• Tidak ada hasil yang ditemukan

kajiandan waktu proses perencanaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "kajiandan waktu proses perencanaan"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Industri dan Pergudangan

Kawasan pergudangan dan industri dengan

kondisi yang kurang terawat, sehingga menimbulkan kesan kumuh dan angker.

Munculnya PKL yang menempati bahu jalan

dan trotoar.

(6)

Perdagangan dan jasa

Munculnya PKL di sekitar kawasan perdagangan dan jasa yang

menempati bahu jalan dan trotoar

Keberadaan pasar (seperti Pasar Pabean) yang berada di sekitar

kawasan pergudangan dapat mengakibatkan tingkat kemacetan yang cukup tinggi

Kawasan komersial (area perdagangan seperti Pasar Atum dan

sekitarnya) tidak ditunjang dengan fasilitas parkir dan bongkar muat barang yang mencukupi

Kawasan perdagangan kya-kya yang kini sudah tidak beroperasi

kembali.

Terdapat perdagangan di kawasan kota yang aktivitasnya hanya sampai

(7)

RT

H

Adanya bozem morokrembangan yang kondisinya tidak terawat dan kotor

sehingga berpeluang untuk menjadi media penyebaran penyakit bagi

masyarakat sekitar.

(8)

Fasilitas Umum

Adanya indikasi penggunaan tanah

pemerintah di sekitar bozem Morokrembangan.

Munculnya PKL dan rumah temporer di sekitar

jalan tol Demak

Potensi Monumen Jalesveva Jayamahe belum

(9)

Transportasi

Terjadinya kemacetan pada beberapa jalan ruas utama pada

jam-jam puncak

Kurangnya lahan untuk bongkar maut.

Keadaan Jembatan Petekan perlu direnovasi untuk

mendukung revitalisasi Kali Mas.

Banyaknya ruas jalan yang rusak akibat muatan kontainer

yang melebihi tonase jalan.

Lokasi terminal angkutan dan bis kota yang kurang memadai,

lahan kecil, dan tidak tertata dengan baik.

Adanya jalan-jalan lingkungan yang sempit dan berpotensi

(10)

P

• kawasan padat di sekitar bozem

Monokrembangan dengan kondisi infrastruktur yang sangat terbatas.

• permukiman padat di Jl. Tambakasri

yang juga berfungsi sebagai praktik

lokalisasi yang menyatu dengan fungsi rumah tangga

• Keberadaan permukiman pada kawasan

(11)

Drainase

Banjir pada sekitar perumahan padat di sekitar

bozem morokrembangan maupun di

permukiman padat lainnya serta karena kondisi drainase yang kurang baik

Banjir pada kawasan Jl. Kebalen Barat pada

waktu hujan dan banjir akibat air pasang laut.

Banyak terdapat saluran-saluran air yang sudah

(12)

Tujuan

perencanaan

Secara Umum :

Mendapatkan Rencana Tata Ruang yang komprehensif, aplikatif dan konsisten

yang merupakan penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya dalam bentuk Rencana

Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) yang akan digunakan sebagai pedoman pemanfaatan ruang dan pelaksanaan

(13)

Tujuan pengembangan

Tanjung Perak sebagai kawasan perdagangan dan jasa skala nasional dan internasional

berkarakter kota lama serta kawasan

(14)

Sasaran perencanaan

Pedoman mengatur, mengawasi, mengarahkan

dan mengendalikan pembangunan agar tertib penataan ruang, pemanfaatan lahan dan

pelaksanaan pembangunan

Pedoman dalam pemanfaatan lahan pelaksanaan

pembangunan dan pengendalian pembangunan

Pusat perkembangan dengan fungsi utama sebagai

(15)
(16)

Kependudukan

PIRAMIDA??

STRUKT UR

(17)

Penggunaan Lahan

(18)
(19)

PENGGUNAAN LAHAN

(20)

Jaringan Jalan

(21)

Jenis Jalan

Jalan Arteri

Primer Jl. Demak

Jl. Gersik

Jl. Perak Barat dan Jl. Perak Timur

Jl. Sisingamangaraja Jl. Sarwojala

Jl. Hang Tuah

Jl. Iskandar Muda Jl. Sidorame

Sekunder

Jl. Prapat Kurung Utara dan Jl. Prapat Kurung Selatan

Jl. Kembang Jepun Jl. Stasiun Kota Jl. Indrapura Jl. Dukuh Jl. Rajawali Jl. Veteran

Jl. Nyamplungan

(22)

Jenis Jalan

Jalan Lokal

Pada wilayah perencanaan terdiri dari kurang lebih 171 ruas jalan lokal, serta jalan lokal yang juga telah ditetapkan oleh Dinas Bina Marga dan

(23)

Fasilitas

Perdagangan dan jasa Pendidikan

(24)

Fasilitas Kesehatan

pelayanan skala regional antara lain

RS Mardi Sentosa di Jl. Demak

RS Kelamin di JL. Parang Barung – Jl. IndrapuraRS. AL Puskopal di Jl. Ikan Dorang

(25)
(26)

Fasilitas peribadatan

Masjid atau musholla yang berada di lingkungan

permukiman mempunyai skala pelayanan lokal dan lingkungan.

Skala Lokal : Masjid Kemayoran di Jl. Kemayoran. Skala regional :Masjid Ampel

Gereja berada di Jl. Kepanjen bernuansa arsitektur

Gothic, Jl.Tanjung Sadari, Jl. Ikan Mungsing yang keduanya berada di komplek perumahan AL.

(27)

Utilitas

Jaringan Utilitas A. Jaringan Listrik

(28)

Jaringan Listrik

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan sistem

kapasitas tegangan 150 kv, diantaranya berlokasi pada area persawahan Wonosari Baru Kelurahan Wonokusumo.

Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dengan sistem

kapasitas tegangan 20 KV yang terdistribusi mengikuti jalan arteri primer yang melalui kecamatan Krembangan,

kecamatan Pabean Cantian dan Kecamatan Semampir.

Salran Udara Tingkat Menengah (SUTM) dengan sistem

kapasitas tegangan 220 V – 380 V saat ini melayani kebutuhan listrik 94.165 rumah tanggasecara merata

(29)

Jaringan Telekomunikasi

Telepon dan alat komunikasi merupakan

(30)

Jaringan Drainase

Saluran Primer

-Sub Rayon Kali Mas

-Sub Rayon Pelabuhan Barat -Sub Rayon Pelabuhan Timur -Sistem Pematusan Rayon Gubeng

-Sub Rayon Tmbak Wedi saluran -Utama

Pegirian/Tambak Wedi

Saluran Sekunder

-Saluran Sidotopo Wetan -Saluran Sidotopo Lor

Saluran Tersier

Adapun dua macanm saluran drainase tersier yaitu :

Saluran drainase jalan utama

(31)

Intensitas

Pemanfaatan Ruang

Kerapatan

Bangunan

TB

(32)

Kerapatan Bangunan

Secara keseluruhan jumlah bangunan di

(33)

TB

5-10 m

10-20 m

>20 m

Permukiman, industri dan pergudangan

Perdagangan dan jasa (Ruko dan kantor)

Perdagangan dan jasa (Mall, kantor dan

(34)
(35)
(36)

Sosial budaya

Kampung Pecinan Kampung Arab Kampung Madura

(37)

Ekonomi

Meningkat dari tahun sebelumnya, menunjukan bahwa ada perubahan

(38)

Sosialisasi

Sosialisasi dilakukan pada tanggal 10 Mei 2010 Tujuan : untuk mendapatkan informasi dari

semua stakeholder terkait dengan potensi,

permasalahan dan usulan penanganan di wilayah perencanaan.

(39)

Analisa

Jenis-jenis analisa yang digunakan:

Analisa Daya Dukung Lahan

Analisa Perekonomian Wilayah  Analisa Struktur Ruang

Analisa Keutuhan Fasilitas UmumAnalisa Pola Ruang

Analisa Penataan Bangunan dan LingkunganAnalisa Mitigasi Kawasan Rawan Bencana

(40)
(41)

Rencana sistem perwilayahan

Unit Distrik Wilayah Pusat Dominasi Kegiatan Wilayah Luas (Ha)

UD 1

Wonokusumo- Sidotopo

Kel. Wonokusumo, Kel.

Pegirian, Kel. Sidotopo Jl. Danakarya (Jl. Sultan Iskandar Muda)

Permukiman 273,47 UD 2 Kotalama Sebagian Kel. Ujung, Kel.

Ampel, Kel. Nyamplungan, Kel. Bongkaran, Kel. Perak Timur, Kel. Krembangan Utara, Kel. Krembangan Selatan, Kel. Kemayoran

JMP Perdagangan jasa

dan permukiman 511,51

UD 3

Morokrembangan - Dupak

Kel. Dupak, Kel.

Morokrembangan Jl. Demak Permukiman 189,40 UD 4

Morokrembangan - Perak Barat

Wilayah kepemilikan TNI AL (sebagian Kelurahan

Morokrembangan, Kel. Perak Barat)

Jl. Tanjung Perak

Barat Kegiatan Militer dan permukiman 490,32

UD 5 Pelindo Wilayah kepemilikan Pelindo

(Kel. Perak Utara) Jl. Tanjung Perak Barat dan Jl. Tanjung Perak Timur

Dominasi kegiatan pelabuhan

313,74

UD 6 DBAL Wilayah DBAL (sebagian Kel.

Ujung) Jl. Pati Unus Pergudangan dan kegiatan militer 515,96

(42)

Rencana Sistem Perwilayahan

(43)

Penggunaan lahan

(44)

Rencana Jaringan Jalan

(45)

RENCANA JARINGAN JALAN

(46)

RENCANA PENGEMBANGAN JALAN

RENCANA PENGEMBANGAN JALAN

TOL PERAK-SURAMADU

Jl. Perak Timur

(47)

kependudukan

Hasil perhitungan dengan Metode Strugees

diperoleh 3 kelas. Klasifikasi kepadatan penduduk tersebut, antara lain :

Kepadatan Tinggi : > 436 Jiwa/Ha

Kepadatan Sedang : 254 – 435 Jiwa/Ha

(48)
(49)

Berdasarkan acuan Perda No. 3 Tahun 2007 tentang RTRW Kota Surabaya, maka pada tahun 2020 sampai seterusnya, jumlah penduduk akan konstan, agar tidak

(50)
(51)
(52)

Utilitas listrik

Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi

hantaran udara kawat terbuka menjadi jaringan distribusi kabel udara yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Menambah jaringan distribusi baru khususnya saluran udara

tegangan rendah untuk perumahan baru di semua blok perencanaan.

Penambahan kapasitas gardu distribusi lama yang melayani

beban lama dan juga untuk beban yang baru.

Penambahan gardu yang baru disesuaikan dengan peningkatan

(53)

• SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) melewati

persawahan Wonosari Baru Kelurahan Wonokusumo. Oleh karena itu perlu arahan pengembangan untuk sempadan SUTT, yaitu dengan :

• - Untuk penyaluran tegangan listrik sempadan ditetapkan 10-15 meter dari titik tengah gawang menara.

(54)

Telepon

Telepon:

1. Pendistribusian jaringan sambungan telepon dari STO ke pelanggan adalah:  Jaringan distribusi primer, jaringan kabel tanah yang menghubungkan STO

dengan terminal utama pembagi Main Distribution Frame (MDF) dan RK, dan atar RK.

 Jaringan distribusi sekunder, merupakan kabel tanah atau udara yang

menghubungkan RK dan DP.

 Jaringan distribusi tersier, merupakan jaringan kabel udara yang

menghubungkan DP dengan masing – masing pelanggan.

2. Berdasarkan ketentuan PP No. 26 Tahun 1985 tentang ruang bebas di dalam

batas Damija, maka pemasangan jaringan kabel telepon di wilayah

perencanaan dilakukan di bawah jalur pejalan kaki/ trotoar diluar perkerasan jalan.

(55)

• Menara telekomunikasi:

• Penggunaan tanah sekitar tower difungsikan

sebagai kawasan RTH, jauh dari permukiman.

• Pemagaran yang rapat pada sepanjang tower

demi keamanan

• Pembangunan tower dijadikan menara

telekomunikasi bersama (1 BTS untuk 4

(56)

Air bersih

1. Rencana pengembangan pengolahan air

minum yang bersumber dari sungai dan sumur bor.

2. Pengembangan jaringan air bersih dilakukan

di seluruh wilayah perencanaan.

3. Mengoptimalkan penyediaan air minum dari

PDAM dan melakukan pembatasan penyediaan air bersih non PDAM yang memanfaatkan

(57)

Drainase

Berdasarkan Surabaya Drainage Master Plan

(SDMP), wilayah perencanaan UP. Tanjung Perak termasuk dalam sebagian Rayon Genteng dan sebagian Rayon Gubeng. Pada masa mendatang diarahkan untuk saluran primer yaitu optimalisasi Kali Mas, serta saluran sekunder Saluran Pegirian. Untuk melindungi daerah rendah di pesisir dari genangan air selama pasang tinggi dibangun

(58)
(59)
(60)

IPR (KDB)

• Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat yang tersebar hamper di seluruh kelurahan tetap dipertahankan dengan KDB 90 - 100%, namun untuk mendukung penghawaan dan estetika diarahkan setiap bangunan harus menyediakan tanaman pot.

•  Kegiatan permukiman yang sekarang berkembang berupa permukiman padat dan masuk dalam kategori kumuh di beberapa titik lokasi diarahkan relokasi ke rumah susun dengan KDB 70%

•  Pemanfaatan lahan di dalam kawasan militer dan kawasan pelabuhan dengan KDB 50 – 70% tetap dipertahankan

• Fasilitas umum dan perumahan dengan KDB 70 – 90% tetap dipertahankan untuk penghawaan dan penyinaran yang optimal supaya kondisi lingkungan lebih sehat

•  Fasilitas perdagangan dan jasa dengan KDB 50 – 70% tetap dipertahankan untuk sirkulasi parkir, bongkar muat barang, penghijauan dan penghawaan dan penyinaran seperti di Mall JMP, Pasar Atum, Ruko di Jalan Stasiun Kota.

•  Penyediaan fasilitas umum pada masa mendatang juga diarahkan untuk dilengkapi dengan ruang terbuka yang dipergunakan untuk tempat parkir, penghawaan dan penyinaran alamiah, sirkulasi parkir, taman dan penghijauan, dengan KDB maksimum 50%.

•  Lapangan olah raga dengan KDB 20% (sama sekali tidak diperbolehkan adanya bangunan permanen dan semi permanen di dalam areal jalur hijau).

(61)

KLB

Ketinggian bangunan industri sebenarnya sangat

ditentukan oleh proses produksi industri yang

bersangkutan serta peralatan dan perlengkapan bangunan yang dibutuhkan. Meskipun bangunan industri pada

dasarnya adalah bangunan tidak bertingkat, tetapi

(62)

• Permukiman dengan KLB antara 100% - 200% ini tetap

dipertahankan, kecuali apartemen yang bisa dikembangkan hingga 400 % (baik yang akan dikembangkan dalam kawasan permukiman maupun kawasan militer)

•  Untuk fasilitas umum dan perdagangan dan jasa di koridor utama seperti jalan Perak Barat-Perak Timur, Jalan Kebonrojo, Jalan

Jagalan, Jalan Pengampon, Jalan Rajawali, Jalan Veteran dan beberapa ruas jalan yang ada di kawasan kota lama diarahkan dengan KLB 200% - 400%, kecuali untuk beberapa titik

diperbolehkan dengan KLB diatas 400% seperti Hotel Ibis, Mall JMP, Pasar Atum dan Hotel Quds Royal yang dapat difungsikan sebagai ikon pada masing-masing ruas jalan. Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga keserasian dan keharmonisan skyline bangunan dalam

(63)

KDH

Untuk kawasan perdagangan dan kawasan industri

ditetapkan komposisi antara terbangun dan non terbangun adalah sebesar 60% : 40%

 Untuk kawasan permukiman padat ditetapkan

minimal 1 rumah mempunyai 1 pohon

 Untuk kawasan militer dan pelabuhan juga tetap

menggunakan komposisi 60% : 40% dengan ketentuan ruang terbuka dimanfaatkan untuk menunjang

Referensi

Dokumen terkait

problemställningar och ge inspiration till forskare utifrån faktiska kunskapsbehov inom det ekologiska lantbruket och den ekologiska livsmedelskedjan. Agendan användes sedan av

Dalam sampling data yang dilakukan, tidak ada batasan tujuan lokasi yang menjadi tujuan pelaku komuting dari wilayah studi ke Kota Surabaya. Hal ini mengakibatkan

Oleh karena itu, penulis merasa perlu adanya melakukan penelitian mengenai pengembangan model transportasi dengan sistem Transit Oriented Development (TOD) untuk

Lalu klik tombol Save jika kita menyetujui nama file dan posisi drive yang ditawarkan MYOB atau ganti dengan posisi subdirektori yang lain dan nama file

PENUTUP Rencana Kerja Perubahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Tangerang Selatan Tahun 2018 merupakan Rencana

sangat tinggi dalam mempengaruhi pilihan karir lulusan Pendidikan Teknik Bangunan S1 bekerja di luar bidang Pendidikan dan Jasa Konstruksi adalah faktor eksternal,

Daya HHO menjanjikan dalam penggunaan untuk campuran bahan bakar pada kendaraan , hal ini dapat dibuktikan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, antara lain

Dalam rangka menegakkan supremasi hukum dalam konteks kesatuan hukum nasional, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang ini mengatur penyelesaian baik penyelesaian