POLRI DAERAH JAWA TIMUR
BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III LUMAJANG Jalan Kyai Ilyas No. 07 Lumajang 67311
SURAT KEPUTUSAN
NOMOR : SKEP / / III / 2015 / RUMKIT TENTANG
KODE ETIK PEGAWAI RS BHAYANGKARA LUMAJANG
Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan visi dan misi serta membudayakan nilai-nilai RS BHAYANGKARA LUMAJANG maka diperlukan pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG yang berintegritas dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip pelaksanaan tugas yang baik good corporate governance dan good clinical governance.
b. bahwa untuk mewujudkan pencapaian visi dan misi RS BHAYANGKARA LUMAJANG diperlukan kode etik pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Kode Etik Pegawai di lingkungan RS BHAYANGKARA LUMAJANG
Mengingat : a. Undang-Undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan b. Undang-Undang 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran c. Undang-Undang 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik d. Undang-Undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan e. Undang-Undang 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
f. Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
g. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1045/MenKes/PER/XI/2006 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan
h. Surat Keputusan Kongres PERSI VI, tentang pengesahan berlakunya Kode Etik Rumah Sakit Indonesia, 1993.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN KARUMKIT TENTANG KODE ETIK PEGAWAI DI LINGKUNGAN RS BHAYANGKARA LUMAJANG
BAB 1
KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
1. Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG adalah mereka yang mempunyai hubungan kerja dengan RS BHAYANGKARA LUMAJANG dan terikat oleh suatu perjanjian kerja serta menerima upah/gaji selain Karumkit. Pegawai terdiri atas Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap. Pegawai tidak tetap terdiri atas Pegawai Kontrak, Percobaan Calon Pegawai, dan Calon Pegawai.
2. Kode Etik Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG yang selanjutnya disebut Kode Etik Pegawai adalah pedoman tertulis yang berisi norma dan etika yang mengatur perilaku maupun ucapan mengenai hal-hal yang diwajibkan, dilarang, atau tidak patut dilakukan oleh pegawai dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, wewenang, kewajiban, dan tanggungjawab maupun dalam pergaulan sehari-hari. 3. Pelanggaran adalah segala bentuk ucapan, tulisan atau perbuatan yang
bertentangan dengan pasal-pasal Kode Etik Pegawai.
4. Majelis Kode Etik Pegawai bersifat non struktural dan adhoc. Majelis ini bertugas melakukan penegakkan pelaksanaan dan menyelesaikan pelanggaran Kode Etik Pegawai di RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
5. Pemangku kepentingan (stakeholders) adalah para pihak terkait yang bersifat perorangan maupun kelompok, dan dapat berbentuk instansi pemerintah, swasta, organisasi profesi, asosiasi dan lembaga lainnya yang mempunyai hubungan kerja denga RS BHAYANGKARA LUMAJANG atau mempunyai kepentingan dengan produk/layanan yang dihasilkan oleh RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
BAB II
TUJUAN KODE ETIK Pasal 2
Pengaturan Kode Etik Pegawai bertujuan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan suasana kerja yang harmonis dan kondusif sesuai dengan nilai-nilai RS BHAYANGKARA LUMAJANG sehingga dapat mendukung pencapaian Visi dan Misi RS BHAYANGKARA LUMAJANG
BAB III
Pasal 3
(1) Prinsip dasar Kode Etik Pegawai adalah berdasarkan nilai-nilai dasar RS BHAYANGKARA LUMAJANG
(2) Prinsip dasar Kode Etik Pegawai sebagaimana dimaksud ayat (1) meliputi: a. Belas Kasih
Rasa empati terhadap penderitaan sesama manusia yang dinyatakan melalui tindakan.
Asertif
Ketrampilan dalam menyampaikan pikiran yang inovatif dan perasaan dengan baik, lugas, jelas dan cepat tanggap tanpa harus membuat orang lain tersinggung.
b. Profesional
Sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kriteria profesinya dan senantiasa memberikan pelayanan berdasar standart dan prosedur serta menjunjung tinggi etika profesi.
c. Tim Kerja
Dalam bekerja seseorang mampu bekerjasama di dalam tim dan saling mendukung untuk mencapai sasaran kerja, yang didasari atas sikap sehati dan kesamaan tujuan.
d. Integritas
Karakter seseorang dimana perkataan sesuai dengan perbuatan berdasarkan rasa takut akan Tuhan yang terwujud dalam komitmen dan loyalitas, sehingga mampu mewujudkan apa yang telah disanggupinya. e. Sejahtera
Tercapai kepenuhan kehidupan manusia secara lair dan batin, dimana seseorang telah merasakan adanya keamanan, kesehatan, kemakmuran, kebahagiaan dan kedamaian.
(3) Prinsip dasar Kode Etik Pegawai sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan sumber nilai dan inspirasi dalam melaksanakan tugas dan berperilaku sehari-hari dalam bekerja di RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
Pasal 4
Dalam melaksanakan tugas kepegawaian baik didalam maupun diluar lingkungan RS BHAYANGKARA LUMAJANG setiap Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG wajib bersikap dan berpedoman pada etika dalam bernegara, dalam berorganisasi, dalam masyarakat serta terhadap diri sendiri dan sesama Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
Pasal 5
Etika dalam bernegara sebagaimana dimaksud pasal 4, meliputi:
Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara; dan
c. Menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam melaksanakan tugas.
Pasal 6
Etika dalam berorganisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi: a. Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku; b. Menjaga informasi yang bersifat rahasia;
c. Melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh Karumkit; d. Membangun etos kerja dan meningkatkan kinerja organisasi;
e. Menjalin kerjasama secara kooperatif dengan unit kerja lain yang terkait dalam rangka pencapaian visi dan misi RS BHAYANGKARA LUMAJANG;
f. Memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas;
g. Memiliki integritas dan kejujuran sesuai nilai-nilai iman kristen dengan tidak melakukan tindakan dan / atau menerima uang, bonus, fasilitas atau apapun baik dalam bentuk uang, barang, jasa maupun commitment fee oleh karena jabatannya dari pihak lain yang memiliki hubungan bisnis dengan RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
h. Akuntabel dalam melaksanakan tugas kepegawaian yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme;
i. Tanggap, terbuka, jujur dan akurat, serta tepat waktu dalam melaksanakan setiap kebijakan dan tugas yang diberikan oleh RS BHAYANGKARA LUMAJANG; j. Menggunakan dan memanfaatkan semua sumber daya dan potensi yang ada di
RS BHAYANGKARA LUMAJANG secara efektif dan efisien serta bertanggungjawab terhadap semua sarana dan prasarana yang ada di RS BHAYANGKARA LUMAJANG;
k. Patuh dan taat terhadap standar operasional dan tata kerja;
l. Mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inovatif dalam rangka peningkatan kinerja organisasi; dan
m. Berorientasi pada keselamatan pasien. Pasal 7
Etika dalam bermasyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi:
a. Mewujudkan pola hidup individu dan/atau keluarga yang dapat menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat;
b. Memberikan pelayanan dengan empati, hormat dan santun tanpa membeda-bedakan;
c. Memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan terbuka, adil dan tidak diskriminatif; dan
d. Tanggap terhadap lingkungan masyarakat, baik masyarakat di lingkungan RS BHAYANGKARA LUMAJANG maupun di lingkungan tempat tinggal.
LUMAJANG, yang pada akhirnya mempengaruhi independensi dan kejujuran dalam memberikan pelayanan secara profesional kepada masyarakat dan / atau pasien.
Pasal 8
Etika terhadap diri sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi: a. Jujur dan terbuka serta tidak memberikan informasi yang tidak benar; b. Bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan;
c. Mampu menjadi teladan yang baik bagi lingkungan kerja dan masyarakat sekitar; d. Menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan;
e. Berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan, ketrampilan, dan sikap;
f. Memiliki semangat juang yang tinggi dan berkemauan keras untuk belajar; g. Memelihara kesehatan rohani dan jasmani;
i. Menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga; dan j. Berpenampilan sederhana, rapi dan sopan.
Pasal 9
Etika terhadap sesama Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, meliputi:
a. Saling menghormati sesama pegawai baik secara vertikal maupun horizontal; b. Memelihara rasa persatuan, kesatuan dan solidaritas pada hal-hal yang positif
diantara sesama pegawai;
c. Menghargai perbedaan pendapat dan mengembangkan sikap toleransi; dan d. Berhimpun dalam satu wadah yang menjamin terwujudnya solidaritas dan
soliditas Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG demi kemajuan RS BHAYANGKARA LUMAJANG dan kesejahteraan bersama.
BAB IV SANKSI
Pasal 10
(1) Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG yang melanggar Kode Etik Pegawai dikenakan sanksi moral.
(2) Sebagaimana ayat (1) apabila pada pegawai yang bersangkutan didapati pelanggaran PKB maupun Peraturan RS BHAYANGKARA LUMAJANG lainnya, maka pegawai yang bersangkutan juga mendapat sanksi administratif sesuai dengan sanksi yang diberikan oleh peraturan tersebut.
(3) Sanksi moral sebagaimana dimaksud ayat (1) maupun sanksi administratif sebagaimana ayat (2) dibuat secara tertulis dan dinyatakan dalam bentuk Surat Keputusan Karumkit.
(4) Sanksi moral sebagaimana ayat (1) dan/atau sanksi administratif sebagaimana ayat (2) berupa:
a. Pernyataan secara tertutup; atau b. Pernyataan secara terbuka.
LUMAJANG yang bersangkutan.
Pasal 11
Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG yang melakukan pelanggaran kode etik selain dikenakan sanksi moral sebagaimana dimaksud Pasal 10, dapat pula dikenakan tindakan administratif dan/atau disiplin sesuai dengan peraturan RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
Pasal 12
(1) Dalam hal sanksi moral disampaikan secara tertutup, keputusan penetapan sanksi berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Surat Keputusan dari Karumkit kepada Pegawai yang bersangkutan.
(2) Dalam hal sanksi moral disampaikan secara terbuka melalui Apel pagi Karyawan atau forum lainnya, dan keputusan penetapan sanksi berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Surat Keputusan oleh Karumkit kepada Pegawai yang bersangkutan.
(3) Dalam hal sanksi moral disampaikan secara terbuka melalui papan pengumuman, website, media massa atau sarana lainnya.
(4) Dalam hal sanksi moral disampaikan secara terbuka melalui papan pengumuman, website, media masa atau sarana lainnya sebagaimana dimaksud ayat (3) dilakukan setelah adanya Keputusan Karumkit dan terlebih dahulu melalui pertimbangan Komite Etik dan Hukum RS BHAYANGKARA LUMAJANG
Pasal 13
(1) Dalam hal Pegawai yang bersangkutan yang dikenakan sanksi tidak mau menandatangani sanksi dan/atau surat ekspedisi tanpa alasan yang sah pada waktu penyampaian keputusan, maka Pegawai bersangkutan dianggap menerima keputusan sanksi moral tersebut.
(2) Dalam hal Pegawai yang bersangkutan tidak bersedia mengajukan permohonan maaf secara tertulis atau membuat surat pernyataan penyesalan, maka Pegawai yang bersangkutan dapat dikategorikan melakukan pelanggaran berat sesuai dengan PKB RS BHAYANGKARA LUMAJANG Pasal 72.
BAB V
PROSEDUR PENYAMPAIAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK Pasal 14
(1) Dugaan terjadinya pelanggaran Kode Etik dapat diperoleh: a. Pengaduan tertulis;
b. Temuan dari atasan Pegawai yang diduga melakukan pelanggaran Kode Etik Pegawai
(3) Penyampaian pengaduan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan jenis pelanggaran yang dilakukan, beserta bukti-bukti pelanggaran dan identitas pelapor.
(4) Kepala Bagian SDM dan/atau Wadir Umum dan Keuangan RS BHAYANGKARA LUMAJANG wajib meneliti pengaduan tersebut dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
(5) Dalam hal pelaporan sebagaimana dimaksud ayat (3) ditindaklanjuti dengan dibentuknya Majelis Kode etik atau pelaporan ditolak maka kepala bagian SDM dan/atau Wadir Umum dan Keuangan wajib memberikan informasi kepada pelapor.
(6) Dalam melakukan penelitian atas pengaduan dan/ataumengetahui dugaan pelanggaran Kode Etik Pegawai, kepala Bagian SDM dan/atau Wadir Umum dan Keuangan wajib mengagendakan pertemuan
BAB VI
MAJELIS KODE ETIK Pasal 15
(1) Dalam rangka pengawasan dan pelaksanaan Kode Etik Pegawai dibentuk Majelis Kode Etik RS BHAYANGKARA LUMAJANG.
(2) Majelis Kode Etik dibentuk dan ditetapkan oleh Karumkit dengan keanggotaan Direksi atau yang mewakilinya dan anggota yang dipilih sesuai dengan kasus yang bersangkutan.
(3) Majelis Kode Etik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berakhir masa tugasnya setelah menyampaikan rekomendasi hasil pemeriksaan kepada Karumkit.
Pasal 16
(1) Keanggotaan Majelis Kode Etik Pegawai RS BHAYANGKARA LUMAJANG sebagaimana dimaksud pada Pasal 15, sekurang-kurangnya terdiri dari:
a. Satu orang Ketua merangkap Anggota;
b. Satu orang Sekretaris merangkap Anggota; dan c. Satu orang Anggota
(2) Dalam hal Anggota Majelis Kode Etik lebih dari tiga, maka jumlahnya harus ganjil. Pasal 17
(1) Majelis Kode Etik Pegawai mengambil keputusan dan memberikan rekomendasi kepada Karumkit setelah memeriksa Pegawai yang diduga melanggar kode etik. (2) Majelis kode etik mengambil keputusan setelah Pegawai yang bersangkutan
diberi kesempatan membela diri.
(3) Keputusan Majelis Kode Etik diambil secara musyawarah mufakat.
(4) Dalam hal musyawarah mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak
(5) Apabila pengambian keputusan dengan cara suara terbanyak sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), keputusan Majelis Kode Etik harus menyertakan ‘disenting opinion’ tanpa menyertakan nama Anggota.
Karumkitsebagai bahan dalam memberikan sanksi moral dan/atau sanksi lainnya kepada Pegawai yang melanggar Kode Etik Pegawai.
(7) Majelis Kode Etik dilarang membicarakan dan/atau membocorkan setiap notula pertemuan dan/atau keputusan kepada pihak yang tidak berkepentingan. Dan hanya menyerahkan keputusan kepada Karumkit.
(8) Keputusan Majelis Kode Etik yang berupa rekomendasi kepada Karumkit tidak bersifat mengikat Karumkit dalam menetapkan keputusan sanksi kepada Pegawai yang bersangkutan.
BAB VII P E N U T U P
Pasal 18
Peraturan Kode Etik Pegawai ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap pegawai mengetahuinya.
Dikeluarkan di : Lumajang Pada tanggal : Januari 2015
KARUMKIT BHAYANGKARA TK III LUMAJANG
dr.SRI HANDAYANI, MMRS