• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1 Kedudukan dan Koordinasi

Berikut adalah keterangan mengenai posisi kedudukan dan alur koordinasi penulis selama melakukan praktik magang di CV Pendekar Kepala Telur atau EGGHEAD.

3.1.1 Kedudukan

Selama melaksanakan praktik magang di EGGHEAD, penulis mendapatkan posisi sebagai graphic designer intern yang bertugas untuk membuat desain yang dibutuhkan oleh klien seperti media sosial post, poster cetak maupun digital, dan lain sebagainya sesuai dengan arahan direktur proyek, manajer proyek, desainer senior. dan desainer junior. Penulis juga diberi kesempatan untuk membuat salah satu kampanye untuk Hari Ibu toko roti Muyoo di Singapura, membuat brand audit untuk brand tas, Belle Singapura, desain media sosial layanan catering BellyGood Singapura, dan merancang mock up untuk jasa percetakan, West Coast Label Singapura.

3.1.2 Koordinasi

Alur koordinasi yang berjalan dalam sebuah proyek dimulai dari permintaan klien yang didiskusikan bersama dengan direktur proyek. Direktur proyek dapat memberikan saran atau ide selain dari yang klien inginkan. Kemudian direktur proyek akan memberikan arahan kepada manajer proyek mengenai hal-hal yang

1 2

3 4

(2)

proyek juga memberikan kontak klien kepada manajer proyek agar dapat melakukan diskusi lebih jika terjadi perubahan-perubahan kecil. Setelah itu, manajer proyek akan memberikan penjelasan dan membagi pekerjaan kepada desainer senior dan desainer junior sesuai dengan brand yang dipegangnya.

Desainer senior dan desainer junior akan menugaskan pekerjaan kepada desainer grafis magang, kemudian hasil desain akan didiskusikan bersama dengan para desainer dan manajer proyek untuk revisi. Desainer senior, junior, dan desainer grafis magang dipersilakan memberikan masukan terhadap desain yang diperlukan oleh klien. Setelah desain disetujui oleh manajer proyek, hasil desain juga perlu mendapat persetujuan dari direktur proyek dan kemudian manajer proyek akan memberikan hasil akhir kepada klien. Jika klien memberikan revisi, manajer proyek akan menugaskan para desainer untuk melakukan revisi. Hasil desain berupa cetak akan diberikan kepada produksi percetakan oleh manajer proyek setelah mendapatkan persetujuan dari klien, sedangkan hasil desain berupa digital (poster) akan langsung diberikan kepada klien. Hasil desain untuk media sosial (Instagram dan Facebook) akan langsung dipublikasikan oleh tim marketing yang menangani akun klien.

3.2 Tugas yang Dilakukan

Berikut merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh penulis selama melakukan praktik kerja magang di CV Pendekar Kepala Telur atau EGGHEAD:

No. Minggu Proyek Keterangan

1 I

15 Februari 2021

Brand audit proposal Belle

Mencari data kompetitor, benchmarks, dan membuat presentasi.

2 II

22 Februari 2021

Target audience Belle Mencari data target audience, membuat persona, dan customer journey map.

3 III - IV - Project brief Belle - Memberikan feedback dan

(3)

- Desain untuk kampanye outlet baru Muyoo

- Membuat poster cetak dan digital, stiker roda berputar dan post media sosial (Instagram)

4 V

15 Maret 2021

- Desain media sosial BellyGood

- Pembuatan strategi brand dan pencarian nama brand Belle

- Membuat media sosial (Instagram), digital imaging kemasan, dan persona BellyGood

- Membuat strategi brand dan mencari referensi nama untuk brand Belle

5 VI

22 Maret 2021

- Belle strategi brand - Desain BellyGood

- Membuat brand value, brand positioning, brand perception, dan SWOT untuk Belle

- Membuat website dan mobile banner untuk produk Ready- To-Heat BellyGood.

6 VII

29 Maret 2021

Desain media sosial Muyoo

Membuat post media sosial Muyoo (Instagram) selama bulan April.

7 VIII

5 April 2021

Desain media sosial Muyoo dan konsep kampanye Hari Ibu

Membuat desain post media sosial untuk hari raya Paskah, membuat konsep dan mencari referensi untuk kampanye Hari Ibu.

8 IX

12 April 2021

- Belle strategi brand - Desain media sosial

Muyoo

- Melanjutkan pembuatan strategi brand Belle - Membuat media sosial

(Instagram), serta poster cetak dan digital untuk menu baru Muyoo.

(4)

9 X 19 April 2021

- Desain Muyoo - Desain ikon Rouva

- Melanjutkan desain untuk promosi menu baru Muyoo - Membuat ikon vektor untuk

brand Rouva.

10 XI - XII 26 April 2021

Desain implementasi Hari Ibu Muyoo

Membuat desain Hari Ibu untuk website dan mobile banner, media sosial (Instagram), digital imaging menu Hari Ibu, serta poster cetak dan poster digital.

11 XIII

17 Mei 2021

Desain media sosial Muyoo

Membuat desain media sosial (Instagram), poster cetak, dan digital imaging menu baru Muyoo.

Tabel 3.1 Detail pekerjaan yang dilakukan selama magang

3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama proses magang, penulis mendapat kesempatan untuk mengerjakan beberapa brand yang merupakan klien EGGHEAD, namun sebagian besar penulis mengerjakan untuk toko roti Muyoo Singapura, seperti membuat media sosial post (Instagram) selama bulan Maret, April, dan Mei. Penulis juga diberi kepercayaan untuk mengerjakan beberapa kampanye besar untuk toko roti Muyoo Singapura, yaitu pembukaan outlet di lokasi baru pada bulan Maret dan kampanye Hari Ibu pada bulan Mei. Penulis juga berkesempatan untuk mengerjakan proyek besar pada brand yang baru ingin memulai bisnis di Singapura, yaitu toko tas Belle. Selain itu, penulis juga mengerjakan 2 brand lain dari klien layanan catering BellyGood Singapura dan jasa percetakan West Coast Label Singapura. Masing-masing proyek yang dikerjakan memiliki karakteristik dan hasil output yang berbeda sehingga menjadi suatu tantangan dan pembelajaran tersendiri bagi penulis.

(5)

3.3.1 Proses Pelaksanaan

Dalam mengerjakan proyek bersama dengan CV Pendekar Kepala Telur atau EGGHEAD, penulis menggunakan beberapa software desain, diantaranya adalah Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop. Adobe Illustrator digunakan penulis untuk membuat layout tulisan pada media sosial post dan poster baik poster cetak maupun poster digital, seperti headline, subheadline, dan lain sebagainya. Sedangkan Adobe Photoshop digunakan penulis untuk melakukan edit foto seperti digital imaging, memotong gambar, dan membuat layout pada foto.

3.1.1.1 Desain media promosi toko roti Muyoo Singapura

Muyoo adalah toko yang menjual roti dan beberapa minuman, berlokasi di Jurong Point dan Changi City Point, Singapore. Setiap bulan, Muyoo memiliki konsep yang berbeda untuk menyampaikan produk melalui media sosial kepada konsumennya.

Pada bulan Maret, Muyoo membuka outlet keduanya di Changi City Point dan penulis diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam membuat desain yang diperlukan, seperti poster cetak dan digital, stiker untuk voucher roda berputar, serta media sosial post (Instagram). Dalam pembuatan desain, penulis dibantu oleh seluruh tim EGGHEAD basis Singapura. Pada pembukaan outlet baru, Muyoo menawarkan beberapa menu baru. Hasil design dibuat mengacu pada guideline yang telah disetujui oleh tim, seperti typeface, warna, elemen grafis, dan lain sebagainya.

(6)

Gambar 3.1 Jenis typeface yang digunakan dalam desain Muyoo (Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.2 Color palette dan elemen grafis Muyoo (Dokumentasi Perusahaan)

Penulis bertanggung jawab untuk membuat poster cetak dan poster digital yang akan dipasang di outlet baru Muyoo. Dalam proses pengerjaan, penulis dibantu oleh desainer senior dan desainer junior dalam membuat layout dan digital imaging makanan serta minuman. Penulis juga dibantu oleh tim marketing dan

(7)

manajer proyek untuk tulisan yang harus diletakkan dalam poster tersebut. Hasil desain poster cetak berukuran 420mm X 297mm. Sedangkan hasil poster digital berukuran 1920px X 1080px akan dipasang di layar TV yang terletak di outlet baru Muyoo.

Gambar 3.3 Proses desain poster cetak

Setelah melakukan diskusi bersama dengan tim, penulis perlu mengubah layout peletakan makanan agar bentuk dari makanan tersebut terlihat jelas, penulis juga mengubah warna dasar pada menu tambahan (kanan) agar tidak mengalihkan penglihatan dan menambahkan beberapa elemen grafis dari guideline yang sudah ada. Typeface yang digunakan adalah sesuai dengan guideline, yaitu Acumin untuk headline dan Maax untuk subheadline.

Gambar 3.4 Hasil desain poster cetak

(8)

Teknik yang sama juga dilakukan pada pengaplikasian menu untuk poster digital, namun untuk poster digital, kedua menu sandwich dan croissant dipisah.

Gambar 3.5 Hasil desain poster digital

Selanjutnya, penulis membuat stiker roda berputar yang juga akan dipasang di outlet baru Muyoo. Stiker tersebut berukuran diameter 19,7 inci atau setara dengan 500mm. Penulis juga memulai proses desain dengan membuat sketsa digital peletakan produk dan pilihan warna yang akan digunakan, lalu melakukan digital imaging pada foto produk minuman yang akan diletakkan di stiker.

(9)

Gambar 3.6 Referensi stiker roda berputar

Gambar 3.7 Sketsa stiker roda berputar

(10)

Setelah melakukan diskusi dengan tim untuk memilih satu dari beberapa sketsa yang dibuat, penulis mulai mengaplikasikan sketsa ke desain asli, menambahkan tulisan, dan elemen grafis.

Gambar 3.8 Hasil desain stiker roda berputar

Dalam proses membuat stiker roda berputar, penulis harus melakukan teknik digital imaging pada foto minuman terlebih dahulu agar terlihat lebih menarik. Setelah itu, foto diaplikasikan pada desain stiker roda berputar. Typeface yang digunakan dalam stiker roda berputar adalah Acumin, sesuai dengan guideline yang telah dibuat untuk toko roti Muyoo.

Penulis juga bertanggung jawab dalam membuat post media sosial (Instagram) harian setiap bulannya. Dalam mengerjakan proyek media sosial, penulis telah mendapatkan pedoman dari senior desainer, namun penulis tetap harus menambahkan sentuhan ide baru di dalam hasil desain.

(11)

Gambar 3.9 Panduan desain media sosial post Muyoo

Dari panduan desain yang sudah ada, penulis perlu mengganti warna sesuai dengan color palette yang sudah diperbarui, menyesuaikan bentuk garis lengkungan sesuai dengan peletakan dan ukuran produk, serta mengatur peletakkan bahan tambahan dan elemen grafis agar hasil desain terlihat indah, namun tidak mengganggu foto produk utama.

(12)

Gambar 3.10 Hasil desain media sosial post

Proses pembuatan desain media sosial dimulai dengan digital imaging foto makanan, minuman, dan bahan-bahan sebagai ornamen tambahan. Penulis juga perlu membuat ilustrasi jika dibutuhkan, seperti pada gambar 3.10 terdapat ilustrasi kantong kertas. Setelah karya selesai dan disetujui oleh desainer senior, manajer proyek, dan direktur proyek, hasil desain akan dipublikasikan di Instagram milik brand oleh tim marketing.

Gambar 3.11 Hasil digital imaging pada foto produk makanan, sebelum (kiri) dan sesudah (kanan)

(13)

Gambar 3.12 Hasil digital imaging pada foto produk minuman sebelum (kiri) dan sesudah (kanan)

Proses digital imaging pada foto makanan ataupun minuman dilakukan untuk meningkatkan warna dan merapikan bentuk serta tekstur agar terlihat lebih menarik. Digital imaging pada foto dilakukan menggunakan program Adobe Photoshop. Hasil digital imaging juga perlu mendapat persetujuan dari desainer senior dan direktur proyek, yang kemudian akan digunakan dalam media sosial post, banner, dan media promosi lainnya.

Penulis juga berkesempatan untuk berpartisipasi dalam menciptakan konsep untuk kampanye Hari Ibu. Proses kampanye dimulai dengan berdiskusi dengan para desainer dan manajer proyek, kemudian mencari referensi dan mood board, lalu membuat presentasi untuk mengajukan konsep kepada direktur proyek. Penulis membuat dua konsep untuk kampanye Hari Ibu, pertama adalah konsep vintage yang menggambarkan kenangan memori dan nostalgia masa lalu yang indah bersama ibu. Konsep vintage akan didukung dengan elemen grafis, desain, dan font yang digunakan. Sedangkan konsep kedua penulis memilih tema musim semi karena Hari Ibu berlangsung selama musim semi yang segar dan menyenangkan.

Konsep tersebut dikaitkan dengan kebahagiaan dan momen menyenangkan yang dibagikan bersama ibu, didukung dengan penggunaan warna yang cerah dan

(14)

pendekatan yang lebih feminin untuk memunculkan suasana perayaan Hari Ibu, serta sentuhan keibuan.

Gambar 3.13 Presentasi pengajuan konsep Hari Ibu

Presentasi konsep akan diajukan ke klien untuk memilih salah satu di antara dua konsep. Setelah klien beserta tim memilih dan menyetujui salah satu konsep, maka proses implementasi pada desain akan dimulai. Konsep yang disetujui bersama adalah konsep pertama, yaitu tema vintage. Penulis ditugaskan untuk melakukan digital imaging pada foto produk Hari Ibu, membuat key visual untuk media promosi produk, poster cetak dan digital, website banner dan mobile banner, serta media sosial post untuk Instagram.

Proses desain dimulai dengan diskusi bersama para desainer, manajer proyek, dan tim marketing, pembuatan draft 1 desain, pengajuan ke direktur proyek, revisi, dan hasil akhir desain. Penulis juga berkesempatan untuk memodifikasi font karena font yang dipilih adalah Okemo dan hanya dapat digunakan untuk personal use, serta untuk menyesuaikan dengan konsep Hari Ibu yang telah disetujui bersama klien. Warna yang digunakan pada kampanye Hari Ibu bernuansa merah muda

(15)

Gambar 3.14 Font Okemo untuk kampanye Hari Ibu

Gambar 3.15 Modifikasi font untuk kampanye Hari Ibu sebelum (atas) dan sesudah (bawah)

Gambar 3.16 Warna yang digunakan untuk kampanye Hari Ibu

(16)

Beberapa desain untuk media sosial yang harus penulis buat adalah ucapan Selamat Hari Ibu, key visual dari bundle roti spesial Hari Ibu, post selingan untuk merayakan Hari Ibu, dan beberapa post untuk perkenalan menu baru dalam rangka Hari Ibu. Guideline dari pembuatan desain Hari Ibu untuk media promosi adalah menggunakan latar belakang gradasi warna merah muda dan putih, headline menggunakan font Okemo, subheadline menggunakan font Maax, dengan sentuhan kelopak bunga berwarna pink di samping kanan dan kiri karya sebagai elemen grafis, dan khusus untuk post yang mengandung foto makanan, ditambahkan elemen meja dan piring untuk menambahkan kesan elegan.

Gambar 3.17 Hasil desain media sosial post Hari Ibu

Selain media sosial post, penulis juga bertanggung jawab dalam membuat poster cetak berukuran 420mm X 297mm untuk dipasang di outlet Muyoo. Poster cetak tersebut adalah hasil adaptasi dari media sosial post yang berisi promosi bundle roti spesial selama kampanye Hari Ibu berlangsung.

(17)

Gambar 3.18 Hasil desain poster cetak Hari Ibu

Terdapat juga turunan lain dari desain dengan konsep Hari Ibu, yaitu website banner dan mobile banner yang akan dipasang di situs Muyoo, yaitu muyoo.com.sg selama kampanye Hari Ibu berlangsung. Banner tersebut juga merupakan adaptasi dari media sosial post dan poster cetak, berisi promosi bundle roti spesial selama Hari Ibu. Website banner yang dibuat berukuran 1920px X 1080px, sedangkan mobile banner berukuran 1393px X 1875px.

(18)

Gambar 3.19 Hasil desain website banner dan mobile banner konsep Hari Ibu

3.1.1.2 Desain media promosi layanan catering BellyGood Singapura

BellyGood adalah layanan catering bersertifikat halal yang menjalani bisnisnya di Singapura. Pada proyek ini, penulis berkesempatan untuk membuat desain media sosial post (Instagram), website banner dan mobile banner, serta digital imaging

(19)

Dalam pembuatan karya desain, penulis wajib mengikuti desain guideline yang sudah dibuat, seperti penggunaan warna utama oranye dan hijau, font Cabin untuk headline, Nunito untuk subheadline, dan Proxima Nova untuk body text, serta elemen grafis.

Gambar 3.20 Color Palette untuk desain BellyGood

Gambar 3.21 Typeface untuk desain BellyGood

Gambar 3.22 Elemen grafis untuk desain BellyGood

(20)

Proyek pertama penulis untuk BellyGood adalah pembuatan promosi produk Ready-To-Heat, yaitu makanan beku yang ditawarkan oleh brand di media sosial Instagram. Produk Ready-To-Heat memiliki 9 varian menu, yaitu Stroganoff Beef Stew, Country Style Chicken Stew, Chicken Bolognese Sauce, Crustacean Bisque Soup, Smoked Duck Carbonara Sauce, Truffled Mashed Potatoes, Minestrone Quinoa Soup, Creamy Pot Pie Chicken Stew, dan Maple Butternut Pumpkin Soup. Post media sosial yang dibuat berbentuk carousel atau terdiri dari lebih dari 1 desain, di mana pada slide pertama menunjukkan nama keseluruhan menu dan harus memperlihatkan kesembilan jenis makanan beku tersebut.

Sedangkan pada slide kedua dan seterusnya, memperlihatkan masing-masing kemasan dengan penjelasan nama dan harga, disertai dengan tambahan elemen grafis berupa ilustrasi manusia-manusia kecil.

Gambar 3.23 Proses pembuatan slide pertama

(21)

Gambar 3.24 Hasil desain promosi makanan beku Ready-To-Heat

Seperti pada proyek lainnya, penulis melakukan diskusi dengan para desainer terlebih dahulu sebelum membuat karya desain, lalu meminta persetujuan dari direktur proyek, dan kemudian karya akan dipublikasikan di media sosial brand yang bersangkutan oleh tim marketing. Selain media sosial post, penulis juga membuat website banner dan mobile banner untuk mempromosikan produk Ready- To-Heat BellyGood. Banner tersebut berisi mengenai promosi untuk pembelian dua produk makanan beku, gratis 1 produk. Ukuran website banner yang dibuat adalah 1920px X 1080px dan ukuran mobile banner adalah 1393px X 1875px.

(22)

Gambar 3.25 Proses desain website banner

(23)

Gambar 3.26 Hasil desain website banner dan mobile banner

Penulis membuat layout pada foto produk terlebih dahulu menggunakan Adobe Photoshop, mengatur warna, pencahayaan, dan letak, kemudian penulis menggunakan Adobe Illustrator untuk menyusun letak tulisan dan menambahkan elemen serta ilustrasi. Penulis juga mendapatkan arahan dan masukan dari desainer senior dalam peletakan elemen grafis, ukuran produk, dan tulisan. Setelah proses desain selesai, hasil desain dikirim ke manajer proyek dan tim marketing untuk dipublikasikan di situs resmi BellyGood, bellygood.com.sg.

Selain itu, penulis juga membuat beberapa media sosial post berisi kutipan untuk menjadi selingan di antara post produk. Aset yang digunakan dalam post kutipan berupa gambar ilustrasi yang diambil dari www.freepik.com menggunakan akun dari perusahaan, kutipan yang dibuat oleh tim marketing, ditambah dengan elemen grafis dari brand guideline.

(24)

Gambar 3.27 Ilustrasi untuk post kutipan sebelum (gambar asli, atas) dan sesudah (bawah)

Setelah ilustrasi dan warna disetujui, proses desain berlanjut ke pembuatan layout pada tulisan dan penambahan elemen grafis.

Gambar 3.28 Hasil desain post kutipan

(25)

3.1.1.3 Desain mock up untuk jasa percetakan West Coast Label Singapura West Coast Label merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelabelan dan pengemasan yang telah melayani lebih dari 30 tahun. Dalam proyek ini, penulis berkesempatan untuk membuat beberapa mock up yang menunjukkan hasil cetak yang berbeda-beda, yaitu pembuatan packaging untuk toko roti dengan tema Hari Ibu, pembuatan label untuk produk perawatan diri, stiker transparan pada kemasan transparan, dan pembuatan stiker die cut pada kemasan. Proses desain dimulai dengan membuat konsep dan mencari gambar referensi untuk dijadikan mock up, lalu dibuat sebuah presentasi untuk didiskusikan bersama dengan desainer senior beserta tim lainya. Setelah konsep untuk keempat mock up disetujui, proses desain berlanjut ke pembuatan logo untuk masing-masing brand buatan dan elemen lain yang dibutuhkan, lalu diaplikasikan ke gambar mock up yang sudah disetujui, mengatur bentuk dan pencahayaan agar stiker atau label terlihat nyata.

Gambar 3.29 Desain label untuk mock up stiker die cut

(26)

Gambar 3.30 Hasil desain mock up stiker die cut pada kemasan minuman

sebelum (kiri) dan sesudah (kanan)

Pembuatan empat jenis mock up ini merupakan salah satu bentuk latihan untuk para desainer grafis magang dan dari keempat mock up tersebut, milik penulis yang disetujui oleh direktur proyek adalah mock up stiker die cut pada kemasan minuman dan dipublikasikan di media sosial brand. Penulis menggunakan program Adobe Photoshop untuk mengganti warna, membuat label, mengatur pencahayaan, dan lain sebagainya. Dengan adanya proyek ini, penulis mempelajari banyak hal mengenai tools yang ada di dalam program Adobe Photoshop dan bagaimana membuat mock up terlihat seperti produk atau barang yang nyata.

3.1.1.4 Brand audit research untuk brand tas Belle Singapura

Belle merupakan brand tas berbasis di Singapura yang baru ingin memulai karirnya dengan membuka toko online yang masih memilki nama sementara. Belle menawarkan produk lifestyle yang ingin menyelesaikan masalah kehidupan modern yang hyper-functioning, tidak ada pemisah antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Oleh karena itu, Belle memiliki filosofi untuk menciptakan

(27)

digunakan sehari-hari, memiliki banyak ruang untuk membawa barang pribadi dan kebutuhan pekerjaan, ataupun untuk berpindah dari tempat berolahraga ke kafe dan kantor. Target pasar Belle untuk sementara adalah wanita Singapura, berusia antara 20 sampai 40 tahun, dengan kegiatan yang setiap harinya dan tingkat ekonomi menengah ke atas, namun berencana untuk terus memperluas jangkauannya hingga ke target pasar wanita dan pria di seluruh dunia.

Sebagai awal untuk memulai karirnya, Belle membutuhkan informasi mengenai kompetitor yang ada untuk dijadikan sebagai pengetahuan dan batasan dasar brand yang akan dibentuk. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian untuk kompetitor brand tas yang ada di Singapura. Beberapa brand yang memiliki reputasi tinggi dan digemari oleh masyarakat Singapura adalah Polene, Senreve, Luxemono, Tocco Tuscano, Bellroy, Lo&Sons, Tumi, Linjer, JW Pei, Love Bonito, dan lain sebagainya. Penelitian yang dilakukan oleh penulis seputar penjelasan tentang brand, logo, media promosi yang digunakan, visi dan misi, batasan harga, target audience, jenis material yang digunakan untuk membuat tas, produk andalan dan desain produk, tampilan visual pada media promosi (Instagram dan website), dan lain sebagainya.

Gambar 3.31 Hasil penelitian kompetitor brand tas

Setelah melengkapi penelitian pada kompetitor Belle, penulis ditugaskan untuk membuat beberapa persona dan customer journey map untuk semakin

(28)

kelas ekonomi, kebutuhan, serta kegiatan yang berbeda, mulai dari dewasa muda yang memiliki kegiatan aktif, seperti berolahraga, pergi berkumpul dengan teman- teman, wanita karir yang berkegiatan padat, hingga ibu muda yang aktif dalam media sosial. Pembuatan persona kemudian dirincikan dimulai dari kegiatan yang dilakukan sehari-hari, penggunaan tas sebelumnya, perkiraan pandangan terhadap produk Belle, hingga keputusan untuk membeli produk.

Penulis juga membuat presentasi berisi kritik dan saran atas desain tas yang sudah dibuat oleh tim desainer Belle, beserta dengan referensi desain tas yang disarankan. Dalam pembuatan proyek ini, penulis bekerja sama dengan intern lain dan dibimbing oleh desainer senior, manajer proyek, serta direktur proyek.

(29)

Gambar 3.32 Hasil presentasi penelitian kompetitor dan target audience

Gambar 3.33 Salah satu hasil persona dan customer journey map

Langkah selanjutnya adalah pembuatan strategi brand yang meliputi SWOT, brand essence, brand values, brand personality, brand perception, dan brand positioning. Penulis berdiskusi dan dibimbing oleh para desainer, manajer proyek, dan direktur proyek dalam mencari referensi dan membuat strategi brand untuk Belle. Pembuatan strategi brand membutuhkan waktu yang cukup lama agar benar-benar sesuai dengan gambaran dan kesan yang ingin ditimbulkan oleh brand.

(30)

Gambar 3.34 Hasil penelitian strategi brand

3.3.2 Kendala yang Ditemukan

Selama melaksanakan praktik kerja magang, penulis memiliki beberapa kendala, salah satu yang dirasakan sangat menantang adalah berpindah-pindah dari satu brand ke brand lain. Penulis harus mempelajari karakteristik masing-masing brand untuk dapat mengerjakan karya desain dalam waktu yang relatif singkat. Kendala lain yang juga dirasakan adalah penulis bergabung dengan tim EGGHEAD basis Singapura pada masa work from home akibat pandemic COVID-19. Hal tersebut menyebabkan komunikasi tim yang sedikit terhambat karena harus melalui daring sehingga terdapat banyak meeting dalam satu hari untuk benar-benar memperjelas proyek yang perlu dikerjakan, juga terdapat faktor perbedaan bahasa yaitu menggunakan Bahasa Inggris, dan perbedaan zona waktu.

Selain itu, penulis juga mendapat kendala di mana salah satu desainer yang merupakan head of campaign dari brand Muyoo sulit untuk diajak bekerja sama, sehingga penulis sebagai desainer grafis magang harus bertanggung jawab penuh atas beberapa desain media promosi, terutama pada desain kampanye Hari Ibu yang dirasa sebagai salah satu kampanye besar, dimulai dari pembuatan konsep, pencarian referensi dan mood board, pembuatan semua desain media promosi yang dibutuhkan, serta digital imaging pada masing-masing foto makanan. Penulis juga merasa terdapat kurangnya jumlah anggota tim dalam EGGHEAD basis Singapura

(31)

3.3.3 Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Solusi untuk menghadapi kendala-kendala yang ada, penulis belajar untuk mengadaptasikan diri secara cepat dengan lingkungan dan cara kerja yang dijunjung oleh tim EGGHEAD basis Singapura. Penulis juga berlatih untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari dan belajar untuk mengatur waktu seefisien mungkin agar semua pekerjaan dapat selesai tepat dengan batas waktu yang diberikan.

Selain itu, penulis juga belajar cara berkomunikasi yang baik dengan rekan kerja agar semua proyek yang diberikan dapat tersampaikan dan diselesaikan dengan baik walaupun terpisah jarak yang jauh. Penulis juga memberanikan diri untuk berkomunikasi langsung dengan direktur proyek dalam mengerjakan proyek kampanye Hari Ibu, meminta kritik dan saran akan karya desain yang penulis kerjakan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, kendala dan kesulitan penulis selama proses magang berlangsung terasa lebih ringan dan penulis merasa siap untuk melanjutkan ke langkah yang berikutnya, yaitu dunia kerja yang sesungguhnya.

Referensi

Dokumen terkait

Wawancara ini dilakukan penulis kepada 3 narasumber, yaitu Joseph Putra Wibawa, COO Joyseed Gametribe serta seorang yang ahli di bidang UI pada permainan gawai atau handphone,

Pada gambar 3.14 diatas merupakan halaman create invoice yang berisikan form dengan kolom-kolom data sesuai dengan yang dibutuhkan dalam pembuatan invoice. Pada form tersebut,

Oleh karenanya, penelitian ini hadir untuk mengidentifikasi modal sosial apa yang dimiliki oleh warga di kelurahan Ngampilan sehingga menjadi faktor penentu keberhasilan program

Template Bersi-NextGen memiliki beberapa fitur alur kerja seperti flowchart pada Gambar 3.1 merupakan Account Information yang menampilkan keterangan akun pengguna

Dalam pelaksanaan kerja magang di Redcomm, penulis bekerja sebagai asisten Art-based Creative Planner yang bertugas untuk bekerja sama dengan Creative Planner.. Penulis

Salah satu alasan penulis memilih perusahaan Star Radio sebagai tempat pelaksanaan kerja magang karena Star Radio merupakan salah satu perusahaan media yang turut

Pengguna dengan privilege admin dapat melakukan add, edit, atau delete site pada halaman dashboard dan dapat melakukan reject atau approve terhadap permintaan izin yang telah

Kegiatan kerja magang di Kompasiana ini dilakukan dari rumah atau WFH (Work From Home). Penulis ditempatkan sebagai Marketing Communication-Brand. Selama magang, penulis