1
Rencana Pembelajaran Kegiatan Mingguan (RPKPM).
Pertemuan ke
Capaian Pembelajaran
Topik (pokok, subpokok
bahasan, alokasi waktu)
Media Ajar Metode
Evaluasi dan Penilaian
Metode
Ajar Aktivitas
Mahasiswa Aktivitas Dosen/
Nama Pengajar
Sumber Ajar (pustaka)
Teks Presentasi Gambar Audio/Video Soal-tugas Web
4. Mahasiswa dapat menjelaskan siklus motor diesel dan mengerjakan perhitungan teknik
Proses thermodina mika Motor Bakar.
Waktu: 1x pertemuan
@100 menit
Ѵ Ѵ Ѵ - - Ѵ - Mahasiswa
Menerima materi dan diskusi di kelas
-Menerima materi sesuai kontrak pembelajaran -Diskusi materi kuliah
-Menyampai kan materi kuliah dan mengaktifka n mahasiswa berdiskusi di kelas
Pengajar:
Harjono
Wiranto A M., 1979, Motor Diesel Putaran Tinggi, Ed. 3, Pradnya Paramita, Jakarta
2 Bab IV. Proses thermodinamika motor bakar
Diskripsi singkat :
Dalam silinder motor bakar terjadi proses dan reaksi kimia berantai yang sangat komplek dan rumit, maka sangat sulit dilaksanakan penganalisaannya. Untuk penganalisaan pendekatan maka perlu dilakukan asumsi yaitu muatan dianggap gas ideal, panas jenis muatan konstan pada tiap keadaan dan tiap proses, proses kompresi dan ekspansi dianggap berlangsung secara adiabatic, Massa muatan yang dikerjakan dianggap konstan, pemasukan dan pengeluaran panas berlangsung secara konduksi, tidak terdapat kerugian mekanis.
Siklus Otto juga disebut siklus udara volume konstan untuk motor bakar torak penyalaan api / bensin. Pada proses siklus diesel sama dengan siklus Otto hanya berbeda pemasukan energy terjadi pada tekanan konstan. Siklus gabungan ( tekanan terbatas ) Proses sama dengan siklus Otto hanya berbeda pemasukan kalor terjadi pada volume konstan maupun tekanan konstan. Dengan asumsi persamaan gas ideal dan hokum thermodinamika I, dari siklus otto ataupun siklus diesel dapat dihitung efisiensi thermos mesin dalam keaadan ideal.
a. Manfaat :
Mahasiswa dapat menjelaskan persamaan gas ideal, dan hukum thermodinamika I b. Learning Outcomes :
Mahasiswa dapat menjelaskan siklus otto , siklus diesel dan siklus gabungan.
c. Relevansi :
Mahasiswa dapat menghitung efisiensi motor torak saat menyusun tugas akhir
PENYAJIAN URAIAN:
a. Contoh :
Memberikan contoh siklus thermodinamika pada mesin diesel dan contoh aplikasi mesin yang banyak dipakai.
b. Ilustrasi :
Memberikan penjelasan proses pembakaran pada ruang bakar disertai dengan gambar.
3 c. Aktivitas
Berdiskusi dengan mahasiswa tentang perhitungan teknik pada siklus otto dan siklus diesel.
d. Tugas
Mahasiswa mencari contoh perhitungan siklus diesel dengan internet dengan disertai sumber yang jelas.
e. Rangkuman
Dengan penjelasan dari dosen waktu kuliah dan diskusi serta tugas yang harus dikumpulkan kemudian dapat dibuat rangkuman tentang materi proses thermodinamika motor bakar.
4
BAB IV
PROSES THERMODINAMIKA MOTOR BAKAR
Siklus pada motor bakar dibentuk dari lima rangkaian proses : 1. Pengisian
2. Kompresi
3. Pengapian/pembakaran pemasukan bahan bakar/pemasukan kalor 4. Ekspansi / daya
5. Pembuangan
Dalam silinder motor bakar terjadi proses dan reaksi kimia berantai yang sangat komplek dan rumit, maka sangat sulit dilaksanakan penganalisaannya.
Untuk penganalisaan pendekatan maka perlu dilakukan pengandaian – pengandaian sbb : 1. Muatan dianggap gas ideal
2. Panas jenis muatan konstan pada tiap keadaan dan tiap proses
3. Proses kompresi dan ekspansi dianggap berlangsung secara adiabatic, reversible 4. Massa muatan yang dikerjakan dianggap konstan ( siklus tertutup )
5. Pemberian atau pengeluaran panas berlangsung secara konduksi 6. Tidak terdapat kerugian mekanis
GAS IDEAL
Gas ideal adalah gas dimana tenaga ikat molekul – molekulnya dapat diabaikan.
Persamaan gas ideal:
Hukum Boyle Gay Lussac
PV = m RT untuk m satuan massa Pv = RT untuk 1 satuan massa
R =Cp – Cv untuk gas ideal Cp dan Cv konstan R = konstan PV / T = R= konstan p1 v1 / T1= p2 v2 / T2
Dari hukum thermodinamika I
dQ = dU + dW perubahan panas = perubahan energi dalam + perub kerja Proses adiabatic : dQ = 0
0 =dU + dW dU =- dW U2 – U1 = W1 – W2
5 Kerja yang timbul hanya sebagai hasil perubahan energy dalamnya pada gas ideal dw =pdv dU + pdv = 0
dU = Cv dT CvdT + RT / v dv = 0 CV dT + pdv = 0
Pv = R T p = R T / v
Jadi dT / T = R/Cv . dv/v = 0 + =
Ln T + R / CV ln v = constan ln T + ln VR/Cv = constan TVR/Cv = constan
R = CP – Cv R/ CV = CP / CV - 1 CP / CV = σ
R / CV = σ – 1
T V σ – 1 = constan
T1 V1σ - 1= T2 V2σ – 1 T1/ T2= ( V2 / V1 )σ – 1 ( PV / R )σ – 1= constan pVσ=constan
Atau P2 / P1 = ( V1 / V2 )σ
Dalam motor bakar : V1 : volume silinder mula-mula
V 2 : volume silinder pada akhir kompresi V 1 / V 2 : kompresi ratio = r
Jadi T1 / T 2 = ( 1/ r )σ – 1 atau T2 / T1 =rσ - 1 P2 / P1 = rσ
Hubungan Temperatur dan Tekanan
P1 v1σ = p2 v2σ p 1 / p 2 = ( v 2 / v 1 ) σ v2 / v 1 = ( p 1 / p 2 )1 /σ P1 v1 / T1 = p2 v2 /T2 T2 / T1 = P2 / P1 . v2 / v1
T 2 / T 1 = p 2 / p1 ( p 1 / p 2 )1 / σ
= ( p 2 / p1 )1 – 1 /σ = ( p 2 / p 1 )σ – 1/σ
( T2 / T1 )σ = ( p 2 / p1 ) atau T1σ / p1σ - 1 = T2σ /p2σ –
6
4.1 Siklus Otto
Siklus Otto juga disebut siklus udara volume konstan.Untuk motor bakar torak penyalaan api / bensin maka untuk menganalisa siklusnya dapat didekati dengan siklus ini.
Gb. 5.1 Siklus Otto
0 → 1 langkah isap merupakan proses tekanan konstan.
1 → 2 langkah kompresi merupakan proses isentropis.
2 → 3 proses pembakaran volume konstan atau proses pemasukan kalor.
3 → 4 langkah kerja / ekspansi proses isentropis.
4 → 1 proses pembuangan sebagai proses pengeluaran pada volume konstan.
1 → 0 langkah buang V2= VS = Volume sisa VL= Volume langkah torak
V1= V = Volume silinder = V2 + V1
Panas masuk : Q2 3 = CV ( T3 – T2 ) kj / kg CV : Panas jenis pada volume konstan.
T3 : Temperatur akhir pengisian panas / pembakaran Panas keluar : Q41 = CV ( T4 – T1 )
T4 : temperature akhir ekspansi T1 : Temperatur udara masuk Panas berguna : Q = Wth
7 Selama proses kompresi dan ekspansi tidak terjadi pertukaran panas oleh karena itu selisih panas masuk dengan panas keluar merupakan usaha yang dihasilkan tiap siklus
Q = Q23 – Q41 = CV ( T3 – T2 ) – CV ( T4 – T1 ) kj / kg
Efisiensi Thermis
Didefinisikan sebagai panas berguna terhadap ( dibagi ) panas yang dimasukan.
=
= 1 - = 1 -
Temperatur temperature tersebut sulit diketahui atau diukur maka dicari persamaan dalam hubungan volume.
Proses 1 -2 berlangsung secara adiabatic - reversible T1 / T 2 = ( V2 / V1 )σ – 1
Proses 3 – 4 berlangsung secara adiabatic T 4 / T3 = ( V3 / V4 ) σ - 1 = ( V2 / V 1 )σ -1 Jadi T1 / T2 = T4 / T3 T4 / T 1 = T3 / T2
ηth = 1 – T1 / T2 = 1 –
= 1 – ( V2 / V1 )σ - 1
η
th= 1 – ( )
σ - 1dimana r : perbandingan kompresi atau angka kompresi η th : efisiensi thermis
σ : Cp / Cv
8 Dari persamaan tersebut dapat dibuat tabel sebagai berikut :
r 4 5 6 ……… 12
ηth % 43 48 53 ……… 64 % dst
Nampak dari tabel diatas bahwa semakin besar r ( perbandingan kompresi ) juga semakin besar effisiensi thermisnya, atau untuk menaikan effisiensi motor maka dapat dilakukan dengan menaikan perbandingan kompresinya.
4.2 Siklus Diesel
Proses sama dengan siklus Otto hanya berbeda pemasukan energy terjadi pada tekanan konstan.
Gambar Siklus Diesel Panas berguna dirubah menjadi daya :
Q = Q23 – Q41 = Cp ( T3 – T 2 ) - Cv ( T4 – T1 ) kj/kg Efisiensi thermis
CP( T3 – T2 ) – CV ( T4 – T1 ) T4 – T1
ηth = --- = 1 - CP / CV --- CP( T3 – T2 ) T3 – T2
9 T1( T4 / T1 – 1 )
= 1 – 1/ σ --- T2( T4 / T1 – 1 )
Proses isentropis : T1 / T2 = ( V2 / V1 ) σ -1 dan T 4/ T3 = ( V3 / V4 )σ – 1 Proses 2 – 3 : tekanan konstan P2 V2 / T = P2 V3 / T3 T3 / T2 = V3 / V2 V4 = V1
V3 / V4
Jadi T4 / T1 = T3 / T2( --- )σ – 1 dan V3 / V2 ( V3 / V 2) = ( V3 / V2 ) σ – 1 V2/ V1
V / V = λ = Perbandingan volume selama proses pengisian panas 1 λσ - 1
ηth = 1 - ---
{
---}
rσ -1 σ ( λ -1 )
4.3 Siklus Gabungan ( Tekanan Terbatas )
Gambar Siklus tekanan terbatas
Proses sama dengan siklus Otto hanya berbeda pemasukan kalor terjadi pada volume konstan ( 2 – 3a ) maupun tekanan konstan ( 3a – 3 )
Efisiensi Thermis =
CV( T3a – T2 ) + Cp ( T3 – T3a ) – Cv ( T4 – T1 ) Efisiensi thermis : ηth = --- Cv( T3a – T2 ) + Cp ( T3 – T3a )
10 T4 – T1
= 1 - --- ……….1) ( T3a – T2) + σ ( T3 – T3a )
V1 P3a
T 2= T1( ---)σ -1 = T1 ( r )σ -1 , T3a = T2 ---= T2 ( r )σ – 1. α . V2 P2
P3a
---- = α : Perbandingan tekanan : laju ledakan P2
V3 V3
λ = --- = --- : Perbandingan pemotongan V3a V2
V3
T3 = T3a T3a --- = T1 ( r ) σ -1 α . λ V3a
V3 V3 T4 = T3 ( --- )σ – 1 = T1 ( r )σ – 1 α λ ( --- )σ - 1 V4 V4
V3 V3 V3 V3a V3 V2
--- = --- = --- =--- dimana V2 = V3a
V4 V1 V1 V3a V2 V1 V3 λ
Jadi --- = --- V4 r λ
T4 =T1 ( r ) σ – 1 α λ ( ----)σ – 1 = T1 α λσ r
Substitusi T2, T3a ,T3 dan T4 ke pers. 1) diperoleh
1 α λσ - 1
ηth = 1 - ---
{
---}
rσ – 1( α – 1 ) + α σ ( λ – 1 )
Bila α = 1 P3a / P2 = 1 titik 2 dan 3a berimpit menjadi Siklus Diesel λ = 1 V3 / V2 = 1 titik 3 dan 3a berimpit menjadi Siklus Otto
11 Contoh
Mesin Diesel putaran tinggi yang bekerja sesuai dengan siklus gabungan, tekanan awal kompresi 1 kgf/cm2 dengan temperature 500 C. perbandingan kompresi 14, penambahan energy pada tahap pertama dapat menaikan tekanan menjadi 2 kali dari tekanan kompresi pada tahap tekanan konstan dapat menaikan volume menjadi 2 kalinya.Hitung temperature pada titik titik mati dan efisiensi termisnya.
Jawab :
T2 / T1 = rσ – 1 T2 = T1 rσ – 1 T1 = 50 + 2730 = 323 0K
Gb. 5.4 Gambar siklus Diesel
T2 = 323 ( 14 )1,4 – 1 = 323 ( 14 )0,4 = 930 0K P2 / P1= rσ P2 = 1 . 141,4= 40 kgf / cm2
T3 / T2 = P3 / P2T3 = 930 x 80/40 = 18600K pada volume konstan T4 / T3 = V4 / V3 T4 = 1860 x 2 = 37200K pada tekanan konstan Pada langkah ekspansi
Perbandingan ekspansi : V5 / V4 = 14 / 2 = 7
Jadi T5 = T4 / ( V5/V4 )λ – 1 = 3720 / 70,4 = 1710 0K
12
Rangkuman Proses Thermodinamika Motor
Dalam silinder motor bakar terjadi proses dan reaksi kimia berantai yang sangat komplekk, dan untuk penganalisaan pendekatan maka perlu asumsi yaitu muatan dianggap gas ideal, panas jenis (cp dan cv) muatan konstan pada tiap keadaan dan tiap proses,proses kompresi dan ekspansi dianggap berlangsung secara adiabatic, reversible, massa muatan yang dikerjakan dianggap konstan ( siklus tertutup ), pemberian atau pengeluaran panas berlangsung secara konduksi dan tidak terdapat kerugian mekanis.
Siklus Otto adalah siklus udara volume konstan.Untuk motor bakar torak penyalaan api / bensin maka untuk menganalisa siklusnya dapat didekati dengan siklus ini.
Siklus diesel adalah siklus udara tekanan konstan, proses sama dengan siklus Otto hanya berbeda pemasukan energi terjadi pada tekanan konstan.
Siklus gabungan adalah Proses sama dengan siklus Otto hanya berbeda pemasukan kalor terjadi pada volume konstan maupun tekanan konstan.
Efisiensi thermis didefinisikan sebagai panas berguna terhadap ( dibagi ) panas yang dimasukan.
Latihan soal :
1. Jelaskan tentang siklus otto dan siklus diesel
2. Jelaskan perbedaan antara siklus otto dan siklus diesel
3. Jelaskan dengan singkat definisi proses adiabatic, isobaric, isokhoris dan isothermis yang terjadi pada siklus motor bakar.
4. Jelaskan tentang efisiensi thermos pada motor bakar.
5. Gambarkan diagram P-V siklus otto dan jelaskan prosesnya.
Jawaban soal akan didiskusikan di kelas