TUGAS AKHIR
PERBANDINGAN JENIS SERANGGA PADA TANAMAN BUNGA PUKUL DELAPAN (Turnera subulata) DAN BUNGA AIR MATA PENGANTIN (Antigonon leptopus) PADA PERKEBUNAN SAWIT DI PT. FAICO AGRO MANDIRI
OLEH
MARKUS RAMBA KILA’
NIM 1222003
BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2015
HALAMAN PENGESAHAN
PERBANDINGAN JENIS SERANGGA PADA TANAMAN BUNGA PUKUL DELAPAN (Turnera subulata) DAN BUNGA AIR MATA PENGANTIN (Antigonon leptopus) PADA PERKEBUNAN SAWIT DI PT. FAICO AGRO MANDIRI
TUGAS AKHIR
Disusun Oleh MARKUS RAMBA KILA’
NIM 1222003
Sebagai Salah Satu Syarat Penyelesaian Studi pada Jurusan
Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh:
Pembimbing I Pembimbing II
Syatrawati. S.P., M.P. Dr. Kafrawi. S.P.,M.P.
NIP.196906161999031002 NIP. 197108101998021002
Mengetahui :
Direktur Ketua Jurusan Budidaya
Politani Negeri Pangkep Tanaman Perkebunan
Ir. Andi Asdar Jaya, M.Si. Ir. Baso Darwisah, M.P NIP.19711120120031210 NIP.196212311988031025
PERSETUJUAN PENGUJI
Judul Laporan Tugas Akhir :Perbandingan Jenis Serangga Pada Tanaman Turnera subulata Dan Antigonon leptopus Di Perkebunan Kelapa Sawit PT Fairco Agro Mandiri,Kec. Kaliorang Kab.Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur
Nama Mahasiswa : Markus Ramba Kila’
NIM : 1222003
Jurusan : Budidaya Tanaman Perkebunan
Perguruan Tinggi : Politeknik Pertanian Negeri Pangkep
Telah Diuji Oleh Tim Penguji dan Dinyatakan Telah Memenuhi syarat kelulusan
Disahkan Oleh : Tim Penguji
1. Syatrawati. S.P., M.P . (…...)
2. Dr Kafrawi. S.P., M.P. (….……….)
3. Dr Syahruni Thamrin. S.P., M.Si. ( ………....…)
4. Sri Muliani. S.P., M.P. (…....………...)
KATA PENGANTAR
Shalom Eleichem..
Segala puji dan syukur penulis persembahkan kepada Yesus Kristus atas berkat dan KasihNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul Perbandingan Jenis Serangga Pada Tanaman Bunga Pukul Delapan (Turnera subulata) dan Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus) pada Perkebunan Sawit di PT. Fairco Agro Mandiri.
Laporan Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi pada Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanaian Negeri Pangkep. Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari adanya campur tangan dari berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih terutama kepada kedua orang tua serta segenap keluarga yang telah memberikan bantuan baik berupa material serta spiritual hingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan tugas akhir hingga penyusunan laporan. Melalui kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Ir. Andi Asdar Jaya, M.Si. selaku Direktur Politani Negeri Pangkep 2. Bapak Rahmad, D. S.P., M.Si. selaku Ketua Jurusan Budidaya Tanaman
Perkebunan
3. Ibu Syatrawati, S.P., M.P. selaku Pembimbing I 4. Bapak Kafrawi, S.P., M.P. selaku Pembimbing II
5. Para Staf Dosen, pegawai dan teknisi Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan yang telah memberikan ilmu, arahan dan nasehatnya selama penulis menempuh pendidikan.
6. Rekan-rekan se-angkatan, se-perjuangan yang tidak bosan memberi dukungan dan semangat untuk membantu penulis dalam penyelesaian laporan tugas akhir.
7. Serta saudara-saudara di WIRPALA dan PERMAKRISTANI PPNP, yang telah memberikan dukungan dan dorongan untuk menyelesaikan tugas akhir.
Penyusunan laporan ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, penulis sangat berharap dengan rendah hati menerima saran dan kritikan dari pihak pembaca yang bersifat membangun untuk menuj perbaikan laporan ini kedepannya dengan baik. Akhir kata, besar harapan penulis semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.
Mandalle, Juni 2015
Penulis
RINGKASAN
MARKUS RAMBA KILA’ (1222003). Perbandingan Jenis Serangga Pada Tanaman Bunga Pukul Delapan (Turnera subulata) dan Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus) pada Perkebunan Sawit di PT. Faico Agro Mandiri.Dibawa bimbingan Syatrawati dan Kafrawi.. Penulisan tugas akhir ini berdasarkan berdasarkan hasil percobaan usaha mandiri yang dilaksanakan pada bulan maret 2015 sampai april 2015 di PT Fairco Agro Mandiri kecamatan kaliorang kabupaten kutai timur provinsi Kalimantan timur. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan atau mengurangi populasi hama ulat api dengan cara menanam atau membudidayakan tanaman beneficial plant (Turnera subulata dan Antigonon leptopus) untuk mengundang musu alami hama ulat api.
DAFTAR ISI
Teks Halaman
HALAMAN PENGESAHAN... ii
HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
RINGKASAN ... vi
DAFTAR ISI ... vii
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan dan Manfaat ... 2
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Keragaman Serangga ... 3
B. Peranan Tanaman Berbunga bagi serangga ... 5
C. Tanaman Turnera subulata dan Antigonon leptopus ... 5
III. METODOLOGI A. Waktu dan tempat ... 11
B. Alat dan Bahan... 11
C. Metode Pelaksanaan ... 11
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil ... 13
B. Pembahasan ... 16
V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 19
B. Saran ... 19
DAFTAR PUSTAKA ... 20
LAMPIRAN ... 21
RIWAYAT HIDUP ... 26
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengendalian hama yang paling banyak digunakan dalam sistem pertanian adalah pemberian pestisida yang pada mulanya telah dianggap sebagai metode efektif bagi pengendalian hama (Untung, 1993). Namun, penggunaan pestisida pada akhirnya akan membawa masalah baru berupa resistensi, resurgensi dan pencemaran lingkungan. Akibat adanya efek negatif pestisida, maka dikembangkan pengendalian hama secara hayati. Menurut Winarno (1992) pengendalian secara hayati berarti pengendalian dengan menggunakan predator dan parasit. Pengendalian dengan predator merupakan salah satu alternatif yang efektif dan aman dalam pengendalian hama ulat api dan ulat kantong (Huffaker dan Messenger, 1989).dalam Gunawan (2005).
Perkebunan kelapa sawit seringkali dipusingkan oleh serang-serangga hama yang menyerang tanaman kelapa sawit yang berakibat turunnya produksi hingga kematian tanaman sawit. Berbagai jenis pengendalian hayati yang dapat dilakukan untuk meminimalisir bahkan mengusir serangga hama tersebut diantaranya dengan pemanfaatan tanaman inang alternatif bagi musuh alami serangga hama pertanaman kelapa sawit seperti Turnera dan Antigonon.
Informasi tentang jenis tanaman yang paling di sukai oleh serangga kelapa sawit dapat dikembangkan untuk membuat mikrohabitat dalam rangka konservasi musuh alami untuk pengendalian hama secara hayati. Keberadaan tanaman tersebut menjadi inang dari serangga-serangga musuh alami terhadap hama penting pada tanaman kelapa sawit.
2 Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi serangga- serangga predator yang berada pada tanaman Turnera subulata dan Antigonon leptopus.
B. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk membandingkan jenis-jenis serangga predator yang ditemukan pada tanaman Turnera subulata dan Antigonon leptopus.
C. Manfaat
Sebagai landasan ilmiah untuk upaya pengendalian hama utama pada pertanaman kelapa sawit secara hayati.
3 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Keragaman Serangga
Keragaman serangga yang ada dipertanaman terdiri atas berbagai peran seperti hama,serangga penyerbuk dan musuh alami , Musuh alami terdiri dari Predator/ Pemangsa,Parasitoid,Patogen.Keragaman serangga yang berfungsi sebagai musuh alami terdiri atas golongan predator dan parasitoid. Semua ordo serangga termasuk predator keculai Protura, Embioptera, Zoraptera, Isoptera, Mallophaga, Anoplura, Homoptera dan Siphonaptera.
Predator/ Pemangsa adalah hewan yang memakan hewan lain yang menyebabkan kematian sekaligus. Semua laba-laba dan capung merupakan contoh pemangsa.Parasitoid adalah serangga yang hidup didalam atau pada tubuh serangga lain, dan membunuhnya secara perlahan-lahan. Semua ordo serangga termasuk predator keculai Protura, Embioptera, Zoraptera, Isoptera, Mallophaga, Anoplura, Homoptera dan Siphonaptera. Parasitoid berguna karena membunuh serangga hama, sedangkan parasit tidak membunuh inangnya, hanya melemahkan.
Serangga dipertanaman biasanya berassosiasi dengan hama, musuh alami dan inangnya masing-masing. Sebagai contoh Populasi ulat api dapat stabil secara alami di lapangan oleh adanya musuh alami predator dan parasitoid. Predator ulat api yang sering ditemukan adalah Eochantecona furcellata dan Sycanus leucomesus. Sedangkan parasitoid ulat api adalah Trichogrammatoidea thoseae, Brachimeria lasus, Spinaria spinator, Apanteles aluella, Chlorocryptus purpuratus, Fornicia ceylonica, Systropus roepkei, Dolichogenidae metesae, dan Chaetexorista javana. Parasitoid dapat
4 diperbanyak dan dikonservasi di perkebunan kelapa sawit dengan menyediakan makanan bagi imago parasitoid tersebut seperti Turnera subulata, Turnera ulmifolia, Euphorbia heterophylla, Cassia tora, Boreria lata dan Elephantopus tomentosus. Oleh karena itu, tanaman-tanaman tersebut hendaknya tetap ditanam dan jangan dimusnahkan Tiong (1977). Tiong (1977) juga melaporkan bahwa adanya penutup tanah dapat mengurangi populasi ulat api karena populasi musuh alami akan meningkat.
Sebagai contoh sistem monokultur perkebunan kelapa sawit menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung bagi peningkatan laju reproduksi dan laju kelangsungan hidup hama pemakan daun. Hal ini menjadi pemicu ledakan hama ulat api seperti S. asigna, S.bisura, D. trima dan S. nitens (Singh, 1992).
Beberapa penelitian telah menyarankan penggunaan tanaman yang berguna untuk pengembangan musuh alami atau serangga yang menguntungkan. Leius (1967) melaporkan bahwa karbohidrat dari nektar tanaman Umbelliferae sangat dibutuhkan pada keadaan normal dan daya tahan dari tiga spesies Ichneumonid. Di Puerto Rico, (Walcot, 1942 dalam Basri et al, 1999) melaporkan keberhasilan pengembangan parasitoid yang diintroduksi, Larra americana untuk mengendalikan hama dari kehadiran dua gulma, Borreria verticillata dan Hyptis atrorubens. Tanaman inimenyediakan nektar untuk serangga dewasa. Menurut Syed dan Syah (1977) ada kerjasama antara tanaman menguntungkan dan musuh alami. Dijelaskan bahwa pengembangan secara besar dari Euphorbia heterophylla untuk pengembangan parasitoid dan predator di perkebunan kelapa sawit. Mereka menemukan bahwa penggunaan herbisida secara intensif membunuh E. geniculata dan E. Prunifolium menyebabkan ledakan dari Pteroma pendula dan Setothosea asigna.
5 Pengembangan tanaman yang menguntungkan di sepanjang pinggiran jalan, bukan jalur panen dan tempat kosong di antara lahan. Usaha yang berani ini perlu didukung oleh bukti langsung dari kegunaan berbagai jenis tanaman sebagai tanaman menguntungkan (Basri et al., 1999).
B. Peranan Tanaman Berbunga bagi serangga
Dilihat dari kenyataannya sifat berbagai jenis serangga banyak terdapat pada tanaman berbunga dimana serangga sangat menyukai bunga untuk mendapatkan serbuk sari dan madu. tanaman berbunga tersebut akan mengeluarkan warna yang mencolok yang menarik dan bau untuk mendatangkan serangga, serta merupakan sumber makanan bagi serangga (inang bagi serangga).
C. Tanaman Turnera subulata dan Antigonon leptopus
I. Turnera subulata
Bunga pukul delapan merupakan tanaman hias (ornamental plant) yang juga merupakan tanaman obat (medicinal plant). Tanaman yang berasal dari Hindia barat ini dapat ditemukan pada ketinggian 10-250 meter diatas permukaan laut. Tinggi tanaman ini sekitar 60-90 cm. Daun tanaman berbentuk elips dengan ujung meruncing dan tepi daun bergerigi kasar. Tulang daun menyirip dan mempunyai kelenjar. Daun berwarna hijau dengan panjang daun 2- 7 cm dan lebar 1-4 cm dan diklasifikasikan berdaun tunggal.bunga pukul delapan 414 Mahkota bunga bentuknya bulat telur sungsang, pangkalnya berwarna coklat dan berwarna kuning muda diatasnya. Mahkota bunga terpuntir waktu kuncup.
Bunganya, yang seperti di foto bunga diatas ini, mekar hanya beberapa jam saja, mulai dari sekitar jam 8 pagi sampai sekitar jam 12 siang. Bunga tanaman ini ada
6 yang berwarna kuning (Yellow Alder, yellow elder (Inggris)).Buah tanaman ini berbentuk telur lebar dengan biji lebih dari 30.
a). Klasifikasi Turnera subulata (J.E.Smith)
Regnum : Plantae (Tumbuhan)
Sub Regnum : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Family : Turneraceae
Genus : Turnera
Spesies : Turnera subulata J.E.Smith b). Ciri-ciri Turnera subulata
Tanaman bunga pukul delapan ini berdaun tunggal, bentuk bulat telur elips, pangkal berbentuk baji, ujung runcing dengan tepi bergerigi kasar, tulang daun menyirip, mempunyai kelenjar. Tumbuhan herbal panjang 2-7 cm lebar 1-4 cm. Bunga mekar sekitar pukul 8 pagi dan layu sekitar pukul 12 siang. Mahkota bunga berbentuk bulat telur sungsang, pangkalnya cokelat, kuning muda di atasnya,Buah berbentuk telur lebar biji lebih dari 30. Cara Perbanyakan tanaman ini adalah dengan biji.
Tanaman obat Bunga pukul delapan banyak ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tepi saluran air, dan umumnya tumbuh berkelompok. Tumbuhan herbal ini berasal dari Meksiko dan Hindia Barat tumbuh tegak dengan akar pena
7 yang panjangnya 0,3-0,8 meter. Bunga pukul delapan yang juga dikenal dengan nama lidah kucing (Jawa) adalah spesies tumbuhan dari familia Passifloraceae.
Bunga pukul delapan 1 marga dengan damiana (Turnera diffusa), herbal yang berkhasiat mengatasi pembengkakan prostat (hipertrofi prostat) dan gangguan disfungsi ereksi, Bunga pukul delapan rasanya pahit pedas dan sifatnya hangat.
c). Jenis-jenis Turnera subulata (J.E.Smith)
Synonim : Turnera angustifolia Mill. ; Turnera subulata J.E.Smith.
Nama Latin : Turnera subulata
Nama Lokal : Bunga pukul delapan, lidah kucing (Jawa).
Nama Asing : W. Indian holly, sage rose, holly rose.;
Inggris : Ramgoat Dashalong, Sage Rose, Sage-Rose, Sundrops, West Indian-Holly, Yellow Alder, Yellow Buttercups, Yellow-Alder
NAMA Simplisia : Turnerae ulmifoliae Folium (daun bunga pukul delapan), Turnerae ulmifoliae Radix (akar bunga pukul delapan)
d). Manfaat Turnera subulata
a. Dapat menarik perhatian berbagai jenis serangga dan lebah yang dapat menggaggu proses penyerbukan.
b. sebagai sumber makanan bagi serangga yang bermanfaat.
c. Sebagai tempat berkumpul dan berkembang biaknya kupu-kupu.
8 II. Antigonon leptopus
Antigonon leptopus adalah tanaman anggur pendakian yang tumbuh cepat yang memegang melalui sulur, dan pertumbuhan mampu mencapai 25 kaki atau lebih panjang. Memiliki daun yang berbentuk hati, kadang-kadang daun membentuk segitiga, bunga yang ditanggung dalam malai, clusted sepanjang rachis memproduksi merah muda atau bunga putih dari musim semi ke musim gugur, membentuk umbi bawah tanah dan batang bawah besar, itu adalah benih produktif produser, benih mengapung di atas air, buah dan biji yang dimakan dan disebarkan oleh berbagai binatang seperti babi, musang dan burung.
a). Klasifikasi Antigonon leptopus
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Bangsa : Polygonales
Kelas : Dicotyledoneae
Suku : Polygonaceae
Marga : Antigonon
Jenis : Antigonon leptopus
b). Ciri-ciri Antigonon leptopus
Bunga air mata pengantin yaitu tumbuhan merambat (liana). Batang Antigonon leptopus berusuk dengan panjang setiap rusuk seputar 3-6 cm.
Batang itu mempunyai bulu-bulu halus dan ruas rusuk yang menggembung.
Pada batangnya juga ada alat pembelit yang berperan untuk ‘membelit’ pohon rambatan hingga tegaknya tanaman.
9 Daunnya berupa jantung, berwarna hijau, serta permukaan daun yang bergelombang (tak rata). Panjang daun antigonon pada 5-10 cm. Bunga majemuk yang tersusun pada malai serta tumbuh dari ketiak daun. Mahkota bunga air mata pengantin terdiri atas 5 lembar berwarna merah jambu atau putih, yang semasing memiliki panjang seputar 7 mm. Bentuk tiga mahkota bunga terluar bulat telur atau mirip jantung, tengah bentuk dua mahkota yang lebih dalam lebih runcing. Sesudah seluruhnya mahkota mekar, mahkota bakal jadi membesar serta menyelubungi buah. Buahnya seperti selaput dengan warna kehijauan.
Juga sebagai tanaman liana yang merambat, bunga air mata pengantin kerap diketemukan merambat pada pohon-pohon yang lain. Sedang bila di kembangkan juga sebagai tanaman hias di pekarangan ataupun di taman, bunga ini bisa dirambatkan pada pagar ataupun media rambat yang lain. Tanaman berbunga ini pernah jadi tanaman favorite untuk dirambatkan pada pergola hingga sekalian berperan juga sebagai peneduh.
Di samping juga sebagai tanaman hias, nyatanya bunga air mata pengantin atau antigonon juga memiliki faedah juga sebagai tanaman obat herbal. Tumbuhan ini memiliki manfaat juga sebagai anti diabetes serta antitrombin. Diluar itu juga mempunyai kekuatan juga sebagai hepatoprotektif yang bisa membuat perlindungan rusaknya hati. Langkah pemanfaatannya yaitu dengan meng-ekstrak akar serta rimpang air mata pengantin.
c).Jenis-jenis Antigonon
Adapun jenis-jenis Antigonon adalah sebagai berikut:
a. Antigonon Amabie K.Koch
10 b. Antigonon Cinerascens M.Martens & Galeotti
c. Antigonon Cordatum M.Martens & Galeotti
d. Antigonon Hook Platypus. & Arn.Corculum Leptopus Stuntz d). Manfaatnya Antigonon leptopus
Tanaman Antigonon leptopus merupakan tanaman yang dibudidayakan di perkebunana kelapa sawit yang dapat bermanfaat untuk sebagai :
a. Tanaman yang dapat menarik perhatian serangga atau predator.
b. Sebagai tempat berkumpulny serangga pengganggu penyerbukan.
c. Sebagai tempat berkembang biaknya kupu-kupu.
d. Di samping juga sebagai tanaman hias, nyatanya bunga air mata pengantin atau Antigonon juga memiliki faedah juga sebagai tanaman obat herbal.
11 BAB III
METODOLOGI A. Waktu Dan Tempat
Percobaan ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2015, diperkebunan kelapa sawit PT Fairco Agro Mandiri Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur.
B. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah kayu yang berukuran 1,5 m, jaring, tali rapiah, alat tulis menulis, botol plastic, kamera. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah tanaman Antigonon leptopus dan Turnera subulata serta Kertas label
C. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan dengan menangkap serangga-serangga yang singgap pada tanaman Turnera subulata dan Antigonon leptopus setiap pagi dan sore dengan cara mengayunkan jaring untuk menangkap setiap serangga yang singgap.
1. Penentuan lokasi lahan penelitian
Lokasi penelitian ditentukan berdasarkan pengamatan survey awal dengan menentukan blok pertanaman dan memilih lokasi dengan jumlah Turnera subula dan Antigonon leptopus yang banyak disekitar pinggiran jalan blok.
2. Pelaksanaan penelitian
Percobaan ini dilaksanakan dengan menangkap semua serangga yang hinggap pada tanaman Turnera subulata dan Antigonon leptopus. Kegiatan ini dilakukan pada pagi hari dan sore hari setiap hari.
12 3. Pengumpulan dan analisa data
Semua serangga yang ditemukan pada setiap tanaman dihitung sesuai dengan jenis yang tertangkap dalam jaring dengan cara menganyunkan jaring 10 kali ayunan dan serangga dikelompokkan menurut jenis dan jumlah masing- masing ordo. Analisa data dilakukan dengan menghitung jumlah berbagai jenis serangga dalam setiap ordo dengan menggunakan rumus dormansi yaitu : C =
∑ (𝑛𝑖𝑁)2
Keterangan : C = Indeks dominansi
ni = Total individu dari satu spesies N = Total individu dari seluruh spesies