• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE TER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE TER"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE TERHADAP TINGKAT NYERI SUBAKUT DAN KRONIS PADA LANJUT USIA DENGAN OSTEOARTHTRITIS

LUTUT DI PUSKESMAS ARJUNA KECAMATAN KLOJEN MALANG JAWA TIMUR

Hadi Masyhurrosyidi, Kumboyono, Yulian Wiji Utami

ABSTRAK

Masyhurrosyidi, Hadi. 2013. Pengaruh Kompres Hangat Rebusan Jahe terhadap Tingkat Nyeri Subakut dan Kronis Pada Lanjut Usia dengan Osteoarthtritis Lutut di Puskesmas Arjuna Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur. Tugas Akhir, Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Pembimbing: (I) Ns. Kumboyono, SKp., M.Kep., Sp.Kom. (2) Yulian Wiji Utami, SKp., M.Kes. Latar belakang : Osteoarthritis lutut merupakan gangguan pada sistem muskuluskeletal yang ditandai dengan munculnya nyeri sendi dan kekakuan yang mengakibatkan penurunan kemampuan fisiologis atau kualitas hidup lansia. Prevalensi Osteoarthritis lutut menurut WHO, (2004) mencapai 151,4 juta jiwa dan 27,4 juta jiwa berada di Asia Tenggara. Sedangkan di Indonesia mencapai 5% pada usia <40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun. Responden di Puskesmas Arjuna kecamatan Klojen Malang Jawa Timur dengan kasus Osteoarthritis Lutut yang mengeluh nyeri sejumlah 20 orang, untuk menurunkan angka ini diperlukan keperawatan lanjut usia dan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri subakut dan kronis sebelum dan sesudah kompres hangat rebusan jahe pada lansia dengan Osteoarthritis Lutut di Posyandu Lanjut Usia Puskesmas Arjuna Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment. Populasi penelitian adalah semua lanjut usia dengan osteoarthritis lutut yang mengikui posyandu lanjut usia Puskesmas Arjuna Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur yang berjumlah 20 orang yang diambil secara total sampling, memakai uji statistic Paired Mean Dependent (Uji T - Test) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil : Secara keseluruhan ada hubungan yang bermakna antara tingkat skala nyeri sebelum dan setelah pemberian kompres hangat rebusan jahe dengan p-value 0.000. Pada data pre dan post treatment di dapatkan penurunan skala nyeri dari berat ke sedang, dari skala sedang ke rendah dan tidak mengalami skala nyeri dari rendah ke sedang atau tinggi. Kesimpulan : Ada perbedaan signifikant tingkat nyeri sebelum dan setelah pemberian kompres hangat rebusan jahe pada lanjut usia dengan osteoarthritis lutut.

(2)

ABSTRACT

Masyhurrosyidi, Hadi. 2013. The Effectivity Warm Compress Braised Zingers to Pain Scale Subacute and Chronics for Elderly with Knee Osteoarthtritis at Puskesmas Arjuna Districs Klojen Malang Jawa Timur. Final Assignment. Study Programe Nursing Study of Medical Faculty of Brawijaya University in Malang. Supervisors : (1) Ns. Kumboyono, SKp., M.Kep., Sp.Kom. (2) Yulian Wiji Utami, SKp., M.Kes. Background : Knees Osteoarthritis represent trouble to muskuluskeletal system thats sign with growth up joint pain and stiff to result decrease to ability physiologys or quality of life in elderly. Prevalensi of Knees Osteoarthritis according WHO, (2004) get’s up 151,4 million people and 27,4 million people at di Souteast Asia. But in the Indonesia get 5% in age less than 40 years old, 30% in age 40-60 years and 65% in age more than 61 years and also knee oateoarthritis in radiology more hight that is get 15,5% for man and 12,7% for woman (Dewi, 2009). at Puskesmas Arjuna Districs Klojen Malang East Java in years 2012 get 31 case of knee osteoarthritis and patient elderly with knee osteoarthritis who identifying with criteria inclusi, eksclusi and have handsign inform counten amouts 20 people. For decrease incident, need health care system and family but if had happen, need some caring for elderly and family to increase quality of life. Purpose : The search have purpose for to know differents pain scale subacute and chronics before and after treatment warm compress braised zinger in elderly with knees Osteoarthritis at Posyandu Elderly Puskesmas Arjuna Districs Klojen Malang East Java. Method : This’s search used Quasy Eksperiment Design. The population of search is all of elderly with knees osteoarthritis who following posyandu elderly Puskesmas Arjuna Districs Klojen Malang East Java that amounts 20 peoples yang have taked in total sampling, get used test statistic Paired Mean Dependent (Uji T - Test) with scale of signifikansi 0,05. Result : in all be corelation that’s significant between level pain scale before and after treatment warm compress braised zingers with p-value 0.000. In the data pre and post treatment in the earning decrease pain scale from severe to moderate, from scale moderate to mild and nothing experienced pain scale from mild to moderate or severe. Summary : it’s different that significant to level pain scale before and after give intervention warm kompress braised zinger for elderly with knees osteoarthritis.

(3)

PENDAHULUAN a. Latar Belakang

Prevalensi osteoarthritis pada lanjut usia setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Menurut organisasi kesehatan dunia WHO, (2004) prevalensi penderita osteoarthritis di dunia pada tahun 2004 mencapai 151,4 juta jiwa dan 27,4 juta jiwa berada di Asia Tenggara. Angka osteoarthritis total di Indonesia 34,3 juta orang pada tahun 2002. Pada tahun 2007 mencapai 36,5 juta orang dan 40% dari populasi usia di atas 70 tahun menderita osteoarthritis dan 80% mempunyai keterbatasan gerak dalam berbagai derajat dari ringan sampai berat (Tangtrakulwanich, 2006). Di Indonesia, prevalensi osteoartritis mencapai 5% pada usia <40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun serta osteoarthritis lutut secara radiologis cukup tinggi yaitu mencapai 15,5% pada pria dan 12,7% pada wanita (Dewi S.K, 2009).

Usia lanjut menderita cacat sekitar 1 sampai 2 juta orang karena

masa mendatang dampak

osteoarthritis akan lebih besar dengan semakin bertambahnya populasi usia lanjut karena osteoartritis dipengaruhi oleh faktor-faktor resiko yaitu umur (proses penuaan), genetik, kegemukan, cidera sendi, pekerjaan, olah raga, anomali anatomi, penyakit metabolik dan penyakit inflamasi sendi (Soeroso, 2006). Hadono dan Kusworini pada tahun 2000, melaporkan bahwa prevalensi osteoarthritis di Malang pada usia di bawah 70 tahun cukup tinggi yaitu 6,2% pria dan 15,5% wanita.

Osteoarthtritis menimbulkan berbagai masalah kesehatan yaitu

penurunan kemampuan fisiologis, perubahan psikologis, keterbatasan interaksi social, keterbatasan dalam melaksanakan kebutuhan spiritual dan menurunnya produktivitas kerja (DEPSOS RI, 2006). Masalah ekonomi, psikologi dan sosial dari osteoarthritis sangat besar, tidak hanya untuk penderita tetapi juga keluarga dan lingkungan (Conaghan, 2008).

Masalah fisiologis pada lanjut usia dengan osteoarthtritis adalah nyeri (Potter, 2005). Nyeri pada osteoarthritis disebabkan oleh synovial dan degradasi kartilago berkaitan dengan degradasi kolagen dan proteoglikan oleh enzim autolitik seluler. Secara makroskopis tampak iregularitas pada permukaan tulang rawan yang dilanjutkan dengan ulserasi dan penurunan kandungan glikosaminoglikan yang terdiri dari kondroitin sulfat, keratin sulfat dan asam hialuronat terjadi fibrilasi atau iregularitas oleh karena mikrofraktur pada permukaan rawan sendi yang memiliki serabut saraf C berdiameter kecil tidak bermielin-nocireseptor. Nocireseptor ini mampu melepaskan substansi P dan calcitonin gene related peptide (CGRP) menstimulasi respon nyeri dan inflamasi (Brunner dan Suddart, 2010).

Dampak nyeri pada

(4)

gerak ekstensi, keterbatasan mobilitas fisik dan efek sistemik yang ditimbulkan adalah kegagalan organ dan kematian (Price. S.A, 2005).

Terapi yang diberikan untuk mengatasi nyeri baik serangan subakut dan kronis pada lanjut usia dengan osteoarthritis adalah terapi farmakologi dari golongan analgesik dan antiinflamasi seperti Non Steroid Anti Inflamatory Drugs (NSAIDs) dan Disease Modifying Antirheumatoid Drugs (DMARDs) (Brunner & Suddarth, 2010). Efektifitas terapi farmakologi tersebut bertujuan mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi yang sering dijumpai, melindungi sendi dan tulang dari proses destruksi (WHO, 2010).

Kekurangan terapi farmakologi dari golongan analgesik dan antiinflamasi seperti NSAID dan DMARD dapat memperberat kondisi osteoarthritis karena konsumsi dalam jangka waktu lama yang merupakan faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama (Brunner & Suddarth, 2010). NSAID tidak memiliki khasiat yang dapat melindungi rawan sendi dan tulang, efek analgesiknya lemah, tidak

menghentikan kerusakan

musculoskeletal (WHO, 2010). Kekurangan terapi NSAID pada sistem organ yang lain dapat menyebabkan erosi mukosa lambung, ruam atau erupsi kulit, menimbulkan nekrosis papilar ginjal, gangguan fungsi trombosit dan meningkatkan tekanan darah (Brunner & Suddarth, 2010).

Efektifitas kompres hangat meningkatkan aliran darah untuk mendapatkan efek analgesik dan relaksasi otot sehingga proses inflamasi berkurang (Lemone & Burke, 2001). Terapi kompres hangat

dilakukan pada stadium subakut dan kronis pada osteoarthritis untuk mengurangi nyeri, menambah kelenturan sendi, mengurangi penekanan (kompresi) dan nyeri pada sendi, melemaskan otot dan melenturkan jaringan ikat (tendon ligament extenbility) (Junaidi, 2006). Penelitian tentang kompres hangat pada osteoarthritis telah dilakukan oleh Andrea, (2002) meneliti pengaruh kompres hangat terhadap nyeri pada lanjut usia dengan osteoarthritis di Rumah Sakit Rehabilitasi Medik Semarang untuk mendapatkan efek analgetik dan relaksasi otot untuk mengontrol dan megatasi nyeri sehingga keluarga mampu memberikan perawatan dasar lanjut usia di rumah.

Kandungan jahe bermanfaat untuk mengurangi nyeri osteoarthritis karena jahe memiliki sifat pedas, pahit dan aromatic dari oleoresin seperti zingeron, gingerol dan shogaol. Oleoresin memiliki potensi antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai enhancer yang dapat meningkatkan permeabilitas oleoresin menembus kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan hingga ke sirkulasi perifer (Swarbrick dan Boylan, 2002).

(5)

(Badreldin, 2007). Komponen jahe mampu menekan inflamasi dan mampu mengatur proses biokmia yang mengaktifkan inflamasi akut dan kronis seperti osteoarthritis dengan menekan pro-inflamasi sitokinin dan cemokin yang diproduksi oleh sinoviosit, condrosite, leukosit dan jahe ditemukan secara efektif menghambat ekspresi cemokin (Phan, 2005).

b. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalahnya adalah “Adakah pengaruh kompres hangat rebusan jahe terhadap tingkatan nyeri subakut dan kronis pada lanjut usia dengan Osteoarthritis Lutut di Puskesmas Arjuna Klojen Malang Jawa Timur?” c. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat rebusan jahe terhadap tingkat nyeri subakut dan kronis pada lanjut usia dengan Osteoarthritis lutut. d. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini secara teoritis untuk menambah pengetahuan baru terhadap pengembangan tindakan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas pada lanjut usia dan keluarga terutama lanjut usia dengan osteoarthritis lutut dan secara praktis sebagai dasar untuk memberikan perawatan kepada lanjut usia dan keluarga dengan osteoarthritis mengenai pentingnya kompres hangat rebusan jahe sehingga dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada lanjut usia. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment Design dengan rancangan one group pretest-posttest

artinya responden di observasi tingkat nyeri sendi lutut sebelum dan setelah diberikan kompres hangat rebusan jahe.

Populasi lanjut usia dengan osteoarthritis lutut di Posyandu Lanjut usia RT.03 Kelurahan Penanggungan binaan Puskesmas Arjuna Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur terhitung pada bulan Desember berjumlah 31 orang.

Peneliti menggunakan teknik total sampling. Peneliti mengumpulkan data selama dua hari yaitu data sekunder lanjut usia dengan osteoarthritis lutut dari Puskesmas Arjuna dan peneliti melakukan anamnese kepada lanjut usia dengan osteoarthritis lutut saat Posyandu untuk mengetahui keluhan nyeri yang di alami. Lanjut usia dengan osteoarthritis lutut yang mengalami nyeri yang mengikuti kegiatan Posyandu Lanjut Usia di RW. 03 Kelurahan Penanggungan pada Puskesmas Arjuna Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur berjumlah 31 orang. Responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sebanyak 27 orang. Responden yang memenuhi kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan menandatangai lembar inform counsent sebanyak 20 orang dan bersedia mengikuti penelitian.

Penelitian dilakukan dengan mengobservasi tingkat nyeri pada osteoarthritis lutut sebelum dan setelah pemberian kompres hangat rebusan jahe selama 4 hari berturut-turut selama 20 menit dengan mengunakan Visual Analog Scale (VAS).

HASIL PENELITIAN

(6)

telah dilaksanakan pada tanggal 3-7 Desember 2012.

a. Karakteristik responden

Usia responden paling banyak adalah lanjut usia 55-70 tahun sejumlah 16 responden atau sebesar 80%. Jenis kelamin responden paling banyak adalah wanita sejumlah 17 orang atau sebesar 85%. Kebiasaan merokok responden sebanyak 18 orang atau 90% responden tidak merokok. Indeks masa tubuh responden terhadap tingkat penyakit rendah sejumlah 5 responden atau sebesar 25% dan sedang sejumlah 15 responden atau 75%. Responden yang mengalami trauma sebanyak 15 responden atau sebesar 75% dan tidak mengalami trauma sebanya 5 orang atau sebesar 25%. Aktivitas responden sebagai pedagang sejumlah 8 responden (40%), sebagai IRT 6 (30%) responden, sebagai karyawan 4 responden (20%) dan swasta sebanyak 2 responden atau sebesar (10%). Kebiasaan olah raga yang dilakukan responden adalah sebanyak 17 responden yaitu sebesar 85%.

b. Kompres hangat rebusan jahe

Responden yang mendapat kompres di lutut kanan sebanyak 13 responden yaitu sebesar 65%, lutut kiri 4 responden atau sebesar 20%, lutut kanan dan kiri sebanyak 3 responden sebesar 15%. Responden yang minum obat tidak teratur sebanyak 15 responden atau sebesar 75% dan responden yang mengalami nyeri lutut dengan osteoarthritis lebih dari 6 bulan sebanyak 12 responden yaitu sebesar 60%.

c. Tingkat nyeri sebelum dan sesudah kompres hangat rebusan jahe

Skala nyeri sendi yang mengalami penurunan pada responden osteoarhtritis lutut post

tindakan adalah 100%. Pada tabel hasil penelitian, skala nyeri sendi pada data pre tertinggi adalah skala 8 sebanyak 2 responden sedangkan pada post adalah skala 5.

d. Pengaruh Kompres hangat rebusan jahe terhdap nyeri

Analisa bivariate digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian kompres hangat rebusan jahe terhadap tingkat nyeri subakut dan kronis pada lanjut usia dengan Osteoarthritis dan menjelaskan karakteristik responden yaitu usia, jenis kelamin dan tingkat penurunan nyeri dengan menggunakan Uji T (T-Test) : Uji Beda Dua Mean Dependent (Paired Sample Test) dengan batas kemaknaan (nilai alpha) sebesar 5%.

Dari hasil uji statistic didapatkan p value (α) = 0,000, dengan tingkat kepercayaan 95 % atau  = 0,05 berarti p Value < alpha yang artinya Ho di tolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata skala nyeri sendi yang bermakna antara klien osteoarthritis lutut sebelum pemberian kompres hangat rebusan jahe dengan setelah diberikan kompres hangat rebusan jahe dan dapat disimpulkan bahwa hipotesisnya terdapat pengaruh kompres hangat rebusan jahe terhadap perubahan nyeri sendi pada klien osteoarthritis lutut.

PEMBAHASAN

a. Kompres hangat rebusan jahe

(7)

rebusan jahe tersebut sesuai dengan prosedur pelaksanaan tindakan kompres. Responden yang mendapat kompres di lutut kanan sebanyak 13 responden yaitu sebesar 65%, lutut kiri 4 responden atau sebesar 20%, lutut kanan dan kiri sebanyak 3 responden sebesar 15%. Responden yang minum obat tidak teratur sebanyak 15 responden atau sebesar 75% dan responden yang mengalami nyeri lutut dengan osteoarthritis lebih dari 6 bulan sebanyak 12 responden yaitu sebesar 60%.

Nyeri osteoarthritis tersembunyi pada saat onset tetapi muncul secara progresif. Nyeri ini merupakan campuran berbagai macam nyeri/penyakit dari beberapa struktur (tulang, synovial, ligament dan kapsul otot) pasien sering sulit menjelaskan nyerinya terdapat pada saat istirahat dan nyeri bertambah dengan aktivitas terutama pada penumpu berat badan. Malam hari nyeri bertambah (berkaitan dengan suhu tubuh) sehingga terjadi peningkatan aliran darah dan stimulasi pada reseptor nyeri (Thomas, 2005).

Pemberian kompres hangat rebusan jahe di lakukan oleh peneliti berdasarkan prosedur pada stadium subakut dan kronis untuk mengurangi nyeri, menambah kelenturan sendi, melemaskan otot dan melenturkan jaringan ikat (tendon ligament extenbility).

b. Tingkat nyeri

Skala nyeri sendi pada data pre tertinggi adalah skala 8 sebanyak 2 responden yaitu skala nyeri yang sangat mengganggu aktivitas responden. Pada data post tertinggi adalah skala nyeri 5.

Nyeri pada Osteoarthritis Lutut merupakan campuran berbagai

macam nyeri/penyakit dari beberapa struktur (tulang, synovial, ligament dan kapsul otot) pasien sering sulit menjelaskan nyerinya terdapat pada saat istirahat dan nyeri bertambah dengan aktivitas terutama pada penumpu berat badan. Malam hari nyeri bertambah (berkaitan dengan suhu tubuh) sehingga terjadi peningkatan aliran darah dan stimulasi pada reseptor nyeri (Thomas, 2005).

Hasil penelitian ini mendukung penjelasan teori-teori yang sudah ada. Penderita osteoarthritis lutut mengalami nyeri sendi pada tingkat skala nyeri 8 yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderita tetapi masih bisa dikontrol.

c. Pengaruh kompres hangat rebusan jahe terhadap tingkat nyeri

(8)

osteoarthritis lutut sebelum pemberian kompres hangat rebusan jahe dengan setelah diberikan kompres hangat rebusan jahe dan dapat disimpulkan bahwa hipotesisnya terdapat pengaruh kompres hangat rebusan jahe terhadap perubahan nyeri sendi pada klien lanjut usia dengan osteoarthritis lutut.

KESIMPULAN

Skala nyeri sebelum kompres hangat rebusan jahe pada lanjut usia dengan osteoarthritis lutut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, merokok, Basal Metabolic Index (BMI), aktivitas, lama penyakit, mendapatkan terapi dan riwayat trauma lutut.

Skala nyeri sendi pada data pre tertinggi adalah skala 8 sebanyak 2 responden yaitu skala nyeri yang sangat mengganggu aktivitas responden sedangkan skala nyeri pada data post tertinggi adalah skala 5 sehingga secara keseluruhan penurunan skala nyeri di dapatkan data rata-rata penurunan skala nyeri yaitu sebesar 2,75. Pengukuran skala nyeri, didapatkan skala nyeri rendah yaitu sejumlah 1 respoden (5%).

Dari hasil uji statistic didapatkan p Value (α) = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95 % atau  = 0,05 berarti p Value < alpha yang artinya Ho di tolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kompres hangat rebusan jahe terhadap penurunan tingkat nyeri sendi pada klien lanjut usia dengan osteoarthritis lutut.

SARAN

Perlu dilakukan penelitian lanjutan pada lanjut usia dengan osteoarthritis dengan Design True Eksperiment yang dilakukan secara langsung dengan mempehatikan populasi dan sample, teknik randomisasi sehingga penelitian menjadi lebih baik dan hasil data yang didapatkan lebih valid.

Komponen jahe berupa zat aktif dari oleoresin jahe yang terdiri dari gingerol, songaol dan zingeberence harus diperhatikan peneliti dengan pemilihan rimpang jahe, proses pengolahan jahe dan pelaksanaan kompres hangat rebusan jahe kepada responden meskipun kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai enhancer yang dapat meningkatkan permeabilitas oleoresin menembus kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan permanen struktur permukaan kulit dan bahan yang baik untuk berdifusi melalui epidermis dan lapisan-lapisan kulit hingga ke sirkulasi perifer.

Penggunaan alat dan bahan kompres hangat rebusan jahe yang dikontrol ketat seperti penggunaan kain kompres yang mampu mempertahankan suhu terapi pada suhu 40oC sehingga efek terapi hangat dan perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan benda-benda yang ada di sekitar tubuh menjadi lebih efektif dan efisien.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Abbate Lauren M., Stevens June, Schwartz Todd A., et al. (2006). Anthropometric Measures, Body Composition, Body Fat Distribution, and Knee Osteoarthritis in Women. The North American Association for the Study of Obesity, 14 : 1274-1281.

Amin, Niu Jingbo, Hunter David, et al. Smoking Worsens Knee Osteoarthritis. News Center Oklahoma City, Oklahoma USA, 2006 : 1-4.

Anonim, (2004), Penyusunan Pedoman Penelitian Obat Bahan Alam. Pusat Riset Obat dan Makanan, Badan POM. Jakarta.

Anonim. (2002). Profil Komoditi Jahe. Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.

Anonim. (2007). Arthritis Research & Therapy. (www.http/arthritis research & therapy)[12September.2010].http://medicastore.com/penyakit/489/Divertikulosis.ht ml.[10 September. 2010].

Anonymous, (2007). Tanaman Obat Indonesia (Jahe). www.IPTEKnet.com diakses 18 Desember 2007.

Ansel, H. C., (2009), Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi VIII. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Arthritis Research Campaign, (2009). Osteoarthritis and obesity. ARC Epidemiology Research Unit, University of Manchester Medical School, Oxford, United Kingdom. Badreldin. (2007). Some Phytochemical, Pharmacological, and Toxikological Properties of

Ginger (Zingiberaceae Officinaleae Roscoe) : A Review Of Recent Research. Sience Direct, Elsevier.

Brunner & Suddarth. (2010). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.

Candra, Syafei. (2010). Permasalahan Penyakit Rematik Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan. (Bone and Joint Decade). http://health.detik.com.

Carpenito, Lynda Juall. (2000). Diagnosa dan Perencanaan Tindakan Keperawatan. Jakarta : EGC.

Carter MA. (2006). Osteoartritis. In : Price SA, Wilson LM. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 6th ed. Jakarta : EGC. p. 1380-4.

Conaghan, P.G., Dickson, J., dan Grant, R.L., (2008). Care And Management Of Osteoarthritis In Adults: Summary of NICE guidance. British Medical Journal. http://muse.jhu.edu/journals/journal_of_democracy/related/v019/19.2conaghan.ht ml. [diakses pada tanggal 13 Maret 2010].

Corwin, E. (2009). Buku Saku Patofisiologi. EGC : Jakarta.

Demir, Yurdanur. (2012). Non-Pharmacological Therapies in Pain Management, Abant İzzet Baysal University, Bolu Health Sciences High School, Turkey, diakses http://cdn.intechopen.com/pdfs/26152/InTechNon_pharmacological

(10)

Departemen Sosial RI. (2006). Pedoman Pendampingan dan Perawatan Lanjut Usia di Lingkungan Keluarga (Home Care). Jakarta : ECG.

Departemen Sosial RI. (2006). Standarisasi Perlindungan Sosial dan Aksebilitas Lanjut Usia. Jakarta : DEPSOS RI.

Dewi SK. (2009). Osteoarthritis : Diagnosis, Penanganan dan Perawatan Di Rumah. Fitramaya : Yogyakarta.

Dieppe Paul A., Lohmander L. Stefan. (2005). Pathogenesis and Management of Pain in Osteoarthritis. The Lancet, 365 : 965-973.

Felson D.T, Zhang Y., Hannan M.T., et al. (1995). The Incidence and Natural History of Knee Osteoarthritis in the Elderly : The Framingham Osteoarthritis Study. Arthritis Rheumatology ; 38 : 1500 – 1505.

Felson D.T., Osteoarthritis New Insights. (2000). The Disease and Its Risk Factors. Part 1. Ann Intern Med, 133 : 637-639.

Felson D.T., Osteoarthritis New Insights. Part 1 : The Disease and Its Risk Factors. Ann Intern Med, 2000; 133 : 637 – 639.

Felson D.T., Zhang Y. (1998). An Update on the Epidemiology of Knee and Hip Osteoarthritis with a View to Prevention. Arthritis Rheumatology ; 41 : 1343 – 1355.

Gleadle J. (2007). Sistem Muskulosketal Dalam At A Glance, Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik. Alih bahasa, Rahmalia A. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Graf, C. (2006). Functional Decline in Hospitalized Older Adults, American Journal Nursing, 106 (1) : 58-67.

Greenberg Raymond S., Daniels Stephen R., Flanders W. Dana, et al. (2005). Case – Control Studies. In : Medical Epidemiology. Fourth Edition. New York : Lange Medical Books / McGraw – Hill, 147-154.

Greenspan A. (2000). Orthopedic Radiology : A Practical Approach. 3rd ed. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. p. 427.

Gunawan SG. (2007). Farmakologi dan Terapi. Ed 5. Jakarta. Gaya Baru; .h.210-246,766-7.

Hapsari, D. (2000). Identifikasi dan Kajian Keamanan Mikrobiologi Produk-Produk Minuman Sari Jahe Yang Beredar Di Sekitar Kota Bogor. Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Heong, ST. (2004). Pain and Nociception. [cited 2010 November 15] : Available from : www.answers.com/topic/pain-and-nociception.

Hidayat, Mohammad. (2008). Stres Oksidatif sebagai Faktor Risiko Kerusakan Tulang Rawan Sendi. dalam Temu Ilmiah Reumatologi. Jakarta.

Hidayat, Musrifatul. (2008). Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.

(11)

Junaidi. (2006). Ramatik dan Asam Urat. PT: Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia. Jakarta.

Katzung BG, (2002). Farmakologi Dasar dan Klinik. Penerbit Salemba Merdeka, Jakarta, hal.449-465.

Kenneth et al. (2003). Osteoarthritis. Edisi 2. New York : oxford university Press Inc. New York

Kesumamaningati. (2009). Pustaka Artikel Taksonomi dan Morfologi Tanaman Jahe. IPB Press. Bogor.

Klippel John H., Dieppe Paul A., Brooks Peter, et al. (1994). Osteoarthritis. In : Rheumatology. United Kingdom : Mosby – Year Book Europe Limited : 2.1 – 10.6. Kozier dan Erb’s. (2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis. Edisi 5.EGC : Jakarta. Kozier, B., Erb, G. and Blais, K., (2004). Fundamental of Nursing, Concepts,Process and

Practice, Addison Wesley Publishing, California.

Kusumaastuti, P (2008). Hidroterapi Pulihkan Otot dan Sendi yang Kaku. Dari www.indospritual.com. pada tanggal 7 Mei 2008.

Laksmi BVS and Sudhakar M, (2010). Protective Effect of Zingiber Officinale on Gentamicin - Induced Nephrotoxicity in Rats, Int. J. Pharmacol.

Lau E.C., Cooper C., Lam D., Chan V.N.H., Tsang K.K., Sham A. (2000). Factors Associated with Osteoarthritis of the Hip and Knee in HongKong Chinese: Obesity, Joint Injury, and Occupational Activities. American Journal Epidemiology,; 152 : 855 – 862.

Lau E.C., Cooper C., Lam D., Chan V.N.H., Tsang K.K., Sham A. (2000). Factors Associated with Osteoarthritis of the Hip and Knee in Hong Kong Chinese: Obesity, Joint Injury, and Occupational Activities. American Journal Epidemiology. 152 : 855-862.

Lemone & Burke, (2001). Medical Surgical Nursing; Critical Thinking in Client Care, Third Edition, California : Addison Wesley Nursing.

Maetzel A., Makela M., Hawker G., et al. (1997). Osteoarthritis of the Hip and Knee and Mechanical Occupational Exposure : A Systematic Overview of the Evidence,; 24 : 599 – 607.

Muchlisah, F., (2005), Tanaman Obat Keluarga, 1-3, Cetakan ke-4, Penerbit. Swadaya, Jakarta.

Noer. Sjaefoellah. (2001). Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta. FKUI : Balai Penerbitan.

Notoatmojo, Soekidjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. PT. Rineka Cipta.

Nugroho, Wahyudi. (2000). Perawatan Gerontik. EGC. Jakarta.

(12)

Nursalam & Siti Pariani. (2001). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : CV. Sagung Seto.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika.

Nursalam. (2008). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan, CV. Infomedika, Jakarta.

Oliveria S.A., Felson D.T., Reed J.L., et al. (1995). Incidence of Symptomatic Hand, Hip and Knee Osteoarthritis among Patients in a Health Maintenance Organization. Arthritis Rheum ; 38 : 1134 – 1141.

Paimin, Farry B. dan Murhananto. (2008). Budidaya, Pengolahan dan Perdagangan Jahe. PT Penebar Swadaya, Anggota IKAPI, Jakarta.

Parjoto, S. (2000). Assesment Fisioterapi pada OA Sendi Lutut, TITAFI XV, Semarang. Patrick, Horay. (2002). Buku Pintar Terapi Air Panas. Jakarta : Restu Agung dan

Taramedia.

Phan, P.V., Sohrabi, A., Polotsky, A. (2005). Ginger Extract Components Suppress Induction Of Chemokine Expression In Human Synoviocytes. J. Altern. Complement. Med. 11, 149–154.

Poole A.R. (2001). Cartilage in Health and Disease In : arthritis and Allied Condition. Text Book of Rheumatology. 4th edition. Editor : koopman W.J. Lippncol Williams & Wilkins. Philadelphia.

Potter. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC.

Price, Sylvia Anderson. (2005). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 4. Jakarta : EGC.

Rani A. (2009). Panduan Pelayanan Medic Osteoarthritis. Jakarta : PB. PAPDI hal 131.132

Ravindran. P.N., and Babu, K. N. (2005). Ginger The Genus Zingiber. CRC Press, New York, hal. 87-90.

Reginster J.Y. (2002). The Prevalence and Burden of Osteoarthritis. Rheumatology. 41 (suppl 1) : 3 - 6.

Reuters, Thomson. (2012). Non-pharmacological Pain Management Therapies For Adults, diakses dari http://www.drugs.com/cg/non-pharmacological-pain-management-therapies-for-adults.html pada 7 Mei 2012.

Robbins SL. (2007). Sistem Muskuloskeletal Dalam Buku Ajar Patofisiologi.. Alih bahasa, Brahm U. Ed 7. Vol 2. Jakarta. ECG;.h.862-8.

Rukmana R, (2000). Usaha Tani Jahe. Kanisius. Yogyakarta. Santoso, Hieronymus Budi, (2009). Jahe. Kanisius, Yogyakarta.

(13)

Setiyohadi Bambang. (2003). Osteoartritis Selayang Pandang. Dalam Temu Ilmiah Reumatologi. Jakarta : 27 – 31.

Sluka KA. (2010). Reduction Of Pain Related Behaviors With Either Cold Or Heat Treatment In Animal Model Acute Arthritis In. Arch Phys Med rehabilitaton. 80 : 313.

Smeltzer, SC. Bare, BG. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8, EGC. Jakarta.

Soeroso, J., Isbagio, H., Kalim, H., Broto, R. dan Pramudiyo, R. (2006). Osteoartrits. Dalam : Alwi, I., Sudoyo, A.W., dan Setiati, S., ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta, Indonesia : Penerbit FKUI Pusat, 1195-1201.

Swarbrick, J., dan J.C. Boylan. (2002). Encyclopedia of Pharmaceutical Technology. Second Edition Volume 3. Marcel Dekker, Inc: New York. Hal: 2067.

Syamsuhidayat dan Hutapea, J.R., (2009), Inventaris Tanaman Obat Indonesia, 305-306, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.

Tamsuri. Anas, (2007). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta : EGC.

Tangtrakulwanich Boonsin , Geater Alan F., Chongsuvivatwong Virasakdi. (2006). Prevalence, Patterns and Risk Factors Of Knee OA In Thai Monks. Journal of Orthopaedic Science. 11(5) : 439 - 445.

Taylor, Andrew J. (2010), “Food Flavor Technology, 2nd ed., CRC Press LLC, USA, pp. 146-149.

Thomas, R., Gunter, L., Joachim, S., Michael, W., dan Richard, G., (2005). Pain and Osteoarthritis in Primary Care : Factors Associated with Pain Perception in a sampleof 1021Patients. Dalam : Anonymous, ed. Pain Medicine Volume 9 Number 7 2005.American Academy of Pain Medicine : Blackwell Publishing Limited, 905-910.

World Health Organization, (2004). Global Burden Of Disease Report 2004 Update. Direktorat World Health Organization.

World Health Organization. WHO. (2010). A Tabulation Of Available Data On The Frequency and Mortality Of Rheumatology (Bone and Joint Decade). Geneva.

World Health Organization. WHO. (2010). Western Pacific Region, International Association for the Study of Obesity, International Obesity Task Force. Redifining Obesity and Its Treatment [serial on the internet]. 2010 Aug 20 ; from:http://www.wpro.who.int/internet/resources.ashx/NUT/Redefine+obsty.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan utama penelitian untuk menghasilkan system informasi akademik berbasis web yang lebih terintegrasi untuk dapat mendukung kinerja pengelola akademik

Ini merupakan penggalan dari novel jangan biarkan surau ini roboh yang mana di dalam novel ini ada beberap tokoh diantaranya : Ibrahim (tokoh utama), dan ini adalah tokoh yang

Tuntasnya dapat dirumus berdasarkan kepada kajian yang dijalankan menunjukkan (MAIPs) di bawah kepimpinan Raja Duli Yang Maha Mulia Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Al-Marhum Tuanku

Studi kasus yang diangkat hanya mengenai struktur bawah abutment dan pilar dengan tujuan mendapatkan besarnya kekuatan terhadap beban kerja yang terjadi, besarnya kebutuhan

Dalam kepentingan yang lebih teknis, banjir dapat di sebut sebagai genangan air yang terjadi di suatu lokasi yang diakibatkan oleh : (1) perubahan tata guna lahan di Daerah

LKS hasil pengembangan memiliki beberapa kelebihan, yaitu: (a) Penyusunan LKS didasarkan pada model inkuiri terbimbing yang terdiri dari observasi, pe- rumusan

Dari definisi ini ilmu psikologi sosial mencoba melakukan penyelidikan terhadap bagaiman tingkah laku, perasaan, dan pikiran seseorang dipengaruhi oleh lingkungan

Berdasarkan perumusan masalah yang sudah dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah terciptanya aplikasi sistem pendukung