• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rizki Raindriati Dewi Miranti Amri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Rizki Raindriati Dewi Miranti Amri"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN

PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Buku Panduan Guru Buku Panduan Guru

Seni Rupa Seni Rupa

Rizki Raindriati

Dewi Miranti Amri

(2)

Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dilindungi Undang-Undang.

Disclaimer: Buku ini disiapkan oleh Pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan buku pendidikan yang bermutu, murah, dan merata sesuai dengan amanat dalam UU No. 3 Tahun 2017. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku ini merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel buku@kemdikbud.

go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I

Penulis Rizki Raindriati Dewi Miranti Amri

Penelaah

Rizki Taufik Rakhman Eko Hadi Prayitno

Penyelia

Pusat Kurikulum dan Perbukuan

Penyunting

Agnesia Budi Astuti

Ilustrator Imawan

Penata Letak (Desainer) Lukas Setiadi

Penerbit

Pusat Kurikulum dan Perbukuan

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Jalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat

Cetakan pertama, 2021

ISBN 978-602-244-346-9 (no.jil.lengkap) 978-602-244-347-6 (jil.1 )

isi buku menggunakan huruf Cabin, 12/24 pt., Pablo Impallari.

viii, 128 hlm, 29,7 cm

(3)

Kata Pengantar

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mempunyai tugas penyiapan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kurikulum serta pengembangan, pembinaan, dan pengawasan sistem perbukuan. Pada tahun 2020, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengembangkan kurikulum beserta buku teks pelajaran (buku teks utama) yang mengusung semangat merdeka belajar.

Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum tersebut, diperlukan penyediaan buku teks pelajaran yang sesuai dengan kurikulum tersebut. Buku teks pelajaran ini merupakan salah satu bahan pembelajaran bagi siswa dan guru.

Pada tahun 2021, kurikulum ini akan diimplementasikan secara terbatas di Sekolah Penggerak. Begitu pula dengan buku teks pelajaran sebagai salah satu bahan ajar akan diimplementasikan secara terbatas di Sekolah Penggerak tersebut. Tentunya umpan balik dari guru dan siswa, orang tua, dan masyarakat di Sekolah Penggerak sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan kurikulum dan buku teks pelajaran ini.

Selanjutnya, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini mulai dari penulis, penelaah, reviewer, supervisor, penyunting, ilustrator, desainer, dan pihak terkait lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Semoga buku ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Jakarta, Juni 2021

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan,

Maman Fathurrohman, S.Pd. Si., M.Si., Ph.D.

NIP 19820925 200604 1 001

(4)

Prakata

“Setiap anak adalah seniman. Persoalannya, bagaimana mereka tetap menjadi seniman ketika mereka dewasa” - Pablo Picasso

Pembelajaran seni rupa Indonesia tidak ditujukan untuk mencetak seniman profesional, melainkan mengajak siswa dan guru untuk berpikir seperti seorang seniman; memiliki kemampuan kreatif; mampu menghasilkan dan mengembangkan gagasan dan tindakan orisinal, mampu mengajukan pertanyaan yang bermakna, playful dan yang terutama adalah melihat dan mencintai keindahan. Seni merupakan sarana untuk mengoptimalkan potensi kemanusiaan seseorang.

Buku panduan guru ini dirancang berdasarkan Capaian Pembelajaran Seni Rupa Kelas 1/ Fase A dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Dalam perancangannya, kami berupaya untuk bisa membantu menjembatani berbagai kebutuhan rekan-rekan guru di berbagai penjuru Nusantara dengan segala kondisinya. Kami berharap isi dan materi buku ini dapat memudahkan atau memberikan inspirasi bagi rekan-rekan guru sekalian dalam membangun kecintaan siswa terhadap keindahan, baik karya maupun harmoni kehidupan.

Harapan lainnya, buku ini juga dapat digunakan oleh siapapun yang dipercaya untuk mengampu pelajaran seni rupa meskipun mungkin tanpa latar belakang pendidikan seni rupa. Buku ini dipersembahkan untuk kita semua yang berjuang memanusiakan manusia.

Buku Panduan Guru ini bersifat fleksibel; rekan-rekan guru memiliki ruang kreativitas untuk menyesuaikan pembelajaran dengan konteks lingkungan dan kemampuannya. Pembelajaran seni rupa menghargai dan merayakan keberagaman dan potensi pribadi setiap guru. Kami mengajak rekan-rekan guru kelas 1 SD, untuk turut belajar kembali bersama siswa dan menemukan kembali “sang seniman” dalam diri masing-masing. Bawa diri rekan-rekan untuk masuk ke dalam dunia siswa kita yang kaya warna dan bentuk dan gali potensi diri rekan-rekan sendiri. Kami berterima kasih khususnya kepada rekan-rekan guru seni rupa kelas 1 karena pengalaman belajar menyenangkan bersama anda, kelak siswa Indonesia mencintai keindahan dan kemanusiaan.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat menikmati perjalanan artistik anda.

Salam Hangat,

Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati

(5)

Daftar Isi

Kata Pengantar ...iii

Prakata ...iv

Daftar Isi ...v

Petunjuk Penggunaan Buku ...vii

Panduan Umum

...2

A. Profil Pelajar Pancasila ...3

B. Capaian Pembelajaran Seni Rupa ... 9

1. Rasional... 9

2. Tujuan Belajar Seni Rupa ... 9

3. Karakteristik Pembelajaran Seni Rupa ...10

Berpikir dan bekerja artistik (Thinking and Working Artistically) ...12

Mengalami (Experiencing) ...14

Menciptakan (Making/creating) ...15

Merefleksikan (Reflecting) ...15

Berdampak (Impacting) ...16

4. Lima Elemen Landasan Pembelajaran Seni Rupa...12

5. Capaian Pembelajaran Setiap Fase ...17

a. Fase A (Umumnya Kelas 1-2) ...17

b. Fase B (Umumnya Kelas 3-4) ...17

c. Fase C (Umumnya Kelas 5-6)...18

d. Fase D (Umumnya Kelas 7-9) ...18

e. Fase E (Umumnya Kelas 10). ...18

f. Fase F (Umumnya Kelas 11-12) ...19

6. Capaian Fase Berdasarkan Elemen ... 20

7. Elemen Dan Sub Elemen Untuk Seluruh Fase ...24

8. Target Capaian Setiap Tahun ...25

C. Strategi Umum Pembelajaran ...30

1. Perencanaan ...30

2. Strategi Pembelajaran...33

3. Pemantauan Dan Evaluasi ...50

(6)

Panduan Khusus Fase A

...58

A. Capaian Pembelajaran Fase A (Umumnya Kelas 1-2) ...58

B. Capaian Pembelajaran (Cp) Fase A Berdasarkan Elemen Dan Sub Elemen ...58

C. Kosakata Seni Fase A ...61

D. Pengetahuan Dasar Alat & Bahan ...62

E. Daftar Kegiatan Kelas 1 ...66

Kegiatan

...69

1. Seni di Sekitarku ... 70

2. Aneka Garis ... 74

3. Garis yang Menunjukkan Gerakan ...76

4. Garis Membuat Bentuk ...78

5. Membuat Bentuk dengan Potong & Tempel ...80

6. Bentuk dalam Topeng ...82

7. Warna, Garis dan Bentuk ...84

8. Bentuk yang Berulang ... 86

9. Bentuk Huruf ... 88

10. Bentuk Besar Kecil dalam Arsitektur ...90

11. Membuat Model Bangunan ...92

12. Membuat Model Kota ... 98

13. Lebih Jauh Tentang Garis ... 100

14. Tekstur dan Pola ... 102

15. Bentuk Pada Wajah ... 104

16. Observasi Hewan dan Tanaman ...108

17. Warna Primer dan Warna Sekunder ... 112

18. Membuat Campuran Warna Gelap dan Warna Terang ...114

19. Keindahan Dedaunan ...116

20. Temukan Inspirasi Karya Senimu ... 120

Daftar Pustaka ... 122

Profil Penulis ... 123

Profil Penelaah ... 125

Profil Penyunting ... 127

Profil Ilustrator ...128

Profil Penata Letak (Desainer) ...128

(7)

Petunjuk Penggunaan Buku

Panduan Umum

Berisi panduan umum untuk guru seluruh fase A-F

Panduan Khusus Berisi panduan umum untuk guru kelas 1/Fase A

Pengenalan Profil Pelajar Pancasila untuk Mata Pelajaran Seni Rupa Pada bagian ini Guru akan mengenali 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila dan implementasinya dalam Mata Pelajaran Seni Rupa

Pengenalan Capaian Pembelajaran Seni Rupa

Pada bagian ini, Guru dapat melihat Capaian Akhir Pembelajaran Seni Rupa fase A-F. Capaian Pembelajaran disusun berbentuk paragraf mengikuti fase yang mencakup 1-3 tahun, agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari sebuah konsep secara mendalam dan leluasa menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuannya.

Strategi Umum Pembelajaran

Pada bagian ini, Guru dapat memilih dan memilah strategi yang tepat untuk menyelenggarakan Mata Pelajaran Seni Rupa sesuai kondisi dan kemampuannya

(8)

Petunjuk Penggunaan Buku

Contoh Rubrik Penilaian yang dapat digunakan

Capaian Pembelajaran Fase A Pada bagian ini Guru dapat melihat Capaian Pembelajaran fase A (kelas 2). Capaian Pembelajaran ini merupakan tujuan akhir dan untuk mencapaianya, Guru dapat membuat alur pembelajarannya sendiri yang sesuai dengan kondisi siswanya.

Capaian Pembelajaran berdasarkan Elemen dan Sub Elemen Bagian ini dapat digunakan sebagai panduan guru mengenai gambaran umum pengalaman, pengetahuan dan keterampilan yang akan dibagi pada siswa fase A.

Daftar Kosa Kata Terkait Elemen Seni Rupa dan Prinsip Desain untuk Fase A

Pada bagian ini Guru dapat mengetahui kosa kata/kata kunci yang diajarkan pada siswa fase A

Contoh Rencana Pengajaran yang dapat digunakan

Pada bagian ini terdapat contoh- contoh Rencana Pengajaran yang dapat digunakan. Contoh tidaklah baku bentuk dan urutannya.Guru dapat membuat dan mengembangkan RPP yang sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang dimilikinya. Halaman di sebelah kiri merupakan lembar kerja siswa yang dapat digunakan untuk diperbanyak atau difoto dan diteruskan melalui platform daring.

Halaman kanan merupakan lembar contoh RPP bagi guru.

Pengetahuan Dasar Bahan, Teknik dan Prosedur yang digunakan Bagian ini berisi keterangan mengenai bahan, teknik dan prosedur yang digunakan pada Fase A.

(9)

Buku Panduan Guru Buku Panduan Guru

Seni Rupa

Seni Rupa Panduan Umum 1 1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021

Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD kelas 1

Penulis: Dewi Miranti Amri dan Rizki Raindriati ISBN 978-602-244-347-6 (jil.1)

(10)

Buku Panduan Guru Seni Rupa ini dirancang untuk menyediakan beberapa saran penyampaian atau pendekatan untuk menerapkan Capaian Pembelajaran Seni Rupa.

Panduan Umum :

Bagian A: Pengenalan Profil Pelajar Pancasila Pada Mata Pelajaran Seni Rupa Bagian B: Pengenalan Capaian Pembelajaran Seni Rupa

Bagian C: Strategi Umum Pembelajaran

Panduan Khusus Sesuai Fase:

Bagian A: Capaian Pembelajaran Berdasarkan Fase

Bagian B: Capaian Pembelajaran Fase A Berdasarkan ELemen dan Sub Elemen Bagian C: Daftar kosakata terkait elemen seni rupa dan prinsip desain

Bagian D: Pengetahuan dasar bahan, teknik, dan prosedur yang digunakan Bagian E: Contoh Rencana Pengajaran yang dapat digunakan

Fase A - C

○ Pengenalan Kemampuan artistik

○ Siswa Bekerja spontan

Fase D - C

○ Eksperimen dengan Pengetahuan dan Kemampuan artistik

○ Siswa menggabungkan Pengetahuan dan Kemampuan artistik

Fase F

○ Penerapan dan penguasaan Pengetahuan dan Kemampuan artistik

○ Siswa terbiasa bekerja mandiri

Gambar 1. Gambaran perkembangan capaian siswa dalam 6 fase pembelajaran

Sumber: Dokumen Kemendikbud, 2020

Panduan Umum

(11)

A. Profil Pelajar Pancasila

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat (lifelong learner), kompetensi global (global competencies), dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan adanya paduan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan konteks Abad 21.

Dari pernyataan Profil Pelajar Pancasila tersebut, enam karakter/kompetensi dirumuskan sebagai dimensi kunci. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan, sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial. Keenam dimensi tersebut adalah :

z Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia z Berkebinekaan global

z Bergotong-royong z Mandiri

z Bernalar kritis z Kreatif

(12)

Enam dimensi ini menunjukkan bahwa Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila harus dipahami sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi, dimana keterkaitan antara satu dimensi dengan dimensi lainnya akan melahirkan kemampuan yang lebih spesifik dan konkrit.

Elemen, Sub Elemen dan Sikap Profil Pelajar Pancasila Pada Pelajaran Seni Rupa

Elemen Sub Elemen Sikap yang terlihat dalam pelajaran Seni Rupa Beriman,

Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

Akhlak pribadi z Saya selalu berupaya mengembangkan diri dan mengintrospeksi diri.

z Saya dapat berkomitmen pada nilai nilai kemanusiaan melalui karya seni.

z Saya bersyukur dan merayakannya saat saya menyelesaikan karya saya dengan baik.

z Saya menghormati karya seni teman sekelas.

z Saya menghormati karya seni teman sekelas.

z Saya dapat mendengarkan dengan penuh perhatian.

z Saya dapat menghargai perbedaan dan mengutamakan persamaan dan kemanusiaan.

z Saya terbuka terhadap pendapat yang berbeda dari pendapatnya, menghargainya, dan menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri.

z Saya menolak prasangka buruk, diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan terhadap sesama manusia.

z Saya dapat mengekspresikan empati.

z Saya memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan alam sekitar.

z Saya ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan alam sebagai ciptaan Tuhan.

z Saya dapat bekerja sama dan berkolaborasi bersama rekan-rekannya di kelas ataupun di luar kelas.

z Saya dapat terlibat aktif dan berkontribusi dalam diskusi kelompok.

Akhlak kepada manusia

Akhlak kepada alam

Akhlak bernegara

(13)

Elemen Sub Elemen Sikap yang terlihat dalam pelajaran Seni Rupa Berkebhinekaan

Global

Mengenal dan menghargai budaya

z Saya dapat mendeskripsikan pembentukan identitas diri saya dan kelompok.

z Saya mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai macam budaya dan karya seninya di tingkat lokal, regional, nasional, dan global.

z Saya dapat berkomunikasi dengan

budaya yang berbeda dari dirinya dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya.

z Saya terbiasa dengan adanya

keberagaman perspektif yang membangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama.

z Saya bisa menjelaskan pilihan yang saya buat dalam karya seni saya.

z Saya menghormati pendapat dan saran orang lain.

z Saya mengerti bahwa setiap orang

menyukai seni yang berbeda karena alasan yang berbeda.

z Saya selalu ingin tahu tanpa menghakimi

z Saya mencari tahu dan mengeksplorasi pengalaman kebhinnekaan saya.

z Saya dapat beradaptasi dan menyelaraskan dengan perbedaan yang ada untuk

mencapai tujuan bersama.

z Saya terbiasa merespon seni dari sudut pandang yang berbeda-beda.

z Saya peduli dan aktif berpartisipasi dalam mewujudkan keadilan sosial baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Komunikasi dan interaksi antar budaya

Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan

Berkeadilan Sosial

(14)

Elemen Sub Elemen Sikap yang terlihat dalam pelajaran Seni Rupa Bergotong

Royong

Kolaborasi z Saya dapat mengapresiasi kelebihan orang lain dan memberikan masukan yang konstruktif untuk mengembangkan kelebihan itu.

z Saya menghormati ruang dan karya seni teman sekelas saya.

z Saya membantu teman sekelas saya.

z Saya bekerja sama dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama.

z Saya dapat berkoordinasi, menjadi

pemimpin ataupun menjadi yang dipimpin.

z Saya berpartisipasi dalam diskusi kelas.

z Saya tahu aturan dan ekspektasi ruang seni bersama.

z Saya membersihkan ruang seni ketika saya selesai dengan pekerjaan saya.

z Saya menggunakan alat bahan bersama dengan benar dan menyimpannya kembali pada tempatnya.

z Saya berbagi materi dengan teman sekelas saya.

z Saya menggunakan kata-kata yang baik saat berbicara dengan teman sekelas saya.

z Saya berbagi ide dengan orang lain.

z Saya berbagi informasi tentang riset saya tentang seni dan seniman.

Kepedulian

Berbagi

(15)

Elemen Sub Elemen Sikap yang terlihat dalam pelajaran Seni Rupa

Mandiri Pemahaman

diri dan situasi

z Saya mencoba bereksperimen dengan bahan yang berbeda.

z Saya tetap positif, meskipun kadang saya mengalami kesulitan saat berkarya.

z Saya percaya diri dalam mengekspresikan ide saya melalui seni.

z Saya berkarya dengan antusias, fokus dan dengan bekerja keras.

z Saya mengenali dan menggunakan minat saya sebagai sumber inspirasi karya seni saya.

z Saya dapat bersabar, karena saya memahami bahwa karya seni yang berkualitas memerlukan waktu untuk menyelesaikannya.

z Saya dapat menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang telah disepakati.

Regulasi diri.

Bernalar Kritis Memperoleh dan

memproses informasi dan gagasan

z Saya belajar tentang seniman yang berbeda dan periode waktu dalam sejarah seni.

z Saya ingat apa yang telah saya pelajari.

z Saya mempelajari berbagai keterampilan dan teknik seni.

z Saya tahu bagaimana menggunakan alat untuk berkarya dengan benar.

z Saya dapat menggunakan kosakata seni.

z Saya menunjukkan rasa ingin tahu dan dapat bertanya untuk membantu pemahaman saya dalam seni.

Refleksi pemikiran dan proses berpikir.

z Saya memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

z Saya melakukan refleksi saat berproses untuk meningkatkan kualitas pekerjaan saya.

z Saya memikirkan strategi agar cara saya belajar dan berkarya bisa lebih baik.

z Saya mencoba untuk selalu lebih baik setiap kali saya membuat karya seni baru.

(16)

Elemen Sub Elemen Sikap yang terlihat dalam pelajaran Seni Rupa

Kreatif Menghasilkan

gagasan yang original.

z Saya mau mencoba dan menggunakan materi baru dan mencoba teknik baru.

z Saya mencoba untuk tidak menciptakan hal yang sama dengan cara yang sama sepanjang waktu.

z Saya dapat menghasilkan gagasan atau ide yang orisinil.

z Saya mengklarifikasi dan mempertanyakan banyak hal.

z Saya dapat melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda.

z Saya dapat menghubungkan gagasan- gagasan yang ada dalam merespon dan membuat karya seni.

z Saya dapat mengaplikasikan ide baru

sesuai dengan konteksnya untuk mengatasi persoalan.

z Saya dapat memunculkan berbagai alternatif penyelesaian.

z Saya mencari inspirasi untuk membantu memunculkan ide-ide saya sendiri.

z Saya merencanakan, membuat sketsa, dan memikirkan tentang apa yang akan saya lakukan sebelum saya mulai membuat karya seni baru.

z Saya dapat mengekspresikan ide dan emosi melalui karya seni saya.

z Saya tidak takut untuk membuat kesalahan karena saya tahu saya bisa belajar dari kesalahan tersebut.

Menghasilkan karya dan tindakan yang original

(17)

B. Capaian Pembelajaran Seni Rupa

1. Rasional

Setiap manusia memiliki kemampuan untuk melihat, merasakan dan mengalami sebuah keindahan. Bahkan berbagai kemungkinan dan potensi dalam hidup dapat diprediksi. Hal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Kepekaan terhadap keindahan membantu manusia untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya dengan optimal. Melalui pembelajaran seni rupa, kepekaan tersebut dibangun secara universal, yakni dapat ditangkap oleh mata dan menembus sekat-sekat perbedaan termasuk perbedaan bahasa.

Semenjak zaman prehistorik, manusia mengandalkan bahasa rupa sebagai perwujudan sebuah gagasan. Bahkan, tanpa disadari kehidupan manusia tidak luput dari bahasa rupa sebagai citra yang memiliki daya dan dampak luar biasa dalam menyampaikan pesan, menghibur, melestarikan, menghancurkan dan menginspirasi hingga kurun waktu tak terhingga.

Pembelajaran seni rupa mengajak siswa Indonesia dapat berpikir terbuka, apresiatif, empatik, serta menghargai perbedaan dan keberagaman. Selain itu, siswa Indonesia juga memperoleh pengalaman estetik sebagai hasil proses perenungan dari dalam maupun luar diri mereka yang dituangkan dalam karya seni rupa. Karya yang mencerminkan emosi dan hasil pemikiran mereka yang berdampak pada diri, lingkungan maupun masyarakat.

Pembelajaran seni rupa memperlihatkan seni rupa sebagai kekuatan adidaya yang dapat membentuk sejarah, budaya dan peradaban sebuah bangsa maupun seluruh dunia. Siswa Indonesia harus menghargai dan melestarikan budaya, terutama budaya Indonesia. Karena melalui budaya siswa Indonesia akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang dapat melihat, merasakan dan mengalami sebuah keindahan sehingga dengan kesejahteraan jiwanya itu, siswa dapat memberikan kemampuan terbaik yang dimiliki dirinya pada lingkungan dan masyarakat.

Dengan demikian, siswa Indonesia diharapkan mampu menghidupkan dan menyelaraskan ranah estetika, logika dan etika dalam sebuah kesatuan yang optimal sesuai potensi kemanusiaannya sebagaimana termaksud dalam Profil Pelajar Pancasila.

2. Tujuan Belajar Seni Rupa

Pembelajaran seni rupa bertujuan menjadi wahana yang menyenangkan bagi siswa untuk mengalami bagaimana kreativitas dapat membantu meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, relevan,t dan dekat secara emosional dengan kehidupan siswa sehari-hari, Pendidikan Seni Rupa bertujuan menghasilkan siswa yang antusias untuk terus belajar (life long learner), kreatif, mampu berani mengekspresikan diri, gigih berusaha, reflektif, bernalar kritis, berkontribusi aktif bagi lingkungannya dan selalu membuat keputusan dengan tanggung jawab.

(18)

Siswa Indonesia yang berkualitas mampu bekerja secara mandiri maupun bekerjasama dengan orang lain, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan secara efektif dan efisien.

Kesadaran atas perbedaan sebagai sebuah kewajaran dalam hidup dan memandangnya sebagai potensi kekuatan merupakan kualitas lainnya yang diharapkan terbentuk dalam diri siswa Indonesia. Kemampuan mengapresiasi, peka terhadap keindahan yang ada di sekitar diri, lingkungan, dan masyarakat yang beragam secara global.

Pembelajaran seni rupa juga dapat mempertajam kemampuan siswa Indonesia dalam melihat, mengenal, merasakan, memahami dan mengalami nilai-nilai estetik guna menyampaikan maupun merespon sebuah gagasan atau situasi, melihat dan menciptakan sebuah peluang serta mendayagunakan sumber daya yang dimiliki untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Sehingga, tujuan dari pembelajaran seni rupa memiliki peran yang sangat penting sebagai pembentuk siswa Indonesia sesuai profil pelajar Pancasila.

3. Karakteristik Pembelajaran Seni Rupa

z Kreativitas siswa Indonesia tumbuh dan berkembang melalui ruang kebebasan siswa dalam mencari, melihat, mengamati, merasakan dari berbagai sudut pandang, kemudian membangun pemahaman kembali dan mengembangkannya dalam berbagai gagasan, proses dan bentuk melalui medium seni rupa.

z Kepekaan dan daya apresiasi siswa Indonesia terbentuk melalui pengalaman mencipta, menikmati, mengetahui, memahami, bersimpati, berempati, peduli dan toleransi terhadap beragam nilai, budaya, proses dan karya.

(19)

z Keterampilan siswa Indonesia dalam bekerja artistik berkembang melalui kemampuan merancang, menggambar, membentuk, memotong, menyambungkan berbagai medium seni rupa.

z Karya seni rupa yang dihasilkan oleh siswa Indonesia memiliki kontribusi yang berdampak pada diri dan lingkungannya sebagai respon positif dari sebuah permasalahan baik secara global maupun internasional.

z Siswa Indonesia mampu berkolaborasi dan terhubung erat antar keilmuan seni maupun bidang ilmu lainnya sebagai upaya bersama dalam mencari solusi dalam permasalahan di berbagai aspek kehidupan.

(20)

Landasan Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling mempengaruhi dan mendukung. Setiap elemen bukanlah sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya. Masing-masing mampu berdiri sendiri secara mandiri namun memiliki keterhubungan dalam peran antar elemen.

Berpikir dan bekerja artistik (Thinking and Working Artistically)

Kemampuan siswa untuk berpikir dan bekerja artistik ditandai dengan adanya kreativitas dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Melalui sikap antusias dan keingintahuan siswa dalam mengajukan pertanyaan yang bermakna, hingga pengembangan gagasan diharapkan siswa mampu melihat, mengamati dan merasakan dari berbagai sudut pandang dalam menciptakan sebuah peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari.

Gambar 3. Elemen (Strands) Pembelajaran Seni Rupa

Sumber: Dokumen Kemdikbud, 2020

4. Lima Elemen Landasan Pembelajaran Seni Rupa

(21)

Siswa wajib mengetahui berbagai prosedur dasar sederhana dalam berkarya. Sehingga nilai etika selalu beriringan dengan artistik dan estetika. Meskipun demikian, siswa tetap diberikan kebebasan dalam mengeksplorasi dan bereksperimen sehingga menemukan cara mereka sendiri dalam mengembangkan gagasannya.

Kemandirian yang terbentuk perlu diikuti dengan kemampuan siswa untuk bekerjasama, gotong royong dan berkolaborasi baik antar keilmuan maupun dengan bidang ilmu lainnya atau antar diri, lingkungan maupun dengan masyarakat.

(22)

Mengalami (Experiencing)

Landasan pembelajaran seni rupa mengarahkan siswa untuk mendapatkan pengalaman secara langsung dengan; mengenali, merasakan, dan memahami objek seni rupa. Selanjutnya, siswa dapat merespon aneka sumber gaya seni rupa, era dan budaya.

Dalam eksplorasi dan eksperimen, siswa dapat menggunakan berbagai bahan, alat, teknologi dalam proses menciptakan sebuah karya seni rupa. Selain itu, siswa juga mengumpulkan dan merekam informasi baik melalui pengalaman visual maupun estetik dari kehidupan sehari-hari yang nantinya akan diekspresikan melalui karya mereka.

(23)

Menciptakan (Making/creating)

Landasan pembelajaran seni rupa memotivasi siswa dalam menciptakan sebuah karya seni rupa melalui pemilihan dan penggunaan bahan, alat maupun teknik yang sesuai dengan konteks, kebutuhan, ketersediaan, kemampuan dan pengalaman siswa itu sendiri.

Merefleksikan (Reflecting)

Landasan pembelajaran seni rupa melatih siswa dapat merefleksikan perkembangan diri dengan kemampuan efektivitas gagasan, pesan, dan medium dari karyanya. Kemampuan dalam melihat, mengamati dan membuat hubungan estetika antara karya dengan dirinya, lingkungan maupun masyarakat menjadi tolok ukur dalam kegiatan refleksi dimana siswa dapat menyampaikan pesan atau gagasannya dalam sebuah karya. Siswa mampu menjelaskan, memberi komentar dan umpan balik secara kritis atas karya pribadi maupun karya orang lain dengan mempresentasikannya secara runut, terperinci dan menggunakan kosa kata yang

(24)

Berdampak (Impacting)

Setiap proses dalam pembelajaran seni rupa memberikan dampak pada diri, lingkungan dan masyarakat. Siswa diharapkan dapat memilih, menganalisis dan menghasilkan karya seni rupa yang memiliki dampak luas, tidak hanya pada dirinya, tetapi pada lingkungan dan masyarakat.

(25)

5. Capaian Pembelajaran Setiap Fase

Capaian Pembelajaran setiap fase merujuk pada periodisasi perkembangan seni rupa menurut Viktor Lowenfeld dan Lambert Brittain (1982) :

a. Fase A (Umumnya Kelas 1-2)

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase A (Kelas 1-2 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan kembali secara visual. Fase A terdiri dari masa Pra-Bagan (pre schematic period) untuk kelas 1 SD dan masa Bagan (schematic period) untuk kelas 2 SD.

Pada masa Pra-Bagan diharapkan siswa dapat menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk merespon berbagai obyek dari dunia sekitarnya. Sedangkan pada masa Bagan, siswa diharapkan telah memiliki konsep bentuk yang lebih jelas.

Di akhir fase A, siswa mampu menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris sebagai ungkapan ekspresi kreatif dalam merespon berbagai obyek dari dunia sekitarnya dengan konsep bentuk yang jelas.

b. Fase B (Umumnya Kelas 3-4)

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase B (Kelas 3-4 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu mengenal unsur rupa dan dapat menggunakan keterampilan atau pengetahuan dasar tentang bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur dalam menuangkan kembali secara visual dalam bentuk karya. Fase B terdiri dari masa Bagan (schematic period) untuk kelas 3 SD dan masa Realisme Awal (early realism/dawning realism) untuk kelas 4 SD.

Pada masa Bagan, siswa memiliki kecenderungan untuk mengulang sebuah bentuk sehingga konsep bentuk menjadi jelas. Siswa juga mulai memiliki kesadaran ruang yang ditandai dengan penggunaan garis pijak (base line), walaupun penafsiran terhadap ruang masih bersifat subyektif seperti gambar ideoplastis (gambar terawang/tembus pandang). Sedangkan pada masa Realisme Awal, siswa diharapkan mulai memiliki kesadaran perspektif meskipun masih berdasarkan penglihatan dirinya sendiri.

Siswa sudah dapat mengamati obyek dengan rinci walaupun penguasaan proporsi (perbandingan ukuran) belum optimal.

Di akhir fase B, siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ungkapan ekspresi kreatif secara rinci walaupun hasilnya belum menunjukkan proporsi yang optimal. Diharapkan pada akhir fase ini, siswa juga telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar tentang bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang menunjang proses kreatif siswa.

(26)

c. Fase C (Umumnya Kelas 5-6)

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase C (Kelas 5-6 Sekolah Dasar) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam mengeksplorasi, menemukan, memilih, menggabungkan unsur rupa dengan pertimbangan nilai artistik dan estetik karya yang didukung oleh medium, teknik, dan prosedur berkarya. Fase C masuk pada masa Realisme Awal (early realism/dawning realism). Siswa diharapkan mulai menyadari konsep ruang dan garis horizon. Di samping itu, siswa juga mulai menyadari pemahaman warna, keseimbangan (balance) dan irama/ritme (rhythm) dalam melakukan proses kreatif.

Di akhir fase C, siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ekspresi kreatif secara rinci, ditandai penguasaan ruang dengan penggunaan garis horizon dalam karyanya. Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi siswa telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang mewakili perasaan dan empati siswa.

d. Fase D (Umumnya Kelas 7-9)

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase D (Kelas 7-9) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya,mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa. Fase D masuk ke dalam masa Naturalisme Semu (Pseudo Naturalistic) yang ditandai kemampuan siswa dalam berpikir abstrak. Di samping itu, siswa diharapkan mulai memiliki kemampuan proporsi (rasa perbandingan) dan gesture (gerak tubuh obyek) sebagai respon kemampuan perkembangan sosial siswa yang semakin berkembang.

Di akhir fase D, siswa mampu menuangkan pengalamannya melalui visual sebagai ekspresi kreatif secara rinci, ditandai penguasaan ruang, proporsi dan gesture dalam bekerja mandiri dan/atau berkelompok. Diharapkan pada akhir fase ini, proses kreatif dan kegiatan apresiasi siswa telah mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang mewakili perasaan dan empati siswa.Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatannya terhadap karya seni rupa tersebut.

e. Fase E (Umumnya Kelas 10).

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase E (Kelas 10) diharapkan siswa mampu bekerja mandiri dan/atau berkelompok dalam menghasilkan sebuah karya, mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni rupa serta siswa dapat menyampaikan pesan lisan atau tertulis tentang karya seni rupa. Fase E masuk ke dalam Masa Penentuan (Period of Decision) yang ditandai timbulnya kesadaran akan kemampuan diri dalam proses kreatif. Siswa menunjukkan perbedaan minat antar individu. Kecenderungan kelompok siswa yang berbakat dan memiliki minat pada bidang kreatif, akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang.

(27)

Seni Rupa merupakan wahana untuk melatih berpikir kreatif terlepas dari kemampuan dan minat siswa. Di akhir fase E, siswa diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon lingkungannya secara mandiri dan/atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, siswa telah memahami ruang, proporsi, gesture dan menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya dengan efektif, runut, terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.

f. Fase F (Umumnya Kelas 11-12)

Capaian Pembelajaran Seni Rupa Fase F (Kelas 11-12) diharapkan siswa mampu melihat keterhubungan dan berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat.

Fase F, masuk ke dalam Masa Penentuan (Period of Decision) dimana kepercayaan diri telah tumbuh. Fase ini ditandai dengan kemampuan siswa dalam menganalisa dan mengevaluasi sebuah pesan, gagasan, medium dan penggunaan unsur-unsur rupa secara efektif. Kesadaran siswa terhadap keterlibatan seni dalam segala aspek kehidupan diharapkan mulai tumbuh pada fase ini.

Di akhir fase F, siswa diharapkan memiliki nalar kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan dalam proses kreatif dalam merespon keterkaitan diri dan lingkungannya secara mandiri dan/atau berkelompok. Dalam proses kreatif tersebut, siswa sudah dapat menentukan bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan tujuan karyanya. Siswa juga diharapkan sudah dapat bekerja secara produktif, inventif atau inovatif baik secara mandiri maupun berkelompok. Selain itu, siswa juga dapat menyampaikan pesan dan gagasan secara lisan dan/atau tertulis tentang karya seni rupa berdasarkan pada pengamatan dan pengalamannya dengan efektif, runut, terperinci dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.

(28)

Elemen Fase A Fase B Fase C

Mengalami

Siswa mampu

mengamati, mengenal, merekam dan

menuangkan pengalaman kesehariannya

secara visual dengan menggunakan bentuk- bentuk dasar geometris.

Siswa mengeksplorasi alat dan bahan dasar dalam berkarya. Siswa juga mengenali prosedur dasar dalam berkarya.

Siswa mampu

mengamati, mengenal, merekam dan

menuangkan pengalaman kesehariannya

secara visual dengan menggunakan garis pijak dan proporsi walaupun masih berdasarkan penglihatan sendiri.

Siswa dapat

menggunakan alat, bahan dan prosedur dasar dalam berkarya.

Siswa mampu mengamati,

mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman kesehariannya secara visual dengan menggunakan konsep ruang, garis horison, pemahaman warna, keseimbangan (balance) dan irama/ritme

(rhythm)

Siswa dapat menggunakan dan menggabungkan alat, bahan dan prosedur dasar dalam berkarya

Menciptakan Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk dan warna.

Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur, ruang dan warna.

Siswa mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi, menggunakan dan menggabungkan

elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur dan ruang. Siswa mulai menggunakan garis horizon. Selain itu, siswa mulai menunjukkan pemahaman warna, keseimbangan dan irama/ritme dalam karya.

Merefleksikan Siswa mampu mengenali dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut.

Siswa mampu mengenali dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain atau era atau budaya tertentu) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut.

Siswa mampu mengenali dan

menceritakan fokus dari karya yang diciptakan atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari orang lain atau era atau budaya tertentu) serta pengalaman dan perasaannya mengenai karya tersebut.

6. Capaian Fase Berdasarkan Elemen

(29)

Berpikir dan Bekerja Artistik

Siswa mampu mengenali dan membiasakan diri dengan berbagai prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar.

Siswa mengetahui dan memahami keutamaan faktor keselamatan dalam bekerja.

Siswa mulai terbiasa secara mandiri

menggunakan berbagai prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar.

Siswa mengetahui, memahami dan mulai konsisten mengutamakan faktor keselamatan dalam bekerja.

Siswa secara mandiri menggunakan berbagai prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar.

Siswa mengetahui, memahami dan konsisten

mengutamakan faktor keselamatan dalam bekerja.

Berdampak Siswa mampu

menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan atau minatnya.

Siswa mampu

menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan,minat atau konteks lingkungannya.

Siswa mampu menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan,minat atau konteks

lingkungannya.

(30)

Elemen Fase D Fase E Fase F

Mengalami Siswa mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan atau empatinya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur dan ruang.

Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang sesuai dengan karyanya.

Siswa mampu mengamati,

mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan

pengamatannya terhadap lingkungan, perasaan, empati atau penilaiannya secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur, ruang yang rinci.

Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang dipilihnya.

(sesuai minat dan kemampuannya)

Siswa mampu mengamati,

mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari -hari secara visual dengan menggunakan proporsi, gestur, ruang yang rinci.

Karya siswa mencerminkan penguasaan terhadap bahan, alat, teknik, teknologi dan prosedur yang dipilihnya. (sesuai minat, kemampuan dan ketersediaan di daerahnya)

Menciptakan Siswa mampu

menciptakan karya seni dengan menggunakan dan menggabungkan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain dan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.

Siswa mampu

menciptakan karya seni yang menunjukkan pilihan keterampilan, medium dan

pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.

Siswa mampu

menciptakan karya seni yang menunjukkan penguasaan atas pilihan keterampilan, medium, pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.

Merefleksikan Siswa mampu mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain, serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya.

Siswa mampu secara kritis mengevaluasi dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya, pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya.

Siswa mampu secara kritis dan mendalam mengevaluasi dan menganalisa efektivitas dampak karya pribadi maupun orang lain serta menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkah pembelajaran selanjutnya.

(31)

Berpikir dan Bekerja Artistik

Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif. Siswa mampu menggunakan kreativitasnya,

mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya.

Siswa mampu melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya.

Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif.

Siswa mampu menggunakan kreativitasnya,

mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan

menggunakan berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari- hari.

Siswa juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar.

Siswa mampu berkarya dan mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif, inventif dan inovatif.

Siswa mampu menggunakan kreativitasnya,

mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan dan

menggunakan berbagai sudut pandang untuk mendapatkan gagasan, menciptakan peluang, menjawab tantangan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa juga mampu bekerja secara mandiri, bergotong royong maupun berkolaborasi dengan bidang keilmuan lain atau masyarakat di lingkungan sekitar.

Berdampak Siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, dan sesuai akar budaya sehari- hari.

Siswa mampu membuat karya sendiri atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar budaya pada masyarakatnya.

Siswa mampu membuat karya sendiri dengan mendeskripsikan konsep atas dasar perasaan, minat, nalar dan sesuai akar budaya dan

perkembangannya yang ada di masyarakatnya.

(32)

7. Elemen Dan Sub Elemen Untuk Seluruh Fase

Elemen Sub Elemen

Mengalami A.1 Mengalami, merasakan, merespon dan bereksperimen dengan aneka sumber, termasuk karya seni rupa dari berbagai budaya dan era.

A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses.

A.3 Mengamati, merekam dan mengumpulkan pengalaman dan informasi rupa.

Menciptakan C.1 Menggunakan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses dengan keterampilan, kemandirian dan keluwesan yang makin meningkat untuk menciptakan atau mengembangkan karyanya.

C.2 Merekonstruksi bentuk sesuai dengan makna visual dan makna simbolik karya seni rupa dalam berbagai aliran, gaya serta visi penciptaan.

C.3 Memilih, menggunakan dan/atau menggabungkan aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan karyanya.

Merefleksikan R.1 Menghargai dan memahami pengalaman estetik dan pembelajaran artistik.

R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya pribadi dan orang lain sebagai bagian dari proses berpikir tingkat tinggi dan bekerja artistik.

Berpikir dan Bekerja Artistik

BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang/

merekonstruksi dan mengkomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil proses Mengalami, Menciptakan dan Merefleksikan.

BBA.2 Memiliki kepekaan untuk merespon dan menyambut tantangan dan kesempatan di lingkungannya.

BBA.3 Menghasilkan karya kreatif dan inovatif, baik aplikatif maupun ekspresif sebagai bagian dari berpikir kritis, merasakan dan menghayati serta menuangkan gagasan secara sistematis dan teknologis.

BBA.4 Meninjau dan memperbarui karya pribadi.

Berdampak D.1 Memilih, menganalisa dan menghasilkan karya yang berdampak pada pembentukan karakter dan kepribadian diri sendiri maupun orang lain.

D.2 Mengaitkan gagasan dan temuan berpikir kritis terhadap mata pelajaran yang lain sebagai korelasi fisik, sistem dan nilai untuk pengembangan diri serta menguatkan kearifan lokal.

(33)

8. Target Capaian Setiap Tahun

Fase A (Umumnya Kelas 1-2)

Kelas 1 Kelas 2

Di akhir kelas 1,siswa mampu :

1. Mengenali dan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris untuk memberi kesan obyek dalam menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan sekitar serta perasaan atau minatnya pada karyanya.

2. Mengenali dan menggunakan aneka jenis garis berdasarkan bentuknya (lurus, bergelombang, zigzag, melengkung, putus- putus) dan arahnya. (vertikal, horisontal dan diagonal)

3. Mengenali karakteristik alat dan bahan yang digunakan dan mulai menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja.

4. Mengkomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan terhadap sebuah karya.

Di akhir kelas 2, siswa mampu : 1. Menggunakan bentuk-bentuk dasar

geometris untuk membuat gambar dan mampu mengulang bentuk untuk menuangkan pengalaman, pengamatan dan meniru bentuk dari lingkungan sekitar atau perasaan dan minatnya dengan lebih terperinci pada karyanya.

2. Menunjukkan kesadaran terhadap warna dan pencampuran warna (primer dan sekunder), keseimbangan (fokus), ruang (menggunakan garis pijak/base line pada gambar) dan pola perulangan sederhana pada karyanya..

3. Mengenali karakteristik alat dan bahan yang digunakan dan mulai menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja.

4. Mengkomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan terhadap sebuah karya dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

(34)

Fase B (Umumnya Kelas 3-4)

Kelas 3 Kelas 4

Di akhir kelas 3, siswa mampu :

1. Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan konsistensi menggunakan bentuk- bentuk dasar geometris untuk membuat karya dan mampu mengulang bentuk.

2. Mulai menunjukkan kesadaran terhadap garis pijak (base line) pada gambar dan menunjukkan kesadaran ruang (jauh, dekat) warna, keseimbangan, tekstur dan irama/

ritme dalam menciptakan karya.

3. Mengenali karakteristik alat, bahan dan prosedur yang digunakan dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja.

4. Mengkomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan dan tulisan terhadap sebuah karya dengan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

Di akhir kelas 4, siswa mampu :

1. Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan dan budaya sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan kemampuan membuat karya yang lebih menyerupai kenyataan 2. Menunjukkan kesadaran terhadap nilai

warna (gelap terang), keseimbangan (fokus, kesatuan dan kontras), tekstur, ruang (jauh, sedang, dekat), dan irama/ritme dalam karyanya.

3. Mengenali karakteristik alat, bahan dan prosedur yang digunakan dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja.

4. Mengkomunikasikan perasaan dan minatnya secara lisan dan tulisan terhadap sebuah karya dengan runut menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

(35)

Fase C (Umumnya Kelas 5-6)

Kelas 5 Kelas 6

Di akhir kelas 5, siswa mampu :

1. Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan dan budaya sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan kemampuan membuat karya yang lebih menyerupai kenyataan.

2. Menunjukkan kesadaran terhadap nilai warna (gelap terang), keseimbangan (fokus, kesatuan, kontras, simetri, asimetri dan radial), tekstur, ruang (jauh, sedang, dekat), dan irama/ritme dalam karyanya.

3. Memilih alat, bahan dan prosedur yang sesuai untuk tujuan karyanya dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja.

4. Mengkomunikasikan respon secara lisan dan tulisan terhadap tema dan tampilan estetik sebuah karya dengan runut menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

Di akhir kelas 6, siswa mampu :

1. Menuangkan pengalaman, pengamatan atau meniru bentuk dari lingkungan dan budaya sekitar serta perasaan atau minatnya dengan lebih terperinci ke dalam karyanya, ditunjukkan dengan kemampuan membuat karya yang lebih menyerupai kenyataan.

2. Berpikir secara abstrak dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan meningkatnya penguasaan terhadap rasa perbandingan (proporsi), rasa gerak tubuh (gesture), rasa ruang, rasa jarak, dan lingkungan dengan fokus pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

3. Menunjukkan kesadaran terhadap nilai warna (gelap terang), keseimbangan (fokus, kesatuan, kontras, simetri, asimetri dan radial), tekstur, ruang (jauh, sedang, dekat), dan irama/ritme dalam karyanya.

4. Memilih dan menganalisa efektivitas alat, bahan dan prosedur yang sesuai untuk tujuan karyanya dan menunjukkan kesadaran terhadap keutamaan faktor keselamatan bekerja.

5. Mengkomunikasikan respon secara lisan dan tulisan terhadap sebuah tema dan tampilan estetik sebuah karya dengan runut dan terperinci menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

(36)

Fase D (Umumnya Kelas 7-9)

Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9

Di akhir kelas 7, siswa mampu : 1. Berpikir secara abstrak

dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan karya yang

menunjukkan meningkatnya penguasaan terhadap rasa perbandingan (proporsi), rasa gerak tubuh (gesture), rasa ruang, rasa jarak, dan lingkungan dengan fokus pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

2. Menerapkan nilai warna, keseimbangan, tekstur, pola, ruang, dan irama/ritme dalam karyanya.

3. Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan

respon lisan atau tulisan terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain.

4. Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk memecahkan masalah, menjawab

tantangan dan peluang yang ada pada dirinya.

Di akhir kelas 8, siswa mampu : 1. Berpikir secara abstrak

dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan karya yang

menunjukkan meningkatnya penguasaan terhadap rasa perbandingan (proporsi), rasa gerak tubuh (gesture), rasa ruang, rasa jarak, dan lingkungan dengan fokus pada hal-hal yang menarik perhatiannya.

2. Memahami dan memilih elemen seni rupa, prinsip desain dan medium yang sesuai untuk tujuan karyanya.

3. Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan

respon lisan atau tulisan terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain.

4. Menggunakan

kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk

memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada pada diri dan lingkungan sekitarnya.

5. Melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya.

Di akhir kelas 9, siswa mampu : 1. Berpikir secara abstrak

dengan kesadaran sosial yang meningkat, ditandai dengan karya yang menunjukkan

meningkatnya penguasaan terhadap elemen seni rupa, prinsip desain dan kesadaran lingkungan.

2. Memahami dan memilih elemen seni rupa, prinsip desain dan medium yang sesuai untuk tujuan karyanya.

3. Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan

respon lisan atau tulisan terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain.

4. Menggunakan

kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan secara produktif, inventif dan inovatif untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada pada diri dan lingkungan sekitarnya.

5. Melihat keterhubungan dengan bidang keilmuan lainnya.

(37)

Fase E (Umumnya Kelas 10) Kelas 10

Di akhir kelas 10,Siswa mampu :

1. Mengetahui serta menyadari kemampuan, kekuatan dan potensi diri, yang tercermin dari pilihan keterampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu pada karyanya, dalam konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.

2. Mengevaluasi, menganalisa dan menyampaikan respon lisan atau tulisan secara runut, terperinci dan logis terhadap efektivitas pesan dan penggunaan medium sebuah karya pribadi maupun orang lain. Siswa menggunakan hasil analisa dan informasi tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan karyanya.

3. Menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan yang bermakna dan mengembangkan gagasan baik secara individu maupun berkelompok, untuk memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang yang ada di lingkungan sekitarnya.

4. Melihat keterhubungan antar keilmuan seni dan bidang keilmuan lainnya.

Fase F (Umumnya Kelas 10-12)

Kelas 11 Kelas 12

Di akhir kelas 11, siswa mampu :

1. Menggunakan kemampuan, kekuatan dan potensi diri dalam bekerja secara individu maupun berkelompok untuk menciptakan karya yang memiliki dampak bagi pribadi atau lingkungan sosialnya.

2. Menciptakan karya yang menunjukkan pilihan keterampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu.

3. Menyadari keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari-hari, ditandai dengan kemampuan mencipta, mengapresiasi dan meninjau karya seni berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni tersebut.

4. Melihat keterhubungan, tantangan dan peluang antar keilmuan seni maupun dengan bidang keilmuan lainnya.

Di akhir kelas 12, siswa mampu :

1 . B e k e r j a s e c a r a i n d i v i d u m a u p u n berkelompok, antar untuk menciptakan karya yang memiliki dampak bagi pribadi atau lingkungan sosialnya.

2. Menciptakan karya yang menunjukkan penguasaan terhadap pilihan keterampilan, medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu.

3. Menyadari keterlibatan seni rupa dalam kehidupan sehari-hari, ditandai dengan kemampuan mencipta, mengapresiasi dan meni njau karya seni berdasarkan perasaan, empati dan penilaian pada karya seni tersebut secara runut, terperinci dan logis.

4. Berkolaborasi antar keilmuan seni maupun bidang keilmuan lainnya.

Gambar

Gambar 1. Gambaran perkembangan capaian siswa dalam 6 fase pembelajaran
Gambar 3. Elemen (Strands) Pembelajaran Seni Rupa
Gambar 4. Tahapan Perencanaan Pembelajaran Seni Rupa
Gambar 4.1.1 Permen
+7

Referensi

Dokumen terkait

2.2 Merancang karya seni rupa murni dan terapan yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara.. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar.. 2.3 Membuat karya seni rupa murni dan

Mata kuliah ini membahas teknik pembuatan unsur rupa dasar 3 dimensi (unsur konsep, rupa, dan pertalian) dan prinsip dasar seni rupa pada sebuah objek 3 dimensi (irama

Unsur-unsur seni yang mendukung pada pertunjukan kesenian gembyung meliputi unsur seni rupa (kostum/pakaian), alat musik (karawitan), seni suara (lagu-lagu), dan seni tari

KISI-KISI UJIAN PRAKTIK SEKOLAH DASAR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan Aspek : Seni Rupa Jumlah : 2 Soal No.. Urut Standar Komptensi

KOMPETENSI DASAR/MATERI ALOKASI WAKTU JAM PELAJARAN 1 Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi 6 2 Unsur-unsur seni rupa yang terdapat di alam sebagai inspirasi berkarya seni rupa.. 6 3

Kompetensi Dasar Indikator Aspek/Ranah Pengetahuan Kognitif Sikap Afective Ketrampilan Psikomotorik 1 3.1 Memahami konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam berkarya seni rupa

Elemen Capaian Pembelajaran Bab Tujuan Pembelajaran Semester II Seni Rupa Pada akhir fase A, peserta didik mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni

Adapun kompetensi lulusan SD MBF Al Adzkiya Wonosobo mempertimbangkan dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara berimbang sesuai capaian pembelajaran pada setiap fase di