• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADAB MEMBERIKAN HADIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ADAB MEMBERIKAN HADIAH"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ADAB MEMBERIKAN HADIAH

 

 



[ Indonesia – Indonesian –  ]

Penyusun : Majid bin Su'ud al-Usyan

Terjemah : Muzafar Sahidu bin Mahsun Lc.

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

2009 - 1430

(2)





 



     







    !" :

 

" :

#$% & '()

 

*+ , - . :

/

2009 - 1430

(3)

ADAB MEMBERIKAN HADIAH

• Hadiah, Pemberian, Shadaqah adalah aqad memberikan kepemilikan suatu barang kepada seseorang tanpa ganti.

• Terdapat perintah untuk menerima hadiah apabila tidak terdapat padanya sesuatu yang syubhat dan haram.

Disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

     

   !  "#

“Penuhilah panggilan orang yang mengundangmu,

janganlah engkau menolak hadiah dan jangan pula memukul orang Islam”.1

Rasulullah SAW bersabda:

$# %  & ' () *+ ' ),-. /0 1) 23' 4567 3 + )89: ;2<3=: >

>? /0 >23@)A

“Barangsiapa yang diberikan oleh Allah harta tanpa mengemisnya dari orang lain maka hendaklah dia

menerimanya sebab hal itu adalah rizki yang diberikan oleh Allah kepadanya”.2

• Dan di antara kemuliaan akhlaq Nabi Muahmmad SAW bahwa pada saat hadiah datang kepada Nabi maka beliau mengikutkan orang lain menikmati hadiah tersebut, ketika Nabi diberikan semangkuk susu maka beliau memanggil ahlus suhffah dan mengikut sertakan mereka menikmati hadiah tersebut bersama beliau.3

• Apabila dihadiahkan kepada beliau sekeranjang buah- buahan, maka beliau membaginya kepada orang tua yang shaleh dan kepada anak-anak yang hadir bersama beliau.

Dari Abi Hurairah radhiallahu anhu bahwa diberikan kepada Nabi buah panenan pertama (untuk awal musim buah-

buahan) lalu beliau berdo’a:

B"C  D' ,"C  )87)E : )F)G : )8H ' I )FJ2F#' 2: )F K7) L3 M

 

"

Ya Allah berikanlah keberkahan bagi kami pada kota kami, pada ukuran mud kami, sha’ kami dan pada buah-

1 Shahihul Adab: 117.

2 HR. Bukahri dan Muslim, Silsilatus Shahihahno: 1187.

3 Shahihu t Targib no: 3303.

(4)

buahan kami, curhakanlah keberkahan bersama keberkahan.”,

Kemudian beliau memberikan anak yang paling kecil yang ikut hadir bersama beliau.4

• Rasulullah SAW menjinakkan hati suatu kaum dengan hadiah yang beliau berikan, terkadang seseorang baru masuk Islam atau di dalam hatinya ada ganjalan terhadap Islam atau umatnya, maka Nabi tetap memberikannya sampai orang tersebut rela.

• Rasulullah SAW selalu mengirim hadiah kepada keluarganya, beliau selalu setia terhadap istrinya, Khadijah radhiallahu anha dan menjadikan hadiah sebagai sarananya, ketika beliau menyembelih seekor kambing, beliau berkata:

“Kirimlah daging ini kepada teman-teman Khadijah”.5

• Nabi Muhammad SAW selalu membalas hadiah, dalam

sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi menerima hadiah dan memberikan balasan atasnya”.6

• Memberikan hadiah kepada orang yang memberikan hadiah adalah bentuk rasa berterima kasih kepada manusia,

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: “Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada manusia”.7

• Barangsiapa yang tidak mempunyai sesuatu untuk membalas hadiah maka hendaklah berdo’a atas hadiah tersbut, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW:

>)N ()=: ),: O' >? DFG ' :

 KQ3

R)FST : U  3=: V W /0

“Barangsiapa yang berbuat kebaikan kepada seseorang, kemudian dia berkata kepada orang yang berbuat tersebut:

V W /0 KQ3

(semoga Allah membalasmu dengan yang lebih baik) maka sungguh dia telah cukup memadai dalam memuji”.8

• Memberikan hadiah kepada tetangganya yang terdekat, seperti yang jelaskan dalam hadits ’Aisyah radhiallahu anha, dia berkata: Wahai Rasulullah! Saya mempunyai dua orang tetangga kepada siapakah aku memberikan hadiah?, “Kepada orang yang pintunya paling dekat denganmu”.9 Jawab beliau.

• Memberikan hadiah menjadi suatu keharusan pada saat manusia membutuhkannya, seperti yang terjadi pada peristiwa khandak.

4 HR. Muslim no: 1373, 474. Al-Adabus Syar’iyah, Ibnu Muflih 1/315.

5 Shahihul Jami’ no: 3331

6 Shahihul Jami’ no: 4999.

7 Al-Silsilatus Shahihah no:416

8 Shahihul Jami’ no: 6368

9 Shahihul Adab: 79.

(5)

• Di antara hadiah yang mesti tidak boleh ditolak adalah hadiah yang tidak terlalu mahal dan tidak pula

membebankan, sebab Nabi tidak pernah menolak yang baik, dan beliau bersabda:

"XY  ZH[ ;X \NW >89: 1 3# ]: ^%)X#7 > _ 3 3'

“Barangsiapa yang diberikan kepadanya raihan (semacam tumbu-tumbuhan yang berbau harum) maka janganlah dia menolaknya, sebab raihan tersebut sangat ringan dan harum baunya”.10

• Apabila hadiah tersebut berupa barang yang haram wajib menolaknya, dan jika barang tersebut berasal dari barang yang syubhat maka dianjurkan menolaknya.

• Apabila hadiah tersebut berasal dari seorang yang jahat, fasiq atau kafir agar hadiahnya tetap ada padamu maka janganlah kau menerimanya.

• Seseorang dianjurkan untuk menerima hadiah seklaipun hadiah tersebut tidak berkesan di dalam dirinya,

sebagaimana Ummu Hafid, bibi Ibnu Abbas radhiallahu anha memberikan hadiah kepada Nabi muhammad SAW berupa keju, samin dan daging biawak, maka Nabi memakan samin dan keju serta meninggalkan daging biawak.11

• Apabila seseorang ingin memberikan hadiah maka hendaklah berusaha untuk memilih waktu yang paling baik, bahkan para shahabat apabila ingin memberikan hadiah kepada Nabi, mereka menunggu hari giliran setelah Aisyah.

• Jika seseorang menolak suatu hadiah maka hendaklah dia menjelaskan sebab penolakan tersebut.

• Apabila orang yang akan diberikan hadiah telah meninggal dunia sebelum hadiahnya sampai, maka kepada siapakah diserahkan? Imam Ahmad berkata: Jika yang membawa hadiah tersebut adalah utusan pemberi hadiah maka hadiah tersebut kembali kepada pemiliknya, dan jika yang membawa hadiah tersebut adalah utusan orang yang diberikan hadiah maka hadiah tersebut untuk ahli warisnya.

• Memberikan hadiah kepada kedua orang tua adalah hadiah yang paling besar nilainya.

• Orang tua boleh memberikan hadiah kepada anak-anaknya sambil menjaga sikap adil yang diwajibkan.

• Di antara hadiah yang terbesar adalah hadiah ilmu dan nasehat, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang shahih dari Abdullah bin Isa bahwa dia mendengar

Abdurrahman bin Abi Laila berkata: Ka’ab bin Ajroh menemuiku, lalu dia berkata kepadaku: Tidakkah aku

10 Shahihul Jami’ no:2392

11 Shahihun Nasa’I no: 4029.

(6)

memberikan kepadamu sebuah hadiah yang aku dengar dari Rasulullah SAW?. Maka aku mejawabnya: “Ya, berikanlah hadiah tersebut kepadaku”, lalu dia berkata: Kami bertanya kepada Rasulullah, Ya Rasulullah bagaimanakah cara

bershalawat kepadamu dan kepada keluargamu sebab Allah telah mengajarkan kami cara mengucapkan salam

kepadamu? Beliau menjawab: Bacalah:

(` a L+  ? a bSG )C BX ' (` a BX ' a c;G L M

L+  ?

...

4e' 4f

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engaku telah memberi rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya…sesungguhnya Engaku Tuhan Yang Maha Terpuji dan Mulia”.

• Hadiah seorang peminang dikembalikan kepada orang yang meminang selama bukan bagian dari mahar.

• Tidak memberikan hadiah dengan tujuan mendapat balasan.

• Adapun hadiah untuk memenuhi hajat tertentu, maka para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya, sebagian

mereka mengatakan halal dikerjakan, dan sebagian yang lain mengatakan makruh dilakukan, seperti yang dikatakan oleh imam Ahmad rahimahullah kecuali jika orang tersebut memberikan balasan yang setimpal.

• Hadiah karena telah memberikan syafa’at12 (pertolongan dan bantuan) tidak diperbolehkan, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

) H  g  ' )V ) a =: >F' )=: ) ,"#+ > h+$: ,")N. >W2i DSN. '

“Barangsiapa yang memberikan sebuah pertolongan bagi saudaranya lalu saudaranya tersebut memberikan hadiah bagi jasanya lalu menerimanya, maka sungguh dia telah membuka satu pintu dari pintu-pintu riba”.13

Dan Syaikhul Islam rahimahullah ta’ala menegaskan

kebolehan menerima hadiah tersebut, dan keharaman yang dimaksudkan adalah meminta pertolonganmu dalam

kezaliman lalu dia memberikan hadiah kepadamu.

• Seorang hakim tidak diperbolehkan sama sekali menerima hadiah; sebab Umar bin Abdul Aziz-rahimhullah-berkata:

Pada zaman Nabi Muhammad SAW hadiah adalah hadiah, sementara pada zaman kita hadiah adalah bentuk sogokan.

12 Seperti membantu seseorang agar urusannya dipermudah dalam sebuah instansi atau lembaga. Pen.

13 Al-Silasilatus Shahihah: 3465.

(7)

• Bagi pegawai negeri tidak diperbolehkan menerima hadiah, sebab hadiah bagi pegawai adalah pengkhianatan jika pemberian hadiah untuk mendapat jabatan.

• Hadiah dari orang-orang musyrik, imam Bukhari

rahimahullah berkata dalam kitabnya yang shahih (Bab Qobulul Hadiah Minal Musyrikin/Bab kebolehan menerima hadiah dari orang-orang musyrik). Kemudian dia

menyebutkan setelah menulis bab di atas beberapa hadits yang membolehkannya.

Al-Hafiz Ibnu Hajar-rahimhullah dalam syarahnya

mengatakan: Dalam bab ini (dalam pembahsan ini) terdapat hadits Iyadh Ibnu Himar, yang dikeluarkan oleh Abu Dawud, Turmudzi dari Iyadh, dia berkata: Aku telah memberikan bagi Nabi seekor onta, maka beliau bertanya: Apakah engkau telah masuk Islam? Aku menjawab: “Tidak” lalu beliau

melanjutkan: Aku dilarang menerima hadiah dan pemberian orang-orang musyrik,14…kemudian Al-Hafizh Ibnu Hajar mengutip perkataan sebagian ulama tentang cara

mengkompromikan antara hadits yang melarang dan

kebolehan menerima hadiah dari orang-orang musyrik, yaitu larangan tersebut berlaku bagi orang musyrik yang ingin menggadaikan loyalitas seorang muslim kepadanya dengan hadiah yang diberikannya (seperti simpati kepadanya), dan kebolehan menerima hadiah (dari non muslim) berlaku bagi orang musyrik yang diharapkan bisa dijinakkan hatinya untuk Islam.

14 Shahih Abu Dawud no: 2630

Referensi

Dokumen terkait

Ruang lingkup penelitian ini adalah melihat pengaruh variasi suhu dan tekanan terhadap kualitas papan partikel yang dihasilkan dari bungkil jarak kepyar berukuran 100 mesh

Karakter seleksi jagung hibrida yang berpengaruh langsung terhadap hasil pada kondisi kekeringan adalah tinggi tanaman, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol, dan

Ruang lingkup kajian meliputi penerapan Hermeneutika Sintetis-Logis oleh Fazlur Rahman terhadap sejumlah ayat al-Qur’an dengan didahu-lui penjelasan mengenainya,

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didorong utamanya oleh komponen Konsumsi yang pada triwulan III-2008 ini mampu tumbuh lebih tinggi.. Di sisi lain,

Hasil analisis potensi likuif ditampilkan dalam bentuk pe likuifaksi yang menggambarka nilai faktor keamanan terhada likuifaksi di Kelurahan Lempuin 5 dan Gambar 6

Tujuan khusus penelitian antara lain: (1)Mengidentifikasi stakeholder kunci dalam program pelayanan kesehatan ibu di Puskesmas; (2) Mengidentifikasi stakeholder

Yang didefinisikan sebagai kasus adalah fenomena khusus yang hadir dalam suatu konteks yang terbatasi (bounded context), meski batas-batas antara fenomena dan konteks tidak

Sebuah arrester harus mampu bertindak sebagai insulator, mengalirkan beberapa miliampere arus bocor ke tanah pada tegangan sistem dan berubah menjadi konduktor yang