• Tidak ada hasil yang ditemukan

Submitt Abstract Seminar URDI Asnawi Manaf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Submitt Abstract Seminar URDI Asnawi Manaf"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN KEBERKELANJUTAN PEMBANGUNAN

PERUMAHAN MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF

DR.-Ing. ASNAWI

Peneliti Laboratorium Pembangunan Kota, Jurusan Perencaaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Abstrak

Sejarah pembangunan perumahan dan permukiman di Indonesia hingga kini ditandai dengan semakin berkurangnya peran negara dalam menjamin pemenuhan kebutuhan perumahan bagi seluruh rakyat. Kebijakan pembangunan yang lebih bertumpu pada mekanisme pasar dengan pola penyaluran sisi penyediaan (supply side) pada kenyataannya telah berdampak pada distribusi sumber daya kunci pembangunan yang semakin tidak memihak kepada masyarakat yang sungguh-sungguh membutuhkan rumah. Belajar dari pengalaman ini pemerintah mencanangkan satu pendekatan pembangunan perumahan yang lebih partisipatif dengan pola penyaluran perumahan yang berbasis pada permintaan (demand driven) yang diterjemahkan ke dalam program Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Kelompok (P2BPK).

Artikel ini menguraikan hasil penelitian dan pengalaman penerapan pendekatan ini di Semarang dengan mengambil 2 kasus (KSM Pudak Payung dan KSM Bangetayu). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindak partisipatif (Participatory Action Research). Dari penelitian ini ditemukan beberapa pembelajaran (lessons learnt) sebagai berikut:

Tingkat keberhasilan penerapan pendekatan pembangunan P2BPK secara kuantitatif masih sangat kecil

bahkan tidak sedikit kegiatan yang berakhir dengan kekecewaan di tengah masyarakat. KSM Pudak Payung salah satu pengalaman kegagalan tersebut dan KSM Bangetayu adalah salah satu pengalaman yang berhasil.

Salah satu faktor utama kegagalan program adalah karena pola pembiayaan perumahan yang masih

menganut sistem perbankan konvensional sehingga tidak dapat diterapkan bagi masyarakat yang secara ekonomi tidak layak mendapatkan kredit (non bankable).

Ditinjau dari sisi pendekatannya, pola ini lebih dapat menjamin ketepatan sasaran program. Pada KSM

Bangetayu dapat diamati bahwa rumah yang mereka bangun segera dihuni. Hasilnya adalah lingkungan dan nilai lahan tempat tinggal mereka juga segera meningkat.

Dari sisi perBankan, hal ini meningkatkan jaminan pengembalian kredit.

Secara umum penerapan pola pendekatan ini dapat meningkatkan keberlanjutan pembangunan perumahan

sebab sumberdaya yang ada dan terbatas telah dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahun 2000 pemerintah telah memberikan perhatian perspektif pembangunan industri kecil menengah berbasis kluster atau disebut pendekatan konsentrasi spasial, kebijakan

Penyebaran informasi pembangunan daerah yang dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan budaya dengan menggunakan pertunjukan tradisional berupa wayang kulit,

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola semua sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan

Bandara Mali Alor merupakan bandara berbasis internasional yang telah melakukan perluasandan pembangunan melewati sayembara nusantara. Bandara Mali juga menjadi salah satu jalur transportasi yang berperan penting, terutama dengan terjadinya peningkatan kepadatan pengunjung. Pada tinjauan perancangan desain, dilakukan beberapa tahap analisis dengan pendekatan 7 aspek, yaitu form and space, experience, building systems, place and context, user experience, dan ideas. Seluruh aspek tersebut akan menganalisa karakter masyarakat setempat dan mempelajari ragam budaya di Pulau Alor untuk meberikan solusi dari masalahyang kerap dialami pengunjung bandara. Proses Desain Interior pada Terminal Bandar UdaraMali diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual dari Pulau Alor sendiri yang memiliki potensi perkembangan ekonomi setempat terutama dalam bidang pariwisata. Bagian proses dari perancangan Interior Bandara Mali meliputi identifikasi, analisis, kajian data. Hasil dari bahasan tersebut yaitu merupakan pengembangan konsep, pemaparan alur cerita yang baru, suasana, psikologi pengunjung, dan peningkatan fasilitas. Implementasi dari konsep desain adalah penerapan unsur budaya yang dekat dengan alam, sehingga dapat terwujudnya representasi Pulau Alor terhadap pintu atau gate sebagai sambutan selamat datang dengan memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung. Proses desain dilakukan dengan pendekatan psikologi panca indra seperti teori yang dikembangkan oleh Weinscheck (2011;2) Kata kunci: terminal bandara, Pulau Alor, budaya, alam,