9 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rencana Strategis Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2 dan KB) Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 telah ditetapkan pada tanggal 5 Agustus 2019 melalui Peraturan Bupati Tegal Nomor 37 Tahun 2019 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024. Dengan terbitnya Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Tegal serta Peraturan Bupati Tegal Nomor 73 Tahun 2019 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas - Dinas Daerah Dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal berimplikasi pada perubahan dokumen perencanaan untuk disesuaikan dengan Struktur Organisasi yang baru. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tegal akan melakukan review dan revisi terhadap Renstra Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024. Perubahan Renstra Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal sesuai dengan hasil review yang dilakukan mencakup :
1. Penyesuaian tugas pokok dan fungsi 2. Penyempurnaan tujuan dan sasaran PD 3. Penyempurnaan indikator dan target kinerja 4. Penyesuaian nomenklatur program dan kegiatan
Perencanaan strategis merupakan proses secara sistematis yang berkelanjutan dari pembuatan keputusan yang beresiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisir dan sistematis. Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang merupakan instrumen pertanggungjawaban, perencanaan strategis merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah. Perencanaan ini merupakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis, serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional. Dengan demikian rencana strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal merupakan Rencana Induk (master plan) yang komprehensif tentang bagaimana Dinas P3AP2 dan KB akan mencapai tujuannya.
Perubahan Rencana Strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang mengacu pada
10 Perubahan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 yang disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan perencanaan pembangunan selama lima tahun ke depan berdasarkan visi, misi, tujuan, strategi yang dirumuskan dan disepakati sebagai dasar untuk melaksanakan program dan kegiatan. Karena mengacu pada RPJMD Kabupaten Tegal, maka secara otomatis Renstra Dinas P3AP2 dan KB juga mengacu pada dokumen perencanaan diatasnya yaitu RPJPD Kabupaten Tegal, RPJMD Provinsi Jawa Tengah, serta RPJM Nasional. Selain itu, Renstra Dinas P3AP2 dan KB juga memperhatikan Renstra Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta BKKBN.
Kedudukan dan keterkaitan antar dokumen perencanaan dalam sistem perencanaan pembangunan dan sistem keuangan dapat dilihat dalam bagan sebagai berikut :
Gambar 1.1
Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra Perangkat Daerah Kabupaten
Bagan di atas menunjukkan alur penyusunan Renstra Dinas P3AP2 dan KB yang berpedoman pada RPJMD Kabupaten Tegal dan kemudian menjadi pedomanpenyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas P3AP2 dan KB. Dengan demikian dokumen Renstra merupakan penjabaran RPJMD terkait dengan
Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan
Isu-isu strategis berdasarkan
tusi
Perumusan Strategi dan kebijakan
Perumusan rencana kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran
dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program
prioritas RPJMD
Pengolahan data dan informasi
Perumusan visi dan misi
SKPD
Perumusan Tujuan
Perumusan sasaran
Rancangan Renstra-SKPD
· Pendahuluan
· Gambaran pelayanan SKPD
· isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi
· visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan
· rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
· indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.
Perumusan indikator kinerja
SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran
RPJMD
SPM
Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/
Kota
Penelaahan RTRW
Rancangan Renstra-SKPD
Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian
Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda
Penelaahan KLHS
Renstra-KL dan Renstra Kabupaten/
Kota Renstra-KL dan Renstra SKPD Provinsi
11 program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas P3AP2 dan KB dalam mendukung visi, misi, tujuan dan sasaran pasangan Kepala Daerah terpilih. Sementara penetapan kebijakan baru terkait dengan dinamika pembangunan yang belum diakomodasi dalam RPJMD dapat dimutakhirkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Perkembangan lingkungan strategis, baik nasional maupun regional/daerah, mengharuskan birokrasi (pemerintah pusat dan daerah) untuk mengkaji ulang dasar pendekatan (paradigma) dan sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang terarah pada terwujudnya pemerintahan yang baik, yaitu pemerintahan yang demokratis, desentralistis, partisipatif, transparan, profesional, berkeadilan, menegakkan supremasi hukum dan HAM, bersih dan akuntabel, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, Dinas P3AP2 dan KB sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya berperan membantu Bupati dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Memperhatikan tugas pokok dan fungsinya tersebut, maka Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal menyusun Rencana Strategis sesuai dengan Peraturan Bupati tersebut, dengan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan kelemahan internal dengan mengacu dan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1.2 Landasan Hukum
Dasar hukum yang mendasari penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal Tahun 2019 - 2024 adalah :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah;
2. Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintahan Pusat dan Daerah;
4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
5. Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
12 6. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan;
7. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
8. Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang- undang Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan Dan Kinerja Instansi Pemerintah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pedoman Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggung-jawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat ;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota:
12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga
16. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional;
18. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
19. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 –2024
20. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional;
13 21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan keuangan Daerah ;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
24. Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2020-2024;
25. Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 6 Tahun 2002 tentang Rencana Strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2020-2024;
26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005 – 2025;
27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak ;
28. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Pengendalian Penduduk Dan Penyelenggaraan Keluarga Berencana ;
29. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak;
30. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2023;
31. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak;
14 32. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 51 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Penduduk dan Pelaksanaan Keluarga Berencana;
33. Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tegal Tahun 2005-2025;
34. Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 10 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tegal Tahun 2012-2032 ;
35. Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak;
36. Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Tegal sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah
37. Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tegal Tahun 2019 – 2024;
38. Peraturan Bupati Tegal Nomor 73 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas - Dinas Daerah Dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal;
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya dokumen Review RENSTRA ialah sebagai rumusan strategi, kebijakan, dan program kerja selama 5 (lima) tahun untuk mencapai visi dan misi organisasi. Review Rencana Strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal mempunyai tujuan untuk memberikan keyakinan serta panduan bahwa program kegiatan yang direncanakan dan disusun sudah mengakomodir upaya untuk mencapai sasaran pembangunan daerah seperti yang ditetapkan dalam RPJMD, perkiraan anggaran yang dibutuhkan tentunya dengan memperhatikan celah fiskal daerah dan pagu anggaran jangka menengah yang sudah disepakati bersama melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Dokumen Review RENSTRA yang disusun berisi penjabaran program dan kegiatan PD-DP3AP2 dan KB selama 5 tahun (2019-2024). Hal tersebut dimaksudkan agar Review RENSTRA ini dapat menjadi pedoman dan panduan bagi seluruh aparatur Dinas P3AP2 dan KB di Kabupaten Tegal dalam
15 melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Penyusunan dan penetapan Review RENSTRA juga ditujukan agar seluruh pelaksanaan program kegiatan pada lingkungan organisasi DP3AP2 dan KB dapat terencana, terarah dan terukur, sehingga dapat mencapai tujuan sesuai visi dan misi organisasi.
Penyusunan Review RENSTRA DP3AP2 dan KB Kabupaten Tegal disusun dengan mengacu dan berpedoman pada RPJMD Kabupaten Tegal.
Dokumen perencanaan dengan orientasi jangka panjang dapat diidentifikasikan sebagaiupaya untuk mendesain kondisi yang dicita-citakan di masa mendatang. Kerangka berpikir yang mengacu pada cita-cita masa mendatang diharapkan memberi kejelasan dan mengarahkan pada rumusan masa depan daerah seperti yang sudah di tuangkan dalam visi dan misi pembangunan jangka panjang daerah.
Adapun tujuan penyusunan Review Rencana Strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal adalah :
a. Merumuskan dan menetapkan tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan untuk jangka waktu lima tahun kedepan sesuai tugas dan fungsi Dinas P3AP2 dan KB dalam membantu Bupati dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana;
b. Menjaga konsistensi dan keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan;
c. Memantapkan perencanaan program dan kegiaatn agar terlaksana secara efektif dan efisien, serta memudahkan dalam evaluasi dan pengendalian.
1.4 Sistematika
Sistematika Penyusunan Rencana Strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal Tahun 2019-2024 adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan dan sistematika penulisan Rencana Strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS P3AP2 DAN KB
Bab ini menguraikan tentang tugas, fungsi dan struktur, sumber daya, kinerja pelayanan serta tantangan dan Peluang Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal
16 BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS DINAS P3AP2 DAN KB
Bab ini menguraikan tentang identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi, telaahan visi misi kepala daerah, telaahan renstra Kementerian/Lembaga dan Provinsi, telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis serta penentuan isu-isu strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
Bab ini menguraikan tentang tujuan dan sasaran Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal.
BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Bab ini menguraikan tentang strategi dan arah kebijakan Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal.
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN Bab ini menguraikan rencana program dan kegiatan, indikator
kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal.
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN
Bab ini menguraikan indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai oleh Dinas P3AP2 dan KB dalam lima tahun mendatang
BAB VIII PENUTUP
Bab ini menguraikan simpulan dan harapan pemanfaatan Rencana Strategis Dinas P3AP2 dan KB Kabupaten Tegal.
17 BAB II
GAMBARAN PELAYANAN DINAS P3A DAN P2KB
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan Susunan. Perangkat Daerah Kabupaten Tegal.
Penjabaran Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berdasarkan Peraturan Bupati Tegal Nomor 73 Tahun 2019 adalah :
1. Tugas :
Membantu Bupati dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
2. Fungsi :
a. Perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
b. Pengoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
c. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
d. Pengelolaan dan fasilitasi program dan kegiatan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
f. Pelaksanaan administrasi dinas di bidang Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
18 g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana.
3. Uraian masing-masing tugas dan fungsi : 1). Kepala Dinas :
Tugas Pokok : membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Fungsi : a. Perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
b. Pengoordinasian dan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
c. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kebijakan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
d. Pengelolaan dan fasilitasi program dan kegiatan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
f. Pelaksanaan administrasi dinas di bidang Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
19 g. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh
Bupati di bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana
2). Sekretaris
Tugas Pokok : membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan pengkoordinasian penyiapan bahan penyusunan perencanaan, evaluasi dan pelaporan, penatausahaan urusan keuangan, kepegawaian dan umum, dan pengkoordinasian penyelenggaraan tugas Dinas.
Fungsi : a. Perumusan kebijakan umum dan teknis kesekretariatan/ketatausahaan;
b. Pengoordinasian penyiapan bahan penyusunan perencanaan Dinas;
c. Pengoordinasian penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional Dinas;
d. Pengoordinasian penyelenggaraan tugas Dinas;
e. Penyiapan bahan bimbingan dan pengendalian teknis Dinas;
f. Pengoordinasian penyiapan bahan penyusunan laporan dan evaluasi penyelengaraan tugas Dinas;
g. Pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian dan umum;
h. Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kesekretariatan.
3). Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan
Tugas Pokok : membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan program Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP).
Fungsi : a. Penyiapan bahan penyusunan rencana kerja;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional Pengarusutamaan
20 Gender (PUG) serta Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP);
c. Pelaksanaan program operasional Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP);
d. Pelaksanaan penerangan dan motivasi operasional Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP);
e. Pelaksanaan fasilitasi penguatan kelembagaan operasional Pengarusutamaan Gender (PUG);
f. Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas bidang operasional Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP).
4). Kepala Bidang Perlindungan Anak
Tugas Pokok : membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan program dibidang Kesejahteraaan, Pemenuhan Hak Anak, Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak
Fungsi : a. Penyiapan bahan penyusunan rencana kerja;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan umum dan teknis operasional pengelolaan progam Kesejahteraaan, Pemenuhan Hak Anak, Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak;
c. Pelaksanaan progam Kesejahteraaan, Pemenuhan Hak Anak, Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak;
21 d. Pengendalian, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas bidang Kesejahteraaan, Pemenuhan Hak Anak, Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak.
5). Kepala Bidang Keluarga Berencana
Tugas Pokok : Kepala Dinas dalam melaksanakan Program Keluarga Berencana
Fungsi : a. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan program di bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi remaja;
c. pengoordinasian pelaksanaan kebijakan program di bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi remaja;
d. pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kebijakan di bidang keluarga berencana;
e. pelaksanaan dan fasilitasi kegiatan di bidang keluarga berencana;
f. pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi remaja;
6). Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera
Tugas Pokok : membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan kebijakan teknis daerah dibidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera
Fungsi : a. Penyiapan bahan penyusunan rencana kerja;
b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera;
c. Pelaksanaan program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera;
d. Pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Bidang Pengendalian
22 Penduduk dan Keluarga Sejahtera.
7). Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam pelaksanaan wewenang, tugas pokok dan fungsi Dinas sesuai uraian tugas berdasarkan Pedoman Angka Kredit Jabatan. Dalam menjalankan tugasnya kelompok jabatan fungsional mendasarkan pada prinsip kompetensi, keahlian/keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.
4. Struktur Organisasi
Susunan Organisasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 7 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati Tegal Nomor 73 Tahun 2019 sebagaimana disebutkan di atas adalah sebagai berikut :
a. Kepala Dinas (Eselon II)
b. Sekretaris (Eselon III A), yang membawahkan : - Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Eselon IV A) - Sub Bagian Perencanaan (Eselon IV A)
- Sub Bagian Keuangan (Eselon IV A)
c. Bidang Pemberdayaan Perempuan (Eselon III B) yang membawahkan : - Seksi Pengarusutamaan Gender (Eselon IV A)
- Seksi Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (Eselon IV A)
d. Bidang Perlindungan Anak (Eselon III B) yang membawahkan : - Seksi Kesejahteraan dan Pemenuhan Hak Anak (Eselon IV A) - Seksi Perlindungan & Peningkatan Kualitas Hidup Anak (Eselon IV
A)
e. Bidang Keluarga Berencana (Eselon III B) yang membawahkan : - Seksi Jaminan Advokasi, KIE dan Pembinaan Lini Lapangan
(Eselon IV A)
- Seksi Jaminan Pelayanan & Pembinaan Kesertaan KB (Eselon IV A) - Seksi Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja (Eselon IV A)
23 f. Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera (Eselon III B)
yang membawahkan :
- Seksi Data dan Informasi (Eselon IV A)
- Seksi Parameter, Analisa, Advokasi dan Penggerakan Kependudukan (Eselon IV A)
- Seksi Keluarga Sejahtera (Eselon IV A) g. Kelompok Jabatan Fungsional
Untuk lebih jelasnya susunan organisasi dapat dilihat struktur organisasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal dapat dilihat pada bagan sebagai berikut :
Bagan 1
Struktur Organisasi Dinas P3A dan P2KB Kabupaten Tegal (Lampiran Peraturan Bupati Nomor 73 Tahun 2019)
LAMPIRAN VIII.A BAGAN ORGANISASI
PERATURAN BUPATI TEGAL DINAS P3AP2 & KB
NOMOR 73 TAHUN 2019
TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA
DINAS-DINAS DAERAH DAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN TEGAL
KETERANGAN :
KELOM P OK JA B A TA N FUNGSIONA L
B IDA NG P EM B ERDA YA A N P EREM P UA N
B IDA NG P ERLINDUNGA N A NA K
B IDA NG P ENGENDA LIA N P ENDUDUK DA N
KELUA RGA SEJA HTERA
B IDA NG KELUA RGA B ERENCA NA
SEKSI DATA DAN INFORM ASI
SEKSI JAM INAN ADVOKASI, KIE
DAN PEM BINAAN LINI LAPANGAN
UMI AZIZAH KEPALA
SEKSI PARAMETER, ANALISA , ADVOKASI DAN
PENGGERAKAN KEPENDUDUKAN
SEKSI JAM INAN PELAYANAN
DAN PEM BINAAN KESERTAAN KB
SEKRETARIAT
SUB BAGIAN PERENCANAAN
SUB BAGIAN KEUANGAN
SUB BAGIAN UM UM DAN
KEPEGAWAIAN
SEKSI PENGARUSTAM AAN GENDER
SEKSI PERLINDUNGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS
HIDUP PEREM PUAN
SEKSI PERLINDUNGAN DAN PENINGKATAN KUALITAS
HIDUP ANAK
SEKSI KELUARGA SEJAHTERA
SEKSI PEM BINAAN KESEHATAN
REPRODUKSI REM AJA
: Garis Komando
BUPATI TEGAL : Garis Koordinasi
SEKSI KESEJAHTERAAN DAN PEM ENUHAN HAK ANAK
2.2. Sumber Daya
24 2.2.1 Sumber daya manusia
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal sebagai salah satu organisasi perangkat daerah dalam menjalankan roda organisasi sangat ditentukan oleh kuantitas dan kualitas sumber daya manusianya dan perlengkapan yang dimilikinya sebagai elemen penting dalam menggerakkan roda organisasi sekaligus sebagai faktor yang berpengaruh dan menentukan dalam mencapai tujuan organisasi.
Formasi pegawai sesuai beban tugas Dinas P3A dan P2KB Kabupaten Tegal sebanyak 151 orang, saat ini jumlah personil Sumber Daya Manusia sebanyak 56 orang yang terdiri atas :
Tabel 2.1
Susunan Pegawai Berdasarkan Pendidikan dan Jenis Kelamin Tahun 2019 Unit
Organisasi
S2 S1 D3 D1 SMA/Se
derajat SMP/SD Jumlah Keseluru
han
L P L P L P L P L P L P L P
Kepala DP3A
&P2KB
1 - - - 1 -
Sekretariat - 2 2 6 - 1 - - 4 2 1 - 7 11
Bidang Pemberdaya an
Perempuan
- 2 - 1 - - - - 1 - - - 1 3
Bidang Perlindungan Anak
1 - - 1 - - - - 1 1 - - 2 2
Bidang Pengendalian
Penduduk 1 1 1 - - - 1 - - - 3 1
Bid. Keluarga
Berencana 2 1 - 1 - - - 1 - 3 2
Bid. Keluarga
Sejahtera 1 - - 3 - - - 1 3
UPTD P3A &
P2KB 4 1 9 - - - 2 - - 13 3
Jml pegawai berdasar jenis
kelamin 10 7 12 12 - 1 - - 7 5 2 - 31 25
Jml pegawai berdasar jenjang pendidikan
17 24 1 - 12 2 56
25 Berdasarkan tabel tersebut di atas, kekurangan jumlah pegawai sebanyak 95 orang. Di samping kekurangan pegawai dari segi kuantitas tersebut, juga masih terdapat kekurangan secara kualitas sebanyak ± 40
% (empat puluh per seratus) yang perlu terus ditingkatkan kemampuannya baik kompetensi maupun kinerjanya guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi PD.
Ada pun berdasarkan golongan, jumlah pegawai di Dinas P3AP2 dan KB tercantum pada tabel 2.2 berikut ini :
Tabel 2.2
Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan Tahun 2019
No Golongan L P Jumlah
1 Golongan I 2 - 2
2 Golongan II 3 2 5
3 Golongan III 13 18 31
4 Golongan IV 11 5 16
Ketercukupan jumlah pegawai tidak akan memperoleh hasil yang optimal apabila tidak didukung oleh sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan dalam penyelesaian tugas. Dari awal berdirinya perangkat daerah pada Tahun 2008 sarana dan prasarana yang dimiliki masih sangat terbatas, namun demikian penyelesaian tugas menjadikan prioritas yang harus dilaksanakan walaupun dengan sarana dan prasarana yang serba minimal. Dengan berjalannya waktu tahun demi tahun terdapat peningkatan anggaran yang dimanfaatkan untuk pengadaan sarana prasarana yang sangat urgen untuk segera dipenuhi diantaranya personal komputer (PC), laptop/notebook, printer, LCD, kendaraan dinas operasional, meja dan kursi kerja, meja rapat, filling cabinet dan lemari besi. Namun keseluruhan pengadaan dan penyediaan sarana prasarana kerja tersebut masih belum mencukupi dan masih ada sarana prasarana yang perlu diperbarui mengingat usia dan perkembangan teknologi.
26 2.2.2 Aset/modal
Sarana dan prasarana kerja yang dimiliki Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal dapat dijelaskan pada tabel berikut :
Tabel. 2.3 Aset Yang Dimiliki
NO. JENIS BARANG / NAMA BARANG JUMLAH
I Bangunan dan Gedung 28
a. Bangunan Kantor Pemerintah 1
b. Tempat parkir 1
c. Pagar keliling 2
d. Gudang Alat Kontrasepsi 1
e. Gudang Non Alkon 1
f. Gedung PPT 1
g. Mushola 1
h. Garasi 1
i. Perpustakaan 1
j. Balai Penyuluh 17
k. Rumah Negara Golongan III Type A/Rumdin 1
II Peralatan dan Mesin 3706
1 Alat-Alat Besar 1
Portable Generating set 1
2 Alat-Alat Angkut 151
Mobil 7
Sepeda Motor 161
3 Alat Kantor dan Rumah Tangga 542
4 Alat Studio dan Komunikasi 56
Screen Projector 5
LCD Projector & Attachment 7
Pesawat Telepon dan Telephone (PABX) 8
Wireless 5
Amplifier 1
Handycam 2
Camera 2
Speaker aktif 3
Facsimili 2
Public Addres 21
5 Alat-alat kedokteran 2.956
KIE Kit, BKB Kit, Implant dll 2937
Timbangan 19
III Jaringan Listrik 1
Jumlah Total 3.735
27 Kondisi sarana dan prasarana yang ada saat ini kurang memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada Dinas P3A dan P2KB Kabupaten Tegal. Di samping itu, sesuai standarisasi sarana dan prasarana kerja, personal komputer untuk tiap pejabat struktural dan staf masih sangat terbatas sehingga perlu penambahan guna mendukung kelancaran tugas dan fungsi serta sebagian personal komputer sudah memerlukan pembaharuan mengingat kapasitas beberapa personal komputer telah berusia lama dan perlu menyesuaikan dengan perkembangkan teknologi saat ini.
Pemenuhan sarana prasarana pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian dan perlu segera dicukupi mengingat hal tersebut merupakan pendukung layanan kepada masyarakat, antara lain peralatan kantor serta klinik korban. Keterbatasan sarana dan prasarana perlengkapan kerja menjadikan perhatian dan perencanaan ke depan menjadi prioritas pemenuhan selain perbaikan dan pemeliharaan sarana prasarana bersangkutan guna mendukung capaian kinerja OPD yang optimal.
2.3. Kinerja Pelayanan
Bab ini menjelaskan data dan informasi yang menggambarkan pencapaian - pencapaian yang telah dilaksanakan dalam Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal Tahun 2015 – 2019. Data dan informasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran berbagai persoalan yang dihadapi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.
2.3.1. Kinerja Pelayanan Umum
Secara umum kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berkaitan dengan fungsi perumusan kebijakan teknis, pemberian
28 dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembinaan dan pelaksanaan tugas, pengelolaan urusan ketatausahaan Dinas serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati yang berkaitan dengan lingkup tugas di bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Capaian Kinerja untuk pelayanan manajemen administrasi pelayanan umum, kepegawaian keuangan, dan perencanaan Dinas P3A dan P2KB selama tahun 2015 – 2019 dapat dijelaskan pada tabel berikut ini :
Tabel 2. 4
Capaian Kinerja Pelayanan Manajemen Administrasi Pelayanan Umum, Kepegawaian Keuangan, Dan Perencanaan
Dinas P3A dan P2KB Thn 2015 -2019 No Indikator Kinerja Capaian Kinerja
2015 2016 2017 2018 2019 1 Dokumen Pengelolaan
Tenaga Penyuluh KB dan Sumber Daya Aparatur
3 3 3 3 3
2 Dokumen Pengelolaan barang Dinas P3AP2&KB dan UPTD
3 3 3 3 3
3 Terpenuhinya admininistrasi
perkantoran dan Proporsi pemenuhan Pelayanan Administrasi Perkantoran
100% 100% 100% 100% 100%
4 Terselenggaranya
kegiatan penunjang perkantoran
100% 100% 100% 100% 100%
5 Dokumen Pengelolaan
administrasi keuangan 1 1 1 1 1
6 Dokumen Perencanaan penganggaran,
Pengendalian dan Evaluasi
4 4 4 4 5
Layanan administrasi Sekretariat meliputi layanan kehumasan, penyusunan dokumen perencanaan dan evaluasi, pengelolaan administrasi keuangan dan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh aparat pengawas instansi pemerintah.
29 Jumlah dokumen perencanaan dan evaluasi yang dihasilkan pada tahun 2015 – 2019 sebanyak 25 (dua puluh lima) dokumen, sedangkan jumlah dokumen laporan pengelolaan administrasi keuangan sebanyak 5 dokumen. Jumlah dokumen Pengelolaan Tenaga Penyuluh KB dan Sumber Daya Aparatur serta dokumen Pengelolaan barang Dinas P3A dan P2KB dan UPTD yang dihasilkan pada tahun 2015 – 2019 sebanyak 30 (tiga puluh).
2.3.2. Kinerja Pelayanan Khusus Terkait Penyelenggaraan Pelayanan Berdasarkan Hasil Evaluasi Capaian Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal Tahun 2015-2019
Gambaran mengenai pencapaian kinerja Dinas P3A dan P2KB Kabupaten Tegal dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pemberdayaan Perempuan
Peningkatan kualitas hidup perempuan, anak dan keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan kualitas hidup sumber daya manusia. Dalam rangka memberdayakan perempuan menuju kesetaraan gender, diperlukan akses seluas-luasnya terhadap perempuan untuk berperan aktif di semua bidang kehidupan. Berikut adalah gambaran secara lengkap mengenai capaian kinerja pemberdayaan perempuan 2015-2019. Sebagaimana Tabel di bawah ini.
Tabel 2. 5
Capaian Kinerja Pemberdayaan Perempuan Thn 2015 -2019 No Uraian Capaian Kinerja Pemberdayaan
Perempuan
2015 2016 2017 2018 2019 1 Capaian Keadilan &
Kesetaraan Gender (APE)
350 350 400 700 0
2 Jumlah pekerja perempuan di dalam negeri (Jiwa)
5.481 5.804 6.144 6.221 925
3 Jumlah pekerja
perempuan di Luar 783 879 516 821 1.243
30 No Uraian Capaian Kinerja Pemberdayaan
Perempuan
2015 2016 2017 2018 2019 negeri (Jiwa)
4 Jumlah total pekerja
perempuan (Jiwa) 6.264 6.683 6.630 7.042 2.168 5 Persentase pekerja
perempuan di Dalam negeri (%)
87.50 86.85 92.67 88.34 42.72
6 Persentase pekerja perempuan di Luar negeri (%)
12.50 13.15 7.78 11.36 0.573
7 Jumlah Pekerja Perempuan sebagai PNS (Jiwa)
5.721 5.388 5.926 5,341 4.862
8 Jumlah Pekerja Perempuan
10 10 10 10 11
9 Persentase keter- wakilan perempuan di legislatif (%)
20 20 20 20 24
Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Untuk mengetahui peran aktif perempuan salah satunya dapat diukur dari partisipasi perempuan pada lembaga pemerintah maupun swasta. Capaian kinerja APE telah menunjukkan kinerja yang baik, Kabupaten Tegal berada pada posisi APE Madya. Kondisi ini perlu dipertahankan untuk menggambarkan kinerja pemberdayaan perempuan yang lebih baik lagi.
Pencapaian kesetaraan dan keadilan gender dapat dilihat dari indikator utama yaitu Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Secara khusus IPG terlah berubah cara menghitung, yaitu selain tidak lagi digunakan angka melek huruf sebagai indikator pembentuk IPG, juga cara merumuskan IPG berubah yaitu memperbandingkan IPM perempuan dibagi IPM laki-laki kali 100. Cara membacanya juga berubah yaitu dengan cara membandingkan antara hasil IPG dengan angka 100. Semakin jauh atau semakin rendah dari angka 100 maka semakin tinggi kesenjangan. IPG Kabupaten Tegal menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu sebagaimana tercantum pada gambar di bawah ini.
31 Gambar. 2.1
Grafik Perbandingan Capaian IPG Kabupaten Tegal dengan IPG Jawa Tengah Tahun 2015 – 2019
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2020
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di sekitar Kabupaten Tegal menunjukkan capaian Kabupaten Tegal lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Brebes, namun lebih masih di bawah Kota Tegal, yang selengkapnya dapat disimak pada gambar berikut :
Gambar 2.2.
Grafik Persandingan Capaian IPG Kabupaten Tegal dengan IPG Kabupaten lainnya Tahun 2019
84 86 88 90 92 94
2015 2016 2017 2018 2019
87,03 87,03 87,52 86,95 86,74 92,21 92,22 91,94 91,95 91,89
Indeks Pembangunan Gender (IPG)
Tegal Jawa Tengah
32 Sumber : Badan Pusat Statistik, 2020
Apabila dilihat dari komponen pendukung IPG, diketahui bahwa masih tingginya gap antara laki-laki dan perempuan di bidang ekonomi yang ditunjukkan pada komponen pengeluran per kapita tahun 2019 laki-laki sebesar 14,795 sedangkan perempuan sebesar 7,615. Hal tersebut menunjukkan bahwa akses ekonomi bagi perempuan masih terbatas dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah bersama dengan masyarakat dan dunia usaha. Namun demikian pengeluaran perkapita perempuan dari tahun ke tahun pada 3 (tiga) tahun terakhir mengalami pergerakan meningkat dikarenakan telah adanya upaya dari pemerintah beserta masyarakat dan dunia usaha dalam memperluas akses perempuan dalam berwirausaha dan bekerja. Pengeluaran perkapita laki-laki dan perempuan tahun 2017 - 2019 sebagai berikut :
Gambar 2.3.
Grafik Persandingan Capaian Pengeluaran per kapita laki- laki dengan perempuan Kab. Tegal Tahun 2017 – 2019
86,74
93,37 86,35
85,81
92,58
82 84 86 88 90 92 94
Tegal Kota Tegal Brebes Pemalang Pekalongan
Indeks Pembangunan Gender (IPG)
33 Sumber : Badan Pusat Statistik, 2020
Selain IPG, indikator yang harus dicapai adalah Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Indeks ini adalah indeks komposit yang mengukur peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik. Peran aktif perempuan dalam kehidupan ekonomi dan politik mencakup partisipasi berpolitik, partisipasi ekonomi dan pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi.
Capaian IDG Kabupaten Tegal tahun 2015 - 2018 menunjukkan tren menurun sebagaimana dapat dilihat pada grafik berikut ini :
Gambar. 2.4
Grafik Persandingan Capaian IDG Kabupaten Tegal dengan IDG Jawa Tengah Tahun 2015 – 2018
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2019
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di sekitar Kabupaten Tegal menunjukkan capaian Kabupaten Tegal lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang,
0 5 10 15
2017 2018 2019
13,898 14,210 14,795
7,203 7,349 7,615
P E N G E LUAR A N P E R K A P I TA
Laki-laki Perempuan
77,06
68,90 69,25
74,80
75,10 74,03
0 50 100 150 200
2015 2017 2018
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Tegal Jawa Tengah
34 namun lebih masih di bawah Kota Tegal dan Kabupaten Pekalongan, yang selengkapnya dapat disimak pada gambar berikut :
Gambar 2.5.
Grafik Persandingan Capaian IDG Kabupaten Tegal dengan IDG Kabupaten lainnya Tahun 2018
Perempuan ASN yang menduduki posisi manajer cukup mendapat tempat dalam struktur birokrasi di Kabupaten Tegal. Kondisi kinerja selalu meningkat dari tahun ke tahun, sebegaimana dapat dicermati dalam gambar berikut.
Tabel 2. 6
Perempuan ASN sebagai Manajer Tahun 2015– 2019 No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1 Perempuan pada jabatan eselon I,II,III,
dan IV 25.22 26.13 26.75 27.95 28.69 Sumber: Evaluasi RAD SDGs, 2019.
Keberadaan perempuan ASN menduduki posisi manajer dimungkinkan karena kapasitas ASN perempuan tidak kalah bersaing dengan ASN laki-laki dari segi kapasitas, kompetensi dan kepemimpinan. Sehingga penempatan jabatan ASN perempuan dapat diterapkan, meningkat setiap tahunnya.
2. Perlindungan Perempuan dan Anak
69,25 79,57 60,94
68,95 73,19
0 20 40 60 80 100
Tegal Kota Tegal Brebes Pemalang Pekalongan
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
35 Perlindungan perempuan dari segala bentuk kekerasan merupakan implementasi Negara hadir dalam melindungi segenap warga Negara termasuk perempuan. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan baik secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran didalam kehidupan rumah tangga
Pencapaian Perlindungan Perempuan dan Anak dapat dilihat dari indikator utama yaitu Persentase Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, Persentase Perempuan Korban Perdagangan Orang dan Persentase Anak Korban Kekerasan.
Persentase Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Kabupaten Tegal kurun waktu tahun 2015 – 2019 bersifat fluktuatif, hal ini dapat dilihat berdasarkan data berikut ini :
Tabel 2.7
Rasio KDRT diKabupatenTegal Tahun 2015-2019
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1 Jumlah KDRT 51 12 7 6 11
2 Jumlah Rumah Tangga 431.97 430.29 444.49 447.59 450.21 3 Rasio KDRT 0,0012 0,0027 0,0016 0,0013 0.0024 Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Keberadaan Pusat Pelayanan (PPT) cukup efektif untuk menindaklanjuti pengaduan kekerasan dalam rumah tangga.
Angka KDRT perlu dipertahankan untuk ditekan. Meski demikian KDRT yang ada masih fenomena gunung es, yaitu kecenderungan korban KDRT untuk melapor dimungkinkan masih rendah karena merasa malu atau takut melapor. Penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dikoordinasikan melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT). Berikut disajikan data penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
36 Tabel 2. 8
Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Kab. Tegal 2015-2019
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1 Prevalensi kasus kekerasan
terhadap anak perempuan 61 78 126 53 66 2 Korban kekerasan terhadap
perempuan dan anak yang terlaporkan terlayani
100 100 100 100 100
Sumber: Evaluasi RAD SDGs, 2019.
Kesadaran masyarakat untuk melaporkan penangangan terhadap perempuan dan anak menunjukkan kecenderungan yang baik. Pada tahun 2017 jumlah laporan cukup tinggi, dan pada tahun-tahun selanjutnya jumlah laporan menurun. Dari semua laporan yang ada, telah ditindaklanjuti 100%, baik berupa penanganan medis, mediasi hingga upaya jalur hukum menurun.
Dari semua laporan yang ada, telah ditindaklanjuti 100%, baik berupa penanganan medis, mediasi hingga upaya jalur hukum.
3. Pemenuhan Hak Anak
Dalam rangka peningkatan pemenuhan hak anak sebagai upaya peningkatan kualitas hidup anak dilakukan meliputi pembentukan Desa Layak Anak (Delana) dan Forum Anak tingkat Desa. Untuk lebih jelasnya dapat dicermati Tabel berikut :
Tabel 2. 9
Capaian Sasaran Program Perlindungan Anak Th 2015-2019 No Uraian Capaian Sasaran Program Perlindungan
Anak
2015 2016 2017 2018 2019 1 Capaian Pemenuhan
Hak Anak 350 350 400 500 500
2 Persentase Desa Layak Anak (Delana) yang dibentuk
3.48 4.18 5.22 6.62 20.56
3 Persentase Forum Anak tingkat Desa yang dibentuk.
1.33 1.33 1.39 1.39 4.9
4 Persentase Anak Memerlukan
Perlindungan Khusus (AMPK) yang
ditangani
0 2 5 5 5,1
5 Jumlah Tenaga 0 50 100 100 120
37 No Uraian Capaian Sasaran Program Perlindungan
Anak
2015 2016 2017 2018 2019 Terlatih Konvensi Hak
Anak (KHA).
6 Persentase
Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang terbentuk.
Kecamatan
0 0 2 2 27,8
Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Capaian pemenuhan hak anak menunjukkan kinerja yang belum optimal. Capaian pemenuhan hak anak Kabupaten Tegal masih menunjukkan posisi KLA Pratama. Hal ini disebabkan koordinasi lintas sektor belum optimal dalam memenuhi ketentuan persyaratan KLA. KLA merupakan indikator yang menggambarkan kinerja pelayanan di bidang perlindungan anak.
4. Pengendalian Penduduk
Pengendalian Penduduk adalah untuk mengendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Indonesia umumnya dan Kabupaten Tegal pada khususnya agar dapat terkendali sesuai yang direncanakan yaitu terjadinya Zero Growth. Untuk mencapai kondisi tersebut dilakukan melalui pengendalian kelahiran pada pasangan usia subur. Data Laju Pertumbuhan Penduduk mulai tahun 2015 sampai dengan Tahun 2018 seperti tabel dibawah.Dari data tersebut selama kurun waktu 5 tahun diharapkan akan terjadi penurunan LPP Kabupaten Tegal sebesar 0,01 tiap tahunnya sehingga target LPP Tahun 2024 sebesar 0,219 bisa tercapai.
Tabel 2.10
Laju Pertumbuhan Tahun 2015-2019
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1 Jumlah 1.424.891 1.429.386 1.433.515 1.437.225 1.440.698
38
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
Penduduk
2 LPP 0.34 0.32 0.289 0.260 0.241
3 Penurunan
LPP 0.22 0.02 0.031 0.029 0.019
Sumber: BPS Kabupaten Tegal Tahun 2020 5. Kesertaan Keluarga Berencana
Jumlah penduduk Kabupaten Tegal tahun 2019 berdasarkan proyeksi BPS sebanyak 1.440.671 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 715.904 jiwa (49,70%) dan perempuan sebanyak 724.767 jiwa (50,30%). Jumlah tersebut semakin meningkat sebesar 0,26% dibanding tahun 2018 sebanyak 1.437.225 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 714.305 jiwa (49,70%) dan perempuan sebanyak 722.920 (50,30%). Apabila dilihat dari persentasenya, persentase penduduk laki-laki dan perempuan hampir sama dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk Kabupaten Tegal berdasar jenis kelamin tahun 2015 - 2019 dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 2.11
Penduduk Kabupaten Tegal Menurut Jenis Kelamin dan Kecamatan Tahun 2019
No Nama
Kecamatan Laki-laki Perempuan Total
1 Margasari 47.428 48.199 95.627
2 Bumijawa 42.094 42.269 84.363
3 Bojong 30.148 31.838 61.986
4 Balapulang 40.501 41.393 81.894
5 Pagerbarang 26.114 26.489 52.603
6 Lebaksiu 40.940 42.965 83.905
7 Jatinegara 26.773 27.329 54.102
8 Kedungbanteng 20.308 20.107 40.415
9 Pangkah 50.914 50.970 101.884
10 Slawi 35.977 37.535 73.532
11 Dukuhwaru 29.700 30.657 60.357
39
No Nama
Kecamatan Laki-laki Perempuan Total
12 Adiwerna 60.134 59.545 119.679
13 Dukuhturi 44.765 44.209 88.974
14 Talang 52.430 52.281 104.711
15 Tarub 39.798 39.494 79.292
16 Kramat 57.073 58.461 115.534
17 Suradadi 40.651 40.925 81.576
18 Warureja 30.156 30.101 60.257
2019 715.904 724.767 1.440.671
2018 714.305 722.920 1.437.225
2017 712.511 721.004 1.433.515
2016 710.513 718.873 1.429.386
2015 708.301 716.590 1.424.891
Sumber : Proyeksi BPS Kabupaten Tegal
Sedangkan Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Tegal dari tahun 2015 sampai tahun 2019 berfluktuasi sebagimana tabel berikut ini :
Tabel 2.12
Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Tegal Tahun 2015-2019
No Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
TFR 2.30 2.28 2.42 2.47 2.24
Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Tahun 2015 TFR diketahui 2,30 mengalami penurunan sebesar 0,02 dibandingkan tahun 2016. TFR mengalami peningkatan di tahun 2017 dan 2018 dan menurun kembali di tahun 2019. Hal ini perlu mendapat perhatian seluruh pihak sehingga ke depannya diharapkan dapat terkendali dan kembali menurun.
Penurunan Total Fertility Rate (TFR) dilakukan dengan menggalakkan program KB yang diarahkan pada capaian peningkatan jumlah peserta KB aktif. dilakukan dengan cara menggalakkan program KB yang diarahkan pada capaian peningkatan jumlah peserta KB aktif.
Kepesertaan KB aktif mulai tahun 2015 mengalami penurunan sebagaimana dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2.13
Prosentase Pemakaian Alat Kontrasepsi Kab. Tegal Thn 2015-2019
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1. Jumlah Peserta KB 214.769 210.584 206.398 203.349 205.527
40
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
(Jumlah Akseptor KB)
2. Jumlah PUS 300.902 293.088 294.221 297.296 302.589 3. Prosentase Pemakaian
Alat Kontrasepsi (CPR) 71.38 71.85 70.15 68.40 67.92 Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Kepesertaan KB Aktif mulai tahun 2015 – 2019 terus mengalami penurunan. Demikian pula untuk angka drop out peserta KB sebagaimana tabel berikut :
Gambar 2.6
Grafik Drop Out KB Kabupaten Tegal Tahun 2015-2019
Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Sebaliknya, pasangan usia subur yang ingin anak ditunda dan tidak ingin anak lagi tetapi tidak ber-KB (unmeet need) mulai tahun 2015 mengalami fluktuasi dan terdapat kecenderungan bertambah sebagaimana grafik berikut ini :
Gambar 2.7
Grafik Unmeet need KB Kabupaten Tegal Tahun 2015-2019 12,90
17,57 17,86
15,99
11,00
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00 16,00 18,00 20,00
2015 2016 2017 2018 2019
DO/Drop Out KB
41 Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Peningkatan unmeet need KB akan menyebabkan berkurangnya jumlah kepesertaan KB dan dapat memicu peningkatan laju pertumbuhan penduduk. Penurunan kepesertaan KB aktif dan bertambahnya unmeetneed KB disebabkan karena masih banyaknya penggunaan KB non MKJP yaitu sebesar 70,35%, terbatasnya jumlah PLKB (rata-rata 1 PKLB menangani 3 desa) dan takut terhadap efek samping.
6. Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Ketahanan keluarga mencakup pengembangan Tribina (Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia).
Melalui kegiatan ini setiap kelompok Tribina akan memperoleh sekaligus dapat memantapkan setiap program dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera.
Tribina merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang anak baik secara fisik, motorik, kecerdasan, emosional, sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya kepada balita dan anak remaja disamping itu tribina juga berguna untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan masa
14,92
13,55
13,97
14,22
15,74
12,00 12,50 13,00 13,50 14,00 14,50 15,00 15,50 16,00
2015 2016 2017 2018 2019
Unmeetneed
42 lanjut usia (Lansia) yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan program ketahanan keluarga dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.14
Capaian Kegiatan Ketahanan Keluarga di Kab Tegal Tahun 2015-2019
No. Uraian 2015 2016 2017 2018 2019
1. Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber KB
81,91%
62,3 83,03%
83,03 83,03%
83,03 71.36%
60.66 75.46%
64,30
2. Cakupan Anggota BKR ber
KB 46,88 81,64 42,57 28,11 67,71
3. Cakupan Anggota BKL ber
KB 63,48 77,37 34,6 37.85 44,56
4. Cakupan Remaja dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja / Mhsw
46,6 % (48 dri 103 sek)
48,03%
(49 dri 102 sek)
47,17 % (50 dri 106 sek)
48,11 % (51 dari 106 sek)
48,11 % (51 dari 106 sek) 5. Cakupan PUS peserta KB
Anggota Usaha
Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB
81,66% 80,79% 80,02% 58.21% 42,61%
6. Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa ( PPKBD )
1 1 1 1 1
7. Cakupan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD )
1.176
(81,1 % ) 1.214
(83,72 %) 1.351
(93,17 %) 1.486
(98,18%) 1.486 (98,18%)
8. Cakupan penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap Desa/
Kel.
100 100 100 100 100
Sumber : DP3A danP2KB Kabupaten Tegal, data diolah
Capaian Kinerja Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tegal Tahun 2015 - 2019 pada urusan wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan urusan wajib Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dapat ditunjukan sebagai berikut :
43