• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengetahuan

2.1.1. Defenisi Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu penglihatan,penciuman,rasa dan raba.sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.pengetahuan merupakan suatu domain yang sangat penting untuk terbentuknya suatu tindakan seseorang.suatu penelitian mengatakan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan mampu bertahan lama dari pada yang tidak didasari oleh pengetahuan(Notoadmodjo,1993).Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri(Bakhtiar,2004).Pengetahuan adalah suatu proses menghasilkan sesuatu yang didorong rasa ingin tahu yang bersumber dari kehendak dan kemauan manusia(suhartono,2005)

2.1.2. Manfaat Pengetahuan

Menurut Suhartono (2005) pengetahuan diperlukan manusia untuk

memecahkan setiap persoalan yang muncul sepanjang kehidupan manusia dalam

pencapaian tujuan hidup yaitu kebahagiaan,keadaan makmur,tenteram,damai dan

(2)

sejahtera baik pada taraf individual maupun taraf sosial.pengetahuan juga dapat membuat manusia memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan mengembangkan hidup.pengetahuan juga berguna supaya manusia tidak melakukan penyelidikan dan pemikiran sesuatu hal yang pada akhirnya menjadi sia-sia

Pengetahuan yang benar juga bermanfaat sebagai dasar kebenaran bagi manusia dalam mengikuti perkembangan ilmu dan tehnologi yang bisa membuat manusia terkena dampak negatifnya karena tidak mutlak seluruhnya perkembangan teknologi baik bagi kehidupan manusia (Bakhtiar,2005)

2.1.3. Sumber- Sumber Pengetahuan

Menurut Suhartono(2005) Pengetahuan dibentuk oleh beberapa sumber yang lebih kompleks yaitu kepercayaan,kesaksian orang lain,pengalaman,akal pikiran dan intuisi

Sumber pertama yaitu kepercayaan berdasarkan adat-istiadat,tradisi dan agama yang merupakan nilai-nilai warisan nenek moyang.sumber ini biasanya berbentuk norma atau kaidah yang kebenaranya tidak dapat dibuktikan secara rasional dan empiris,tetapi sulit untuk dikritik atau diperbaiki karena sumber pengetahuan ini sudah ditanamkan sejak seseorang dilahirkan

Sumber kedua yaitu kesaksian orang lain.kesaksian ini biasanya

didapatkan dari orang yang berpengalaman dan berpengetahuan lebih luas

sebelumnya seperti orangtua,guru,ulama dan orang yang dituakan dan apapun

(3)

yang dikatakan mereka baik atau buruk,benar atau salah biasanya diikuti tanpa kritik

Sumber ketiga yaitu pengalaman individu.pengalaman sering dijadikan sebagai alat vital dalam memenuhi kebutuhan hidup.pengalaman yang dimaksud dalam hal ini adalah pengalaman indrawi karena denagn indra manusia dapat menggambarkan sesuatu dengan benar (Bakhtiar,2004)

Sumber keempat yaitu akal pikiran.akal pikiran mampu menangkap hal – hal yang metafisis,spritual,abstrak,universal,yang seragam dan bersiafat tetap.akal pikiran cenderung memberikan pengetahuan lebih umum,objektif dan pasti sehingga dapat diyakinin kebenaranya(Baktiar,2004)

Sumber kelima yaitu intuisi.intuisi merupakan pemahaman yang tertinggi,juga merupakan pengalaman batin yang bersifat langsung.artinya berbuat dengan alasan yang jelas.denagn demikian pengetahuan intuisi kebenaranya tidak dapat diuji karena hanya berlaku secara personal belaka(Suhartono,2005)

2.1.4. Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoadmojo pengetahuan juga memiliki 6 tingkat yaitu:

2.1.4.1.Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari

sebelumnya termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini mengingat kembali

terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang

(4)

telah diterima oleh sebab itu”tahu” ini adalah merupakan tingkat pengetahuan paling rendah.

2.1.4.2. Memahami

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpresikan materi tersebut secara benar.

2.1.4.3. Aplikasi(Aplikation)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situsi atau kondisi (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum – hukum rumusan metoda prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situsi lain.

2.1.4.4. Analisis (Analysis)

Analisis diartikan suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau objek suatu objek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari pengguanaan kata-kata dapat menggambarkan (membuat bangun), membedakn, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.

2.1.4.5.Sintesa (Shintesis)

Sintesa menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubung kan bagian-bagian di dalam sutu bentuk keseluruhan yang baru.

2.1.4.6.Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi ini bekaitan dengan kemapuan untuk melakukan justifikasi

atau penilaian terhdap suatu materi atau objek.

(5)

2.1.5 Proses penyerapan pengetahuan

Menurut Notoadmojo ( 2003) proses penyerapan pengetahuan terdiri dari 2.1.5.1. Kesadaran ( Awarennes)

Kesadaran merupakan tahap dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu tentang stimulus ( objek)

2.1.5.2. Merasa tertari (interest)

Merasa tertarik terhadap stimulus tau objek tersebut.disini sikap subjek sudah Mulai timbul

2.1.5.3. Menimbang – nimbang (Evaluation)

Tahap dimana responden menimbang – nimbang terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut terhadap dirinya.hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi

2.1.5.4. Coba (Trial )

Dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu esuai dengan apa yang diketahui oleh stimulus

2.1.5.5. Adopsi ( Adaption )

Adaption merupakan tahap dimana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan,kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus

2.1.6. Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan

Menurut Notoadmodjo (2003),Menjelaskan beberapa faktor – faktor

yang mempengaruhi penegtahuan yaitu:

(6)

2.1.6.1. Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri,kepribadian,keccerdasan,ahlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa dan Negara.

( Wawan,2010)

2.1.6.2. Pengalaman

Pengalaman dalah sesuatu yang pernah dirasakan yang merupakan kesadaran akan sesuatu hal yang tertangkap oleh indera manusia.sikap yang diperoleh dari pengalaman akan menimbulkan pengaruh langsung terhadap perilaku berikutnya yang di realisiskan hanya apabila kondisi dan situasi yang memungkinkan.

Pengalaman belajar dan bekerja yang dikembangkan memberikan pengetahuan dan keterampilan profeional serta pengalaman belajar selama bekerja akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keerpaduan menalar secara ilmiah dan etik yng bertolak dari masalah nyata dalam bidang keperawatan (Notoadmodjo,2003)

2.1.6.3. Pekerjaan

Pekerjaan adalah suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan

berbakti.melalui kerja seseorang mengembangkan kemampuannya,melalui

pekerjaan seseorang berbuat sesuatu yang berarti,yang bermanfaat bagi kita

(7)

sendir,bagi anggota keluarga,bagi masyarakat,bagi bangsa dan Negara dan bagi tuhan penncipta (Gustina,2006)

2.1.6.4. Motivasi

Motivasi merupakan dorongan yang menyebabkan seseorang mengambil suatu tindakan.motivasi dapat berasal dari motif sosial,tugas,atau fisik.penyelesaian tugas sosial dan motivasi menstimulasi seseorang untukbelajar.motivasi sosial dibutuhkan untuk berhubungan,penampilan sosial atau harga diri.individu secara umum mencari orang lain untuk membandingkan pendapat,kemampuan,dan emosi dan penyelesaian tugas memotivasi didasari oleh kebutuhan seperti keberhasilan damn kompetensi maka pengetahuan yang diperlukan untuk memperthankan diri meghasilkan stimulasi yng lebih besar untuk belajar dari pengetahuan yang meningkatkan kesehatan.

(potter & perry,2005)

2.1.6.5. Sumber informasi

Sumber informasi dapat juga dikatakan sebagai komunikator yang menyampaikan atau mengeluarkan stimulus (rangsangan) seperti informasi – informasi yang mana dapat diperoleh dari tenaga kesehatan,orangtua dan lain – lain,dan sumber informasi dapat juag sebagai saluran (sarana) dalam menyampaikan informasi seperti media cetak dan media elektronik

( Notoadmojo,2003)

2.1.7. Cara Pengukuran Pengetahuan

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau

angket yang menanyakan materi yang diukur.kedalaman pengetahuan yang kita

(8)

ukur dapat disesuaikan dengan tingkatan pengetahuan.pengetahuan yang diukur dapat digolongkan dalam kategori sudah baik,cukup dan kurang (Setiadi,2007)

2.2. Perawatan Bayi Baru Lahir

2.2.1. Defenisi Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir adalah bayi baru lahir dengan berat lebih dari 2500 gram atau umur kehamilan lebih dari 37 minggu (Depkes RI , 2005).

Bayi baru lahir adalah makhluk yang aktif, responsive dan dapat bergaul yang membutuhkan seorang ibu untuk merawatnya, sebagai pemberi kenyamanan yang akan tumbuh dan berkembang (Hero, 2001)

2.2.6 Perawatan Bayi Sehari – hari

2.2.6.1. Membersihkan mata

Gunakan kapas steril yang dibasahi air untuk membersihkan mata.

Selalu gunakan kapas baru untuk tiap mata. Lakukan pijatan dari sudut mata kebawah dan kearah hidung selama 5 – 10 kali. Setelah usia 2 minggu, lazimnya taik mata tak lagi berlebih karena saluran air matanya sudah berfungsi. Bersihkan mata dari arah dalam keluar dengan kapas yang sudah dicelup dalam air hangat.

Ganti kapas setiap kali membersihkan mata agar tidak terjadi pemindahan kuman.

Gunakan tissue untuk meringankan mata.

(9)

2.2.6.2. Mencuci rambut

Mencuci rambut bayi yang masih kecil sebenarnya mudah, selain belum banyak bergerak rambutnya pun sedikit. Jangan panik melihat ubun – ubun cukup kokoh. Cuci rambut bayi dengan shampo bayi. Pegang kepalanya erat – erat dan juga jangan sampai shampo masuk kematanya. Karena shampo bayi terbuat dari ramuan khusus sehingga lembut dan tidak membuat mata pedih tetapi bisa saja ia terkejut jika shampoo masuk mata.

2.2.6.3. Merawat mulut

Sebenarnya mulut bayi tidak perlu perawatan khusus. Endapan susu pada lidahnya tidak perlu dibersihkan. Salah – salah malah membuat lidah bayi lecet.

2.2.6.4. Membersihkan telinga

Bagian dalam telinga juga tidak boleh dibersihkan. Sebaiknya hanya membersihkan sebatas “pintu keluar”. Pakailah cotton bud yang dibasahi air hangat supaya kotoran menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Daun telinga dapat dibersihkan setiap mandi, lobang telinga sebaiknya tidak diotak – atik karena dapat melukainya. Keringkan telinga bayi dengan handuk lembut

2.2.6.5. Membersihkan Kulit

Pada kulit bayi baru lahir dapat terjadi ruam kecil/ruam popok yang

menyerupai seperti gigitan serangga.ruam popok dikenal dengan sebutan diapers

rash Karena gangguan kulit ini timbul di daerah yang tertutup popok yaitu sekitar

(10)

alat kelamin,bokong serta panggkal paha bagian dalam.ruam kecil tersebut bisa menghilang tanpa di beri pengobatan dan sebaiknya tidak perlu diberi lotion atau crem karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit

Lipatan – lipatan (paha, leher, belakang telinga, ketiak) harus selalu dibersihkan dan kering. Bagian – bagian tersebut harus bersih dari verniks kaseosa (Sarwono, 2005).

2.2.6.6. Merawat tali pusat

Pada umumnya tali pusat akan puput pada waktu bayi berumur 6 – 7 hari bila tali pusat belum puput maka setiap dan sesudah mandi tali pusat harus sudah dibersihkan dan dikeringkan. Caranya adalah dengan : membersihkan pangkal tali pusat yang ada diperut bayi dan daerah sekitarnya dengan kain kassa yang dibasahi dengan zat antiseptik (Betadin/ Alkohol 70%). Yang paling penting adalah membersihkan lipatan tali pusat dengan perut, lipatan ini dapat dibersihkan dengan menarik sedikit tali pusat keatas, kesamping, kebawah selanjutnya pangkal tali pusat dan tali pusat dibalut dengan kassa yang bersih / steril. Bila tali pusat basah, berbau dan menunjukkan tanda – tanda radang harus waspada terhadap infeksi tali pusat(Sarwono 2005).

Perawatan tali pusat diperlukan untuk mencegah tali pusat menjadi media

berkembangnya mikroorganisme patogen,seperti staphylococcus aureus atau

clostridia.(Surinah,2009)

(11)

2.2.6.7. Memotong Kuku

Saat memotong kuku harus perlu ekstra hati – hati karena bayi tidak betah kalau dipotong kukunya, padahal kuku bayi cepat sekali tumbuhnya. Kuku bayi yang panjang bisa menggores wajah sendiri karena bayi belum bisa mengendalikan tangannya. Tahapan memotong kuku sikecil sebagai berikut : agar kukunya agak lunak potong sesudah mandi. Tekan jari yang akan dipotong kukunya dengan jari telunjuk kiri jari anda. Sedangkan tangan kanan anda mulai mengguntingnya. Pilih alat pemotong kuku yang ujungnya bulat dan disterilkan dulu dengan alcohol 70%. Tapi selain sesudah mandi menggunting kuku dapat dilakukan pada saat bayi tidur. Kemudian bersihkan kotoran di dalam kuku dengan kapas yang dicelup air matang (Indiarti, 2009).

2.2.6.8. Membersihkan Bokong

Daerah ini mudah terkena masalah karena sering kontak dengan popok basah. Jangan gunakan diapers panjang waktu, cukup saat tidur malam atau ketika bepergian. Jika memakai diapers kendurkan bagian paha sebagai pentilasi dan jangan lupa menggantinya setiap kali sibuah hati buang air kecil / buang air besar (Indiarti, 2009).

2.2.6.9. Membersihkan alat kelamin

Bersihkan alat kelamin tiap kali mengganti popok, sesudah kotoran

dibersihkan, ambil kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat untuk

membilasnya. Khusus untuk bayi perempuan selalu dimulai dari atas kebawah

untuk menghindari bakteri yang terdapat sekitar anus terbawah keatas.

(12)

Membersihkan hanya didaerah bibir vagina dan jangan menyentuh daerah yang lebih dalam (Indiarti, 2009).

2.2.6.10. Memandikan Bayi

Memandikan bayi adalah membersihkan tubuh bayi dari segala kotoran dengan menggunakan air dan sabun.memandikan bayi dapat dilakukan dengan mandi rendam dan mandi dengan lap.adapun tujuannya adalah supaya kulit bayi bersih,bayi merasa nyaman dan dapat mencegah terjadinya infeksi kulit.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam memandikan bayi menurut (Jhonson,2005) adalah

a. Memandikan bayi bisa dilakukan setelah suhu tubuh bayi stabil yaitu sedikitnya 4 sampai 6 jam setelah kelahiran

b. Pencucian rambut hanya perlu dilakukan hanya sekali sampai dua kali seminggu

c. Penggunaan parfum,lotion,bedak dan bahan kimia lain harus dihindari karena dapat menyebabkan ruam di kulit

Tidak ada waktu yang tepat kapan bayi seharusnya dimandikan namum

memandikan bayi sebelum dia tidur dapat membuatnnya rileks sehingga

memudahkan tidur. Hindari memandikan bayi sesudah makan karena perut yang

tertekan membuatnya muntah.

(13)

Tahapan memandikan bayi adalah sebagai berikut :

a. Pastikan semua peralatan yang dibutuhkan sudah ada di dekat ibu sebelum baju bayi lepas, seperti sabun, shampo bayi, waslap, cotton bud, handuk, popok dan pakaian bersih serta kassa steril untuk membungkus tali pusat.

b. Lapisi tempat mandi bayi dengan alas tahan air atau perlak

c. Letakkan popok kering, handuk dan pakaian ganti dekat ibu cukup jauh dari bak mandi sehingga tidak terciprat air.

d. Masukkan air ke bak mandi tapi jangan terlalu penuh dan suhu air disarankan suam – suam kuku.

e. Lepaskan baju bayi secara bertahap kemudian mulailah membasuh tubuh bayi dari bagian terbersih hingga bagian terkotor.

f. Membersihkan kepala bayi dengan menggunakan shampo bayi lalu basuh dengan bersih, peganglah kepala bayi dengan kuat dan hati – hati lalu bersihkan wajah dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi air hangat.

g. Selanjutnya bersihkan leher, dada dan lengan seperti biasa hanya saja lakukan dengan hati – hati karena kulit bayi masih sangat halus dan lembut.

h. Untuk membersihkan bagian punggung balikkan tubuh bayi dengan kepala yang dikeringkan lalu basuh punggungnya.

i. Tungkai bayi sering menolak merentangkan kakinya namun penting untuk membersihkan bagian belakang lutut (Danuadmadja, 2003).

2.2.6.11. Mengganti popok

Kulit yang terkena air kemih dan kotoran harus segera dibersihkan baik

dengan air,maupun lap(baby wipe).sisa urine yang mengenai kulit dapat

(14)

menimbulkan ruam terutama bila ada organisme dari feses yang memecah urea menjadi amonia.ruam kulit biasanya timbul dalam bulan pertama.

Kain popok harus segera diganti setiap kali basah .bokong bayi dibersihkan dengan air bersih dan kemudian dikeringkan. Bila bokong bayi selalu basah kemudian lecet akan terjadi infeksi besar. Bila ditemukan hal ini sebaiknya air pembersih bokong ditambah dengan zat antiseptic yang dapat membunuh kuman, kemudian diobati dengan saleb yang mengandung obat antibiotika dan anti jamur (Sarwono, 2005).

2.2.6.13. Menyusui bayi

Bayi normal sudah dapat disusui segera setelah lahir lamanya disusui satu sampai dua menit saja pada setiap payudara ibu. Dengan mengisap bayi terjadi perangsangan terhadap pembentukan air susu ibu dan secara tidak langsung perangsangan isap membantu mempercepat pengecilan uterus. Walaupun air susu ibu yang berupa kolustrum itu hanya dapat diisap beberapa tetes, ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi dalam hari – hari pertama.

Bayi baru lahir diberi ASI setiap 2 sampai 3 jam dengan jumlah total 8

sampai 12 kali dalam 24 jam atau sesuai dengan permintaan bayi.sebaiknya

menyusui bayi tanpa dijadwalkan karena bayi akan menentukan sendiri

kebutuhannya.ibu harus menyusui bayi menangis bukan karena sebab

lain(kencing dan sebagainya).lama menyusui biasanya kurang lebih 10 – 15

menit.bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan

Asi dalam lambung bayi akan kosong dalam 2 jam(Farrer,1999)

(15)

Secara alamiah menyusui bayi adalah cara yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan bayi.hal ini menimbulkan hubungan yang sangat penting untuk pertumbuhan psikologis bayi yang sehat.keunggulan ASI perlu ditunjang oleh cara pemberian yang benar,misalnya persiapan dan tehnik menyusui yang tepat,posisi menyusui,lama dan frekuensi menyusui.(Soetjiningsih,1997)

2.2.6.13.1. Imunisasi

Setiap bayi yang lahir di imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu dan mencegah terjadinya infeksi.imunisasi adalah usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap penyakit tertentu.ada 2 jenis kekebalan yang bekerja dalam tubuh yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif.

Ada 5 jenis imunisasi dasar yang harus diberikan pada bayi yaitu

BCG,DPT,Polio,Campak dan Hepatitis B.jadwal pemberian imunisasi pada bayi

yaitu BCG diberikan 1 kali pada umur 0-11 bulan.DPT diberikan 3 kali pada umur

2-11 bulan dengan interval minimal 4 minggu,polio diberikan 4 kali pada umur 0-

11 bulan dengan interval minimal 4 minggu,campak diberikan 1 kali pada umur9-

11 bulan,Hepatitis B diberikan 3 kali pada umur 0-11 bulan.imunisasi yang

seharusnya diberikan kepada bayi baru lahir yang terkait dengan penelitian ini

adalah BCG,Polio dan Hepatitis B.(Suci,2007)

Referensi

Dokumen terkait

9) Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (Notoatmodjo, 2007).Dalam hal ini objek tersebut

Materi Mengenal bagian- bagian panca indera serta definisi dan kegunaan panca indera Mempelajari pengenalan anatomi tubuh manusia secara umum dengan multimedia yang menarik

Pasien dalam menginterpretasikan rumah sakit berawal dari cara pandang melalui panca indera dari informasi-informasi yang didapatkan dan pengalaman baik dari orang lain maupun

Pengetahuan ialah merupakan hasil “tahu” yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan

 Pengetahuan adalah Kesadaran yang membekas dalam pikiran manusia berdasarkan hasil pengalaman dan penggunaan panca indera..  Panca indera : Mata, telinga, hidung, lidah,

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu yang telah orang lakukan. dengan cara penginderaan terhadap objek

Tand (Sign) merupakan bentuk fisik dimana di dalamnya terdapat sebuah makna yang dapat dirasakan oleh panca indera manusia (dilihat, didengar, dsb). Objek adalah

Tingkat pengetahuan DBD Pengetahuan merupakan hasil proses keinginan untuk mengerti, dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terutama indera pendengaran dan