155 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENIMGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN SOFT SKILLS MAHASISWA PENDIDIKAN
ADAMINISTRASI PERKANTORAN Ellys Siregar
Abstrak
Mata kuliah Strategi Pembelajaran merupakan mata kuliah yang mempersiapkan mahasiswa calon guru menguasai kompetensi pedagogi. Mata kuliah ini menuntut mahasiswa mampu melakukan pembelajaran dengan pendekatan student center learning dimana pembelajaran berpusat kepada siswa. Untuk memudahkan mahasiswa memahami materi-materi yang ada dibuku teks dengan kejadian nyata dilapangan maka diperlukan bahan ajar Strategi Pembelajaran berbasis masalah.
Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan Kompetensi Pedagogik dan Soft Skills mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran melalui pengembangan bahan ajar Strategi Pembelajaran. Target Khusus dalam penelitian ini adalah dihasilkannya: 1) RPS Strategi Pembelajaran, 2) Lembar Kegiatan (LK) berbasis Masalah, 3) Instrumen evaluasi.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) Dick &
Carey dengan tahapan sebagai berikut: 1) identifikasi tujuan umum pembelajaran, 2) analisis pembelajaran, 3) identifikasi tingkah laku dan karakteristik mahasiswa, 4) merumuskan tujuan performansi 5) mengembangkan acuan patokan, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan materi pembelajaran, 8) mendesain dan mengembangkan evaluasi formatif.
Dari hasil penelitian pengembangan bahan ajar Strategi Pembelajaran yang telah dilakukan dapat memudahkan mahasiswa dalam memahami materi strategi pembelajaran layaknya kegiatan pembelajaran senyatanya.
Kata Kunci: Bahan Ajar, Berbasis Masalah, Strategi Belajar Mengajar.
PENDAHULUAN
Pendidikan diselenggarakan sebagai proses pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Malalui aktivitas pendidikan mahasiswa dapat menguasai kompetensi yang dapat digunakan dalam kehidupannya di masyarakat. Mahasiswa Pendidikan
Administrasi Perkatoran Fakultas Ekonomi Unimed dipersipkan sebagia calon guru yang akan mengajar di SMK dan MAK Bisnis.
Sebagai seorang calon guru mahasiswa administrasi perkatoran harus memiliki beberapa kompetensi yakni: kompetensi Pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi
156 Profesional, (Lampiran Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007).
Mata kuliah Strategi Pembelajaran merupakan mata kuliah yang mempersiapkan mahasiswa sebagai seorang calon guru agar dapat melakukan pembelajaran dengan benar. Kompetensi Pedagogik yang harus dikuasai oleh seorang guru SMK dan MAK meliputi: 1) menguasai karakteristik, 2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, 3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diapu, 4) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, 5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, 6) memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktuasilasikan berbagai potensi yang dimiliki, 7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, 8) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, 9) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran, 10) melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Mengingat banyaknya kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa tersebut diatas, sunguh tidak benar kalau pembelajaran dilakukan hanya dengan ceramah dan latihan-latihan belaka. Dengan demikian untuk meningkatkan kemampuan menguasai kompetensi pedagogik dan softskill mahasiswa Pendidikan Administrasi
Perkantoran, maka perlu merancang bahan ajar Strategi Pembelajaran berbasis masalah. Bahan ajar yang akan dirancang meliputi Lembar Kegiatan Mahasiswa dan Instrumen Evaluasi serta RPS mata kuliah Strategi Pembelajaran berbasis masalah.
Sehingga diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman layaknya pembelajaran sebenarnya.
TINJAUAN PUSTAKA
Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Slameto (2010:2) mengatakan Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Selanjutnya Rusman (2014:1) Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman.
menggunakan informasi yang tidak bermakna.
Pembelajaran berbasis masalah adalah satu strategi pembelajaran yaitu satu solusi pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan belajar dengan cara membawa, mengantar, mempersyaratkan mahasiswa mempelajari konten materi ajar ketika menyelesaikan masalah.
Trianto (2010: 63) menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah
157 pembelajaran yang didasarkan pada prinsip
menggunakan masalah sebagai titik awal akuisisi dan integrasi pengetahuan baru.
Lebih lanjut Sani (2014: 127) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang penyampaiannya dilakukan dengan cara menyajikan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan, dan membuka dialog.
Mengembangkan hard skill adalah jawaban utama didalam keberhasilan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Namun demikian tidaklah cukup hanya kemampuan hard skill saja, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan soft skill dalam menghadapi berbagai tantangan saat melakukan pekerjaan tersebut. Menurut Admin dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja, tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Ditambahkan juga, bahwa dunia pendidikanpun mengungkapkan dengan berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Elfrindri (2011:67) Soft skills di definisikan sebagai keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk diri sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan Sang Pencipta.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model Dick and Carey (2009), Atwi (2004). Tahun pertama penelitian ini adalah melakukan Identifikasi kebutuhan meliputi kegiatan: 1) identifikasi tujuan Umum Pembelajaran, 2) melakukan analisis pembelajaran, 3) mengidentifikasi tingkah laku dan karakteristik siswa, 4) Merumuskan tujuan pembelajaran, 5) Mengembangkan tes acuan patokan, 6) mengembangkan stategi pembelajaran, 7) mengembangkan materi pembelajaran.
Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Pendidikan Ekonomi Unimed. Subyek penelitian sebagai sumber data kuantitatif dalam penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Strategi Pembelajaran. Dosen yang menjadi subyek penelitian ini adalah dosen yang mengampu mata kuliah Strategi Pembelajaran dan subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Administrasi Perkantoran yang mengambil mata kuliah Strategi Pembelajaran.
PEMBAHASAN
Langka awal dalam pengembangan bahan ajar strategi pembelajaran diawali dengan melakukan analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan pembelajaran. Analisis
158 kebutuhan dilakukan untuk menentukan
apa yang diinginkan setelah warga belajar melaksanakan pembelajaran. Pada langkah ini pengembang mengidentifikasi kebutuhan instruksional mata kuliah strategri pembelajaran dengan cara observasi dan interview kepada sejumlah siswa, dosen dan stakeholder. Dari hasil observasi dan wawancara bahwa penguasaan materi strategi pembelajaran harus berkaitan dengan bagaimana pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta didik dapat dengan mudah menerima makna dari pembelajarannya.
Setelah mengidentifikasi tujuan-tujuan pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Langkah terakhir dalam proses analisis tujuan pembelajaran adalah menentukan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang disebut sebagai entry behavior (perilaku awal/masukan) yang diperlukan oleh warga belajar untuk memulai pembelajaran. Tahap identifikasi perilaku awal dapat diketahui melalui wawancara dengan beberapa mahasiswa jurusan Administrasi Perkantoran Jurusan pendidikan ekonomi FE Unimed bahwa mahasiswa telah mengikuti mata kuliah Filsafat Pendidikan dan perkembangan peserta didik namun Strategi Pembelajaran belum pernah diterima mahasiswa.
Tujuan umum pembelajaran yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah Kompeten dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan umum selanjutnya di jabarkan menjadi tujuan khusus pembelajaran yang meliputi: 1) Memahami hakikat belajar dan pembelajaran, 2) Menguasai berbagai pendekatan pembelajaran, 3) Menguasai berbagai startegi pembelajaran, 4) Menguasai metode dan teknik pembelajaran, 5) Menguasai berbagai sumber, media dan alat pembelajaran, 6) Menguasai delapan keterampilan mengajar, 7) Kompeten melakukan kegiatan Remedial dan Pengayaan.
Alat penilaian yang dikembangkan dalam desain Instruksional pada mata kuliah strategi pembelajaran adalah alat penilaian berbasis masalah dimana mahasiswa diminta menganalisis masalah dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah pembelajaran yang dihadapi.
Pada tahap penyusunan strategi instruksional ini peneliti menyusun strategi pembelajaran pada pengorganisasian dan urutan kegiatan belajar. Peneliti membagi sistem penyampaian kegiatan belajar kedalam lima fase pembelajaran sebagai berikut: fase 1. Orientasi Peserta didik kepada masalah, fase 2 Mengorganisasikan peserta didik, fase 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok, fase 4.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan fase 5 Menganalisis dan
159 mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Pada setiap pase ditentukan garis besar kegiatan yang akan dilaksanakan, Lembar Kegiatan, media, alat dan waktu belajar (dalam menit).
Mengembangkan materi pembelajaran dilakukan dengan melakukan kompilasi materi dari internet, buku teks, wacana- wacana berkaitan dengan pembelajaran dari media massa dan lain-lain. Materi pembelajaran yang dirancang dilengkapi dengan kasus-kasus berkaitan dengan pembelajaran. Tahapan akhir dari kegiatan pengembangan bahan ajar Strategi Pembelajaran berbasis masalah adalah mendesain dan mengembangkan evaluasi formatif. Pada tahapan ini telah tersusun draf bahan ajar mata kuliah Strategi Pembelajaran yang meliputi: Lembar Kegiatan, Media Pembelajaran dan instrument evaluasi yang akan digunakan pada saat melakukan evaluasi formatif.
Hasil review ahli materi dapat diketahui bahwa Lembar kegiatan yang telah disusun sudah sangat baik karena telah meliputi seluruh tujuan pembelajaran pada mata kuliah Strategi Pembalajaran. Lembar Kegiatan yang dirancang meliputi:
memahami hakikat belajar dan pembelajaran, menguasai berbagai pendekatan pembelajaran, menguasai berbagai startegi pembelajaran, menguasai metode dan teknik pembelajaran, menguasai berbagai sumber, media dan alat pembelajaran, menguasai delapan
keterampilan mengajar, kompeten melakukan kegiatan Remedial dan Pengayaan.
Pengembang materi berdasarkan penilaian ahli materi dinilai sangat baik untuk kesesuaian dengan tujuan umum dan tujuan khusus pembelajaran. Kualitas visual dan kemenarikan dinilai baik. Ilustrasi, perwajahan dan layout, konsistensi, ukuran ketikan, penggunaan font style huruf, kotak dan garis sangat baik, bidang kosong dan warna baik. Ahli media memberi saran agar ilustrasi perlu lebih tegas dalam materi.
Bardasarkan wawancara didapat informasi agar pewarnaan lebih dipilih warna yang kuat agar dapat digunakan untuk membuat mahasiswa tertarik dan termotivasi untuk belajar.
PENUTUP
Simpulan
Dari hasil penelitian pengembangan bahan ajar Strategi Pembelajaran dapat disimpulkan:
1. Tujuan Umum Pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran adalah Kompeten dalam melakukan pembelajaran yang berbasis karakter.
2. Tujuan Khusus Pembelajaran mata kuliah Strategi Pembelajaran meliputi:
memahami hakikat belajar dan pembelajaran, menguasai berbagai pendekatan pembelajaran, menguasai berbagai startegi pembelajaran, menguasai metode dan teknik
160 pembelajaran, menguasai berbagai
sumber, media dan alat pembelajaran, menguasai delapan keterampilan mengajar, kompeten melakukan kegiatan Remedial dan Pengayaan.
3. Bahan ajar yang berhasil dikembangkan adalah Lembar Kegiatan (LK), media pembelajaran dan instrument evaluasi untuk setiap tujuan khusus pembelajaran.
Saran
Berdasarkan proses pengembangan yang telah dilakukan, beberapa saran dan rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebagai berikut.
1. Pruduk bahan ajar Strategi Pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan pada seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Strategi Pembelajaran agar lebih memudahkan mahasiswa menemukan makna dari pembelajaran yang diikuti.
2. Untuk memaksimalkan penggunaan bahan ajar yang telah dirancang sebaiknya dosen pengampu mata kuliah memahami model pembelajaran berbasis masalah.
DAFTAR PUSTAKA
Sani, Abdull, 2014, Ridwan, Pembelajaran Saintifik, Jakarta: Bumi Aksara
Al-Tabany,Trianto Ibnu Badar, mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstuall, Jakarta, Prenadamedia Grup.
Atwi Suparman, 2004, Desain Instruksional, Jakarta, UT
Carey W. Dick, and Carey, L & Carey. J. O.
(2009) The Systematic Design of Instruction, New Jersey, Person.
Elfindri dkk, 2011, Soft skill Untuk Pendidik, Jakarta: Baduose Media.
Permendiknas, Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Jakarta, Badan Standar Nasional Pendidikan
Purwanto, 2009, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta, Pustaka Pelajar
Rokhimawan, Moh. Agung, Implementasi Pengembangan Softskill mahasiswa PGMI dalam Pembelajaran sains di MIN 1
Wonosari yang bervisi Karakter Bangsa, Jurnal Literasi, Volume IV, No. 2 Desember 2013.
Rusman, 2014, Model-model Pembelajaran, Jakarta, Raja Grafindo Persada
Slameto, 2010, Belajar dan factor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta, Rinekacipta
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana, 2010