• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2013 PT. KLIRING PENJAMINAN EFEK INDONESIA. Senin, 30 Desember 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2013 PT. KLIRING PENJAMINAN EFEK INDONESIA. Senin, 30 Desember 2013"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2013 PT. KLIRING PENJAMINAN EFEK INDONESIA

Senin, 30 Desember 2013

Tahun 2013 perekonomian Indonesia melewati berbagai tantangan baik dari kondisi perekonomian domestik maupun global yang berdampak pada volatilitas pasar modal Indonesia pada bulan Juni hingga September 2013. Dari sisi eksternal, isu atas government shut down Amerika Serikat (AS) dan rencana pengurangan stimulus moneter (tapering off) yang disampaikan The Fed berdampak pada capital outflow dari Indonesia. Rupiah pun melemah dari USD/IDR 9,600 hingga pada tanggal 24 Desember 2013 di tingkat USD/IDR 12,215.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka awal tahun 2013 pada level 4316.69 sempat menginjak level tertinggi pada 20 Mei 2013 yaitu 5,214,98 dan menurun cukup signifikan hingga level 4,202,83 pada tanggal 24 Desember 2013. Secara year to date, IHSG mengalami pelemahan sebesar 2.71%.

Sementara rata-rata nilai transaksi harian pasar saham dari Rp 4,54 triliun (2012) mengalami kenaikan menjadi Rp 6,29 triliun (per 13 Desember 2013). Dari sisi nilai transaksi setelah netting, dari rata-rata per-hari sebesar Rp 1,57 triliun (2012) meningkat menjadi Rp 2,99 triliun (per 13 Desember 2013).

Semangat dan optimisme pelaku pasar modal Indonesia menunjukkan tetap menjadikan pasar modal Indonesia sarana investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai salah satu Self Regulatory Organization (SRO) dan menjadi Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) di Pasar Modal Indonesia, PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) senantiasa berusaha untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan dan layanan dalam pelaksanaan fungsi kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang merupakan fungsi utama KPEI. Demi meningkatkan pelayanan jasa KPEI, KPEI terus mengembangkan sistem pendukung fungsi LKP, diantaranya adalah fasilitas layanan Pinjam Meminjam Efek (PME), layanan informasi Member Interface, Mobile Clearing and Guarantee System (m-CLEARS), Situs Pusat Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (SPP-MKBD), dan Situs Pusat Pelaporan (SPP) Portfolio AB.

(2)

Kegiatan Operasional KPEI 2013

1. Kegiatan Kliring

Hingga tanggal 13 Desember 2013, tingkat efisiensi proses penyelesaian transaksi bursa secara netting mencapai 59,34%, dengan rata-rata harian penyelesaian efek sebesar 2,277 miliar saham dari rata-rata volume transaksi bursa harian yang mencapai 5,713 miliar saham.

Dalam proses penyelesaian dana untuk penyelesaian transaksi bursa, KPEI telah mengefisiensikan penyelesaian hingga 51,23% dari nilai rata-rata transaksi harian sebesar Rp 6,296 triliun, sehingga penyelesaian dana yang dilakukan hanya senilai Rp 2,991 triliun per harinya.

Efisiensi dari penyelesaian transaksi yang telah dilakukan oleh KPEI pada periode Januari–Desember 2013*:

Tabel 1 Penyelesaian Transaksi Bursa*

TRANSAKSI BURSA PENYELESAIAN TRANSAKSI BURSA EFISIENSI

Frekuensi Volume Nilai Volume Nilai Volume

(%)

Nilai (%)

Total 2013

37,206,439.00

1,342,727,991,949.00

1,479,789,516,175,330.00

535,119,743,000.00

702,941,979,016,500.00 60.15 52.50 Tertinggi

harian

290,171.00

14,554,599,583.00

21,010,024,045,620.00

4,299,937,000.00

6,968,381,258,500.00 83.99 86.98 Rata-rata

harian

158,325.27

5,713,736,135.95

6,296,976,664,575.87

2,277,105,289.36

2,991,242,463,900.00 59.34 51.23 Terendah

harian

81,376.00

2,761,444,677.00

2,801,818,853,957.00

1,241,427,000.00

1,485,691,864,500.00 45.12 40.72

*Sampai dengan 13 Desember 2013

(3)

Penggunaan Fasilitas Intraday (FI) untuk penyelesaian Transaksi Bursa melalui metode Continuous Settlement NPC SID pada periode Januari–Desember 2013, adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Penggunaan Fasilitas Intraday*

No Bulan Total

1 Jan-13 (21 hari) 13,643,441,296,000.00

2 Feb-13 (20 hari) 15,661,049,589,500.00

3 Mar-13 (19 hari) 17,688,003,964,500.00

4 Apr-13 (22 hari) 17,468,114,390,000.00

5 May-13 (22 hari) 18,812,086,800,000.00

6 Jun-13 (19 hari) 19,277,201,895,000.00

7 Jul-13 (23 hari) 17,927,176,406,000.00

8 Aug-13 (17 hari) 11,242,647,677,500.00

9 Sep-13 (21 hari) 17,750,697,006,000.00

10 Oct-13 (21 hari) 15,240,516,177,000.00

11 Nov-13 (20 hari) 14,111,192,457,000.00

12 Dec-13 (9 hari) 5,235,281,925,000.00

Rata-Rata Harian (s/d 12-Dec- 2013)

786,570,126,425.21

Rata-Rata Bulanan (s/d Nov-2013) 16,256,557,059,863.60 Total Penggunaan FI (2013) 184,057,409,583,500.00 *Sampai dengan 13 Desember 2013

(4)

2. Transaksi Pinjam Meminjam Efek KPEI

Kegiatan Pinjam meminjam Efek KPEI sepanjang tahun 2013 (hingga 13 Desember 2013) tercatat nilai total transaksi PME mencapai Rp 391,699 miliar.

Tabel 3 Pinjam Meminjam Efek*

Bulan Total Rata-Rata Harian Jumlah

Hari

Nilai Volume Frekuensi Nilai Volume

Januari

33,312,695,000.00

6,260,000.00 42

1,074,603,064.52 201,935.48 31

Februari

30,869,085,000.00

4,859,500.00 57

1,102,467,321.43 173,553.57 28

Maret

68,211,407,500.00

32,098,500.00 85

2,200,367,983.87

1,035,435.48 31

April

23,627,280,000.00

7,355,000.00 70

787,567,000.00 245,166.67 30

Mei

24,519,198,000.00

9,307,000.00 94

790,941,870.97 300,225.81 31

Juni

59,222,304,500.00

23,482,500.00 74

1,974,076,816.67 782,750.00 30

Juli

16,472,587,500.00

5,540,000.00 39

531,373,790.32

178,709.68 31

Agustus

16,434,095,500.00

28,560,000.00 27

547,803,183.33 952,000.00 30

September

20,072,257,500.00

8,550,500.00 39

669,075,250.00 285,016.67 30

Oktober

17,623,142,500.00

7,975,000.00 32

568,488,467.74

257,258.06 31

November

64,694,765,000.00

9,685,500.00 29

2,156,492,166.67 322,850.00 30

Desember

16,641,012,500.00

3,428,500.00 25

1,280,077,884.62 263,730.77 13

Total

391,699,830,500.00

147,102,000.00 613

*Sampai dengan 13 Desember 2013

(5)

Sampai saat ini fasilitas PME KPEI belum dimanfaatkan secara optimal oleh AK, sehingga KPEI berupaya untuk melakukan optimalisasi fasilitas dan program PME yang telah ada melalui kegiatan seperti workshop, gathering dan sosialisasi. Program kerja ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan transaksi dan penambahan anggota aktif bertransaksi PME.

Berdasarkan rencana kegiatan yang telah disusun, KPEI melanjutkan tahapan pelaksanaan program dengan APME/Working Group, melaksanakan networking session dengan Regulator (OJK, BEI, KSEI) dan Intermediary (APEI, ABKI), serta mengadakan program gathering dengan APME.

3. Alternate Cash Settlement dan Gagal Bayar

Tabel 4 Alternate Cash Settlement*

ACS ACS

(% Dari Penyelesaian)

JUMLAH AK (ACS)

Volume Nilai Volume Nilai AK Serah AK Terima

Total 2013

22,668,381.00

47,625,566,500.00

0.004

0.007 36 112

Tertinggi harian 4,475,000.00

15,842,968,750.00

0.223

0.487 2 25

Rata-rata harian 96,461.20

202,661,985.11

0.004

0.006 0.15 0.48

Terendah harian -

-

-

- 0 0

*Sampai dengan 13 Desember 2013

Alternate Cash Settlement (ACS) adalah kewajiban serah dana AK dalam hal AK gagal menyerahkan kewajiban sahamnya. ACS dihitung senilai [jumlah lembar saham yang gagal diserahkan AK x Harga Tertinggi antara tanggal Transaksi dengan tanggal Penyelesaian x 125%].

Rata-rata Nilai ACS yang terjadi selama tahun 2013 adalah Rp 202 juta dengan kejadian ACS nilai tertinggi senilai Rp 47 miliar. Dapat disampaikan selama tahun 2013 tidak terjadi satupun kejadian Gagal Bayar.

(6)

4. Pengelolaan Agunan Anggota Kliring (AK)

Dalam menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan sesuai dengan amanat dari Undang-undang Pasar Modal serta Peraturan OJK, KPEI memiliki kewenangan untuk mengelola Agunan yang digunakan sebagai salah satu dasar penghitungan trading limit dan instrumen pengendalian risiko yang dijalankan oleh KPEI. Nilai Agunan Offline berupa Bank Garansi dan Deposito dari 114 AK yang dikelola oleh KPEI sampai dengan tanggal 13 Desember 2013 telah mencapai Rp 7,828 triliun.

Tabel 5 Pengelolaan Agunan Offline*

Jenis Instrumen Nilai Agunan Persentase

Bank Garansi 6,312,693,000,000.00 80.64

Deposito 1,290,495,677,591.59 16.48

Agunan Minimum Kas 213,506,445,256.50 2.73

Seat BEI 11,600,000,000.00 0.15

Grand Total 7,828,295,122,848.10 100

*Sampai dengan 13 Desember 2013

Sementara untuk komposisi agunan online, berdasarkan data hingga 13 Desember 2013, mayoritas masih berasal dari efek. Dengan komposisi 95.22% agunan berasal dari efek, dengan nilai Rp 9.534 triliun, 210.38 miliar atau 2.10% merupakan agunan berbentuk tunai atau cash dan 2.67% atau 267.764 miliar dari obligasi.

Tabel 6 Pengelolaan Agunan Offline*

Jenis Instrumen Nilai Agunan Persentase (%)

Uang 210,383,806,752.30 2.10

Saham 9,534,809,931,777.29 95.22

Obligasi 267,764,776,750.00 2.67

Grand Total 10,012,958,515,279.60 100

*Sampai dengan 13 Desember 2013

(7)

5. Pengelolaan Dana Jaminan

Posisi Dana Jaminan yang dikelola KPEI per tanggal 13 Desember 2013 telah mencapai Rp 2,262 triliun. Untuk menjaga akuntabilitasnya, pengelolaan Dana Jaminan di KPEI diawasi dan dikoordinasikan dengan Komite Kebijakan Kredit dan Pengendalian Risiko, yang merupakan perwakilan dari para Anggota Kliring KPEI.

Sesuai dengan kebijakan investasi dan pengelolaan dana jaminan, saat ini KPEI menginvestasikan Dana Jaminan tersebut ke dalam tiga instrumen. Porsi terbesar ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka yang mencapai 82% dari jumlah Dana Jaminan, 18% dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

Tabel 7 Komposisi Penempatan Dana Jaminan

No. ALOKASI DEPOSITO,

SBN, REKENING GIRO NOMINAL PROSENTASE

1 DEPOSITO 1,851,928,162,669.97 81.8565%

2 SBN 410,480,070,000.00 18.1435%

3 REKENING GIRO 0.00 0.0000%

TOTAL 2,262,408,232,669.97 100.00%

(8)

6. Kajian Peran KPEI Sebagai CCP

Perusahaan berinisiatif untuk melakukan kajian peran KPEI selaku Central Counterparty (CCP) yang bertujuan untuk memaksimalkan peran Perusahaan dari sisi bisnis maupun peran regulasi, salah satunya dengan membandingkan pengembangan CCP di negara lain.

Penyusunan kajian terkait Dana Jaminan & Lender of Last Resort dan Konsep Restrukturisasi Keanggotaan Kliring telah selesai dilakukan. Pada Triwulan III, Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan Kajian Pengembangan e-CLEARS, Collateral Management dan Securities Financing.

7. Penyusunan Peraturan Terkait Pengembangan Bisnis

Tahun 2013 ini KPEI melakukan penyusunan peraturan dan surat edaran yang disesuaikan dengan pengembangan bisnis yang sedang dilakukan. Surat Edaran yang diterbitkan pada tahun 2013 adalah surat Edaran No.SE-001/DIR/KPEI/1213 perihal: Perubahan Parameter Risiko.

Adapun peraturan yang sedang disusun hingga akhir 2013 adalah peraturan terkait:

1) Jaringan Kredit 2) Derivatif:

a) Transaksi Opsi Saham b) Transaksi Kontrak Berjangka c) Keanggotaan Derivatif

8. Customer Statisfaction Survey

Setiap tahun KPEI menyelenggarakan customer satisfaction survey (CSS) untuk mengukur kepuasan pengguna jasa terhadap layanan yang diberikan KPEI sepanjang tahun tersebut. Pada 2013 ini, CSS KPEI mengangkat tema Layanan Jasa Operasional KPEI secara umum.

Dalam CSS kali ini terdapat empat area yang menjadi fokus penilaian yakni:

 Kliring dan penyelesaian

 Pinjam meminjam efek

 Manajemen risiko

(9)

 Manajemen agunan.

Dari keempat area tersebut, terdapat 52 pertanyaan yang diajukan kepada 114 anggota kliring (AK).

Dari jawaban yang diperoleh, KPEI melakukan skoring yang hasilnya mencatat index kepuasan pelanggan sebesar 80,58 dari skala 100 atau 4,03 dari skala 5.

Indeks Reliability

Di tahun 2013 ini, KPEI juga menambahkan key performance indicator (KPI) perusahaan terkait reliability, yakni sejauh mana KPEI dianggap handal (reliable) oleh para pengguna jasa. Sehingga KPEI juga menyelenggarakan survey kepada seluruh anggota kliring terkait konsistensi KPEI dalam memberikan pelayanan yang hasilnya diwujudkan dalam nilai reliability index. Hasil yang diperoleh KPEI adalah 4.06 dari skala 5, hasil ini menunjukan KPEI dinilai telah konsisten memberikan layanan jasa yang reliable.

9. Sosialisasi dan Pelatihan Anggota Kliring

Kegiatan sosialisasi akan tetap menjadi sarana KPEI untuk memberikan edukasi kepada AK dalam rangka mendukung berbagai pengembangan produk dan infrastruktur pasar modal serta meningkatkan hubungan baik dengan AK. Melalui sosialisasi ini diharapkan AK dapat memahami produk, layanan, dan infrastruktur baru yang dikembangkan serta persiapan yang harus dilakukan.

KPEI melakukan training untuk AK dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan Perusahaan untuk memberikan standar informasi dan edukasi kepada AK terkait produk dan layanannya dan sebagai sarana untuk mengakomodir kebutuhan AK yang memerlukan pemahaman teknis operasional bisnis Perusahaan. Training dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu training yang bersifat regular (jadwal pelatihan ditentukan oleh KPEI) dan training yang bersifat on-request (berdasarkan kebutuhan atau permintaan dari AK). Sepanjang tahun 2013, KPEI mengadakan training regular dua kali dalam satu minggu, tepatnya setiap hari Selasa dan Kamis.

Kebutuhan akan data, informasi, dan layanan KPEI, maupun penyampaian pertanyaan, masukan dan keluhan dari pengguna jasa dan stakeholders KPEI dapat dilakukan melalui layanan Customer Care KPEI.

(10)

Layanan Customer Care KPEI tersebut dapat diakses melalui alamat kontak dan media komunikasi sebagai berikut:

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt.5 Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190

Telepon : +62.21.515 5115 Fax : +62.21.515 5120

SMS : +62.816 115 5000 Toll Free : 0800-100-KPEI (5734) Email : [email protected] Website : www.kpei.co.id

Twitter : @AskKPEI Facebook Group : AskKPEI

Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal

KPEI sepanjang 2013 berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang diselenggarakan bersama OJK, BEI dan KSEI, diantaranya melalui penyelenggaraan acara Campus to Campus, Sekolah Pasar Modal, Forum Calon Investor, dan workshop wartawan, di berbagai daerah di Indonesia termasuk penerimaan kunjungan dari pihak luar baik dari tingkat Universitas maupun Sekolah Menengah. Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan minat investor domestik terkait pasar modal Indonesia.

Selain itu, KPEI bersama OJK dan SRO lainnya juga turut mengadakan event tahunan Investor Summit.

Untuk kalangan anak muda, tahun ini digelar olimpiade pasar modal nasional di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di 34 provinsi, dan investment reserach challenge untuk mahasiswa.

Kegiatan lain berupa acara undian Gemilang Investa Bursa untuk kategori investor baru, investor get investor, dan sales anggota bursa. Sementara untuk kegiatan seminar, KPEI pun turut berpartisipasi menggelar seminar pasar surat utang bekerjasama dengan Indonesia Bond Price Agency (IBPA), dan CEO Networking yang dihadiri para CEO atau direktur utama dari emiten.

(11)

Corporate Social Responsibility (CSR)

Selanjutnya, kegiatan KPEI pun tidak terlepas dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR). Beberapa kegiatan CSR yang telah menjadi komitmen perusahaan selama ini khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, senantiasa diselenggarakan di tahun 2013. Kegiatan tersebut, antara lain adalah pemberian beasiswa tingkat SMA sampai dengan S3 untuk siswa-siswa berprestasi dari persatuan Tunatera Indonesia (PERTUNI).

Sementara untuk kegiatan sosial KPEI yang dilaksanakan bersama dengan OJK dan SRO lainnya adalah donor darah, beasiswa dan bantuan pendidikan untuk karyawan OJK, SRO dan pihak eksternal. Aksi CSR ini juga diwujudkan dalam bentuk membangun peternakan rakyat di Garut (Jawa Barat), Pos yandu, perbaikan lingkungan, penyediaan buku, dan berbagai aksi community development.

Good Corporate Governance (GCG)

Sepanjang tahun 2013 KPEI telah melaksanakan dua kali Rapat Umum Pemegang Saham:

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS-T) yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Juni 2013 dengan agenda pembahasan: Persetujuan Atas Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2012;

Persetujuan Penyisihan Cadangan Jaminan untuk Tahun Buku 2012; Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk Periode 2013 – 2016; serta Penunjukan Akuntan Publik Osman Bing Satrio

& Eny member firm dari Deloitte Touche Tohmatsu untuk Mengaudit Buku-buku Perseroan untuk Tahun Buku 2013.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang dilaksanakan pada Kamis, 10 Oktober 2013 dengan agenda pembahasan: Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2014.

Pedoman Tata Kelola Perusahaan

(12)

Bagi KPEI, Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) didefinisikan sebagai pola pikir dan pola kerja di seluruh jajaran perusahaan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas demi terciptanya sistem manajemen yang efisien dan efektif. Prinsip-prinsip GCG merupakan perangkat vital bagi KPEI sebagai sebuah perusahaan sekaligus sebagai Self-Regulatory Organization (SRO), yang harus memastikan bahwa pengelolaan organisasi berjalan sesuai ketentuan sehingga KPEI dapat memberikan layanan terbaik bagi Pasar Modal Indonesia. Untuk itulah, maka pada tahun 2013 ini KPEI telah menyelesaikan pembuatan Pedoman Tata Kelola Perusahaan dan memperoleh persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris KPEI pada 1 Oktober 2013. Pedoman ini merupakan himpunan pokok-pokok pengelolaan Perusahaan yang kemudian akan dijabarkan lebih lanjut dalam piagam, kebijakan dan Prosedur Operasi Standard (POS) yang akan menjadi acuan implementasi GCG KPEI.

Pedoman Kebijakan

Untuk semakin memperkuat pelaksanaan GCG diseluruh lini perusahaan, maka sebagai tindak lanjut atas pembuatan Pedoman Tata Kelola perusahaan, maka pada tahun 2013 dan 2014 ini KPEI juga melengkapi dokumentasi atas tata kelola perusahaan dalam bentuk pedoman kebijakan. Pedoman kebijakan ini merupakan pedoman yang dibuat dan diperuntukkan bagi unit kerja dalam melaksanakan kegiatan pekerjaannya sehari-hari agar terlaksana secara efsien, efektif, dan memiliki tata kelola yang baik.

Informasi lebih lanjut:

Suryadi

Sekretaris Perusahaan

PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia

Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1, 5th Floor Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53

Jakarta 12190 - Indonesia Telp: +62.21.515 5115 Fax: +62.21.515 5120 [email protected] www.kpei.co.id

Gambar

Tabel 1 Penyelesaian Transaksi Bursa*
Tabel 2 Penggunaan Fasilitas Intraday*
Tabel 3 Pinjam Meminjam Efek*
Tabel 4 Alternate Cash Settlement*
+3

Referensi

Dokumen terkait

Copula merupakan alat yang dapat digunakan untuk menganalisa kebergantungan variabel-variabel acak dalam struk- tur yang digambarkan oleh fungsi gabungan terebut.. Di sini

Perencanaan kolom beton bertulang pada hakekatnya menentukan dimensi serta ukuran baik beton maupun batang tulangan baja, sejak dari menentukan ukuran dan bentuk

bersangkutan, standar prestasi individu yang terlalu tinggi dengan kemampuan yang dimilikinya, seperti misalnya kecenderungan perfeksionis, perasaan rendah diri

Namun apabila terhadap Sertipikat tersebut terdapat cacat hukum administrasi dalam penerbitannya dan terdapat putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum

Rekening Jaminan adalah Rekening Efek Anggota Kliring pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang dapat digunakan oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan untuk

Agunan adalah dana, Efek, dan/atau instrumen keuangan lainnya milik Anggota Kliring sebagai jaminan yang dapat digunakan oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan untuk

Daftar Peserta Seminar Nasional Pengelolaan Lahan Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional, Kerjasama HITI Komda Aceh, Fakultas Pertanian Universitas

Dalam penelitian ini alat untuk mengukur hasil belajar peserta didik ranah kognitif dengan menggunakan soal evaluasi yang diberikan pada setiap akhir siklusnya.. Alat untuk