• Tidak ada hasil yang ditemukan

ekonomi makro Kebijakan Fiskal dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ekonomi makro Kebijakan Fiskal dengan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

C

OBA PIKIRKAN

????

 Seberapa jauh peran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

 Seberapa „perlu‟ keberadaan pemerintah dibanding dengan aktor lainnya (swasta)?  Konsep mekanisme pasar dalam menjawab

permasalah ekonomi dasar.

 „Kegagalan‟ pasar sebagai alasan utama

(3)

P

ERAN

(P

ENGARUH

) P

EMERINTAH

 Sejak lahir: di RS pemerintah, oleh dokter yang disubsidi atau belajar di univ negeri,

memperoleh sertifikat lahir dari pemerintah, dll.  Sebagian (besar) belajar di sekolah negeri

 Sebagian (besar) adalah pegawai pemerintah

 Sebagian yg bekerja di sektor swasta pun banyak berinteraksi dan membutuhkan pemerintah

 Setiap dari kita bayar pajak (langsung/tidak)

(4)

L

ANDASAN

F

ILOSOFIS

M

EKANISME

P

ASAR

 Persaingan sempurna akan membuat alokasi resources yang efisien dalam perekonomian. Kondisi Pareto Optimum (dimana seseorang / pihak tidak akan bisa lebih sejahtera tanpa mengurangi kesejahteraan orang/pihak lain) akan tercapai.

 Tidak perlu intervensi pemerintah karena selama semua asumsi persaingan sempurna terpenuhi, akan ada invisible hands dari

(5)

“K

EGAGALAN

P

ASAR

P

ERLUNYA

C

AMPUR

T

ANGAN

P

EMERINTAH

Kegagalan Persaingan

(adanya: Monopoli)

Adanya Barang Publik

Masalah Eksternalitas

Kegagalan Informasi

(6)

K

EBIJAKAN

F

ISKAL

Kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai

tindakan yang diambil oleh pemerintah

dalam bidang anggaran belanja negara

dengan maksud untuk mempengaruhi

jalannya perekonomian.

Anggaran belanja negara terdiri dari

penerimaan atas pajak, pengeluaran

(7)

K

EBIJAKAN

F

ISKAL

Biaya transfer pemerintah merupakan

pengeluaran-pengeluaran pemerintah

yang tidak menghasilkan balas jasa

secara langsung. Contoh pemberian

beasiswa kepada mahasiswa, bantuan

bencana alam dan sebagainya.

Salah satu pengaruh penerapan

(8)

I

NSTRUMEN

K

EBIJAKAN

F

ISKAL

Pengeluaran Pemerintah

Pajak

(9)

S

USUNAN DAN

S

TRUKTUR

APBN

 Struktur dan susunan APBN sejak tahun 1999 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena disusun berdasarkan prinsip anggaran tidak

seimbang (anggaran defisit), di mana sumber

penerimaan dan sumber pembiayaan dipisahkan dengan tegas pada pos-pos yang berbeda.

 Anggaran defisit lazim digunakan oleh negara yang mengacu pada government Financial Statistik (GFS), seperti Jepang. Dalam APBN sebelumnya, pos untuk menutup defisit berasal dari utang luar negeri

(disebut : penerimaan pembangunan) yang

dibukukan pada pos penerimaan. Dalam APBN

(10)

S

TRUKTUR

APBN

A. Pendapatan Negara dan Hibah

 Penerimaan Pajak

 Penerimaan Bukan Pajak

B. Belanja Negara

 Belanja Pemerintah Pusat

 Anggaran Belanja untuk Daerah

C. Keseimbangan Primer

D. Surplus/Defisit Anggaran

(11)

S

TRUKTUR

APBN

Sejak APBN 2000 saldo anggaran keseluruhan defisit dibiayai melalui:

A. Pembiayaan Dalam Negeri :

 Perbankan Dalam Negeri

 Non Perbankan Dalam Negeri

B. Pembiayaan Luar Negeri Bersih

 Penarikan pinjaman luar negeri (bruto)

(12)

APBD

APBD adalah rencana keuangan tahunan

pemerintah daerah yang dibahas dan

disetujui bersama oleh pemerintah

daerah, DPRD

APBD disusun sesuai dengan kebutuhan

penyelenggaraan pemerintahan dan

(13)

S

TRUKTUR

APBD

A. Pendapatan Daerah

 PAD (Pendapatan Asli Daerah)  pajak, retribusi,

 Dana Perimbangan  DAK, DAU

 Lain-lain pendapatan daerah yang sah

B. Belanja Daerah

 Belanja Pegawai

 Belanja Subsidi

C. Pembiayaan Daerah

 Pinjaman

(14)

S

EKIAN

…..

A

DA

P

ERTANYAAN

?????

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis interaksi kebijakan fiskal dan moneter terhadap stabilitas ekonomi makro menunjukkan bahwa kebijakan fiskal efektif dalam peningkatan INV dan stabilitas KURS

mengetahui efektivitas pengaruh perubahan kebijakan Anggaran Berbasis Kinerja pada tingkat kemampuan keuangan daerah, desentralisasi fiskal dan struktur belanja daerah dan

berdasarkan hasil penelitian ini, kebijakan moneter ekspansif dengan menambah jumlah uang beredar dan kebijakan fiskal ekspansif dengan defisit anggaran lebih efektif

Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.

Kebijakan kedua yang dapat diambil oleh Pemerintah selain kebijakan moneter adalah kebijakan fiskal.Kebijakan fiskal merupakan kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan

Dampak kebijakan stimulus fiskal bidang infrastruktur padatkarya terhadap permintaan tenaga kerja dan faktor primer komposit menunjukkan pola yang tidak seragam, baik menurut

Kebijakan fiskal adalah penyesuaian dalam pendapatan dan pengeluaran pemerintah seperti yang sudah ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN.. Hal ini untuk mencapai

Tujuan Kebijakan Fiskal Tujuan dari kebijakan fiskal dalam Islam adalah untuk menciptakan stabilitas ekonomi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan pendapatan,