• Tidak ada hasil yang ditemukan

P E RA N A N S E KT OR P ER T A NI AN D A LAM P E NY E R APA N T E N A GA KE RJA D I KAB UP AT E N P A T I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "P E RA N A N S E KT OR P ER T A NI AN D A LAM P E NY E R APA N T E N A GA KE RJA D I KAB UP AT E N P A T I"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

P E RA N A N S E KT OR P ER T A NI AN D A LAM

P E NY E R APA N T E N A GA KE RJA D I KAB UP AT E N P A T I

Indah Kusuma Wardani, Minar Ferichani, Wiwit Rahayu Program Studi Agribisnis - Universitas Sebelas Maret Surakarta

Jalan Ir. Sutami No.36 A Kentingan Surakarta 57126 Telp./Fax (0271) 637457 E-mail : [email protected]. Telp. 085647444461

Abstract : This study aims to analyze the role of agricultural sector in labor absorption in Pati Regency, to analyze its regional Development component during 2002-2011 and to analyze the amount of employment opportunities agricultural sector in Pati Regency for five years ahead (2012-2016). The basic method used in this Research is analitycal descriptive. The data used are secondery data. Method of data analyze used are employment multiplier, shift share and pure forecast. The results indicate that the employment multiplier agricultural sector years 2002- 2011 amount 1,83 that means during years 2002-2011 for every There is an increase in agricultural employment opportunity 1 person can increase employment total as much as 1 to 2 person in Pati Regency. Based on analysis of growth the employment produce value shift clean ( PB ) by -109.236. The value of shift clean (PB) showed that the growth of employment opportunities in the agricultural sector Pati in 2002-2011 including sluggish. A projection of the amount of employment the agricultural sector Pati Regency in 2012-2016 indicates the amount of starch in the year which had dropped low. The bigest declined occured in 2012 where the number of employment projection be 157.810 the end of a projection until the year 2016 employment projection be 42.427 person.

Keywords : Labor the Agricultural Sector, Employment Multiplier, Shift Share, Pure Forecast

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja, menganalisis komponen pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian dan untuk menganalisis proyeksi penyerapan tenaga kerja oleh sektor pertanian lima tahun ke depan (2012-2016) di Kabupaten Pati. Metode dasar yang digunakan adalah deskripsi analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder.

Metode analisis data yang digunakan yaitu pengganda tenaga kerja, Shift Share dan pure forecast. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata- rata angka pengganda tenaga kerja dalam kurun waktu 2002-2011 sebesar 1,83, artinya bahwa selama tahun 2002-2011 setiap peningkatan kesempatan kerja di sektor pertanian sebanyak 1 orang dapat meningkatkan kesempatan kerja total sebanyak 1 sampai 2 orang.

Berdasarkan analisis pertumbuhan kesempatan kerja menghasilkan nilai Pergeseran Bersih (PB) sebesar -109.236. Nilai Pergeseran Bersih (PB) tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati Tahun 2002-2011 termasuk lamban.

Proyeksi kesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati pada tahun 2012-2016 menunjukkan jumlah yang menurun. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2012 dimana jumlah proyeksi kesempatan kerja menjadi 157.810 hingga pada tahun akhir proyeksi yaitu tahun 2016 proyeksi kesempatan kerja menjadi 42.427 orang.

Kata Kunci : Tenaga Kerja Sektor Pertanian, Pengganda Tenaga Kerja, Shift Share, Pure Forecast

(2)

PENDAHULUAN

Pembangunan nasional suatu bangsa yang dititikberatkan pada bidang ekonomi akan dapat berlangsung dalam jangka panjang dan makin lama makin maju jika dipenuhi sejumlah syarat pokok, diantaranya ada dua hal yang penting. Pertama, ada sumberdaya manusia yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dan semangat kerja yang cukup besar yang menggerakkan semua kegiatan dalam proses pembangunan secara serasi dan terpadu. Kedua, pasar yang cukup besar untuk menjual barang dan jasa yang dihasilkan dalam pembangunan (Maulana et al, 2005). Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya sosial yang dapat menentukan keberhasilan dari suatu pembangunan secara menyeluruh.

Jumlah tenaga kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati berfluktuasi pada tahun 2007-2011, akan tetapi jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian memiliki jumlah terbesar dibandingkan sektor perekonomian lain yang ada di Kabupaten Pati. Pembangunan disuatu wilayah dikatakan berhasil jika dilihat dari banyaknya tenaga kerja yang terserap di wilayah tersebut. Penyerapan tenaga kerja dapat meningkatkan pendapatan perkapita penduduk yang akan meningkatkan kesejahteraan penduduk. Hal tersebut juga didukung dengan adanya kesempatan kerja yang merupakan sumber pendapatan masyarakat. Sektor pertanian sebagai pemegang peranan penting dalam perekonomian wilayah diharapkan menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja yang

banyak. Oleh karena itu, informasi mengenai peranan sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja di Kabupaten Pati diperlukan dalam perencanaan perluasan kesempatan kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja, menganalisis komponen pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian dan untuk menganalisis proyeksi penyerapan tenaga kerja oleh sektor pertanian lima tahun ke depan (2012-2016) di Kabupaten Pati.

METODE PENELITIAN

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi analisis, yakni penelitian yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada dengan cara menyusun data yang telah dikumpulkan, setelah itu dijelaskan kemudian dianalisis (Surakhmad, 1998).

Lokasi Penelitian

Daerah penelitian yang diambil adalah Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder meliputi PDRB Kabupaten Pati tahun 2002-2011 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati 2012-2017, Rencana Strategis Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Tahun 2012-2017 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

(3)

(BAPPEDA) Kabupaten Demak, dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati.

Metode Analisis Data

Analisis untuk menentukan besarnya peranan sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja, digunakan angka pengganda tenaga kerja dengan rumus :

k S

  1

1

...(1)

N SNP

...(2)

Dimana k adalah angka pengganda tenaga kerja pertanian, NP adalah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian Kabupaten Pati (orang), N adalah jumlah tenaga kerja total di Kabupaten Pati (orang), S adalah peranan sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja.

Angka pengganda tenaga kerja yang diperoleh, dikalikan dengan perubahan tenaga kerja di sektor pertanian akan dihasilkan angka perubahan kesempatan kerja total dengan rumus :

ΔY = k x ΔX ...(3)

Dimana ΔY adalah perubahan tenaga kerja total Kabupaten Pati dan ΔX adalah perubahan tenaga kerja sektor pertanian Kabupaten Pati.

Analisis yang digunakan untuk mengatahui komponen pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati adalah analisis Shift Share (Budiharsono, 2005). Analisis Shift Share secara matematik dapat dinyatakan sebagai berikut:

∆ Yij = PNij + PPij +PPWij......(4) Y’ij – Yij = ∆ Yij...(5)

= Yij (Ra – 1) + Yij (Ri – Ra) + Yij (ri – Ri)

Dimana ri adalah Y’ij/Yij, Ri adalah Y’i/Yi, Ra adalah Y’/Y, PNij adalah (Ra – 1) x Yij, PPij adalah (Ri – Ra) x Yij, PPWij adalah (ri – Ri) x Yij,

∆Yij adalah pertumbuhan dalam kesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati, Yij adalah kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Pati pada tahun dasar analisis tahun 2002 (Orang), Y’ij adalah kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Pati pada tahun akhir analisis yaitu tahun 2011 (Orang), Yi. adalah kesempatan kerja sektor pertanian Provinsi Jawa Tengah tahun 2002 (Orang), Y’i.

kesempatan kerja sektor pertanian Provinsi Jawa Tengah tahun 2011 (Orang), Y adalah kesempatan kerja total Provinsi Jawa Tengah tahun 2002 (Orang), Y’ adalah kesempatan kerja total Provinsi Jawa Tengah tahun 2011 (Orang), PNij adalah komponen pertumbuhan nasional, PPij adalah komponen pertumbuhan proporsional, PPWij adalah komponen pertumbuhan pangsa wilayah, Ra-1 adalah persentase perubahan kesempatan kerja yang disebabkan oleh komponen pertumbuhan nasional (%), Ri – Ra adalah persentase perubahan kesempatan kerja yang disebabkan oleh komponen pertumbuhan proporsional (%), ri – Ri adalah persentase perubahan kesempatan kerja yang disebabkan oleh komponen pertumbuhan pangsa wilayah (%).

Dari penjumlahan komponen pertumbuhan proporsional dan komponen pertumbuhan pangsa

(4)

wilayah, dapat diperoleh nilai pergeseran bersih (PB) yang digunakan untuk mengidentifikasi pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati.

Pergeseran bersih dinyatakan dengan rumus:

PBij = PPij + PPWij ...(6)

Dimana PBij adalah pergeseran bersih kesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati.

Analisis yang digunakan dalam penentuan perkiraan kesempatan kerja di sektor pertanian tahun 2012 sampai tahun 2016 adalah model proyeksi pure forecast seperti yang dirumuskan oleh Swasono dan Sulistyaningsih (1987) Secara sederhana dibuat persamaan : Lit = Lto (1+ k )n ...(7)

Dimana Lit adalahkesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati tahun proyeksi, Lto adalah

kesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati tahun 2011, k adalah pertumbuhan kesempatan kerja tahun proyeksi, n adalah selisih tahun proyeksi dengan tahun akhir periode dasar proyeksi.

Menurut Simanjutak (1985) dalam proyeksi tenaga kerja diasumsikan tingkat elastisitas kesempatan kerja dianggap sama antara periode dasar dengan periode analisis, sehingga:

EKK 2012-2016 = EKK 2011...(8) g 2012-2016 = g 2011 ...(9)

k 20122016 = k 2011 ...(10)

Dimana EKK adalah k / g, g adalah

∆g / G, k adalah ∆k / K, EKK yaitu elastisitas kesempatan kerja, k adalah pertumbuhan kesempatan kerja, ∆k adalah perubahan kesempatan kerja selama periode dasar (N2011

dikurangi N2002), K adalah

kesempatan kerja tahun awal pada periode dasar (N = N2002), g adalah pertumbuhan PDRB, ∆g adalah perubahan PDRB selama periode dasar (PDRB2011 dikurangi PDRB2002), G adalah PDRB tahun awal pada periode dasar proyeksi (PDRB2002).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peranan Sektor Pertanian dalam Penyerapan Tenaga Kerja

Angka pengganda tenaga kerja tahun 2002-2011 berfluktuatif. Rata- rata angka pengganda tenaga kerja sektor pertanian (k) tahun 2002-2011 diperoleh angka sebesar 1,83. Hal itu berarti selama tahun 2002-2011 setiap peningkatan kesempatan kerja disektor pertanian sebanyak 1 orang maka dapat meningkatkan kesempatan kerja di seluruh sektor sebanyak 1 sampai 2 orang di wilayah Kabupaten Pati. Peningkatan kesempatan kerja sektor pertanian terbesar terjadi tahun 2003 yaitu sebesar 31.161 orang.

Peningkatan tenaga kerja tersebut disebabkan oleh adanya penurunan jumlah tenaga kerja pada sektor perdagangan, komunikasi dan pertambangan galian sehingga penduduk beralih bekerja pada sektor pertanian. Hal tersebut juga didukung dengan adanya program pengembangan agribisnis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani. Angka pengganda kesempatan kerja terendah pada kurun waktu 2002-2011 terdapat pada tahun 2011 yaitu 1,56.

Penurunan tenaga kerja sektor pertanian ini disebabkan karena adanya penambahan tenaga kerja di

(5)

sektor perdagangan, jasa dan keuangan.

Pertumbuhan Kesempatan Kerja (1) Pertumbuhan Kesempatan Kerja Sektor Pertanian dan Perekonomian Lainnya Pertumbuhan nasional (PN) adalah perubahan kesempatan kerja suatu wilayah yang disebabkan oleh perubahan kesempatan kerja nasional secara umum. Nilai PN seluruh sektor perekonomian di Kabupaten Pati memiliki nilai lebih dari nol. Sektor pertanian memiliki nilai PN yang terbesar yaitu 24.038 kemudian sektor perdagangan menempati urutan kedua yaitu dengan nilai PN sebesar 7.716. Hal tersebut berarti terjadi perubahan kesempatan kerja di Kabupaten Pati yang disebabkan oleh perubahan kesempatan kerja di Jawa Tengah yaitu terjadi peningkatan sebanyak 24.038 orang untuk sektor pertanian dan 7.716 orang untuk sektor perdagangan.

Perhitungan nilai pertumbuhan proporsional (PP) menunjukkan bahwa terdapat tiga sektor perekonomian yang bernilai negatif yaitu pertanian; pertambangan dan galian; komunikasi. Nilai negatif menandakan bahwa perubahan kesempatan kerja di Kabupaten Pati yang disebabkan oleh penurunan kesempatan kerja di Jawa Tengah.

Pertumbuhan yang positif ditunjukkan oleh sektor industri;

listrik gas dan air bersih; konstruksi;

perdagangan; keuangan dan jasa.

Nilai PP terbesar yaitu pada sektor perdagangan yaitu menunjukkan nilai 11.019 (11,28%).

Komponen pertumbuhan pangsa wilayah (PPW) timbul karena peningkatan atau penurunan kesempatan kerja di suatu wilayah.

Hampir semua sektor di Kabupaten Pati memiliki daya saing yang baik kecuali sektor pertanian, industri dan konstruksi. Nilai PPW positif ditunjukkan oleh sektor pertambangan dan galian; listrik, gas dan air bersih; perdagangan;

komunikasi; keuangan dan jasa. Nilai PPW tersebut menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut di Kabupaten Pati memiliki keunggulan untuk mendukung terjadinya peningkatan kesempatan kerja. Sektor yang memiliki nilai PPW positif terbesar ditunjukkan oleh sektor jasa yaitu 39.289 (90,90%). Nilai PPW negatif ditunjukkan oleh sektor pertanian, industri dan konstruksi.

Nilai Pergeseran bersih (PB) digunakan untuk mengidentifikasi pertumbuhan kesempatan kerja setiap sektor apakah termasuk dalam kelompok progresif (maju) atau dalam kelompok lamban. Nilai PB positif atau masuk dalam pertumbuhan progresif ditunjukkan oleh sektor pertambangan dan galian;

industri; listrik, gas dan air bersih;

konstruksi; perdagangan; keuangan dan jasa.

(6)

(2) Komponen Pertumbuhan Kesempatan Kerja Sektor

Pertanian Nilai PN sektor pertanian Kabupaten Pati sebesar 24.038. Hal ini berarti bahwa peningkatan kesempatan kerja di sektor pertanian di Kabupaten Pati yang disebabkan oleh perubahan kesempatan kerja regional Jawa tengah adalah sebesar 24.038 orang.

Perhitungan pertumbuhan nasional dalam hal ini wilayah regional Jawa Tengah diperoleh persentase pertumbuhan kesempatan kerja secara regional Jawa Tengah sebesar 7,90%. Nilai persentase pertumbuhan nasional ini sama untuk setiap sektor.

Komponen pertumbuhan proporsional Kabupaten Pati bernilai -63.628, artinya perubahan kesempatan kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati dibanding sektor lainnya menurun sejumlah 63.628 orang. Nilai komponen pertumbuhan proporsional bernilai negatif yang berarti pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Pati termasuk dalam kelompok lambat.

Nilai PPW sektor pertanian Kabupaten Pati sebesar -45.608, artinya selama tahun 2002-2011 terjadi penurunan kesempatan kerja di sektor pertanian sebanyak 45.608 orang. Nilai negatif pada nilai PPW Kabupaten Pati berarti sektor

pertanian di Kabupaten Pati tidak memiliki daya saing.

Pertumbuhan kesempatan kerja dalam penelitian ini adalah pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Pati tahun 2002-2011. Selama kurun waktu tahun 2002-2011 nilai pertumbuhan sektor pertanian sebesar -85.198, artinya selama tahun 2002-2011 terjadi penurunan kesempatan kerja sektor pertanian sebanyak 85.198 orang.

Nilai pergeseran bersih sektor pertanian di Kabupaten Pati tahun 2002-2011 yaitu -109.236 atau - 35,89%. Nilai PP dan PPW yang negatif menyebabkan nilai PB juga bernilai negatif. Nilai negatif tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kesempatan kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati tergolong dalam kelompok lambat.

Tabel 1. Komponen Pertumbuhan Kesempatan Kerja Sektor Pertanian Kabupaten Pati Tahun 2002-2011

Komponen Pertumbuhan Nilai Persen

Pertumbuhan Nasional (PNi) Pertumbuhan Proporsional (PPi) Pertumbuhan Pangsa Wilayah (PPWi) Pertumbuhan Kesempatan Kerja (Δyij) Pergeseran Bersih (Pbij)

24.038 -63.628 -45.608 -85.198 -109.236

7,90 -20,91 -14,99 -27,99 -35,89 Sumber: Analisis data sekunder

(7)

Proyeksi Kesempatan Kerja di Sektor Pertanian

Menurut hasil perhitungan proyeksi kesempatan kerja dapat diketahui bahwa semakin lama kesempatan kerja sektor pertanian semakin menurun. Penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati tergolong tinggi akan tetapi pekerjaan di sektor pertanian belum dapat mencukupi kebutuhan hidup. Keadaan tersebut menjadikan sebagian besar penduduk hanya menjadikan bekerja di sektor pertanian hanya sebagai pekerjaan sampingan. Hal tersebut juga diperkuat dengan harga hasil pertanian yang berfluktuasi dimana harga akan menjadi turun saat musim panen kemudian pada musim produksi harga tersebut juga tidak mengalami peningkatan karena pemerintah memberlakukan adanya impor bahan pangan. Hal tersebut menjadikan pendapatan petani relatif tetap dan bahkan rendah sehingga sektor pertanian mulai dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati.

Menurut Selain itu menurut RPJMD Kabupaten Pati tahun 2012- 2017 hal yang dilakukan pemerintah

Kabupaten Pati untuk

mengembangkan sektor pertanian

salah satunya yaitu mengembangkan sarana dan prasarana serta teknologi

alat tangkap ikan. Pengembangan sarana dan prasarana serta teknologi tangkap ikan diwujudkan dengan pengembangan lahan budidaya ikan, pelabuhan, tempat pelelangan ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Selain itu adanya rencana untuk memperbaiki sektor pertanian di Kabupaten Pati seperti meningkatkan peran dan fungsi penyuluh serta keterampilan kelompok tani dan nelayan. Hal tersebut bertujuan untuk mengefektifkan tenaga penyuluh untuk membantu kelompok tani maupun nelayan dalam menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan ushanya serta menyampaikan inovasi terbaru terkait teknologi, cara budidaya dan lain sebagainya sehingga dapat berpengaruh terhadap produksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat petani. Oleh karena itu diharapkan rencana pembangunan bidang pertanian tersebut diharapkan dapat menarik minat untuk bekerja di sektor pertanian.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah Tabel 2. Hasil Proyeksi Kesempatan Kerja Sektor Pertanian di Kabupaten Pati

Tahun 2012-2016

No Tahun Proyeksi Hasil Proyeksi Penurunan

1.

2.

3.

4.

5.

2012 2013 2014 2015 2016

157.810 113.635 81.825 58.920 42.427

61.349 44.175 31.810 22.905 16.493 Sumber : Analisis Data Sekunder

(8)

peranan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja yang dilihat dari angka pengganda selama tahun 2002-2011 diperoleh hasil sebesar 1,83. Angka tersebut berarti bahwa setiap terjadi peningkatan 1 tenaga kerja pada sektor pertanian, maka akan membuka kesempatan kerja total sebanyak 1 hingga 2 orang di Kabupaten Pati.

Komponen Pertumbuhan Proporsional (PP) sebesar -63.628 berarti pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Pati termasuk dalam kelompok lambat.

Nilai Perumbuhan Pangsa Wilayah (PPW) sebesar -45.608 berarti kesempatan kerja sektor pertanian di Kabupaten Pati tidak memiliki daya saing. Nilai Pergeseran Bersih (PB) sebesar -109.236. Nilai komponen pertumbuhan kesempatan kerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kesempatan kerja di sektor pertanian Kabupaten Pati tergolong lamban.

Proyeksi kesempatan kerja sektor pertanian Kabupaten Pati pada tahun 2012-2016 menunjukkan jumlah yang menurun. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2012 dimana jumlah proyeksi kesempatan kerja menjadi 157.810 dari tahun 2011 yaitu 219.159 orang.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat penulis berikan untuk ketenagakerjaan sektor pertanian Kabupaten Pati adalah perlu adanya usaha dari pemerintah Kabupaten Pati dalam peningkatan revitalisasi usaha pertanian, perikanan, kelautan dan kehutanan yang berorientasi pada sistem agribisnis guna memperkuat posisi tawar petani melalui pemanfaatan

lahan secara optimal dengan tetap memperhatikan daya dukung lahan dan kelestariannya sehingga tenaga kerja sektor pertanian dapat terus berusaha tani.

DAFTAR PUSTAKA

Budiharsono, S. 2005. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan.

Pradnya Paramita. Jakarta.

Maulana. M, S. Mardianto dan A.H Malian. 2005. Dinamika Tenaga Kerja Sektor Pertanian Di Indonesia. Jurnal Agroekonomika. XXXV :77- 104

Simanjuntak, P. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. LPFEUI. Jakarta.

Surakhmad, Winarno. 1998.

Pengantar Penelitian Ilmiah : Dasar, Metode, dan Teknik.

Edisi Kedelapan. Tarsito.

Bandung.

Swasono, Y dan E Sulistyaningsih, 1987. Metode Perencanaan Tenaga Kerja Tingkat Nasional, Regional dan

Perusahaan. BPFE.

Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini juga membuktikan bahwa potensi Pajak Reklame yang dapat diraih kota Bandung sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum optimal karena masih banyak

Berdasarkan hasil observasi t e r h a d a p p e n e l i t i a n p e n d a h u l u a n tidak ditemukan internalisasi nilai budaya minangkabau dalam wilayah

Dalam suatu kegiatan industri, paparan dan risiko bahaya kebisingan di tempat kerja tidak dapat dihindari. Perkebunan Nusantara VII Unit Bekri tingkat kebisingan

KUHP Pasal 286 KUHP Pasal 286 : Persetubuhan dengan : Persetubuhan dengan seorang perempuan dalam keadaan pingsan seorang perempuan dalam keadaan pingsan atau tak berdaya.. atau

Perbedaan orientasi dan kepentingan dari tiga entitas sosial sebagai akibat perbedaan basis pengetahuan dan sistem rasionalitas dalam memaknai zakat, melahirkan wacana

Lemma 2.3 Jika P adalah bukti pada LBB ' I n∼1 dari sebuah sequent S yang mengandung sebuah aturan multi-cut* yang muncul sebagai aturan inferensi paling bawah pada P, maka S

untuk pekerjaan yang telah selesai secara permanen dan lengkap sesuai dengan kontrak. Untuk itu Serah Terima Pekerjaan Sebagian / Taking Over of Parts of the Works

Diare adalah kehilangan cairan elektrolit yang berlebihan terjadi karena frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali, dengan bentuk tinja cair atau enecr (WHO, 1980).. Menurut