ABSTRAK
Manusia merupakan mahluk hidup yang mempunyai jiwa sosial dan bergantung dengan sekitarnya termasuk lingkungan alam yang memiliki hubungan timbal balik terhadap ekosistem kehidupan. Kerusakan alam menjadi ciri terganggunya suatu lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai aktivitas yang tidak bertanggung jawab sehingga berdampak pada semua hal yang dapat merugikan berbagai pihak. Munculnya peristiwa kebakaran hutan, limbah asap kegiatan industrialisasi, asap karbon kendaraan menjadikan persoalan yang cukup serius terhadap lingkungan dan kesehatan sehingga menjadi urgensi yang harus diselesaikan terutama keadaan bumi yang semakin darurat akibat pemanasan global. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengembangkan perancangan Desain Tanaman Penyerap Polusi dengan Metode Vertikal garden mengingat menjadi langkah antisipasi untuk menyelamatkan lingkungan. Produk yang dihasilkan memiliki nilai kebaharuan yang ditawarkan dan nilai guna yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebuah inovasi terhadap lingkungan, penggunaan material dan sistem yang ramah lingkungan dan mudah sehingga menjadi kelebihan dari produk tersebut. Proses perancangan ini meliputi berbagai tahapan yaitu perumusan masalah, analisis data, perumusan solusi, Design Development berupa sketsa awal, pengembangan desain, dan desain final. Diharapkan dengan penerapan produk hasil rancangan ini di tempat publik menjadikan sebuah konsep penghijauan kota “Green City” yang akan merubah kondisi dan situasi kota yang sehat dan bersih terbebas dari polusi.
Kata Kunci : Perancangan, Polusi, Ruang Publik, Tanaman, Vertikal Garden.
ABSTRACT
Humans are living beings who have a social spirit and depend on their surroundings, including the natural environment, which has a reciprocal relationship to the ecosystem of life. Natural damage is a characteristic of disruption of an environment caused by various irresponsible activities that have an impact on all things that can harm various parties. The emergence of forest fires, waste smoke from industrialization activities, carbon fumes from vehicles have become quite serious problems for the environment and health so that they become an urgency that must be resolved, especially the increasingly emergency condition of the earth due to global warming. In this study aims to describe and develop the design of pollution absording plant designs with the vertical garden method considering that it is an anticipatory step to save the environment. The resulting product has a new value offered and a high use value so that it can be used as an innovation to the environment, the use of environmentally friendly and easy materials and systems so that it becomes an advantage of the product. This design process includes various stages, namely problem formulation, data analysis, solution formulation, design development in the from of initial sketches, design development, and final design. It is hoped that the application of this designed product in public places will create a green city concept “Green City” which will change the condition and situation of a healthy and clean city free from pollution.
Pollution Absorbing Plant Design in Public Space Using Vertical Garden Method
Azi Ilham Anshori1, Ghia Tri Jayanti2 e-mail: [email protected]1
Universitas Pendidikan Indonesia1 e-mail: [email protected] 2 Universitas Pendidikan Indonesia 2
Received: 28 April 2022; Revised: 18 May 2022; Accepted: 24 May 2022; Online Published: 30 May 2022
24
I. PENDAHULUAN
Pencemaran udara merupakan sebuah dampak dari rusaknya lingkungan yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia sehingga dapat menjadi ancaman yang cukup serius jika hal seperti ini diabaikan hingga tidak ada bentuk penanggulangan yang dapat mencegah peristiwa tersebut terulang. Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan melalui terobosan dengan pendekatan alam yang mendukung dengan lingkungan sekarang yang memiliki pembaharuan dalam tatanan masyarakat.
Polusi udara di Indonesia di setiap tahunnya selalu tidak bisa dihindarkan baik diakibatkan oleh kegiatan industrialisasi, aktivitas kendaraan, kebakaran hutan ataupun yang lainnya. Berdasarkan pengamatan Air Quality Live Index (AQLI), 91% penduduk Indonesia tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara melebihi batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan rata – rata konsentrasi per-tahun dari polutan udara atau Particullate matter (PM 2,5) tidak boleh melebihi 10 mikron per-meter kubik. Namun, dengan hal tersebut di tengah – tengah masa pandemi yang menjangkit seluruh dunia termasuk Indonesia membuat pola pikir masyarakat berburu untuk mengubah pola hidupnya yang lebih sehat dan lebih kebanyakan diam di rumah melakukan berbagai aktivitas termasuk menanam tanaman hias, tren tanaman hias di masa pandemi sangat melonjak banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat.
Pada perancangan ini tentunya menggabungkan sebuah tren tanaman hias dengan sebuah peristiwa pencemaran udara pada lingkungan, hal yang membedakannya ialah dengan menggunakan tanaman yang memiliki manfaat menyerap polusi udara dengan menyesuaikan lingkungan sekarang yang semakin padat dengan berbagai perumahan, perkantoran, dan kawasan lainnya sehingga dengan memanfaatkan ruang terbuka sebagai daerah untuk dijadikan lahan vertikal garden.
Vertikal garden dipelopori oleh Patrick Blanc berasal dari Prancis. Vertikal garden adalah salah satu jawaban dari permasalahan saat ini yang cukup serius, isu – isu pemanasan global semakin marak yang dapat berakibat buruk terhadap lingkungan di bumi namun, penanganannya masih terbilang kurang efektif dikarenakan berbagai aktivitas manusia yang belum sepenuhnya sadar akan lingkungan. Perencanaan vertikal garden dapat menjadi solusi pembuatan taman pada lokasi
Permasalahan Pencemaran Udara Ruang
Terbuka Hijau
RTH perkotaan sebesar 30% dari luas wilayah
Manfaat :
-Pemanfaatan lahan sempit pada ruang publik TAMAN VERTIKAL Tanaman Penyerap Polusi
lahan yang terbatas, menurut Tambayong (2009) perencanaan vertikal garden ada beberapa teknik yang digunakan yaitu dengan planter box, modul, dan substrat.
Pada umumnya penggunaan tanaman vertikal garden dengan tanaman hias dan mengedepankan keindahan, akan tetapi pada penelitian ini mengedepankan nilai fungsi dari tanamannya tersebut dengan mendapat nilai guna menyerap polusi sebagai langkah penanganan pencemaran udara di tempat umum. Tanaman yang dapat menangkal polusi udara diantaranya Bunga Lily, Bambu Palm, Palem Kuning, Sri Rejeki (Aglaonema), Lidah Mertua, dan sebagainnya. Namun dari beberapa tanaman tersebut mempunyai keunikannya masing – masing salah satunya lidah mertua yang banyak ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau. Sansevieria atau lidah mertua merupakan tanaman hias yang cukup populer dan kaya akan manfaat salah satunya dapat menyerap polusi udara, tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi sedikit air dan cahaya matahari sehingga dapat jadi alternatif untuk menanggulangi pencemaran udara dengan metode vertikal garden merupakan bentuk penyesuaian terhadap lingkungan yang semakin sedikit lahan sehingga dapat menjadi inovasi terutama di kawasan padat dan tempat umum yang membutuhkan kawasan bebas polusi. Maka dari itu penting dilakukannya sebuah inovasi sebagai bentuk penanggulangan lingkungan melalui perancangan desain tanaman penyerap polusi dengan metode verikal garden pada ruang publik
II. METODE
Metode penulisan pada karya ilmiah ini adalah dengan telaah pustaka, dan survei yang telah dilakukan untuk mencermati terhadap penelitian ini.
Kerangka Pemikiran
Lingkungan Kesehatan Taman
26
Gambar 1. Kerangka Pemikiran
Gagasan
Gagasan penelitian ini muncul berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang pernah terjadi dari beberapa permasalahan lingkungan polusi udara membuat ketidaknyamanan terutama di ruang publik perkotaan seperti jalan raya, underpass, kantor, dan fasilitas umum. Dari permasalahan tersebut terdapat solusi untuk menangani hal ini dengan melakukan rancangan desain tanaman penyerap polusi melalui penyesuaian lingkungan dengan taman vertikal.
Pengumpulan Data
Dalam melengkapi sebuah penelitian adanya data – data pendukung untuk menciptakan sebuah kebaharuan dengan mencari data sekunder dan data primer. Data sekunder yang diperoleh melalui kajian studi literatur berupa artikel, jurnal, skripsi, dan bahan perkuliahan. Sedangkan data primer yang didapat dengan melakukan survei, wawancara, dan berbagai masukan melalui diskusi dengan mahasiswa dan dosen.
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan penulis melakukan survei sesuai dengan yang dibutuhkan. Diagram dapat dilihat pada gambar 2 hasil dari jawaban responden dan tanggapan mengenai penerapan vertikal garden di ruang publik cukup efektif untuk mengurangi polusi udara. Dari 38 responden bahwa 57,9% mengungkapkan mungkin, 36,8% mengungkapkan Ya, dan sisanya 6,4% mengungkapkan tidak.
Gambar 2. Hasil Survey Efektifitas Penerapan Vertikal Garden di Ruang Publik (Sumber : Data Penulis)
Berikut kesimpulan yang didapat dari hasil survey mengenai pertanyaan yang diajukan:
1. Kategori manakah kondisi polusi udara di daerah anda?
( Responden terbanyak sekitar 44,7% Sedang) 2.Penyebab utama polusi udara disekitar anda?
( Responden memilih penyebabnya dari Asap Kendaraan sebanyak 76,3%) 3.Dampak yang tubuh anda rasakan akibat polusi udara?
( Responden memilih dampaknya mata perih sebanyak 57,9%) Analisa
Gambar 3. Polusi Udara di Perkotaan
(Sumber:https://metro.tempo.co/amp/1119871/polusi-udara-jakarta-terburuk- dinas-lh-dki- efek-infrastruktur)
Kondisi udara di Perkotaan:
-Permasalahan : menumpuknya polusi udara atau karbondioksida (CO2) di udara sehingga nampak gelap dan pandangan jarak jauh tidak terlihat.
-Solusi : adanya penghijauan dan pengurangan menggunakan kendaraan pribadi beralih ke
28
Gambar 4. Kemacetan dan Vandalisme pada dinding Underpass
(Sumber:https://jakarta.ayoindonesia.com/bodetabek/pr-7615090368/akses-menuju-cilebut- ditutup-lalu-lintas-di-underpass-jalan-sholeh-iskandar-macet
Dinding jalan underpass :
-Permasalahan : munculnya aksi vandalisme pada dinding jalan sehingga nampak tidak nyaman dilihat.
-Solusi : membersihkan dinding kemudian melakukan pencegahan dengan menghadirkan tanaman melalui perancangan tanaman penyerap polusi dengan vertikal garden sehingga dapat menambah nilai guna pada ruang publik.
Kemacetan :
-Permasalahan : banyak mengeluarkan polusi udara dari kendaraan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas udara di lingkungan tersebut.
-Solusi : menghadirkan tanaman penyerap polusi udara sehingga mampu mengurangi gas yang keluar dari kendaraan tersebut
III.HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Pasar
Penekanan pada aspek desain ditunjukkan agar produk dapat diterima konsumen dengan pertimbangan kesesuaian konsep dan kegunaan dalam menentukan harga produk. Analisa pasar bertujuan untuk menyesuaiakan produk dengan kebutuhan pasar berdasarkan skala prioritas dan harga. Dari analisa pasar tersebut dapat ditentukan sasaran pasarnya yaitu di perkantoran, pasilitas umum milik pemerintah atau swasta, dan sebagainnya.
Analisa Material
Analisa material dilakukan untuk menentukan material yang cocok untuk digunakan pada vertikal garden. Material yang digunakan ialah dengan sistem kantong baik yang terbuat dari lembaran filtergeotextile maupun bahan screen. Bahan ini dapat digunakan karena sifatnya
mampu menahan media tanam. Ukuran kantong yang digunakan setiap satu tanaman nya yaitu 180 x 180 cm, kemudian panjang dan tingginya secara keseluruhan disesuaikan dengan kebutuhan. Sementara itu, sebagai media tanamnya menggunakan tanah dan pupuk yang di aduk sebelumnya kemudian dituangkan pada kantong tanaman sesuai dengan ukuran tersebut.
Gambar 5. Kain filter Geotextile dan bahan jeans ( Sumber : Data Penulis)
Analisa Sistem
Analisis sistem bertujuan untuk mengetahui sistem yang tepat dan baik pada komponen yang diaplikasikan pada rancangan vertikal garden. Penggunaan material kantong kain atau sejenisnya memerlukan sistem penjaitan yang dapat digunakan untuk menyambungkan dan membuat kantong tanamannya. Sistem kantong bisa dibuat dengan mesin jahit namun, khusus bahan tebal (bahan kain jeans ataupun sejenisnya) menggunakan mesin jahit terpal ataupun dengan sistem jahit tangan secara manual. Bahan jahit manual untuk sistem kantong luas bisa menggunakan bahan senar (tali pancing) dengan diameter tali senar yang cukup besar.
Tahapan kontruksi vertikal garden sistem kantong jahit manual adalah sebagai berikut.
1.Hitung luasan dinding atau objek yang akan dirancang vertikal garden, semakin tinggi area bahan kontruksi kerangka belakang dibuat lebih besar dan kuat.
2.Sambungkan kerangka pada dinding yang akan ditutupi, terutama pilih bagian dinding yang berupa beton .
3.Tata bahan lembaran screen/filter geotextile membentuk kantong – kantong dengan jarak tertentu (penentuan jarak tergantung ukuran tanaman)
30
pertemuan batang vertikal dan horizontal) sehingga terbentuk kantong – kantong yang banyak dan panjang.
5.Masukkan pipa sistem irigasi tetes sehingga terikat kuat disimpul senar bagian dalam.
6. Masukkan media tanam ke dalam kantong – kantong terbentuk.
7.Tanam tanaman lidah mertua yang telah diberi media .
8.Beri pupuk tanaman baik media maupun bisa dalam irigasi tetes.
9.Siap digunakan Proses Desain
Dalam sebuah perancangan tentunya memiliki tahapan – tahapan yang dilalui untuk terciptanya hasil yang sesuai. Langkah pertama yaitu melakukan riset permasalahan yang menjadi penghambat dalam kehidupan manusia, hal tersebut menjadi tolak ukur untuk segera dipecahkan melalui problem solving, pengamatan dan identifikasi masalah. Setelah muncul solusi dan topik yaitu perancangan desain tanaman penyerap polusi dengan metode vertikal garden pada ruang publik selanjutnya menganalisa tanaman penyerap polusi yang mudah dan efektif kemudian mendesain penerapan vertikal garden nya dibuat sketsa awal sejumlah 9 desain alternatif, selanjutnya sketsa awal tersebut dianalisa sesuai dengan kriteria desain dan topik perancangan yaitu di ruang publik sampai terpilih desain final. Desain final ini dijabarkan dalam gambar kerja berupa gambar presentasi.
Gambar 6. Desain Rancangan Vertikal Garden di Ruang Publik (Sumber : Data Penulis)
Gambar 7. Tanaman Lidah Mertua (Sumber : Data Penulis)
Gambar 8. Kontruksi Vertikal Garden
(Sumber : http://homegrown.org/blog/2010/rden%2003/plants-on-walls-an- easy-vertical- garden-design/ )
IV.KESIMPULAN
Perancangan vertikal garden menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran udara di ruang publik dengan media tanaman penyerap polusi melalui pendekatan alam sehingga dapat efektif dan efisien sebagai langkah inovatif untuk mendukung lingkungan yang sehat dan bebas polusi. Harapannya dapat terealisasikan untuk kepentingan umum karena masih sedikit ruang terbuka hijau di ruang publik.
Dalam perancangan ini tentu masih terdapat kekurangan, supaya lebih sempurna rancangan ini dapat dikembangkan lagi sesuai kebutuhan sehingga dapat berdampak sekali bagi lingkungan dan alam sekitar yang lebih baik tanpa mengurangi fungsi utamanya.
32
V.DAFTARPUSTAKA
Blanc, P. (2008). The Vertical Garden: From Nature to The City. Berilustrasi. Paris: WW Norton.
Wiguna,D.M.,S,C.N. & Miffatulani,O. (2011). Perancangan Vertikal Garden pada Dinding Jalan Underpass Bogor Menggunakan Barang Bekas, sebagai Solusi Menghindari Vandalisme dan Perbaikan Lingkungan. Bogor Agricultural University.
Apsari,S. (2017). Desain Air Purifier dengan Konsep Eco – Friendly dan Penambahan Fitur Self – Watering. (Skripsi). Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.
Fajar,M., Rakhim,A., & Furoida,K. (2020). Perancangan Vertical Garden pada Daerah Padat Penduduk di Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baskara,M. (2013). Membuat Sendiri Kontruksi Vertical Garden. Diakses dari http://medha.lecture.ub.ac.id/2013/06/membuat-sendiri-kontruksi-vertical-garden/
Situmorang,H.D. (2021). Kualitas Udara di Indonesia Terus Memburuk. Diakses dari https://www.beritasatu.com/nasional/783001/kualitas-udara-di-indonesia-terus-memburuk