• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT BAHAYA EROSI AKIBAT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU TONDANO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TINGKAT BAHAYA EROSI AKIBAT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU TONDANO"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 5. Klasifikasi Kelas Bahaya Erosi (Arsyad, 2006)
Gambar 2. Bagan Alir Penelitian
Gambar 3. Indeks Erosivitas Hujan terhadap Curah hujan pada DTA Danau Tondano  Erodibilitas Tanah
Tabel 9. Penggunaan Lahan dan Indeks C DTA Danau Tondano
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kategori kelas tutupan lahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi badan air, hutan lahan kering primer dan sekunder, hutan rawa primer dan sekunder,

Klasifikasi tutupan lahan pada Hutan Pendidikan Gunung Walat menghasilkan enam kelas tutupan lahan yang terdiri dari hutan tanaman, pemukiman, pertanian, tanah

Kelas tutupan lahan yang memiliki kisaran nilai NDVI tertinggi dengan kelas kerapatan vegetasi sangat rapat pada tahun 2015 adalah hutan lahan kering primer (0,804-0,876),

Meskipun belukar memiliki muatan bahan bakar yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan hutan lahan kering sekunder namun area yang terbakar pada tutupan lahan

Daerah Aliran Sungai Batang Toru Perubahan tutupan lahan yang dominan di wilayah DAS Batang Toru pada pengamatan outlet Hapesong Baru periode 2014-2018 yaitu hutan lahan kering

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 kelas tutupan lahan yang ada di Kabupaten Samosir yaitu badan air, hutan, ladang, lahan kosong, pemukiman,

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, perubahan tutupan lahan hutan menjadi tutupan lain seperti sawah, pemukiman, atau lahan terbuka disebabkan oleh peningkatan

2,92%, sedangkan luas Lahan pertanian (perkebunan, perkebunan campuran, pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering campur semak) bertambah sebesar 7,9 %, dan permukiman