• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Dalam Kesehatan Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Masalah Dalam Kesehatan Masyarakat"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Masalah Dalam Kesehatan Masyarakat

Masalah : adalah kesenjangan antara

Harapan  kenyataan

Teori  praktek

Seharusnya ada  apa yang ada

Tujuan program  pencapaian program

Dari kesenjangan tersebut dapat dikembangkan pertanyaan, mengapa kesenjangan itu terjadi dan pertanyaan tersebut memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya bisa lebih dari satu.

Masalah Kesehatan

Dalam bidang epidemiologi, masalah kesehatan adalah masalah dengan frekuensi tinggi dan menyebar secara meluas di masyarakat

Pada awalnya ilmu epidemiologi hanya mempelajari mengenai penyakit infeksi dan menular saja, namun dalam perkembangannya epidemiologi kemudian juga mempelajari penyakit bukan infeksi dan tidak menular, misalnya penyakit degeneratif dan penyakit sosial. Saat ini epidemiologi juga mempelajari masalah-masalah kesehatan yang bukan penyakit, misalnya penelitian tentang keberhasilan program-program kesehatan.

Ruang lingkup bidang epidemiologi mencakup mengenai frekuensi, penyebaran dan faktor-faktor yang mempengaruh masalah kesehatan tersebut.

Penyakit sebagai salah satu masalah kesehatan Beberapa pengertian tentang penyakit adalah :

1. Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan dari fungsi atau struktur dari bagian, organ atau sistem tubuh.

2. Penyakit adalah suatu keadaan dimana proses kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu perjalanannya.

3. Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu keadaan terganggu dari keteraturan fungsi dalam dari tubuh.

(2)

Berikut ini adalah beberapa contoh masalah kesehatan dengan faktor-faktor penyebabnya.

Web of causation Theory

Kemiskinan

Pendidikan rendah

Produksi makanan rendah

Daya beli rendah

Fasilitas kesehatan kurang

Pengetahuan gizi rendah

Konsumsi makanan tidak memadai

Penyakit kurang gizi

Kesehatan kurang

Daya tahan tubuh &

penyerapan gizi terganggu

(3)

The environment of the health system Theory

Sehat

Lingkungan Pelayanan

Kesehatan Ket

urunan

Peri laku

(4)

Penemuan masalah kesehatan Sensus

Survei khusus

- Survei insiden penyakit - Survei prevalen penyakit Penyaringan kasus (screening) Pencarian kasus (case finding)

- Pencarian kasus aktif (active case finding) - Pencarian kasus pasif (pasive case finding) Survailen (surveillance)

(5)

PENELITIAN EPIDEMIOLOGI

Salah satu ruang lingkup epidemiologi ialah mempelajari tentang faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan penyebaran penyakit pada sekelompok manusia serta faktor penyebabnya. Untuk itu ditempuh suatu pendekatan yang berpola dan berstruktur yang dikenal dengan pendekatan epidemiologi.

Pendekatan epidemiologi adalah pola pendekatan yang mengandung rangkaian kegiatan untuk mendapatkan keterangan tentang besarnya masalah penyakit, dilakukan upaya pengumpulan, pengelolaan, penyajian dan interpretasi data tersebut. Ini pada dasarnya identik dengan kegiatan pokok suatu penelitian.

Penelitian epidemiologi adalah jenis penelitian yang mengkaji problema kesehatan dengan pendekatan komunitas. Dengan penelitian epidemiologi dapat diungkap kejadian, distribusi dan determinan suatu penyakit atau status kesehatan tertentu dalam masyarakat, dan faktor-faktor risiko yang berperan pada suatu status kesehatan atau penyakit tertentu.

Secara umum penelitian epidemiologi mempunyai tiga kegunaan :

1. Untuk kepentingan diagnosis, yaitu untuk menyusun diagnosis komunitas atau diagnosis kelompok.

2. Untuk kepentingan penelusuran patogenesis penyakit, yaitu mempelajari aspek etiologi dan perkembangan masyarakat.

3. Untuk kepentingan evaluasi program, yaitu sebagai sarana untuk menilai suatu tindakan pelayanan kesehatan masyarakat tertentu.

Untuk mewujudkan pencarian dan analisis data untuk mencapai tujuan penelitian dan pengujian hipotesis diperlukan suatu perencanaan tindakan yang disebut dengan rancangan penelitian. Rancangan penelitian dapat diartikan rencana tentang bagaimana cara mengumpulkan, menyajikan dan menganalisis data untuk memberi arti terhadap data tersebut. secara efektif dan efisien. Perencanaan penelitian meliputi tahap identifikasi, pemilihan dan perumusan permasalahan penelitian termasuk perumusan tujuan, definisi asumsi dan lingkup penelitian, studi pustaka merumuskan hipotesis, identifikasi, klasifikasi dan mendefinisikan variabel penelitian serta analisis data yang akan dipergunakan.

(6)

Bagan Penelitian Epidemiologi

EPIDEMIOLOGI

Ilmu yang mempelajari tentang masalah kesehatan pada sekelompok manusia

Frekuensi

dilakukan dua hal pokok yaitu :

- menemukan masalah kesehatan

- mengukur masalah kesehatan

Penyebaran

dikelompokan menurut :

- ciri-ciri manusia - tempat

- waktu

Faktor Yang Mempengaruhi Disusun langkah- langkah berupa : - merumuskan

hipotesa

- menguji hipotesa - menarik kesimpulan

Epidemiologi

Diskriptif Epidemiologi

Analitik

(7)

Rancangan Penelitian

Penelitian epidemiologi dapat dibagi menurut beberapa pembagian - Ada atau tidaknya intervensi :

Penelitian Observasional / survei

Penelitian Eksperimental / intervensi

- Menurut cara analisis datanya :

Penelitian diskriptif

Penelitian analitik

- Menurut jangka waktunya :

Penelitian Cross Sectional/ Transversal

Penelitian Kasus Kontrol/ Longitudinal Retrospektif

Penelitian Kohort/ Longitudinal Prospektif

Penelitian Observasional / survei

Adalah suatu penelitian epidemiologi dimana pengamatan terhadap fenomena kesehatan dilakukan dalam keadaan apa adanya, tanpa adanya intervensi atau perlakuan dari peneliti. Pada penelitian ini baik diskriptf ataupun analitik kedalaman analisis mekanisme sebab akibat tidak dapat diperoleh. Hasil yang didapat berupa dugaan- dugaan saja.

Penelitian eksperimental / intervensi

Ialah penelitian epidemiologi yang membandingkan data dari kelompok yang diberi perlakuan dengan kelompok yang tidak diberi perlakuan.

Penelitian intervensi adalah penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap masyarakat. Peneliti memberikan perlakuan atau manipulasi pada masyarakat, kemudian efek perlakuan tersebut diobeservasi, baik secara individual ataupun kelompok. Dalam kaitan fungsi penelusuran patogenesis penyakit, penelitian intervensi mempunyai potensi untuk mengungkap mekanisme sebab akibat antara faktor resiko (penyebab penyakit) dengan efek (penyakit atau status kesehatan tertentu).

(8)

Penelitian diskriptif

Suatu penelitian yang tujuan utamanya melakukan eksplorasi diskriptif terhadap fenomena kesehatan masyarakat yang berupa risiko ataupun efek. Pada penelitian ini peneliti hanya berusaha memotret gambaran suatu fenomena atau masalah kemudian menyajikan se diskriptif mungkin fenomena tersebut tanpa mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi.

Penelitian analitik

Pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk menggali bagaiman dan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi yaitu dengan melakukan analisis hubungan antar fenomena, baik antara faktor risiko dengan efek, antar faktor risiko, maupun antar efek.

Dari analisis hubungan tersebut dapat didekati seberapa besar kontribusi faktor risiko tertentu terhadap kejadian efek yang dipelajari.

Penelitian Epidemiologi Diskriptif Penelitian Epidemiologi Analitik

 Hanya menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan (who, Where, when)

 Juga menjelaskan mengapa suatu masalah kesehatan timbul di masyarakat (why)

 Pengumpulan, pengolahan, penyajian dan interpretasi data hanya pada suatu kelompok masyarakat saja

 Pengumpulan, pengolahan, penyajian dan interpretasi data dilakukan terhadap dua kelompok masyarakat

 Tidak bermaksud membuktikan suatu hipotesis

 Bermaksud membuktikan suatu hipotesis

Penelitian Cross Sectional

Merupakan penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor-faktor risiko dengan efek dengan pendekatan atau observasi sekaligus pada suatu waktu tertentu.

Disebut juga penelitian transversal karena model yang digunakan adalah “Point time Approach”. Pendekatan suatu saat bukan dimaksudkan semua subjyek diamati pada saat yang sama melainkan tiap subyek hanya diamati satu kali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabek pada saat pemeriksaan.

Langkah-langkah Penelitian Cross Sectional

(9)

1. Mengidentifikasi variabel penelitian yaitu variabel faktor risiko dan efek yang akan diteliti dan faktor risiko mana yang tidak diteliti pengaruhnya terhadap efek.

2. Menetapkan subyek penelitian dengan membuat batasan variabel.

3. Menetapkan sampel penelitian. Menentukan jenis sampling dan besar sampel.

4. Tahap pengumpilan data.

Perlu diperhatikan adalah instrumen pengukuran yang digunakan.

Bentuk instrumen pengukuran : - Form kuesioner.

- Form observasi klinik.

- Form observasi non klinik.

5. Menganalisis hasil pengamatan/pengukuran setelah dilakukan tabulasi data.

Analisis dapat berupa uji sttistik untuk pembuktian hipotesa atau analisis diskriptif.

Penelitian Kasus Kontrol (Case Control)

Pada penelitian kasus kontrol dilakukan perbandingan antara kelompok populasi yang menderita penyakit dengan yang tidak menderita penyakit kemudian dicari faktor penyebabnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan waktu secara longitudinal, atau “period time approach”

Karena yang diketahui adalah efek dan yang ingin diketahui adalah faktor risiko maka sifat penelitian ini disebut penelitian retrospektif yaitu melihat kembali kebelakang kejadian yang berhubungan dengan kesakitan.

Penelitian ini dimulai dari adanya kasus (data). Data kasus dapat diperoleh dari : 1. Hasil studi Cross Sectional.

2. Observasi / pengamatan lapang / klinik.

3. Data sekunder.

4. Kasus-kasus akut / epidemi.

(10)

Langkah-langkah Penelitian Kasus Kontrol 1. Merumuskan Hipotesa

2. Menetapkan populasi penelitian.

3. Menetapkan teknik dan besar sampel.

4. Mempelajari riwayat pemaparan dengan menggunakan kuesioner atau data sekunder.

5. Analisis data

Penelitian Kohort (Cohort)

Pada penelitian Kohort dilakukan perbandingan antara kelompok terpapar dengan kelompok tidak terpapar kemudian dilihat akibat yang ditimbulkannya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan waktu secara longitudinal, atau “period time approach”

Karena faktor risiko diidentifikasi lebih dulu dan yang ingin diketahui adalah efeknya, maka penelitian ini disebut penelitian prospektif yaitu mengikuti perkembangan faktor risiko sampai terjadi suatu efek tertentu yang berhubungan dengan kesakitan.

Langkah-langkah Penelitian Kohort 1. Merumuskan Hipotesa

2. Menetapkan polulasi penelitian dan sampel.

3. Tahap pengumpilan data. Dengan mengikuti perkembangan faktor risiko sampai terjadi suatu efek.

Bentuk instrumen pengukuran : - Form kuesioner.

- Form observasi klinik.

- Form observasi non klinik.

4. Analisis data

Keuntungan penelitian kohort

1. Dapat menyusun kriteria / batasan pada responden yang akan dipelajari.

2. Dapat melakukan pengamatan terhadap kemungkinan timbulnya fenomena / insidence selama perjalanan waktu sampai timbulnay efek.

(11)

3. Hasil yang diperoleh dapat lebih dipercaya.

4. Dapat lebih mengungkap hubungan sebab akibat antara faktor risiko dengan efek.

Kendala :

1. Membutuhkan waktu yang lama.

2. Membutuhkan biaya yang besar.

3. Membutuhkan ketelitian pengamatan selama perjalanan waktu faktor risiko menjadi efek.

4. Kemungkinan gagal tinggi karena sampel drop.

Penelitian eksperimental / intervensi

Ialah penelitian epidemiologi analitik yang membandingkan data dari kelompok yang diberi perlakuan dengan kelompok yang sama yang tidak diberi perlakuan atau membandingkan data satu kelompok sebelum dan sesudah diberi perlakuan.

Penelitian intervensi adalah penelitian eksperimental yang dilakukan terhadap masyarakat. Peneliti memberikan perlakuan atau manipulasi pada masyarakat, kemudian efek perlakuan tersebut diobeservasi, baik secara induvidual maupun kelompok. Dalam kaitan fungsi penelusuran patogenesis penyakit, penelitian intervensi mempunyai potensi untuk mengungkap mekanisme sebab akibat antara faktor resiko (penyebab penyakit) dengan efek (penyakit atau status kesehatan tertentu).

(12)

Populasi, Sampel dan Data

drg. Surartono D IKGM - IKGP FKG Unej

Populasi

Populasi adalah kumpulan subyek dengan kualitas dan ciri-ciri yang telah ditetapkan Penetapan populasi penelitian mengandung pengertian

1. Identifikasi kesatuan analisis

Satuan subyek terkecil yang akan diamati, misalnya karies  Gigi atau individu

2. Penetapan batas-batas keluasan populasi

Aspek geografis  desa, kabupaten

Aspek subyek  jenis kelamin, umur

Aspek obyek  jenis penyakit

3. Pemahaman kondisi subyek dalam populasi

Homogenitas  homogen atau heterogen

Variabel

Variabel adalah variasi yang membedakan subyek dalam populasi

Harus dapat diukur

Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri yang sama dengan populasi Sampel digunakan karena ada keterbatasan dalam waktu, tenaga dan biaya.

Karena jumlahnya lebih kecil dari populasi maka dapat meningkatkan keluasan, kedalaman dan ketepatan informasi.

Teknik sampling bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif

Prinsipnya  semakin besar jumlah sampel  semakin baik

Besar sampel dapat ditentukan dengan menggunakan rumus atau normatif

(13)

Secara garis besar, teknik sampling dibedakan menjadi :

1. Probability sampling  tergantung kepada aplikasi kemungkinan

Simple Random

Stratified Random

Cluster Random

2. Non Probability sampling berdasarkan pertimbangan tertentu

Purposive

Accidental

Data

Data adalah fakta yang dihasilkan oleh suatu situasi atau fenomena tertentu Berdasarkan skala datanya, dibedakan menjadi empat, yaitu :

Ukuran Nominal

Paling sederhana

Angka yang diberikan kepada obyek mempunyai arti sebagai label saja

Tidak menunjukkan tingkatan apa-apa

Misalnya : jenis kelamin, agama, pooling setuju tidak setuju

Ukuran ordinal

Angka yang diberikan kepada obyek mengandung pengertian tingkatan

Digunakan untuk mengurutkan obyek dari yang terendah ke tertinggi

Misalnya : ranking prestasi belajar, ranking pendapat sangat setuju setuju tidak setuju

Ukuran interval

Mengandung pengertian tingkatan

(14)

Ada jarak yang sama dari sifat obyek yang diukur

Misalnya : indeks prestasi

Ukuran rasio

Mengandung pengertian tingkatan

Ada jarak yang sama dari sifat obyek yang diukur

Memberikan nilai absolut obyek yang diukur

Misalnya : berat badan, tinggi badan

(15)

Variabel Dalam Penelitian

drg. Surartono D IKGM - IKGP FKG Unej

Variabel :

- Pengelompokan yang logis dari dua atau lebih atribut subyek.

- Perilaku atau karakteristik pada subyek yang memberikan nilai yang berbeda.

- Operasionalisasi dari suatu konsep sehingga dapat diamati dan diukur.

Jenis Variabel

Variabel X Variabel Y

Independent Variable Dependent Variable

Variabel Bebas Variabel Terikat

Variabel Pengaruh Variabel Terpengaruh

Variabel Kendali / Control Variable

- Variabel Penekan / Suppresor Variable - Variabel Pengganggu / Distorter Variable Variabel Antara / Intervening Variable

Variabel Pendahulu / Antacedent Variable

Independent Variable : Adalah suatu kejadian yang dimanipulasi atau keadaan yang memapar subyek penelitian yang akan memberikan nilai tertentu pada subyek.

Dependent Variable : Adalah kejadian yang diukur oleh peneliti dimana nilai atau variabilitas kejadian tersebut akibat dari manipulasi atau akibat adanya variabilitas pada variabel yang lain.

Independent Variable (X1)

Dependent Variable (Y) Independent

Variable (X2)

(16)

Control Variable : Adalah variabel yang diupayakan untuk konstan / tidak ada variabilitasnya sehingga pengaruhnya akan sama pada semua kejadian.

Suppresor/Distorter Variable : Adalah variabel yang dapat mempengaruhi hubungan variabel IV dan DV sehingga hubungan tersebut menjadi tidak nampak.

Contoh :

Seorang peneliti berasumsi bahwa jarak tempat tinggal dengan tempat pelayanan kesehatan akan mempengaruhi kunjungan seseorang ke tempat pelayanan kesehatan.

Setelah dilakukan pengambilan data pada tiga desa yang jaraknya berbeda-beda terhadap Puskesmas, didapatkan data sebagai berikut :

Tabel 1 : Jumlah Penduduk Yang Pernah Berkunjung Ke Puskesmas Menurut Jarak

Jarak Desa ke Puskesmas Jumlah Persentase

Desa A < 1 km 186 37,2%

Desa B 1 - < 3 km 154 30,8%

Desa C > 3 km 160 32,0%

500 100%

Dari Tabel 1, tampak bahwa asumsi peneliti adalah benar untuk Desa A dan Desa B tetapi tidak benar untuk Desa C.

Peneliti kemudian menduga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil tersebut.

Setelah penelitian dikembangkan dengan memasukkan faktor pendidikan didapat hasil sebagai berikut :

Independent Variable

Dependent Variable

Control Variable

(17)

Tabel 2 : Jumlah Penduduk Yang Pernah Berkunjung Ke Puskesmas Menurut Jarak dan Pendidikan

Jarak Desa ke Puskesmas

Pendidikan (tahun)

0 1 sd 6 7 + Jumlah

f % f % f % f %

Desa A < 1 km 56 11,2% 64 12,8% 66 13,2% 186 37,2%

Desa B 1 - < 3 km 47 9,4% 51 10,2% 56 11,2% 154 30,8%

Desa C > 3 km 34 6,8% 47 9,4% 79 15,8% 160 32,0%

500 100%

Dari Tabel 2, dapat dijelaskan bahwa memang jarak merupakan faktor yang mempengaruhi kunjungan ke Puskesmas yaitu pada Desa A dan Desa B tetapi ada faktor lain yang juga mempengaruhi kunjungan ke Puskesmas yaitu faktor pendidikan karena dengan pendidikan yang lebih tinggi dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan. Dalam kasus ini faktor pendidikan merupakan Variabel Kontrol karena dengan adanya perbedaan nilai dapat mengaburkan atau meghilagkan hubungan antara Variabel Bebas (jarak) dengan Variabel Terikat (jumlah kunjungan).

Intervening Variable : Adalah variabel yang menjadi perantara terjadinya hubungan variabel IV dan DV.

Antacedent Variable: Adalah variabel yang mendahului terjadinya hubungan variabel IV dan DV.

Independent

Variable Dependent

Variable Intervening

Variable

Antacedent Variable

Dependent Variable Independent

Variable

(18)

Teknik Pembuatan Skala

drg. Surartono D IKGM - IKGP FKG Unej

Teknik membuat skala yaitu suatu cara mengubah fakta-fakta kualitatif menjadi urutan kuantitatif

Yang sering digunakan adalah : - Skala Penilaian (Rating scales) - Skala Likert (Likert scales)

Berikut ini adalah contoh kuesioner dengan data nominal dan ordinal serta cara merubahnya menjadi data interval

Kuesioner Penelitian Untuk Penderita Pulpitis

Nama Responden :………..

Tanggal :………..

Kami mohon saudara memberikan jawaban sejujurnya. Jawaban saudara kami rahasiakan.

Identitas responden:

Nama :

Alamat :

Umur :

Pendidikan : Pekerjaan :

(19)

I. Kuesioner Pengetahuan tentang pulpitis

Berilah tanda (X) pada huruf a atau b atau c, bila menurut saudara benar.

1. Bagian gigi yang kelihatan dalam mulut, yang pada umumnya berwarna putih dan mengkilap disebut dengan:

a. Mahkota gigi b. Akar gigi c. Gusi

2. Gigi seri berfungsi sebagai:

a. Memotong makanan

b. Mencabik dan merobek makanan

c. Menggiling dan menghaluskan makanan 3. Gigi taring berfungsi sebagai :

a. Memotong makanan

b. Mencabik dan merobek makanan

c. Menggiling dan menghaluskan makanan 4. Gigi geraham berfungsi sebagai:

a. Memotong makanan

b. Mencabik dan merobek makanan

c. Menggiling dan menghaluskan makanan 5. Lapisan paling luar dari gigi, mempunyai fungsi:

a. Melindungi gigi terhadap rangsangan dari luar seperti panas,dingin, asam atau manis

b. Membantu mengikat akar gigi dengan tulang rahang c. Jawaban diatas betul semua

6. Bagaimana rasa sakit apabila bakteri menyerang lapisan paling luar gigi:

a. Terasa linu apabila minum air es atau dingin b. Sakit sekali

c. Cekot-cekot

7. Bagaimana rasa sakit apabila lubang gigi telah mengenai lapisan paling dalam dari gigi karena tidak cepat dilakukan perawatan :

a. Terasa linu apabila minum air es atau dingin b. Sakit sekali dan cekot-cekot

c. Terasa linu apabila kena angin

8. Lapisan paling dalam pada gigi yang disebut pulpa, berisi dengan:

a. Daging

b. Pembuluh darah c. Jaringan keras

9. Karies gigi atau gigi yang berlubang disebabkan oleh a. Makanan

b. Ulat

c. Jawaban diatas betul semua

(20)

10. Bakteri yang berasal dari makanan yang membusuk akan menyerang email dan dentin, tetapi apabila tidak segera dilakukan perawatan, maka bakteri tersebut akan

a. Berhenti

b. Berlanjut menuju ruang pulpa c. Hilang

11. Jumlah kunjungan yang harus dilakukan apabila gigi terkena pulpitis di Puskesmas hingga sembuh atau tumpatan tetap, yaitu:

a. Hanya satu kali kunjungan b. Dua kali kunjungan

c. Minimal lima kali kunjungan

12. Jumlah kunjungan untuk penderita pulpitis di Puskesmas berulangkali karena memerlukan perawatan untuk:

a. Sterilisasi (pemberian obat agar jaringan pulpa bersih) b. Menunggu obat masuk ke akar gigi

c. Menghilangkan rasa sakit

13. Agar gigi kita sehat dan kuat, maka kita melakukan sikat gigi:

a. Apabila akan tidur malam b. Setelah bangun pagi c. Jawaban a dan b benar

II. Kuesioner sikap untuk penderita pulpitis

Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan, berilah tanda () pada kotak STS (sangat tidak setuju), TS (tidak setuju ), S (setuju ), SS (sangat setuju ) sesuai dengan pendapat saudara.

1. Bagi saya, gigi hanya berfungsi untuk mengunyah saja

STS TS S SS

2. Apabila gigi saya ada yang hilang, maka saya merasa tidak enak untuk makan.

STS TS S SS

3. Makan makanan manis apabila tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan gigi berlubang

STS TS S SS

4. Apabila sakit gigi hanya terasa linu saja, maka tidak perlu ke Puskesmas

STS TS S SS

(21)

5. Apabila telah terlihat tanda titik hitam di permuakan gigi, sebaiknya segera ke Puskesmas

STS TS S SS

6. Saya pergi ke Puskesmas, setelah gigi terasa sakit yang amat sangat (cekot- cekot)

STS TS S SS

7. Gigi yang telah berlubang atau karies gigi bisa sembuh sendiri, tanpa perlu berobat ke Puskesmas.

STS TS S SS

8. Apabila gigi terasa sakit sekali, sebaiknya langsung minta dilakukan pencabutan saja

STS TS S SS

9. Apabila gigi saya sakit dan saya minum obat sendiri, kemudian apabila rasa sakit telah hilang, maka tidak perlu datang ke Puskesmas lagi

STS TS S SS

10. Kita sebagai pasien gigi perlu mengetahui sebab-sebab sakit gigi

STS TS S SS

11. Kita sebagai pasien gigi perlu mengetahui perawatan yang akan dilakukan

STS TS S SS

12. Jarak rumah dengan Puskesmas mempengaruhi saya untuk berobat

STS TS S SS

13 Waktu menunggu dan lama melakukan perawatan, mempengaruhi saya untuk melakukan pengobatan ulang

STS TS S SS

14. Biaya pengobatan terlalu mahal.

STS TS S SS

(22)

Dari Kuesioner I diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : - Jenis data adalah data nominal;

- Jawaban yang diperoleh adalah “Benar” atau “Salah”

Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi data interval dengan cara :

- Jawaban Salah diberi nilai “0”;

- Jawaban Benar diberi nilai “1”

- Skala yang digunakan adalah Skala Penilaian (Rating scales);

- Dibuat kategori nilai misalnya menjadi lima kategori : “Sangat Baik”, “Baik”,

“Cukup”, “Kurang”, “Sangat Kurang”.

- Kemudian ditentukan nilai maksimum, minimum dan intervalnya.

Nilai maks. = 13

Nilai min. = 0

Interval = 2,6

- Sehingga didapat rentang nilai untuk masing-masing kategori sebagai berikut :

Sangat Baik 10,4 - 13

Baik 7,8 - 10,3

Cukup 5,2 - 7,7

Kurang 2,6 - 5,1

Sangat Kurang 0 - 2,5

- Semua jawaban dari kuesioner yang telah diisi oleh satu subyek penelitian kemudian dijumlahkan sehingga didapat suatu nilai;

- Nilai tersebut kemudian dimasukkan dalam rentang nilai yang sudah dibuat sehingga subyek tersebut dapat dikelompokkan dalam kategori tertentu.

Dari Kuesioner II diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : Jenis data adalah data ordinal;

- Jawaban yang diperoleh adalah suatu rentang antara “Paling Baik” dan “Paling Buruk”

(23)

Data yang diperoleh dari kuesioner tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi data interval dengan cara :

- Jawaban Paling Buruk” diberi nilai “1”;

- Jawaban “Paling Baik” diberi nilai “4”

- Karena kuesioner tersebut mengenai sikap subyek, skala digunakan adalah Skala Likert (Likert scales);

- Dibuat kategori nilai misalnya menjadi lima kategori : “Sangat Baik”, “Baik”,

“Cukup”, “Kurang”, “Sangat Kurang”.

- Kemudian ditentukan nilai maksimum, minimum dan intervalnya.

Nilai maks. = 56

Nilai min. = 14

Interval = 8,4

- Sehingga didapat rentang nilai untuk masing-masing kategori sebagai berikut :

Sangat Baik 47,6 - 56

Baik 39,2 - 47,5

Cukup 30,8 - 39,1

Kurang 22,4 - 30,7

Sangat Kurang 14 - 22,3

- Semua jawaban dari kuesioner yang telah diisi oleh satu subyek penelitian kemudian dijumlahkan sehingga didapat suatu nilai;

- Nilai tersebut kemudian dimasukkan dalam rentang nilai yang sudah dibuat sehingga subyek tersebut dapat dikelompokkan dalam kategori tertentu.

(24)

ANALISIS DATA EPIDEMIOLOGI

drg. Surartono D IKGM-KGP FKG Unej

Pada dasarnya studi epidemiologi adalah penggambaran serta penjelasan dari berbagai fenomena yang terjadi pada masyarakat melalui angka-angka. Angka-angka (data) yang mewakili fenomena-fenomena tersebut didapat dari suatu pengamatan yang khas, terstruktur serta menurut kaidah-kaidah epidemiologi.

Makna analisis epidemiologi adalah mempelajari variasi-variasi kejadian pada masyarakat melalui angka-angka. Oleh karena itu untuk menganalisisi data tersebut diperlukan uji statistik yang sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitiannya.

Penelitian Deskriptif

Penelitian ini merupakan usaha untuk menggambarkan status kesehatan masyarakat, hasilnya disajikan dalam bentuk data yang diperoleh dari suatu observasi. Penelitian deskriptif tidak memiliki kemampuan untuk menunjukkan adanya hubungan antara paparan dan kejadian. Penelitian ini biasanya hanya menggambarkan pola-pola kejadian yang ditinjau dari aspek karakter manusia, misalnya jenis kelamin, umur, status dan sebagainya.

Berikut ini disajikan data kasar (raw data) mengenai kunjungan pasien ke klinik Fakultas Kedokteran Gigi Unej Bulan Januari 2004 beserta beberapa analisis deskriptifnya.

(25)

Tabel 1 : Data kasar kunjungan pasien ke klinik FKG Unej Bulan Januari 2004

Nama Umur GMP Karbo Karies OHI-S

A 14 1 11 0 2

B 26 2 16 2 1

C 34 1 18 0 1,5

D 15 2 17 7 3,5

E 29 2 16 0 1,5

F 20 1 21 5 1,5

G 17 2 16 1 1,5

H 25 1 15 3 3,5

I 30 2 18 2 1

J 18 1 15 1 1,5

K 16 1 17 1 1

L 19 1 12 6 1,5

M 21 2 21 3 3,5

N 24 1 17 3 1

O 22 2 10 2 3

P 28 2 19 0 1,5

Q 13 1 18 0 2

R 20 1 16 5 3

S 25 2 18 2 1,5

T 23 1 16 2 3,5

Keterangan :

GMP : Gemar makan minum panas OHI-S : Skor OHI-S

Karies : Skor Karies Karbo : Skor Diet Karbohidrat Kriteria

GMP : Gemar makan minum panas OHI-S : Kriteria OHI-S

1 : Gemar 1 : Baik

2 : Tidak Gemar 2 : Sedang

3 : Jelek

Karies : Kriteria Karies Karbo : Kriteria Diet Karbohidrat

1 : Sangat Rendah 1 : Sangat Rendah

2 : Rendah 2 : Rendah

3 : Sedang 3 : Sedang

4 : Tinggi 4 : Tinggi

5 : Sangat Tinggi 5 : Sangat Tinggi

Untuk mempermudah melakukan analisis deskriptif, Tabel 1 perlu dimodifikasi dengan menambah tiga kolom disebelah kanan yang berisi nilai Karbo, Karies dan OHI-S menurut kriteria yang sudah ditentukan.

Hasilnya adalah sebagai berikut :

(26)

Tabel 2 : Data Kunjungan Pasien ke Klinik FKG UNEJ Bulan Januari 2004 Nama Umur GMP Karbo Karies OHI-S Kriteria

Karbo

Kriteria Karies

Kriteria OHI-S-1

A 14 1 11 0 2 1 1 2

B 26 2 16 2 1 3 2 1

C 34 1 18 0 1,5 4 1 2

D 15 2 17 7 3,5 3 5 3

E 29 2 16 0 1,5 3 1 2

F 20 1 21 5 1,5 5 4 2

G 17 2 16 1 1,5 3 1 2

H 25 1 15 3 3,5 3 3 3

I 30 2 18 2 1 4 2 1

J 18 1 15 1 1,5 3 1 2

K 16 1 17 1 1 3 1 1

L 19 1 12 6 1,5 2 4 2

M 21 2 21 3 3,5 5 3 3

N 24 1 17 3 1 3 3 1

O 22 2 10 2 3 1 2 2

P 28 2 19 0 1,5 4 1 2

Q 13 1 18 0 2 4 1 2

R 20 1 16 5 3 3 4 2

S 25 2 18 2 1,5 4 2 2

T 23 1 16 2 3,5 3 2 3

Dari data pada Tabel 2 dapat dibuat beberapa analisis deskriptif untuk mempermudah interpretasi dari data tersebut

Berikut ini adalah beberapa contoh Analisis Data Deskriptif dari data tersebut.

Tabel 3 : Sebaran Karies Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004

Karies Frekuensi Persen

Sangat Rendah 8 40

Rendah 5 25

Sedang 3 15

Tinggi 3 15

Sangat Tinggi 1 5

Total 20 100

(27)

Diagram Pie” (Pie Chart) sebaran Karies Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004.

Tabel 4 : Sebaran OHI-S Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004

OHI-S Frekuensi Persen

Baik 4 20

Sedang 12 60

Jelek 4 20

Total 20 100

1,00 / 5,0%

3,00 / 15,0%

3,00 / 15,0%

5,00 / 25,0%

8,00 / 40,0%

Sangat Tinggi

Tinggi

Sedang

Rendah

Sangat Rendah

(28)

“Diagram Batang” (Bar Chart) sebaran OHI-S Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004

Tabel 5 : Tabulasi Silang Antara Karies dengan Kegemaran Makan Panas Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004

Karies

Total Gemar Makan Panas

Sangat

Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

f % f % f % f % f % f %

Gemar Makan Panas 5 25 1 5 2 10 3 15 11 55

Tidak Gemar Makan Panas 3 15 4 20 1 5 1 5 9 45

Total 8 40 5 25 3 15 3 15 1 5 20 100

Tabel 6 : Tabulasi Silang Antara OHI-S dengan Tingkat Konsumsi Karbohidrat Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004

OHI-S

Diet Karbohidrat Baik Sedang Jelek Total

f % f % f % f %

Sangat Rendah 2 10 2 10

Rendah 1 5 1 5

Sedang 3 15 4 20 3 15 10 50

Tinggi 1 5 4 20 5 25

Sangat Tinggi 1 5 1 5 2 10

Total 4 20 12 60 4 20 20 100

OHI-S

Jelek Sedang

Baik

Frequency

14

12

10

8

6

4

2 0

(29)

“Diagram Batang” (Bar Chart) Hubungan antara Karies dengan Kegemaran Makan Panas Penderita yang Datang di Klinik FKG Bulan Januari 2004

Gemar Makan Panas

Tidak Gemar Gemar Makan Panas

6

5

4

3

2

1

0

Karies

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

(30)

Pemilihan Teknik Analisis / Uji Statistik Univariat dan Bivariat Variabel Sejenis

Tujuan Uji

Jumlah Sampel/

pasangan

Sampel bebas/

pasangan

Jenis Variabel Kuantitatif

(rasio-interval) Populasi berdistribusi normal

Semi kuantitatif (ordinal) Kuantitatif distribusi

populasi tak normal

Kualitatif (nominal)

Komparasi

2

Bebas

Uji t 2 sampel bebas Uji Mann Whitney Uji peringkat bertanda Wilcoxon

Uji khi kuadrat Uji Fisher

Berpasangan Uji t sampel berpasangan

Uji peringkat bertanda Wilcoxon

Uji Mc Nemar

> 2

Bebas Anova 1 arah Uji Kruskall Wallis Uji khi kuadrat Berpasangan Anova subyek yang

sama

Uji Friedman Uji Chochran’s

Korelasi

Korelasi Pearson Regresi

Korelasi Spearman Korelasi Kappa

Koefisien kontingensi Koefisien Phi Koefisien Kappa

(31)

Pemilihan Teknik Analisis / Uji Statistik Univariat dan Bivariat

Variabel tergantung

Variabel bebas

Rasio/ Interval Ordinal Nominal

1 Variabel > 1 Variabel 1 Variabel > 1 Variabel 1 Variabel > 1 Variabel

0 Variabel

Uji t 1 sampel Uji Normalitas Uji t sampel berpasangan

Analisis kluster

Analisis faktor Matriks korelasi

Kolmogorov Smirnov 1 sampel Wilcoxon Rank

Model Loglinear

Uji khi kuadrat 1 sampel Uji McNemar

Model Loglinear

Rasio/

Interval

1 Variabel

Korelasi Pearson Regresi Analisis survival

Korelasi ganda Regresi ganda Analisis survival

Korelasi Spearman Korelasi Kendall’s tau

Anova multi faktor

Regresi ganda Analisis survival

Uji t 2 sampel bebas

Anava 1 faktor Analisis survival

Anova multi faktor

Regresi ganda Analisis survival

>1 Variabel

Korelasi kanonikal

Korelasi kanonikal Analisis jalur Model struktural

Multivariat anava

Multivariat anava

Multivariat anava

Multivariat anava

(32)

Variabel tergantung

Variabel bebas

Rasio/ Interval Ordinal Nominal

1 Variabel > 1 Variabel 1 Variabel > 1 Variabel 1 Variabel > 1 Variabel

Ordinal

1 Variabel

Korelasi Spearman Korelasi Kendall’s tau

Fungsi Diskriminan

Korelasi Spearman Korelasi Kendall’s tau Korelasi kappa

Model loglinear Koefisien konkordans

Uji tanda Uji median Uji jumlah peringkat Wilcoxon Uji Mann Whitney Uji Kruskal Wallis

Model loglinear

> 1 Variabel

Fungsi diskriminan

Fungsi Diskriminan

Model loglinear Koefisien konkordans

Model loglinear

Model loglinear

Model loglinear

(33)

Variabel tergantung

Variabel bebas

Rasio/ Interval Ordinal Nominal

1 Variabel > 1 Variabel 1 Variabel > 1 Variabel 1 Variabel > 1 Variabel

Nominal

1 Variabel

Uji t 2 sampel bebas

Anava 1 faktor

Fungsi diskriminan Regresi logistik

Uji tanda Uji median Uji jumlah peringkat Wilcoxon Uji Mann Whitney Uji Kriskal Wallis

Regresi logistik ganda Model loglinear

Uji khi kuadrat Uji Fisher Koefisien Phi Koefisien kappa

Regresi logistik ganda Model loglinear

> 1 Variabel

Fungsi diskriminan

Fungsi diskriminan

Model loglinear

Model loglinear

Model loglinear

Model loglinear

(34)

Beberapa Pengukuran Yang Sering Dipergunakan Dalam Epidemiologi

Rate ialah perbandingan suatu peristiwa dibagi dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena peristiwa tersebut

Rate = Event

X 100% (1000‰) Population at Risk

Rasio ialah perbandingan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lainnya

Ratio = Event A

Event B

Insiden rate ialah jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin terkena penyakit tersebut pada pertengahan jangka waktu tersebut dalam persen atau permil

Incidence Rate =

New Event

X 100% (1000‰) Population at Risk at Midlle

year

Period Prevalence Rate ialah jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu jangka waktu tertentu dibandingkan dengan jumlah penduduk pada pertengahan jangka waktu tersebut dalam persen atau permil

Period Prevalence Rate = New Event & Old Event X 100% (1000‰) Population at Midlle year

Point Prevalence Rate ialah jumlah penderita lama dan baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu saat dibandingkan dengan jumlah penduduk pada pada saat tersebut dalam persen atau permil

Point Prevalence Rate New Event & Old Event X 100% (1000‰) Population at This Time

Buku Acuan :

Azrul Azwar, 1988, Pengantar Epidemiologi. Binarupa Aksara, Jakarta.

Bambang Sutrisna, 1990. Epidemiologi Lanjut. Dian Rakyat, Jakarta.

Beaglehole R., Bonit R., Kjellstom T., 1993. Basic Epidemiology. WHO Geneva, Switzerland.

Bennet, F.J., 1987. Diagnosa Komunitas Dan Program Kesehatan. Yayasan Essentia Medika, Jakarta

Eckholm. E.P., 1985. Masalah Kesehatan. Gramedia, Jakarta.

Earl Babbie. 1998. The Practice of Social Research. Wadsworth Pub. Co. London.

Mc Mahon and Pugh F.T., 1970. Epidemiology, Principles and Methods. Little Brown and Co., Boston.

Notoatmodjo S, 1996. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta, Jakarta.

Rothman, K.J., 1995. Epidemiologi Modern. Yayasan Essentia Medika, Jakarta

Gambar

Tabel 1 : Jumlah Penduduk Yang Pernah Berkunjung Ke Puskesmas Menurut Jarak
Tabel 2 : Jumlah Penduduk Yang Pernah Berkunjung Ke Puskesmas Menurut Jarak dan Pendidikan
Tabel 1 : Data kasar kunjungan pasien ke klinik FKG Unej Bulan Januari 2004
Tabel 2 : Data Kunjungan Pasien ke Klinik FKG UNEJ Bulan Januari 2004 Nama Umur GMP Karbo Karies OHI-S Kriteria
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pola permukiman yang terbentuk merupakan penggabungan dari pola klaster dan linear, yang terbentuk akibat pertautan antara berbagai komponen jenis ruang

(3) Upaya- upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pelaksanaan budaya organisasi di PMI Kota Surakarta adalah (a) rapat rutin setiap 2 minggu sekali, (b)

Teknologi informasi dimanfaatkan dunia kesehatan untuk memberikan pelayanan yang cepat, efisien dan efektif. Telenursing merupakan wujud aplikasi penggunaan media

Pada umunnya siswa atau siswa adalah merupakan insan yang masih perlu dididik atau diasuh oleh orang yang lebih dewasa dalam hal ini adalah ayah dan ibu, jika orang tua

• Realisasi Sistem dg adder minimal dan delay minimal • Mencari Respon Steady State. • Struktur :

Manfaat penerapan ilmu Undang-Undang Cagar Budaya pada Program Studi Arkeologi adalah sangat positif, mengingat besarnya manfaat ilmu Arkeologi seperti yang

Restorasi Ekosistem adalah upaya mengembalikan unsur hayati (flora dan fauna) serta unsur non hayati (tanah, iklim dan topografi) pada suatu kawasan kepada jenis

bahwa berdasarkan pasal 4, pasal 5 dan pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai, dalam rangka penguasaan sungai Menteri yang bertanggung jawab di