33 BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlangsung di RM. Sate Maranggi SN 4444 yang terletak di Jl. Raya Tajur Bogor No. 289 Kuntum teras Air, Jawa Barat. Rumah makan dengan konsep tradisional ini mengangkat kuliner sunda sebagai menu andalannya dan sudah berdiri sejak tahun 2014.
B. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif pada dasarnya adalah mengamati orang-orang di lingkungan mereka, berinteraksi dengan mereka, mencoba memahami bahasa dan interpretasi dunia di sekitar mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif, data yang diperoleh akan lebih lengkap, mendalam, andal dan bermakna untuk dapat mencapai tujuan penelitian. Jangan menggunakan metode kuantitatif karena metode kuantitatif hanya dapat ditemukan dengan menggunakan data eksperimen dan terukur.
Kebenaran yang tidak dilihat dengan indera akan sulit diungkapkan. Dengan metode kualitatif, data akan lebih lengkap dan akurat, sehingga memiliki reliabilitas yang tinggi (Sugiyono, 2014).
Strategi atau jenis penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus didefinisikan sebagai fenomena tertentu yang ada dalam konteks terbatas. Kasus dapat berupa individu, peran, kelompok kecil, organisasi, dan komunitas.
Metode studi kasus memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi. berkaitan dengan korelasi fakta dan dimensi yang berbeda dari kasus tertentu (Poerwandari, 2005).
C. Unit Analisis dan Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini, terdapat tiga unit yang dianalisis yaitu profit, people, dan planet (atau dikenal dengan triple bottom line of CSR). Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah pemilik, karyawan dan pelanggan RM. Sate Maranggi SN 4444 Tajur.
D. Informan Penelitian
Informan penelitian adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi terkait dengan kondisi yang akan diteliti sehingga dapat memberikan data yang real kepada peneliti. Informan untuk penelitian ini berjumlah 6 orang, antara lain:
1 pemilik, yang berdasarkan besarnya keterlibatan dalam operasional RM. Sate Maranggi SN 4444 Tajur. 2 pegawai dan 3 pembeli berdasarkan yang paling mudah dihubungi dan memiliki pengetahuan sedikit banyak tentang RM. Sate Maranggi SN 4444, dikarenakan pendapat mereka hanya untuk menguatkan informasi utama yang diperoleh dari pemilik. Lebih detailnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.1 Daftar Informan
*bukan nama sebenarnya E. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data diperoleh (Suharsimi, 2010). Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata- kata dan tindakan, selebihnya adalah data pelengkap seperti dokumen dan publikasi lainnya (Moleong, 2012). Peneliti menggunakan sumber data primer untuk mencari dan mengumpulkan sumber data dalam penelitian ini. Sumber data primer adalah data yang diperoleh peneliti langsung pada sumbernya tanpa
No Nama Informan Pendidikan Jabatan
1 Naufal Arham* D3/ Sistem Informasi
Pemilik Rumah Makan Sate
Maranggi SN 4444
2 Jajang* SMK Pegawai
3 Yusuf* SMK Pegawai
4 5 6
Nanda*
Asri*
Arman*
S1/ Manajemen S1/ Farmasi
S1/ Teknik Elektro
Pembeli Pembeli Pembeli
adanya perantara. Peneliti mencari dan sumber data dari informan melalui wawancara dan observasi lapangan secara langsung. Kata-kata dan tindakan orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama (Moleong, 2012). Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh dengan menggali sumber langsung dari responden, mencatat sumber data primer melalui wawancara, atau observasi yang diperoleh sebagai hasil dari upaya agregasi kegiatan penelitian, mendengarkan dan penyelidikan. Subjek penelitian atau Informan yang diwawancara adalah pemilik sekaligus pengelola rumah makan pegawai dan pembeli di RM. Sate Maranggi SN 4444 Tajur.
F. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan beberapa prosedur sebagai berikut:
1. Wawancara Mendalam
Peneliti membuat daftar pertanyaan wawancara, memvalidasi daftar pertanyaan kepada ahlinya, mengambil rekaman suara saat wawancara, mentranskrip hasil rekaman, mengolah hasil transkrip, kemudian mendeskripsikan hasil tersebut untuk menarik sebuah kesimpulan (Setiawan, 2018).
Daftar Pertanyaan Wawancara:
1. Pemahaman pemilik restoran mengenai etika bisnis Islam a. Apa yang Bapak pahami terkait etika bisnis Islam?
b. Menurut Bapak, apakah etika dalam berbisnis perlu diterapkan di restoran ini?
c. Bagaimana cara Bapak sebagai pemilik sekaligus pengelola restoran ini mengedukasi para pegawai agar tetap menerapkan kelima sifat bisnis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Sejauh ini apakah pernah ada masalah yang merugikan pelanggan ataupun perusahaan?
Serta bagaimana cara menyelesaikannya?
d. Apakah pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan etika Islam?
Bagaimana penerapannya dalam kegiatan sehari-hari?
e. Bagaimana cara karyawan menanamkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan?
f. Bagaimana budaya kerja yang berkaitan dengan etika Islam? Bisa dijelaskan implementasinya dalam kegiatan sehari-hari?
g. Bagaimana cara karyawan menangani keluhan-keluhan konsumen?
h. Bagaimana dampak dari pelayanan yang sesuai dengan etika Islam?
2. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan RM. Sate Maranggi SN 4444
Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial, bagaimana penerapannya terhadap masyarakat khususnya pegawai berdasarkan etika bisnis Islam di rumah makan ini?
3. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan di Bidang Ekonomi
Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial, bagaimana penerapannya dalam bidang ekonomi berdasarkan etika bisnis Islam di rumah makan ini?
4. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan di Bidang Lingkungan
Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial, bagaimana penerapannya dalam bidang lingkungan berdasarkan etika bisnis Islam di rumah makan ini?
5. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan pada Triple Bottom Line yaitu Profit, People dan Planet Berdasarkan Etika Bisnis Islam di RM. Sate Maranggi SN 4444 Tajur
a. Profit (Keuntungan)
1) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip jujur di rumah makan ini?
2) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip Amanah di rumah makan ini?
3) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip komunikatif di rumah makan ini?
4) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip cerdas di rumah makan ini?
5) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip berani di rumah makan ini?
b. People (Masyarakat)
1) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek masyarakat, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip jujur di rumah makan ini?
2) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip amanah di rumah makan ini?
3) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip komunikatif di rumah makan ini?
4) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip cerdas di rumah makan ini?
5) Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek keuntungan, bagaimana penerapannya berdasarkan prinsip berani di rumah makan ini?
c. Planet (Lingkungan)
Berkaitan dengan pertanggungjawaban sosial dalam aspek lingkungan, bagaimana penerapannya berdasarkan etika bisnis Islam di rumah makan ini?
6. Bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah makan Sate Maranggi SN 4444?
2. Dokumentasi
Peneliti mengumpulkan data mengenai informasi rumah makan, lalu mengelompokkannya berdasarkan masalah-masalah yang sedang diteliti (Ronny Kountur, 2012).
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data melalui tahapan koding. Teknik koding adalah langkah yang dilakukan seorang peneliti untuk mendapatkan gambaran fakta sebagai satu kesatuan analisis data kualitatif dan teknik mengumpulkan serta menarik kesimpulan analisis psikologis terhadap data yang diperoleh. Koding sebagaimana diuraikan oleh Saldana (2009) dimaksudkan sebagai cara mendapatkan kata atau frase yang menentukan adanya fakta psikologi yang menonjol, menangkap esensi fakta, atau menandai atribute psikologi yang muncul kuat dari sejumlah kumpulan bahasa atau data visual. Data tersebut dapat berupa transkrip wawancara, catatan
lapangan observasi partisipan, jurnal, dokumen, literatur, artefak, fotografi, video, website, korespondensi email dan lain sebagainya. Kode dengan demikian merupakan proses transisi antara koleksi data dan analisis data yang lebih luas (Saldana, 2009). Proses koding mencakup beberapa langkah, yaitu:
1. Menentukan Kategorisasi Menggunakan Kode
Transkrip Wawancara Kode Pemadatan Fakta Interpretasi
“Etika bisnis Islam itu yang penting kita berjualan secara jujur yang pertama, jujur dalam arti kita menjual ini hasilnya harus halal, tidak membohongi konsumen, ini nasi betul, ini daging sapi betul, bukan menjual daging kambing tapi kok isinya sapi, jual sapi tapi isinya kambing, itu kan banyak terjadi sekarang, diusahakan dari hal seperti itu dulu, walaupun untung sedikit, yang penting kita jujur dan kualitas ga akan berubah, insyaAllah.”
NA 1 a. Penerapan etika bisnis salah satunya dengan bersifat jujur b. Mengutamakan
keberkahan dalam mencari keuntungan
a. Keutamaan sifat siddiq
b. Orientasi pada akhirat
“Harus diterapkan, karena di sini kita berada di lingkungan Islami, oleh karena itu saya juga menekankan kepada karyawan, tiap bulan kita briefing, dalam rangka mengasah skill, karena saya
NA 2 a. Menerapkan etika bisnis Islam karena berada di lingkungan Islami b. Salah satu
syarat wajib menjadi pegawai yaitu
Berlandaskan syariat Islam
menerima karyawan tidak berdasarkan title, yang penting dia mau kerja, dan wajib orang Islam, jujur, disiplin, itu yang saya terima.
Beragama Islam itu wajib bagi pekerja di sini, karena dari Namanya saja SN 4444, SN itu singkatan dari Sholawat Nariyah, 4444nya itu itungan untuk dzikirnya.”
beragama Islam, jujur, dan disiplin c. Pemberian
nama rumah makan dengan singkatan Islami
“Cara mengedukasinya dengan melakukan briefing setiap bulan tadi kembali lagi, trus ada setahun sekali juga dalam pelatihan-pelatihan gabungan dari orang dapur sama bagian penjualan sekitar 70 orang, itu setahun sekali, kegiatannya berupa liburan sambal yaitu mengasah skill untuk mempererat juga, semacam family gathering gitu lah. Family gathering tetapi diselingi belajar juga yang
mendukung untuk
meningkatkan penjualan itu sendiri. Untuk masalah yang
NA 3 a. Melakukan briefing dan pelatihan dalam rangka
mengasah skill b. Mengutamakan
loyalitas dan kenyamanan pelanggan
a. Pemberdayaaan pegawai yang berkaitan dengan prinsip fatonah b. Memprioritaskan
pelanggan
merugikan pelanggan itu ada saja, tapi dari pengalaman itu jadi pembelajaran, ada pegawai yang mengadu ke saya, jadi ada beberapa komplen dalam kualitas, nah itu langsung kita bereskan hari itu juga, pertama kita minta maaf kalau ada kekurangan, kadang-kadang kasih free, kalau ada yang komplen kadang-kadang kita kasih free makanan, contoh komplennya tuh misalnya ada kekurangan jumlah di sate, pesannya misal 10 tusuk malah ada 5 tusuk, saya kasih dua kali lipatnya, karena kita harus jaga kepercayaan konsumen, jangan sampai konsumen kecewa, walaupun kita rugi, tapi kami ga merasa rugi yang penting konsumen ga kecewa.”
“Kalau soal sesuai etika Islam insyaAllah sudah, karena dimulai dari produk pun insyaAllah 100% halal walau
NA 3 a. Aktivitas di rumah makan sudah sesuai dengan etika bisnis Islam
Menerapkan etika bisnis Islam dengan tujuan agar tercapainya
kami belum mempunyai sertifikasi halal MUI, tapi saya jamin kehalalannya, karena in ikan usaha keluarga, yang mana basicnya pun dari keluarga Islami, ayah saya juga guru ngaji, keluarga saya juga besar di pesantren, jadi untuk kahalalan itu harus benar-benar diperhitungkan.
Nah restoran di luaran kan kita ga tau ya halal atau tidaknya. Berhubungan dengan label halalnya sendiri nanti akan kami urus, tapi kalau soal titik kritis makanan halal haram itu kan jenisnya ya, karena kami bahan dasarnya pun daging sapi, insyaAllah halal pastinya, begitupun dengan tata cara pengelolaannya kita mulai dengan bismillah dan lain sebagainya. Karena kalau kita berjualan secara halal udah pasti segalanya dimudahkan, ga akan Allah persulit, dan hasilnya pun udah keliatan
b. Belum mempunyai sertifikasi halal c. Bahan dasar
dan tata cara pengelolaannya sesuai dengan ajaran Islam d. Dampak dari
menerapkan etika bisnis Islam yaitu tercapainya keberkahan
keberkahan dalam berbisnis.
dimulai dari terus meningkatnya omset.”
“Yang terutama kelima prinsip tadi itu ya, apalagi menyangkut kejujuran, jadi kita sambut konsumen dengan ramah dimulai dari dateng, kemudian amanah jika mereka memesan apa dihidangkannya apa, jadi dari pelayanan itu muncul kepercayaan konsumen, sehingga nantinya mereka mau dateng lagi.
Untuk keamanan, misalnya parkiran, itu kan di luar tanggung jawab kita, karena kita kan kerja sama dengan warga, jadi insyaAllah mereka pun Amanah Ketika dititipi kendaraan, begitupun di cabang yang Ciawi, kita serahkan urusan parkiran ke warga, kita bagi-bagi rezeki, kita ga kelola parkir, jadi berbagi tugas, kita berfokus jualan aja, dari situ kan justru lebih aman karena bagi tugas.
Tapi untuk yang jenisnya
NA 4 a. Membangun kepercayaan konsumen dengan menerapkan sifat jujur, Amanah, serta memberikan rasa aman b. Membagi tugas
dengan warga sekitar sebagai bentuk kerja sama sosial
Memprioritaskan pelanggan dan masyarakat sekitar sesuai prinsip siddiq dan amanah.
barang hilang, kalau barangnya ditemukan oleh pegawai pasti kita amankan di kasir.”
“Seluruh kegiatan kita usahakan harus sesuai syariat Islam seperti yang sudah dijelaskan tadi mengenai kejujuran dan lain sebagainya.
Kalau menyangkut waktu sholat kami wajibkan tentunya untuk melaksanakan, jangan sampai terlewat. Untuk jam- jam ibadah seperti sholat itu selalu ditekankan setiap bulan saat evaluasi, tetapi balik lagi ke diri masing-masing, karena sholat itu wajib, jadi ga perlu dikasih tau lagi, ada waktu harus disempatkan sholat.
Kalau lagi rame banget biasanya gentian, rolling.
Kalau untuk maghrib yang waktunya pendek saya selalu bawel nekanin untuk sholat, tapi ga mungkin juga tiap waktu sholat saya bawel, lebih baik saya balikin lagi ke
NA 5 Mewajibkan salat dengan cara bergantian antar pegawai.
Berhubungan dengan ibadah wajib sesuai aspek tablig.
masing-masing, yang penting sudah gugur kewajiban kita dalam mengingatkan, karena itu kan kesadaran diri sendiri, udah baligh juga, karena ngapain kerja capek-capek kalau ga sholat. Nah kalau untuk sholat berjamaah bisa saja, Cuma berarti kita harus tutup semuanya, tapi rasanya itu ga mungkin, karena nanti konsumen marah-marah.
Namun saya ada rencana ke depannya untuk tutup di waktu sholat karena inginnya berjamaah semua”
“Untuk masalah keluhan pelanggan itu ada saja, tapi dari pengalaman itu jadi pembelajaran, ada pegawai yang mengadu ke saya, jadi ada beberapa komplen dalam kualitas, nah itu langsung kita bereskan hari itu juga, pertama kita minta maaf kalau ada kekurangan, kadang- kadang kasih free, kalau ada yang komplen kadang-kadang
NA 6 Menindaklanjuti keluhan pelanggan dengan
memberikan solusi.
Berkaitan dengan pelanggan sesuai prinsip amanah, tablig, dan syaja’ah.
kita kasih free makanan, contoh komplennya tuh misalnya ada kekurangan jumlah di sate, pesannya misal 10 tusuk malah ada 5 tusuk, saya kasih dua kali lipatnya, karena kita harus jaga kepercayaan konsumen, jangan sampai konsumen kecewa, walaupun kita rugi, tapi kami ga merasa rugi yang penting konsumen ga kecewa.”
“Yang kerasa di saya selama tujuh tahun ini, kalau pegawai benar-benar menerapkan di dirinya sendiri, kami ga kesusahan, kami percaya, maksudnya saat orang itu udah menerapkan, orangnya memang tipikalnya jujur, dan lain sebagainya, jadi kita percaya dan insyaAllah kami naikkan gaji, bertahap sampai naik jabatan. Dan di saat menerapkan kelima sifat tadi, alhamdulillah dimulai dari saya 2014 sampai sekarang,
NA 7 a. Pemberian penghargaan untuk pegawai jika mempunyai kinerja yang baik
b. Kualitas produk dan pelayanan mempengaruhi loyalitas pelanggan c. Salah satu
tujuan mendirikan usaha adalah membuka lapangan pekerjaan
Berkaitan dengan masyarakat sesuai prinsip tablig dan fatonah.
kurang lebih tujuh tahun, dari mulai kualitas, pelayanan konsumen, sampai omset itu terus meningkat, belum sampai turun, baru-baru ini karena covid aja kita baru turun, jadi saya pribadi pun niatnya bukan cari untung tujuan utamanya, yang penting membuka lapangan kerja, terus bisa berkembang Bersama. Jadi untung rugi tuh nomer sekian, karena kita pun biasa susah awalnya, jadi sekalinya rugi pun ya biasa aja, karena pernah ada di posisi itu.”
“Kita ada kegiatan briefing rutin, dalam kegiatan briefing itu yang pertama kita ungkapkan rasa syukur itu sendiri, bahwa kita udah bisa berjualan, dilatihnya begitu, jadi mendoktrin teman-teman yang bekerja untuk selalu bersyukur karena kita memiliki pekerjaan, dan lain- lainnya. Selanjutnya
NA 8 a. Mengadakan evaluasi kerja rutin dengan tujuan memperbaiki kinerja selanjutnya b. Memberikan
sebagian hasil keuntungan usaha untuk orang yang membutuhkan
Pemberdayaan pegawai yang berkaitan dengan prinsip fatonah.
Berkaitan dengan sosial.
dibriefing juga bahwa kita harus jujur, jangan lupa sholat lima waktu, itu tiap bulan diulas, dan juga terkait pelayanan harus begini, baru terakhir evaluasi kerja.
Terkait sedekah, semakin maju bisnisnya, saya ingin lebih banyak sedekah lah, karean 25% kita emang serahkan untuk kebutuhan seperti jamaah.”
“Berkaitan dengan ekonomi, visi rumah makan ini kan tujuannya untuk kemajuan bersama, jadi yang saya lihat tuh tetangga, lihat sekitar,ingin mempekerjakan orang, niat awalnya seperti itu, ingin membuka lapangan kerja, untung itu nomer dua.
visinya sendiri itu intinya mengembangkan usaha Bersama, jadi simpelnya kita maju tetangga pun harus maju, jadi mengedepankan kebersamaan atau ukhuwah Islamiyah, karena hampir 30%
NA 9 a. Memajukan masyarakat sekitar dengan membuka lapangan pekerjaan b. Memanfaatkan
kemampuan masyarakat sekitar dengan tujuan demi kemajuan bersama
Berkaitan dengan masyarakat.
itu produk dari tetangga, seperti menu pepes, lontong, ketan, itu ngambil dari tetangga, yang masak tetangga, jadi awalnya saya tanya dulu bisa masak apa, kalau kualitasnya bagus kita ambil, trus dikumpulkan di dapur langsung dibawa ke sini, jadi biar tetangga sekitar pun ada kerjaan.”
“Kegiatan rutin yang berkaitan dengan lingkungan kita ada kerja bakti yang dilakukan hamper setiap hari tentunya. Karena setelah rumah makan tutup pastinya keadaan kotor, banyak sampah, nah kita satukan sampah di sini dengan sampah dapur, lalu dibuang di tempat pembuangan yang biasa kita buang di sana.”
“Kita menggunakan alas bambu dan dilapisi daun pisang di atasnya, jadi yang dibuang itu hanya daun
NA 10 a. Pelaksanaan kerja bakti oleh seluruh
pegawai agar terciptanya kebersihan lingkungan b. Penggunaan
bahan yang ramah lingkungan c. Pemberian
jarak antara pembakaran sate dengan meja pelanggan
Berkaitan dengan lingkungan.
pisangnya saja, sehingga kita minim sampah yang mudah merusak lingkungan. Karena sampah terbesar pun berasal dari alas daun pisang tadi, paling adanya sisa makanan pengunjung, nah itu juga kan sampah yang mudah membusuk ya. Selain itu kita juga sengaja memberi jarak antara tempat pembakaran sate dan meja-meja pelanggan, jadi setiap pelanggan tidak terlalu tercemari oleh asap.
Begitupun pengguna jalan, karena di sini dekat dengan jalan, mereka juga tidak dirugikan.”
“Kalau pegawai ga jujur, sekali dia ketahuan ga jujur, langsung dipecat di tempat, mau dia sudah bekerja dua tahun, tiga tahun, saya tidak melihat itu, kalau dia tidak jujur misalnya mencuri, mabuk-mabukan, berantem selama menggunakan atribut
NA 11 Memberikan sanksi kepada pegawai yang melakukan pelanggaran.
Berkaitan dengan pegawai sesuai dengan prinsip siddiq, Amanah, dan syaja’ah.
perusahaan, langsung saya pecat, atau juga misal ada minuman di mess.”
“Berkaitan dengan itu tentunya kita ada ya, seperti halnya ada rapat besar dengan keluarga, dikarenakan ini bisnis keluarga, bagian- bagian yang ngurus keuangan sampai bagian dapur pun keluarga, jadi kita sering berkomunikasi soal strategi ke depannya gimana, ini itu gimana, karena kalua ga gitu nantinya ada miss komunikasi.”
NA 12 Mengadakan diskusi dengan bagian internal perusahaan.
Berkaitan dengan sumber daya manusia yang berkaitan dengan prinsip tablig.
“Rumah makan Sate Maranggi SN 4444 ini memasarkan produknya lewat media sosial seperti Instagram
dengan nama
@satemaranggi_sn4444 dan Whatsapp, yaitu dengan mengumumkannya di grup- grup komunitas yang ada di kota Bogor, serta informasi
NA 13 Melakukan
pemasaran dengan mempromosikann ya di media sosial.
Berhubungan dengan strategi pemasaran yang berkaitan dengan prinsip fatonah.
yang diberikan dari mulut ke mulut.”
“Waktu saya buka, di satu bulan pertama, gaji yang diberikan itu bukan hasil usaha tetapi uang pribadi saya sendiri, yang penting usahanya maju aja dulu.
Bulan kedua, bulan ketiga baru lah ngegaji hasil untung usaha”
NA 14 Menggunakan uang pribadi untuk kebutuhan gaji pegawai di awal usaha.
Berkaitan dengan pegawai sesuai prinsip syaja’ah.
“Itu yang utama, karena di sini kita adalah pelayan, konsumen itu raja, nah kita ga bisa melayani tanpa keramahan, minimal kita senyum, melayani dengan baik, walaupun ada beberapa karyawan yang kurang bisa senyum, saya Tarik ke dapur, saya posisikan di dapur dan bukan ditempatkan di bagian pelayanan karena kan kadang- kadang ada karakter yang ga bisa senyum, biasanya yang posisinya bagian tukang cuci, jadi ditaro di backstage,
NA 15 Menempatkan pegawai sesuai karakter yang melekat pada dirinya.
Berkaitan dengan pegawai sesuai prinsip tablig, fatonah, dan syaja’ah.
karena bahaya. Kalau yang bisa senyum, komunikatif, saya taro di pelayanan di depan, tapi semuanya tetap dilatih untuk itu, karena kalau udah karakter juga kadang susah.”
“Terkait itu, dikarenakan pegawai di sini basicnya ada yang dari SD, SMP, maka saya latih tiap bulan untuk berhitung atau apapun seperti mengingat menu, dan biasanya dilakukan ketika mau gajian, saya tanya dulu harga sate campur berapa sepuluh?
Kalau jawabannya salah, maka gajinya ga dikasih, ibaratnya anak SD yang mau pulang, jadi intinya jangan asal kerja, biar otaknya dilatih, nah dari situ kelihatan mana yang memahami mana yang tidak, misalnya dia ternyata pintar, maka saya naikkan jabatannya ke kasir, kadang langsung ke leadernya. Kalau untuk
NA 16 Mengadakan pelatihan pegawai dengan tujuan meningkatkan skill.
Berkaitan dengan pegawai sesuai prinsip fatonah.
pelatihan, kita briefing, evaluasi, karena kita pelatihan pun hanya servis aja di sini, karena masaknya di rumah, di sini hanya finishing saja. Jadi pelatihannya terkait pelayanan ke konsumen, pelayanan dalam menghadapi konsumen bagaimana itu dilatih setiap bulan.”
“Intinya ramah tamah, kita melayani tamu harus sesabar mungkin, kenapa disebut sesabar mungkin, kadang kan tamu itu kan pengennya duduk di meja mana, yang enaknya di mana gitu kan, yang ada angin-anginnya gitu, itu kita harus bisa mengayomi, mengayomi itu dengan cara misalnya, Ibu harus duduk di sini, mengarahkan gitu kan.
Untuk masalah keamanannya, karena di sini kita memasang CCTV, untuk di dalam area atau di dalam lokasi di rumah makan ini, misal ada yang ketinggalan barang, atau ada
J 1 a. Bersikap professional dalam menanggapi permintaan
pelanggan b. Pemasangan CCTV dengan tujuan
memberikan rasa aman kepada pelanggan
c. Salah satu cara memberikan kepercayaan kepada pelanggan yaitu dengan mengamankan barang yang tertinggal di rumah makan
Berkaitan dengan pelanggan sesuai prinsip siddiq, Amanah, tablig, fatonah, dan syaja’ah.
yang kehilangan, insyaAllah kita akan membantunya, dengan car akita usahakan di cek dari CCTV, kemudian jika benar kehilangannya di sini, insyaAllah akan dibantu dicarikan sampai ketemu. Atau ada barang yang ketinggalan, kami amankan dulu di meja kasir, lalu disimpan selama satu hari dua hari, kalau ada yang menanyakan, insyaAllah barangnya pasti aman.”
“Kalau masalah kegiatan rutin keagamaan itu ada sih, Cuma itu diadakannya di rumah bos kami. Contohnya seperti hari Jumat, hari Jumat itu kita wajib sholat Jumatan semuanya, jadi sekitar setengah 11an itu kita tutup gerbang dulu untuk melaksanakan sholat Jumat, sehabis itu kita buka gerbang lagi dan kembali kerja.”
J 2 a. Mengadakan kegiatan
keagamaan yang dilaksanakan di rumah pemilik rumah makan b. Melaksanakan
ibadah rutin
Melaksanakan kegiatan keagamaan.
“Perlu banget itu, kuncinya itu jujur. Dari kesehariannya kita
J 3 Mengamankan barang atau uang milik pelanggan,
Berkaitan dengan pelanggan sesuai
kalau sedang melayani, atau sedang di kasir, seringnya customer itu ada yang kelupaan soal kembaliannya, karena kan habis pesan itu langsung pergi atau langsung duduk, sedangkan uang kembaliannya itu ditinggal, nah kita harus cepat-cepat kasih uang kembaliannya itu, kita tanya baik-baik apakah benar uang ini miliknya atau bukan. Terus kan sering ada yang minta tambahan pesanan, nyuruh mesenin ini, otomatis kita bawa uangnya dia dan bawa uang kembaliannya juga.
Selebihnya kalau soal jujur emang dibutuhkan banget sih dalam kerjaan ini.”
lalu
mengembalikan saat pelanggan tersebut
menanyakannya.
prinsip siddiq dan Amanah.
“Amanah itu perlu, contohnya kan gini, tiap customer itu yang pesen itu kan misal pesen sate, dia pengennya itu bakarnya ga terlalu kering, bakarnya ga terlalu gosong, trus misal pesen minumnya
J 4 Mengaplikasikan sifat amanah dengan melaksanakan permintaan pelanggan.
Berkaitan dengan pelanggan sesuai prinsip amanah.
jangan terlalu manis, atau jangan terlalu banyak esnya, itu kan sama dengan amanah, nah itu kita harus bisa memegang amanah itu.”
“Perlu, soalnya kita harus aktif berbicara, karena contoh kita mengantarkan pesanan, trus kita sambal naruh makanan itu kan kita harus sambal berbicara saat itu.”
J 5 Aktif berbicara merupakan hal yang penting dalam melayani pelanggan.
Berkaitan dengan pelanggan sesuai prinsip tablig.
“Perlu, soal tanya jawab itu perlu, soalnya gini, kayak kemarin-kemarin pernah kejadian, mungkin kitanya yang terlalu sibuk atau gimana ya, Namanya juga orang, kita lagi sibuk melayani yang lain, trus kita ada customer lagi Ibu-ibu yang pengen nanya, tetapi kitanya ga ngedenger, trus Ibunya bilang ini gimana saya dari tadi nanya ga dijawab, trus ga dilayani, nah secerdas-cerdasnya kita, kita harus bisa mengatasi kemarahan si Ibu tadi,
J 6 Diperlukannya kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dalam menghadapi pelanggan.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek fatonah.
usahakan kita menjawabnya harus pelan, sopan, supaya si Ibunya lebih tenang, jadi kecerdasan dalam mengelola emosi juga harus. Kalau kegiatan rutinnya itu kita tiap akhir bulan sebelum membagikan gaji, kita ada briefing yang isinya kita dites soal ngafalin menu, harga satu menu itu, gitu aja sih.”
“Berani itu harus, berani bertanggung jawab, termasuk juga berani bertanggung jawab atas kecerobohan ke customer kita, kesalahan sama tamu, jadi berani itu harus.”
J 7 Diharuskan memiliki
keberanian dalam bekerja, termasuk berani
bertanggung jawab atas
kecerobohan yang dilakukan.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek syaja’ah.
“Kalau soal itu sebisa mungkin karyawan itu melayani konsumen dengan baik, soalnya konsumen itu adalah raja, jadi kalau ada apa-apa kita layani dengan baik. Soal keamanan sih di sini kan banyak CCTV ya, kalau misalkan ada barang hilang
Y 1 Memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan, salah satunya
memberikan rasa aman dengan memasang CCTV, serta
mengamankan
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek Amanah.
dan barangnya ditemukan sama pegawai, pasti disimpan dulu di kasir. Nah semisal ada copet, kan di depan ada banyak yang jaga.”
barang yang tertinggal.
“Kalau sifat jujur dan amanah udah dari lama diterapkan, kalau misalkan dari pelayanan misalnya kembalian bayar ada yang kurang, nanti kita cek struknya, kalau misal bener pasti kita kasih.”
Y 2 Mengembalikan uang pelanggan yang kurang dengan
menyertakan bukti struk.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek siddiq.
“Kalau soal amanah, kalau dari pelayanan paling misal ada yang minta dibungkus sehabis makan atau kadang juga ada yang minuman, ya pastinya kita bungkuskan.”
Y 3 Melaksanakan permintaan pelanggan ketika memesan sesuatu.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek Amanah.
“Perlu juga, karena kan kadang ada yang salah pesanan, atau salah meja karena konsumen pindah- pindah meja misalnya, nah pas salah nganterin ke meja kita kan harus aktif ngomong dan
Y 4 Diperlukannya keaktifan dalam berbicara dan juga keberanian dalam menghadapi pelanggan.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek tablig dan syaja’ah.
juga berani. Apalagi kan kalau salah nganterin.”
“Kalau fatonah, perlu sih, namanya juga karyawan, karena kan pembeli itu beda- beda, ada yang suka nanya- nanya, ada yang pengen tau harganya, jadi perlu sih, apalagi misal ada yang minta dibungkus, itu kadang karyawan juga salah jumlahnya, atau kelebihan, nah jadi cerdas itu perlu.”
Y 5 Diperlukannya kecerdasan dalam melayani
pelanggan melihat banyaknya
permintaan saat memesan.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek fatonah.
“Kualitas pelayanannya bagus, trus ramah, dan pas kita pesen pun datengnya ga lama, jadi ga perlu nunggu yang lama banget gitu.
Pesanannya juga bener semua, dan kita nyaman sih makan di sini karena menunya juga enak-enak. Saya lumayan sering makan di sini kan, selama makan di sini ga pernah ada masalah terkait pelayanannya gitu, paling kalau lagi rame banget dibikin
N Pelayanan yang diberikan rumah makan sudah cukup baik, dibuktikan dengan penyajian menu yang sesuai permintaan dan minimnya masalah yang merugikan pelanggan.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek Amanah, tablig, dan syaja’ah.
nunggu agak lama, cuma kita maklumin aja sih karena kan pasti ngantri bukan kita aja yang mesen. Untuk pelayanan aman lah.”
“Kalau soal pelayanan mah selalu oke sih, ga diragukan, karena setau saya semua karyawannya kan laki-laki semua ya, nah keliatannya emang pada gesit gitu, menu yang dipesan juga ya standar- standar aja sih ga sebentar tapi ga lama juga. Saya makan di sini kalau lagi kebetulan lewat aja karena rumah saya jauh di Bogor kota sana, jadi paling kalau lagi lewat atau lagi kepengen banget baru tuh dateng ke sini sama keluarga biasanya. Sejauh ini ga ada
masalah sih sama
pelayanannya, ramah-ramah aja dan makanannya ga berubah, tetep enak. Saran ke depannya sih paling soal kebersihan kali yah mungkin lebih dilap lagi meja-mejanya
As a. Pelayanan dilakukan dengan tanggap dan ramah.
b. Harus lebih memerhatikan kebersihan agar pelanggan merasa lebih nyaman
Berkaitan dengan pelanggan dan lingkungan dalam aspek tablig.
biar tetep kinclong, selebihnya ga ada masalah.”
“Soal pelayanannya menurut saya udah bagus, dimulai dari pas dateng tadi saya kira langsung duduk trus dikasih buku menu tapi ternyata langsung bayar di kasir, nah saya langsung dikasih tau kan, itu menurut saya tepat ya. Pas bayar juga ga ada masalah terkait kurangnya kembalian atau gimana. Saya dateng kebetulan kan pas weekday ya jadi ga terlalu rame, pesanan juga ga lama sih dianternya.
Kalau ramah yang saya liat ramah-ramah aja, sesuai prosedur, ga ada yang keliatan judes atau gimana.
Saran untuk ke depannya sih mungkin bisa buka cabang deket rumah saya di Depok hehe, cuma kalau yang di sini oke lah ga ada masalah .”
Ar Pelayanan yang diberikan sudah cukup baik, dibuktikan dengan kesigapan pegawai dalam menyambut pelanggan,
keramahan, serta ketepatan dalam menyajikan makanan maupun perhitungan keuangan.
Berkaitan dengan pelanggan dalam aspek tablig, fatonah, dan syaja’ah.
2. Pengumpulan Fakta Sejenis
Kode Pengumpulan Fakta Sejenis Interpretasi NA 1,
J3, Y2
- “… yang pertama kita harus mengutamakan sifat jujur.”
- “… kalau soal jujur emang dibutuhkan banget sih dalam kerjaan ini.”
- “Sifat jujur dan amanah sudah lama diterapkan.”
Berkaitan dengan sifat siddiq
NA1, J4, Y1, N
- “… kemudian amanah jika mereka memesan apa dihidangkannya apa.”
- “…mereka pun amanah Ketika dititipi kendaraan.”
- “… Amanah itu perlu.”
- “…itu kan sama dengan amanah, nah itu kita harus bisa memegang amanah itu.”
- “Kalau sifat jujur dan amanah udah dari lama diterapkan.”
Berkaitan dengan sifat amanah
J5, Y4 - “… soalnya kita harus aktif berbicara.”
- “… kita kan harus aktif ngomong dan juga berani.”
Berkaitan dengan sifat tablig
NA16, J6, Y5
- “… kelihatan mana yang memahami mana yang tidak, misalnya dia ternyata pintar..”
- “jadi kecerdasan dalam mengelola emosi juga harus.”
- “… nah jadi cerdas itu perlu.”
Berkaitan dengan sifat fatonah
J7, Y4 - “Berani itu harus, berani
bertanggung jawab, termasuk juga berani bertanggung jawab atas kecerobohan ke customer kita, kesalahan sama tamu, jadi berani itu harus.”
- “…nah pas salah nganterin ke meja kita kan harus aktif ngomong dan juga berani.”
Berkaitan dengan sifat syaja’ah
NA1, NA7, NA8, NA9.
- “… walaupun untung sedikit, yang penting kita jujur dan kualitas ga akan berubah, insyaAllah.”
- “…jadi saya pribadi pun niatnya bukan cari untung tujuan
utamanya, yang penting membuka lapangan kerja.”
- “Jadi untung rugi tuh nomer sekian.”
- “…niat awalnya seperti itu, ingin membuka lapangan kerja, untung itu nomer dua.”
Tidak mengutamakan keuntungan semata
NA2, NA3,
- “…karena di sini kita berada di lingkungan Islami…”
Berlandaskan syariat Islam
NA5, NA9.
- “…Beragama Islam itu wajib bagi pekerja di sini.”
- “…yang mana basicnya pun dari keluarga Islami.”
- “Seluruh kegiatan kita usahakan harus sesuai syariat Islam.”
- “… jadi mengedepankan kebersamaan atau ukhuwah Islamiyah.”
NA1 &
NA3
- “… jujur dalam arti kita menjual ini hasilnya harus halal.”
- “…karena dimulai dari produk pun insyaAllah 100% halal.”
- “… jadi untuk kahalalan itu harus benar-benar diperhitungkan.”
-“Karena kalau kita berjualan secara halal udah pasti segalanya dimudahkan.”
- “Karena kalau kita berjualan secara halal udah pasti segalanya dimudahkan.”
Mengutamakan kehalalan
H. Validitas
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2014).
Oleh karena itu, data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara
yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Pada penelitian ini uji validitas yang digunakan peneliti adalah Member Check.
Member check adalah proses pengecekan data yang dilakukan oleh peneliti kepada narasumber. Hal ini bertujuan mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan yang disampaikan oleh narasumber. Pelaksanaan member check dilakukan setelah pengumpulan data selesai, berikut adalah langkah-langkah member check yang akan di lakukan:
1. Mendapatkan data dari hasil wawancara
2. Setelah mendapatkan hasil wawancara, mengkonfirmasi kembali hasil data/kesimpulan yang telah didapat kepada sumber data.
Berikut merupakan deskripsi validasi hasil wawancara:
A. Profit
1. Berkaitan dengan indikator Siddiq, saat ini bisnis terus mengalami peningkatan dengan cepat karena dampak dari penerapan sifat kejujuran yang diterapkan. RM. Sate Maranggi SN 4444 ini semakin banyak diminati konsumen sehingga terus mengalami peningkatan omset.
Awalnya rumah makan ini hanya memproduksi sate sebanyak 500 sampai 1000 tusuk perhari, sehingga keuntungan yang didapat perbulannya berkisar antara Rp 60 juta sampai Rp 90 juta. Seiring berjalannya waktu, rumah makan mengalami peningkatan jumlah
konsumen, sehingga saat ini jumlah produksi sate sebanyak 3000 sampai 7000 tusuk perhari, dan perbulannya bisa meraup keuntungan sebesar Rp 100 juta – Rp 300 juta. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kejujuran yang diterapkan dalam usahanya.
2. Berkaitan dengan indikator Amanah, pemilik rumah makan selalu melakukan briefing setiap satu bulan sekali yang salah satu agendanya adalah memberikan nasihat terkait sifat jujur dan amanah. Sampai saat ini, para pegawai selalu mengimplementasikan perilaku amanah dalam kegiatan sehari-harinya. Jika terdapat karyawan yang tidak amanah, maka pemilik rumah makan langsung menindaklanjuti perbuatannya dengan langsung memberhentikannya saat itu juga.
3. Berkaitan dengan indikator Tablig, sampai saat ini pemilik selalu mendiskusikan terkait keuangan rumah makan dengan manajer keuangan yang mana merupakan saudara kandungnya sendiri.
4. Berkaitan dengan indikator Fatonah, strategi pemasaran yang dilakukan sampai saat ini yaitu dengan memasarkannya di berbagai media sosial seperti Instagram dan Whatsapp dengan cara mengumumkannya di grup komunitas kota Bogor. Hal tersebut merupakan upaya pemilik untuk meningkatkan profit perusahaan, yaitu dengan membuat dan menjalankan strategi penjualan melalui berbagai platform yang ada.
5. Berkaitan dengan indikator Syaja’ah, pemilik rumah makan membangun usahanya dengan bermodalkan uang pribadi. Begitupun untuk
membayar gaji para pegawai, pemilik menggunakan uang pribadinya saat pertama memulai usaha, kemudian di bulan kedua dan ketiga baru menggunakan hasil usaha. Hal ini menunjukkan adanya sifat berani mengambil resiko dalam berusaha meski harus berkorban di awal.
B. People
1. Berkaitan dengan indikator Siddiq, sampai saat ini pemilik rumah makan setiap bulannya melakukan briefing dengan para karyawan yang salah satunya berisi peringatan untuk selalu bertindak jujur. Para karyawan mengimplementasikannya dalam aktivitas sehari-hari dimulai dari hal yang terkecil mengingat kejujuran merupakan hal yang harus dilakukan terlebih untuk pelaku bisnis. Dampak yang dirasakan terhadap bisnis ini adalah semakin mendapatkan kepercayaan konsumen.
2. Berkaitan dengan indikator Amanah, rumah makan menyajikan makanan yang halalan thayyiban dan berkualitas, serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan. Di samping itu, sifat amanah ini juga memberikan keamanan, dikarenakan pembeli merasa dilindungi dari mulai hal terkecil, seperti saat ada masalah ketinggalan barang, pegawai pasti akan mengamankan barangnya dan mengembalikan barang tersebut kepada pembeli. Adapun jika terdapat karyawan yang tidak amanah atau justru melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan itu, maka pemilik rumah makan langsung menindaklanjuti perbuatannya dengan langsung memberhentikannya saat itu juga.
3. Berkaitan dengan indikator Tablig, pemilik menempatkan karyawan yang diketahui mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar serta dikenal ramah dalam melayani. Sedangkan untuk karyawan yang kurang bisa berkomunikasi dengan baik dan dikenal kurang ramah ditempatkan di bagian dapur atau yang tidak secara langsung berhadapan dengan pembeli. Hal ini membuktikan bahwa sifat tablig begitu penting untuk diterapkan. Karena banyaknya permintaan konsumen mengenai pesanan ataupun hal lainnya menuntut karyawan untuk aktif berbicara. Karyawan RM. Sate Maranggi SN 4444 sudah menerapkannya di dalam kegiatan sehari-hari.
4. Berkaitan dengan indikator Fatonah, sampai saat ini selalu diadakan pelatihan setiap bulan sebelum pemberian gaji oleh pemilik kepada para karyawan dengan bertanya mengenai produk ataupun pelayanan yang sudah diterapkan, hal ini tujuannya untuk melatih pengetahuan para pegawai. Pegawai yang tidak mampu menjawab dikenai sanksi berupa tidak diberikannya uang gaji di bulan tersebut. Begitupun bagi pegawai yang selalu menjawab pertanyaan dengan tepat, dan terbukti memiliki kinerja baik, maka pemilik tidak segan untuk memberikan penghargaan berupa kenaikan jabatan. Hal ini membuktikan bahwa sifat fatonah begitu penting untuk diterapkan. Dan juga beragamnya permintaan maupun pertanyaan konsumen saat di lapangan memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan pengetahuannya.
5. Berkaitan dengan indikator Syaja’ah, bentuk penerapan yang dilakukan sampai saat ini adalah berkomunikasi dengan pelanggan, berani menyelesaikan permintaan pelanggan, dan keberanian lainnya yang mendukung berjalannya usaha. Dengan keberanian itu maka pengunjung akan merasa percaya dan aman karena hal tersebut termasuk pelayanan yang baik, sehingga mereka pun tertarik untuk kembali mengunjungi rumah makan tersebut.
C. Planet
Berkaitan dengan lingkungan, dalam menyajikan makanannya, RM.
Sate Maranggi SN 4444 saat ini menggunakan alas bambu yang dilapisi dengan daun pisang, sehingga setiap menyajikan makanan hanya dibutuhkan untuk mengganti daun pisangnya saja. Untuk itu sampah terbesar yang dihasilkan perusahaan dikategorikan dalam sampah yang mudah terurai karena merupakan sampah tanaman, sehingga tidak merusak lingkungan.
Selain itu, rumah makan menggunakan peralatan yang berbahan kaca dan jangka pemakaiannya panjang, sehingga tidak adanya pembuangan sampah rutin terkait peralatan berbahan kaca tersebut. Selain itu, RM. Sate Maranggi SN 4444 menggunakan kipas angin ketika membakar sate, dan tempat pembakarannya tidak terlalu dekat dengan meja pelanggan ataupun kerumunan sehingga asap yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar.