ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PENERIMAAN RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN KOTA
MEDAN 2017-2019
(STUDI PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU)
OLEH :
NAMA : RISKY P ARITONANG NIM : 172600028
PROGRAM STUDI DIPLOMA III ADMINISTRASI PERPAJAKAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PENERIMAAN RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN KOTA MEDAN 2017-2019 (STUDI PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN
PELAYANAN TERPADU SATU PINTU) Risky Pradana Aritonang, 172600028
Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Pembimbing Faisal Eriza, S.sos, M,SP
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara
Pembangunan adalah salah satu yang menandai bahwa sebuah kota atau negara itu maju, semakin tinggi tingkat pembangunan maka semakin tinggi pula kemungkinan bahwa sebuah kota itu maju. Kota Medan adalah salah satu kota terbesar di Indonesia, hal ini merupakan tanda bahwa kota medan sudah termasuk kota yang maju di Indonesia.
Tetapi untuk mendirikan sebuah bangunan harus dipungut biaya atau harus mendapat izin mendirikan bangunan terlebih dahulu. Dengan predikat sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia sangat perlu untuk mengetahui apa saja yang menjadi Faktor-Faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan di kota Medan
Dalam hal ini jenis data yang kemungkinan dipakai adalah data sekunder karena adanya pademi Covid-19, seperti buku tentang retribusi, jurnal, buku elektronik (e-book), berita seputar retribusi izin mendirikan bangunan kota medan, dan situs-situs yang berisikan undang-undang mengenai retribusi khususnya retribusi izin mendirikan bangunan. Penulis juga mengumpulkan data yang lain dari tugas akhir dan skripsi tahun sebelumnya yang berkaitan dengan retribusi dan retribusi izin mendirikan bangunan.
Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa realisasi penerimaan retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) di kota Medan memiliki faktor penghambat dan faktor pendukung mulai dari pengetahuan masyarakat tentang IMB sampai kantor pelayanan yang menjadi faktor pendukung realisasi penerimaan IMB kota Medan.
.
Kata Kunci : Retribusi Izin Mendirikan Bangunan, Realisasi Penerimaan, Faktor yang mempengaruhi
REVENUE OF BUILDING PERMITS LEVIES MEDAN CITY( STUDY ON INVESTMENT AND INTEGRATED SERVICE BOARD OF MEDAN CITY)
Risky Pradana Aritonang
Tax Administration Diploma III Study Program Advisors Faisal Eriza, S.sos, MSP
Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara
Development is one that marks that a city or country is developed, the higher the level of development then more higher the probability that a city is developed. Medan city is one of the largest cities in Indonesia, this is a sign that Medan is a developed city in Indonesia.
But to build a building must be charged a fee or must obtain a building permit first. With the title as one of the largest cities in Indonesia, it is very necessary to know what are the factors that affect the realization of receiving building permits levies in the city of Medan.
In this case, the type of data that is likely to be used is secondary data due to the Covid-19 epidemic, such as books on user fees, journals, electronic books (e- books), news about building permits for Medan city buildings, and sites containing laws regarding levies, especially building permits levies. e author also collects other data from the final project and thesis of the previous year related to building permits fees and charges.
he results of this research indicate that the realization of the revenue of building permit fees (IMB) in the city of Medan has inhibiting factors and supporting factorsstarting from public knowledge about the IMB to the service office which is a supporting factor for the realization of IMB acceptance for the city of Medan
Keywords:Retribution for Building Permits, revenue realization, influencing factors.
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan Kasih karuniaNya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Adapaun judul Laporan Tugas Akhir ini adalah “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REALISASI PENERIMAAN RETRIBUSI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN KOTA MEDAN 2017-2019 ”. Laporan Tugas Akhir ini disusun guna memenuhi syarat memperoleh gelar Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Selama penyusunan tugas akhir ini banyak pihak yang telah memberikan bantuan dan motivasi kepada penulis. Untuk semua itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :.
1. Prof. DR. Runtung Sitepu, SH, M.Hum., sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3. Drs. Rasudyn Ginting, M.Si, sebagai Ketua Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
4. Drs. Kariono, M.Si, sebagai Sekretaris Jurusan Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Faisal Eriza, S.Sos, M.SP selaku Dosen Pebimbing yang telah bersedia meluangkan waktu dan memberikan masukan berupa saran, arahan, dan bimbingan dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir,
6. Staf Pegawai Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU yang telah banyak membantu segala administrasi selama penulis menjalani perkuliahan sampai dengan selesainya Laporan Tugas Akhir ini.
7. Seluruh Dosen Diploma III Administrasi Perpajakan FISIP USU yang telah memberikan ilmunya selama penulis menjalani perkuliahan.
Pintu Kota Medan.
9. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan yang telah banyak membantu, memberikan data dan informasi kepada penulis selama penelitian.
10. Terkhusus untuk kedua orang tua tercinta Bapak Alm. Monang Aritonang dan WElfrida Saragi yang telah banyak berkorban secara moril maupun materil.
Terima kasih atas doa yang tiada hentinya demi kesuksesan penulis.
11. Terima Kasih kepada Sahabat Dandy, Renaldi, Anju, Pandi, Edo, Rainhard, Handy, Joseph, Vetra dan Harry yang selalu saling bekerja sama dengan penulis selama dalam perkuliahan.
12. Saudari Hirim Lumbantu karena telah banyak memberi penulis bantuan dan semangat dalam penyelesaian Tugas Akhir ini
13. Seluruh teman-teman seperjuangan TAX A dan B 2017, yang selama ini telah menjadi keluarga dan sahabat penulis.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini, namun penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun untuk kebaikan Tugas Akhir ini.
Akhir kata penulis berharap semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat baik bagi penulis maupun pihak-pihak lain yang memerlukannya atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Medan, Penulis,
Risky Pradana Aritonang
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
PERNYATAAN PERNYATAAN ORISINALITAS ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL... xii
DAFTARLAMPIRAN ... xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah... ... 3
1.3 Tujuan dan Manfaat ... 3
1.4 Uraian Teoritis ... 4
1.5 Metode Penelitian... 13
1.5.1 Jenis Data ... 13
1.5.2 Sumber data ... 14
1.5.3 Metode Pengumpulan Data ... 14
1.5.4 Alat Pengumpulan Data ... 15
1.5.5 Informan Penelitian ... 15
BAB II GAMBARAN UMUM DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA MEDAN
2.1 Sekilas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan ... 16 2.2 Visi dan Misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Kota Medan ... 18 2.3 Tujuan dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) Kota Medan ... 19 2.4 Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) Kota Medan ... 21 2.5 Uraian Tugas Pokok pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan ... 22
BAB III HASIL PENELITIAN
3.1 Landasan Hukum Izin Mendirikan Bangunan ... 34 3.2 Penetapan Tarif Izin Mendirikan Bangunan ... 35 3.3 Gambaran Wajib Pajak Izin Mendirikan Bangunan Yang Terdaftar Di Kota
Medan ... 37 3.4 Target dan Realisasi Penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Kota
Medan 2017-2019 ... 38 3.5 Target Dan realisasi Penerimaan Retribusi Perizinan Tertentu Kota Medan
... 39
4.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan izin mendirikan bangunan kota Medan ... 40 4.2 Upaya upaya yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan dalam mengoptimalkan Realisasi Penerimaan IMB di kota Medan ... 43
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ... 45 5.2 Saran ... 48
DAFTAR PUSTAKA ... 49
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Daftar Wajib Pajak Izin Mendirikan Bangunan 2017-2019 ... 37
Tabel 3.2 Target Realisasi dan Penerimaan Retribusi Izin Mednirikan Bangunan KotaMedan 2017-2019 ... 38 Tabel 3.3 Target Dan realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ... 38
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah Negara berkembang yang merupakan salah satu negara yang memiliki luas wilayah yang sangat besar dan juga dengan tingkat pembangunan yang cukup besar pula. Pada kehidupan yang modern ini pembangunan adalah sebuah langkah yang harus dilakukan karena pembangunan dapat menunjang kehidupan manusia seperti bangunan perumahan, gedung fasilitas kesehatan, gedung fasilitas pendidikan, serta fasilitas lainnya. Dengan adanya pembangunan ini dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Perkembangan fisik suatu kota ditandai dengan semakin meningkat luasnya kawasan terbangun, sedangkan perkembangan dari aspek sosial ekonomi meliputi pertumbuhan penduduk, sistem sosial dan peningkatan pendapatan masyarakat. Untuk mewujudkan terciptanya kesejahteraan sosial maka dibutuhkan anggaran dana dalam pembangunan yang berkelanjutan. Anggaran belanja Indonesia terdiri dari pajak, non pajak dan hibah.
Sebagai sumber pendapatan yang terbesar, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (UU KUP Pasal 1). Di Indonesia pungutan tidak hanya sebatas pajak akan tetapi ada pungutan lainnya yaitu retribusi. Retribusi dan pajak memiliki persamaan, yaitu
sama-sama merupakan bentuk pungutan yang dibebankan kepada masyarakat dan memiliki sifat yaitu sama-sama bisa dipaksakan. Selain itu, pajak dan retribusi sama- sama dijalankan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Retribusi dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu: retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha dan retribusi jasa perizinan.
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan penyumbang dana terbesar untuk anggaran retribusi jasa perizinan tertentu. Wilayah kota Medan juga merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia maka dari itu kota Medan juga memiliki potensi untuk memiliki tingkat pembangunan yang besar pula maka dari itu penerimaan retribusi Izin Mendirikan Bangunan kota Medan merupakan hal yang harus diperhatikan karna memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan pada bagian retribusi. Walaupun menjadi penyumbang realisasi pendapatan terbesar pada retribusi jasa perizinan tertentu tetapi realisasi IMB di kota Medan masih jauh dari pada anggaran yang di rencanakan, pada tahun 2017 IMB memiliki anggaran pendapatan Rp.140 miliar sedangkan realisasi pendapatannya hanya Rp.53 miliar (38%), lalu pada tahun 2018 anggaran pendapatan yang di tetapkan sebanyak Rp.147 milliar dan realisasinya Rp.25 milliar (17,43%) dan untuk tahun 2019 anggaran pendapatan yang di tetapkan Rp.68.77 milliar dan realisasi pendapatannya Rp.23,89 milliar (34,75%). Oleh karena itu penulismengangkat judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Realisasi Penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan 2017-2019 ( Studi Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan)”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka terdapat beberapa masalah penelitian (pertanyaan penelitian) yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. faktor- faktor apa yang mempengaruhi realisasi retribusi izin mendirikan bangunan di kota Medan tahun 2017-2019 ?
b. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan dalam mengoptimalkan realisasi IMB di kota Medan ?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi retribusi izin mendirikan bangunans di kota Medan tahun 2017-2019 b. Untuk mengetahui Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan dalam mengoptimalkan realisasi IMB di kota Medan
Manfaat Penelitian
Bedasarkan uraian tujuan penelitian di atas, maka dapat diketahui manfaat penelitian sebagai berikut :
1. Manfaat praktis sebagai bahan masukan dan input kebijakan bagi dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu Satun pintu khususnya yang berkaitan dengan optimalisasi penerimaan retribusi Izin mendirikan bangunan.
2. Secara akademis penelitian diharapkan menambah wawasan dan khasanah keilmuan bagi akademisi baik dosen dan mahasiswa serta sumber informasi bagi masyarakat terutama yang berkaitan dengan pajak daerah dan retribusi daerah.
1.4 URAIAN TEORITIS
1. Pengertian Retribusi Daerah
Retribusi Daerah adalah salah satu jenis penerimaan daerah yang dipungut sebagai pembayaran atau imbalan langsung atas pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada masyarakat (Juli Panglima Saragih 2002;65). Retribusi daerah merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan tertulis pada Pasal 1 angka 64 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Adapun Wirawan B. Ilyas dan Richard Burton (2001;6) membagi 4 (empat) unsur pada pengertian retribusi adalah:
1. Pungutan retribusi harus berdasarkan undang-undang 2. Pungutannya bersifat dipaksakan
3. Negara yang melakukan pemungutan
4. Digunakan untuk pengeluaran bagi masyarakat umum
Penerimaan dari hasil retribusi adalah salah satu pemasukan dana yang dapat dimanfaatkan untuk daerah karena kuantitas retribusi seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, teknologi, perekonomian, dan stabilitas nasional. Dari pengertian tentang retribusi daerah yang dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa retribusi daerah merupakan pungutan yang secara langsung dilakukan kepada pengguna jasa, yang mendapat manfaat langsung dari pengguna jasa tersebut.
2. Jenis-Jenis Retribusi Daerah
Dalam pelaksanaan pungutan Retribusi Daerah terdapat beberapa jenis jasa tertentu yang menurut pertimbangan sosial ekonomi dapat dijadikan sebagai objek retribusi jasa tertentu. Ketentuan Pasal 108 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, diuraikan bahwa Retribusi Daerah dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Retribusi Jasa Umum b. Retribusi Jasa Usaha c. Retribusi Perizinan tertentu
A. Retribusi Jasa Umum
Jasa umum merupakan retribusi atas jasa yang diberikan oleh Pemerintah Daerah demi kepentingan dan kemanfaatan umum dan dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan tertulis pada Pasal 1 angka 66 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah bahwa retribusi. Jenis Retribusi Jasa Umum tersebut terdiri atas:
1. Retribusi Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan di Balai Pengobatan, Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah.
2. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan
Pelayanan meliputi pengambilan, pengangkutan, dan pembuangan serta penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan sampah kecuali kebersihan tempat umum.
3. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil
Pelayanan untuk kartu penduduk diterbitkan jangka waktu 5 tahun dan akta catatan sipil yaitu akta lahir, akta perkawinan, akta perceraian, akta ganti nama warga negara asing, akta pengesahan dan pengakuan anak dan akta kematian.
4. Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat
Pelayanan meliputi pelayanan penguburan / pemakaman / pembakaran / pengabuan mayat dan sewa tempat.
5. Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum
Pelayanan meliputi penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum 6. Retribusi Pasar
Pelayanan meliputi fasilitas pasar tradisional/sederhana yang berupa pelataran dan khusus diberikan untuk pedagang.
7. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor
Pelayanan pengujian bermotor sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
8. Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran
Pelayanan meliputi pelayanan pemeriksaan terhadap alat-alat pemadam yang digunakan masyarakat.
9. Retribusi Pengganti Alat Cetak Peta
Pelayanan meliputi peta yang dibuat oleh Pemerintah daerah 10. Retribusi Penyediaan dan Penyedotan Kakus
Pelayanan penyedotan kakus yang disediakan 11. Retribusi Pengolahan Limbah Cair
Pelayanan pengolahan limbah cair yang disediakan 12. Retribusi Pelayanan Pendidikan
Pelayanan meliputi Pendidikan dan juga pelatihan teknis
13. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi
Pelayanan atas kegunaan ruang untuk menara telekomunikasi
B. Retribusi Jasa Usaha
Retribusi Jasa Usaha merupakan jasa yang disediakan oleh Pemerintah Daerah yang menganut prinsip-prinsip komersial karena pada dasarnya dapat juga disediakan oleh pihak swasta sesuai pada Pasal 1 angka 67 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah. Pasal 127 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, jenis retribusi jasa usaha ini antara lain:
1. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
Retribusi yang dilakukan yaitu pemakaian tanah dan bangunan, pemakaian ruang pesta dan kendaraan dan alat-alat berat
2. Retribusi Pasar Grosir dan Pertokoan
Pasar grosir dan pertokoan dengan beragam jenis barang yang dikontrakkan, disediakan oleh Pemerintah Daerah.
3. Retribusi Tempat Pelelangan
Pelayanan penyediaan tempat untuk lelang ikan, ternak hewan, hasil bumi dan hasil hutan.
4. Retribusi Terminal
Penyediaan tempat parkir untuk kendaraan penumpang dan bis umum.
5. Retribusi Tempat Khusus Parkir
Penyediaan tempat parkir khusus, tidak termasuk yang dikelola oleh pihak swasta.
6. Retribusi Tempat Penginapan atau Villa
Pelayanan penyediaan tempat penginapan atau villa 7. Retribusi Rumah Potong Hewan
Pelayanan yang dilakukan termasuk pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah dipotong
8. Retribusi Pelayanan Kepelabuhan
Pelayanan yang dilakukan temasuk fasilitas kepelabuhan 9. Retribusi Tempat Rekreasi Dan Olahraga
Pelayanan yang dilakukan merupakan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga.
10. Retribusi Penyeberangan di Air
Pelayanan yang dilakukan penyeberangan orang dan barang menggunakan kendaraan di atas air.
11. Retribusi Penjualan Hasil Produksi Usaha Daerah
Pelayanan yang dilakukan seperti bibit tanaman. bibit ternak dan bibit ikan
C. Retribusi Perizinan Tertentu
Pada Pasal 1 angka 68 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dikemukakan bahwa Retribusi Perizinan Tertentu merupakan kegiatan Pemerintah Daerah untuk memberikan izin kepada orang pribadi atau badan yang bertujuan untuk pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan, pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang/prasarana, sarana atau fasilitas tertentu untuk melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Menurut Pasal 141 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, dikemukakan jenis-jenis Retribusi Perizinan Tertentu sebagai berikut:
1. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan
2. Retribusi Izin tempat penjualan minuman beralkohol 3. Retribusi Izin Gangguan
4. Retribusi Izin Trayek
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Retribusi Izin Membangun Bangunan termasuk ke dalam jenis retribusi perizinan tertentu. Hal ini didasarkan pada ketentuan Pasal 7undang-undang Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Golongan Retribusi.
3. Pengertian Retribusi Izin Membangun Bangunan
Retribusi Izin Mendirikan Bangunan merupakan pemungutan retribusi atas pelayanan izin mendirikan bangunan gedung dan bukan gedung kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, mengurangi, memperluas dan merobohkan bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan teknis yang berlaku.
Pemberian izin terdiri dari kegiatan peninjauan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya dengan beracuan pada rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang. Subjek Retribusi ini adalah orang pribadi atau Badan yang mendapat izin mendirikan bangunan gedung dan bukan gedung. Wajib Retribusi Izin Membangun bangunan merupakan orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diharuskan melakukan pembayaran retribusi Izin Membangun bangunan, termasuk pemungut atau pemotong Retribusi ini.
Komponen biaya perhitungan retribusi Izin Membangun Bangunan meliputi kegiatan :
a. Peninjauan desain atau gambar
b. Pemantauan pelaksanaan pembangunan
Tingkat penggunaan jasa Izin Membangun bagungan dihitung sesuai dengan fungsi, pembagian, dan waktu penggunaan bangunan gedung serta indeks untuk sarana bangunan gedung untuk tingkat intensitas penggunaan jasa dalam proses perizinan yaitu kegiatan pengecekan, pengukuran lokasi, pemetaan, pemeriksaan dan penatausahaan bangunan gedung dan bukan gedung serta sarananya. Prinsip dan
sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif retribusi Izin Membangun bangunan didasarkan pada jenis bangunan, yaitu :
a. Bangunan gedung.
b. Bangunan bukan Gedung.
c. Penyelanggaraan bangunan Gedung untuk kegiatan pembangunan baru, rehabilitasi/renovasi, pelestarian/pemugaran.
d. Pembiayaan administrasi Izin Membangun Bangunan meliputi pemecahan dokumen Izin Membangun bangunan, pembuatan duplikat/fotokopi dokumen Izin Membangun Bangunan yang dilegalisasikan sebagai pengganti dokumen yang hilang atau rusak, pemutakhiran data atas permohonan pemilik bangunan gedung, perubahan nonteknis lainnya.
e. Penyediaan formulir permohonan Izin Membangun Bangunan.
f. Pembiayaan operasional jasa peninjauan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai ndengan rencana teknis bangunan.
g. Pembiayaan pengawasan penggunaan bangunan yang terdiri dari pemeriksaan untuk memenuhi syarat keselamatan.
4. Perhitungan Retribusi Izin Membangun Bangunan
Struktur dan besarnya tarif Izin Membangun Bangunan penghitungannya berdasarkan jenis :
a. bangunan gedung, dihitung dengan perkalian tingkat penggunaan jasa Pemerintah Daerah dari pemberian layanan perizinan dan harga satuan (tarif dasar) retribusi Izin Membangun bangunan
b. bangunan bukan gedung, dihitung dengan terlebih dahulu membuat standar untuk setiap jenis prasarana bangunan gedung sebagai tarif dasar
Nilai besarnya retribusi Izin Membangun Bangunan dihasilkan dengan penghitungan yaitu perkalian besaran satuan volume/luas kegiatan dikalikan indeks terintegrasi, dikali indeks pembangunan, dikalikan harga satuan (tarif dasar) retribusi.
1.5 Metode Penelitian 1.5.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah da yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk angka. Yang termasuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu gambaran umum penelitian dengan meenggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA).
1.5.2 Sumber Data
Data yang penulis jadikan acuan dalam penelitian ini bersumber dari pustaka seperti Undang-Undang, buku perpajakan, dan literatur lain yang berhubungan dengan topik yang penulis angkat.
1.5.3 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penulisan proposal tugas akhir ini, yaitu : a. Studi dokumen
Mengumpulkan berbagai dokumen administrasi, peraturan-peraturan atau dasar hukum yang berhubungan dengan objek proposal. Seperti: jurnal yang diambil dari internet, buku elektronik (e-book) dari internet, berita seputar retribusi izin membangun bangunan, dan situs yang berisi undang- undang dan peraturan daerah mengenai retribusi dan retribusi izin membangun bangunan.
b. Wawancara
Teknik pengumpulan data dengan tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber (dalam hal ini pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Medan). Wawancara dapat dilakukan dengan media-media tertentu, seperti telepon, e-mail, dan zoom.
Tetapi dengan persetujuan dari narasumber terlebih dahulu.
c. Observasi
Pengumpulan data atau informasi yang dilakukan penulis dengan pengamatan ke lapangan langsung (dalam hal ini retribusi izin membangun
bangunan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kota Medan).
1.5.4 Alat Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan rekam suara dalam kegiatan wawancara dan laptop serta koneksi internet untuk mengambil data sekunder dari jurnal online maupun e-book (buku elektronik) serta website resmi yang sesuai dengan objek penelitian.
1.5.5 Informan Penelitian
Untuk informan dalam penelitian tugas akhir ini, yaitu pegawai kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan yang sudah ahli dan mengerti tentang retribusi daerah Kota Medan dan retribusi izin membangun bangunan Kota Medan. Tentunya penelitian tugas akhir ini dapat dilakukan jika situasi pandemi Covid-19 ini sudah mereda.
BAB II
GAMBARAN UMUM DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA MEDAN
2.1 Sekilas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan penghubung utama antara dunia usaha dan dunia pemerintah. DPMPTSP diberikan wewenang untuk mendorong investasi langsung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif. Setelah DPMPTSP terbentuk pada akhir tahun 2016 fungsinya bertambah sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri 100 tahun 2016, maka target perangkat daerah ini tidak hanya untuk meningkatkan jumlah investasi yang lebih besar dari dalam maupun luar negeri, namun juga meningkatkan pelayanan perizinan dan non perizinan yang prima sebagaimana yang tertuang dalam keputusan Menpan Nomor 81 Tahun 1993 yaitu sederhana, jelas, aman, transparan, effisien, ekonomis, adil dan tepat waktu.
Fungsi perangkat daerah urusan Bidang Penanaman Modal sebagaimana yang tertuang pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2016 adalah perencanaan penanaman modal, pengembangan iklim penanaman modal, promosi penanaman modal, perizinan penanaman modal, pengendalian dan pelaksanaan penanaman modal serta pengolahan data dan informasi penanaman modal.
Lembaga ini tidak semata bertindak sebagai advokat yang proaktif di bidang investasi, namun juga sebagai fasilitator antara pemerintah dan investor. Sejak terbentuknya DPMPTSP Kota Medan akhir bulan desember 2016, Kepala DPMPTSP Kota Medan baru defenitif oleh pada bulan mei 2017 dipimpin oleh Ir. Hj. Purnama Dewi, MM.
Peraturan Walikota Medan Nomor 69 Tahu 2017 tentang Tugas dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, disebutkan bahwa Dinas Penanaman Modal dan PTSP merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu yang dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada walikota melalui sekretaris daerah. Dinas mempunyai tugas dan kewajiban membantu walikota dalam pelaksanaan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan satu pintu.
Sebelumnya Pajak Reklame berada dibawah kewenangan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan atau BPPRD Kota Medan. Namun sejak November 2018, pajak reklame di tangani oleh pihak DPMPTSP menurut Perwal Nomor 65 Tahun 2018.
2.2 Visi dan Misi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Visi :
“Terwujudnya iklim investasi yang menarik dan kondusif dengan dukungan pelayanan prima perizinan dan penanaman modal untuk mewujudkan kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religious.”
Misi :
1. Menumbuh kembangkan stabilitas, kemitraan, partisipasi dan kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan pembangunan kota.
2. Menumbuh kembangkan harmonisasi, kerukunan, solidarits, persatuan dan kesatuan serta keutuhan social, berdasarkan kebudayaan daerah dan identitas lokal multikulturalisme.
3. Meningkatkan efisiensi melalui deregulasi dan debirokratisasi sekaligus penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk pengembangan kreatifitas dan inovasi daerah guna meningkatkan kemampuan kompetitif serta komperatif daerah.
4. Menyelenggarakan tata ruang kota yang konsisten serta didukung oleh ketersediaan insfrastruktur dan utilitas kota yang semakin modern dan berkelanjutan.
5. Mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat melalui peningkatan tariff pendidikan dan kesehatan masyarakat secara merata dan berkeadilan.
6. Mengembangkan kepribadian masyarakat kota berdasarkan etika dan moralitas keberagaman agama dalam bingkai kebhinekaan.
Dari keenam misi tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan diprioritaskan untuk mendukung misi ke-3 (tiga) dengan program- program pembangunan yang bertujuan untuk :
1) Mewujudkan sistem pelayanan umum (perizinan atau non-perizinan) yang terintegrasi, cepat, sederhana dan tepat waktu.
2) Meningkatkan kemudahan, fasilitas dan insentif penanaman modal.
3) Mendorong terciptanya kepastian hukum dalam penanaman modal.
2.3 Tujuan dan Fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Tujuan DPMPTSP :
Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan mempunyai tujuan sebagai :
1. Penyederhanaan prosedur perizinan penanaman modal melalui PTSP bidang penanaman modal.
2. Peningkatan koordinasi di tingkat Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Medan dengan dunia usaha dan stakeholder penanaman modal.
3. Pembangunan sistem informasi dan promosi yang efektif serta berbasis teknologi dan peningkatan kegiatan promosi yang berskala luas.
4. Peningkatan infrastruktur, sumber energi, jaminan berusaha serta keamanan
5. Meningkatkan kualitas pelayanan prima perizinan dan non-perizinan.
Fungsi DPMPTSP :
Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan menyelenggarakan fungsi sebagai :
1. Perumusan kebijakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
2. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu;
4. Pelaksanaan admisnistrasi Dinas sesuai dengan lingkup tugasnya;
5. Pelaksanaan tugas pembantuan berdasarkan atas perundang-undangan; dan 6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota Medan terkait dengan
tugas dan fungsinya.
2.4 Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Struktur organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan terdiri dari :
1. Kepala Dinas 2. Sekretaris :
1) Subbag Umum 2) Subbag Kepegawaian 3) Subbag Keuangan
3. Kelompok Jabatan Fungsional :
a. Bidang pengolahan data, perencanaan dan pengembangan : 1) Seksi pengolahan data dan informasi
2) Seksi perencanaan
3) Seksi pemberdayaan usaha b. Bidang promosi penanaman modal :
1) Seksi pengembangan promosi penanaman modal 2) Seksi pelaksanaan promosi penanaman modal
3) Seksi sarana dan prasarana promosi penanaman modal
c. Bidang pengendalian pelaksanaan penanaman modal, pengaduan kebijakan dan pelaporan layanan :
1) Seksi pemantauan dan pembinaan pelaksanaan penanaman modal 2) Seksi pengaduan dan informasi layanan
d. Bidang pelayanan perizinan usaha dan tanda daftar : 1) Seksi pelayanan ijin gangguan
2) Seksi pelayanan ijin usaha 3) Seksi pelayanan tanda daftar
e. Bidang perizinan tata ruang perhubungan dan lingkungan hidup : 1) Seksi perijinan tata ruang dan pembangunan
2) Seksi perijinan perhubungan 3) Seksi perijinan lingkungan hidup
f. Bidang perizinan kesehatan, ketenaga kerjaan dan perizinan lainnya : 1) Seksi perijinan petugas kesehatan
2) Seksi perijinan pelayanan kesehatan 3) Seksi ketenagakerjaan dan lainnya g. Tim teknis dan UPT
2.5 Uraian Tugas Pokok pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan
Berikut beberapa tugas pokok dari masing bidang pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan :
1. Kepala Dinas
Kepala dinas mempunyai tugas untuk membantu Wali Kota dalam melaksanakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.
2. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup kesekretariatan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan penyusunan program serta fasilitasi pengoordinasian penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas Dinas.
Sekretariat membawahkan 3 (tiga) Sub Bagian meliputi Sub Bagian Umum, Sub Bagian Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan dan memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing:
a. Sub Bagian Umum
Sub Bagian Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup administrasi umum.
b. Sub Bagian Kepegawaian
Sub Bagian Kepegawaian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup pengelolaan administrasi kepegawaian.
Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretariat lingkup pengelolaan administrasi keuangan.
4. Pengelolaan Data, Perencanaan dan Pengembangan
Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan merupakan unsur lini pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Bidang Pengolahan Data, Perencanaan dan Pengembangan membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pengolahan Data dan Informasi, Seksi Perencanaan, dan Seksi Pemberdayaan Usaha:
a. Seksi Pengolahan Data dan Informasi
Seksi Pengolahan Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan.Seksi Pengolahan Data dan Informasi mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan lingkup pengolahan data dan informasi.
b. Seksi Perencanaan
Seksi Perencanaan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan. Seksi Perencanaan mempunyai tugas pokok
melaksanakan sebagian tugas BidangPengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan lingkup perencanaan
c. Seksi Pemberdayaan Usaha
Seksi Pemberdayaan Usaha dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan. Seksi Pemberdayaan Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan lingkup pemberdayaan usaha.
5. Bidang Promosi Penanaman Modal
Bidang Promosi Penanaman Modal merupakan unsur lini pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepadaKepala Dinas melalui Sekretaris. Bidang Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup promosi penanaman modal.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Bidang Promosi Penanaman Modal membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal, Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal, dan Seksi Sarana dan Prasarana Penanaman Modal :
a. Seksi Pengembanngan Promosi Penanaman Modal
Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala
Promosi Penanaman Modal. Seksi Pengembangan Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPromosi Penanaman Modal lingkup pengembangan promosi.
b. Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal
Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal. Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPromosi Penanaman Modal lingkup pelaksanaan promosi.
c. Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Penanaman Modal
Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal. Seksi Sarana dan Prasarana Promosi Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas BidangPromosi Penanaman Modal lingkup sarana dan prasarana promosi.
5. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Pelayanan
Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan merupakan unsur lini pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan
dan Pelaporan Layanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal, Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan, dan Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan :
a. Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal
Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawabkepada Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan. Seksi Pemantauan dan Pembinaan Pelaksanaan Penanaman Modal mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan lingkup pemantauan dan pembinaan pelaksanaan.
b. Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan
Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian
Seksi Pengaduan dan Informasi Layanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan lingkup pengaduan dan informasi layanan.
c. Seksi Kebijakan Deregulasi, Penyuluhan dan Peningkatan Layanan
Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan. Seksi Kebijakan, Deregulasi, Penyuluhan, dan Peningkatan Layanan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan lingkup kebijakan, deregulasi, penyuluhan, dan peningkatan layanan.
6. Bidang Pelayanan Perijinan Usaha dan Tanda Daftar
Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar merupakan salah satu unsur pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris. Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftarmempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pelayanan izin gangguan, izin usaha, dan tanda daftar.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftarmembawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Pelayanan Izin Gangguan, Seksi Pelayanan Izin Usaha, dan Seksi Pelayanan Tanda Daftar :
a. Seksi Pelayanan Ijin Gangguan
Seksi Pelayanan Izin Gangguan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.Seksi Pelayanan Izin Gangguan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftarlingkup pelayanan izin gangguan.
b. Seksi Pelayanan Ijin Usaha
Seksi Pelayanan Izin Usaha dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BidangPelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.
c. Seksi Pelayanan Tanda Daftar
Seksi Pelayanan Tanda Daftar dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar.Seksi Pelayanan Tanda Daftar mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Usaha dan Tanda Daftar lingkup pelayanan tanda daftar.
7. Bidang Perijinan Tata Ruang Perhubungan dan Lingkungan Hidup
Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup merupakan salah satu unsur pada Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup perizinan tata ruang dan pembangunan, perhubungan, dan lingkungan hidup.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan, Seksi Perizinan Perhubungan, dan Seksi Perizinan Lingkungan Hidup :
a. Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan
Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup.Seksi Perizinan Tata Ruang dan Pembangunan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Pelayanan Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup lingkup pelayanan perizinan tata ruang dan pembangunan.
b. Seksi Perijinan Perhubungan
Seksi Perizinan Perhubungan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BidangPerizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup. Seksi Perizinan Perhubungan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup lingkup pelayanan perizinan perhubungan.
c. Seksi Perijinan Lingkungan Hidup
Seksi Perizinan Lingkungan Hidup dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup.Seksi Perizinan Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Tata Ruang, Perhubungan, dan Lingkungan Hidup lingkup pelayanan perizinan lingkungan hidup.
8. Bidang Perijinan Kesehatan, Ketenaga Kerjaan dan Perijinan Lainnya Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya merupakan unsur lini Dinas yang dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris.
Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup perizinan kesehatan, ketenagakerjaan, dan perizinan lainnya.
Dalam melaksanakan tugas dan, Bidang Perizinan Kesehatann, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya membawahkan 3 (tiga) Seksi meliputi Seksi Perizinan Petugas Kesehatan, Seksi Perizinan Layanan Kesehatan, dan Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya :
a. Seksi Perijinan Petugas Kesehatan
Seksi Perizinan Petugas Kesehatan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya. Seksi Perizinan Petugas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya lingkup pelayanan perizinan petugas kesehatan.
b. Seksi Perijinan Layanan Kesehatan
Seksi Perizinan Layanan Kesehatan dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BidangPerizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya.Seksi Perizinan Layanan Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya lingkup perizinan layanan kesehatan.
c. Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya
Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya dipimpin oleh Kepala Seksi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya. Seksi Ketenagakerjaan dan Lainnya mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bidang Perizinan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Perizinan Lainnya lingkup perizinan ketenagakerjaan dan perizinan lainnya.
9. UPT dan Tim Teknis
Tim teknis memeliki tugas sebagai berikut:
a. meneliti permohonan izin;
b. mengadakan rapat pembahasan permohonan izin
c. melaksanakan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan izin apabila diperlukan
d. melaksanakan proses perizinan dan persiapan konsep keputusan perizinan; dan e. memberikan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan kepada para Kepala
Bidangpada Dinas tetntang langkah-langkah atau tindakan- tindakan yang perlu diambil dalam hal-hal yang menyangkut pelaksanaan tugas fungsi Dinas melalui Kepala Seksi
BAB III
SAJIAN DATA
3.1 Landasan Hukum Izin Mendirikan Bangunan
Izin Mendirikan Bangunan atau biasa dikenal dengan IMB adalah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian hukum. Kewajiban setiap orang atau badan yang akan mendirikan bangunan untuk memiliki Izin Mendirikan Bangunan memiliki landasan hukum. Berikut landasan-landasan hukum Izin Mendirikan Bangunan:
1. Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
2. Undang-undang no. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang
3. PP no. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
4. Perwal Kota Medan no. 83 tahun 2017 (perubahan perwal no. 98) tentang teknis perhitungan retribusi dan syarat syarat pengeluaran izin
3.2 Penetapan Tarif Izin Mendirikan Bangunan
Penetapan tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) memperhatikan biaya kegiatan dan tingkat penggunaan jasa pelayanan IMB dalam rangka pengendalian dan pengawasan atas penyelenggaraan bangunan yang meliputi pengecekan , pengukuran lokasi, pemetaan, penelitian, pemeriksaan dan penatausahaan. Tingkat penggunaan jasa pelayanan IMB yang dimaksud diukur dengan indeks tingkat penggunaan jasa, luasan bangunan gedung, dan jumlah atau volume prasarana bangunan gedung serta harga satuan retribusi bangunan gedung.
Indeks tingkat penggunaan jasa sebagaimana dimaksud sebagai faktor pengali terhadap harga satuan retribusi untuk menentukan besarnya retribusi, indeks tingkat penggunaan jasa sebagaimana dimaksud untuk perhitungan besarnya retribusi bangunan gedung ditetapkan berdasarkan jenis kegiatan, fungsi, klasifikasi, dan waktu penggunaan gedung. Besarnya indeks jenis kegiatan untuk bangunan gedung dimaksud ditentukan sebagai berikut:
a pembangunan baru sebesar 1,00 (satu koma nol nol) b. rehabilitasi/renovasi:
1. rusak sedang sebesar 0,45 nol koma empat lima) 2 rusak berat sebesar 0,60 (nol koma enam nol).
c. pelestarian/pemugaran:
1. pratama sebesar 0,65 (nol koma enam lima).
2. madya sebesar 0,45 (nol koma empat lima).
3. utama sebesar 0,30 (nol koma tiga puluh).
Besarnya indeks jenis kegiatan untuk prasarana bangunan gedung yang dimaksud ditentukan sebagai berikut:
A pembangunan baru sebesar 1,00 (satu koma nol nol); dan b rehabilitasi/renovasi:
rusak sedang sebesar 0,45 (nol koma empat lima). rusak berat sebesar 0, 60 (nol koma enam nol).
Pengukuran Tanah adalah pengukuran bentuk dan luas tanah dalam bentuk Gambar Situasi diberlakukan bagi permohonan Izin Mendirikan Bangunan untuk persil tanah yang belum beralaskan hak sertifikat atau tidak dilengkapi Surat Keterangan Pendaftaran Tanah dan Gambar Situasi Tanah dari Kantor Pertanahan.
Hasil pengukuran tanah berupa Gambar Situasi diterbitkan oleh Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan setelah diketahui oleh Lurah setempat.
Struktur dan besarnya tarif retribusi pengukuran tanah adalah : Jenis Pengukuran Besar Tarif
a Luas tanah s/d 100 m ² Rp. 30.000,-
b Luas tanah > 100 m ² s/d 500 m ² Rp. 40.000,- c Luas tanah > 500 m ² s/d 1000 m ² Rp. 60.000,- d Luas tanah > 1000 m ² s/d 2000 m ² Rp. 80.000,- e Luas tanah > 2000 m ² s/d 3000 m ² Rp. 100.000,-
f Luas tanah > 3000 m ² s/d 4000 m ² Rp. 120.000,- g Luas tanah > 4000 m ² s/d 5000 m ² Rp. 140.000,-
h Luas tanah > 5000 m ², setiap kelebihan s/d 1000 m ² dikenakan tambahan sebesar Rp. 150.000,-
3.3 Gambaran Wajib Pajak Izin Mendirikan Bangunan Yang Terdaftar Di Kota Medan
Berdasarkan oservasi dbilapangan pengumpulan data-data yang ada, termasuk diadakannya metode wawancara, berikut ini adalah data jumlah wajib pajak izin mendirikan bangunan di Kota Medan pada tahun 2017-2019
Tabel 3.1
Daftar Wajib Pajak Izin Mendirikan Bangunan 2017-2019
Sumber data : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan 2020
Berdasarkan tabel 3.1 dapat kita simpulkan bahwa wajib pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB) semakin bertambah,mulai dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami pertambahan sebanyak 185 wajib pajak. untuk tahun 2017 jumlah yang terdaftar hanya 16 saja dikarenakan terjadi perpindahan data/ kepengurusan dari Dinas Tata Ruang kota Dedan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
No Tahun Jumlah
1 2017 16
2 2018 1076
3 2019 1261
satu pintu kota medan oleh karena itu data yang dapat diperoleh untuk tahun 2017 hanya ada pada bulan Desember tahun 2017.
3.4 Target dan Realisasi Penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Kota Medan 2017-2019
Tabel 3.2
Target Realisasi dan Penerimaan Retribusi Izin Mednirikan Bangunan Kota Medan 2017-2019
Tahun Target Realisasi Persentase
2017 - 474.862.717 -
2018 147.746.350.000 25.753.256.509 17,43%
2019 68.773.000.000 23.895.631.097 34,74%
(Sumber: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan)
Dari tabel tersebut penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa target dari retribusi Izin Mendirikan Bangunan Kota Medan tahun 2018 jauh dari kata tercapai dikarenakan realisasi yang di dapatkan hanya Rp.25.753.256.509 dari target yang telah di tentukan (17,43% tercapai). Dan juga pada tahun 2019 walaupun target telah jauh di turunkan dari target tahun 2018 tetapi tetap saja penerimaan atau realisasi yang di dapatkan masih jauh dari kata tercapai yaitu Rp. 23.895.631.097 atau hanya 34,74% saja yang tercapai. Penulis berpendapat bahwa yang menyebabkan tidak tercapainya target dari penerimaan Retribusi IMB kota medan adalah dikarenakan terlalu besarnya target yang telah di tetapkan.
3.5 Target Dan realisasi Penerimaan Retribusi Perizinan Tertentu Kota Medan
Tabel 3.3
Target Dan realisasi Penerimaan Penerimaan Retribusi Perizinan Tertentu
Tahun Target (Rp) Realisasi (Rp)
2017 19.158.500.000 10.338.874.752
2018 147.746.350.000 25.753.256.509
2019 73.453.000.000 26.415.374.572
(Sumber: : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan)
Dari tabel diatas penulis dapat mengambil kesimpulan yaitu bahwa penerimaan Izin Mendirikan Bangunan menjadi donator terbesar untuk penerimaan retribusi perizinan tertentu kota Medan. Dapat kita lihat pada tahun 2018 penerimaan dari retribusi perizinan tertentu adalah Rp.25.753.256.509 sedangkan penerimaan dari retribusi IMB sebanyak Rp.
25.753.256.509 begitu juga dengan tahun 2019 dimana penerimaan dari Retribusi Perizinan Tertentu sebanyak Rp.26.415.374.572 dan penerimaan dari retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) sebanyak Rp.23.895.631.097. dari data diatas dapat kita jadikan bukti bahwa penerimaan dari retribusi Izin Mendirikan Bangunan menjadi donator terbesar untuk penerimaan Retribusi Perizinan Tertentu
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan izin mendirikan bangunan kota Medan
Dalam proses pemungutan pajak tentu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pajak, sama halnya dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan juga memiliki faktor faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan, Berikut ini sebagaimana hasil wawancara penulis dengan pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan setelah melakukan wawancara maka penulis dapat menyimpulkan faktor pendukung dan faktor penghambat dari realisasi penerimaan retribusi izin mendirikan bangunan.
Adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Kota Medan sebagai berikut :
Faktor Penghambat
1. Pengetahuan masyarakat tentang pengajuan permohonan IMB.sebagian besar masyarakat masih bingung tentang permohonan pengajuan IMB. Masyarakat, masih tidak mengerti tentang syarat dan perhitungan sesuai dengan isi dari Perwal no 83 tahun 2017 tentang teknis perhitungan retribusi dan syarat syarat pengeluaran izin
2. Kesadaran wajib pajak dari badan maupun pribadi untuk mendaftarkan bangunannya.
3. Perpindahan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan dari Dinas tata ruang Medan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan. Penulis memang menyatakan bahwa pindahnya Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan menjadi sebuah faktor pendukung di karenakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan memiliki tempat khusus untuk pelayanan IMB. Tetapi ini juga merpukan faktor penghambat di karenakan perpindahannya masih baru dan banyak sekali hal yang harus dimulai dari awal lagi. Contohnya: daftar realisasi dan target yang terdata di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan hanya mulai dari tahun 2018 sampai tahun 2019.
Faktor Pendukung
1. Badan pelayanan perizinan, Badan pelayanan perizinan menjadi sangat penting sebagai faktor yang mempengaruhi realisasi penerimaan Izin mendirikan Bangunan. Kota Medan telah memiliki bandan pelayanan perizinan sendiri yaitu Dinas Penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota medan tetapi Data tentang IMB masih baru saja dikelolah oleh pihak Dinas Penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota medan pada tahun 2017 bulan desember yang menyebabkan pelayanan menjadi lebih maksimal
4.2 Upaya upaya yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan dalam mengoptimalkan Realisasi Penerimaan IMB di kota Medan
Dalam pemungutan retribusi pastinya akan ada kendala yang akan dihadapi dan dari kendala tersebut pasti akan timbul upaya upaya yang dilakukan untuk menyeselasikan masalah tersebut sama halnya dengan meningkatkan potensi dari menerimaan retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Kota Medan oleh karena itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan memiliki beberapa upaya untuk mengoptimalkan penerimaan retribusi Izin Mendirikan
Akan tetapi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan tidak memiliki kewajiban penuh dalam upaya mengoptimalkan Realisasi Penerimaan Kota Medan karena Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan lebih memiliki kewajiban di bidang Administrasi atau memberi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Berikut upaya upaya yang dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan untuk mengoptimalkan penerimaan retribusi Izin Mendirikan Bangunan Kota Medan:
1. Peningkatan pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan, seperti memberikan penjelasan yang baik bagi pemohon IMB yang kurang mengerti prosedur pengurusan IMB, baik secara langsung maupun online.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan juga menyediakan website agar pemohon IMB dapat melakukan registrasi pengurusan IMB secara online;
2. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan memanfaatkan sarana dan fasilitas yang ada dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat khususnya para pemohon Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengusaha untuk mendaftarkan bangunan yang dimiliki dengan lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang prosedur permohonan, tata cara dan pelaksanaan retribusi
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Realisasi Penerimaan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan 2017-2019 yang telah dikemukakan serta telah dilakukannya penelitian dilapangan yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan maka terdapat beberapa kesimpulan yang diperoleh :
1. Realisasi penerimaan retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Berikut Faktor-faktor pendukung dan penghambat realisasi penerimaan retiribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Kota Medan:
a. Faktor Pendukung
1. Badan pelayanan perizinan, Kota Medan telah memiliki bandan pelayanan perizinan sendiri yaitu Dinas Penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota medan tetapi Data tentang IMB masih baru saja dikelolah oleh pihak Dinas Penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota medan pada tahun 2017 bulan Desember yang menyebabkan pelayanan menjadi lebih maksimal
b. Faktor Penghambat
1. sebagian besar masyarakat masih bingung tentang permohonan pengajuan IMB. Masyarakat, masih tidak mengerti tentang syarat dan perhitungan sesuai denga nisi dari Perwal no 83 tahun 2017 tentang teknis perhitunganretribusi dan syarat syarat pengeluaran izin
2. Kesadaran wajib pajak dari badan maupun pribadi untuk mendaftarkan bangunannya
3. Perpindahan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan dari Dinas tata ruang Medan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan. Penulis memang menyatakan bahwa pindahnya Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan menjadi sebuah faktor pendukung di karenakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan memiliki tempat khusus untuk pelayanan IMB.
Tetapi ini juga merpukan faktor penghambat di karenakan perpindahannya masih baru dan banyak sekali hal yang harus dimulai dari awal lagi.
Contohnya: daftar realisasi dan target yang terdata di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan hanya mulai dari tahun 2018 sampai tahun 2019.
2. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Medan untuk mengoptimalkan realisasi penerimaan Retribusi IMB Kota Medan adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan, seperti memberikan penjelasan yang baik bagi pemohon IMB yang kurang mengerti prosedur pengurusan IMB, baik secara langsung maupun online. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan juga menyediakan website agar pemohon IMB dapat melakukan registrasi pengurusan IMB secara online;
b. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan memanfaatkan sarana dan fasilitas yang ada dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat khususnya para pemohon Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
c. Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengusaha untuk mendaftarkan bangunan yang dimiliki dengan lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang prosedur permohonan, tata cara dan pelaksanaan retribusi
5.2 Saran
Setelah melakukan penelitian pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kota Medan, maka penulis memberikan saran dan masukan yang sekiranya bermanfaat bagi upaya untuk mengoptimalkan realisasi penerimaan retribusi Izin Mendirikan Bangunan Kota Medan :
1. Menegakkan sanksi sesuai Perda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atau badan yang ingin mendirikan bangunan untuk membaut izin IMB.
2. Melakukan sosialisasi lebih canggih untuk menambah pemahaman masyarakat te ntang pentingnya membayar pajak melali televisi, instagram, youtube, twitter dan tiktok.
3. Melakukan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat bisa melalui media cetak seperti majalah, Koran
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku
B.Ilyas, Wirawan, Richard Burton. 2011. Hukum Pajak. Salemba Empat. Jakarta Kesit, Bambang Prakoso. 2004. Pajak dan Retribusi Daerah. Yogyakarta : UII Press.
Saragih, Juli Panglima. (2005). Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah:
Penerbit Ghalia Indonesia.
Siahaan, Marihot, 2005, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Penerbit PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Undang-Undang
Republik Indonesia, 2009, Undang-undang No. 16 Tahun 2009 tentang pengertian pajak
Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
Undang-undang no. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang
PP no. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
Perwal Kota Medan no. 83 tahun 2017 (perubahan perwal no. 98) tentang teknis perhitungan retribusi dan syarat syarat pengeluaran izin
Jurnal
Analisis Perbandingan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan
http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/16042 diakses pada 30 Agustus 202