• Tidak ada hasil yang ditemukan

KUMPULAN ABSTRAK JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KUMPULAN ABSTRAK JURNAL"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN

NASIONAL

TEMA HUMANIORA 2020

KUMPULAN ABSTRAK JURNAL

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN

NASIONAL

TEMA HUMANIORA 2020

Penyusun : Muh Dzul Akhyar

Penyunting : Desty Ayatun Funtayah

(2)

DESENTRALISASI DALAM ADMINISTRASI NEGARA

Erlis Karnesih

ABSTRAK

Krisis kepercayaan terhadap pemerintahan di Indonesia begitu meluas dan menga- kar. Pemerintah dianggap sudah tidak mampu menyelesaikan program-program peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Kinerja buruk tersebut, diindikasikan dengan munculnya berbagai persoalan seperti timbulnya kerusuhan di mana- mana, merebaknya penggunaan narkoba, meningkatnya jumlah rumah tangga yang tinggal dalam rumah tidak layak huni, memburuknya fasilitas pendidikan, dan merajalelanya korupsi di berbagai sektor penyelenggara negara. Kinerja buruk instansi pemerintah yang mendapat sorotan itu mendorong keinginan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat untuk menghidupkan kembali gagasan desentrali- sasi dalam arti yang luas. Melalui desentralisasi, Daerah Otonom berhak dan berkewajiban untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Dalam konteks ini, implementasi dari desentralisasi yang dibangun di atas prinsip good governance serta didukung oleh administrasi negara yang handal akan mencipta- kan instansi pemerintahan yang mampu menghasilkan dan melaksanakan kebijak- an publik yang baik, sehingga kualitas pelayanan dan kesejahteraan yang lebih baik pun akan terwujud.

Kata Kunci : Desentralisasi, Administrasi Negara

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 6, No. 3 (November 2004) : 203 - 216

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5529/2891 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v6i3.5529

(3)

MODEL INTERVENSI NEGARA PADA NAGARI DI SUMATERA BARAT: SEBUAH ANALISIS PEMECAHAN MASALAH DENGAN

MENGGUNAKAN PENDEKATAN ELITE DAN DISTRIBUSI KEKUASAAN

Tengku Rika, Valentina dan Roni Ekha Putera

ABSTRAK

Ada eforia yang terjadi ketika gerakan kembali ke-nagari di Sumatera Barat menjadi terasa berlebihan, karena masyarakat Minangkabau seperti punya keinginan terciptanya kembali nagari tradisional seperti pada masa dulunya, padahal dalam prakteknya sangat bertolak belakang. Nagari sekarang sengaja di format oleh Negara (baca: pemerintah daerah) dengan perubahan yang sangat substansi pada fungsi dan peran lembaga yang ada dalam nagari. Konsekuensinya nagari sebagai institusi lembaga formal pada tingkat lokal tidak lagi sepenuhnya otonom, banyak konflik yang menyertai perjalanannya, dengan segala kompleksitasnya sebenarnya sangat menarik untuk dijadikan sebagai bahan kajian diskusi yang dikupas dalam bentuk hasil penelitian karena antara Negara (baca:

pemerintah daerah) dengan nagari terselip keinginan untuk men-setting nagari dengan format yang berbeda, sehingga ada sebuah solusi yang penulis tawarkan untuk menjembatani dua perbedaan tersebut yang penulis uraikan dalam bentuk model analisis pendekatan elite dan distribusi kekuasaan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode Grounded Theory, mengambil analisis kasus pada satu nagari sebagai representasi dari ratusan nagari yang ada di Sumatera Barat, informan dalam penelitian ini adalah elite nagari yang dipilih berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hasil dari penelitian ini ada sebuah solusi yang menarik yang penulis tawarkan kepada pemerintah daerah dan nagari bagaimana cara “positif” menyalurkan opini publik masyarakat nagari sehingga tidak terjadi “perang kepentingan”dalam memetakan format sebuah nagari,dengan menggunakan analisis dasar pendekatan elite dan distribusi kekuasaan dan adopsi model bendungan menurut Jurgen Habermas dalam menata sebuah ruang publik.

(4)

Kata kunci: Nagari, Pemerintahan Nagari, Intervensi Negara, Ruang Publik

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 15, No. 1 (Maret 2013) : 91– 101

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/8650/3978 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v15i1.8650

(5)

ASAS HUKUM BAGI ORANG TERKENAL UNTUK MENGAJUKAN GUGATAN CYBERSQUATERDIKAITKAN DENGAN UNDANG-

UNDANG MEREK DI INDONESIA

Muhamad Amirulloh, Rika Ratna Permata, dan Helitha Novianty Muchtar

ABSTRAK

Pengaturan tentang hak menggugat bagi orang terkenal pada UU Merek dan Indikasi Geografs terhadap pendaftar serta penggunaan nama sebagai nama laman domain internet tanpa ijin (cybersquatter) belum ada, padahal materi ini telah diamanahkan atau diperintahkan oleh Pasal 27 ayat (1) UU ITE No. 11 Tahun 2008 jo UU No. 19 Tahun 2016. Melalui metode yurisdis normatif dan metode komparatif dengan Anticybersquatting Consumer Protection Act 1999 of USA, artikel ini mencoba memberikan landasan pemikiran perlunya perubahan terhadap ketentuan UU Merek terkait kewenangan atau hak orang terkenal dalam menggugat para cybersquatters, apabila nama orang terkenal tersebut telah didaftarkan dan dilindungi pula sebagai merek.Asas hukum legitima persona stands in judicio dapat digunakan untuk merevisi UU Merek dengan menambahkan ketentuan hak menggugat bagi orang terkenal terhadap pelaku yang menggunakan namanya sebagai nama domain internet.

Kata kunci: hak menggugat; orang terkenal;cybersquatting;harmonisasi; nama domain.

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 20, No. 3 (Nopember 2018): 231 - 235

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/13915/9014 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i3.13915

(6)

MODEL KEPERCAYAAN KESEHATAN DALAM SISTEM PENGOBATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN ROKAN HILIR

Caska dan Achmad Hidir

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan dan cara pemanfaatannya; 2) karakterisitik penderita dalam perspektif demografi dan jenis penyakit; dan 3) hubungan antara kondisi ekonomi keluarga dengan perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan. Lokasi penelitian di Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir. Sampelnya adalah Desa Panipahan 65 KK dan Teluk Pulai 45 KK. Hasil penelitian: 1) Perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan dilakukan dengan menggabungan pemanfaatan fasilitas kesehatan Sendiri (S), Medis (M), dan Non medis (N). Dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan, keluarga penderita memanggil dukun, bidan atau mantri ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan; 2) Karakterisitik penderita yaitu 33,63% tergolong penyakit yang berhubungan dengan kulit dan 30,9 % berkaitan dengan “saluran nafas” seperti batuk, asma dan sebagainya; dan 3) Kondisi ekonomi keluarga berkaitan dengan pola pemeliharaan kesehatan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan.

Kata Kunci: model kepercayaan kesehatan, sistem pengobatan masyarakat.

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 12, No. 3 (November 2010) : 284 – 295

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/11556/5346 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v12i3.11556

(7)

ANALISIS KARAKTERISTIK RESPONDEN DALAM MENUNJANG PENGGALIAN POTENSI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT

DALAM PENDANAAN KESEHATAN MELALUI ASURANSI KESEHATAN DI KOTA BANDUNG

Sharon Gondodiputro

ABSTRAK

Pendanaan kesehatan dari Gross Domestic Product tahun 2003 di Indonesia kecil yaitu 3,1%, 64,1% berasal dari masyarakat (74,3% bermekanisme out of pockets payment) dan 35,9% berasal dari pemerintah. Hanya 23,33% penduduk Kota Bandung yang melakukan pendanaan kesehatannya melalui pihak ketiga, sehingga potensi penggalian dana untuk kesehatan masih cukup tinggi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik penduduk yang dapat mendukung pendanaan kesehatan melalui asuransi kesehatan. Penelitian inimerupakan penelitian survey cross-sectional, analisis deskriptif dengan sampel 700 responden, yaitu masyara- kat kota dan belum menjadi peserta asuransi kesehatan. Hasil dan rekomendasi penelitian adalah wanita dapat dijadikan sasaran sosialisasi asuransi kesehatan, sasaran utama pengembangan asuransi kesehatan adalah usia produktif, penyampaian informasi tentang pendanaan kesehatan dilaksanakan dengan cara maupun bahasa yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan SMA ke bawah, penghasilan responden sangat fluktuatif dan tidak menetap sehingga pelaksanaan pengambilan iuran asuransi kesehatan akan menjadi kendala, sebagian besar responden mempunyai tanggungan ≤ 4 orang, semakin banyak jumlah tanggungan sebuah keluarga semakin besar total premi yang harus dibayar, 51,9% responden memiliki rumah sendiri, sehingga dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, maka diasumsikan bahwa seseorang dapat mengalihkan pengeluarannya untuk kebutuhan yang lain termasuk membayar iuran/premi asuransi kesehatan serta 54,6% responden tidak mempunyai kendaraan, sehingga perlu dipikirkan lokasi fasilitas pelayanan kesehatan yang dikontrak oleh badan asuransi serta perhi- tungan biaya transportasi.

(8)

Kata Kunci : Pendanaan kesehatan, Asuransi kesehatan, Karakteristik responden

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 9, No. 3 (November 2007) : 255 - 270

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5573/2935 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5573

(9)

ADVERBIA VERBA BAHASA RUSIA DAN PENGUNGKAPAN MAKNANYA DALAM BAHASA INDONESIA

Davidescu Cristiana

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis adverbial verba bahasa Rusia berdasarkan: 1) bentuk, 2) makna, 3) kategori modifikator, 4) posisi adverbia verba dan implikasi semantiknya, dan 5) bentuk pengungkapan maknanya dalam Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode distribusional dengan teknik substitusi, intrusi, dan paraphrase. Data diambil dari tiga novel Rusia dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk adverbia verba adalah 1) perfektif: (a) aktif dan (b) refleksif, dan 2) imperfektif: (a) aktif dan (b) refleksif. Makna adverbia verba adalah sebagai berikut: 1) temporal: (a) temporalitas dan (b) aspek aktualitas, 2) cara, 3) kausal, 4) kondisional, 5) tujuan, 6) konsesif, 7) komparatif, 8) komitatif, dan 9) atributif. Kategori modifikator adverbia verba yang ditemukan : 1) kata : (a) nomina, (b) verba, (c) adjektifa, (d) pronominal, (e) numeralia , dan 2) frasa : (a) frasa nomina, (b) frasa pronominal, (c) frasa verba, (d) frasa adjektifa, (e) frasa numeralia, (f) frasa preposisional. Adverbia verba dapat diposisikan dalam pre- posisi, inter-posisi, dan post-posisi. Implikasi semantik letak adverbia verba adalah: 1) ketika berada dalam pre-posisi , kehadiran adverbial verba adalah wajib dan yang ditekankan adalah kegiatan, 2) dalam interposisi kehadiran adverbial verba adalah opsional, dan 3) dalam post-posisi kehadiran adverbia verba adalah wajib, tekanan berada pada cara melakukan kegiatan. Bentuk pengungkapan makna adverbia verba dalam Bahasa Indonesia adalah : 1) bentuk morfologis : (a) verba aktif, (b) verba pasif, (c) verbare duplikatif, (d) verba ter-D, (f) verba P-I, dan 2) dua bentuk sintaksis : (a) frasa dan (b) klausa subordinatif.

Kata kunci: adverbial verba, bentuk, makna, modifikator, posisi.

(10)

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 10, No. 1 (Maret 2008) : 13-23

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5387/2749 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v10i1.5387

(11)

PROSESI PERALIHAN KEKUASAAN DARI HABIBIE KE ABDURAHMAN WAHID : SEBUAH PENELITIAN AWAL

Reiza D. Dienaputra, Agusmanon Yuniadi dan Dwi Agusta

ABSTRAK

Penelitian tentang Prosesi Peralihan Kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid bermaksud mengungkap jalannya proses peralihan kekuasaan dari Habibieke Abdurahman Wahid. Untuk memperoleh penjelasan genetis tentang jalannya proses peralihan kekuasaan tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah. Berdasarkan hasil pengamatan awal ini, proses peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid berlangsung secara demokratis dan konstitusional. Setidaknya ada dua peristiwa penting yang menandai jalannya proses peralihan kekuasaan. Pertama, pemilihan umum pada tanggal 7 Juni 1999.

Kedua, proses pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada tanggal 20 Oktober 1999. Kedua peristiwa penting dalam proses peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid membuat peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid menjadi peralihan kekuasaan pertama yang kesemua prosesnya berlangsung secara demokratis di dalam gedung MPR/DPR.

Di sampling itu, peralihan kekuasaan ini membuat Abdurahman Wahid menjadi presiden pertama Republik Indonesia yang dipilih melalui proses pemungutan suara. Tegasnya, peralihan kekuasaan dari Habibie ke Abdurahman Wahid merupakan peralihan kekuasaan yang paling demokratis dan konstitusional di Indonesia sepanjang era kemerdekaan.

Kata kunci : Prosesi, peralihan kekuasaan, demokratis, pemungutan suara, konstitusional.

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 3, No. 3 (Nopember 2001) : 177 - 186

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5203/2599

(12)

Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v3i3.5203

(13)

STRATEGI DAN MODEL PENGEMBANGAN WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU

Caska dan Henny Indrawati

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) strategi pengembangan wajib belajar 12 tahun; (2) posisi pengembangan wajib belajar 12 tahun; dan (3) model pengembangan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths Weaknesses-Opportunities-Treath). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat empat strategi pengembangan model wajib belajar 12 tahun, yaitu: a) Strategi Strengths-Opportunities/SO, b) Strategi Strengths-Treath/ST, c) Strategi Weaknesses-Opportunities/WO, dan d) Strategi Weaknesses-Treath/WT; (2) Posisi pengembangan Wajib Belajar 12 tahun Kabupaten Bengkalis pada Posisi Organisasi berada pada Kuadran III (tiga); 3) Model pengembangan Wajib Belajar 12 Tahun di Kabupaten Bengkalis adalah: a) Pembangunan Unit Sekolah Baru berupa SMA/MA/SMK Reguler; b) Pelaksanaan Kegiatan Kelompok Belajar Paket C; c) Pelaksanaan Ujian Persamaan SMA; d) Pembangunan SMA Luar Biasa; dan e) Pembangunan SMA Terbuka.

Kata Kunci: wajib belajar 12 tahun, strategi pengembangan, model pengem- bangan

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 11, No. 2 (Juli 2009) : 204 – 221

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5419/2781 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v11i2.5419

(14)

PENGEMBANGAN DAN DINAMIKA MODA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI PANGALENGAN JAWA BARAT

M. Ali Mauludin., Syahirul Alim., dan Viani P. Sari

ABSTRAK

Pangalengan telah menjadi salah satu sentra peternakan sapi perah terkemuka di Jawa Barat selain Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Hingga saat ini, hal tersebut masih terus berlangsung bahkan Pangalengan ditetapkan sebagai ikon peternakan sapi perah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan peternakan sapi perah dan dinamika moda produksi usaha peternakan sapi perah di Pangalengan dari masa ke masa mulai dari awal keberadaannya hingga saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan peternakan sapi perah di Pangalengan terklasifkasi menjadi tiga periode yaitu periode penjajahan (sebelum 1945), periode Perintis (tahun 1945 sampai 1975), dan periode Kontemporer (1975 s/d sekarang) sedangkan dinamika moda produksi usaha peternakan sapi perah terbentuk pada periodisasi tersebut antara lain capitalist, semi-petty commodity, petty commodity. Kekuatan produksi di tiap periode adalah ternak sapi perah, lahan dan keterampilan peternak.

Sedangkan yang membedakan dari keseluruhan periode tersebut adalah jumlah penguasaan ternak, ketersediaan lahan yang berkurang serta meningkatnya keterampilan peternak yang didukung oleh kemajuan teknologi dan pengetahuan.

Dalam hubungan produksi, terjadi transformasi hubungan kerja dan munculnya jenis pekerjaan baru.

Kata kunci: pengembangan, moda produksi, sapi perah, pangalengan

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Volume 19 No. 1 (Maret 2017) : 37 - 44

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/11392/6390

(15)

Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v19i1.11392

(16)

POLA PENGEMBANGAN USAHA PERUNGGASANDI JAWA BARAT ( Suatu Kasus di Kabupaten Ciamis dan Subang )

Maman Paturochman, M. Hasan Hadiana, Dulatip Natawihardja, dan Sjafril Darana

ABSTRAK

Survei perunggasan ayam ras pedaging di tingkat peternak plasma telah dilakukan di dua kabupaten, yaitu Subang dan Ciamis yang masing-masing sistem managemen usahanya memiliki pola khas. Pelaksanaan kemitraan pengadaan sarana produksi ditangani oleh Pengusaha Pengelola sebagai pihak inti melalui kontrak kerjasama upah bagi hasil bagi peternak plasma. Lama pemeliharaan ayam broiler di Kabupaten Subang terdiri atas dua kategori; pertama 28 – 32 haridan kedua 32 – 42 hari, sedangkan di Kabupaten Ciamis 32 – 42 hari. Rata- rata pendapatan per ekor di Kabupaten Subang Rp 100,45 dan di Ciamis Rp 112,55.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dua macam pola pengembangan, yaitu : di Kabupaten Ciamis berbentuk pola entrepreneur, sedangkan di Kabupaten Subang pola manajer. Penetapan formula harga ditentukan oleh faktor input utama, output di tingkat pasar lokal dan konversi ransum dengan penerapan asumsi :Harga ayam potong di pasar ≥ 2,7 harga ransum + 1,5 harga anak ayam umur sehari ad alah paling tepat untuk peternak plasma.

Kata Kunci : Pola pengembangan usaha, perunggasan.

Nama Jurnal: Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora Volume:Vol. 4,No. 3 (November 2002) : 165 - 173

Pdf:http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5269/2648 Doi:https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v4i3.5269

Referensi

Dokumen terkait

Pada prinsipnya dipakai saat operasi atau melakukan tindakan steril dengan keadaan aseptik, untuk mencegah kotoran dan rambutan jatuh saat melakukan tindakan yang

Menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi dan bernutrisi baik guna mencukupi kebutuhan energi ibu dan proses tumbuh kembang janin ,yang bersumber karbohidrat

Berdasarkan uraian tersebut, seiring dengan kemajuan teknologi membuat sangat penting untuk eksplorasi baik penelitian baru maupun memperdalam penelitian yang sudah

prevalensi B. hominis pada pada wisatawan dan ekspatriat di Kathmandu, Nepal sebesar 30%, namun tidak didapatkan bukti parasit tersebut merupakan penyebab gangguan

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (  Inflation

Q-Pay merupakan sebuah aplikasi mobile berbasis android dimana pada aplikasi ini memiliki fungsi untuk melakukan pencatatan informasi dan transaksi pembelian pada aplikasi toko

BPRS Al-Washliyah Medan Dalam Mengembangkan Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk mengetahui faktor yang menjadi kendala serta solusi dalam mengembangkan

ZALORA memberikan seller dengan sistem seller center untuk mengatur produk, stok dan pesanan ZALORA melakukan investasi besar di banyak channel mareting online dan