i
KARYA ILMIAH TERAPAN
PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT
SANDAR DI KMP. PORTLINK VII
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Tingkat III
DINA AGUSTI SUKEKSI NIT. 05.17.030.2.53
AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGAM DIPLOMA III
POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2021
ii
PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT
SANDAR DI KMP. PORTLINK VII
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Tingkat III
DINA AGUSTI SUKEKSI NIT. 05.17.030.2.53
AHLI NAUTIKA TINGKAT III
PROGAM DIPLOMA III
POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA TAHUN 2021
iii
PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : DINA AGUSTI SUKEKSI
N.I.T : 05.17.030.2.53
Program Diklat : Ahli Nautika Tingkat III
Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul “PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT SANDAR DI KMP. PORTLINK VII”. Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.
Jika pernyataan di atas tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.
SURABAYA, 2021
Materai 6000
DINA AGUSTI SUKEKSI NIT. 05.17.030.2.53
iv
v
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur akan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam, karena atas segala kuasa, dan anugrah-Nya yang telah Ia berikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah terapan ini dengan judul : “PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT SANDAR DI KMP.PORTLINK VII ”, karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat bagi taruna yang akan menyelesaikan pendidikan program Diploma III Politeknik Pelayaran Surabaya.
Penelitian ini dilaksanakan karena ketertarikan peneliti pada masalah yang sering terlupakan dan kurang dianggap menjadi masalah serius, padahal justru faktor yang sering diabaikan inilah yang menjadi salah satu faktor penghambat kapal berolah gerak saat sandar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang ditekankan pada penggambaran objek penelitian dan menganalisisnya. Penelitian ini mendalami masalah prosedur olah gerak kapal sandar sesuai IMO (International Maritime Organization) di atas kapal. Peneliti telah melakukan pengumpulan data kemudian melakukan analisis dan menyusun simpulan hingga tersaji fakta deskriptif sesuai tujuan penelitian.
Penulis sangat menyadari bahwa di dalam karya ilmiah terapan ini masih banyak terdapat kekurangan. Hal ini dikarenakan pengalaman yang dimiliki oleh penulis masih kurang.
Dalam usaha menyelesaikan Karya Ilmiah Terapan ini, dengan penuh rasa hormat setinggi-tingginya dan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, motivasi, bimbingan dan petunjuk serta dorongan yang sangat berarti bagi penulis.
Untuk itu perkenankanlah pada kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Kedua Orang Tua Tercinta.
2. Capt. Dian Wahdiana, M. M selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.
3. Capt. Tri Mulyatno,S.Si.T.,M selaku Ketua Jurusan Nautika Politeknik Pelayaran Surabaya serta Dosen Pembimbing I.
vii
4. Novrico Susanto,S.T.,M.M selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya.
5. Seluruh Civitas Akademika Politeknik Pelayaran Surabaya.
6. Teman-teman seperjuangan yang juga selalu memberikan motivasi baik berupa pendapat, motivasi dan hal-hal lainnya dalam rangka pembuatan karya ilmiah ini.
7. PT. ASDP (Indonesia Ferry Persero) yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan praktek.
8. Seluruh crew KMP. PORTLINK VII yang telah membantu penyelesaian penelitian ini.
Akhir kata, semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat dan bahan pembelajaran kepada kita semua.
Surabaya, 2021
DINA AGUSTI SUKEKSI NIT. 05.17.030.2.53
viii ABSTRAK
DINA AGUSTI SUKEKSI 2021. Pengaruh Arus Pasang Surut dan Kecepatan Angin terhadap Olah Gerak Kapal pada saat Sandar di KMP.
PORTLINK VII, Dibimbing oleh, Capt. Tri Mulyatno,S.Si.T., M. dan Novrico Susanto,S.T., M.M.
Arus dan angin merupakan faktor mutlak yang perlu diperhatikan pada saat berolah gerak untuk sandar. Arus dan angin itu sendiri juga tidak dapat kita perkirakan secara pasti. Maka dalam hal ini, olah gerak merupakan hal yang sangat penting dalam sandar, agar tidak terjadi hal-hal yang bisa menimbulkan suatu kendala dalam berolah gerak. Adapun landasan teori dalam penulisan Karya Ilmiah Terapan ini berdasarkan prosedur–prosedur yang terdapat pada IMO (International Maritime Organization) mengenai prosedur berolah gerak sandar.
Berdasarkan hasil penelitian selama penulis melaksanakan praktek layar di atas kapal KMP. PORTLINK VII, dapat disimpulkan bahwa pengaruh arus pasang surut dan kecepatan angin terhadap olah gerak sangat berpengaruh dalam proses kapal sandar. Untuk itu demi keamanan dan kelancaran saat bekerja, maka perwira sebelum melakukan olah gerak untuk sandar harus mengetahu arah dan besarnya arus , serta kecepatan dan arah angin agar kapal sandar dengan aman.
Penelitian dilaksanakan selama masa praktik kerja laut ±12 bulan pada lokasi KMP. PORTLINK VII dimana penulis melaksanakan praktik kerja laut.
Data – data diperoleh secara langsung melalui wawancara dengan pihak yang berhubungan dan proses praktik kerja laut yang dilakukan oleh penulis.
Kata Kunci : Pengaruh, Arus, Angin, Olah gerak, Sandar, IMO (International Maritime Organization)
ix
DINA AGUSTI SUKEKSI 2021. Effect of tidal currents and wind speed on the motion of ships when docked on the KMP. PORTLINK VII, Supervised by, Capt.
Tri Mulyatno, S.Si.T., M. and Novrico Susanto, S.T., M.M.
Current and wind are absolute factors that need to be considered when working on the motion to lean. We also cannot predict the currents and winds with certainty. So in this case, movement is very important in leaning, so that things do not occur that can cause an obstacle in exercising motion. The theoretical basis in writing this Applied Scientific Paper is based on the procedures contained in the IMO (International Maritime Organization) regarding the procedure for berthing motion.
Based on the research results, as long as the authors carry out the practice of sailing on the KMP ship PORTLINK VII, it can be concluded that the influence of tidal currents and wind speed on movement is very influential in the process of mooring. For this reason, for the sake of safety and smoothness while working, officers must know the direction and magnitude of the current as well as the speed and direction of the wind so that the ship is docked safely.
The research was carried out during the sea practice period of ± 12 months at the location MV. PORTLINK VII where the authors carry out marine work practices. The data were obtained directly through interviews with related parties and the marine work practice process carried out by the author.
Keywords: Influence, Current, Wind, Movement, Backrest, IMO (International Maritime Organization.
ABSTRACT
x
DAFTAR ISI
PERNYATAAN KEASLIAN... iii
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... viii
ABSTRACT ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. RUMUSAN MASALAH ... 3
C. TUJUAN PENELITIAN ... 4
D. BATASAN MASALAH ... 4
E. MANFAAT PENELITIAN ... 4
a. Manfaat Teoritis ... 4
b. Manfaat Praktis ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
A. REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA ... 6
B. LANDASAN TEORI ... 7
1. Definisi ... 7
a. Pengaruh ... 7
b. Arus... 8
c. Angin ... 9
d. Olah gerak ... 13
e. Sandar ... 14
2. Prosedur olah gerak menyandarkan kapal di dermaga/pelabuhan ... 15
C. KERANGKA PIKIRAN ... 16
BAB III METODE PENELITIAN ... 19
A. JENIS PENELITIAN ... 19
B. LOKASI PENELITIAN ... 20
C. JENIS DAN SUMBER DATA ... 20
xi
D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA ... 21
E. TEKNIK ANALISIS DATA ... 26
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 28
A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ... 28
B. HASIL PENELITIAN ... 30
1. Penyajian Data ... 30
2. Analisis Data ... 37
C. PEMBAHASAN ... 38
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 39
A. KESIMPULAN ... 39
B. SARAN ... 39
LAMPIRAN ... 41
DAFTAR PUSTAKA ... 48
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kapal sandar kiri pada dermaga mendapat arus dan angin…….15
Gambar 4.1 KMP. PORTLINK VII ... 28
Gambar 4.2 Tide Table ... 31
Gambar 4.3 Sketsa kapal gagal tender dengan pengaruh arus dan angin ... 32
Gambar 4.4 Sketsa kapal berhasil tender dengan pengaruh arus dan angin… ... 33
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Review Penelitian… ... 6 Tabel 2.2 Skala Beaufort ... 11 Tabel 4.1 Wawancara ... 35
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagai mana kita ketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Dalam peraturan dunia tentang hukum laut pada United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pasal 47 tentang negara kepulauan ayat 1 yang berisikan bahwa suatu negara dapat disebut negara kepulauan apabila negara tersebut memiliki luas daratan yang berbanding dengan lautan sebesar 1:1 sampai 1:9 dan negara Indonesia memiliki perbandingan daratan dan lautan diantara 1:1 dan 1:9. Sehingga Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Hal ini merupakan posisi yang sangat menguntungkan jika dilihat dari segi ekonomi dan bisnis. Penulis mengambil contoh berupa kapal-kapal yang berukuran ribuan ton dan mempunyai draft kapal yang cukup dalam tentu mencari jalan lintas baik antar pulau. Dalam hal ini negara-negara mengenal bahwa Indonesia merupakan bagian lintasan bagi kapal mereka.
Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil, sangatlah wajar apabila potensi lautan sebagai sarana jalur utama yang lebih cenderung pada pendistribusian hasil produksi dari satu daerah ke daerah lain. Dalam hal ini sarana angkutan laut merupakan sarana angkutan utama dalam menunjang pengangkutan penumpang maupun barang melalui jalur laut. Dalam hal ini crew kapal terutama para perwira wajib menguasai system navigasi elektronik yang baik, terutama dalam prosedur
2
mendalami pengendalian dan olah gerak kapal yang memiliki peranan sangat penting.
Prosedur pengendalian dan olah gerak kapal merupakan materi kurikulum yang berfungsi mengembangkan kemampuan bagi Taruna dalam bidang keahlian pelayaran dalam melakukan perhitungan terhadap pengaruh-pengaruh luar seperti angin dan arus. Tidak hanya itu saja, olah gerak kapal juga dapat dipengaruhi dari dalam seperti bentuk kapal, macam dan kekuatan mesin, jumlah, tempat, macam, bentuk dan ukuran daun kemudi, sarat atau draft kapal dan trim.
Menurut Djoko Subandrijo (2011:1) Olah gerak kapal dan pengendalian kapal merupakan suatu hal yang penting untuk memahami beberapa gaya yang mempengaruhi kapal dalam gerakannya. Banyak faktor yang mempengaruhi olah gerak kapal tersebut, misalkan arus dan angin. Untuk itu, kita wajib menguasai materi yang berhubungan dengan ilmu pelayaran ini. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kecelakaan–kecelakaan kapal pada saat berolah gerak .
Berdasarkan hal–hal tersebut, maka pada tahun 1948 dikeluarkan IMO (International Maritime Organization) yang berisi mengenai cara mengatasi masalah–masalah kemaritiman. Tidak hanya berhenti begitu saja, IMO (International Maritime Organization) juga mempromosikan kerja sama antar pemerintah dan antar industri pelayaran untuk meningkatkan keselamatan maritim dan untuk mencegah polusi air laut.
3
Banyak kecelakaan kapal terjadi karena pengaruh arus dan angin pada saat kapal sandar. Data (Tribunnews, 2018) pada tanggal 18 Desember 2018 terjadi kecelakaan laut KMP. Royce mengalami kesulitan berolah gerak saat akan sandar di Pelabuhan Bakauheni akibat pengaruh arus dan angin yang cukup kuat. Dan dari data (KNKT, 2018) Komite Nasional Keselamatan Transportasi pada tanggal 19 Juli 2018 terjadi kecelakaan laut KM. Penta Prima terbalik ke kiri saat memasuki alur Pelabuhan Binuangeun, Pandeglang, Banten dikarenakan terhantam ombak setinggi ±5 meter pada lambung kanan.
Menunjukkan bahwa dibutuhkannya pemahaman akan pengaruh arus dan angin pada saat kapal berolah gerak sandar untuk meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan.
Maka dalam hal ini, olah gerak merupakan hal yang sangat penting dalam proses sandar agar tidak terjadi hal-hal yang biasa menimbulkan suatu kendala dalam aktifitas sandar. Hingga akhirnya penulis mengambil dan memilih judul
“PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT SANDAR DI KMP.
PORTLINK VII”.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan judul dan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah yaitu :
1. Bagaimana pengaruh arus serta angin terhadap olah gerak kapal saat sandar ?
2. Apakah kapal dapat berolah gerak jika kondisi arus serta angin tidak mendukung untuk kapal sandar ?
4 C. TUJUAN PENELITIAN
Dari rumusan masalah di atas, maka dapat diuraikan tujuan penulisan sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh arus serta angin terhadap olah gerak kapal saat sandar.
2. Untuk mengetahui dapatkah kapal bersandar apabila kondisi arus serta angin tidak mendukung untuk berolah gerak.
D. BATASAN MASALAH
Mengingat banyaknya masalah yang akan timbul maka penulis membatasi ruang lingkup masalah ini dalam penulisan hanya membahas mengenai pengaruh arus pasang surut dan kecepatan angin terhadap olah gerak kapal KMP. PORTLINK VII saat sandar.
E. MANFAAT PENELITIAN
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka penulis berharap akan mendapatkan beberapa manfaat yang dapat dicapai :
a. Manfaat Teoritis
Dengan memahami dan menerapkan cara berolah gerak saat kapal sandar yang baik dan benar sesuai dengan prosedur diharapkan para penulis, pembaca, maupun pelaut dapat menambah wawasan tentang berolah gerak saat sandar dan diharapkan untuk dapat diterapkan guna mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan.
5 b. Manfaat Praktis
1. Tambahan referensi jurusan nautika Politeknik Pelayaran Surabaya dalam memperdalam pengetahuan ilmu pelayaran khususnya dalam hal olah gerak dan pengendalian kapal agar lahir calon-calon pelaut yang terampil dan dapat melakukan tugas serta tanggung jawab sesuai dengan apa yang telah di pelajari.
2. Untuk memperdalam pengetahuan tentang olah gerak yang memiliki hal sangat penting dalam ilmu pelayaran dimana semua perwira wajib menguasai dan terampil untuk mengendalikan kapal untuk melakukan pelayaran yang aman dan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Untuk menambah wawasan bagi Taruna sendiri tentang bagaimana olah gerak kapal pada saat akan sandar di suatu pelabuhan yang terkadang arus serta kecepatan angin di suatu wilayah tidaklah sama, maka dari itu dibutuhkan keterampilan serta penguasaan prosedur olah gerak kapal saat sandar yang baik serta tepat untuk mengurangi
kejadian yang tidak diinginkan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA
Beberapa peneliti telah melakukan penelitian tentang pengaruh arus pasang surut dan kecepatan angin terhadap olah gerak kapal saat sandar, bagaimana penerapannya dan apakah berpengaruh terhadap olah gerak kapal saat sandar. Berikut ini peneliti berikan salah satu review penelitian :
NO PENULIS JUDUL MASALAH HASIL
1. Andjar Olah gerak kapal Mengapa terjadi Mengetahui ( 2019 ) MV. Crystal Jade keterlambatan faktor
pada saat proses pada saat proses penyebab sandar di sandar MV. terjadinya Pelabuhan Es Crystal Jade di keterlambatan Nakhodka Russia. Pelabuhan proses sandar
Nakhodka MV. Crystal
Russia Jade.
Tabel 2.1 Review Penelitian
Sumber : http://repository.pip-semarang.ac.id/view/subjects/SN.html
7 B. LANDASAN TEORI
1. Definisi
a. Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengaruh dapat diartikan sebagai daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. Sedangkan WJS.Poerwardaminta berpendapat bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu, baik orang maupun benda dan sebagainya yang berkuasa atau yang berkekuatan dan berpengaruh terhadap orang lain. (Poerwardaminta:731).
Bila ditinjau dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh adalah sebagai suatu daya yang ada atau timbul dari suatu hal yang memiliki akibat atau hasil dan dampak yang ada.
Pengaruh itu sendiri diakibatkan oleh beberapa faktor. Faktor menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat dijabarkan sebagai hal (keadaan, peristiwa) yang ikut menyebabkan (mempengaruhi) terjadinya sesuatu. Adapun faktor yang mempengaruhi olah gerak kapal terbagi menjadi 2, yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam merupakan faktor yang mempengaruhi olah gerak kapal tersebut dari bagian–bagian kapal itu sendiri.
Sedangkan faktor luar merupakan faktor yang mempengaruhi olah gerak kapal tersebut dari alam serta keadaan lingkungan saat kapal berlayar.
8
Adapun faktor–faktor tersebut, sebagai berikut :
1) Faktor dalam
a) Tenaga penggerak kapal termasuk (1) Mesin
(2) Baling–baling b) Kemudi
c) Trim dan list (tungging dan dongkak kapal) d) Pembagian muatan dalam kapal
e) Bentuk badan kapal
f) Tegangan di tali pengikat kapal atau dirantai jangkar g) Tegangan dan arah dari tali gandeng atau tali tunda 2) Faktor luar
a) Arus b) Angin
c) Perairan dangkal d) Perairan sempit e) Cuaca
b. Arus
Menurut Gross (1972), arus merupakan gerakan horizontal atau vertikal dari massa air menuju kestabilan yang terjadi secara terus menerus. Diperairan atau lautan yang bebas umumnya arus аkаn menghanyutkan dan menggerakan kapal. Sеdаngkаn diperairan sempit atau tempat–tempat tertentu seperti sungai atau alur pelabuhan maka arus аkаn cenderung memutar kapal. Kapal yang untuk keseluruhan
9
berada di dalam arus, akan menjalani suatu garis hasil (resultan) dari laju kapal dan arah/kekuatan arus. Sebaliknya, sebelum berlabuh atau sandar di dermaga, lebih dahulu kapal harus di putar melawan arus.
Menurut D. Bambang Setiono Adi (2008) menyatakan bahwa pada kapal yang akan berolah gerak arus dikenal arus tetap dan arus tidak tetap, arah arus ditentukan “KE” dan angin “DARI” , misalnya arus timur yang bermaksud arus ke timur. Semua benda yang terapung dipermukaan arus dan didalamnya, praktis akan bergerak dengan arah timur dan kekuatan arus tersebut. Apabila kapal diam atau duduk terapung akibatnya kapal akan terdorong oleh arus ke arah timur laut.
Hal ini mengakibatkan perubahan haluan kapal pada saat akan sandar.
Dan apabila kapal dalam kondisi maju kearah selatan, sedangkan arah arus ke timur, maka arah kapal akan memutar ke arah timur.
Dengan diketahui arah arus di suatu perairan, dapat mencegah terjadinya tubrukan ataupun kejadian–kejadian yang tidak diharapkan.
c. Angin
Menurut hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum), di belahan bumi utara berbelok ke kanan sedangkan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer. Kecepatan angin biasanya dinyatakan dalam knot.
10 1 knot = 1,852 km/jam
= 1 nml/jam
nml : nautical mile
Arah angin dinyatakan darimana datangnya angin tersebut,misalnya angin barat artinya angin datang dari barat dan seterusnya dengan satuan derajat dari 0 ° s/d 360 °. Arah angin dapat berubah-ubah dan dapat juga tetap. Jika arah angin tetap, tetapi kemudian berubah maka perubahan arah angin ini disebut Veering yaitu arah angin berubah searah jarum jam dan disebut Backing jika arah angin berubah berlawanan arah dengan jarum jam.
Alat untuk mengetahui arah angin disebut Windrane. (D.Bambang Setiono Adi, 2008).
Apabila kondisi kapal diam, maka kapal akan bergerak menuju ke selatan dimana arah angin tersebut ada. Hal ini mengakibatkan haluan akan cepat menjauhi angin sampai kedudukan melintang atau hampir melintang. Dan apabila kapal dalam kondisi maju, haluan akan cenderung mencari angin sebab bila kapal mendapat tekanan dari salah satu sisi, maka kapal akan miring ke arah datangnya angin serta haluan cenderung ke arah datangnya angin.
Menurut Daniel H. Macelrevey (1995) berdasarkan peraturan yang telah disetujui bersama, berdasarkan tes dengan berbagai tipe kapal menggunakan kecepatan terendah saat berolah gerak sebuah sisi tinggi di kapal seperti kapal penumpang atau kapal kontainer akan merasakan
11
angina secarab signifikan saat kecepatan angina 3x dari kecepatan kapal, sedangkan sarat tanker akan memerlukan kecepatan angina setidaknya 5x sebelum kecepatan kapal terpengaruh oleh derajat.
Skala Beauf ort
Kategori Satuan dalam km/jam
Satuan dalam knots
Keadaan di daratan
Keadaan di lautan
0 Udara
Tenang
0 0 Asap bergerak
secara vertikal
Permukaan laut seperti kaca 1~3 Angin
lemah
≤ 19 ≤ 10 Angin terasa di wajah; daun-daun
berdesir; kincir angin bergerak
oleh angin
riuk kecil terbentuk namun tidak pecah;
permukaan tetap seperti kaca
4 Angin
sedang
20~29 11~16 mengangkat debu dan menerbangkan kertas; cabang pohon kecil
bergerak
Ombak kecil mulai memanjang; garis- garis buih sering
terbentuk
5 Angin
segar
30~39 17~21 pohon kecil berayun;
gelombang kecil terbentuk di perairan di darat
Ombak ukuran sedang; buih berarak-arak
6 Angin
kuat
40~ 50 22~ 27 cabang besar bergerak; siulan
terdengar pada kabel telepon;
payung sulit digunakan
Ombak besar mulai terbentuk, buih tipis
melebar dari puncaknya, kadang-
kadang timbul percikan
7 Angin
rebut
51~ 62 28 ~33 pohon-pohon bergerak; terasa
sulit berjalan melawan arah
angin
Laut mulai bergolak, buih putih mulai terbawa angin dan membentuk alur-alur sesuai arah
angin
8 Angin
ribut sedang
63~ 75 34~ 40 ranting-ranting patah; semakin sulit bergerak
maju
Gelombang agak tinggi dan lebih panjang; puncak gelombang yang
pecah mulai bergulung; buih
yang terbesar anginnya semakin
jelas alur-alurnya
9 Angin
ribut kuat
76~ 87 41~ 47 kerusakan bangunan mulai
muncul; atap rumah lepas;
Gelombang tinggi terbentuk buih tebal
berlajur puncak gelombang roboh
12
cabang yang lebih besar patah
bergulung; percik air mengganggu
penglihatan 10 Badai 88~ 102 48~ 55 jarang terjadi di
daratan; pohon- pohon tercabut;
kerusakan bangunan yang
cukup parah
Gelombang sangat tinggi dengan puncak memayungi;
buih yang ditimbulkan membentuk tampal- tampal buih raksasa
yang didorong angin, seluruh permukaan laut memutih; gulungan
ombak menjadi dahsyat;
penglihatan terganggu 11 Badai
kuat
103 ~117 56~ 63 sangat jarang terjadi- kerusakan
yang menyebar luas
Gelombang amat sangat tinggi (kapal-
kapal kecil dan sedang terganggu
pandangan karenanaya), permukaan laut
tertutup penuh tampal -tampal putih buih karena
seluruh puncak gelombang menghamburkan buih yang terdorong
angin; penglihatan terganggu
12 Topan ³118 ³64 Udara tertutup
penuh oleh buih dan percik air;
permukaan laut memutuh penuh oleh percik-percik air yang terhanyut angin; penglihatan sangat terganggu
Tabel 2.2 Skala Beaufort
Sumber : https://erniayu21.blogspot.com/2011/06/angin-pasang-surut-dan- gelombang.html
13 d. Olah gerak
Mengolah gerak kapal dapat diartikan sebagai penguasaan kapal baik dalam keadaan diam maupun bergerak untuk mencapai tujuan pelayaran aman dan efesien, dengan mempergunakan sarana yang terdapat dikapal itu seperti mesin, olah gerak kapal sangat tergantung pada bermacam-macam faktor misalnya, tenaga penggerak, kemudi, bentuk badan kapal dibawah garis air dan bentuk bangunan atasnya, kondisi cuaca, sarat, keadaan arus. (BP3IP, 2006).
Pada umumnya teori mengolah gerak kapal dapat kita pelajari secara baik apabila kita mengerti faktor-faktor yang mempengaruhi pada olah gerak kapal. Tetapi pengalaman secara praktek dalam olah gerak kapal merupakan suatu kemampuan yang nilainya sangat tinggi dan bermanfaat dalam melakukan olah gerak kapal. Oleh karena itu kombinasi antara teori dan pengalaman untuk pelaut merupakan nilai yang ideal dan keharusan. Banyak orang menguasai teori mengolah gerak kapal akan tetapi dengan kurangnya pengalaman praktek akan membuat kerugian yang besar.
Sebagai anjuran kepada calon pelaut atau pelaut tidak boleh melakukan olah gerak kapal dengan sembarangan, tetapi setiap olah gerak harus dilakukan dengan perhitungan, perkiraan yang tepat, tanggung jawab yang tinggi dan memegang teguh kedisplinan. Ada satu keyakinan bahwa bila pelaut atau calon pelaut melakukan anjuran tersebut, maka olah gerak kapal pada setiap kesempatan akan dapat dilaksanakan dan membawa keselamatan bagi semua crew saat
14
berlayar dan menjamin barang-barang yang akan dibongkar atau dimuat.
Kapal dengan baik, aman dan selamat. Bentuk kapal dimaksud adalah perbandingan antara panjang dan lebar kapal sangat berpengaruh terhadap gerakan kapal membelok. Kapal yang mempunyai perbandingan dimana kapal yang pendek dan lebar pada umumnya mudah membelok, kapal yang digerakan dengan mesin diesel banyak digunakan karena persiapannya lebih cepat dan dapat mempersingkat waktu sehingga saat melakukan olah gerak dapat berjalan dengan sesuai rencana.
e. Sandar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sandar dapat diartikan sebagai sangga atau tumpu. Dari arti sangga atau tumpu tersebut dapat dijabarkan bahwa sandar merupakan suatu proses atau tahapan dimana suatu kapal sedang atau akan berhenti pada tepi dermaga.
Pelabuhan, menurut Pasal 1 UU No.21 Tahun 1992 tentang Pelayaran, merupakan tempat yang terdiri dari daratan dan perairan dengan batas-batas tertentu, di mana berlangsung kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi. Kegiatan-kegiatan menyangkut kapal-kapal yang bersandar, berlabuh, naik turun penumpang, bongkar muat barang, fasilitas keselamatan pelayaran, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmada transportasi.
15
Menurut Daniel H. Macelrevey (1995) berlabuh dengan arus dari arah belakang bukanlah menjadi sebuah masalah selama posisi kapal tetap yang terdahulu dan menuju ke arah buritan secara efektif.
Dengan menyesuaikan sudut dapat membuat kapal ke arah arus hingga buritan agar berpindah ke dermaga. Masalah yang akan muncul berkaitan dengan arus dari arah belakang, biasanya hasil dari percobaan mendorong kapal memakai kapal tunda lebih baik dibandingkan dengan membiarkan arus yang mengatur kapal menuju ke tempat berlabuh. Banyak yang tidak menggunakan shiphandler dikarenakan arus tidak memungut biaya. Menggunakan kapal tunda hanya untuk membantu menyusun sudut agar tetap di kapal.
2. Prosedur olah gerak menyandarkan kapal di dermaga/pelabuhan Sandar Kiri
Gambar 2.1 Kapal sandar kiri pada dermaga mendapat arus dan angin Sumber : David J.House (2007:7) Ship Handling Theory and Practice
16
1. Hentikan gelombang pada posisi “1” arahkan kemudi agak kencang ke sisi kanan kapal dan mesin setengah kemudi.
2. Ambil posisi agak jauh dari tempat berlabuh dan posisinya paralel dari tempat itu, dengan fender yang kondisinya baik di sisi pelabuhan (memungkinkan juga untuk penggunaan jangkar sisi kanan, mungkin dibutuhkan saat meninggalkan pelabuhan dengan arah yang sama dengan angin).
3. Kapal yang jarak tepi kapal dengan permukaan airnya tinggi dapat keuntungan dari angin diatas tiang. Dan situasi ini membolehkan kapal dekat dengan sandar dengan posisi “3”. Arahkan garis utama dan garis batang ke depan dan belakang.
4. Saat kapal mendarat disamping dermaga, lewati dan amankan pijakan depan dan belakang. Kemudian sesuaikan posisi kapal agar sesuai dengan garis utama dan garis batangnya. Setelah aman, jika jangkar untuk lepas pantai sudah dipasang, kembalikan kabel ke posisi naik dan turun (atau memanjang kebawah).
Contoh kapal : kapal container, RO-RO, penumpang.
C. KERANGKA PIKIRAN
Tujuan dari kapal sandar di pelabuhan adalah untuk memberhentikan kapal pada tepi dermaga dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhinya. Sehingga diharapkan pada akhirnya tercapai keadaan yang aman dan terkendali sesuai yang diharapkan oleh semua pihak.
17
Namun untuk melakukan atau melaksanakan sandar tersebut tidaklah mudah. Pada kenyataannya banyak faktor yang turut mempengaruhi olah gerak kapal saat sandar, seperti arus pasang surut dan kecepatan angin.
Kerangka pemikiran adalah suatu konsepsi dari peneliti yang menyajikan hasil dan penjabaran tinjauan pustaka. Setelah penulis mengungkapkan materi yang berkaitan masalah penelitian pada tinjauan pustaka, maka berdasarkan uraian kepustakaan tersebut, penulis memilih dan menggunakan konsep yang paling sesuai dan berkaitan untuk digunakan dalam pemecahan masalah penelitian. Oleh karena itu, penulis menyajikan konsep penelitian melalui skematik atau bagan yang berkaitan dengan judul “PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT SANDAR DI KMP. PORTLINK VII”.
18
Mengapa terjadi masalah ? MASALAH POKOK
Adanya keraguan Perwira Jaga dalam mengambil tindakan saat proses sandar
Menerapkan prosedur olah gerak kapal sesuai SOP yang berlaku
KERANGKA PEMIKIRAN
Tidak sesuainya prosedur yang dilakukan terhadap olah gerak kapal pada saat sandar
Bagaimana penanganannya ?
PENGARUH ARUS PASANG SURUT DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP OLAH GERAK KAPAL PADA SAAT SANDAR DI KMP. PORTLINK VII
Terwujudnya olah gerak kapal sandar yang sesuai prosedur
BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
Penelitian merupakan suatu proses dari suatu rangkaian langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis, guna mendapatkan pemecahan masalah atau jawaban terhadap pernyataan–pernyataan tertentu. Proposal ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Sugiono (2011:9), penelitian kualitatif adalah penelitian dimana peneliti ditempatkan sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara penggabungan dan analisis data bersifat induktif. Menurut Poerwandari (2005), penelitian kualitatif menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara dan observasi. Kirk dan Miller mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai cara untuk melakukan pengamatan langsung pada individu dan berhubungan dengan orang-orang tersebut untuk mendapatkan data yang digalinya (Moleong, J.L.2002:3). Adapun hal – hal yang diamati dalam penelitian ini yaitu mengenai adanya faktor– faktor yang mengakibatkan olah gerak terbatas terutama pada saat kapal sandar di pelabuhan atau dermaga.
20 B. LOKASI PENELITIAN
1. Tempat penelitian
Penulis akan melaksanakan penelitian di atas kapal KMP.
PORTLINK VII.
2. Waktu penelitian
Penulis akan melakukan penelitian pada saat penulis melaksanakan Praktek Laut (PRALA) di atas kapal KMP.
PORTLINK VII.
C. JENIS DAN SUMBER DATA
Jenis dan sumber data yang diperlukan dan dipergunakan dalam penyusunan Karya Ilmiah Terapan ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan informasi yang diperoleh penulis melalui buku yang berkaitan dengan penelitian ini.
Adapun data yang diperoleh dari sumber–sumber ini sebagai berikut:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber IMO (International Maritime Organization) sebagai pedoman teoritis dan ketentuan formal dari keadaan nyata dalam observasi serta informasi lain yang didapat.
21 2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara langsung melalui narasumber yang tepat dan yang dijadikan responden dalam penelitian penulis. Yaitu hasil observasi langsung terhadap Pengaruh Arus Pasang Surut dan Kecepatan Angin terhadap Olah Gerak Kapal pada saat Sandar.
Dalam melengkapi pengamatan juga dilakukan wawancara–
wawancara dengan Nahkoda, Mualim I (Chief Officer), Mualim II (Second Officer), Bosun (Boatswain) dan AB (Able Body).
Kadang–kadang pengamatan harus bervariasi atau dikombinasikan dengan wawancara, disesuaikan dengan situasi saat pengamatan dan kondisi yang ada.
D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Teknik pengumpulan data erat hubungannya dengan masalah yang akan dipecahkan. Dalam suatu penelitian, penggunaan teknik pengumpulan data dan materi pengumpulan data yang tepat dapat membantu mencapai hasil atau pemecahan masalah yang akurat.
Adapun penggunaan teknik pengumpulan data yaitu :
1. Metode Observasi
Menurut S. Margono (1997:158) dalam Zuriah (2009:173), observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara
22
sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
Pengamatan dan pencatatan dilakukan terhadap objek di tempat terjadi, karena penting untuk melihat perilaku dalam keadaan (setting) alamiah, melihat dinamika, dan gambaran perilaku berdasarkan situasi yang ada.
Observasi ini bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan, tahap-tahap penelitian selanjutnya Observasi dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
a. Observasi Partisipatif
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehar- hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
Observasi paritisipan dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:
i. Observasi partisipasi pasif.
Peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
ii. Observasi partisipasi moderat.
Dalam observasi ini terdapat keseimbangan antara peneliti menjadi orang dalam dengan orang luar. Peneliti dalam
23
mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.
iii. Observasi partisipasi aktif.
Dalam observasi ini peneliti ikut melaksanakan apa yang dilakukan oleh nara sumber, tetapi belum sepenuhnya lengkap.
iv. Observasi partisipasi lengkap.
Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti sudah terlibat sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan sumber data.
b. Observasi terus terang dan tersamar
Dalam hal ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi, mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti.
c. Observasi tak terstruktur
Observasi dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan tidak berstruktur, karena fokus penelitian belum jelas. Fokus observasi akan berkembang selama kegiatan observasi berlangsung.
Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi.
24 1) Metode Wawancara
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Menurut Zuriah (2009:179), wawancara ialah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Dalam penelitian kualitatif, sering menggabungkan teknik observasi partisipatif dengan wawancara mendalam.
Esterburg (2002) mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu:
a) Wawancara terstruktur (Structured Interview)
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.
b) Wawancara semiterstruktur (Semistructure Interview)
Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dept interview, di mana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
25
Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.
c) Wawancara tak berstruktur atau terbuka (unstructured interview)
Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
2) Metode Studi Dokumentasi
Menurut Zuriah (2009:191), dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya- karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
26 3) Triangulasi
Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data-data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang ditemukan.
E. TEKNIK ANALISIS DATA
Teknis analisis data dalam penelitian kualitatif (Sugiyono,2011:245- 252) antara lain:
1. Analisis data sebelum di lapangan
Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder, yang digunakan untuk menentukan fokus penelitian.
Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.
2. Analisis data di lapangan model Miles and Huberman a. Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hak yang penting, dicari tema dan
27
polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
b. Data Display (penyajian data)
Dalam Penelitian Kualitatif , penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan natar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dala penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dalam melakukan display data, selain teks naratif, juga dapat berupa, grafik, matrik, network (jejaring kerja) dan chart.
c. Conclusion Drawing/verification
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah ditelitimenjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
28
DAFTAR PUSTAKA
BP3IP. (2006). “Olah Gerak Dan Pengndalian Kapal”. Diklat TPK III Program Studi Deck, Jakarta :
Christianti. (2018). Pengertian Pasang Surut Air Laut : https://www.academia.edu/36575637/Pasang_Surut_Air_Laut ( Diakses pada tanggal 8 Mei 2019 )
A. Bambang Setiono. (2008). NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN JILID 1 : https://bsd.pendidikan.id/data/SMK_10/Nautika_Kapal_Penangkap_Ikan_
Jilid_1_Kelas_10_D_Bambang_Setiono_Adi_dkk_2008. ( Diakses pada tanggal 25 April 2019 )
Fikri. (2016). Negara Kepulauan Indonesia :
http://www.bhataramedia.com/forum/mengapa-indonesia-disebut-negara- kepulauan/ ( Diakses pada tanggal 30 April 2019 )
Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang Pengertian Angin : https://kbbi.web.id/angin ( Diakses pada tanggal 9 Mei 2019 )
Kamus Besar Bahasa Indonesia tentang Pengertian Sandar : https://kbbi.web.id/sandar ( Diakses pada tanggal 7 Mei 2019 )
Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi Laut : http://knkt.dephub.go.id/knkt/ntsc_home/ntsc.htm ( Diakses pada tanggal 1 Juli 2019 )
Materi Ilmu kleautan : http://myilmukelautan.blogspot.com/2017/11/penertian-arus- dan-sirkulasi-laut-dunia.html ( Diakses pada tanggal 8 Mei 2019 )
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta : http://mihsanahmad0.blogspot.com/2014/10/metode-penelitian-
kualitatif.html ( Diakses pada tanggal 25 April 2019 )
TRIBUNNEWS.COM : http://www.tribunnews.com/regional/2018/12/18/gara- gara-arus-laut-kapal-royce-1-susah-sandar-di-pelabuhan-bakauheni ( Diakses pada tanggal 1 Juli 2019 )