• Tidak ada hasil yang ditemukan

... V'\ ~ REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "... V'\ ~ REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

L ': . .. °V'\ ~·· • REPUBLIK INDONESIA PERSETUJUAN ANT ARA

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN

PEMERINTAH JEPANG TENT ANG

PENGALIHAN ALA T DAN TEKNOLOGI PERTAHANAN

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang (selanjutnya disebut sebagai "Para Pihak"),

Memperhatikan hubungan kerja sama yang ada antara kedua Pihak di bidang pertahanan keamanan;

Memperhatikan tujuan dan prinsip dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa; Memperhatikan Memorandum antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Jepang tentang Kerja Sama dan Pertukaran di Bidang Pertahanan yang ditandatangani di Tokyo, pada tanggal 23 Maret 2015;

Menghormati prinsip kesetaraan, manfaat bersama, kedaulatan dan keutuhan wilayah kedua negara;

Berkeinginan bahwa kerja sama di bidang alat dan teknologi pertahanan dimana Para Pihak yang berpartisipasi harus berkontribusi pada perdamaian dan keamanan internasional;

Mengakui adanya kebutuhan untuk menyusun syarat dan ketentuan yang harus mengatur pengalihan alat dan teknologi pertahanan; dan

Sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di masing-masing negara;

Telah menyetujui hal-hal berikut:

!

t

(2)

. I

PASALI

1. Masing-masing Pihak wajib, dengan tunduk pada hukum dan peraturan

perundang-undangan yang berlaku di negaranya dan sesuai dengan ketentuan Persetujuan ini, menyediakan alat dan teknologi pertahanan untuk Pihak lainnya yang diperlukan guna melaksanakan proyek yang akan ditentukan sesuai dengan ketentuan ayat dua (2) di bawah. Proyek tersebut adalah proyek untuk berkontribusi pada perdamaian dan keamanan internasional; proyek penelitian, pengembangan dan produksi bersama; atau proyek untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan keamanan.

2. Proyek tertentu wajib diputuskan oleh Para Pihak secara bersama,

dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk keamanan negara masing-masing, dan dikonfirmasi oleh Para Pihak melalui saluran

diplomatik .

PASAL II

1. Komite Bersama wajib dibentuk sebagai lembaga untuk menentukan alat

dan teknologi pertahanan yang akan dialihkan untuk proyek-proyek yang

ditentukan sesuai dengan ketentuan pada ayat 2 Pasal I.

2. Komite Bersama wajib terdiri dari dua seksi negara.

Seksi dari pihak Jepang wajib terdiri dari:

satu (1) orang perwakilan dari Kementerian Pertahanan; satu (1) orang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri; dan

satu (1) orang perwakilan dari Kementerian Ekonomi,

Perdagangan dan lndustri.

Seksi dari pihak Indonesia wajib terdiri dari:

satu (1) orang perwakilan dari Kementerian Pertahanan; satu (1) orang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri; dan satu (1) orang perwakilan dari masing-masing kementerian terkait yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia.

(3)

3. lnformasi relevan yang diperlukan untuk menentukan alat dan teknologi pertahanan yang akan dialihkan wajib dikomunikasikan ke masing-masing seksi negara melalui saluran diplomatik.

4. Berdasarkan informasi yang relevan yang dikomunikasikan sesuai dengan ketentuan ayat 3 di atas, alat dan teknologi pertahanan yang akan dialihkan wajib ditentukan oleh Komite Bersama.

5. Pengaturan terperinci yang menentukan, antara lain, alat dan teknologi pertahanan yang akan dialihkan, orang yang akan menjadi pihak dalam pengalihan, dan syarat dan ketentuan pengalihan terperinci, wajib dibuat di antara autoritas berkompeten dari Para Pihak untuk melaksanakan Persetujuan ini. Autoritas berkompeten dari Pemerintah Jepang adalah Kementerian Pertahanan dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan lndustri; autoritas berkompeten dari Pemerintah Republik Indonesia adalah Kementerian Pertahanan.

PASAL Ill

1. Masing-masing Pihak wajib menggunakan alat dan teknologi pertahanan yang dialihkan dari Pihak lain secara efektif dengan cara yang konsisten dengan tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan tujuan lain yang dapat ditentukan dalam pengaturan terperinci, dan tidak ada Pihak yang dapat memanfaatkan alat dan teknologi pertahanan tersebut untuk tujuan lainnya.

2. Masing-masing Pihak tidak dapat mengalihkan kepada siapa pun yang bukan pejabat atau kontraktor dari Pihak tersebut, atau kepada

Pemerintah lain, hak milik atau kepemilikan alat dan teknologi

pertahanan apa pun yang dialihkan sesuai dengan Persetujuan ini, tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Pihak yang mengalihkan alat dan teknologi pertahanan tersebut.

PASAL IV

Masing-masing Pihak wajib, dengan tunduk pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di ·negaranya dan sesuai dengan persetujuan internasional lain yang berlaku antara Para Pihak, mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi informasi rahasia yang dialihkan dari Pihak lain sesuai dengan Persetujuan ini.

(4)

PASAL V

Persetujuan ini dan semua pengaturan yang akan dibuat di bawahnya wajib dilaksanakan dengan tunduk pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk yang terkait dengan industri pertahanan, dan alokasi anggaran dari masing-masing negara.

PASAL VI

Semua hal yang berkaitan dengan interpretasi atau penerapan Persetujuan ini dan semua pengaturan di bawahnya yang akan dibuat wajib diselesaikan hanya melalui konsultasi antara Para Pihak.

PASAL VII

1. Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal penandatanganan.

2. Persetujuan ini dapat diubah dengan persetujuan tertulis antara Para

Pihak. Setiap amendemen Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal

penandatanganannya. Amendemen tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Persetujuan ini.

3. Persetujuan ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan diperpanjang

secara otomatis setiap tahun setelahnya kecuali salah satu Pihak memberi tahu niatnya untuk mengakhiri Persetujuan ini kepada Pihak lainnya secara tertulis sembilan puluh hari sebelumnya melalui saluran diplomatik.

4. Meskipun Persetujuan ini telah diakhiri, ketentuan Pasal Ill, IV, V, dan VI

akan tetap berlaku sehubungan dengan alat dan teknologi pertahanan

yang dialihkan berdasarkan Persetujuan ini.

Sebagai bukti, yang bertanda tangan di bawah ini, dengan kewenangan penuh dari Pemerintah masing-masing, telah menandatangani Persetujuan ini.

(5)

Dibuat dalam dua aslinya pada tanggal tiga puluh Maret 2021 di Tokyo, dalam bahasa Indonesia, Jepang, dan lnggris, semua naskah memiliki keaslian yang

sama. Jika terjadi perbedaan interpretasi, teks bahasa lnggris akan berlaku.

Untuk Pemerintah Republik Indonesia r~~~u ianto Menteri Pertahanan Untuk Pemerintah Jepang MOTEGI Toshimitsu Menteri Luar Negeri

(6)

*

r::

~

-t-

BJj ~ fit] fit]

ct-3

-

00

3( -{

(])

;ti,

fij

L

**

00

It

-r

~ ~ ~

c

-f

~ '

*~

(])

.Q

+

ii

1*

~-

Bh

ct-3

;ti,

iFm

IE

lfI

m

1i

A

Ill

;t

..

flj

0 1,) (]) [J

ii&

~ jJ

1F

~ (]) ~

~

JUl t~

IE

&

mt

'

&

-

.:D:.

71'

7

iFm

-

~

;E

(])

7.J.

"/J{

~

rJ

~ (])

ff

.:I± [J

"''

J:U:l

L

M

It

~ £[ _._ ~ -

§

r::

~

&

t=.

~

tfir

1.m

(]) 1Jll. ~

+

l¥J

ct-3

IE

7.J.

0

5ti:

(])

9

~lj

r::

-

-

&

It ii&

ti

A.

3

{> ~ P:l)

B

7.J.

{>

mt

fifij

"Tl

r::

'ii

Bh

'

9

r::

mt

fit]

&

(])

VE:

~

fij

±

.Q

*

!J.lj

**

7.J.

3

-:::>

m

~ ~

1l:

jJl

r::

*g

B

f

ii

-c

~

iFm

&

~

'11

IE

*

r::

-'

9

[J

7.J.

r::

~ ~

ii&

IE

~ l:U:I ,re,

{>

&

~Ji

ii' !fl

L

~

ii&

9

~

7.J.

±

~ ~ ... (]) ~

.Q

,re,

14

It

"*

L

;ti,

rai

,..-._ -{ ~ {fir ~

..

t=.

(]) ~ ~

;E

(]) (]) -{ !j!

l'

~' {/:)

~'

mt

~

fr

--,

;t

..

{>

ff

!J.lj ~' (]) fit] /

..

-

f::

~

;t

..

t~

**

7

'--c

ct-3

/

..

1J

*g

~

"/J{

It

£

7

M IE

~ ~\ {>

L

.:tt.

"''

~

ii&

IE

~

m

' ~

r::

mt

ii&

~

tJ

IE

il

'--

Wt

~

"/J{

00

~

c

c

,'ffi_

.Q

IE

Bh

L

l, \

B

-

~

tfi

'

-*

'-- ?

c

(])

c

0

IE

~

lfI

B

' - '

ii&

gll

~

*

f

i

mt

~l

&

~ '

c

L

7.J.

BJj (]) ' 3( Wj

rai

~

tfi

(])

r::

c

t~ ~ (])

;E

-9-

rai

9

(]) ~

-

Bh

fij

'--c

~'

~

ff

(7)

1 h .

*

m

&

~ ~

B

h . ~

151

~ HIJ

;x:

--'-- @

tJ

(j ~

jrJj

~

151

~ ~

J:.

~lj ~ ~

"9

1i

t;j iJllj ~ ~ 2

m

(]) (])

Si

~ ~ (]) ~

!fi'

~ ~ ..0.. 0)

-ft

$

it

I::.

t=.

ff

~

-0)

.ft

h . ~ ~

m

~

Im

~

"9

~ (/)

iftg

~

!B

let

~

~

let

~

13-

I::.

00

0)

let

...

ft

I::.

im

...

t=.

9

~\

i&

it

'

-

"9 Ut

c

fffij (/)

-Q

~

Jff

~ ~ 0) ~ -::>

-c

ff

0)

t=.

1;J.

ret

~ 0)

00

0

-c

ff

*~

t

(/)

jrJj

... ~ ~lj

j;R

~~

00

0) (])

t$j

§

""t:'

~

~

i&

C:

t

~

00

f.

ft

~

h

Jff "9

0)

ii

(])

RX:

!B

h

~ (::. ~ ... Cl

00

i:lll ~

""t:'

~ 0

J:

0 ~

&

~

h

+•

*

L.) Iii]

tJ.

j:Ji:

-Q

fOC ~ ' @f

It

.6. "Tl 0 ~ 0)

i-

m

WT

&

h

t=.

h

' ~ 7.f. ~ (/) ~ .:i± ~ ...

ith

\...

-0

r::

h

151

1i

0)

3

(])

m1

(]) ~

'ii

~ ~

**

~ 0)

&

N:g

0)

h

~ (j.

00

m

~ ~ .:i±

i&

~ ...

jrJj

{*

151

Jff

r::.

~j

Ill

~ 0)

Ut

~ ~

Et

~ l, \

ii

-a-

f::.

m

... Cl

cL'

~

f::.

2 i:lll

&

~ ~ i~ 0)

tJ.

~I

t

"9

m

It

0) (]) ~

ffij

~

3Z.

0

I::.

~ ~

let

3

~

j;R

~ ~ ~ -::>

~ ~ ~

-c

"9

JI

~ ~

j;R

~

L

!If ret

;E

~

-c

m

' ~

00

j;R

tJ

00 h

c

>E

&

~ ~

L

~ 7.f. 0)

$

-c

h

jrJj

~ ... ' ~j ~ ~

(8)

5

4

3

IW

(J) j~

r::

(J) ~

-

~

>E:

3

fi~

3

1

~ ~ (J) ~

'ii

Ji

*ii

1

~ ~

/

ft

~ {>

fJ.

t~

n

~ ~ ~

/

~

llJj

~- ~ ~

3

~ )E {>

n n n

~ ~ ~

;t

..

it.

~

lifJ

ilf.

~ 0 {> {> {> ;f .. (J) (J) / ... ~ (J)

fi

~ ~

llJj

0

IJi.i

/ ...

7

~ .... ~~ ~ ~

flr

7

(J) (J)

iltlJ

(J) (J)

llJj

I::

9

~ ~ ~

ft ft

~

ft

flT

>E:

{>

ifi

ifi

~ ~ ~ ~ (J) ~

~

t!h

t=.

CJ CJ

00

~ ~

$

ft

~

llll llll

&

{>

t!h

&

&

ii&

Ii

~

rJ

~ ....

rJ

rJ

~ .... ~ ~

El

3

tt

tt

1::

~ ~ ~

'ii

f,fij

WI

J:

(J)

;m

tol

~ (j: ~ '":J ~ ~

tJ{

n

' j~ "'(

-c:

~ .... {>

3

>E:

tl3

~-c

jilij

llJj

(J)

9

>E:

PX:

9

**

flr

m

{> ~ ~ ~

*g

~ )E

t=.

n

n

0

00

ii

1::

t!h

{> {>

1

ii&

CJ

VE

1::

~ 0 llll

/

Wt

&

'":J ~\

f*

~- (J)

rJ

-c

~ ~ ;f ..

ti

It

fii

fJ_

fJ\

...

m

f,fij

Ji

~

i;

/

7

(J) .... ~

JI -f

.ii: ~

-f

n

tW

n

"

.... ~ {> (J) {>

*&

-t

00

3

~ ~

Ii

n

ii&

lifJ

f

ii

ii

' (J)

mt

(J) (J)

tlfi

*

(J)

rai

3

*&

. . L -(J) j t

ti

-c:

$

r::

...t

f t

IW

f

r

~ ~ (J) ~ (J)

tJ

c

-:5

ft

~ ~

n

fJ.

~

Ii§

{> {> {> ' ~

3

0 ~ A

®.

i::l

NiJ

B

~ Iii]

L.

Ii

*

tJ.

~

-c

'

00

r::

j\

00

~

ii&

-t

A J.llj :IJi;

llJj

mt

(J)

r::

~ ~ (})

3

J:

J\

c

ti f

ii

1.)

$

(9)

(]) 2

1

-

~

;a:

~~

rJ.

9

._ (]) )E

7J

L

l1JJ

7J

ml

-@

Wi

1::

(])

<

~j

7J

(]) Jllj

7J

0 ~

£

**

h#<r

Ii

~ (])

**

tt

(]) ~ !JF.,

&

'Ji

-:5

*g

Im

~ {fiij

**

*g

rJ.

~ -

-

-rJ.

~ (, \

00

~

*g

t:J

*g

00

I::

*g

~

Rr:l

-

-c

jJ& ~

&

00

i&

~

00

._ (])

flh mf

j;.J.

rJ.

i&

mf

§

i&

t~

"JJ

Ii

*

tt

~

t

lfJi

~ )E (]) ' (]) ~

Ii

'

ti

Ii

1::

~

§

~ ~ ' ~

I::

'

£

*g

00

3(

3

._

-

~~

<t-3

flh

-:5

00

(])

Ii

f

n

(])

l1JJ

(, \

7J

i&

00

flh

L

t~ flj I . l, \

-c

(])

-c

~ ~ (])

t=.

)E ~ ~

**

~1-

fJ\

5!

i&

ith

f::

Vfi

>E'.

*g

tJ

G

.c:...

mi=

"JJ

£

t:J

T

00

Tl Rr:l

;h,

3

&

f::

(])

-:5

&

-@

i&

-@

f

n

rJ.

3

~ (, \

7.J.

ith

~ ~ ~ filij

•n

~

-c

It

(])

fJ\

-c

;h,

**

L

00

3

~

§

G

(]) -@ ~

-c

jJ&

f

n

~ Bf.]

3

lfJi

f1$

00

Ii

~ ~

flh

1::

f

n

'°j

~

i&

fJ..

(J)

n

(J)

)@

~

f

i

tJf

mt

G

:*: -@

§

A

;h,

I i i ~ '

la

(]) fJ:.

iii

l1JJ

(Jg

9

-@

-t

~

rai

(, \

r::

flj (]) -@

l1JJ

;h,

ii

r::

0

J:

~

t=.

"JJ

~j ~ ~

<t-3

-@

{fii

(/:)

5!

~

;h,

9

(, \

$

llll t:J

f::

-c:

~; (]) -@ ""(

WT

&

f

n

~ t:J Rr:l

00

t=.

~ (])

7.J.

m

='=

&

(]) (/:)

m

Iii]

tt

L

Bf.]

7.J.

00

r::

iiJ

.:D:. ,'ffi. ~

-c

r::

It

~ ~\

1lli

~

1::

f

i

ff!

WT

5!

~ fJ:_ ~B ~ ~ fJ:.

m

1f

.c:... fJ:.

flh

1;J.

-@ i;

9

' Tl ,.-...

ti\

(]) (, \

m

fJ:_ -@

00

l1JJ

1fl

00

1:

ml

(, \

t

~ ~

1f

~ ' 3( 0 (])

ii

~

c

*g

§

Ii

c

A ~ ~ -@

*

00

Ci

L

ii

r::

0

I::

i&

~ '

00

~ ~

*I

(,\ (J)

ii

(, \ (]) ~

-r

§

9

' ~ ' ;h, Bf.] -@ ._

-

~ ~ (])

&

(10)

4

3

2

1

ii&

t

G

~ (])

-f

~ .._

-

(]) ...

-~

tn

-

(]) -

-

(]) (]) ~ fJIJ

.._

.._

.._

.._ ~ (])

ti

>E

(]) ~ (]) (])

rai

tlb

-a

*

tn

-@ ~

tn

~ t~

m

m

(])

>E

~

ct;

~

>E

0

~

>E

(])

>E >E

t

~

&

..._ 0

/ \ (]) (])

7

fj:

B

{j: lj: ~

(j ~ ...._,, ~Jl ~ ~ ' r::: ' '

1:::

.._

-

&

>E

7

i! 1i

~ jifij ~

J::

(]) (j {j: (]) ~

fF

j]

**

~ '?

tn

7

' ~ .:=. ,m,

rai

~

*~

(]) ""(

>E

51

(::: ,c,, EB

AA

~

00

B

(]) f::: (::: ~ }3 ~ j]

9

ii&

f:::

Ji-

~ ~

*1C

L'

.1L

~ -@

JM

AA

~~

-::5

"':::> ~ ""(

+

~ 0 (]) j]

j;R

L'

""(

AA

t

B

9

3

rai

~ ~ ""( ~ j] ' ... ~ ~ (]) ~

ti

/ . -~ fJIJ

1'T

~ .._

-

(:::

t

~ :!!Ct

-

9

-@

n

~ ~ (])

*

(])

lE

cm

~

t

ti

n

9

tlb

5t

c

lj: (::: 0 (]) -@ ~ ~

>E

_t

L

'

J::

c

~ 0 0

1:::

(]) ' .._

-

~

9

""( ~

ft

-f

(]) A -@ (]) i::i

-::5

Im

(]) t~ ~ 0

lf5i

L'

~ ~~

>E

(:::

fPj

""(

ii

fj: (])

J::

(])

3

L:

'

1'

'? ~

f

ii ""(

iiJ

""( ~ ~ ]lit

1J

~\ ~

x

-ti

cm

(]) (])

lE

(j:

t=..

t:::

**

9

~ IIfj

J::

*~

!B

~

.m

~j L)

lE

~ .._

-

1:::

~± ~

ii

ii&

J5X

c

00

-Om .ti::. i:::I

JM

9

tJ~

9

CJ

L

tJ~ 0 ~ ~ lli:l

&

f,j.

ii!!

~ l, \ (j

L' 1J

~

fJ\

tt

IW

(]) 0 f,j. ~ L)

**

.._

-

~ (::: '

*~

(])

M

~

00

mi

ti

L

fF

ii&

>E

t

'

§

Hf

(]) ' ~

l1J

r::

~

fit]

-

l'.t-J

M

lE

**

-~ {:::

L

lj:

*~

fJ\

~ .._

-

'

00

(11)

~

B

-{

i'F

i;J

*

~

pJt

T-

..t

IE

t-:

L

-

-

(])

il&

*

t=.

+

fill

~

..

0 ~ ':./

-(])

7

M

~

c

t=.

ft

m

-

-

L

"'

(/:) ~

I::

~ ""(

r::

IE

~

-

-

'

il&

it

+

1'

~

fJ{

B

~ (])

&>

1::

f;t

t=.

-@

JR

' (/:) ~ ..._ ~ ~

f::

.6.. '"('

§

i::t

~

f::

' (])

l;t

u.

il&

c

~ ~

L

fJ\

=.n

<

i;

ac

(])

lE

lE

;f,

*

x

x

'"('

3

r::

r::

&>

~ ~ -@

if

~

-@ 0 -{ ~ ~ ~ ~-

It

*

...

-c

-':./ '--\

7

(])

~"'

.

=.n ~ ilci

/~

·

' )E

B

r::

*

=i-~.ii'. llCl ~

&

L

rJ.

t=.

~ 0 ~.ii'. ' PCI !

-1::

I I ~ ;

LJ

*

ii

' i ! -i

(12)

·~. "\ ..

REPUBLIK INDONESIA

AGREEMENT

BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF JAPAN

CONCERNING THE TRANSFER OF DEFENSE EQUIPMENT AND TECHNOLOGY

The Government of the Republic of Indonesia and the Government of Japan (hereinafter referred to as "the Parties"),

Mindful of the existing cooperative relationship between the Parties in the security area;

Mindful of the purposes and principles of the Charter of the United Nations;

Noting the Memorandum between the Ministry of Defence of the Republic of Indonesia and the Ministry of Defense of Japan on Cooperation and Exchanges in the Field of Defense, signed in Tokyo on March 23, 2015;

Respecting the principles of equality, mutual benefit, sovereignty and territorial ·integrity of both countries;

Desiring that cooperation in the area of defense equipment and technology in which the Parties participate should contribute to international peace and security;

Recognizing the need to set forth the terms and conditions which should govern the transfer of defense equipment and technology; and

Pursuant to the relevant laws and regulations of the respective countries;

Have agreed as follows:

ARTICLE I

1. Each Party shall, subject to the relevant laws and regulations of its

country and in accordance with the provisions of this Agreement, make available to the other Party defense equipment and technology necessary to implement projects to be determined in accordance with the provisions of paragraph 2 below. Such projects shall be those for contributing to international peace and security; joint research, development and production projects; or for enhancing security and defense cooperation.

I .

!

-I I

(13)

2. Specific projects shall be mutually determined by the Parties, taking into account various factors including the security of the respective countries, and confirmed by the Parties through the diplomatic channel.

ARTICLE II

1. A Joint Committee shall be established as the organ for determining the defense equipment and technology to be transferred for the projects determined in accordance with the provisions of paragraph 2 of Article I. 2. The Joint Committee shall be composed of two national sections.

The Japanese Section shall be composed of: a representative of the Ministry of Defense;

a representative of the Ministry of Foreign Affairs; and

a representative of the Ministry of Economy, Trade and Industry. The Indonesian Section shall be composed of:

a representative of the Ministry of Defence;

a representative of the Ministry of Foreign Affairs; and

a representative each from relevant ministries designated by the Government of the Republic of Indonesia.

3. The relevant information necessary for determining the defense equipment and technology to be transferred shall be communicated to the national sections through the diplomatic channel.

4. Based on the relevant information communicated in accordance with the provisions of paragraph 3 above, the defense equipment and technology to be transferred shall be determined by the Joint Committee.

5. Detailed arrangements providing for, inter alia, the defense equipment and technology to be transferred, persons who shall be party to the transfer, and the detailed terms and conditions of the transfer, shall be made between the competent authorities of the Parties in order to implement this Agreement. The competent authorities of the Government of Japan shall be the Ministry of Defense and the Ministry of Economy, Trade and Industry; the competent authority of the Government of the Republic of Indonesia shall be

the Ministry of Defence.

[

_____ _

I - ''. I I ! I

I

I I I

(14)

ARTICLE Ill

1. Each Party shall make effective use of defense equipment and technology transferred from the other Party in a manner consistent with the purposes and principles of the Charter of the United Nations, and such other purposes as may be determined in the detailed arrangements, and neither Party shall devote such defense equipment and technology to any other purpose.

2. Each Party shall not transfer to any person not an officer or contractor of such Party, or to any other Government, title to or possession of any defense equipment and technology transferred pursuant to this Agreement, without the prior written consent of the Party which transferred such defense equipment and technology.

ARTICLE IV

Each Party shall, subject to the relevant laws and regulations of its country and in accordance with other applicable international agreements between the Parties, take necessary measures to protect classified information transferred from the other Party pursuant to this Agreement.

ARTICLE V

This Agreement and all arrangements to be made hereunder shall be implemented subject to the relevant laws and regulations, including those related to the defense industry, and budgetary appropriations of the respective countries.

ARTICLE VI

Any matter relating to the interpretation or application of this Agreement and all arrangements to be made hereunder shall be resolved solely through consultation between the Parties.

ARTICLE VII

1. This Agreement shall enter into force on the date of signature.

2. This Agreement may be amended by written agreement between the Parties. Any amendment of this Agreement shall enter into force on the date of signature thereof. Such amendment shall form an integral part of this Agreement.

3. This Agreement shall remain in force for a period of five years and shall be automatically extended annually thereafter unless either Party notifies the other Party in writing through the diplomatic channel ninety days in advance of its intention to terminate this Agreement.

(15)

4. Notwithstanding the termination of this Agreement, the provisions of Articles Ill, IV, V and VI shall remain in force in respect of the defense equipment and technology transferred under this Agreement.

IN WITNESS WHEREOF, the undersigned, being duly authorized thereto by their respective Governments, have signed this Agreement.

DONE in two originals at Tokyo, this thirtieth day of March, 2021, in the Indonesian, Japanese and English languages, all texts being equally authentic. In case of any divergence of interpretation, the English text shall prevail.

For the Government of the Republic of Indonesia:

P u ianto Minister of Defence

(---For the Government of Japan:

MOTEGI Toshimitsu Minister for Foreign Affairs

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian aspek psikomotor yang dilakukan oleh guru dan siswa didasarkan pada unjuk kerja/ gerak yang ditunjukkan siswa selama proses pembelajaran.. Penilaian dilaksanakan

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsumsi zat gizi dan daya terima pasien rawat inap penyakit kardiovaskular terhadap makanan yang disajikan RSUP H..

Penelitian skripsi pada tahun 2012 yang telah dilakukan oleh Swandy, Mario Adiputra, dan David dari Universitas Bina Nusantara mengenai perancangan sistem basis

[r]

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas pada sub bagian berikut ini akan ditunjukkan hasil penerapan perumusan pada pesamaan (41) dalam dalam berbagai

SRI International telah mengembangkan program yang disebut VALS1 (value and life style 1) untuk mengukur gaya hdup ditinjau dari aspek nilai cultural yaitu (1) outer

Implikasi penelitian: 1) Upaya meningkatkan Penguasaan Konsep Matematika melalui Kecerdasan Emosional, guru perlu mengetahui kestabilan emosional siswa

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu-ilmu kealaman ( natural science ). IPA merupakan pengetahuan ilmiah yang diperoleh dari hasil penyelidikan mengenai fenomena yang