6
BAB II
DESKRIPSI PROJEK
2.1. Data Umum projek
2.1.1. Data hasil survei terhadap masyarakat Cianjur
Berdasarkan hasil survei pemahan masyarakat tentang Ngaos, Mamaos, Maenpo sebagai berikut :
Bagan 2. 1 Pengentahuan pilar budaya bagi masyarakat Cianjur (Sumber : Dokumen Pribadi)
Bagan 2. 2 Posisi pilar budaya Cianjur (Sumber : Dokumen Pribadi)
7
Bagan 2. 3 Keberadaaan 3 pilar budaya Cianjur (Sumber : Dokumen Pribadi)
Bagan 2. 4 Data sarana infrastrukut 3 pilar budaya Cianjur (Sumber : Dokumen Pribadi)
8
Gambar 2. 1 Implementasi 3 pilar budaya Cianjur (Sumber : Dokumen Pribadi)
Berdasarkan hasil dari pertanyaan penerapan dan atau mempelajari 3 pilar budaya Cianjur adalah
Lebih dari 70 % surveyor rata-rata menjawab saat berada di bangku.sekolah. (SD, SMP, maupun SMA/ SMK).
Gambar 2. 2 Survey pengadaan fasilitas 3 pilar budaya (Sumber : Dokumen Pribadi)
Berdasarkan hasil dari pertanyaan pengadaan fasilitas pusat kegiatan dan pengembangan 3 pilar budaya Cianjur di Kabupaten Cianjur
Lebih dari 77 % surveyor rata rata menjawab penting perlu diadkan
• 172 responden menjawab penting dan perlu diadakan fasilitas pusat kegiatan 3 pilar budaya, karena fasilitas yang ada dianggap kurang efektif dan kurang terawat
9
• 26 responden tidak menjawab pertanyaan
• 4 responden menjawab tidak perlu
• 20 resonden menjawab di luar fasilitas 2.1.2. Literatur Ngaos Mamaos Maenpo
Dalam sejarah berdirinya Kabupaten Cianjur, Ngaos Mamaos Maenpo merupakan filosofi yang masih dianut dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Cianjur hingga saat kini. Pada hakikatnya Ngaos Mamaos Maenpo mengingatkan pada kita semua tentang 3 aspek keparipurnaan hidup.
Tiga point dalam filosofi tersebut apabila kita resapi, pada hakekatnya merupakan simbol rasa keber-agama-an, kebudayaan dan kerja keras. Oleh karena itu dengan keber-agama-an pada dasarnya hal yang ingin dicapai merupakan terciptanya keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui pembangunan akhlak dan karakter yang mulia. Melalui kebudayaan, masyarakat Cianjur ingin mempertahankan keberadaannya sebagai masyarakat yang berbudaya, memiliki adab, tatakrama dan sopan santun.
Dengan kerja keras sebagai point implementasi dari filosofi maenpo, masyarakat Cianjur selalu menunjukan semangat keberdayaan yang tinggi dalam meningkatkan mutu kehidupan. Liliwatan, tidak semata-mata permainan beladiri dalam pencak silat, tetapi juga ditafsirkan sebagai sikap untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat.
Sedangkan peupeuhan atau pukulan ditafsirkan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup masyarakat Cianjur.
2.1.2.1. Definisi Ngaos
Ngaos merupakan bahasa Sunda dari kata ngaji, dimana ngaji atau mengaji merupakan aktifitas membaca dan mengkaji al-quran. Seperti halnya dalam hadist riwayat Al-Bukhari “sebaik baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-quran”.
Menurut jurnal Al-Fikrah vol.II no.02 (2014), Ngaos tidak hanyalah sekedar membaca Al-Quran seperti biasa saja, ngaos/mengaji juga berarti memaknai dan mengartikan pengertiaanya. Mengapa harus dimaknai?, karena al-quran itu berisi syair syair Allah yang sangat indah, yang tentunya beberapa memiliki pengertian yang tersirat yang perlu dipahami.
Oleh sebab itu dalam Ngaos ada beberapa hal yang dilakukan, diantaranya : 1. Tilawatil Quran
2. Tadarus Al-Quran 3. Tahfidzul Quran 4. Kajian Tafsir Al-Quran
10 Dengan aktivitastrsebut terdapat beberapa ruangan khusus yang diperlukan dalam kegiatan ngaos, diantaranya :
1. Ruang kegiatan Tilawah 2. Ruang kegiatan Tadarus
3. Ruang.hafalan Al-quran (belajar Tahfidz) 4. Ruang.kajian
5. Ruang.Ibadah 6. Ruang.pengelola
Namun apabila ditinjau berdasarkan fungsi ruangan, tempat pengembangan kegiatan Ngaos dapat disamakan seperti Gedung PUSDAI (Pusat dakwah Islam) dan Islamic Centre.
Menurut Rahmawan R. (2016), berikut merupakan tabel program kebutuhan ruang Gedung pusdai/ Islamic Centre :
Tabel 2. 1 Program kebutuhan ruang (aktivitas dan fasilitas) Pusdai
Area/Zona
(Gedung) No Nama Ruang Pengguna Aktivitas Fasilitas Furnitur Jml
Dimensi (cm) Luas Total Luas
Sirkulasi Furnitur (%)
Luas (m2) Sirkulasi
Ruang (%) Luas Ruang (m2)
P L T m2
Gedung Peribadatan (Masjid)
1 Masjid (*) Publik
Shalat Membaca Al-Quran Itikaf / berdoa / berdzikir
Mimbar 1 100 60 120 0,6
2667,6 30
2669,28 5 2802,744
Area Shalat 3700 120 60 0 2664 0
Storage 4 150 50 100 3 50
2 R. Perlengkapan (*) Petugas
Mengatur Audio masjid Menyimpan barang-
barang
Meja 1
1730 180 - 31,14 31,14 0 31,14 0 31,14
Storage 1
3
R. Penitipan
Barang Petugas
Menyimpan barang- barang pengunjung
Meja 2 200 65 75 2,6
8,92 30
13,02 200 39,06
Kursi 2 40 40 45 0,32 100
Storage 6 200 50 200 6 50
4
T. Wudhu Pria- Wanita & Toilet Pria-Wanita (*)
Publik
Berwudhu Buang Air
Mencuci Tangan Toilet - - - 0 382 382 0 382 0 382
Wastafel
Urinal
TOTAL LUAS RUANGAN (m2) 3254,944
Area Studi
5 Lobi Publik Front Desk 1 250 50 100 1,25 1,57 50 2,323 100 4,646
Kursi 2 40 40 45 0,32 40
6 R. Perlengkapan 1
Pegawai Menyimpan
Perlengkapan
Storage 2 240 60 200 2,88 2,88 30 3,744 200 11,232
7 Toilet Lt. 1 (*) Publik - - 2 - - 0 62 124 0 124 0 124
8 R. Diklat (4 Kelas) Publik
Diklat Kajian ilmu Islam Tafsir Al- Qur'an Belajar Bahasa Arab
Bimbel Agama Baca Tulis Al-Qur'an
Meja Depan 4 200 65 75 5,2
88,09 40
123,726 100 247,452
Meja 64 150 60 75 57,6 40
Kursi 128 40 40 45 20,48 40
Storage 4 200 50 200 4 50
Kursi Pengajar 4 45 45 45 0,81 40
9 R. Diklat Kaligrafi Publik
Pelatihan Kaligrafi Meja Depan 1 200 65 75 1,3
32,05 40
47,945 200 143,835
Meja 20 120 50 75 12 50
Kursi 20 40 40 45 3,2 50
Kursi Pengajar 1 50 50 45 0,25 50
Meja Gambar 10 150 70 150 10,5 50
Kursi Gambar 10 40 40 45 1,6 50
Storage 4 200 40 200 3,2 50
10 R. Kelas RA Publik
Belajar Bermain
Meja 30 80 45 50 10,8
65,455 30
70,1715 150 175,42875
Kursi 30 30 30 25 2,7 30
Storage 1 200 40 150 0,8 40
Area Bermain 1 1000 500 0 50 0
Meja Pengajar 1 150 50 75 0,75 30
Kursi Pengajar 2 45 45 45 0,405 30
11
11 R. Perlengkapan 2
Pegawai Menyimpan
Perlengkapan
Storage 2 240 60 200 2,88 2,88 40 4,032 200 12,096
12 Toilet Lt. 2 (*) Publik - - 2 - - - 124 124 0 124 0 124
13 R. Seminar Publik Diskusi Materi Islam
Meja Pemateri 1 300 60 75 1,8
36 50
54 200 162
Kursi Pemateri 4 50 50 45 1 50
Kursi 200 40 40 70 32 50
Storage 2 150 40 200 1,2 50
14 R. Multimedia Publik
Kajian ilmu Islam Diskusi Materi Islam Belajar Komputer Browsing Pembelajran Internet
Meja 1 200 50 75 1
32,5 50
69,25 100 138,5
Kursi Pemateri 2 50 50 45 0,5 50
Meja 40 100 50 75 20 40
Kursi 40 50 50 45 10 40
Storage 1 200 50 200 1 50
15 R. Perlengkapan 3
Pegawai Menyimpan
Perlengkapan
Storage 2 240 60 200 2,88 2,88 40 4,032 200 12,096
16
R. Kontrol Petugas 1 300 300 0 9 9 0 9 0 9
R. Genset Petugas 1 500 500 0 25 25 0 25 0 25
R. Reservoir Petugas 1 500 500 0 25 25 0 25 0 25
R. Data Petugas 1 500 500 0 25 25 0 25 0 25
R. PABX Petugas 1 500 500 0 25 25 0 25 0 25
17 Gudang Petugas Menyimpan barang bekas Storage 2 200 50 200 2 2 50 3 150 7,5
TOTAL LUAS RUANGAN (m2) 1271,78575
Area Pamer 18 R. Pameran (*) Publik
Melihat Koleksi Display 40 120 30 - 14,4
18,32 200 54,96 200 164,88
Meja Petugas 2 200 50 75 2
Kursi 2 40 40 45 0,32
Storage 2 200 40 200 1,6
TOTAL LUAS RUANGAN (m2) 164,88
Gedung Pengelola
19 Lobi Gedung Pengelola
Publik Menunggu 1 1000 1000 0 100 100 0 100 0 100
20 R. Tunggu Tamu Tamu/
Pengunjung
Menunggu Sofa 1 Seat 2 80 60 45 0,96
2,88 30
3,744 100 7,488
Sofa 3 Seat 1 220 60 45 1,32 30
Coffee Table 1 120 50 45 0,6 30
21 Ruang Tamu / VIP Tamu/
Pengunjung
Duduk Istirahat Santai
Sofa 3 Seat 2 220 60 45 2,64
6,72 60
10,752 100 21,504
Sofa 1 Seat 4 80 60 45 1,92 60
Coffee Table 2 120 50 45 1,2 60
Storage 2 120 40 200 0,96 60
22 Kantor Pegawai
Mengurus Administrasi
Mengurus Surat-surat
Meja 30 150 65 75 29,25
56,81 40
80,126 100 160,252
Kursi 30 50 50 45 7,5 40
Storage 30 120 45 200 16,2 40
Kursi Tamu 2 40 40 45 0,32 40
Sofa 3 Seat 1 220 70 45 1,54 40
Sofa 1 Seat 2 100 70 45 1,4 40
Coffee Table 1 120 50 45 0,6 40
23 Toilet Lt. 2 (*) Publik - - 2 - - - 124 124 0 124 0 124
24 R. Rapat Pengelola
Pegawai
Melakukan Rapat Melakukan Presentasi
Meja 1 550 150 75 8,25
14,25 40
19,95 100 39,9
Kursi 20 50 50 45 5 40
Storage 1 200 50 200 1 40
25 Pantry Pegawai
Membuat makanan Membuat minuman
Kitchen Set 1 150 50 80 0,75
3,52 40
4,726 100 9,452
Sink 1 60 50 80 0,3 30
Storage 1 150 50 200 0,75 40
Meja 1 130 70 75 0,91 30
Kursi 4 45 45 4 0,81 30
26 R. OB Petugas
Menyimpan alat kebersihan
Meja 1 200 60 75 1,2
3,64 40
5,096 50 7,644
Istirahat Kursi 4 40 40 45 0,64 40
R. Ganti Storage 2 150 60 200 1,8 40
27 R. Arsip Pegawai Menyimpan berkas- berkas
Storage 3 250 40 200 3 3 40 4,2 50 6,3
28 Gudang Pegawai Menyimpan Barang Storage 4 150 50 200 3 3 50 4,5 50 6,75
TOTAL LUAS RUANGAN (m2) 483,29
Perpus- takaan 29
Perpustakaan / Area
Baca Publik
Membaca Al-Quran Membaca Buku Berdiskusi
Meja 40 180 100 75 72
189,9775 40
291,4385 200 874,3155
Kursi 240 40 40 45 38,4 40
Storage Buku 30 200 70 200 42 100
Meja Komputer 30 60 50 75 9 40
Kursi 30 40 40 45 4,8 40
Storage Katalog 1 100 30 150 0,3 70
Katalog Komp. 2 60 50 200 0,6 70
Rak Selesai Baca 8 60 40 120 1,92 40
Meja Petugas 1 250 200 100 5 40
Kursi Petugas 3 45 45 45 0,6075 40
Meja Pengurus 6 120 50 75 3,6 40
Kursi Pengurus 6 50 50 45 1,5 40
12
Storage 6 100 40 150 2,4 40
Rak Penitipan 4 250 50 200 5 40
Meja Peminjaman 1 150 50 100 0,75 40
Storage Data 2 150 70 80 2,1 40
30 Toilet Lt. 1 & 2 Perpustakaan (*)
Publik - - 2 - - - 124 124 0 124 0 124
TOTAL LUAS RUANGAN (m2) 998,3155
Aula 31 Aula (*) Publik Menyelenggarakan
Acara Besar
1 6000 2000 - 1200 1200 50 1800 0 1800
Jumlah (m2) 6462,156 7973,21525
TOTAL LUAS RUANGAN (m2) 7973,21525
Ket : (*) Uk uran ruangan disesuaik an dengan space yang telah tersedia Sumber : Rahmawan R. (2016)
2.1.2.2. Definisi Mamaos 2.1.2.2.1. Sejarah Mamaos
Mamaos merupakan nama asal dari tembang sunda Cianjuran yang telah ada sejak tahun 1930-an, dan pada akhirnya dikukuhkan pada tahun 1962 ketika adanya musyawarah tembang “Sunda sa-Pasundan” di Bandung.
Awal mula terbentuknya mamaos adalah pada masa pemerintahan bupati Cianjur RAA..Koesumaningrat. (1835-1864). .Pada.masa itu.Bupati Koesumaningrat dalam membuat lagu sering bertempat di sebuah bangunan yang dimanakan.Pancaniti. Oleh.karena itu.beliau.dikenal sebagai nama Kanjeng Pancaniti.
Pada awal debutnya mamaos dinyanyikan oleh kaum pria, baru pada perempat pertama abad ke 20 mamaos bisa dipelajari oleh kaum wanita. Sehingga muncul juru.mamaos wanita, seperti Rd. Siti Sarah, Rd. .Anah Ruhanah, Ibu Imong, Ibu O’oh, Ibu Resna, .dan Nyi.Mas.Saodah.
Pada.masa awal.terciptanya, .Cianjuran atau.mamaos merupakan revitalisasi dari seni.pantun,kacapi dan Teknik.memainkannya masih jelas dari seni.pantun.
Begitu.pula.lagunya.hampir.semuanya.dari.sajian.seni.pantun.
2.1.2.3. Definisi Maenpo
Maenpo merupakan istilah lain dari pencak silat sunda, Maenpo merupakan seni bela diri yang menggambarkan keterampilan dan ketangguhan. Pencipta dan penyebar maenpo ini adalah R. Djadjaperbata atau dikenal dengan nama R. H.
Ibrahim, aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan.
Dalam maenpo dikenal ilmu Liliwatan (penghindaran) dan Peupeuhan (pukulan).
13 Pencak Silat merupakan sistem beladiri yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai budaya bangsa Indonesia sehingga perlu dilestarikan, dibina, dan dikembangkan.
Indonesia merupakan negara yang menjadi pusat ilmu beladiri tradisional pencak silat, bahkan ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda oleh UNESCO pada 12 Desember 2019.
Menurut kamus bahasa Indonesia, pencak silat diartikan permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan.kepandaian.menangkis, menyerang dan membela diri dengan atau.tanpa senjata. Pencak silat juga merupakan seni beladiri, sehingga di dalamnya terdapat unsur keindahan dan tindakan. Pencak silat merupakan.hasil budi dan.akal manusia, lahir dari.sebuah proses.perenungan, pembelajaran dan.pengamatan. Pencak silat.merupakan salah.satu hasil masyarakat Indonesia.dan termasuk budaya masyarakat rumpun Melayu.
2.1.3. Definisi Centre
Centre dalam bahasa Indonesia adalah pusat. Menurut Kamus Umum Inggris Indonesia, (2011), pengertian centre adalah :
1. Pokok pangkal yang terdiri dari beberapa macam.
2. Tempat yang menjadi pokok kedudukan/ kegiatan 3. Sesuatu yang menjadi sasaran perhatian
4.
2.2. Kajian Arsitektural 2.2.1. Standar mesjid
Salah satu ruang penunjang kegiatan ngaos yang harus disediakan adalah ruang ibadah / masjid. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rancangan masjid adalah:
Point-point Desain yang perlu diperhatikan dari sisi Syariat :
• Kiblat yang sesuai dan akurat
• Adanya pembatas antara Ikhwan dan akhwat
• Masjid dilarang digunakan untuk berbaur dan ber golong-golong.
ZONASI MESJID
Yaitu pengelompokan area berdasarkan kegiatan tertentu di buat secara jelas;
termasuk :
• Zona kegiatan sholat dan
• Non sholat
14
• Zona suci dan
• Non suci.
Zona non solat diperuntukan untuk orang dalam keadaaan tidak suci seperti wanita yang sedang haid, dan tempat non solat di gunakan untuk orang orang di luar agama muslim juga.
Jenis kegiatan yang akan dilakukan di area Masjid juga mempengaruhi pola Zonasi. Masjid raya atau masjid jami' biasanya memiliki lebih banyak kegiatan seperti kegiatan remaja masjid, kursus singkat, perpustakaan, Taman Al Quran/TPA, bahkan area khusus diskusi bagi non muslim yang ingin lebih mengenal islam.
2.2.2. Standar Ruang Mamaos
Dalam menunjang keberlangsungan kegiatan mamaos (seni cianjuran), maka perlu ada ruang kegiatan mamaos. Dimana ruang kegiatan mamaos sama seperti ruangan kegiatan latihan musik pada umumnya. Tempat latihan musik harus didesain dengan kelebihan teknis suara atau akustika yang terbaik. Ukuran, bentuk dan bahan bangunan merupakan faktor- faktor yang penting untuk dipertimbangkan.
1. Ruang Paduan Suara
a. Ruang paduan suara harus dekat dengan bagian belakang panggung auditorium sehingga kelompok paduan suara dapat dengan mudah berpindah ke panggung untuk melakukan pertunjukan.
b. Ruangan harus memiliki pencahayaan alami, ventilasi, anti suara, perekaman dan memproduksi musik, dan sistem suara yang lengkap termasuk untuk penyiaran langsung di sekolah.
c. Ruangan harus mampu menampung 30 murid, memfasilitasi kegiatan paduan suara, kegiatan instrumental, drama dan presentasi
d. Bagian belakang dinding ruangan harus kosong, tidak memasang furnitur yang tetap sehingga bisa memfasilitasi panggung.
e. Memberikan Folding Partition di ruang Musik/Drama dan diantara Ruang istirahat, keamanan akustik (45db minimum ),
f. Jendela dengan pemandangan luar harus dipasang tirai yang gelap.
g. Bahan lantai yang tahan lama dan tidak licin.
15
Gambar 2. 3 Tempat latihan Instrumen Musik Sumber : Time Saver Standard 4th edition. DeChiara&Crosbie
2. Ruang – Ruang Pendukung Kegiatan ( Kinerja Terkait )
• Ruang Latihan Musik
a. Ukuran ruangan - ruangan latihan musik sebaiknya bervariasi untuk latihan secara kolompok dan individu.
b. Pintu dan jendela kedap suara. Ruangan harus memiliki waktu dengung yang optimum, pendistribusian suara dan menghindarkan suara yang tidak dinginkan.
c. Harus memiliki pencahayaan alami dan ber-AC.
d. Area belajar musik memiliki area baca atau perpustakaan, untuk konferensi guru, persiapan guru, pencatatan dan penelitian, membaca, belajar. Ruangan harus terletak di antara ruang paduan suara dan ruang instrumental.
e. Harus menyediakan pengawasan yang baik di area kelas dan loker instrumen musik.
Gambar 2. 4 Tempat latihan Musik
Sumber : Time Saver Standard 4th edition. DeChiara&Crosbie
16
• Ruang Penyimpanan Instrumen Musik ( Gudang ) a. Harus memberikan keamanan dan pengawasan.
b. Perlindungan higienis untuk area tempat penyimpanan pakaian.
c. Ukuran Lemari 0.9 meter ke dalam, 9.1 meter ke samping dan loker untuk peralatan band yang khusus.
d. Alat instrumen yang besar akan disimpan diruang latihan bersama atau diletakan didalam rak yang beroda sehingga mudah dipindahkan.
e. Area penyimpanan alat musik harus mempunyai buffer dari ruang musik.
Gudang ruang musik menjadi area pemisahaan untuk meminimalkan gangguan suara terhadap kelas lain.
f. Ruang instrumen musik akan membutuhkan koridor yang luas untuk sirkulasi.
Koridor tersebut juga akan digunakan sebagai tempat latihan dan tempat penyimpanan alat instrument musik yang kecil.
g. Ruang instrumen membutuhkan dinding depan yang terbuat dari bahan penyerap suara. Langit-langit 50% reflektif terhadap suara dan 50% penyerap suara sehingga suara di dalam ruangan bisa tendengar.
h. Ruangan harus dekat dengan bagian belakang auditorium sehingga kelompok band dapat memindahkan instrumen ke panggung dengan mudah
i. Ruangan harus memiliki lantai yang datar dan lebar pintu 180cm.
j. Harus memiliki pencahayaan alami
Gambar 2. 5 Ruang Musik dan Seni Sumber: Data Arsitek jilid 1, Neuferst, Ernst
17 2.2.3. Standar Ruang Pencak Silat
Tabel 2. 2 Standar Gelanggang Pertandingan Pencak Silat
Bidang gelanggang berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran 7 x 7 m.
GAMBAR
Bidang laga berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang
Batas gelanggang dan bidang laga dibuat dengan garis selebar ke arah luar 5 cm dan berwarna kontras dengan permukaan gelanggang
Pada tengah-tengah bidang laga dibuat lingkaran dengan garis tengah 2 m selebar 5 cm sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan.
Lingkaran tersebut mempunyai tanda garis lurus pada garis tengah lingkaran selebar 5 cm, yang sejajar dengan sisi bujur sangkar dan berwarna kontras dengan permukaan gelanggang.
Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar yang berhadapan dan dibatasi oleh lingkaran bidang laga. Sudut yang berhadapan lainnya adalah
sudut netral.
Sumber: IPSI (2001)
18 1. Hall/Arena Pertandingan Pencak Silat (Maenpo)
Menurut data dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (2001), arena luas total 10x10 meter,terdiri dari dua area yaitu area bertanding 8x8 meter di bagian dalam dan area pengaman 1 meter mengelilingi bagian luar area pertandingan (biasanya dibedakan dengan perbedaan warna), dan terdapat 2 lingkaran.
Lingkaran pertama berdiameter 3 meter digunakan sebagai jarak sikap pasang dan lingkaran kedua berdiameter 8 meter digunakan sebagai batas arena bertanding.
Di dua sudut-sudut yang berjauhan biasanya satu puzzle matras berwarna merah dan satu puzzle matras di sudut lainnya berwarna biru.
Gambar 2. 6 Arena Pertandingan Pencak Silat Sumber : IPSI (1975)
2. Tribun Penonton (Maenpo)
Standar untuk tribun penonton adalah sebagai berikut:
Gambar 2. 7 Standar Bentuk/Pola Tribun Penonton Dalam Stadion Sumber: Architect Data
19
Gambar 2. 8 Standar Tempat Duduk Penonton Stadion/Gedung OlahRaga Sumber: Architect Data
1. Ruang Kesehatan (Maenpo)
Dalam kasus kegiatan Pencak silat Ruang kesehatan merupakan fasilitas kesehatan di dalam komplek pusat seni bela diri yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan kesehatan bagi para atlet Pencak silat.
Gambar 2. 9 Alternatif ruang kesehatan Sumber: Architect Data
2.3. Studi Banding
Studi Banding dilakukan dengan tujuan mencari gambaran dalam perancangan projek yang sedang di kerjakan, hal ini dilakukan agar mencapai desain yang sesuai untuk perancangan Tjiandjur Ngaos Mamaos Maenpo Centre.
Studi Banding ini di lakukan dengan cara membandingkan beberapa bangunan yang memiliki fungsi yang sama dan beberapa bangunan yang berstandar internasional.
a. Bangunan Ngaos
Bangunan yang digunakan dalam studi banding pada fungsi mamaos merupakan bangunan Pusdai Jabar dan jakarta islamic centre
20
Tabel 2. 3 Standar Gelanggang Pertandingan Pencak Silat
No Poin Perbandingan antara
PUSDAI JABAR JAKARTA ISLAMIC CENTER
1 Sejarah dan lokasi
PUSDAI selesai dibangun pada tahun 1998, yang dimana perencanaan Gedung PUSDAI sudah ada sejak tahun 1977- 1978.
Gedung PUSDAI berlokasikan di jalan diponegoro Kota Bandung Jawa Barat.
Luas lahan : 4,5 ha
Master plan JIC selesai di rancang pada tahun 2002, dan di resmikan pada September 2003,
JIC ini berlokasikan di jalan kramat jaya raya Jakarata Utara.
Luas lahan : 109.435 m²
2
Site
Kelebiha n
a. Berada di pusat keramaian Kota Bandung
b. Dekat dengan akses jalan ke tol Pasteur
c. Berada di jalan arteri
a. Berada di jalan utama yang memiliki 2 jalur yang berbeda b. Di dalam pusat kota Jakarta Utara c. Dekat dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, tempat perbelanjaan, dll
Kekurang an
a. Pusat kemacetan b. Rawan kebisingan
a. Rawan kemacetan b. Rawan kebisingan
21 Kesimpul
an
Dalam pemilihan site harus dekat dengan fasilitas umum, site harus mudah dijangkau dari kota kota lain, dan site perlu pada jalan arteri.
3
Aksesibil itas
Kelebiha n
1. Dapat diakses menggunakan kendaraan umum, seperti halnya angkot dan bis damri.
2. Jalan sejalur dengan jalan menuju gerbang tol Pasteur
3. Bisa diakses dari 2 jalan besar, yaitu jalan supratman dan surapati.
1. Dapat diakses menggunakan kendaraan umum seperti angkot.
2. Lalulintas cukup baik karena memiliki 2 jalur yang terpisah
Kekurang an
Akses jalan merupakan pusat konsentrasi lalu lintas, karena jalan utama setelah pasteur
Jalan yang dibuat 2 jalur terpisah, membuat sulit apabila entrance site terlewat, sehingga para pengunjung perlu memutar balik cukup jauh
Kesimpul an
Dapat disimpulkan bahwa pemilihan site harus mudah di kases oleh kendaraan umum, sehingga bagi pengguna bangunan apabila tidak memiliki kendaraan pribadi bisa tetap mudah menjangkau site tersebut.
Aes jalan harus mudah di jangkau dari berbagai arah.
4
Sirkulasi
Kelebiha n
1. Memiliki akses 2 arah 2. Jalan lebar lebih dari 8 meter
1. Memiliki akses 2 arah dengan jalur yang dipisahkan
22
2. Per satu arah jalan memiliki lebar jalan lebih dari 5 meter.
Kekurang an
Karena di pusat rawan kemacetan, sehingga banyak pengguna jalan yang saling berebutan jalur.
Apabila memutar balik cukup jauh karena jalan yang di bagi 2 jalur
Kesimpul an
Jalan yang memiliki lebar yang cukup besar lebih dari 8 meter membuat sirkulasi lebih baik, keluar msuk kendaraan lebih mudah dan jalan 2 arah merupakan sirkulasi yang baik, sehingga mempermudak aksesbilitas para penggunan bangunan.
5
Pedestria n
Pedestrian pada jalan surapati
Pedestrian pada jalan pusdai
Pedestrian pada jalan supratman Kelebiha
n
1. Pedestrian yang cukup banyak sehingga memudahkan para pejalan kaki
2. Pada jalan supratman pedestrian sudah ramah kaum difable
3. Pada daerah supratman pedestrian sangat luas
1. Jalan yang sudah ramah difable 2. Pedestrian yang cukup luas 3. Banyak pepohonan sehingga
membuat sejuk bagi para pejan kaki
23 4. Banyak pepohonan pada setiap
jalan, sehingga membuat sejuk bagi para pejalan kaki.
Kekurang an
Pedestrian banyak digunakan para pedagang kaki lima sehingga membuat pedestrian sedikit penuh pedagang.
Tidak adanya tempat penyebrangan atau jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki sebrang JIC. Sehingga pejan dari sebrang sedikit sulit menempuh Gedung JIC
Kesimpul an
6
Entrance
Kelebiha n
Setiap jalan memiliki entrance masing masing
Setiap jalan memiliki entrance
Kekurang an Kesimpul an
Main entrance merupakan sebuah penanda bagi jalur masuk Kawasan tersebut, dan sebagai wajah awal bangunan tersebut.
7
Fasilitas
24 Kelebiha
n
Fasilitas yang ada pada PUSDAI JABAR 1. Mesjid Utama
2. Ruang seminar besar dan kecil 3. Gedung bale
4. Ruang pameran 5. Ruang perkantoran 6. Perpustakaan 7. Kantin
8. Ruang multimedia 9. Ruang galeri
Fasilitas yang ada pada JIC 1. Mesjid Utama 2. Hotel
3. Convention / hall 4. Perpustakaan 5. Toko/ retail 6. Ruang audi visual
25 Kekurang
an Kesimpul an
Kesimpulan dari fasilitas bangunan tersebut.
Bangunan harus memiliki tempat ibadah utama Bangunan perlu memiki tempat serbaguna
Bangunan perlu memiliki tempat makan dan retail
Bangunan perlu memiliki tempat literatur kajian agama (perpustakaan)
Bangunan perlu memiliki tempat menginap dan beristirahat bagi para pengunjung yang dari luar daerah ataupun luar pulau.
8
Akustik dan polusi
Kelebiha n
1. Banyak peredam suara kebisingan dari setiap arah dengan mnggunakan pagar dan pepohonan pada setiap sisi site
1. Sama seperti pusdai jabar, Gedung jic ini dikelilingi oleh peredam alami yaitu pepohonan
Kekurang an
Merupakan Kawasan yang pdat dan dikelilingi oleh jalan jalan besar yang tinggi akan kebisingan
Merupakan Kawasan yang tingkat akustiknya cukup tinggi
Kesimpul an
Perlu dilakukan treatment atau penanganan untuk mengurangi akustik dari luar atau jalan dan kendaraan, sehingga penggunaan bangunan nantinya tidak terlalu terganggu
b. Bangunan Mamaos
Bangunan yang digunakan dalam studi banding pada fungsi mamaos merupakan bangunan Gedung Kesenian Jakarta dan Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung
26
Tabel 2. 4 Standar Gelanggang Pertandingan Pencak Silat
No Poin
Perbandingan Antara
Gedung kesenian Jakarta Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung
1 Sejarah dan lokasi
Gedeung kesenian Jakarta dahulu pernah digunakan kongres pemuda pertama tahun (1926)
Luas bangunan gedung ini merupakan 144 kaki x 60 kaki (43 m x 18 m dan luas tanah 4.562,50 m2)
Lokasi bangunan ini berada di Jl.
Gedung Kesenian No.1, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Rumentang dibangun pada zaman kolonial Belanda, tepatnya pada 1925.
Saat itu, namanya Rivoli Theater
Luas panggung merupakan 8 x 12 meter Gedung rumentang siang ini berlokasikan di Jl. Baranang Siang No.1, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
2
Site
Kelebihan 1. Site berada di pusat kota jakarta pusat
2. Site dekat dengan fasilitas umum besar lainnya, seperti masjid istiqlal dan sekolah dan yang lainnya
1. Site berada di pusat keramaian 2. Site dekat dengan retail
Kekurangan Berada di pusat macet, karena dekat dengan beberaoa bangunan penting lainnya, sehingga banyak pengguna jalan yang membuat jalan itu macaet
Pusat kemaacetan tinggi
Kesimpulan Pemilihan site harus dekat dengan pusat kota agar memudahkan pencarian bangunan tersebut.
27 Site harus dekat dengan fasilitas umum pendukung lainnya.
3
Aksesibilitas
Kelebihan 1. Mudah di akses oleh kendaraan umum, karena berada di pusat perkotaan 2. Site berada di jalan utama /
jalan arteri
3. Mudah di akses karena dekat dengan monumen nasional
1. Mudah di akses oleh kendaraan umu seperti angkot dan yang lainnya
2. Site dekat dengan jalan utama
Kekurangan 1. Akses hanya satu arah dari jalan
1. Site bukan berada di jalan arteri 2. Askses suka tertutup pedagang
Kesimpulan Site harus dapat di jangkau oleh kendaraan umum, sehingga para pengunjung bisa mudah mengakses bangunan tersebut
4
Sirkulasi
Kelebihan 1. Jalan yang cukup lebar dan luas
2. Jalan utama lebih dari 10 meter
1. Jalan memiliki jalur dua arah
Kekurangan 1. Hanya memiliki satu jalur, sehingga apabila site terlewat akan membuat pengunjung memutar jauh
1. Jalanan yang kecil karena bukan merupakan jalan utama
2. Smaping jalan tertutup parkiran umum
28
Kesimpulan Sirkulasi jalan utama pada saite harus luas , sehingga mengurangi efek crowdid pada site
5
Pedestrian
Kelebihan 1. Pada sekitar site pedestrian memiliki lebar yang cukup luas
2. Pedestrian sudah memiliki jalur difable sehingga ramah difable
Kekurangan Sepanjang jalan belum ada pohon pada pedestrian, sehingga membuat jalan terasa gersang
Pedestrian tertutup oleh para bedang kaki lima
Kesimpulan Pedestrian harus ramah difable
Pedestrian harus cukup luas sehingga memudahkan para pejalan kaki
Pedestrian harus memiliki pelindung seperti pepohonan untuk meminimalisiri panas matahari bagi pejalan kaki
6
Entrance
Kelebihan Entrance yang ada pada bangunan ini cukup luas sehingga para pengunjung bisa leluasa memasuki site
Entrance menandakan bahwa Gedung kesenian
Kekurangan Entrance disatukan dengan bangunan lain
Entrance bukan pada site tetapi pada bangunan, sehingga rawan crowdid Kesimpulan
Entrance harus cukup luas karena sebagai penanda dan memberikan kesan welcoming pada site untuk pengguna site
29 7
Fasilitas
Kelebihan Fasilitas yang dimiliki oleh Gedung kesenian Jakarta diantaranya :
1. ruang pertunjukan berukuran 24 x 17.5 meter dengan kapasitas penonton sekitar 475 orang
2. panggung berukuran 10,75 x 14 x 17 meter
3. ruang foyer berukuran 5,80 x 24 meter
Fasilitas yang ada pada pada bangunan rumentang siang diantaranya:
1. panggung teater 2. tribun penonton 3. ruang audio
30 4. fasilitas outdoor berupa
electric billboard untuk keperluan publikasinya
5. parkiran
Kekurangan Ruagan tidak terlalu besar kapasitasnya
Kesimpulan Setiap Gedung kesenian perlu memiliki fasilitas yang memadai terutama dalam pertujukan dan Latihan
8
Akustik dan polusi
Kelebihan Pada bangunan ini setiap sisi kanan dan kiri Gedung di buatkan peredam sebuat pohon yang berjajar, sehingga meminimalisir kebisingan dan akustik lainnya dari luar site dan bangunan sekitar
Bukan pada jalan utama sehingga kebisingan dari kendaraan tidak terlalu besar
Kekurangan Pada bagian depan tidak ada pepohonan, sehingga dari arah jalan Gedung kesenian akustik kurang teratasi
Berhadapan dengan pasar, dan pedang kaki lima, sehingga tingkat kebisingan sangat tinggi dan tidak ada buffer
Kesimpulan Perlu adanya penangan dalam masalah akustik yang tinggi terutama pada site yang berada di pusat keramaian, dan Kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi
31 c. Bangunan Maenpo
Bangunan yang digunakan dalam studi banding pada fungsi mamaos merupakan bangunan padepokan Pencak Silat Indonesia dan Padepokan Pencak Silat Hati Terate
Tabel 2. 5 Standar Gelanggang Pertandingan Pencak Silat
No Poin Perbandimgan Antara
Padepokan pencaksilat Indonesia Padepokan Pencak Silat Hati Terate 1 Sejarah dan
Lokasi
Padepokan Pencak Silat Indonesia didirikan tahun 1993 dan diresmikan tahun 1997, yang berlokasikan di komplek TMII Jakarta Timur.
Luas bangunan : 8.781,21 m² Luas lahan : 5,2 ha
Luas selasar : 5.037,94 m²
Padepokan Pencak silat PSHT ini merupakan milik Persaudaraan Setia Hati Terate. Berlokasikan di Madiun Jawa Timur.
Luas lahan 1,5 Ha
2
Site
Kelebihan 1. Lokasi pada jalan utama atau jalan besar
2. Lokasi yang dekat dengan fasilitas umum seperti masjid, rumah sakit dan yang lainnya 3. Site berada di pusat keramaian
TMII
1. Site yang tingkat akustik nya cukup rendah
2. Site dekat dengan Jalan utama
3. Lokasi jauh dari kemacetan.
Kekurangan 1. Lokasi yang meilili intensitas kemacetan yang cukup tinggi
1. Lokasi cukup jauh dari pusat kota
32 2. Jalan sejalur dengan tol
jagorawi yang dimana
menyebabkan kebisingan yang cukup tinggi
Kesimpulan Pemilihan site harus dekat dengan pusat kota agar memudahkan pencarian bangunan tersebut.
3
Aksesibilitas
Kelebihan 1. Mudah di akses oleh angkot dan bis lokal
2. Akses jalan yang terhubung dengan pusat kota
1. Akses yang mudah oleh kendaraan pribadi karena tidak macet
Kekurangan 1. Karena aksesnya yang dekat dengan jalan tol, dan merupakan jalan yang memiliki intensitas kendaraan yang sangat tinggi
1. Jalan yang sedikit susah di akses menggunakan angkutan umum 2. Akses ke pusat kota yang cukup
jauh
kesimpulan Site yang digunakan harus yang memiliki akses yang mudah.
Akses angkutan umum maupun kendaraan pribadi dapat dengan mudah mengakasesnya
4
Sirkulasi
Kelebihan 1. Memiliki akses jalan 2 arah 2. Jalan lebar lebih dari 8 meter
1. Sirkulasi 2 arah
2. Sirkulasi yang mudah karena jarang penggunakan jalan lain
33 Kekurangan Karena di pusat rawan kemacetan,
sehingga banyak pengguna jalan yang saling berebutan jalur.
Jalan yang cukup kecil, hanya 5 meter kurang sehingga agak sulit apabila menggunakan kendaraan besar seperti bis rombongan
kesimpulan Site yang dipilih harus memiliki sirkulasi yang memudahkan akses dari berbagai arah dan memiliki sirkulasi yang cukup luas
5
Pedestrian
Kelebihan 1. Pedestrian memiliki banyak pepohonan, sehingga membuat pejalan kaki lebih sejuk
2. Pedestrian cukup luas
1. Pedestrian yang cukup luas yang bisa di lewati oleh 2 orang sekaligus
2. Memiliki pepohonan disetiap jalan pedestrian namun tidak tidak terlalu tinggi dan besar
Kekurangan Pedestrian belum memiliki jalur pejalan kaki kaum difable
Sama seperti PPSI Pedestrian belum memiliki jalur kaum difable.
kesimpulan Pedestrian pada site haru memiliki luas yang cukup dan memiliki peneduh, dan yang paling utama pedestrian harus memiliki jalur difable, sehingga jalan ramah bagi semua orang
6
Entrance
Kelebihan Entrance yang cukup jelas bagi orang yang ingin mengakses bangunan tersebut
Penanda masuk yang sangat jelas dan memiliki cirikhas
34
Kekurangan Entrance yang kurang besar, sehingga 2
kendaraan tidak bisa berpapasan kesimpulan Sebuah entrance harus terlihat jelas karena sebuah penanda bahwa itu merupakan
pintu utma dalam site
Entrance harus besar sehingga tidak terjadi cross penggunan jalan antara masuk dan keluar
7
Fasilitas
Kelebihan Fasilitas yang ada pada Padepokan Pencak Silat Indonesia diantaranya
1. Pondok pustaka 2. Pondok serbaguna
Fasilitas yang ada pada padepokan PSHT Diantaranya
1. Tempat bertanding 2. Pendopo
35 3. Pondok persilat
4. Pondok agung 5. Pondok gede 6. Pondok penginapan 7. Musholla
8. Pondok meditasi
3. Tempat latihan 4. Graha wiratama
Kekurangan kesimpulan
8
Akustik dan polusi
Kelebihan Banyak buffer pada site sehingga akustik yang tinggi bisa di kurangi oleh peredam alami seperti pohon pada sekitar site
Karena merupkan jalan perumahan , akustik yang dihasilkan sangat kecil, sehingga dalam penggunaan site tidak terlalu terganggu
Kekurangan Berada dekat dengan jalan tol
kesimpulan Site harus memiliki akustik yang tidak terlalu tinggi
Apabila kebisingan yang di dapatkan dari jalan utama dan jalan sekitar site tinggi makan perlu di atasi dengan menggunakan buffer menggunakan pohon maupun pagar sehingga tidak mengganggu aktifitas dalam bangunan.
36
2.3. Studi Preseden
Studi preseden yang dipilih merupakan bangunan Gedung budaya sabilulungan Jawa Barat, dimana bangunan ini dipilih merupakan bangunan yang memiliki fungsi yang sejenis, mengedepankan kebudayaan.
Gambar 2. 10 Maps Gedung budaya sabilulungan (Sumber : googlemaps.com)
Gambar 2. 11 Tampak depan Gedung sabilulungan (Sumber : humas kabupaten bandung)
Lokasi: Jl. Raya Soreang Cincin No.104, Pamekaran, Kec. Soreang, Bandung, Jawa Barat 40912
Tahun: 2010
Kapasitas total: lebih dari 3000 orang
37 Kawasan sabilulungan merupakan Kawasan yang berada di Ibu Kota Kabupaten Bandung yakni Soreang, terdapat 4 bangunan utama pada kawasan tersebut diantaranya bale sabilulungan yang menjadi bangunan utama, selanjutnya ada science centre, TIC, dan bale rame.
Berikut ini merupakan beberapa fasilitas yang ada pada setiap bangunan yang berada di kawasan sabilulungan:
Gambar 2. 12 Perspektif Kawasan sabilulungan (Sumber : diskominfo kabupaten bandung)
a. Bale sabilulungan
Merupakan bangunan budaya yang berisikan beberapa tentang kebudayaan Jawabarat / sunda dan karya, sejarah kebudayaan Bandung dan juga berisikan convention hall yang memiliki kapasitas lebih dari 800 orang.
Gambar 2. 13 Eksterior ciputra artpreneur (Sumber : archdaily.com)
38
Gambar 2. 14 Interior ciputra artpreneur (Sumber : archdaily.com)
b. Gedung science centre
Pada bangunan ini terdiri atas 3 lantai dengan desain bangunan yang futuristic.
1. Pada lantai 1 berisikan museum sejarah masa lalu Bandung dan juga rencana Bandung kedepannya, hingga kuliner khas bandung
2. Pada lantai 2 berisikan perpustakaan digital, foto foto ilmuan dan alat peraga ilmu pengetahuan (science)
3. Sedangkan pada lantai 3 berisikan bioskop 4 dimensi yang bisa di nikmati oleh seluruh umur.
Gambar 2. 15 Tampak science centre sabilulungan (Sumber : diskominfo kabupaten bandung)
Gambar 2. 16 Tampak bioskop 4d science centre (Sumber : diskominfo kabupaten bandung)
39 c. Bale rame
Merupakan dome tempat mengadakan berbagai kegiatan seperti halnya konser ataupun pertunjukan lainnya, dengan konstruksi bentang lebar dengan atap berundak dua material besi
Gambar 2. 17 Tampak bale rame (Sumber : google image)
d. TIC (Tourist Information Centre)
Merupakan pusat informasi tempat pariwisata yang berada di Kabupaten Bandung maupun Kota Bandung, sehingga para wisatawan luar bandung ataupun luar negeri bisa mendapatkan beberapa informasi destinasi wisata buatan ataupun alami.
Gambar 2. 18 Tampak TIC sabilulungan (Sumber : diskominfo kabupaten bandung)
40
Gambar 2. 19 Tampak atas kawasan sabilulungan (Sumber : diskominfo kabupaten bandung)
Gambar 2. 20 Kawasan sabilulungan (Sumber : diskominfo kabupaten bandung)
➢ Potensi View
Pada kawasan ini memiliki suatu kelebihan dari segi view sekitar Kawasan, karena merupakan Kawasan yang masih asri dan masih sedikit bangunan yang berdiri, Pemandangan hamparan sawah menjadi salah satu potensi view di kawasan sabilulungan ini.