• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Malhamah (2018), Populasi dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011-2015. Dari populasi tersebut akan diambil sampel dengan teknik purposive sampling terpilih 10 (sepuluh) perusahaan yang sesuai dengan kriteria . Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode dokumentasi. Data diperoleh dari bursa efek Indonesia melalui IDX tahun 2011-2015.

Dari hasil Nilai EVA dan MVA yang tertinggi selama 5 tahun terakhir periode pengamatan adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan yang terendah adalah PT . Ultrajaya Milk Industry & Tranding Company Tbk. Dapat diambil kesimpulan bahwa penyebab terjadinya

peningkatan dan penurunan nilai EVA dan MVA yaitu, peningkatan atau penurunan nilai EVA dipengaruhi oleh besarnya biaya modal yang dikeluarkan perusahaan, peningkatan atau penurunan nilai MVA dipengaruhi oleh harga saham dan jumlah saham yang beredar.

Dari analisis perbandingan rata-rata industri kinerja keuangan sub sektor makanan dan minuman, perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik yang melebihi nilai rata-rata industri selama 5 tahun terakhir periode pengamatan diantaranya adalah ditahun 2011

(2)

ditunjukkan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Dengan nilai EVA yang rendah mungkin saja perusahaan mampu menciptakan nilai MVA yang tinggi, sebaliknya dengan nilai EVA yang tinggi mungkin saja perusahaan memiliki nilai MVA yang rendah.

Walaupun demikian, disarankan kepada perusahaan agar tetap meningkatkan kinerja keuangannya dan menjaga nama baik perusahaan diantaranya dengan cara menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan investor dan memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh investor maupun calon investor menyangkut perusahaan tersebut.

Wilmar dan Wita (2011), Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan kajian literatur yang menunjang untuk digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. data yang diperoleh dari website instansi publik yaitu: Bursa Efek Indonesia periode 2008-2009 , Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia (PRPM BEI), dan Bank Indonesia. Hasil penelitian Analisis Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) sebagai alat pengukur kinerja keuangan PT SA disimpulkan bahwa PT SA pada tahun 2008 memiliki nilai EVA yang positif. Namun pada tahun 2009 perusahaan memiliki EVA negatif dan hal ini berarti mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi pada tahun 2008 tetapi tidak pada tahun 2009.

Sedangkan nilai MVA pada tahun 2008 dan 2009 sama -sama bernilai

(3)

positif. Ini membuktikan bahwa perusahaan telah berhasil menciptakan kekayaan kepada pemegang saham.

Perbedaan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini pada beberapa variabel yang digunakan. Peneliti sebelumnya menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitiannya digunakan lebih berfokus pada satu

perusahaan yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT. Ultrajaya Milk Industry & Tranding Company Tbk, dan PT. SA serta menggunakan periode

tahun yang diteliti 2008 – 2015. Penelitian ini menggunakan perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di BEI dengan periode tahun 2014 – 2018 dan teknik dokumentasi dan data sekunder, persamaan dengan peniliti sebelumnya yaitu sama – sama menggunakan variabel EVA dan MVA untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan.

B. Tinjauan Teori

1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan adalah analisis laporan keuangan yang disusun berdasarkan data yang relevan, serta dilakukan dengan prosedur akuntansi dan penilaian yang benar, akan terlihat kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Kondisi keuangan yang dimaksud adalah kekayaan, kewajiban (utang), serta modal (ekuitas) (Kasmir, 2011: 66).

(Munawair, 1990:36), terdapat dua metode yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan sebagai berikut:

(4)

a. Analisis Horizontal

Analisis dengan menggunakan perbandingan laporan keuangan dari beberapa periode

b. Analisis Vertikal

Jika yang dianalisis pada laporan keuangan hanya satu periode dengan cara membandingkan antara satu akun dengan akun lainnya, maka akan dapat diketahui pada keadaan keuangan tersebut. Teknik analisi data yang dapat digunakan dalam laporan keuangan sebagai adalah:

1) Analisa perbandingan laporan keuangan dengan membandingkan laporan keuangan pada dua periode atau lebih.

2) Trend merupakan metode untuk mengetahui keadaan terhadap kondisi keuangan dalam keadaan stabil, naik, atau turun.

3) Common Size Statement (laporan dengan prosentase per komponen) metode untuk mengetahui prosentase investasi pada setiap aktiva terhadap total aktivanya, untuk melihat struktur modal dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan pada jumlah penjualan.

4) Analisis sumber dan pengelolaan modal kerja untuk mengetahui penyebab berubahnya terhadap modal kerja dalam periode tertentu.

(5)

5) Analisis sumber penggunaan kas untuk mengetahui penyebab berubahnya pada jumlah uang kas selama periode tertentu.

6) Analisis perubahan laba kotor untuk mengetahui penyebab perubahan pada laba kotor selama satu periode dengan laba yang ditargetkan untuk periode tertentu.

7) Analisis rasio adalah untuk mengetahui hubungan terhadap akun – akun dalam neraca atau laporan laba rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

8) Analisa break even untuk mengetahi kerugian atau keuntungan untuk berbagai tingkat penjualan.

2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

(Kasmir, 2011:68) tujuan analisis laporan keuangan sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

b. Untuk mengetahui informasi kelemahan – kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan.

c. Untuk mengetahui masalah yang terdapat dalam laporan keuangan.

d. Dapat mengetahui hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan sautu laporan keaungan baik dikaitkan dengan komponen internal laporan keuangan maupun kaitannya dengan inforamsi yang diperoleh dari luar perusahaan.

(6)

e. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori-teori yang terdapat dilapangan seperti untuk prediksi, peningkatan.

f. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh pengambil keputusan

Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga antara lain:

1) Untuk menilai prestasi perusahaan.

2) Untuk memproyeksi keaungan perusahaan.

3) Untuk menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu.

4) Untuk menilai perkembangan dari waktu ke waktu.

5) Untuk melihat komposisi struktur keuangan, arus dana;

a) Menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.

b) Membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standar industry normal atau standar ideal.

c) Memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan, dan sebagainya.

(7)

d) Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan dimasa yang akan datang.

3. Economic Value Added (EVA)

a) Pengertian Economic Value Added (EVA)

Economic value added (EVA) sebagai alat untuk mengukur

keberhasilan dalam suatu perusahaan untuk menciptakan nilai tambah ekonomis, dengan anggapan kinerja pada perusahaan tersebut dikatakan baik jika dilihat dari besarnya nilai tambah yang diberikan, maka dapat mencerminkan terdapat peningkatan harga saham pada perusahaan. (Brigham & Houstan 2006:68).

(Hanafi, 2012:53) dapat dihitung menggukan rumus sebagai berikut:

EVA = NOPAT – Biaya Modal Keterangan:

NOPAT = Laba bersih setelah pajak

Biaya modal = Modal yang diinvestasikan x WACC WACC = Biaya modal rata – rata tertimbang Atau dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

EVA = NOPAT – (WACC x Invested Capital)

Keterangan:

NOPAT = Laba bersih setelah pajak

WACC = Biaya modal rata – rata tertimbang

(8)

Invested Capital = Besarnya biaya modal yang diinvestasikan dalam aktivitas operasional dan non operasional perusahaan

EVA akan bernilai positif apabila tingkat laba operasi melebihi biaya modal perusahaan. Jadi semakin tinggi nilai EVA berarti tingkat kinerja operasional perusahaan semakin baik dan sebaliknya apabila nilai EVA rendah berarti tingkat kinerja rendah. Apabila nilai EVA = nol berarti, secara ekonomis tingkat perusahaan dalam keadaan impas dimana tingkat laba operasi sama dengan biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) EVA > 0, maka akan ada pertambahan nilai ekonomis ke dalam perusahaan karena laba yang tersedia dapat memenuhi harapan- harapan penyedia dana.

2) EVA = 0, maka secara ekonomis perusahaan dalam keadaan impas karena semua laba yang tersedia digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyedia dana baik kreditur maupun pemegang saham.

3) EVA < 0, maka tidak ada nilai tambah pada perusahaan tersebut karena laba yang tersedia tidak memenuhi harapan penyedia dana terutama para pemegang saham.

b) Pengertian Market Value Added (MVA)

(Brigham Houston, 2014:111) Market Value Added (MVA) adalah perbedaan antara nilai pasar saham perusahaan dengan

(9)

jumlah ekuitas modal investor yang diberikan. Dapat dirumuskan sebagai berikut:

MVA = nilai pasar dari saham – total ekuitas saham biasa (Zakky dan Ary, 2006:143) Market Value Added adalah

perbedaan harga saham dengan jumlah saham dapat dirumuskan sebagai berikut:

MVA = Market Value of Equity (MVE) – Book Value Equity (BVE) Keterangan:

MVE = harga saham akhir tahun x jumlah saham beredar BVE = jumlah saham beredar x nilai nominal saham

Market Value Added (MVA) merupakan perbedaan antara

nilai pasar dari saham sebuah perusahaan dengan jumlah ekuitas yang telah disetorkan oleh para investornya. Nilai pasar dari perusahaan adalah “enterprise value” dari perusahaan yang bersangkutan dimana merupakan hasil dari seluruh nilai pasar yang diklaim oleh pihak lain terhadap perusahaan pada suatu waktu tertentu (Brigham, 2006:77). Total investasi modal adalah seluruh investasi yang dilakukan semua pihak kepada perusahaan pada suatu waktu tertentu, maka nilai MVA ini harus positif.

Apabila MVA > 0, maka bernilai positif, hal ini menandakan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan kekayaan perusahaan dan para pemegang saham atau bisa dikatakan kinerja

(10)

perusahaan tersebut sehat. Apabila MVA < 0, maka bernilai negatif, hal ini menandakan bahwa perusahaan tidak berhasil meningkatkan kekayaan perusahaan dan para pemegang saham, atau bisa dikatan bahwa kinerja perusahaan tidak sehat (O Byrne, 2001:26). Jadi semakin tinggi nilai MVA, semakin baik pekerjaan yang telah dilakukan manajemen bagi pemegang saham perusahaan (Brigham & Houston, 2010:111)

4. Pengertian Kinerja Keuangan

(Ikatan Akuntan Indonesia) Kinerja keuangan merupakan kemampuan perusahaan untuk mengelola dan menghendalikan sumber daya yang dimiliki. Kinerja keuangan salah satu alat untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba. Pengertian Penilaian Kinerja adalah tugas dari manajer untuk menilai, mengevalusi hasil kinerja dari karyawan dan manajer juga menentukan kebijakan selanjutnya.

C. Kerangka Pikir

Kerangka pemikiran merupakan penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan, berikut ini menggambarkan kerangka pemikiran yang menjadi pedoman dalam keseluruhan penelitian yang dilakukan peniliti dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan makanan dan minuman pada tahun 2014 – 2018.

(11)

Gambar 2.1 : Kerangka Pikir Kinerja Keuangan 5 Perusahaan Makanan dan Minuman

yang terdaftar di BEI

Laporan Keuangan Tahunan periode tahun 2014 – 2018

Analisis Kinerja keuangan

EVA MVA

EVA > 0 EVA = 0 EVA < 0

MVA > 0 MVA = 0 MVA < 0

Gambar

Gambar 2.1 : Kerangka Pikir Kinerja Keuangan 5 Perusahaan Makanan dan Minuman

Referensi

Dokumen terkait

Metode analisis yang dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada periode tertentu yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan

Melvi Yansi : Penelitian ini bertujuan untuk dapat lebih mengetahui prestasi kerja perusahaan semen yang dinilai dari laporan keuangan, dengan mengambil sampel dua perusahaan

Lampiran 17 Hasil Uji Koefisien Determinasi (Uji R 2 ) Lampiran 18 Laporan Tahunan ADES periode 2018-2019 Lampiran 19 Laporan Tahunan ADES periode 2019-2020 Lampiran 20 Laporan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 8 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014, maka

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 8 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014, maka

Kesulitan keuangan dan tanda-tanda awal kebangkrutan dapat diketahui melalui analisis terhadap data yang terdapat dalam laporan keuangan.Analisa laporan keuangan

Analisis perubahan laporan keuangan (gross profit analysis) adalah suatu analisis untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laporan keuangan suatu perusahaan dari periode ke periode

Trend atau tendensi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam persentase (trend percentage analysis), adalah suatu metode atau teknik analisa untuk