …bbM
12 A11, Pb, K2 …yg memberikan 13 A14, Pb, K4 …diberikan utk 14 A14, ISI-P2, K1 …pelajar yg 15 A15, Pb, K2 …telah mbrikan 16 A15, Pb, K2 …tmpat ini 17 A15, ISI-P1, K1 …tentang batsn
18 A15, ISI-P1, K2 …adl dgan ketergantungan 19 A15, ISI-P1, K2 …dmpk negative
20 A17, Pb, K2 …Muh 1 KRA
1) Penulisan singkatan pada nomor 10 dan 11 tidak tepat karena penulisan singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang commit to user commit to user
bukan nama diri harus ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
2) Penulisan singkatan pada nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, dan 20 tidak tepat karena singkatan-singkatan itu hanya dapat digunakan untuk keperluan khusus, seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah.
g. Penulisan Tanda Titik
Penggunaan tanda titik (.) dalam keterampilan menulis harus sesuai dengan kaidah yang berlaku. Bentuk-bentuk kesalahan penggunaan tanda titik (.) yang berperan sebagai perwakilan dari setiap data yang digunakan sebagai sampel dapat dilihat pada Tabel 15 berikut.
Tabel 15. Kesalahan Penggunaan Tanda Titik
No Kode Kesalahan
1 A1, ISI-P2, K3 …dipikiran para koruptor. sehingga dengan mudahnya mereka…
2 A1, ISI-P4, K2 Laporkan tindakan yang ada kaitannya dengan korupsi . di manapun itu berada.
3 A2, ISI-P1, K1 …kegiatan mencuri uang rakyat. Tetapi di negeri kita…
4 A2, Pt, K2 …maupun anak-anak kita
5 A3, Pb, K4 …meningkatkan minat baca siswa 6 A4, Pb, K4 …usaha pemberantasan korupsi
7 A4, ISI-P3, K1 Mereka tidak akan melakukan perbuatan kotor seperti itu
8 A6, ISI-P1, K1 Dampak negatuf bagi pelajar yang suka ber-sms-an sangatlah besar. Sebab dengan…
9 A7, ISI-P1, K1 …mulai dari melakukan tindakan preventif hingga penindakan
commit to user commit to user
10 A7, ISI-P2, K2 Lembaga tersebut adalah KPK
11 A7, ISI-P3, K1 …kepada para koruptor. sedangkan di Indonesia
12 A7, ISI-P3, K3 …masih dipertimbangkan untuk menggunakan cara ini
13 A7, Pt, K2 Pidato yang telah saya sampaikan jadi satu pelajaran berharga
14 A9, ISI-P2, K1 …dengan tegas serta menyertakan undang-undang yang sesuai
15 A9, ISI-P3, K2 Korupsi di negeri kita. dengan tanpa memihak
16 A9, Pt, K1 …hanya milik Tuhan semata
17 A11, Pb, K3 …dampak suka ber-sms bagi pelajar:
18 A11, ISI-P2, K1 Sms sangat berguna. untuk member kabar
19 A12, ISI-P1, K1 Di era modern ini. seiring perkembangan teknologi yang semakin maju.
20 A13, ISI-P2, K2 Ber-sms-an dengan temannya . yang membahas hal yang tidak menyangkut dengan pelajaran sekolah
21 A16, ISI-P1, K1 …mempermudah disegala hal
22 A18, ISI-P1, K2 …untungnya pun bertambah. dan yang 23 A18, ISI-P1, K3 …tidak bisa disampaikan. bisa dikirim
lewat sms
24 A21, ISI-P1, K3 …adapula yang berdampak positif 25 A21, ISI-P3, K1 …akan menyebabkan hal buruk terjadi 26 A21, Pt, K1 …cukup sekian. yang bisa saya
sampaikan
27 A10, Pb, K2 Tuhan semesta alam yang tak henti- commit to user
commit to user
hentinya telah. memberikan hidayah 28 A10, Pb, K3 …di tempat ini. tanpa halangan
sedikitpun. dan dalam…
1) Penulisan tanda titik (.) pada nomor 1, 2, 3, ,8, 11, 15, 18, 19, 22, 23, 26, 27 dan 28 tidak tepat karena penggunaan tanda titik bukan terletak pada pemberhentian kalimat yang tepat.
2) Penulisan tanda titik (.) pada nomor 4, 5, 6, 7, 9, 10, 12, 13, 14, 16, 17, 20, 21, 24, dan 25 tidak tepat karena tanda titik (.) harus dipakai pada akhir kalimat pernyataan.
h. Penulisan Tanda Koma
Penggunaan tanda koma (,) dalam keterampilan menulis harus sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Bentuk-bentuk kesalahan penggunaan tanda koma (,) yang berperan sebagai perwakilan dari setiap data yang digunakan sebagai sampel dapat dilihat pada Tabel 16 berikut.
Tabel 16. Kesalahan Penggunaan Tanda Koma
No Kode Kesalahan
1 A2, Pb, K3 …sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini , saya ucapkan terima kasih…
2 A3, ISI-P3, K2 Oleh karena itu diawali sejak dini 3 A4, ISI-P2, K1 ...seperti tidak memiliki rasa puas, dan
kurangnya nilai agama
4 A7, ISI-P3, K1 …China lebih berani mengambil tindakan dalam memberantas korupsi seperti melakukan hukum mati kepada koruptor sedangkan di Indonesia…
5 A10, ISI-P1, K2 …cepat, murah, canggih dan digemari commit to user
commit to user
anak-anak
6 A10, ISI-P1, K6 …sangat cepat, mudah, murah dan hemat digunakan
7 A11, ISI-P2, K1 …untuk memberi kabar kepada orang tua, keluarga dan orang lain.
8 A11, Pt, K1 namun mudah-mudahan sedikit pidato yang telah saya sampaikan bermanfaat.
9 A12, ISI-P1, K2 BBM, whatsapp, twitter, facebook, line dan masih banyak lagi.
10 A12, ISI-P3, K1 Oleh karena itu pelajar masa kini harus pandai dalam mengatur waktu sms dan belajarnya.
11 A13, Pt, K3 …mohon maaf, Terima kasih atas waktu dan kesempatan
12 A13, Pt, K1 Maka kalau pelajar mau berprestasi mereka harus belajar dengan giat.
13 A14, ISI-P1, K1 … berdampak negatif bagi pelajar , banyak para pelajar yang…
14 A15, ISI-P1, K2 …baik sisi negatif, positif dan penanggulangannya.
15 A15, ISI-P1, K4 …belajar, membantu orang tua dan sebagainnya.
16 A15, ISI-P2, K1 Oleh karena itu saya sarankan agar lebih berhati-hati
17 A16, ISI-P1, K3 …contohnya hp, laptop dll.
18 A16, ISI-P3, K1 …membuka twitter, facebook, instagram dll.
19 A18, ISI-P1, K2 …bisa mengurangi pengeluaran modal, dan akhirnya untungnya pun bertambah.
commit to user commit to user