TUGAS KULIAH
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK OMAHE BAKPIA
TAHUN AJARAN 2013/2014
Disusun oleh:
Aninda Noor Prihardini 10/296440/TP/09659
Ria Susanti 10/297696/TP/09727
Ratriani Puspita Hastuti 10/300293/TP/09795 Imroatul Mukhlishoh 10/302335/TP/09895
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
ABSTRAK
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK BAKPIA RASA BUAH DI OMAHE BAKPIA
Aninda Noor Prihardini, Ria Susanti, Ratriani Puspita Hastuti, Imroatul Mukhlishoh
Omahe Bakpia merupakan industri bakpia yang berdiri pada 2000 yang berlokasi di Jalan Mangkunegaraan Kidul, No.18 Yogyakarta. Pemilik Omahe Bakpia ini adalah Bapak Bambang Tri Wahyudi. Omahe Bakpia memiliki lima varian rasa bakpia yaitu rasa keju, coklat, kacang hijau, ubi ungu, dan ubi madu.
Ditinjau dari Product Opportunity Gap, social interest menunjukkan bahwa saat ini konsumen menyukai produk makanan cemilan dengan berbagai variasi rasa. Ditinjau dari segi economic force, konsumen menyukai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harganya terjangkau. Sedangkan dari segi tecnological advance, saat ini sudah banyak digunakan peralatan dan mesin modern dalam pengolahan bakpia.
Tahap awal pengembangan produk yang dilakukan adalah tahap informasi yang mengidentifikasi kebutuhan konsumen dengan menggunakan kuesioner. Karena pengembangan produk dilakukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen, maka yang dijadikan sebagai responden adalah konsumen. Pada awalnya dibuat dan disebarkan kuesioner pendahuluan kepada 30 responden untuk mengetahui atribut primer yang diperlukan dalam perancangan dan pengembangan produk dari kuesioner tersebut diperoleh 5 atribut primer yang diinginkan konsumen yaitu rasa, tekstur, bentuk, kemasan, dan harga.
Setiap atribut primer tersebut diperinci untuk memperoleh atribut sekunder yang akan dijadikan butir-butir pernyataan dalam kuesioner lanjutan, di mana dalam kuesioner tersebut digunakan skala kepentingan sehingga diketahui atribut mana yang diangap konsumen paling prioritas. Setelah informasi berhasil diperoleh, dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Dari hasil kuesioner yang telah disebar terdapat dua butir pernyataan yang tidak valid sehingga dihilangkan dari kuesioner karena pernyataan tersebut merupakan pernyataan pendukung dan dapat digantikan oleh pernyataan lain. Kemudian dilakukan perhitungan tingkat kepentingan dan pembobotan. Karena cukup banyak atribut yang ada maka diputuskan untuk mengakomodir 9 atribut.
Kemudian dilakukan penentuan spesifikasi produk. Spesifikasi produk dilakukan dengan penyebaran kuesioner, sehingga diperoleh bahwa konsumen menginginkan kemasan mudah dibawa dengan satu tangan, tekstur isi lembut, desain kemasan berwarna terang, bakpia berukuran seragam kecil, desain kemasan didominasi dua warna, dan harga Rp 17.000 - Rp 22.000,00. Atribut-atribut tersebut harus ada dalam produk. Namun dari hasil tersebut terdapat beberapa atribut yang sulit ditentukan karena presentasenya yang tidak berbeda jauh yaitu rasa bakpia antara pisang keju dengan pisang coklat keju, serta tekstur kulit bakpia renyah satu lapis atau dua lapis. Dengan adanya alternatif tersebut diperoleh 4 konsep produk yaitu bakpia rasa pisang keju dengan kulih satu lapis, bakpia rasa pisang keju dengan kulih satu berlapis, bakpia rasa pisang coklat keju dengan kulih satu lapis, dan bakpia rasa pisang coklat keju dengan kulih berlapis.
Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap 4 konsep tersebut menggunakan kuesioner kesukaan, kemudian dilakukan perhitungan performansi dan value. Konsep yang paling baik adalah bakpia pisang coklat keju dengan kulit berlapis, yang memiliki nilai performasi 331,224 dan value 0,028.
I. ANALISIS SITUASI A. Product Roadmapping
Omahe Bakpia merupakan industri bakpia yang berdiri pada 2000 yang berlokasi di Jalan Mangkunegaraan Kidul, No.18 Yogyakarta. Pemilik Omahe Bakpia ini adalah Bapak Bambang Tri Wahyudi. Omahe Bakpia memiliki lima varian rasa bakpia yaitu rasa keju, coklat, kacang hijau, ubi ungu, dan ubi madu.
Proses awal untuk membuat bakpia yaitu kacang hijau dibersihkan dari kulitnya kemudian dikukus dalam panci. Setelah itu kacang hijau digiling dan ditambahkan dengan gula, mentega, dan garam. Kacang hijau digiling hingga kalis sehingga siap untuk dijadikan isian. Untuk pembuatan kulit bakpia, digunakan tepung terigu, garam, minyak sayur, dan air. Bahan tersebut dicampur hingga kalis. Dalam pembuatan bakpia digunakan pula adonan tambahan yang disebut sol. Bahan yang digunakan untuk membuat sol ini antara lain tepung terigu, minyak sayur, dan kuning telur. Dalam pembuatan bakpia, kulit diambil dan dicampur dengan sol. Kemudia kulit dipipihkan dan diisi dengan kumbu kacang hijau dan dicetak bulat. Setelah semua adonan habis, bakpia dioven diatas pemanggang.
1. Identifikasi pengembangan produk
Omahe Bakpia kini telah mengembangkan berbagai macam varian rasa. Selain kacang hijau diantaranya keju, coklat, ubi ungu, dan ubi madu. Oleh karena itu diperlukan beberapa tambahan bahan untuk melakukan pegemabangan produk tersebut, diantaranya keju, coklat, ubi ungu, dan ubi madu. Dengan penambahan varian rasa ini, Omahe Bakpia dapat memberikan pilihan yang lebih bervariasi kepada konsumen. Selain itu dilakukan pula pengembangan produk berupa bakpia dengan ukuran kecil dengan sebutan bakpia unyil. Untuk bakpia unyil ini hanya diproduksi untuk rasa keju, coklat, dan kacang hijau.
dimana bahan yang digunakan untuk menghasilkan satu butir bakpia lebih sedikit dibandingkan bakpia biasa.
2. Alasan pengembangan produk
Pengembangan produk dilakukan oleh Omahe Bakpia karena beberapa alasan. Alasan dari segi internal dilakukannya penambahan variasi rasa adalah untuk menekan biaya produksi karena harga kacang hijau yang terbilang tidak murah. Dengan melakukan pengembangan produk ini, dapat mengurangi jumlah penggunaan kacang hijau karena disubstitusi dengan coklat, ubi ungu, dan ubi madu dimana harganya lebih murah dibandingkan dengan kacang hijau.
Selain alasan internal, terdapat pula alasan eksternal yang bersumber dari konsumen. Tanpa adanya variasi rasa, dikhawatirkan bila konsumen akan mengalami kejenuhan dalam mengonsumsi bakpia. Meskipun keju tidak murah, Omahe Bakpia memproduksi varian rasa ini karena banyak digemari konsumen. Karena dilakukan pengembangan rasa yang banyak digemari, konsumen dapat merasakan hal yang berbeda saat mengonsumsi bakpia. Bakpia unyil juga merupakan pengembangan produk untuk konsumen yang menyukai kepraktisan. Untuk mengonsumsi bakpia unyil hanya perlu dalam sekali lahap sehingga praktis tanpa menyebabkan remahan-remahan makanan.
3. Strategi pengembangan
Berdasarkan produk pengembangan yang dihasilkan, adapun strategi pengemangan yang dilakukan Omahe Bakpia yaitu low product cost. Dengan variasi rasa berupa coklat, ubi ungu, dan ubi madu dapat meminimalkan penggunaan kacang hijau yang mahal.
memenuhi kebutuhan konsumen tersebut Omahe Bakpia dapat memiliki citra yang dapat diandalkan dalam memenuhi keinginan konsumen.
B. Kinerja Pengembangan Produk 1. Pengembangan varian rasa
a. Kualitas produk
Pengembangan produk berupa varian rasa yang dibuat ini telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan di mana bakpia yang dihasilkan memiliki rasa coklat dan keju yang terasa dan tekstur kumbu yang lembut.Selain itu kulit dari bakpia yang garing dan renyah menjadi penyeimbang dari isi yang lembut.Sama halnya dengan bakpia ubi ungu dan ubi madu yang memiliki tekstur lembut di dalam dan renyah di luar.
b. Ongkos produk
Ongkos produk yang diperlukan di antaranya biaya bahan, biaya pekerja, dan biaya kemasan. Pada satu kali produksi, akan dihasilkan kurang lebih 800 kemasan bakpia. Dari 800 kemasan tersebut, diproduksi 400 bakpia ukuran biasa dan 400 bakpia unyil. Untuk biaya bahan baku yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Bahan baku pembuatan kulit bakpia
1. Tepung terigu 35 kg : Rp 243.600
2. Gula 7 kg : Rp 84.000
3. Mentega 1,75 kg : Rp 42.000
4. Susu 350 ml : Rp 4.900
5. Minyak 5,25 liter : Rp 107.625
TOTAL : Rp 482.127
4. Gula 7 kg : Rp 84.000 5. Minyak 0,7 liter : Rp 14.350
TOTAL : Rp 260.050
3. Bahan baku pembuatan kumbu ubi madu
1. Ubi madu 50 kg : Rp 275.000
2. Gula 10 kg : Rp 120.000
3. Minyak 100 mL : Rp 2.050
TOTAL : Rp 397.050
4. Bahan baku pembuatan kumbu ubi ungu
1. Ubi ungu 50 kg : Rp 325.000
2. Gula 10 kg : Rp 120.000
3. Minyak 100 mL : Rp 2.050
TOTAL : Rp 447.050
5. Bahan baku pembuatan kumbu colelat
1. Tepung terigu 35 kg : Rp 243.600
6. Bahan baku pembuatan kumbu keju
1. Tepung terigu 35 kg : Rp 243.600
2. Keju 7 kg : Rp 455.000
3. Gula pasir 21 kg : Rp 252.000 4. Mentega 24,5 kg : Rp 588.000
TOTAL : Rp 1.538.600
Untuk biaya kemasan, dapat dihitung untuk satu kardus Rp 1000 sehingga untuk 400 kardus menjadi Rp 400.000. Total biaya pekerja dan biaya kemasan untuk memproduksi 400 kemasan bakpia menjadi Rp 4.900.000.
c. Waktu yang diperlukan
N
Tabel 1. Waktu Pengembangan Produk Variasi Rasa d. Ongkos pengembangan
Untuk mengembangkan produk bakpia ini diperlukan biaya pengadaan bahan baku yang bervariasi, sedangkan untuk bahan utama masih sama dengan bakpia biasanya.
Untuk biaya pengembangan produk yang digunakan adalah sebagai berikut: terlebih dahulu dengan jumlah biaya total Rp. 52.000,00.
e. Kapabilitas pengembangan
Prospek pengembangan variasi rasa pada bakpia ini sangat bagus. Masyarakat membutuhkan rasa yang berbeda dari pada biasanya untuk mengurangi kebosanan. Dengan adanya variasi rasa yang bermacam-macam, konsumen dapat memilih rasa bakpia sesuai dengan rasa yang mereka sukai.
Untuk pengembangan produk dari segi ukuran bakpia, omahe bakpia memproduksi bakpia yang berukuran lebih kecil atau dinamakan bakpia unyil. Bakpia unyil tersebut berukuran lebih kecil sehingga konsumen dapat menikmati bakpia dengan sekali gigitan. Walaupun berukuran lebih kecil, namun tidak mengurangi kualitas dari bakpia unyil ini sehingga dari segi rasa dan komposisi bahan serta isian, sama dengan bakpia biasa, namun dibuat dengan lebih kecil. Renyah diluar dan lembut di isianya yang menjadi ciri khas dari bakpia ini juga tetap dapat dinikmati konsumen melalui bakpia unyil ini.
b. Ongkos produk
Untuk produk bakpia unyil, bahan baku yang digunakan sama dengan bakpia yang berukuran biasa. Akan tetapi dalam varian rasanya, bakpia unyil hanya tersedia rasa coklat, keju dan kacang hijau saja. Untuk bakpia unyil, diproduksi sebanyak 400 kemasan. Rincian biaya bahan bakunya adalah sebagai berikut:
1. Bahan baku pembuatan kulit bakpia
2. Tepung terigu 15 kg : Rp 104.400
3. Gula 3 kg : Rp 36.000
4. Mentega 0,75 kg : Rp 18.000
5. Susu 150 ml : Rp 2.100
6. Minyak 2,25 liter : Rp 46.125
TOTAL : Rp 206.625
1. Bahan baku pembuatan kumbu kacang hijau 1. Kacang hijau 4,5 kg : Rp 65.250
1. Tepung terigu 15 kg : Rp 104.400
3. Bahan baku pembuatan kumbu keju
1. Tepung terigu 15 kg : Rp 104.400 sehingga untuk 400 kardus menjadi Rp 400.000. Total biaya pekerja dan biaya kemasan untuk memproduksi 400 kemasan bakpia menjadi Rp 4.900.000.
c. Waktu yang diperlukan
Pengembangan ukuan bakpia dengan ukuran yang lebih kecil memerlukan waktu 3 bulan yaitu pada bulan Oktober sampai Desember 2011. Berikut tabel 2 yang merupakan eaktu pengembangan produk
Tabel 2. Waktu Pengembangan Produk Bakpia Unyil
N
1. Tepung terigu 600 gram : Rp 4.000 terlebih dahulu dengan jumlah biaya total Rp. 39.000,00.
e. Kapabilitas pengembangan
Pengembangan produk ini sudah berjalan dengan baik dan produk bakpia mini ini dapat diterima oleh masyarakat. Dengan ukuran yang sekali makan bakpia ini cocok untuk makanan ringan sambil minum teh dan tidak mengenyangkan. Sehingga cocok sebagai makanan ringan. Disamping itu tepat untuk konsumen yang suka kepraktisan karena bakpia ini dapat dikonsumsi dalam sekali lahap tanpa menyebabkan remahan bakpia.
C. Product Opportunity Gap (POG) 1. Social Trends
Seiring dengan berkembangnya pengolahan pangan di Indonesia, kini produk bakpia tidak hanya berisi kacang hijau sebagaimana pertama kali diperkenalkan dulu. Selain bakpia kacang hijau, keju, coklat, susu, ubi ungu, ubi madu, dikenal juga bakpia isi pisang dan bakpia isi bekatul. Saat ini konsumen menyukai produk makanan cemilan dengan berbagai variasi rasa.
2. Economic Forces
menyesuaikan dengan keinginan pasar agar dapat bertahan di pasaran. Konsumen menyukai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harganya terjangkau.
3. Technology Advance
Saat ini sudah banyak digunakan peralatan dan mesin modern dalam pengolahan bakpia. Teknologi pengolahan bakpia yang umum digunakan biasanya adalah pada proses penggilingan bahan baku, pemipihan dan pengemasan. Penggilingan bahan baku menggunakan mesin penggiling atau mixer. Sedangkan pemipihan biasanya menggunakan mesin pemipih otomatis, sehingga kulit yang dihasilkan memiliki ketebalan yang sama. Teknologi yang digunakan dalam proses pengemasan adalah pengemasan
Bakpia yang diproduksi Omahe Bakpia merupaka makanan khas Yogyakarta yang berbentuk bulat berisi kacang hijau serta terdapat variasi rasa coklat keju, ubi ungu, dan ubi madu
2. Sasaran bisnis kunci
Produk diluncurkan pada bulan Desember 2013 dengan profit 100% 3. Pasar primer
Wisatawan yang datang ke Yogyakarta 4. Pasar sekunder
Mahasiswa dari luar kota. 5. Asumsi
Tersedia bakpia dengan berbagai variasi rasa yang diinginkan konsumen. 6. Pihak yang terkait
Produsen, konsumen, dan mitra usaha. B. Kuesioner Pendahuluan
berbentuk semi terbuka. Hasil dari kesioner ini akan diketahui atribut primer yang nantinya diperinci menjadi atribut sekunder yang akan menjadi butir pertanyaan di kuesioner lanjutan. Kuesioner pendahuluan terdapat pada lampiran 1. Berikut pengolahan data kuesioner pendauluan:
1. Pertanyaan: Jenis kelamin
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 3. tabel Jenis kelamin konsumen Bakpia
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
13 17
Presentase 43% 57%
Dari hasil tersebut, kemudian dibuat diagram pie sebagai berikut:
Jenis Kelamin; 43% Laki-laki; 57%
Jenis Kelamin
Gambar 1. Gambar Jenis kelamin konsumen Bakpia
Dari 30 responden kita mendapatkan responden yang didominasi perempuan karena mereka yang sering belanja makanan.
2. Pertanyaan: Usia responden
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 4. Usia Responden Bakpia
Usia
Usia; 67% < 17 tahun; 10%
17-25 tahun; 23%
Usia
Gambar 2. Gambar Konsumen Bakpia
Bakpia merupakam makanan ringan yang banyak di sukai oleh semua umur. Sebagian besar yang menyukai bakpia orang dewasa dengan umur 17-25 dengan 67%.
3. Pertanyaan: Status pekerjaan responden
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 5. Tabel Status Responden Bakpia
Stasus Pelajar Mahasiswa PNS
Lain-lain
18 5 7
Presentase 60% 17% 23%
Stasus; 60% Pelajar; 17%
Mahasiswa; 23%
Status
Gambar 3. Gambar Status Responden Bakpia Status dari responden bakpia sebagian besar adalah mahasiswa. 4. Pertanyaan: Uang yang dibelanjakan untuk oleh-oleh
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut:
Tabel 6. Tabel Uang yang dikeluarkan Responden untuk membeli oleh-oleh
Uang Yang Dikeluarkan
< Rp.
20.000,-Rp. 20.000-
Rp. 40.000-
85.000,-Rp.
85.000,-1 8 11 12
Presentase 3% 27% 37% 40%
Dari hasil tersebut, kemudian dibuat diagram pie sebagai berikut:
Uang Yang Dikeluarkan; 3% < Rp. 20.000,-; 25%
Rp. 20.000-40.000,-; 34% Rp. 40.000-85.000,-; 38%
Gambar 4. Gambar Uang yang dikeluarkan Responden untuk membeli oleh-oleh
Responden pada umumnya mengeluarkan uang untuk belanja oleh-oleh sekitar 40.000-85.000 dan bisa melebihi itu.
5. Pertanyaan: Dari mana mengetahui Omahe Bakpia
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 7. Tabel responden membeli bakpia dari
Mengetahui Omahe Keluarga Temen Internet
Lain-lain
8 21 1
Presentase 27% 70% 0% 3%
Dari hasil tersebut, kemudian dibuat diagram pie sebagai berikut:
Mengetahui Omahe; 27%
Keluarga; 70%
Temen; 3%
Mengetahui Omahe
Gambar 5. Gambar responden membeli bakpia dari
Responden pada umumnya mengetahui omahe bakpia dari temen yang sudah pernah mencicipi bakpia dari omahe bakpia.
6. Pertanyaan: Pandangan responden mengenai bakpia
Bakpia
Presentase 97% 3% 0% 0%
Dari hasil tersebut, kemudian dibuat diagram pie sebagai berikut:
Bakpia Merupakan; 97% Oleh-oleh khas Jogja; 3%
Bakpia Merupakan
Gambar 6. Pandangan responden terhadap bakpia Menurut responden luas bakpia merupakan oleh-oleh khas jogja. 7. Pertanyaan: Siapa yang dapat mengkonsumsi bakpia
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 9. Konsumen bakpia
Presentase 19% 28% 36% 17%
Yang Mengkonsumsi Bakpia; 19%
Anak-anak; 28% Remaja; 36%
Dewasa; 17%
Yang Mengkonsumsi Bakpia
Gambar 7. Konsumen Bakpia
Responden bakpia ini kebanyakan dari kalangan remaja sampai dewasa. 8. Pertanyaan: Berapa varian rasa bakpia yang diketahui
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 10. Variasi bakpia yang diketahui responden Variasi
Bakpia
Satu Dua Tiga > Tiga
3 3 4 22
presentase 10% 10% 13% 73%
Variasi Bakpia; 9% Satu; 9%
Dua; 13%
Tiga; 69%
Variasi Bakpia
Gambar 8. Variasi bakpia yang diketahui responden
Responden sudah mengetahui bahwa bakpia memiliki banyak variasi rasa lebih dari tiga.
9. Pertanyaan: Varian rasa yang diketahui (dalam pertanyaan ini, responden diperbolehkan untuk memilih jawaban lebih dari satu)
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 11. Varian rasa yang diketahui
Varian rasa yang diketahui
Kacang Hijau 30 32%
Keju 23 24%
Coklat 24 26%
Ubi Ungu 17 18%
Lainnya 7 7%
Kacang Hijau; 30%
Keju; 23% Coklat; 24%
Ubi Ungu; 17% Lainnya; 7%
Variasi Rasa yang Diketahui
Gambar 9. Diagram pie variasi rasa yang diketahui
Dari hasil tersebut, diketahu bahwa responden paling banyak mengetahui rasa kacang hijau yaitu sebesar 29%. Kemudian disusul dengan rasa cokelat sebesar 24%, rasa keju sebesar 23%, ubi ungu sebesar 17%, serta rasa lain yang diketahui responden. Rasa lain yang disebutkan antara lain rasa susu, durian, ketan hitam, pisang, cappucino, dan kumbu hitam.
10. Pertanyaan : apakah responden menginginkan adanya variasi rasa baru Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Menginginkan varian rasa baru Mengingikan Varian Rasa Baru
Ya 16 53%
Tidak 14 47%
Ya; 53% Tidak; 47%
Menginginkan Variasi Rasa
Gambar 10. Diagram pie menginginkan variasi rasa baru
Dari hasil tersebut, diketahui bahwa sebanyak 53% responden menginginkan adanya penambahan variasi rasa baru sedangakan 47% menyebutkan bahwa tidak perlu dilakuakan penambahan rasa. Kemudian responden menyebutkan rasa yang diinginkan antara lain adalah rasa buah – buahan seperti pisang, blueberry, strawberry, mangga, apel, anggur, jeruk, kelapa, vanila. Ada juga yang menginginkan variasi bakpia rasa asin seperti rasa ayam dan rasa abon. Ada juga yang enginginkan rasa kacang dan kacang merah.
11. Pertannyaan : Tekstur bakpia yang disukai responden
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 13. Tekstur bakpia yang disukai responden
Tekstur bakpia yang disukai
Lembut 28 93%
Keras 0 0%
Empuk 2 7%
Lembut; 93% Empuk; 7%
Tekstur Isi Bakpia
Gambar 11. Diagram pie tekstur isi bakpia
Dalam kuesioner, pilihan jawaban yang diberikan adalah isian bakpia yang empuk, keras, atau lembut yang lebih disukai responden. Dapat dilihat dari diagram pie yang telah dibuat, sebanyak 93% responden menginginkan isian yang lembut dan 7% memilih jawaban isian yang empuk yang diinginkan.
12. Pertanyaan : tekstur kulit bakpia yang diinginkan responden Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut:
Tabel 14. Tekstur bakpia yang diinginkan responden Tekstur kulit bakpia yang diinginkan
Renyah 16 53%
Empuk 14 47%
Keras 0 0%
Renyah; 53% Empuk; 47%
Tekstur Kulit Bakpia
Gambar 12. Tekstur kulit bakpia yang diinginkan
Dalam kuesioner, pilihan jawaban yang diberikan adalah tekstur kulit bakpia yang renyah, empuk, atau keras yang lebih disukai responden. Dapat dilihat dari diagram pie yang telah dibuat, sebanyak 53% responden menginginkan tektur kulit yang renyah dan 47% memilih jawaban tektur kulit yang empuk yang diinginkan.
13. Pertanyaan : bentuk bakpia yang responden ketahui (dalam pertanyaan ini responden diperbolehkan memilih lebih dari satu jawaban)
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 15. Bentuk bakpia yang diketahui
Bentuk bakpia yang diketahui
Bulat 30 83%
Kotak 2 6%
Stick 4 11%
Lainnya 0 0
Bulat; 83% Kotak; 6%Stick; 11%
Bentuk Bakpia yang Diketahui
Gambar 13. Diagram pie bentuk bakpia yang diketahui
Dalam kuesioner yang diberikan, pilihan jawaban yang diberikan adalah bentuk bakpia bulat, kotak, stick, atau responden mengetahui bakpia bentuk lain. Sebanyak 83% responden memilih jawaban bulat, sebanyak 11% responden mengetahui bentuk bakpia stick, dan 6% memilih bentuk bakpia kotak.
14. Pertanyaan: Apakah kemasan bakpia selama ini sudah menarik Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Kemasan bakpia sudah menarik Kemasan bakpia sudah menarik
Ya 26 87%
Tidak 4 13%
Ya; 60% Tidak; 40%
Kemasan Bakpia Sudah Menarik
Gambar 14. Diagram pie kemasan bakpia menarik
Dari diagram pie tersebut dapat dilihat bahwa sebanyak 60% responden memilih jawaban ya artinya kemasan bakpia sudah cukup menarik dan sebanyak 40% menjawab tidak.
15. Pertanyaan : bentuk kemasan seperti apa yang diinginkan responden Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Bentuk kemasan yang diinginkan Bentuk Kemasan yang diinginkan
Kotak 19 63%
Silinder 6 20%
Limas 2 7%
Lainnya 4 13%
Kotak; 61% Silinder; 19%
Limas; 6%
Lainnya; 13%
Bentuk Kemasan yang Diinginkan
Gambar 15. Diagram pie bentuk kemasan yang diinginkan
Dalam kuesioner, diberikan pilihan jawaban kepada responden yaitu bentuk kotak, silinder, limas, atau bentuk lain yang diinginkan konsumen. Dari diagram pie, didapatka sebanyak 61% responden menginginkan kemasan kotak. Responden berpendapat bahwa kemasan kotak lebih mudah untuk dibawa. Sebanyak 19% memilih jawaban kemasan silinder atau tabung. Sebanyak 13% memilih kemasan bentuk lain. Kemasan yang disebutkan responden antara lain kemasan bulat ornamen bunga, kemasan berbnetuk hati, dan ada juga yang memberika pendapat kemasan berbentuk seperti kendil. Dan sebanyak 7% memilih kemasan berbentuk limas.
16. Pertanyaan: apakan harga bakpia telah sesuai dengan kualitas yang diinginkan responden
Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut: Tabel 18. Harga sesuai kualitas
Harga sesuai kualitas
Ya 26 87%
Tidak 4 13%
Ya; 87% Tidak; 13%
Harga Telah Sesuai dengan Kualitas Produk
Gambar 16. Diagram pie harga telah sesuai dengan kualitas produk Dari hasil diagram pie tersebut, diketahui bahwa sebanyak 87% responden memilih jawaban ya. Dan 13% lainya memilih tidak karena alasan harga terlalu mahal.
17. Pertanyaan: Dimana responden biasnaya membeli bakpia Hasil dari perolehan jawaban responden adalah sebagai berikut:
Tabel 19. Tempat membeli bakpia Tempat membeli bakpia
Toko oleh-oleh 29 97%
Pasar Tradisional 1 3%
Minimarket Lainnya
Toko oleh-oleh; 97% Pasar Tradisional; 3%
Tempat Membeli Bakpia
Gambar 17. Diagram pie tempat membeli bakpia
Dalam kuesioner, diberikan pilihan tempat yang biasanay menjual bakpia seperti toko oleh – oleh, pasar tradisional, minimarket, dan tempat lain yang mungkin responden ketahui. Dari diagram pie, sebanyak 97% responden membeli bakpia di toko oleh – oleh dan sebanyak 3% mebeli bakpia di pasar tradisional.
C. Kuesioner Lanjutan
Setelah diketahui atribut primer produk kemudian dilakukan penyebaran kuesioner lanjutan untuk memperoleh atribut sekunder dari produk. Kuesioner lanjutan ini menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat kepentingan dari atribut sekunder yang telah dijabarkan dari atribut primer seselumnya. Kuesioner lanjutan ini terlampir dalam lampiran 2. Berikut tabel yang merupakan hasil pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS:
Tabel 20. Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized
Items N of Items
Dari tabel hasil uji reliablitas, diperoleh bahwa data Kuesioner reliabel karena nilai Cronbach's Alpha Based on Standardized Items lebih besar daripada 0.6, yang berarti hasil pengukuran dapat diandalkan. Dilakukan pula pengujian validitas pada tabel 21 berikut ini.
Tabel 21. Item-Total Statistics
VAR00001 55.8667 60.189 .477 .713 .793
VAR00002 56.3667 60.930 .588 .860 .787
VAR00003 56.1667 62.006 .490 .823 .793
VAR00004 55.7000 61.459 .341 .730 .804
VAR00005 55.3000 60.769 .600 .631 .786
VAR00006 56.1333 61.775 .360 .612 .802
VAR00007 54.9667 62.447 .610 .698 .789
VAR00008 55.4667 61.844 .408 .769 .798
VAR00009 55.9000 64.231 .288 .838 .805
VAR00010 55.0333 58.654 .626 .734 .782
VAR00011 55.5667 62.737 .385 .804 .799
VAR00012 55.0000 62.690 .485 .958 .794
VAR00013 54.7667 65.220 .352 .858 .802
VAR00014 55.5333 66.189 .101 .579 .823
VAR00015 55.8000 62.303 .432 .661 .796
Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa terdapat 2 data kuesioner atau pernyataan yang tidak valid karena nilai R hitung (Corrected Item-Total Correlation) lebih kecil daripada R tabel untuk alpha 5% yaitu 0.3061. Pernyataan yang tidak valid terdapat pada pernyataan 9 yaitu dengan R sebesar 0,288. Pernyataan poin 9 yaitu “Bentuk bakpia bulat”. Kemudian, pernyataan yang tidak valid terdapat pada pernyataan 14 yaitu dengan R sebesar 0,101. Pernyataan poin 14 yaitu “Harga bakpia Rp 12.000,00 – Rp 17.000,00”.
Setelah dilakukan pengolahan data pada kuesioner lanjutan yang telah disebarkan, kemudian diketahui validitas serta realibilitas dari kuesioner tersebut. Dari hasil yang diperoleh, diketahui bahwa terdapat dua pertanyaan yang tidak valid yakni pertanyaain untuk atribut primer bentuk yang pernyataanya bentuk bakpia bulat serta pada atribut primer pertanyaan harga yakni pernyataan harga bakpia Rp 17.000 – Rp 22.000. Dari dua pernyataan yang hasilnya tidak valid tersebut, tim pengembangan produk memutuskan untuk membuang dua pernyataan tidak valid tersebut. pada atribut primer bentuk, pernyataan sudah dijelaskan pada pernyataan kedua bahwa bentuk bakpia seragam. Poin pernyataan tersebut telah dapat menjadi tolak ukur dalam menentukan bentuk bakpia yang diinginkan konsumen sehingga poin pernyataan pertama mengenai bentuk bakpia bulat kami buang dari daftar pernyataan. Sedangkan pada atribut harga, pada 2 pernyataan lain juga telah memberikan tolak ukur mengenai gambaran range
harga yang diinginkan oleh konsumen untuk membeli bakpia. Sehingga poin pernyataan tersebut dibuang tau dihilangkan. Sehingga total pernyataan hanya menjadi 14 buah pernyataan untuk selanjutnya dilakukan pembobotan dari tingkat kepentingan tersebut.
atribut tersebut. Kemudian hasil rata – rata tersebut diurrutkan dari yang mempunyai tingkat kepentingan yang paling tinggi yakni yang memiliki rata – rata tertinggi ke yang paling rendah atau yang memiliki rata – rata terendah. Kemudian dihitung bobot dengan cara mengalikan rata – rata dengan jumlah rata rata kemudian dikalikan 100. Berikut tabel 23 yang merupakan perhitungan tingkat kepentingan dan bobot atribut mutu.
Tabel 23. Hasil Pengolahan Data Kuesioner Tingkat Kepentingan
Dari 14 atribut yang ditanyakan, kemasan mudah dibawa menduduki mimiliki tingkat kepentingan yang paling tinggi dengan nilai bobot 8,76524. Dibawahnya dengan nilai bobot 8,38137, merupakan peringkat kedua tingkat kepentingan yaitu tekstur kumbu bakpia lembut sehingga mudah dikonsumsi oleh semua kalangan. Nilai
Atribut mutu bakpia Tingkat Kepentinga n
Bobot Tingkat Kepentingan (%)
1 Kemasan mudah dibawa 4,567 8,765242293
2 Tekstur kumbu bakpia lembut 4,367 8,381365871 3 Desain kemasan eye catching 4,333 8,317258508
4 Bentuk bakpia seragam 4,300 8,253343084
5 Kombinasi rasa pisang coklat 4,033 7,741443874 6 Kulit bakpia renyah saat digigit 3,867 7,421674814 7
Warna kemasan menunjukkan rasa
bakpia 3,767 7,229736603
8 Kombinasi rasa pisang keju 3,633 6,973691029 9
Harga bakpia Rp 17.000,00 – Rp
22.000,00 3,533 6,781752818
10 Penambahan variasi rasa pisang 3,467 6,653921969 11 Kombinasi rasa pisang coklat kejus 3,200 6,14202276 12 Penambahan variasi rasa blueberry 3,167 6,078107336 13 Penambahan variasi rasa strawberry 2,967 5,694230913 14
Harga bakpia Rp 22.000,00 – Rp
27.000,00 2,900 5,566208126
bobot 8,31726, 8; 8,2533431; 7,7414439; 7,4216748 berturut-turut sesuia tingkat kepentingannya desain kemasan eye catching; bentuk bakpia seragam; kombinasi rasa pisang coklat; dan kulit bakpia renyah saat digigit.
III.TAHAP KREATIF
Untuk mengetahui detail produk dilakukan penentuan target spesifikasi produk. Penentuan spesifikasi produk ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner dibuat berdasakan atribut mutu dari kuesioner tingkat kepentingan yang sebelumnya telah disebarkan. Namun kuesioner kali ini, atribut mutu lebih dirperinci agar diperoleh informasi mengenai keinginan konsumen yang lebih detil terhadap produk yang akan dikembangkan. Dalam kuesioner ini hanya dimasukkan 9 atribut dari hasil perhitungan kepentingan yaitu atribut kemasan mudah dibawa, tekstur isi, desain kemasan eye catching, bakpia berukuran seragam, desain warna kemasan menunjukkan rasa, dan harga bakpia. Data ini nantinya diolah dan dijadikan informasi untuk menyusun spesifikasi produk yang akan dikembangkan. Kuesioner yang digunakan untuk menentukan spesifikasi produk bakpia terdapat pada lampiran 3.
Dari kuesioner tersebut dapat diketahui dengan terperinci keinginan konsumen terhadap produk baru. Misalnya pada pertanyaan nomor 3, tim pengembang produk akan dapat mengetahui kemasan eye catching yang diinginkan konsumen tersebut warna yang digunakan terang atau gelap. Dari informasi ini nantinya akan dibuat susunan spesifikasi produk yang akan dikembangkan. Berikut hasil pengolahan data dari kuesioner yang telah disebarkan:
Tabel 24. Hasil Pengolahan Data Kuesioner Spesifikasi Produk
No Pernyataan Jumlah Presentase
1 Kemasan mudah dibawa
b. Dapat dibawa dua tangan 1 3% 2 Tekstur kumbu bakpia lembut
a. Lembut 29 97%
b. Tidak lembut 1 3%
3 Desain kemasan eye catching
a. Warna terang 25 83%
b. Warna gelap 5 17%
4 Bentuk bakpia seragam
a. Besar 9 30%
b. Kecil 21 70%
5 Kulit bakpia renyah saat digigit
a. Renyah satu lapis 15 50%
b. Renyah berlapis 15 50%
6 Warna kemasan menunjukkan rasa bakpia
a. Dua kombinasi warna 18 60%
Kuesioner diatas disebarkan kepada 30 responden dengan rincian 16 orang mahasiswa dan 14 orang masyarakat umum. Berdasarkan hasil kuesioner diatas, dapat dilihat bahwa 97% responden menginginkan kemasan yang dapat dibawa satu tangan dan 3% sisanya menginginkan kemasan yang dapat dibawa dua tangan.
Pada poin ketiga 83% responden menginginkan desain kemasan yang eye cathching dengan warna terang dan 17% sisanya menginginkan desain kemasan yang eye cathching dengan warna gelap.
Pada poin keempat 30% responden menginginkan bentuk bakpia seragam dengan ukuran besar dan 70% sisanya menginginkan bentuk bakpia seragam dengan ukuran kecil.
Pada poin kelima 50% responden menginginkan kulit bakpia renyah satu lapis saat digigit dan 50% sisanya menginginkan kulit bakpia renyah berlapis.
Pada poin keenam 60% responden menginginkan dua kombinasi warna kemasan yang menunjukkan rasa bakpia dan 40% sisanya menginginkan tiga kombinasi warna kemasan yang menunjukkan rasa bakpia.
Pada poin ketujuh 43% responden menginginkan penambahan variasi rasa bakpia pisang coklat keju, 30% variasi rasa bakpia pisang coklat, 17% variasi rasa blueberry, 7% variasi rasa strawberry dan 3% variasi rasa pisang keju.
Pada poin kedelapan 97% responden menginginkan harga bakpia berkisar antara Rp 17.000,00 – Rp 22.000,00 dan 3% sisanya menginginkan harga bakpia berkisar antara Rp 22.000,00 – Rp 27.000,00.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa target spesifikasi yang pasti terdapat dalam produk adalah:
a. Kemasan bakpia dapat dibawa satu tangan
b. Desain kemasan yang eye cathching dengan warna terang c. Bentuk bakpia seragam dengan ukuran kecil
d. Kemasan bakpia memiliki dua kombinasi warna
e. Harga bakpia berkisar antara Rp 17.000,00 – Rp 22.000,00
coklat keju dan 30% variasi rasa bakpia pisang coklat. Atribut ini akan dijadikan alternatif dalam penyusunan konsep produk.
Selanjutnya dibuat diagram FAST untuk memetakan fungsi atribut. Berikut diagram FAST produk bakpia:
Gambar 18. Diagram FAST IV. PENENTUAN KONSEP PRODUK
Dalam penyusunan konsep produk, tim pengembang tidak melakukan perubahan pada kemasan melainkan berfokus pada produk bakpia hal tersebut dikarenakan kemasan yang ada saat ini telah sesuai dengan keinginan konsumen berdasarkan dari kuesioner yaitu kemasan mudah dibawa dengan satu tangan yng mana kemasan saat ini dapat dibawa satu tangan dengan mudah karena ukurannya kcil, desain kemasan eye cacthing dengan warna gelap, dan warna kemasan menunjukkan rasa bakpia dengan dominasi dua warna.
Alternatif pilihan rasa yang dipilih oleh responden yang diketahui dari tabel spesifikasi produk adalah, sebanyak 30% memilih kombinasi rasa kumbu
bakpia pisang cokelat. Dan sebanyak 43% memilih kombinasi rasa kumbu bakpia pisang cokelat keju. Dari tabel spesifikasi produk diketahui bahwa kulit bakpia renyah saat digigit memiliki hasil yang berimbang yakni 50% memilih renyah 1 lapis dan 50% memilih renyah berlapis sehingga keduanya digunakan untuk penyusunan konsep. Dari hasil tersebut dapat diperoleh alternatif untuk pengembangan pada tabel 23 berikut:
Tabel 25. Alternatif Pemgembangan No Aspek – aspek
Pengembangan Alternatif - alternatif
1 Penambahan variasi rasa 1. Kombinasi rasa pisang cokelat
2. Kombinasi rasa pisang cokelat keju
2 Kulit bakpia renyah 1. Renyah satu lapis 2. Renyah berlapis
Dari alternatif tersebut, terdapat 2 atribut mutu yang harus dikombinasikan yakni variasi rasa dan tekstur kulit bakpia yang renyah. Berikut bagan alternatif:
Variasi Rasa Tekstur kerenyahan kulit bakpia
Gambar 19. Alternatif Konsep Produk
Dari hasil pengkombinasian aspek – aspek pengembangan konsep, diperoleh 4 macam konsep. Keempat macam konsep tersebut selanjutnya dibuat prototipe-nya sesuai dengan atribut mutu yang telah ditetapkan dan atribut mutu
yang dikembangkan. Tim pengembangan produk memtuskan untuk membuat prototipe bakpia keempat macam konsep yang dihasilkan. Berikut prototipe dari konsep produk:
Gambar 20. Konsep Produk
Dari keempat konsep tersebut dilakukan pengujian konsep. Pengujian konsep dilakukan dengan uji kesukaan menggunakan kuesioner yang terlampir pada lampiran 4. Konsep yang dinilai adalah 4 konsep produk yang dihasilakan, ditambah produk pembanding. Produk pembanding tersebut adalah bakpia “Omahe Bakpia” dengan varian rasa yang sudah ada. Hasil dari kuesioner kesukaan terdapat pada lampiran 5.
Pada tahapan ini, ditentukan performansi dari tiap atribut mutu yang telah ditentukan tersebut dengan cara mengkalikan hasil penilainan konsumen yakni yang berupa skala likert dengan bobot masing – masing atribut mutu. Bobot
tersebut merupakan bobot tingkat kepentingan relatif tiap atribut dibagi dengan total bobot tingkat kepentingan relatif seluruh atribut dikalikan 100%. Tingkat performansi yang dihitung tersebut merupakan hasil dari kuesioner kesukaan untuk menilai konsep mana yang paling disukai oleh responden dibandingkan dengan produk pesaing yakni produk yang telah ada di pasar. Nilai performansi tersebut dihitung per atribut mutu yang telah ditentukan yakni kombinasi rasa, tekstur kulit serta tekstur kumbu. Hasil nilai performansi yang telah dihitung adalah sebagai berikut:
Tabel 26. Performansi per Atribut Mutu Nilai adalah konsep 3 yakni bakpia pisang cokelat keju dengan kulit renyah berlapis dengan total nilai performansi sebesar 331,124. Hasil nilai total performasi yang didapatkan pada konsep 3 tersebut cukup jauh dari nilai performansi produk pasar atau pesaing yakni 278,538 sehingga tidak dilakukan uji statistik lanjutan. Sehngga ditentukanlah konsep 3 yang dipilih untuk selanjutnya dihitung value
dari konsep yang baru tersebut.
Value konsep didapatkan dari perhitungan nilai performansi dibagi dengan biaya produksi. Rincian biaya masing – masing konsep produk adalah sebagai berikut:
1. Konsep 1
44 g pisang kepok: Rp 2.750,00 34 g coklat : Rp 1.000,00 45 g keju : Rp 2.925,00
Total :Rp 11.575,00
2. Konsep 2
90 g tepung : Rp 2.400,00 30 ml minyak : Rp 2.500,00 44 g pisang kepok: Rp 2.750,00 45 g keju : Rp 2.925,00
Total :Rp 10.575,00
3. Konsep 3
95 g tepung : Rp 2.625,00 30 ml minyak : Rp 2.500,00 44 g pisang kepok: Rp 2.750,00 34 g coklat : Rp 1.000,00 45 g keju : Rp 2.925,00
Total : Rp 11.800,00
4. Konsep 4
95 g tepung : Rp 2.625,00 30 ml minyak : Rp 2.500,00 44 g pisang kepok: Rp 2.750,00 45 g keju : Rp 2.925,00
Total : Rp 10.800,00
Dari hasil total biaya tersebut, kemudian ditentukan value dari masing – masing konsep produk. Hasil dari masing – masing value konsep adalah sebagai berikut:
Dari hasil tersebut, diketahui bahwa yang memiliki nilai value yang paling tinggi didapatkan oleh konsep 3 yakni sebesar 0,028. Sehingga konsep tiga yakni bakpia pisang cokelat keju dengan kulit renyah berlapis yang dipilih.
V. KESIMPULAN
Dari tahapan yang dilakukan diperoleh produk yang akan dikembangkan adalah bakpia pisang coklat keju dengan kulit berlapis yang mana nilai performansinya sebersar 331,124 dan value sebesar 0,028.
Uji Value Total Performansi Biaya Value
Produk pasar 278,538 12.250 0,023
Konsep 1 306,340 11.575 0,026
Konsep 2 261,994 10.575 0,025
Konsep 3 331,124 11.800 0,028
Lampiran 1
KUESIONER
PENGEMBANGAN PRODUK BAKPIA
Yth. Pelanggan Bakpia di tempat
Kami adalah mahasiswa semester tujuh Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada. Saat ini kami sedang melakukan penelitian mengenai pengembangan produk Bakpia dalam rangka pelaksanaan tugas kuliah. Untuk itu, kami mohon kesediaan Anda membatu kami untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner ini.
Kuesioner ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian I dan bagian II. Bagian I berisi data pribadi Anda serta pertanyaan-pertanyaan umum dan pada bagian II berkaitan pada atribut-atribut produk Bakpia. Jawaban yang Anda berikan tidak dinilai benar atau salah. Oleh karena itu, kami mohon setiap pertanyaan dijawab sesuai dengan pemikiran dan kondisi Anda dan pastikan tidak ada pertanyaan yang terlewati. Hasil dari kuesioner dan data pribadi Anda bersifar rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Atas kesediaan Anda meluangkan waktu dan kerjasama yang Anda erikan, kami ucapkan terimakasih
Hormat kami,
A. Bagian I
Petunjuk Umum :
Mohon semua jawaban dibawah ini dijawab dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda sesungguhnya.
1. Jenis kelamin:
a. Pria b. Wanita
2. Usia saat ini :
a. < 17 tahun c. 26-35 tahun b. 17-25 tahun d. >36 tahun 3. Status pekerjaan :
a. Pelajar c. PNS
b. Mahasiswa d. ………
4. Berapa yang anda belanjakan untuk membeli makanan oleh-oleh: a. < Rp 20.000,- c. Rp
40.000-85.000,-b. Rp 20.000-40.000,- d. > Rp 85.000,-5. Darimana Anda mengetahui Omahe Bakpia?
a. Keluarga c. Internet b. Teman d. ………….. B. Bagian II
Petunjuk Umum:
1. Jawablah pernyataan dibawah ini yang menyangkut pengalaman Anda mengkonsumsi produk Bakpia dengan memberikan tanda silang (X) dikolom yang telah disediakan.
2. Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pemikiran Anda
3. Jika ingin mengganti jawaban, maka berilah coretan berupa satu garis mendatar pada kolom yang sebelumnya diberi tada silang (X) dan berilah tanda silang (X) pada kolom lain yang benar-benar jawaban Anda.
1. Bakpia merupakan...
d. Lansia
3. Di sekitar anda ada berapa varian rasa bakpia yang anda ketahui? a. Satu
b. Dua c. Tiga
d. Lebih dari tiga
4. Varian rasa bakpia yang anda ketahui (boleh pilih lebih dari satu jawaban): a. Kacang hijau
b. Keju c. Cokelat d. Ubi ungu e. Lainya...
5. Apakah anda menginginkan variasi rasa baru? a. Ya. Sebutkan...
b. Tidak
6. Tekstur isi bakpia yang anda sukai: a. Lembut
b. Keras c. Empuk
7. Tekstur kulit bakpia yang anda sukai: a. Renyah
b. Empuk c. Keras
8. Bentuk bakpia yang anda ketahui (boleh pilih lebih dari satu jawaban) : a. Bulat
b. Kotak c. Stick d. Lainya...
9. Apakah kemasan bakpia selama ini sudah menarik? a. Ya
b. Tidak
10. Bentuk kemasan seperti apa yang anda inginkan? a. Kotak
11. Apakah harga bakpia sudah sesuai dengan kualitas produk yang anda inginkan?
a. Ya b. Tidak
12. Dimana biasanya anda membeli bakpia? a. Toko oleh – oleh
b. Pasar tradisional
Lampiran 2
KUESIONER
PENGEMBANGAN PRODUK OMAHE BAKPIA
Yth. Konsumen Bakpia di tempat
Kami adalah mahasiswa semester tujuh Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada. Saat ini kami sedang melakukan penelitian mengenai pengembangan produk di Omahe Bakpia dalam rangka pelaksanaan tugas kuliah. Untuk itu, kami mohon kesediaan Anda membantu kami untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner ini.
Kuesioner ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian I dan bagian II. Bagian I berisi data pribadi Anda serta pertanyaan-pertanyaan umum dan pada bagian II berkaitan pada atribut-atribut produk Bakpia. Jawaban yang Anda berikan tidak dinilai benar atau salah. Oleh karena itu, kami mohon setiap pertanyaan dijawab sesuai dengan pemikiran dan kondisi Anda dan pastikan tidak ada pertanyaan yang terlewati. Hasil dari kuesioner dan data pribadi Anda bersifar rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Atas kesediaan Anda meluangkan waktu dan kerjasama yang Anda berikan, kami ucapkan terimakasih
Hormat kami,
C. Bagian I
Petunjuk Umum :
Mohon semua jawaban dibawah ini dijawab dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda sesungguhnya.
6. Jenis kelamin:
a. Pria b. Wanita
7. Usia saat ini :
c. < 17 tahun c. 26-35 tahun
d. 17-25 tahun d. >36 tahun
8. Status pekerjaan :
c. Pelajar c. PNS
d. Mahasiswa d. ………
9. Berapa yang anda belanjakan untuk membeli makanan oleh-oleh: c. < Rp 20.000,00 c. Rp 40.000,00 - 85.000,00 d. Rp 20.000,00 - 40.000,00 d. > Rp 85.000,00
D. Bagian II
Petunjuk Umum:
4. Jawablah pernyataan dibawah ini yang menyangkut pengalaman Anda mengkonsumsi bakpia dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom pilihan jawaban yang telah disediakan
5. Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pemikiran Anda
N
o Atribut Primer Pernyataan STP TP Cukup P SP
1 Rasa
Kulit bakpia renyah saat digigit
3 Bentuk Bentuk bakpia bulatBentuk bakpia seragam
4 Kemasan
Warna kemasan
menunjukkan rasa bakpia
Desain kemasan eye catching
STP = Sangat Tidak Penting TP = Tidak Penting
P = Penting
Lampiran 3
KUESIONER
PENGEMBANGAN PRODUK OMAHE BAKPIA
Yth. Konsumen Bakpia di tempat
Kami adalah mahasiswa semester tujuh Jurusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Gadjah Mada. Saat ini kami sedang melakukan penelitian mengenai pengembangan produk di Omahe Bakpia dalam rangka pelaksanaan tugas kuliah. Untuk itu, kami mohon kesediaan Anda membantu kami untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner ini.
Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan berkaitan pada atribut-atribut produk Bakpia. Jawaban yang Anda berikan tidak dinilai benar atau salah. Oleh karena itu, kami mohon setiap pertanyaan dijawab sesuai dengan pemikiran dan kondisi Anda dan pastikan tidak ada pertanyaan yang terlewati. Hasil dari kuesioner dan data pribadi Anda bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Atas kesediaan Anda meluangkan waktu dan kerjasama yang Anda berikan, kami ucapkan terimakasih
Hormat kami,
Nama :______________________________ Jenis kelamin :______________________________ Pekerjaan : ______________________________ Petunjuk Umum:
7. Jawablah pernyataan dibawah ini yang menyangkut pengalaman Anda mengkonsumsi bakpia dengan memberikan tanda silang (X) pada kolom pilihan jawaban yang telah disediakan
8. Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pemikiran Anda
9. Jika ingin mengganti jawaban, maka berilah coretan berupa satu garis
mendatar pada kolom pilihan jawaban yang sebelumnya diberi tada silang (X) dan berilah tanda silang (X) pada kolom pilihan jawaban lain yang benar-benar jawaban Anda.
1. Kemasan mudah dibawa a. Dapat dibawa satu tangan b. Dapat dibawa dua tangan 2. Tekstur kumbu bakpia lembut
a. Lembut b. Tidak lembut
3. Desain kemasan eye catching a. Warna terang
b. Warna gelap
4. Bentuk bakpia seragam a. Besar
b. Kecil
5. Kulit bakpia renyah saat digigit a. Renyah satu lapis
b. Renyah berlapis
f. Strawberry 8. Harga bakpia
Lampiran 4
Kuesioner Pengujian Konsep Produk
Nama Anda : ... Jenis Kelamin : ...
Berikut ini Anda diminta memberikan penilaian tentang bakpia yang kami ajukan. Berilah tanda silang (X) pada angka yang sesuia dengan penilaian Sodara:
1 : Sangat Tidak Suka 3: Biasa 5 : Sangat Suka
2 : Tidak Suka 4 : Suka
Produk Pasar Konsep Produk 1
Lampiran 5
HASIL KUESIONER KESUKAAN Konsep 1
Responden Atribut mutu
Rasa Tekstur kulit Tektur isi
nilai
performansi 110,8335 89,1864 106,3202
Konsep 2
Responden Atribut Mutu
Rasa Tekstur kulit Tektur isi
Responden Atribut Mutu
Rasa Tekstur kulit Tektur isi