Pengaruh Motivasi Pegawai dan Aktivitas Manajerial
Pemimpin Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Dinas
Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang
S. Anugrahini Irawati
Fakultas Ekonomi–Universitas Trunojoyo Jln. Raya Telang 1, Kamal–Bangkalan, Madura
Abstract: The prime leader function is to direct the employees toward their daily assignment particularly to
get the performance wish for. The research within “Influence of Motivation And Staff Managerial Activities on
The Performance Leader Staff Office Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang”. Subsequent to analysis as untied in the discourse section, can be fetched the conlude. The basically, motivation and leader manajerial activity that established such admittance, duty, rensponsibility, chance to advance, emotion intelligence, social intelligence, and learn ability in the circle. The Office of Dinas Pekerjaan Umum as observed by calculatinh result is good. To based on infencial statistic analysis result, in fact, all variables: admitance (X1), job itself (X2), responsibility (X3), chance to advance (X4), emotion intelligence (X5), social intelligence (X6), and learning ability (X7); either along with or parcial have a significan effect toward employee performance in the Office of Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang, either by empiric or teoritic said that the variable of admitance (X1), job itself(X2), responsibility (X3), chance to advance (X4), emotional intelligence (X5), social intelligence (X6), and learning ability (X7) to become factor that can improve the employee performance. Even though in the research, existed the other variable outside the research such work circle, insentive, and partner.
Key words: Emotional inteligence, social intelligence.
PENDAHULUAN
Sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam peningkatan produktivitas terutama dalam lingkungan global kompetitif akhir-akhir ini. Tentunya dalam hal ini dibutuhkan strategi yang kuat bagi organisasi khususnya bagaimana menanggapi perubahan yang semakin cepat dan gencar. Seperti yang dikatakan oleh Dessler (2001) diperlukan suatu strategi yang semakin tergantung pada persoalan bagaimana memperkuat ketanggapan organisasi dan pembentukan tim kerja yang setia serta menempatkan sumberdaya manusia (SDM) dalam sebuah peran yang sentral
Usaha memotivasi karyawan agar bisa bekerjasama secara manusiawi diperlukan penekanan untuk menciptakan linkungan kerja yang menyaenangkan. Termasuk didalamnya adalah: tunjangan yang mmadai, hubungan yang harmonis antar karyawan, sikap pimpinan yang perhatian kepada bawahannya, menyikapi pentingnya nilai karyawan sebagai individu. Semua itu akan memotivasi karyawan untuk lebih giat bekerja dan akhirnya dapat mempengaruhi terhadap kinerja.
Selama ini menurut Ruslan (2001) apabila dilihat dari segi kualitas pegawai negri di lingkungan kantor dinas pekerjaan umum Kabupaten Sampang sangat kurang. Apabila saat ini secara umum pemerintah menetapkan kebijakan Zero Growth Policy di bidang kepegawaian, namun Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang justru sebaliknya. Kondisi semacam ini akan memberikan gambaran bahwa untuk mewujudkan profesionalisme pelayanan tidak bisa terlepas dari permasalahan kualitas kerja SDM sebagai pelaku utama dalam mencapai tujuan.
Permasalahan tersebut diatas menunjukkan bahwa betapa besarnya peranan seorang pemimpin dalam proses pencapaian tujuan organisasi, sehingga diharapkan mempunyai kemampuan memimpin, memotivasi, mengarahkan, membinan dan berkomunikasi dengan bawahan.
Rumusan Masalah
Dengan latar belakang prmasalahan diatas maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Apakah variable motivasi dan aktivitas manejerial pemimpin secara simultan maupun parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan Umum?
2. Diantara variable motivasi dan aktivitas manajerial pemimpin manakah yang mempunyai pengaruh dominant terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan Umum?
Tujuan Penelitian.
Yang ingin dicapai dari penelitian ini adala: 1). Untuk mengetahui besarnya variable motivasi dan aktivitas manajerial pemimpin secara simultan maupun parsial terhadap kinerja karyawan Kantor Dinas Pekerjaan Umum di kabupaten Sampang. 2). Untuk mengetahui variable manakah diantara variable motivasi dan aktivitas manajerial pemimpin manakah yang mempunyai pengaruh dominant terhadap kinerja karyawan Dinas Pekerjaan Umum?
KERANGKA KONSEP PENELITIAN
Penelitian Terdahulu
1. Dewi Agung Nugraheni (2004) yang meneliti tentang pengaruh motivasi intrinsil dan ekstrinsik terhadap kinerja paramedis keperawatan terdapat hubungan yang signifikan antara dua faktor motivasi dengan kinerja .
2. Dwi Ermayanti (2004) yang meneliti tentang pengaruh faktor motivasi terhadap prestasi kerja karyawan pada Kantor Perum Perhutani Unit II Surabaya berkorelasi positif.
3. Sari Hutora Budayawaty (2002) , meneliti tentang Pengaruh kepemimpinan dan Motivasi terhadap prestasi kerja Pegawai Bapeda kabupaten Kota Kertanegara hasilnya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang bermakna dari kepemimpinan dan motivasi terhadap prestasi kerja pegawai.
Landasan Teori
untuk memenuhi suatu kebutuhan individu. Upaya diartikan kemauan yang bisa datangnya dari individu bisa juga dari kelompok karena kedua faktor tersebut mempunyai kekuatan dalam proses melakukan upaya. A. Maslow dalam Gibson (2003;154) ada 5 tingkatan kebutuhan manusia sesuai dengan kebutuhan manusia dari waktu ke waktu, sedangkan ke 5 tingkatan tersebut adalah sebagai berikut: 1).. kebutuhan fisiologis, 2). Kebutuhan akan rasa aman, 3). Kebutuhan Sosial, 4).. kebutuhan Penghargaan, 5). Kebutuhan Aktualisasi diri.
Herzberg dalam bukunya Gibson (2003) teorinya dikenal dengan teori 2 faktor (Two Factrors Theories) yang terdiri dari: 1). FaktorSaftisfiers dan 2). Dosssatisfeirs. Atau dikenal dengan faktor yang menimbulkan motivasi kerja artinya apabila ada faktor-faktor tersebut (pencapaian prestasi, mendapat penghargaan, tanggung jawab atas pekerjaan dan sebagainya) seorang karyawan akan termotivasi. Sedangkan faktor dissatisfaiers merupakan faktor yang tidak dapat menimbulkan motivasi kerja (gaji, kondisi kerja, hubungan dengan teman kerja, kehidupan rumah tangga dan keamanan diri). .
Teori motivasi yang mempunyai hubungan erat dengan masalah kepemimpinan adalah ERG Alderfer, dimana teori ini bisa dibagi menjadi 3 kelompok yaitu : Existency, Relation Needs dan Growth. Dimana setiap orang pada dasarnya mempunyai ketiga kelompok kebutuhan tersebut.
Teori motivasi lainya yang mendukung adalah teori motivasi dari David McClelland , dimana teori ini mengatakan bahwa pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan untuk berprestasi diatas kemampuan orang lain. Teori ini juga dibagi menjadi 3 kelompok : 1). Needs of Power, 2). Needs of Affliation, 3). Needs of Achievement.
Mc Clalland mengasumsikan bahwa setiap manusia mempunyai tiga kebutuhan dasar yaitu bahwa setiap manusia mempunyai kebutuhan akan kekuatan, kebutuhan bermasyarakat, hidup berkelompok dengan yang lain dan kebutuhan unggul atau melebihi dari yang lain dalam kelompok.
Aktivitas Menejerial Pempimpin
Fungsi manajemen seperti diketahui banyakorang yang terdiri dari : Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian terhadap penggunaan sumberdaya baik manusia maupun dana dalam rangka mencapai tujuan. Schermerhorn (2001) menyatakan bahwa tugas seorang manajer sehari-hari mencakup beberapa peran yang harus dilakukan dengan baik. Peran impersonal seorang manajer menyangkut interaksi dengan pihak luar perusahaan. Peran informasional melibatkan pemberian, penerimaan dan penganalisaan informasi. Disamping itu juga peran yang utama adalah peran pengambilan keputusan menyangkut pemanfaatan informasi yang dibutuhan dalam proses pengambilan keputusan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Termasuk didalamnya peran pemimpin untuk mencari peluang kedepan.
Peran dan Aktivitas Pemimpin
pelayan. Hasilnya adalah ekskutif tingkat atas tidak memiliki perbedaan dalam rating ekskutif pada oraganisasi negara maupun swasta.
Aktivitas Pemimpin yang efektif
Menurut G Yulk (2001:236) telah diidentifikasi bahwa atribut terpenting pemimpin yang efektif adalah: kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan metacognition. Kecerdasan emosional meliputi beberapa keterampilan komponen yang saling berkaitan. Kesadaran diri merupakan pemahaman atas mood dan emosi seorang pemimpin bagaimana berubah seiring waktu dan implikasinya pada kinerja tugas dan hubungan antar pribadi. Sifat perseptif sosial adalah kemampuan untuk memahami kebutuhan fungsional masalah dan kesempatan yang relevan bagi sebuah kelompok atau organiasi yang karakteristiknya, hubungan sosial dan proses kolektif yang akan memperkuat atau membatasi upaya untuk mempengaruhi kelompok atau organisasi. Seorang pemimpin yang memiliki perspektif sosial yang tinggi memahami apa yang harus dilakukan agar membuat kelompok atau organisasi lebih efektif. Argyrism (1999) mengatakan bahwa salah satu kompetensi yang paling penting untk pemimpin yang berhasil dalam situasi yang berubah adalah kemampuan untuk belajar dan beradaptasi terhadap perubahan
Kinerja Karyawan
Hasibuan (2003) mengatakan bahwa kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu..selanjutnya As’ad dalam Agustina (2002) mengemukakan bahwa kinerja seseorang merupakan ukuran sejauhmana keberhasilan seseorang dalam melakukan tugas pekerjaannya. Ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja yaitu: 1). Individu (kemampuan bekerja). 2). Usaha kerja (keinginan untuk bekerja). 3). Dukungan organisasional (kesempatan untuk bekerja). Artinya bahwa kinerja dapat dilihat bagaimana seseorang dalam bekerja melaksanakan tugasnya, yang semuanya bisa didukung oleh kemandirian, kreativitas, komitmen, tanggung jawab dan rasa percaya diri individu dalam bekerja.
Kerangka Konseptual Penelitian
Motivasi:
1. Pengakuan
2. Pekerjaan itu Sendiri
3. Tanggung Jawab
4. Kesempatan untuk
Maju dan Tumbuh
Aktivita Manajerial Pemimpin:
1 Kecerdasan Emosional 2. Kecerdasan Sosial 3. Kemampuan untuk
Belajar
METODELOGI PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang pada tingkat golongan III, karena jumlah keseluruhan hanya 87 orang maka secara otomatis juga merupakan sample.
Adapun pegawai tersebut dapat dirinci sebagai berikut :1). Golongan III/A sebanyak 17 orang. 2). Golongan III/B sebanyak 39 orang. 3). Golongan III/C sebanyak 28 orang. 4). Golongan III/D sebanyak 13 orang.
Sumber dan Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian berupa data internal; yaitu data yang diperoleh dari objek penelitian yaitu Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang. Disamping itu dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, dimana data primer diperoleh dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan ke 87 orang tapi yang kmbali hanya 81 responden. Sedangkan data sekunder didapat dari dokumentasi kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sampang.
Identifikasi dan Variabel Penelitian
Penelitian ini mempunyai dua variabel penting yaitu variabl beba (motivasi dan aktivitas manajerial pemimpin) dan variabel tergantung (kinerja pegawai).
Variabel bebas motivasi terdiri dari:1). Pengakuan, 2). Pekerjaan itu Sendiri. 3). Tanggung Jawab 5). Kesempatan untuk Maju dan Tumbuh
Sedangkan aktivitas manajerial pmimpin terdiri dari: 1). Kecerdasan Emosional. 2). Kecerdasan Sosial. 3. Kemampuan untuk Belajar
Pengujian Validitas dan Reabilitas Instrumen
Validitas menurut Sugiono (2001) hasil penelitian yang valid apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya pada objek yang diteliti. Instruyen baru dikatakan valid apabila mempunyai koefisien korelasi dari masing-masing item memiliki nilai > 0,3 pada ∞ = 0,05
Reliabilitas hádala indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Untuk mengetahui apakah alat ukur itu reabel atau tidak diuji dengan menggunakan Alpha Combach.
Analisis Data
Ada dua kelompok teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis statistik diskriptif dan teknik analisis statistik inferensial.
Analisis Statistik Diskriptif.
Analisis Statistik Infrensial
Untuk mengetahui pengaruh dua variable bebas atau lebih terhadap variable tergantung secara bersama-sama digunakan analisis regresi berganda dengan humus sebagai berikut:
Y = o + 1 X1 + 2 X2 + 3X3 + 4 X4 ………. + 7X7 + e
Dimana: o = Intercept;
1 2, 3, 4, …… 7 = koefisien masing-masing variable bebas; X1, X2, X3, X4 ... X7 = variabel bebas
Y = variabel terikat,
e = kesalahanatau pengganggu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisa dengan menggunakan analisis regresi berganda dimana ada pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat secara simultan dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Uji dengan Regresi Berganda
Variabel B Beta T Sig t Keterangan
Konstanta -3,639 -5,698 0,000
X1 0,519 0,413 5,229 0,000 Signifikan
X2 0,289 0,164 2,451 0,018 Signifikan
X3 0,258 0,149 2,102 0,039 Signifikan
X4 0,229 0,131 2,038 0,045 Signifikan
X5 0,149 0,152 2,170 0,035 Signifikan
X6 0,240 0,135 2,127 0,037 Signifikan
X7 0,218 0,142 2,029 0,048 Signifikan
T tabel = 1,998 R = 0,896 R Square = 0,803 Adjusted R Square = 0,782 F hitung = 36,394 Sig F = 0,000 F tabel = 3,302
Adapun penerapan dalam persamaan regresi adalah sebagai berikut:
Y = -3,639+0,519X1+ 0,289X2 + 0,258X3 + 0,0,229X4 + 0,149X5 + 0,240X6+0,218X7
Bedasarkan hasil penghitungan uji regresi sebagaimana tertera dalam tabel diatas ditemukan bahwa hasil F hitung adalah sebesar 36,395 (signifikan F = 0,000) jadi F hitung > F tabel (35,395>3,302). Artinya secara bersama-sama variabel X1 (pengakuan), pekerjaan itu sendiri (X2), tanggung jawab (X3) dan kesempatan untuk maju (X4). Aktivitas manajerial pemimpin yaitu: kecerdasan emosional (x5), kecerdasan sosial (X6) dan Kemampuan untuk belajar (X7) berpengaruh signifikan terhadap Y.
pemimpin yaitu: kecerdasan emosional (x5), kecerdasan sosial (X6) dan Kemampuan untuk belajar (X7) berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai (Y) dapat dilihat pada nilai korelasi berganda (R) yaitu sebesar (0,896). Dengan melihat nilai korelasi tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat korelasinya tinggi.
Besarnya sumbangan variabel pengakuan (X1) pekerjaan itu sendiri (X2), tanggung jawab (X3) dan kesempatan untuk maju (X4). Aktivitas manajerial pemimpin yaitu: kecerdasan emosional (x5), kecerdasan sosial (X6) dan Kemampuan untuk belajar (X7) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditunjukan dengan nialai adjusted R Square yaitu sebesar 0, 782. hal ini berarti bahwa variabel kinrja pegawai (Y) dipengaruhi sebesar 78,2 % oleh pekerjaan itu sendiri (X2), tanggung jawab (X3) dan kesempatan untuk maju (X4). Aktivitas manajerial pemimpin yaitu: kecerdasan emosional (x5), kecerdasan sosial (X6) dan Kemampuan untuk belajar (X7), sedangkan sisanya sebesar 21,8% dipengaruhi oleh Variabel diluar ketujuh variabel tersebut.
Hasil Analisis Regresi Pengaruh Variabel Bebas (X) terhadap variabel terkat (Y) secara parsial. Secara parcial besarnya pengaru variable bebas (X) yang terdiri dari: pekerjaan itu sendiri (X2), tanggung jawab (X3) dan kesempatan untuk maju (X4). Aktivitas manajerial pemimpin yaitu: kecerdasan emosional (x5), kecerdasan sosial (X6) dan Kemampuan untuk belajar (X7) masing bisa dilihat dalam Tabel 2.
Tabel 2. Pengaruh dan Kontribuasi Variabel Bebas (X) Terhadap Varibel Tergantung (Y) Secara Parcial.
Variable T hitung T tabel Sig.t r R Kontribusi %
X1 5,231 1,999 0,000 0,798 0,6391 63,82
X2 2,449 0,015 0,562 0,3137 31,37
X3 2,102 0,041 0,636 0,4031 40,31
X4 2,038 0,045 0,498 0,2491 24,92
X5 2,172 0,034 0,533 0,2841 28,41
X6 2,124 0,038 0,414 0,1705 17,08
X7 2,028 0,048 0,605 0,3615 36,14
Uraian terhadap hasil analisis tersebut hádala sebagai berikut: 1. Pengaruh variable Pengakuan (X1) terhadap kinerja Pegawai.
Tabel 2 menunjukkan bahwa Variabel X1 mempunyai nilai T hitung sebesar 5,231 dengan probabilitas sebesar 0,000 karen T hitung > T tabel (5,231 > 1,999) atau Sig t < 5% (0,000 < 0,05), maka secara parsial variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel (y)
2. Pengaruh Variabel Pekerjaan itu sendiri (X2) terhadap kinerja Pegawai
Tabel 2 menunjukkan bahwa Variabel X2 mempunyai nilai T hitung sebesar 2,449 dengan probabilitas sebesar 0,015 karena T hitung > T tabel (2,449 > 1,999) atau Sig t < 5% (0,015 < 0,05), maka secara parsial variabel X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel (y).
3. Pengaru Variabel Tanggung Jawab (X3) terhadap kinerja Pegawai
Tabel 2 menunjukkan bahwa Variabel X3 mempunyai nilai T hitung sebesar dengan probabilitas sebesar 0,041 karena T hitung > T tabel (2,102 > 1,999) atau Sig t < 5% (0,041 < 0,05), maka secara parsial variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap variabel (y)
4. Pengaru Variabel Kesempatan untuk maju (X4) terhadap kinerja Pegawai
5. Pengaru Variabel Kecerdasan Emosional (X5) terhadap kinerja Pegawai
Tabel 2 menunjukkan bahwa Variabel X5 mempunyai nilai T hitung sebesar dengan probabilitas sebesar 0,034 karena T hitung > T tabel (2,172 > 1,999) atau Sig t < 5% (0,034 < 0,05), maka secara parsial variabel X5 berpengaruh signifikan terhadap variabel (y)
6. Pengaru Variabel Kecerdasan Sosial (X6) terhadap kinerja Pegawai
Tabel 2 menunjukkan bahwa Variabel X6 mempunyai nilai T hitung sebesar dengan probabilitas sebesar 0,038 karena T hitung > T tabel (2,124 > 1,999) atau Sig t < 5% (0,038 < 0,05), maka secara parsial variabel X6 berpengaruh signifikan terhadap variabel (y)
7. Pengaru Variabel Kemampuan untuk Belajar (X7) terhadap kinerja Pegawa
Tabel 2 menunjukkan bahwa Variabel X1 mempunyai nilai T hitung sebesar i dengan probabilitas sebesar 0,048 karena T hitung > T tabel (2,028 > 1,999) atau Sig t < 5% (0,048 < 0,05), maka secara parsial variabel X7 berpengaruh signifikan terhadap variabel (y)
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, kesempatan untuk maju, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kemampuan belajar. Melihat tabel 1, uji secara simultan dari variabel pengakuan (X1), pekerjaan itu sendiri (X2), tanggung jawab (X3), kesempatan untuk maju (X4), kecerdasan emosional (X5), kecerdasan sosial (X6)dan kemampuan belajar (X7) terhadap kinerja pegawai (Y). memperoleh nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,896 dan nilai koefisien detrminasinya (adjusted R2) sebesar 0,782.hasil analisis ini mendukung teori teori Gery Yul (2003) bahwa aktivitas pemimpin yang effektif mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan suatu perusahaan.
Berdasarkan hasil distribusi frekuensi pada tabel 2 dapat diketahui bahwa untuk variabel pengakuan (X1) pada Kantor Dinas Pekerjaan umum Kabupaten Sampang dilihat dari hasil mean untuk variabel tersebut 3,98, hal ini berarti rata-rata responden pengakuan sudah menjadi dasar yang bisa meningkatkan kinerja pegawai.. berdasarkan hasil penghitungan bahwa variabel pekerjaan itu sendiri (X2) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang dapat dilihat dari nilai, bila sig t δ < , berarti menolak Ho. Karena sig t (0,015) < (0,05), maka Ho ditolak. Artinya terdapat cukup bukti untuk mengimplementasikan bahawa variabel pekerjaan itu sendiri berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Apabila dilihat dari hasil koefisien determinasi parsial 0,3137 dapat diartikan bahwa 31,37% perubahan kinerja pegawai disebabkan adanya perubahan variabel pekerjaan itu sendiri.
Variabel tanggung jawab (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, hal ini menunjukkan bahwa setap manusia apabila diberi tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya akan memberikan semangat kearah peningkatan kinerja. Dari sekian responden yaitu 87 orang sebagian besar mengatakan apabila diberi tanggung jawab penuh maka mereka akan lebih bersemangat dalam melaksanakan tugasnya. (X4) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan melihat nilai sig t (δ) < berarti Ho ditolak karena sig t (0,045) < (0,05), maka Ho ditolak, yang berarti bahwa variabek
Variabel kecerdasan emosional (X5) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan melihat nilai sig t (δ) < berarti Ho ditolak karena sig t (0,034) < (0,05), maka Ho ditolak, yang berarti bahwa variabel kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dilihat dari koefisien parsialnya sebesar 0,2841 berarti 28,41% kinerja pegawai berubah karena adanya variabel kecerdasan emosional. Artinya apabila pemimpin tidak sering marah dan bisa mengatur emosi apabila adanya permasalahan dan bahkan bisa membimbing maka kinerja pegawai akan menjadi meningkat sebesar 28,41%.
Variabel kecerdasan sosial (X6) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan melihat nilai sig t (δ) < berarti Ho ditolak karena sig t (0,038) < (0,05), maka Ho ditolak, yang berarti bahwa variabel kecerdasan sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dilihat dari koefisien parsialnya sebesar 0,1705 berarti 17,05% kinerja pegawai berubah karena adanya variabel kecerdasan emosional. Artinya apabila pemimpin semakin baik hubungan antara pimpinan dan bawahan akan pempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 17,05%.
Variabel kemampuan Belajar (X7) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan melihat nilai sig t (δ) < berarti Ho ditolak karena sig t (0,048) < (0,05), maka Ho ditolak, yang berarti bahwa variabel kecerdasan sosial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dilihat dari koefisien parsialnya sebesar 0,3615 berarti 36,15% kinerja pegawai berubah karena adanya variabel kecerdasan emosional. Artinya apabila pemimpin semakin baik hubungan antara pimpinan dan bawahan akan pempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 36,15%. Aktivitas manajerial pemimpin merupakan faktor yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dalam mencapai kinerja yang diinginkan dalam suatu instansi ataupun perusahaan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Setelah melakukan analisis seperti yang diuraikan dalam bab pembahasan, maka dapat diambil suatu kesimpulan:
1. Pada dasarnya motivasi dan aktivitas manajerial pemimpin yang terdiri dari variabel pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, kesempatan untuk maju, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kemampuan belajar dilingkungan Kantor Dinas Pekerjaan Umum sebagaimana terlihat dari hasil penghitungan dalam pemhasan adalah baik.
2. Berdasarkan hasil analisis statistik infensial, kenyataannya semua variabel pengakuan (X1), Pekerjaan itu Sendiri (,X2), Tanggung Jawab (X3), Kesempatan untuk Maju atau Tumbuh (X4), Keserdasan Emosional (X5), Kecerdasan Sosial (X6), Kemampuan Belajar (X7) baik secara bersama-sama maupun secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kab. Sampang.
Saran
1. Untuk peneliti selanjutnya bisa mengembangkan penelitiannya karena pengaruh waktu atau objek yang berbeda akan mendapatkan hasil yang berbeda atau bahkan ada penabahan variabel sehingga dapat meningkatkan kesempurnaan hasil penelitiannya. 2. Mengingat kontribusi variabel motivasi dan aktivitas manajerial pemimpin terhadap kinerja
pengawai cukup besar, perlu dipertahankan bahkan dikembangkan sehingga dimasa yang akan kinerja pegawai dapat lebih ditingkatkan.
3. mengingat variabel X1, X3 dan X4 memberikan kontribusi paling besar terhadap kinerja pegawai dipertahankan kalau bisa ditingkan sedangkan variabel lain seperti X2,X5,X6,X7 harus ditingkatkan agar nantinya bisa memberikan konsibusi yang meningkat terhadap kinerja pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, Harini, 2002, ”Analisis Hubungan antara Komitmen Karyawan dengan Iklim Organisasi dan Performen Kerja Karyawan”, Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen, Vol.2, No. 2, Mei 2002, Swabhawa Bassed development reasech Center Bandung.
Dessler, Garry, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, Alih Bahasa Benyamin Molan, edisi Bahasa Indonesia, Penerbit Prehalindo, Jakarta.
Dewi Agung Nugraheni, 2004, ”Pengaruh Motivasi Intrinsil Dan Ekstrinsik Terhadap Kinerja Paramedis Keperawatan”, Jurnal Media Ekonomi, Edisi 17 Tahun XI, Juni 2001, PPFE– UMM Malang.
Dwi Ermayanti, 2004, Pengaruh Faktor Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada
Kantor Perum Perhutani Unit II Surabaya.
Sari Hutora Budayawaty, 2002, Meneliti Tentang Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Bapeda Kabupaten Kota Kertanegara.
Yulk, Cary, 2006, Kepemimpinan dalam Organisasi, Alih Bahasa Budi Suprianto, ediisi kelima, Gramedia, Indonesia.
Gibson, I. L. Ivan C & Donelly, J.P, 2003, Organisai: Prilaku, Struktur, Proses. Edisi ke 8. alih Bahasa Agus Dharma, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Luthans. F., 2002, Organization Behaviour, Sevent Edition, International Edition Mc Grow-Hill, United State of America.