• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengaruh Kurs Suku Bunga dan In

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Pengaruh Kurs Suku Bunga dan In"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Pengaruh Kurs, Suku Bunga, dan Inflasi Terhadap Harga Saham Index Mining di BEI Periode 2008-2017

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

“Seminar Proposal Skripsi” Rokhmat Subagiyo, M.EI

Disusun Oleh :

1. Muhamad Abdurrohim (17402153005) Ekonomi Syariah 6-A

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

(2)

PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Kalau kita mengamati perkembangan pasar modal di negara-negara maju ternyata pasar modal mempunyai peran yang sangat penting. Baik dari sisi permintaan modal perusahaan yang biasa disebut emiten atau dalam bahasa inggrisnya Issuer maupun sisi penawaran oleh pihak pemodal, yaitu masyarakat yang biasa disebut investor. Sepertinya, keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan, sehingga pasar modal dapat terus berkembang. Maka, pasar modal dijadikan tolak ukur kemodernan. Artinya, suatu bangsa atau negara berhak menyandang predikat modern kalau pasar modalnya maju.

Salah satu kelebihan pasar modal adalah kemampuanya menyediakan modal dalam jangka panjang dan tanpa batas. Dengan demikian, untuk membiayai investasi pada proyek-proyek jangka panjang dan memerlukan modal yang besar, sudah selayaknya para pengusaha menggunakan dana-dana dari pasar modal. Sedangkan untuk membiayai investasi jangka pendek, seperti kebutuhan modal kerja, dapat digunakan dana-dana (misalnya kredit) dari perbankan.1

Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang tau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).2

Kegiatan perdagangan di Indonesia diarahkan pada terciptanya sistem perdagangan nasional yang efisien dan efektif, mampu memanfaatkan peluang pasar dalam dan luar negeri, membentuk harga yang wajar dan memperkokoh kesatuan ekonomi nasional. Sasaran tersebut akan dapat tercapai jika mekanisme

1 Sawidji Widoatmojo, Pengetahua Pasar Modal Untuk Konteks Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia, 2015), hal.5

(3)

perdagangan berjalan dengan baik dan resiko yang melekat dalam kegiatan usaha dapat dikendalikan. Salah satu resiko yang senantiasa terdapat dalam setiap usaha khususnya perdagangan komoditi adalah resiko akibat adanya fluktuasi harga. Resiko selalu melekat (inhernt) pada setiap kegiatan usaha dan keuntungan perusahaan yang banyak ditentukan oleh kemampuan mengelola resiko perdagangan berjangka komoditi sebagai sarana pengelola resiko harga mempunyai peran strategis dalam mewujudkan sistem perdagangan nasional yang efisien.3

Tujuan utama dari aktivitas perusahaan adalah memperoleh laba maksimal. Laba dapat berperan penting dalam mempertahankan kelangsungan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus senantiasa meningkatkan laba dari tahun ke tahun, dan salah satu cara yang bisa dilakukan perusahaan adalah dengan perluasan usaha. Namun dalam perluasan usaha memerlukan dana tambahan, dana tersebut bisa didapatkan melalui penerbitan saham. Penerbitan saham merupakan kegiatan menghimpun dana eksternal yang berasal dari masyarakta maupun drai badan usaha lainnya. Selain itu, terdapat alternatif sumber dana lain yaitu melalui lembaga intermediasi keuangan, seperti perbankan atau lembaga non bank. Didunia usaha terdapat suatu tempat untuk menghimpun dana yang disebut dengan pasar modal.

Suku bunga di Indonesia ditentukan oleh Bank Indonesia (BI) melalui kebijakan moneternya yang bertujuan untuk mengontrol laju peredaran uang dan laju investasi dalam negeri. Suku bunga dalam beberapa enelitian juga dipandang sabagai salah satu faktor makro ekonomi yang mempengaruhi harga saham. Investor menggunkana suku bunga sebagai tolak ukur (benchmark) untuk mebandingkan return bila ingin berinvestasi. Jika tingkat bunga tinggi maka harga saham rendah, begitu pula sebalinya jika tingkat bunga rendah maka harga saham tinggi.

Kurs dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi ekonomi nasional, sehingga dapat digunakan sebagai acuan baik buruknya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan negara lain. Kurs juga dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi harga saham. Kurs rupiah yang melemah terhadap mata uang asing

(4)

(dalam hal ini US dollar) akan mempengarusi harga saham, melemahnya kurs rupiah berdampak pada menurunnya laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan sehingga mengakibtakan harga saham juga ikut menurun. Melemahnya kurs menyebabkan nilai devden mangalami penurunan, pada kondisi ini investor tidak tertarik untuk berinvestasi pada saham perusahaan tersebut. Dengan dmeikian pemerintah terhadap saham turun dan harga saham mengalami penurunan.

Inflasi adalah kondisi saat harga-harga barang/jasa secara umum mengalami kenaikan terus-menerus sehingga dapat menurunkan nilai mata uang dinegara setempat. Inflasi harus dikendalikan dengan baik oleh pemerintah dan bank sentral di masing-masing negara guna menjaga stabilitas moneter dan stabilitas perekonomian. Inflasi dapat disebabkan oleh meningkatnya jumlah uang yang beredar di masyarakat, berkurangnya stok barang/jasa atau meningkatnya permintaan atas barang/jasa.4 Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi disuatu negara, mendorong kenaikan suku bunga mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan elaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.5

Rumusan Masalah

1. Apakah suku bunga berpengaruh signifikan terhadap harga saham Index Mining di BEI perdiode 2008-2017 ?

2. Apakah kurs berpengaruh signifikan terhadap harga saham Index Mining di BEI periode 2008-2017 ?

3. Apakah Inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham index Mining di BEI periode 2008-2017 ?

4. Apakah suku bunga, kurs, inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadao harga saham Index Mining di BEI periode 2008-2017?

Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah suku bunga berpengaruh signifikan terhadap harga saham Index Mining di BEI periode 2008-2017.

2. Untuk mengetahui apakah kurs berpengarus signifikan terhadap harga saham Index Mining di BEI periode 2008-2017.

4 Serfianto D. Purnomo, dkk, Buku Pintar Pasar uang & Pasar Valas, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2013), hal.112

(5)

3. Untuk mengetahui apakah inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham Index Mining di BEI periode 2008-2017.

4. Euntuk mengetahu apakah suku bunga, kurs, inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham Index Mining di BEI periode 2008-2017.

Keguanaan Penelitian

1. Kegunaan Teoritis

Kegunaan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan, referensi, serta bukti empiris di bidang makro ekonomi serta pasar modal. Penelitian ini juga dapat dijadikan tambahan bukti empiris untuk mendukung hasil-hasil penelitian sebelumnya tentang pengaruh suku bunga, kurs, inflasi tehadap harga saham yang masih terdapat inkonsistensi hasil.

2. Kegunaan Praktis

Penerapan secara nyata dari penelitian ini dapat dilakukan oleh beberapa pihak yang terlibat dalam psar modal. Bagi investor, penelitian ini dapat membantu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap suku bunga, kurs, dan inflasi sebagai faktor yang mempengaruhi harga saham, selian itu informasi dari penelitian ini juga dapata digunakan sebagai alat analisis tambahan dalam mengambil keputusan investasi secara tepat. Bagi emiten dan pemerintah, penelitian ini dapat memberikan tambahan informasi dalam menentukan kebijakan yang menyangkut suku bunga, kurs, dan inflasi dalam pengaruhnya terhadap harga saham terutama pada harga saham sektor Index Mining

3. Kegunaan bagi peneliti selanjutnya

(6)

Ruang Lingkup dan Keterbatasan Masalah

1. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam ruang lingkup penelitian ini diambil suku bunga, kurs, dan inflasi sebagai variabel independen dan harga saham Index Mining sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunaka data sekunder (secondary data). Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian berupa data terkait harga saham index mining, suku bunga, kurs, dan inflasi dalam kurun waktu Januari 2008 sampai Desember 2017. Teknik analisis yang digunakan yaitu Regresi Linier Berganda.

2. Keterbatasan Penelitian

a. Objek penelitian ini adalah harga saham Index maining di BEI.

b. Periode penelitian pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan tergabung dalam Index Mining yang diambil apada periode januari 2008 sampai 2017.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham index mining, suku bunga, kurs, dan inflasi.

d. Sebagai indikator suku bunga, dan kurs digunakan data suku bunga dan data transaksi kurs Bank Indonesia (BI) dari website resmi Bank Indonesia (BI). Indikator Inflasi menggunakan data yang diambil dari website resmi Badan Pusat Statisti (BPS). sedangkan untuk indikator harga saham sektor Index Mining diambil dari website

Suku bunga atau interest rate adalh tingkat suku bunga jangka pendek dengan tenor satu bulan yang ditetapkan dan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) secara periodik yang berfungsi sebagai sinyal kebijakan moneter guna mencapai target inflasi dan menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah.6

(7)

b. Kurs Mata Uang

Kurs mata uang adalah nuilai sebuah mata uang dari suatu negara tertentu yang diukur, dibandingkan atau dinyatakan dalam mata uang negara lain. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi nilai sepertisuku bunga, inflasi, dan keadaan politik serta ekonomi disetiap negara.7 c. Inflasi

Inflasi adalah kondisi saat harga-harga barang/jasa secara umum mengalami kenaikan terus-menerus. Iinflasi dapat disebabkan oleh meningkatnya jumlah uang yang beredar di masyarakat, berkurangnya stok barang/jasa atau meningkatnya permintaan atas barang/jasa. Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif,kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat dan kesejahteraan masyarakat.

d. Harga Saham

Harga saham adalah harga pasar saham yang terbetuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran di pasar modal. Harga saham di bursa efek akan ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Pada saat permintaan saham meningkat, maka harga saham tersebut akan cenderung meningkat. Sebaliknya, pada saat orang banya menjual saham, maka harga saham tersebut cenderung akan megalami penurunan.

2. Secara operasional a. Suku Bunga

Suku bunga dalam penelitian ini adalah nilai besaran suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga yang memegang otoritas tertinggi dalam kendali kebijakan moneter di Indonesia. Dalam penelitian ini, nilai suku bunga sudah menggunakan data sekinder yang diambil dari data suku bunga yang dikeluarkan ileh Bank Indonesia melalui website http://www.bi.go.id.

b. Kurs Mata Uang

Data nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika merupakan kurs tengah ,data uang rupiah terhadap mata uang dolar Amerika dengan satuan rupiah. Dalam penelitian ini, nilai kurs sudah menggunakan

(8)

data sekunder yang diambil dari data kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia melalui website http://www.bi.go.id. kurs diukur menggunakan kurs tengah yaitu dengan menjumlah kurs jual dan kurs beli lalu di bagi 2 (dua).

c. Inflasi

Inflasi dalam penelitian ini adalah besaran inflasi yang dikeluran oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam menilai inflasi di Indonesia. Data inflasi yang digunakan dalam penelitian ini sudah menggunkan data sekunder yang diambil dari data inflasi yang dikelurkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui website http://www.bps.go.id.

d. Harga Saham Index Mining

(9)

LANDASAN TEORI A. Pengertian atau Hakikat

1. Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah pasar tempat memperdagangkan instrumen keungan, seperti saham (ekuitas/penyertaan), obligasi (surat utang), reksadana, produk derivatif, maupun instrumen lainnya. Pasar modal dapat digunakan sebgai sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi pemerintah, dan sebagai sarana bagi masyarakat untuk melakukan investasi. Pesar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli surat-surat berharga dan kegiatan terkait lainnya. Instrumen keuangan yang diperdagangkan dipasar modal merupakan instrumen jangka panjang (lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, reksadana dan berbagai instrumen derivativ seperti option, futures, waran, right dan lain-lain.8

2. Pengertian Saham

Saham (Share/Stock/Andeel/Andil) adalah salah satu instrumen pasar modal yang paling umum dipergunakan karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Saham adalah tanda penyertaan modal dari seseorang atau badan usaha di dalam suatu perusahaan perseroan terbatas. Dengan memiliki saham berarti kita ikut memiliki perusahaan sehingga berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Perusahaan-perusahaan yang ingin menambah modal usaha dapat menerbitkan saham dan kemudian menjual saham tersebut melalui mekanisme Penawaran Umum (go public) dengan bantuan perusahaan efek selaku penjamin emisi efek dan selakuk perantara pedagang efek.

Perusahaan yang telah go public dinamakan emiten, dan jika sahamnya telah dimiliki oleh lebih dari 300 orang dan memiliki modal disetor diatas Rp. 3 miliar maka perusahaan emiten tersebut dapat berubah setatus menjadi perusahaan publik. Emiten atau perusahaan publik digolongkan sebagai Perusahaan Terbuka (Tbk) karena telah menjual sebagian sahamnya kepada publik atau masyarakat investor.

Keuntungan yang di daptkan investor dengan membeli saham ada dua macam:

(10)

a) Mendapatkan Dividen b) Mendapatkan Capital Gain

Deviden adalah pembagian keuntungan yang diberikan oleh perusahaan dan berasal dari keuntungan perusahaan setiap tahun. Deviden diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama,yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan dapat berupa dividen tunai, artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham, atau dapat berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen tersebut.

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham dipasar sekunder. Misalnya, investor membeli saham ABC dengan haraga Rp.3.000 per saham kemudian menjual dengan harga Rp.3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp.500 untuk setiap saham yang dijualnya.9

3. Pengertian Suku Bunga

Suku bunga adalah pembayaran yang dilakukan untuk penggunaan mata uang. Suku bunga adalah jumlah bunga yang dibayarkan per unit waktu yang disebut sebagai presentase dari jumlah yang dipinjamkan. Tingkat suku bunga dibedakan menjadi dua:

1. Suku bunga nominal, adalah suku bunga atas uang dalam ukuran uang 2. Suku bunga riil, karena inflasi dan dihitung sebagai bunga nominal

diurangi tingkat inflasi.

(11)

Pada saat periode inflasi kita harus menggunakan suku bunga riil, bukan suku bunga nominal, untuk menghitung hasil investasi dalam ukuran barang-barang yang didapat pertahun atas barang-barang yang di investasikan.10

BI rate adalah tingkat suku bunga jangka pendek dengan tenor satu bulan yang ditetapkan dan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) secara periodik yang berfungsi sebagai sinyal kebijakan moneter guna mencapai target inflasi dan menjaga stabilitas nimlai mata uang rupiah. Bi rate digunakan sebagai acuan dalam operasi moneter guna mengarahkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berjangka satu bulan hasillelang Operasi Pasar Terbuka (OPT) berada disekitar Bi rate. Penetapan suku bunga BI rate diharapkan dapat mempegaruhi tingkat suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), suku bunga simpanan (tabungan dan deposito), suku bunga kredit, dan suku bunga lainnya dalam jangka waktu yang lebih panjang.

BI rate diumumkan oleh dewan gubernur BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan dan di implementasikan pada operasi moneter yang dilakukan oleh BI melalui pengelolaan likuiditas di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter. Penetapan respons kebijakanmoneter biasanya dilakukan dalam RDG triwulanan (Januari, April, Juli dan Oktober) untuk berlaku selama triwulan berjalan.

Dalam setiap RDG triwulanan, Dewan Gubernur BI melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi perekonomian, makro perkiraan inflasi, dan penentuan respon kebijakan moneter. Sedangkan dalam RDG bulanan, dewan gubernur melakukan review atas perkembanganinflasi, nilai tukar, kondisi moneter, dan likuiditas di pasar uang guna memonitor dan menilai apakah data-data tersebut telah sesuai dengan perkiraan yang dilakukan dalam RDG triwulanan. Perubahan Bi rate dilakukan dalam kelipatan 25 basis point atau 25 bps sehingga perubahan Bi rate dapat dinyatakan dalam 25 bps, 50 bps, 75 bps sesuai situasi moneter yang terjadi.

Bi rate di tetapkan oleh dewan gubernur BI terutama setelah mengamati faktor inflasi. Dalam menetapkan Bi rate, dewan gubernur BI juga mempertimbangkan berbagaiinformasi, seerti indikator pasar uang, hasil survei,

(12)

informasi anekdotal, informasi variabel, pendapat ahli,penilaian terhadap faktor resiko, dan ketidakpastian serta hasil-hasil riset ekonomi dan kebijakan moneter. BI rate kemudian diumumkan ke publik segera setelah ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG).11

4. Pengertian Kurs

Kurs mata uang adalah nilai sebuah mata uang negara tertentu yang di ukur, dibandingkan, atau dinyatakan dalam mata uang negara lain. Contohnya, kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS saat ini berkisar Rp.9.500 per 1 dolar AS. Kurs mata uang terdiri ataskur jual dan kurs beli. Dalam perdagangan mata uang melalui perbankan, perdagangan valas, atau via internet (online), biasanya terjadi dua maccam transaksi, yaitu satu transaksi untuk membeli dan satu transaksi untuk menjual. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi nilai tukar, seperti suku bunga, inflasi, dan keadaan poltik serta ekonomi disetiap negara. Apabila kurs rupiah terhadap mata uang asing meningkat berarti nilai mata uang rupiah mengalami depresiasi (penurunan) sedangkan mata uang mengalami apresiasi (kenaikan). Sedangkan jika kurs rupiah menurun berarti nilai mata uang rupiah mengalami apresiasi (kenaikan) sedangkan nilai mata uang asing mengalami depresiasi (penurunan).12

5. Pengertian Inflasi

Inflasi adalah kondisi saat harga-harga barang/jasa secara umum mengalami kenaikan terus-menerus sehigga dapat menurunkan nilai mata uang dinegara setempat. Kenaikan harga-harga barang/jasa baru dapat disebut mengalami inflasi jika kenaikan harga-harga tersebut bersifat meluas sehingga mempengaruhi kenaikan harga-harga barang/jasa yang lainnya.

Inflasi harus dikendalikan dengan baik oleh pemerintah dan bank sentral di masing-masing negara guna menjaga stabilitas moneter dan stabilitas perekonomian. Inflasi dapat disebabkan oleh meningkatknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, berkurangnya stok barang/jasa atau meningkatnya perintaan atas barang/jasa.

11 Serfianto D. Purnomo, dkk, Buku Pintar Pasar uang & Pasar Valas, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2013), hal.100-101.

(13)

Berdasarkan asalnya, inflasi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

Inflasi dari dalam negeri, misalnya akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan/atau terjadinya kegagalan pasar yang berakibat mahalnya harga-harga barang kebutuhn masyarakat. Sementara inflasi dari luar negeri, adalah inflasi yang terjadi akibat naiknya harga-harga barang impor.13

Menurut sebabnya, inflasi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

a) Demand pull inflation. Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan permintaan total, sedangkan produksi telah berada pada keadaan kesempatan kerja penuh atau hampir mendekati kesempatan kerja penuh. Kondisi ini akan memicu kanaikan permintaan total dan menaikkan harga serta menaikkan hasil produksi. Apabila kesempatan kerja penuh telah tercapai, penambahan permintaan selanjtnya hanya menaikkan harga saja (inflasi murni). Kemudian permintaan ini menyebabkan keseimbangan GNP melebihi kesempatan kerja penuh dan akan menimbulkan infltionary gap, inflationary gap inilah yang menyebabkan inflasi.

b) Cost push inflation. Cost push inflation ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi. Keadaan ini timbul dimulai dengan adanya penurunan dalam oenawaran total sebagai akibat kenaikan biaya produksi.14

Berdasarka keparahannya inflasi dapat dibedakan:

 Inflasi ringan (kurang dari 10% per tahun)

 Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% per tahun)

 Inflasi berat (antara 30% sampai 100% per tahun)

 Hiperinflasi (lebih dari 100% per tahun)

Inflasi memiliki dampak psitif dan dampak negatif tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi. Sebaliknya dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tidak terkendali, keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu.

13 Ibid, hal.107.

(14)

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.15

B. Kerangka Konseptual

Berdasakan kajian penelitian sebelumnya terkait pengaruh variabel suku bunga, kurs, dan inflasi terhadap harga saham index mining yang dilakukan Sugeng raharjo, Gadang ganggas rakasetya, Umi mardiyati, Vanesa pangemanan, Anak agung gde aditya krisna, dkk. Didapatkan hasil yang berbeda-beda dan tidak konsisten. Sehingga peneliti perlu melakukan kajian kembali tentang pengaruh variabel suku bunga, kurs, inflasi terhadap harga saham index mining di Bursa Eek Indonesia (BEI)

Alasan peneliti menggunakan variabel suku bunga, kurs, dan inflasi dikarenakan variabel tersebut merupakan variabel penting dalam mempengarui harga saham perusahaan khususnya sektor mining. Selain itu, berdasarka kajian teoritis dan empiris diperoleh bukti masih adanya ketidak konsistenan hasil dalam penggunaan variabel suku bunga, kurs, dan inflasi sehinga diharapkan dengan penelitian ulang akan memberikan jawaban atas kekhawatiran investor terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham pada index mining.

Selanjutnya dilakukan analisis data terhadap seluruh variabel yang digunakan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi linier berganda. Penggunaan analisis regresi linier berganda adalah data variabel yang berkarakteristik runtun waktu (time series). Analisis ini dilakukan karena analisis yang akan dilakukan mencakup kajian untuk mengetahui pengaruh variabel independen (suku bunga, kurs, inflasi) terhadap variabel dependen (harga saham index mining).

(15)

Kerangka konseptual penelitian adalah sebagai berikut:

C. Hipotesis Penelitian

1. Pengaruh Suku bunga terhadap Harga Saham Index Mining

Suku bunga dalam beberapa penelitian dipandang sebagai salah satu faktor makro ekonomi yang mempengaruhi harga saham. Investor menggunakan suku bunga sebagai tolak ukur untuk membandingkan

return bila ingin berinvestasi. Sugeng raharjo, Umi mardiyati, dan Vanesa pangemanan dalam penelitian mereka menjelaskan hubungan yang berbanding lurus (positif) antara tingkat suku bunga dan harga saham. Sedangkan Anak agung gde aditya krisna, dkk dalam penelitiannya menjelaskan hubungan yang berbanding terbalik (negtif) antara tinkat suku bunga dan harga saham.

Dari paparan hasil penelitian tersebut terlhat inkonsistensi hasil penelitian. Oleh karena itu, dilakukan kajan kembali untuk meberikan gambaran yang jelas terhadap ada tidaknya pengaruh suku bunga terhadap harga saham khususnya pada index mining.

Hipotesis 1: Suku bunga berpengaruh signifikan terhadap harga saham index mining.

2. Pengaruh Kurs terhadap Harga Saham Index Mining

Kurs dalam beberapa penelitian dipandang sebagai salah satu faktor makro ekonomi yang mempengaruhi harga saham. Investor

Suku Bunga

(X1)

H1

Harga Saham

Index Mining (Y)

H2

Kurs

(X2)

H3

Inflasi

(X3)

(16)

menggunakan Kurs sebagai tolak ukur untuk membandingkan return

bila ingin berinvestasi. Sugeng raharjo, dan Anak agung gde aditya krisna, dkk dalam penelitian mereka menjelaskan hubungan yang berbanding lurus (positif) antara Kurs dan harga saham. Sedangkan Umi mardiyati, Vanesa pangemanan dalam penelitiannya menjelaskan hubungan yang berbanding terbalik (negtif) antara Kurs dan harga saham.

Dari paparan hasil penelitian tersebut terlhat inkonsistensi hasil penelitian. Oleh karena itu, dilakukan kajan kembali untuk meberikan gambaran yang jelas terhadap ada tidaknya pengaruh Kurs terhadap harga saham khususunya pada index mining.

Hipotesis 2: Kurs berpengaruh signifikan terhadap harga saham index mining.

3. Pengaruh Inflasi terhadap Harga Saham Index Mining

Inflasi dalam beberapa penelitian dipandang sebagai salah satu faktor makro ekonomi yang mempengaruhi harga saham. Investor menggunakan Inflasi sebagai tolak ukur untuk membandingkan return

bila ingin berinvestasi. Sugeng raharjo, Umi mardiyati, Gadang ganggas, dan Anak agung gde aditya krisna, dkk dalam penelitian mereka menjelaskan hubungan yang berbanding lurus (positif) antara Inflasi dan harga saham. Sdangkan Vanesa pangemanan dalam penelitiannya menjelaskan hubungan yang berbanding terbalik (negtif) antara Inflasi dan harga saham.

Dari paparan hasil penelitian tersebut terlhat inkonsistensi hasil penelitian. Oleh karena itu, dilakukan kajan kembali untuk meberikan gambaran yang jelas terhadap ada tidaknya pengaruh Inflasi terhadap harga saham khususnya pada index mining.

Hipotesis 3: Inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham index mining.

4. Pengaruh Suku unga, Kurs, dan Inflasi secara bersama-sama terhadap harga saham index mining

Berdasarkan hasil penelitian Sugeng raharjo, Gadang ganggas rakasetya, Umi mardiyati, Vanesa pangemaan, dan Anak agung gde aditya,dkk menghasilkan bahwa secara simultan suku bunga, kurs, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

(17)
(18)

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian exsplanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.16

B. Populasi dan sampel

Menurut Rokhmat Subagiyo, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.17 Dalam penelitian ini penulis menggambil data sekunder yang diperoleh dari web Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, dan www.duniainvestasi.com. Berikut kriteria yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Perusahaan (emiten) yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode januari 2008 sampai dengan desember 2017

2. Perusahaan (emiten) yang tetap bergabung dalam perusahaan pada Index Maining (indeks perusahaan pertambangan) sepanjang periode januari 2008 sampai dengan desember 2017.

Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh populasi sebanyak 45 perusahaan (emiten) pertambangan yang sekaligus digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik penetuan sampel dalam penelitian ini non Probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.18 Sedangkan cara pengambilan sampel pada penilitan ini menggunakan teknik sampel jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.19

16 Rokhmat Subagiyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam Konsep dan Penerapan, (Jakarta: Alim’s Publishing, 2017), hal.154.

17 Ibid, hal. 154.

18 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Bandung: CV. Alfabeta, 2009), hal.122.

(19)

Daftar Pustaka

Widoatmojo, Sawidji. Pengetahuan Pasar Modal Untuk Konteks Indonesia.

Jakarta: PT. Gramedia, 2015.

http://www.idx.co.id/id-id/beranda/informasi/bagiinvestor/saham.aspx

Lumban Batu, Pantas. Pasar Derivatif Derivative Market. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2014.

Hasoloan, Jimmy. Ekonomi Moneter, Cetakan 1, Yogyakarta: Deepublish, 2014 D. Purnomo, Surfianto, dkk. Pasar Uang & Pasar valas. Jakarta: Gamedia Pustaka tama, 2013.

Boediono, Ekonomi Moneter. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta, 2014.

Subagiyo, Rohmat. Metode Penelitian Ekonomi Islam Konsep dan Penerapan.

Jakarta: Alim’s Publishing, 2017.

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan pada urusan Pendidikan diarahkan pada (1) peningkatan, pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu dan terjangkau di semua

Pada Tahapan ini dilakukan wawancara terhadap pengelola publikasi ilmiah di Jurusan Sistem Informasi, input dari proses ini adalah daftar pertanyaan wawancara untuk

hasil penelitian adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari lesson study terhadap.. efektivitas guru dalam proses belajar mengajar Pendidikan Jasmani Olahraga

Ketika dosen memilih menu presensi, aplikasi akan menampilkan daftar mata kuliah yang diampu oleh dosen, ketika dosen memilih mata kuliah aplikasi akan

Lestari melakukan analisis jumlah pengungkapan sukarela laporan keuangan tahunan perbankan syariah melalui website dengan hasil skor IFR bank syariah paling banyak jumlahnya pada

mengungkapkan bahwa sekresi pertahanan diri dari fontanel kasta prajurit rayap memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai pestisida hayati yang mampu

Oleh karena itu, Perusahaan Indeks Saham Syariah Indonesia tidak hanya mengacu pada perubahan suku bunga dan nilai tukar rupiah karena variabel keduanya tidak

Kegiatan promosi adalah salah satu bagian dari bauran pemasaran perusahaan, yang isinya memberikan informasi kepada masyarakat atau konsumen tentang produk atau