• Tidak ada hasil yang ditemukan

Facebook : ULPK Bpom Bali Instagram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Facebook : ULPK Bpom Bali Instagram"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

L A P O R A N K I N E R J A I N T E R I M

T R I W U L A N I I

B A L A I B E S A R P O M D I D E N P A S A R

Facebook : ULPK Bpom Bali Instagram : @bpomdenpasar Twitter : @BPOMdenpasar website : www.pom.go.id Jl. Tjut Nya Dien No. 5 Denpasar - Bali

Telp. (0361) 223763 / 234597

Fax. (0361) 234697 / 222159 / 225395

e-mail : [email protected] ;

[email protected]

(2)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR i

KATA PENGANTAR

OM Swastyastu,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Salam sejahtera untuk kita semua, Namo Buddaya,

Rahayu, Rahayu, Rahayu

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah/Laporan Kinerja (LAPKIN) Interim Triwulan II Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai Besar POM) di Denpasar tahun 2020 dapat diselesaikan tepat waktu.

Laporan Kinerja Interim Triwulan II Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar tahun 2020 disusun dalam rangka memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, serta Surat Keputusan Badan POM Nomor HK.02.02.1.02.20.66, tanggal 18 Februari 2020 tentang Pedoman penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Lingkungan Badan POM merupakan bagian dari pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas kinerja serta sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan, yang menggambarkan dinamika kinerja Balai Besar POM di Denpasar sampai dengan Triwulan II tahun 2020 terkait keberhasilan baik secara makro maupun mikro, pelaksanaan kegiatan dan program, serta kendala dan penyelesaiannya.

LAPKIN Interim Triwulan II tahun 2020 ini adalah media pertanggungjawaban yang berisi informasi mengenai kinerja Instansi Pemerintah, merupakan sarana evaluasi atas pencapaian visi, misi, tujuan organisasi dan pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan sepanjang enam bulan pertama. Penyampaian informasi kinerja melalui LAPKIN Interim Triwulan II tahun 2020 ini di samping merupakan sarana bagi Balai Besar POM di Denpasar untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh pihak terkait (stakeholders), masyarakat dan Badan POM, juga merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Balai Besar POM di Denpasar sebagai upaya meningkatkan kinerja di masa mendatang.

(3)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR ii

Prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di lingkungan Balai Besar POM di Denpasar dituangkan dalam LAPKIN Interim Triwulan II Tahun 2020.

Secara garis besar LAPKIN Interim Triwulan II tahun 2020, memberikan informasi mengenai rencana kinerja, perjanjian kinerja dan pengukuran capaian kinerja serta evaluasi internal atas kinerja Balai Besar POM di Denpasar padaTriwulan II tahun 2020. Rencana Kinerja tahun 2020 ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja, capaian kinerja diperoleh dari Pengukuran Kinerja, realisasi indikator kinerja 2020 dibandingkan target pada Perjanjian Kinerja

Tahun 2020 merupakan tahun pertama (awal) pelaksanaan Rencana Strategis Balai Besar POM di Denpasar tahun 2020-2024. Laporan Kinerja Interim Triwulan II ini menggambarkan evaluasi capaian, perbandingan capaian dengan target pada Triwulan II yang telah ditetapkan. Tahun 2020 ini Balai Besar POM di Denpasar telah menetapkan kegiatan- kegiatan strategis yang mengarah kepada pencapaian target sasaran tahunan, yang telah ditetapkan dalam rangka mengantisipasi permasalahan pengawasan Obat dan Makanan dengan mengacu kepada target lima tahun yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Balai Besar POM di Denpasar tahun 2015 – 2020.

Hasil evaluasi kinerja dalam LAPKIN Interim Triwulan II tahun 2020 ini, baik capaian kinerja yang memenuhi target maupun tidak, akan dikaji lebih lanjut sebagai upaya mengidentifikasi langkah perbaikan kinerja yang dapat dilakukan pada tahun-tahun berikutnya.

Informasi kinerja yang ada sepenuhnya akan dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja Balai Besar POM di Denpasar dalam upaya pemenuhan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Balai Besar POM di Denpasar.

Disadari bahwa tugas dan tanggung jawab pengawasan yang diemban Balai Besar POM di Denpasar sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM akan semakin luas dan kompleks. Untuk melakukan Pengawasan Obat dan Makanan dengan ruang lingkup yang semakin luas tersebut, Balai Besar POM di Denpasar tidak mungkin melaksanakannya sendiri dan sangat membutuhkan kerjasama dengan instansi terkait baik dengan Instansi Vertikal maupun Organisasi Pemerintah Daerah terutama untuk mensinergikan program/kegiatan masing-masing sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan masing-masing.

Di samping itu, peranan masyarakat sebagai konsumen dalam pengawasan Obat dan Makanan sangatlah penting. Masyarakat adalah penentu akhir apakah suatu produk akan dikonsumsi atau tidak, oleh karena itu pemberdayaan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencapaian kinerja Balai Besar POM di Denpasar.

(4)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR iii

Pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil dalam pencapaian kinerja Balai Besar POM di Denpasar. Terima kasih juga disampaikan kepada tim penyusun LAPKIN Interim Triwulan II tahun 2020 Balai Besar POM di Denpasar yang telah merampungkan laporan ini tepat pada waktunya. Laporan Kinerja Interim Triwulan II ini juga merupakan media pertanggungjawaban kinerja atas perjanjian kinerja triwulan II tahun 2020 antara Kepala Balai Besar POM di Denpasar dengan Kepala Badan POM serta digunakan dalam upaya peningkatan kinerja Balai Besar POM di Denpasar.

Akhirnya, kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan.

OM Santih, Santih, Santih, OM.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Denpasar, 15 Juli 2020

Kepala Balai Besar POM di Denpasar

Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., MH.

(5)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR iv DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... iv

Daftar Gambar ... vi

Daftar Tabel ... vii

Daftar Lampiran ... viii

Ringkasan Eksekutif ………. ix

Highlights……… . xv

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1. Gambaran Umum Organisasi ... 1

1.1.1 Tugas dan Fungsi Unit Kerja……… 1

1.1.2 Aspek Strategis Organisasi serta Permasalahan Utama Yang Sedang dihadapi Organisasi ……… 3

1.2. Struktur Organisasi…. ... …… 9

BAB II PERENCANAAN KINERJA……… . 15

2.1 Rencana Strategis Tahun 2020-2024……… 15

2.2 Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... … 27

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA……… 29

... 3.1 Capaian Kinerja Organisasi ... …… 29

3.1.1 Sasaran Kegiatan “ Terwujudnya Obat dan Makanan yang Memenuhi Syarat di Wilayah Kerja BBPOM di Denpasar…………...……… 34

3.1.2 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya Sarana Produksi dan Distribusi Obat dan Makanan di Wilayah Kerja BBPOM di Denpasar………. 43 3.1.3 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap

(6)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR v

Keamanan dan mutu Obat dan Makanan aman di wilayah

kerja BBPOM di Denpasar………. 47

3.1.4 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya Kepuasan pelaku usaha dan Masyarakat terhadap kinerja pengawasan Obat dan Makanan Berbasis Resiko di Wilayah Kerja BBPOM di Denpasar………. 48

3.1.5 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya Efektifitas Pemeriksaan Obat dan Makanan di Wilayah Kerja BBPOM di Denpasar………..……… 49

3.1.6 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya Efektivitas Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) Obat dan Makanan ……….…. 51

3.1.7 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya Pengujian Obat dan Makanan BBPOM di Denpasar yang optimal ……….…………...………… 52

3.1.8 Sasaran Kegiatan “ Meningkatnya Efektivitas penindakan tindak pidana Obat Dan Makanan di Wilayah Kerja BBPOM di Denpasar………. 54

3.1.9 Sasaran Kegiatan “Terwujudnya Organisasi BBPOM di Denpasar yang efektif………..….……. 57

3.1.10 Sasaran Kegiatan “ Terwujudnya SDM BBPOM di Denpasar yang Berkinerja Optimal……….…….. 58

3.1.11 Sasaran Kegiatan “Terbangunnya Sistem Operasional dan TIK BBPOM di Denpasar yang terintegrasi dan Adaptif ……… 58

3.1.12 Sasaran Kegiatan “ Terkelolanya Keuangan Balai Besar POM di Denpasar secara Akuntabel ……….…. 59

3.2 Realisasi Anggaran … ... 61

3.3 Analisis Efisiensi Kegiatan ...…… 63

BAB IV PENUTUP……….. 66

... 4.1 Kesimpulan ...…… 66

4.2 Saran ... … …. 69

(7)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR vi

DAFTAR GAMBAR Halaman

Gambar 1.1 Pulau Bali ... ..5

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Balai Besar POM di Denpasar ... 10

Gambar 1.3 Struktur Organisasi Loka POM di Kabupaten Buleleng ... 11

Gambar 2.1 Ringkasan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja BPOM Periode 2020-2024 ……….17

Gambar 2.2 Peta Strategi Level II Balai Besar POM di Denpasar ... 18

Gambar 3.1 Hasil Pengujian Obat ……. ... 35

Gambar 3.2 Hasil Pengujian Obat Tradisional ……….37

Gambar 3.3 Hasil Pengujian Suplemen Kesehatan ………..……… 39

Gambar 3.4 Hasil Pengujian Kosmetik ... 40

Gambar 3.5 Hasil Pengujian Makanan ... 42

(8)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR vii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Sasaran Kegiatan, Indikator Kinerja,Target dan % capaian Tahun 2020 ... 29

Tabel 3.2 Capaian Sasaran Kegiatan Tahun 2020... 33

Tabel 3.3 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 1 Tahun 2020 ... 34

Tabel 3.4 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 2 Tahun 2020 ... 43

Tabel 3.5 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 3 Tahun 2020 ... 48

Tabel 3.6 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 4 Tahun 2020 ... 48

Tabel 3.7 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 5 Tahun 2020 ... 49

Tabel 3.8 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 6 Tahun 2020 ... 52

Tabel 3.9 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 7 Tahun 2020 ... 52

Tabel 3.10 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 8 Tahun 2020 ... 55

Tabel 3.11 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 9 Tahun 2020 ... 58

Tabel 3.12 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 10 Tahun 2020 ... 58

Tabel 3.13 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 11 Tahun 2020 ... 66

Tabel 3.14 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan ke 124 Tahun 2020 ... 59

Tabel 3 15 Realisasi Anggaran tahun 2020 ... 62

(9)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Perjanjian Kinerja ... 1

Lampiran 2 Matriks Capaian RAPK ... 9

Lampiran 3 SK IKU ... 16

Lampiran 4 SK RKT. ... 20

(10)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR ix

Dalam rangka mendukung pencapaian Program Prioritas Pemerintah, Balai Besar POM di Denpasar sebagai UPT Badan Pengawas Obat dan Makanan menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi, kebijakan serta program dan kegiatan untuk periode 2020-2024. Tujuan utama Pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Bali yang tertuang dalam Renstra tahun 2020 – 2024 adalah :

1. Meningkatnya jaminan produk Obat dan Makanan aman, bermanfaat dan bermutu dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

2. Meningkatnya daya saing Obat dan Makanan di pasar lokal dan global dengan menjamin mutu dan mendukung inovasi.

Untuk mencapai Visi Misi Badan POM dan tujuan yang telah ditetapkan yang dituangkan dalam Revisi Renstra Balai Besar POM di Denpasar tahun 2020-2024 yang telah diupayakan untuk diupload di website Badan POM, ditetapkan 11 (sebelas) sasaran kegiatan dengan 28 (dua puluh delapan) Indikator kegiatan yang telah didokumentasikan dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Balai Besar POM di Denpasar Nomor : No. HK.07.116.1161.05.20.1.1348 tanggal 22 Mei 2020, diuraikan dalam Perjanjian Kinerja. Balai Besar POM di Denpasar sebagai unit kerja Eselon II wajib menyusun Perjanjian Kinerja yang merupakan komitmen Kepala Balai Besar POM di Denpasar sebagai pelaksana Pengawas Obat dan Makanan di Provinsi Bali dengan Kepala Badan POM. Perjanjian kinerja memuat target kinerja, Rencana Aksi Kinerja per triwulan serta angaran untuk melaksanakan kegiatan untuk mencapai target yang ditetapkan.

Hasil evaluasi pencapaian Kinerja hingga Triwulan II Tahun 2020 tiap sasaran kegiatan sebagai berikut :

No.

Sasaran Strategis dan

Indikator Kinerja 2020-

2024

No. Indikator Target

TW II

Realisasi TW II

Capaian Indikator

Capaian Sasaran Kegiatan

Kriteria

SK1 Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di wilayah kerja Balai Besar POM di Denpasar

1 Persentase Obat yang memenuhi syarat

80.80 86.64 107.23

110.64 Sangat Baik 2 Persentase Makanan

yang memenuhi syarat

78.00 87.20 111.79 3 Persentase Obat yang

aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan

80.00 78.64 98.30

RINGKASAN EKSEKUTIF

(11)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR x

4 Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan

77.00 96.43 125.23

SK2 Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan mutu Obat dan Makanan di wilayah kerja Balai Besar POM di Denpasar

5 Indeks kesadaran masyarakat (awareness index) terhadap Obat dan Makanan aman dan bermutu di wilayah Balai Besar POM di Denpasar

SK3 Meningkatnya Kepuasan pelaku usaha dan Masyarakat terhadap Kinerja Pengawasan Obat dan Makanan di wilayah Balai Besar POM di Denpasar

6 Indeks Kepuasan Pelaku Usaha terhadap

pemberian bimbingan dan pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan 7 Indeks kepuasan

Masyarakat atas jaminan Keamanan Obat dan Makanan

8 Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik BPOM

SK4 Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di wilayah Balai Besar POM di Denpasar

9 Persentase

keputusan/rekomendasi hasil inspeksi sarana produksi dan distribusi yang dilaksanakan

87.00 84.65 97.30

86.91 Cukup 10 Persentase

keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan

45.70 28.24 61.79

11 Persentase keputusan penilaian sertifikasi yang diselesaikan tepat waktu

85.00 95.88 112.80

12 Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan

50.00 81.08 162.16

13 Persentase sarana distribusi Obat dan makanan yang memenuhi ketentuan

60.00 52.45 87.42

14 Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Denpasar

SK5 Meningkatnya efektivitas komunikasi, Informasi,

15 Tingkat Efektifitas KIE Obat dan Makanan di wilayah BBPOM di Denpasar

72.00 93.62 130.03

(12)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR xi

Edukasi Obat dan Makanan di wilayah Balai Besar POM di Denpasar

16 Jumlah sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman

20.00 20.00 100.00

107.51 Baik 17 Jumlah desa pangan

aman

22.50 22.50 100.00

18 Jumlah pasar aman dari bahan berbahaya

40.00 40.00 100.00

SK6 Meningkatnya efektivitas pemeriksaan produk dan pengujian Obat dan Makanan di Balai Besar POM di Denpasar

19 Persentase sampel Obat yang diperiksa dan diuji sesuai standar

40.00 40.55 101.38

105.86 Baik 20 Persentase sampel

Makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standar

40.00 44.13 110.33

SK7 Meningkatnya efektivitas penindakan Kejahatan Obat dan Makanan di Balai Besar POM di Denpasar

21 Persentase keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan

40.00 61.20 152.99 152.99 Tidak Dapat Disimpulkan

SK8 Terwujudnya Tata Kelola

Pemerintahan Balai Besar POM di Denpasar yang optimal

22 Indeks RB Balai Besar POM di Denpasar 23 Nilai AKIP Balai Besar

POM di Denpasar SK9 Terwujudnya

SDM Balai Besar POM di Denpasar yang berkinerja optimal

24 Indeks Profesionalitas ASN Balai Besar POM di Denpasar

SK10 Menguatnya laboratorium, serta data dan informasi pengawsan Obat dan Makanan

25 Persentase Pemenuhan laboratorium pengujian Obat dan Makanan sesuai standar GLP 26 Persentase pengelolaan

data dan informasi Balai Besar POM di Denpasar yang optimal

SK11 Terkelolanya Keuangan Balai Besar POM di Denpasar secara Akuntabel

27 Nilai Kinerja Anggaran Balai Besar POM di Denpasar

93.00 52.12 56.04

80.35 Cukup 28 Tingkat Efisiensi

Penggunaan Anggaran Balai Besar POM di Denpasar

86 90 104.65

(13)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR xii

Kinerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar tahun 2020 Pelayanan Publik Balai Besar POM di Denpasar saat COVID-19

Dalam kondisi Pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh dunia, demi untuk tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, BBPOM di Denpasar tetap menerima masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik namun tetap disertai dengan melaksanakan ketentuan keselamatan standar yang harus diberlakukan seperti menjaga jarak dan menggunakan masker serta hand sanitizer.

Pengawasan Keamanan Pangan di Bulan Ramadhan, Mei 2020

Dalam rangka Pengawasan Pangan di bulan Ramadhan, Balai Besar POM di Denpasar kembali melaksanakan pengawasan di Kota Denpasar pada sarana supermarket yaitu : Swalayan Tiara Dewata, Swalayan SE Gatsu dan Toko Juwita. Pemeriksaan yang menyeluruh dilakukan terhadap komoditi/produk yang dijual dan tidak ditemukan produk rusak maupun kadaluwarsa. Produk dalam Parcel juga memenuhi ketentuan dan telah ada stiker jaminan dari toko terhadap isi parcelnya. Hal ini diapresiasi oleh BBPOM di Denpasar dan harus dipertahankan sesuai dengan persyaratan Pedoman Cara Retail Pangan yang Baik.

Pengawasan Pangan dan KIE melalui Mobil Operasional Laboratorium Keliling, Mei 2020 Tim Operasional Laboratorium Keliling Balai Besar POM di Denpasar bersama SAKA POM (Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan) melaksanakan pengawasan terhadap Pangan buka puasa di Kabupaten Karangasem.

Tampak hadir dalam acara pengawasan ini, Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Karangasem, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, I Wayan Sutrisna dan Dinas Kesehatan, I Putra Pertama. Lokasi sampling dan pengujian yaitu Lingkungan Karang Langko, Pasar Senggol Karangasem. Hasil sampling dan pengujian terhadap 27 sampel uji menunjukkan hasil Memenuhi Syarat Keamanan Pangan, bebas Rhodamin B, Metanil Yellow, Borax dan Formalin. Pangan tersebut diantaranya jajan pasar, kerupuk, bakso, tongkol, teri, dan lain-lain.

Dalam kesempatan yang baik ini, Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., MH. menyerahkan bantuan berupa APD, dan Masker kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID pemerintah Kabupaten Karangasem, yang diwakili oleh Bapak Asisten I. “Semoga bermanfaat untuk penanganan COVID-19 saat berjualan”.

HIGHLIGHT

(14)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR

xiii

Penyerahan Paket Sembako kepada Masyarakat terdampak COVID-19, Mei 2020

Di hari terakhir Ramadhan, BBPOM di Denpasar berbagi paket sembako kepada masyarakat yang terkena dampak pandemic COVID-19. Acara yang dikemas oleh Pramuka Peduli Daerah Bali ini juga dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali dengan memberikan sumbangan Handsoap dan Hand Sanitizer.

Masyarakat Desa Kuwum di Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan merasakan kegembiraan atas sumbangan sembako yang diberikan.

Sosialisasi QMS dan Reformasi Birokrasi 2020-2024, Mei 2020

Balai Besar POM di Denpasar secara konsisten dan berkesinambungan melaksanakan Sosialisasi QMS (Quality Management System) dan Reformasi Birokrasi 2020-2024. Pengetahuan dan pemahaman untuk implementasi Reformasi Birokrasi dengan tujuan Pelayanan Publik Berkualitas atau Pelayanan Prima menuju WBBM (Wilayan Birokrasi Bersih Melayani).

Pelaksanaan Pengawasan Pangan ter-Fortifikasi, Mei 2020

Petugas Bidang Pemeriksaan BBPOM di Denpasar melakukan sampling garam dan minyak goreng sawit yang termasuk pangan terfortifikasi di empat kecamatan di Kabupaten Bangli. Hasil sampling yang dilaksanakan tanggal 28 dan 29 Mei 2020 tersebut, selanjutnya telah diuji di laboratorium. Kegiatan Sampling dan pengujian produk Obat dan Makanan merupakan salah satu tugas, pokok, dan fungsi Balai untuk mengetahui mutu dan keamanan produk Post-Market.

(15)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR

xiv

Penyerahan Paket Sembako kepada Masyarakat terdampak COVID-19, Juni 2020

Partisipasi Balai Besar POM di Denpasar dalam meringankan beban masyarakat Bali akibat Pandemi COVID-19 melalui penyerahan sumbangan berupa 50 paket sembako dan 300 botol Hand Sanitizer. Bantuan diserahkan kepada Ketua Team Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. Selanjutnya bentuk partisipasi dari BBPOM ini dan juga partisipasi dari partisipan lainnya, akan disalurkan oleh PKK seluruh masyarakat di Provinsi Bali.

Pelaksanaan Penindakan terhadap Pelanggaran Distribusi Obat Tanpa Ijin Edar, Juni 2020 Pada hari Jumat, 19 Juni 2020 pukul 09.45 WITA, petugas Bagian Penindakan Balai Besar POM bersama dengan KORWAS PPNS POLDA Bali mendapat informasi dari masyarakat ada transaksi dan pengiriman barang berupa obat tanpa ijin edar. Petugas menyasar menuju lokasi transaksi. Selanjutnya dilakukan penindakan terhadap seorang yang terduga menjual obat tanpa ijin edar di daerah Ubung, Denpasar.

Obat tanpa ijin edar yang disita adalah tablet yang telah dilakukan Uji Laboratorium di Balai Besar POM di Denpasar dan positif menggandung Triheksifenidil dengan kadar zat aktif 2,49 mg/tablet. Karateristik dari Obat Triheksifenidil tersebut merupakan tablet putih dengan logo huruf Y yang berjumlah sebanyak 10.236 Tablet (10 Kaleng Plastik). PPNS Balai POM di Denpasar memohon bantuan penangkapan dan penahanan ke KORWAS PPNS, dan dilanjutkan dengan dilakukanya penangkapan dan penahanan terhadap tersangka oleh KORWAS PPNS POLDA Bali. Tersangka kemudian diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Rapat Tinjauan dan Kaji Ulang Manajemen, Juni 2020

Senin, 29 Juni 2020, dilaksanakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) ISO 9001:2015 dan Kaji Ulang Manajemen (KUM) ISO 17025:2017. Untuk pertama kalinya, RTM dan KUM dilaksanakan secara daring karena bertepatan dengan New Normal Pandemi COVID-19. Sebagian kecil pegawai mengikuti rapat di aula sedangkan seluruh pegawai mengikuti rapat di ruangan masing- masing bagi yang WFO (Work from Office) dan juga dirumah bagi pegawai yang WFH (Work from Home). Pelaksanaan kegiatan ini

(16)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR xv

tetap memperhatikan protocol kesehatan penanganan COVID-19, yaitu jaga jarak dan pakai masker. Acara yang dipandu oleh Manajer Representatif dan Manajer Mutu serta ditanggapi oleh Kepala BBPOM di Denpasar berlangsung secara tertib dan lancar, membahas setiap permasalahan dan mencarikan solusi untuk melangkah ke arah manajemen yang lebih baik untuk pelayanan publik yang berkualitas.

Pelaksanaan KIE dalam Rangka Hari Keamanan Pangan Dunia

Dalam rangka Hari Keamanan Pangan Dunia, tanggal 7 Juni 2020, Tim KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) Balai Besar POM di Denpasar tetap melaksanakan penyuluhan dan edukasi keamanan pangan di pasar tradisional serta melatih para kader keamanan pangan. Senin, 15 Juni 2020 dilaksanakan di Pasar Darmasaba. Kader Keamanan Pangan Desa dan Pasar juga dilatih menggunakan Rapid Tes Kit oleh tim KIE. Pasar yang tamapk lenggang di tengah pandemi memberi peluang kepada pedagang untuk memperhatikan penyuluhan yang diberikan.

Kunjungan Kerja Kepala Badan POM ke Provinsi Bali, Juni 2020

Kepala Badan POM melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Jumat, 12 Juni 2020. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan POM melakukan pertemuan dengan Gubernur Bali membahas terkait sinergi Badan POM dan Pemerintah Provinsi Bali dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di wilayah Bali. Diharapkan melalui sinergi ini dapat bersama-sama mengawal produk Obat dan Makanan yang diproduksi dan didistribusikan di wilayah Bali agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kunjungan Kerja Kepala Badan POM ke BBPOM di Denpasar, Juni 2020

Di tengah Pandemi COVID-19, dengan berpedoman pada tatanan "NEW NORMAL", Kepala Badan POM RI, Dr. Penny K. Lukito, dengan semangat dan keberanian yang tinggi hadir di Bali untuk memberikan semangat dan dukungan terhadap penanganan COVID-19 di Provinsi Bali.

Dari Bandara, rombongan Kepala Badan langsung meluncur menuju Jaya Sabha untuk bertemu dengan Gubernur Bali, dan keesokan harinya, Jumat, 12 Juni 2020 meninjau Laboratorium Pengujian Balai Besar

(17)

BALAI BESAR POM DI DENPASAR

xvi

POM di Denpasar untuk memonitor persiapan pengujian COVID-19 menggunakan RT PCR.

Dedikasi tinggi dan langkah cepat yang diambil oleh Kepala Badan POM RI harus menjadi teladan bagi seluruh insan Badan POM terutama pegawai Balai Besar POM di Denpasar.

Seusai kunjungan ke Laboratorium, Kepala Badan POM juga memberi arahan kepada seluruh pegawai. Motivasi untuk senantiasa semangat membangun negeri dan Apresiasi atas pelayanan publik yang meningkat selama WFH juga disampaikan oleh ibu Kepala Badan POM RI.

Selanjutnya beliau juga menghimbau, karena pandemi belum berakhir, seluruh pegawai harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan Penanganan COVID-19, melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat selama melaksanakan kegiatan di masa "New Normal". Mari tetap mendukung Indonesia dengan tatanan baru. Menuju Indonesia sehat bebas Corona.

Pelaksanaan KIE tentang Retail Pangan yang Baik secara Daring, Juni 2020

Jumat, 26 Juni 2020 Balai Besar POM di Denpasar bersama APRINDO (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia) Pengurus Daerah Bali melaksanakan kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat luas baik dari kalangan masyarakat umum, ibu rumah tangga, pedagang, mahasiswa maupun anggota APRINDO.

Topik hangat yang dibahas adalah seputar “ Tetap Sehat dan Aman Belanja di Retail Modern”

KIE yang berlangsung selama dua jam ini menghadirkan narasumber, Kepala BBPOM di Denpasar, Ni GAN Suarningsih yang membahas tentang Cara Retail Pangan yang Baik di Retail Modern. Sementara Narasumber lainnya, Ketua APRINDO, A.A. Ngurah Agung Agra Putra yang mengupas secara detail permasalahan beserta solusi yang dilakukan untuk Retail Modern selama masa pandemi COVID-19 dan New Normal saat ini.

Bincang Santai Keamanan Pangan di Pasar Tradisional dan Modern, Juni 2020

Mengingat kondisi dan situasi yang mengharuskan mengurangi pertemuan tatap muka, Balai Besar POM di Denpasar melaksanakan Bincang santai untuk mengedukasi masyarakat tentang Keamanan Pangan di Pasar Tradisional dan Pasar Modern. Topik menarik ini menjadi pokok bahasan dalam menyongsong era New Normal untuk tetap memperhatikan keamanan pangan saat berbelanja di Pasar Tradisional dan Modern dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19. Mengingatkan selalu untuk menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak saat berbelanja. Bincang santai yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2020 ini dapat ditonton secara live melalui streaming IG

@bpomdenpasar. Narasumber saat bicang santai yaitu Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. Ni G.A.N Suarningsih, Apt.,MH dengan akurat menyampaikan tiga bahaya pada pangan serta tips untuk menghindarinya. Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka bulan Keamanan Pangan Dunia, World Food Safety Day yang jatuh pada tanggal 7 Juni.

(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

I. GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. TUGAS DAN FUNGSI UNIT KERJA

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomer 80 Tahun 2017 Tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan yang selanjutnya disingkat BPOM adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang bertugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan. BPOM berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden melalui Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Obat dan Makanan terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

Sesuai dengan Peraturan BPOM Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan, terdapat 2 (dua) UPT Badan POM di Provinsi Bali yaitu :

1. Balai Besar POM di Denpasar dengan wilayah kerja Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karangasem.

2. Loka POM di Kabupaten Buleleng dengan wilayah kerja Kabupaten Buleleng dan Jembrana.

UPT BPOM berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan, yang secara teknis dibina oleh Deputi dan secara administratif dibina oleh Sekretaris Utama, mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :

(19)

2 TUGAS POKOK

Melaksanakan kebijakan teknis operasional di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

FUNGSI

1. Penyusunan rencana dan program di bidang pengawasan Obat dan Makanan

2. Pelaksanaan pemeriksaan sarana/fasilitas produksi Obat dan Makanan

3. Pelaksanaan pemeriksaan sarana/fasilitas distribusi Obat dan Makanan dan/atau sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian

4. Pelaksanaan sertifikasi produk dan sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan

5. Pelaksanaan pengambilan contoh (sampling) Obat dan Makanan 6. Pelaksanaan pengujian rutin Obat dan Makanan pada wilayah kerja

masing-masing

7. Pelaksanaan pengujian Obat dan Makanan dalam rangka investigasi dan/atau penyidikan pada wilayah kerja masing-masing

8. Pelaksanaan intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan pada wilayah kerja masing-masing

9. Pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan

10. Pelaksanaan koordinasi dan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan

11. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan Obat dan Makanan

12. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

(20)

3 Dilihat dari fungsi tersebut secara garis besar, terdapat 4 (empat) inti kegiatan, yakni:

1. Penapisan produk dalam rangka pengawasan Obat dan Makanan sebelum beredar (pre-market) dengan melaksanakan audit Pemeriksaan Sarana Balai (PSB) sarana produksi dalam rangka sertifikasi pangan, kosmetik dan obat tradisional serta audit dalam rangka sertifikasi CDOB, CPKB dan CPOTB;

2. Pengawasan Obat dan Makanan pasca beredar di masyarakat (post- market) mencakup : pemeriksaan penandaan dan label, pengambilan sampel, pengujian, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan;

3. Pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha melalui komunikasi informasi dan edukasi termasuk pembinaan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan daya saing produk. Selain itu melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan lintas sektor untuk penguatan kerjasama kemitraan dengan pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan;

4. Penegakan hukum melalui fungsi pengamanan, intelijen, dan penyidikan dalam rangka memberantas kejahatan di bidang Obat dan Makanan.

B. ASPEK STRATEGIS ORGANISASI SERTA PERMASALAHAN UTAMA YANG SEDANG DIHADAPI ORGANISASI

Perubahan besar pada industri farmasi dan makanan akibat kemajuan ilmu dan teknologi menyebabkan produksi obat dan makanan dalam skala besar baik jumlah, jenis maupun kualitas produknya.

Untuk memberi jaminan mutu, keamanan, khasiat/kemanfaatan yang dapat dipertanggungjawabkan saat beredar, maka harus dilakukan

(21)

4 pengawasan oleh pemerintah ( Badan POM ), setelah pengawasan oleh produsen sendiri dan pengawasan oleh konsumen. Untuk pemberdayaan konsumen dalam pengawasan perlu dilakukan komunikasi, edukasi dan informasi ke masyarakat secara rutin dan berkelanjutan. Terlebih lagi, fakta di lapangan menunjukkan adanya produsen yang melakukan pelanggaran di bidang obat dan makanan, seperti penambahan Bahan Kimia Obat pada obat tradisional dan penggunaan bahan berbahaya pada produksi makanan dan kosmetika.

Era globalisasi/perdagangan bebas yang semakin maju menuntut kesiapan industri dalam negeri untuk dapat bersaing dengan produk dari luar negeri. Untuk itu Badan POM termasuk UPT di daerah (Balai Besar POM di Denpasar dan Loka POM di Kabupaten Buleleng) perlu melakukan pemberdayaan terhadap industri secara intensif melalui pembinaan dalam penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) sehingga daya saing produk Indonesia di dalam dan luar negeri meningkat terutama produk UMKM Kosmetik yang merupakan produk unggulan di wilayah provinsi Bali.

Trend pengobatan sendiri di masyarakat baik menggunakan obat kimia ataupun obat tradisional/herbal yang diikuti dengan adanya promosi dan iklan yang gencar dengan informasi yang cenderung berlebihan/menyesatkan dapat menyebabkan penggunaan obat/obat tradisional/herbal yang berlebihan dan tidak sebagaimana mestinya.

Adanya peredaran produk tidak terdaftar dan atau palsu serta peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika pada jalur yang tidak resmi membutuhkan perhatian khusus untuk dapat ditanggulangi. Untuk itu, distribusi dan penggunaan sediaan farmasi/obat tradisional/herbal tersebut sangat perlu diawasi.

Peran Balai Besar POM di Denpasar dan Loka POM di Kabupaten Buleleng sebagai bagian integral dari Badan POM dalam melaksanakan pengawasan, sangat berkaitan erat dengan sistem ketahanan nasional

(22)

5 karena pada realitanya mempunyai posisi yang strategis yaitu tugas dan fungsinya memberikan perlindungan kepada masyarakat/konsumen dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.

INTERNAL

Balai Besar POM di Denpasar beralamat di Jalan Cut Nya Dien No.

5 Niti Mandala Renon, Denpasar, dibangun di atas tanah seluas 5000 m2 dengan Status kepemilikan tanah atas nama Pemerintah RI Cq. Badan POM RI. Luas total bangunan sebesar 3.456,43 m2, terdiri dari 3 gedung bangunan utama yaitu gedung Astina, gedung Ayodya, dan gedung Indraprasta.

Sarana penerangan menggunakan fasilitas PLN dengan daya 180 KVA dan mesin Generator 100 KVA. Untuk sarana komunikasi menggunakan 4 saluran telepon: (0361) 223763, 234597, 225395 dan 222159, Faximile : (0361) 234597 dan 225395 dan Email : [email protected] dan [email protected]. Untuk menambah jangkauan informasi pelayanan publik, Balai Besar POM di denpasar menggunakan media sosial twitter, facebook dan instagram, serta WhatsApp di Nomor 0899-0640-448

Balai Besar POM di Denpasar sudah diakreditasi SNI 17025 sejak tahun 2002 untuk sistem mutu laboratorium dan telah disertifikasi ISO 9001 sejak tahun 2010 untuk sistem mutu manajemen. Laboratorium Balai Besar POM di Denpasar merupakan Laboratorium Unggulan untuk pengujian Narkotika dan Psikotropika (NAPZA). Laboratorium pangan dan bahan berbahaya telah mengikuti uji profisiensi yang diselenggarakan oleh provider International (FAPAS, APLAC) sejak tahun 2012 sampai saat ini tetap mengikuti uji profisiensi setiap tahun.

Laboratorium terapetik juga mengikuti Uji Profisiensi International (NOMCoL Asia Pacific Proficiency Test). Dalam sistem INSW (Indonesian

(23)

6 National Single Window) telah terhubung dengan Bea Cukai sejak tahun 2015.

Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Balai Besar POM di Denpasar per 31 Maret 2020 sebanyak 94 orang pegawai tersebar di 5 (lima) bidang/bagian sedangkan SDM di Loka POM di Kabupaten Buleleng sebanyak 20 orang. Berdasarkan riwayat pendidikan pegawai Balai Besar POM di Denpasar terdiri dari 15 pegawai (15.96%) non sarjana, 41 pegawai (43.62%) berpendidikan sarjana, 26 (27.66%) pegawai berpendidikan Apoteker, dan 12 pegawai (12.77%) berpendidikan pasca sarjana.

Sedangkan SDM di Loka POM di Kabupaten Buleleng berdasarkan riwayat pendidikan terdiri dari 2 pegawai (10.00%) non sarjana, 12 pegawai (60.00%) berpendidikan sarjana, 5 pegawai (25.00%) berpendidikan Apoteker, dan 1 pegawai (5.00%) berpendidikan pasca sarjana.

Anggaran Balai Besar POM di Denpasar termasuk Loka POM di Kabupaten Buleleng, pada tahun 2020 sebesar Rp 43.157.679.000, dengan realisasi smpai dengan akhir Triwulan I sebesar Rp.

5.497.975.813,- dan % capaian anggaran sebesar 12.74%. Apabila dibandingkan dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 42.547.747.000,- dengan realisasi sampai dengan akhir triwulan I sebesar Rp. 4.291.018.648,- dengan % capaian anggaran sebesar 10.09%, sehingga terlihat ada peningkatan capaian sebesar 2.65%.

EKTERNAL

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 12 Tahun 2018 tentang tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan, cakupan wilayah kerja Balai Besar POM di Denpasar meliputi 7 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem

(24)

7 dan Kota Denpasar. Wilayah kerja Loka POM di Kabupaten Buleleng adalah Kabupaten Buleleng dan Jembrana.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.780 km2 atau 0.29% dari luas kepulauan Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah penduduk Provinsi Bali hasil prediksi registrasi penduduk tahun 2019 sebanyak 4.246.000 jiwa, tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota dengan jumlah penduduk terbanyak di kota Denpasar.

Jumlah sasaran pengawasan sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan di Provinsi Bali sebanyak 3.769 sarana dengan rincian 713 sarana produksi dan 3.056 sarana distribusi. Sarana produksi terbanyak adalah sarana produksi pangan sebanyak 661 terdiri dari 79 Sarana MD dan 582 sarana PIRT. Sarana produksi Obat Tradisional sebanyak 21 sarana terdiri dari 12 sarana Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), 7 sarana Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan 2 sarana Industri Obat Tradisional (IOT), sedangkan sarana produksi kosmetika sebanyak 31. Sarana distribusi terbanyak adalah sarana distribusi pangan dan bahan berbahaya dengan jumlah 1.217, berikutnya adalah sarana distribusi Terapetik dan Napza sebanyak 1.109, sarana distribusi Kosmetik sebanyak 581 dan sarana distribusi Obat Tradisional dan Produk komplemen sebanyak 149 sarana.

Isu-isu strategis yang merupakan isu Nasional maupun isu spesifik Provinsi Bali yang memiliki pengaruh besar terhadap kinerja antara lain :

1. Adanya Pandemi Penyakit Akibat Virus COVID-19

Penyebaran virus corona (covid-19) hingga saat ini masih menjadi isu hangat di dunia internasional, termasuk di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3) secara resmi menyatakan wabah korona sebagai pandemi global. Hal itu didasari oleh cepat dan masifnya penyebaran virus ini ke sejumlah negara.

(25)

8 Dalam waktu kurang dari tiga bulan, telah terdapat 118 ribu kasus di 114 negara, termasuk Indonesia. Di negeri ini warga negara yang dinyatakan positif terjangkit virus korona pun terus bertambah jumlahnya. Tentunya hal ini memberikan dampak terhadap mobilisasi dan produktivitas, baik bagi profesional ataupun masyarakat

Situasi dan kondisi ini menjadi masalah serius di seluruh dunia yang perlu penanganan tepat dan seksama, termasuk di Indonesia.

2. Peredaran obat Tanpa Ijin Edar (TIE) atau ilegal

Sebagai daerah tujuan wisata maka intensitas lalu lintas orang dan barang –barang khususnya produk kebutuhan wisatawan sangat tinggi, hal ini rentan terhadap peredaran produk ilegal dan disinyalir menjadi tempat untuk lalu lintas peredaran gelap narkotika. Oleh karena itu pengawasan obat dan makanan di daerah perbatasan/pelabuhan perlu ditingkatkan dengan melakukan kerjasama yang lebih intensif dengan instansi terkait (Bea Cukai, Dinas Perdagangan, Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kesehatan dan instansi terkait lainnya), dalam melakukan pencegahan terhadap peningkatan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha.

3. Perkembangan UMKM

Daerah Bali merupakan daerah potensial untuk pengembangan Obat Asli Indonesia, terutama dengan tersedianya ribuan ”lontar usadha” yang merupakan warisan leluhur yang telah dimanfaatkan secara turun temurun. Produksi Obat Tradisional baik yang dilakukan oleh UMOT, UKOT atau IOT memerlukan bimbingan dan pembinaan untuk pengembangannya baik dari segi proses

(26)

9 produksi cara produksi (CPOTB) maupun pengembangan SDM nya.

UMKM kosmetik juga mengalami perkembangan yang sangat pesat di Bali khususnya produksi Kosmetika Tradisional yang terbuat dari bahan-bahan herbal. Terhadap UMKM yang memproduksi kosmetika dari bahan herbal memerlukan pembinaan yang lebih intensif dalam pengembangannya karena membutuhkan informasi yang lebih detail menyangkut aspek keamanan bahan baku yang digunakan dan legalitas produk.

4. Perkembangan UMKM

JKN merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin agar setiap rakyat dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang minimal layak menuju terwujudnya kesejahteraan sosial yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam JKN juga diberlakukan penjaminan mutu obat yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Implementasi JKN mengakibatkan, jenis obat yang beredar di pasaran sangat bervariasi baik jumlah maupun jenisnya, sehingga Balai Besar POM di Denpasar harus meningkatkan pengawasan terutama pada sarana distribusi. Untuk menunjang pengawasan, kapasitas dan kapabilitas laboratorium pengujian, kompetensi SDM juga harus terus ditingkatkan.

5. Trend Penjualan Produk Obat dan Makanan Secara Online/Daring Kemajuan teknologi ikut mempengaruhi trend cara penjualan produk di Indonesia, salah satunya melalui online trading.

Pengawasan rutin menunjukkan bahwa praktek penjualan obat, suplemen kesehatan, OT, kosmetika dan makanan ilegal melalui situs internet semakin marak. Untuk itu, penertiban peredaran produk ilegal yang dipasarkan secara online menjadi salah satu fokus pengawasan Badan POM. Balai Besar POM di Denpasar melalui

(27)

10 kegiatan Pemberantasan Obat dan Makanan ilegal terus berkomitmen untuk melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi persyaratan, termasuk Obat dan Makanan impor ilegal yang dipasarkan secara online.

6. Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi dalam upaya peningkatan efektifitas pengawasan Obat dan Makanan.

Berdasarkan hasil survei Badan POM, indeks pengetahuan masyarakat Bali terhadap keamanan Obat dan Makanan senilai 74.63 (melebihi skala nasional senilai 61.00) namun tetap perlu dilakukan terus pemberdayaan masyarakat konsumen melalui penyebaran informasi dengan melaksanakan penyuluhan kepada kelompok-kelompok masyarakat di setiap lini.

Sedangkan hasil survei terkait indeks kepatuhan pelaku usaha obat dan makanan di Bali senilai 74.63 kepada produsen juga perlu diberikan informasi dan edukasi agar mengedepankan tanggung jawab moral yaitu melakukan kegiatan produksi dengan mengikuti cara-cara berproduksi yang baik dan tanggung jawab hukum yaitu dengan melengkapi perijinan yang diperlukan dalam berproduksi.

Pada saat ini pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan tetapi masih perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas dan kuantitasnya.

7. Trend penyebaran informasi melalui media sosial

Salah satu media sosial yaitu media online sangat membantu setiap individu dalam berkomunikasi tanpa terbatasi oleh jarak dan waktu, membantu individu dalam menyampaikan dan mendapatkan informasi, yang saat ini berkembang dengan sangat pesat. Berbagai macam informasi terkait obat dan makanan beredar dalam hitungan detik ke seluruh penjuru tanah air. Namun yang perlu menjadi kewaspadaan adalah informasi yang tidak benar justru lebih cepat

(28)

11 menyebar dan menjadi viral di dunia maya. Peningkatan kemampuan SDM sangat diperlukan untuk mengklarifikasi berita-berita yang tidak sesuai, ekspektasi masyarakat memberi harapan yang tinggi terhadap Badan POM sebagai institusi tempat bertanya tentang Obat dan Makanan. Beberapa kegiatan penelusuran, sampling dan pengujian dilakukan untuk menjawab berita-berita di media sosial, selain itu dilakukan juga sharing informasi antara Balai Besar POM di Denpasar dengan masyarakat melalui facebook, twitter, instagram dan WhatsApp.

8. Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya telah dilaksanakan Balai Besar POM di Denpasar sejak tahun 2013 - 2019 terhadap 8 pasar intervensi, namun intervensi yang dilakukan masih belum berhasil mewujudkan pasar aman dari bahan berbahaya. Berdasarkan hasil pengawasan pangan yang beredar di pasar tradisional di Bali, masih ditemukan peredaran bahan berbahaya dan pangan mengandung bahan berbahaya khususnya pewarna merah Rhodamin B yang merupakan pewarna tekstil yang disalahgunakan pada jajan tradisional Bali dan juga pada terasi curah. Bahkan Bali termasuk empat besar penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan yaitu 9% sedangkan skala nasional hanya 6%. Selain itu peredaran teri medan yang mengandung formalin juga masih di temukan. Perlu upaya yang lebih intensif untuk perkuatan dan sinergisme dengan Tim Pengawas Terpadu di Provinsi Bali sebagai tindak lanjut dari Inpres Nomor 3 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 41 Tahun 2018. Pada tahun 2019 telah dilaksanakan kegiatan koordinasi antar instansi terkait, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 41 tahun 2018 dan telah menghasilkan Surat Keputusan Gubernur

(29)

12 dan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali yaitu Keputusan Gubernur Bali Nomor 914/03-R/HK/2019 tanggal 27 Pebruari 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Tim Koordinasi Pengawasan Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Pangan Provinsi Bali serta Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor 497 tahun 2019 tentang Penyalahgunaan bahan Berbahaya pada Pangan

9. Urgency Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan

Dalam menghadapi meningkatnya permasalahan pengawasan Obat dan Makanan yang semakin luas dan kompleks meskipun secara de facto tugas pokok dan fungsi telah dapat dilaksanakan, namun Badan POM belum didukung oleh perangkat hukum yang kuat berupa Undang-Undang tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang akan mendasari tugas dan tanggung jawab serta kewenangan Badan POM. Adanya undang – undang ini selain diperlukan oleh konsumen juga diperlukan oleh kalangan pelaku usaha untuk mendapatkan kepastian hukum dan dalam mengembangkan bisnis dan industri di Indonesia.

(30)

13 II. STRUKTUR ORGANISASI

Balai Besar POM di Denpasar dan Loka POM di Kabupaten Buleleng mempunyai struktur organisasi sebagai berikut :

Struktur Organisasi BBPOM di Denpasar

(31)

14 Struktur Organisasi Loka POM di Kabupaten Buleleng

Tugas dan fungsi masing-masing Bidang/Bagian/Seksi/Sub Bagian/Loka POM sebagai berikut :

Bidang Pengujian terdiri atas:

Bidang Pengujian terdiri atas:

a. Seksi Pengujian Kimia;

b. Seksi Pengujian Mikrobiologi;

c. Kelompok Jabatan Fungsional.

Seksi Pengujian Kimia mempunyai tugas melakukan pengujian kimia rutin dan pengujian kimia dalam rangka investigasi dan/atau penyidikan Obat dan Makanan pada wilayah kerja masing-masing.

Seksi Pengujian Mikrobiologi mempunyai tugas melakukan pengujian mikrobiologi rutin dan pengujian mikrobiologi dalam rangka investigasi

KEPALA LOKA

Made Ery Bahari Hantana, S.Si, Apt

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Struktur Organisasi Loka POM

Tugas :

Melaksanakan kebijakan operasional di bidang pengujian kimia dan mikrobiologi Obat dan Makanan.

Fungsi:

a. Penyusunan rencana dan program di bidang pengujian kimia dan mikrobiologi Obat dan Makanan;

b. Pelaksanaan pengujian kimia dan mikrobiologi Obat dan Makanan.

c. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian kimia dan mikrobiologi Obat dan Makanan.

Bidan g Pengu jian

(32)

15 dan/atau penyidikan Obat dan Makanan pada wilayah kerja masing- masing.

Bidang Pemeriksaan terdiri atas:

a. Seksi Inspeksi;

b. Seksi Sertifikasi;

c. Kelompok Jabatan Fungsional.

Seksi Inspeksi mempunyai tugas melakukan inspeksi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, serta pengambilan contoh (sampling) produk Obat dan Makanan.

Seksi Sertifikasi mempunyai tugas melakukan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi dan produk Obat dan Makanan.

Tugas :

Melaksanakan kebijakan operasional di bidang inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, serta sertifikasi dan pengambilan contoh (sampling) produk Obat dan Makanan.

Fungsi:

a. penyusunan rencana dan program di bidang inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, serta sertifikasi dan pengambilan contoh (sampling) produk Obat dan Makanan;

b. pelaksanaan inspeksi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian;

c. pelaksanaan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi dan produk Obat dan Makanan;

d. pelaksanaan pengambilan contoh (sampling) Obat dan Makanan;

e. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, serta sertifikasi dan pengambilan contoh (sampling) produk Obat dan Makanan.

Bidan g Pe merik saan

(33)

16

Tugas :

melaksanakan kebijakan operasional di bidang penindakan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

Fungsi:

a. Penyusunan rencana dan program di bidang intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan;

b. Pelaksanaan intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan;

c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang intelijen dan penyidikan terhadap pelanggaran ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

B id an g Pen in d aka n

Tugas :

melaksanakan kebijakan operasional di bidang pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan masyarakat serta penyiapan koordinasi pelaksanaan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

Fungsi:

a. penyusunan rencana dan program di bidang pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, dan pengaduan masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan;

b. pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi dan pengaduan masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan;

c. penyiapan koordinasi pelaksanaan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan;

d. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi dan pengaduan masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

B id an g I n fo rmas i d an K o mu n ikas i

(34)

17 Bagian Tata Usaha terdiri atas:

a. Sub Bagian Program dan Evaluasi;

b. Sub Bagian Umum;

c. Kelompok Jabatan Fungsional.

Sub Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, anggaran, pengelolaan keuangan, penjaminan mutu, tata laksana, serta pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kinerja.

Sub Bagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan persuratan, kearsipan, kepegawaian, teknologi informasi komunikasi, perlengkapan, dan kerumahtanggaan.

Tugas :

melaksanakan koordinasi penyusunan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang milik negara, teknologi informasi komunikasi, evaluasi dan pelaporan, urusan kepegawaian, penjaminan mutu, tata laksana, kearsipan, tata persuratan serta kerumahtanggaan.

Fungsi :

a. penyusunan rencana, program, dan anggaran;

b. pelaksanaan pengelolaan keuangan;

c. pengelolaan persuratan dan kearsipan;

d. pengelolaan penjaminan mutu dan tata laksana;

e. pelaksanan urusan kepegawaian;

f. pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi;

g. pelaksanaan urusan perlengkapan dan kerumahtanggaan;

h. pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kinerja

Bagia n T a ta Us aha

Bidang Pemeriksaan

(35)

18

Tugas :

melakukan inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, sertifikasi produk, pengambilan contoh (sampling) dan pengujian Obat dan Makanan, intelijen, penyidikan, pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, pengaduan masyarakat dan koordinasi dan kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan, serta pelaksanaan urusan tatausaha dan rumahtangga.

L o ka POM d i K ab u p aten B u le len g

(36)

19

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Dalam rangka mendukung pencapaian program-program prioritas pemerintah, Balai Besar POM di Denpasar sebagai UPT BPOM sesuai kewenangan, tugas pokok dan fungsi telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang memuat Visi, Misi, tujuan, strategi, kebijakan serta program dan kegiatan Balai Besar POM di Denpasar untuk periode 2020- 2024.

Dengan adanya perubahan Organisasi dan Tata Kerja UPT di Lingkungan BPOM, perubahan lingkungan strategis pengawasan Obat dan Makanan dan untuk menjamin tercapainya visi dan misi BPOM serta berdasarkan evaluasi capaian target indikator dalam Renstra pada tahun 2020-2024 dan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Tentang Rencana Strategis Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2020-2024

A. VISI DAN MISI

Dalam melaksanakan kegiatan BBPOM di Denpasar berpedoman pada Visi dan Misi Badan POM sebagai lembaga induk. Visi dan Misi Badan POM ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan POM, yaitu sebagai berikut:

Visi

”Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.”

Referensi

Dokumen terkait

NUR ELANG PERSADA (NEP) hadir sebagai mitra pihak perusahaan / instansi pengguna jasa dalam merekrut dan mengelola tenaga kerja1. Dengan bermitra bersama NEP, perusahaan

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran

elektromagnetik, kondisi kesehatan dan interaksi antara frekuensi gelombang elektromagnetik dengan kondisi kesehatan terhadap nilai kadar gula darah tikus putih.selain itu

Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) adalah instrumen yang terdiri dari dimensi dan indikator yang digunakan untuk melakukan pengukuran leadership behaviors yang

Pelaksanaan Otonomi Daerah, Gramedia, Jakarta.2003, hal.. 2, Oktober 2018, Jurnal Ilmu Hukum | Media Keadilan | Mahkamah Konstitusi pada saat itu memerintahkan pencoblosan

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari sebanyak

04 Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan di masing-masing wilayah kerja UPT BPOM 27. 05 Persentase sarana distribusi Obat dan Makanan yang

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari