MIRZA D. KUSRINI ANI MARDIASTUTI BOBY DARMAWAN MEDIYANSYAH ABDUL MUIN NATUREharmony
promoting a balance between development and conservation of biological resources
Labi-labi (Amyda cartilaginea)
Latar Belakang
UU RI Tidak dilindungi CITES Apendix II (2005)
KONSUMSI PELIHARAAN (pet)
ID CITES MA (2008)
A. cartilaginea
Review of Significant Trade 15 < X < 5 kg Deviasi 10%
13,5 < X < 5,5 kg
CITES Animal Committee (AC)
Studi mengenai pemanenan dan perdagangan labi-labi
1. Survei lapang populasi labi-labi dan habitatnya di Kalimantan [dan Sumatera]
2. Pemetaan penyebaran
3. Estimasi populasi dan struktur umur [berat] dari labi-labi di lokasi terpilih
4. Rantai perdagangan
TUJUAN umum
KALIMANTAN TIMUR
Lokasi penelitian
Lokasi yang tidak dipanen Lokasi yang dipanen
Masa Mendatang Wilayah Kalimantan Timur bagian Utara
5 Juni - 5 Juli 2009
Wawancara dan pengamatan : pasar tradisional (siang hari)
pemancingan dilakukan (siang dan malam hari)
• GPS
• peta kerja lokasi • alat ukur • meteran • timbangan • senter
• pancingan beserta umpan • buku catatan Rite in the rain • alat tulis
Waktu penelitian
EKSPORTIR
Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul
Pemancing Pemancing Pemancing
di Kalimantan Timur
Pendugaan populasi Kelimpahan relatif labi-labi per km sungai
Estimasi tangkapan
• Transek (modifikasi) Penempatan pancing di sepanjang sungai • Penghitungan populasi didasarkan pada
jumlah hewan yang tertangkap oleh mata pancing
Data ukuran LABI-LABI
►
Hasil tangkapan selama penelitian
►Data dari pengumpul di Berau
► dari tanggal 4 April sampai 12 Juni 2009
► 5 kali pengumpulan
► hanya berupa berat per individu
(ukuran dan jenis kelamin tidak dicatat)
Pengambilan Sampel Responden
Snowball sampling
Key informan
(pengumpul besar dan eksportir)
RANTAI perdagangan
PERAN JUMLAH LOKASI
Pemancing 17 Berau, Bulungan, Tana Tidung, Malinau, Nunukan
Pengumpul 3 Berau, Bulungan, Nunukan, Rian Kapuak Pedagang Lokal 3 Nunukan, Malinau, Bulungan
Habitat kunci labi-labi di kalimantan timur bagian utara
Daerah target pemanenan sungai-sungai antara lain:
a) Sungai Segah, Sungai Lati, Sungai Kelai dan Sungai Birang di Kabupaten Berau
b) Sungai Kapuak, Sungai Nujud, Sungai Kasai di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung
c) Sungai Jelang, Sungai Betayau, Sungai Tabarau di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan
d) Sungai Belamai di Sekutuk, Kabupaten Malinau e) Sungai Malinau di Kabupaten Malinau
f) Sungai Kekayap di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan g) Sungai Sembakung, Sungai Tagur di Kecamatan Atap, Kabupaten
Nunukan
Peta penyebaran habitat kunci labi-labi di Kalimantan Timur bagian Utara
Estimasi panjang Sungai Sesayap, Sembakung dan Sebuku yang diukur dari peta
Nama Sungai Panjang Sungai (km)
Sesayap 144,903 Sembakung 217,593 Sebuku 119,840 Panjang Total 482,336
Habitat
►Kalimantan Timur bagian utara (Kaltara)
mempunyai beragam habitat yang baik
►Panjang sungai yang diukur hanya sebagian
kecil dari luasan habitat utama labi-labi di daerah ini
►Bagian yang diukur hanya panjang sungai utama
dan tidak mencakup anak sungai maupun lahan basah lainnya (rawa, danau, dan sebagainya)
►Gangguan utama: peracunan di daerah sungai
untuk keperluan pengambilan ikan/udang
►17 hari pemancingan (rata-rata 8 jam per hari,
rata-rata 19 mata pancing), mendapatkan 7 ekor
►Peluang untuk dapat menangkap seekor labi-labi
kecil
►Data yang dikumpulkan belum dapat
menggambarkan kondisi populasi labi-labi di lokasi
survei karena sampel belum memadai
Hasil penghitungan kasar:
kelimpahan relatif labi-labi di Kaltara sangat
bervariasi:
►
0 - 18.64 individu/km
►
rataan 0.66 individu/km
Estimasi Populasi
• Dugaan kelimpahan relatif yang tinggi
dimungkinkan mengingat pada satu
rentang sungai yang pendek (100m)
ditemukan lebih dari satu ekor
labi-labi.
• Diperlukan lebih banyak sampel agar
dugaan populasi dapat diketahui
dengan cukup akurat
Sumber Bias Pada Perhitungan
1. survei tidak dapat menghitung labi-labi yang
tidak tertangkap oleh pancing atau tidak terlihat,
2. penghitungan tidak memasukkan dugaan jumlah
labi-labi yang tertangkap namun lepas dari pancing (yang dapat diduga dari patah atau bengkoknya pancing),
3. kendala alami berupa banjir yang membuat
labi-labi pergi dari satu lokasi,
4. adanya peracunan/penyetruman yang membuat
labi-labi berpindah ke lokasi lain.
Produksi
Kemampuan produksi dari alam
Data dari hasil survey di alam dan di lokasi penampungan
Keberhasilan (realisasi) penangkapan
Kemampuan pemancing untuk memanen dari alam Data dari hasil tangkapan di pengumpul
Apakah pemanenan telah melebihi
kemampuan produksi di alam?
di Lokasi Penelitian
►17 hari pemancingan pada sungai sepanjang
10,565 km diperoleh 7 ekor A. cartilaginea.
►Asumsi upaya penangkapan (capture effort)
konstan
►Produksi 1 bulan pada panjang sungai 1 km =
∑ realisasi tangkapan/17 hari * 30 hari
10,565 km 1,17 ekor/bulan/km
Penghitungan Produksi
untuk Kalimantan Timur bagian Utara
►
Panjang habitat ~ 482,336 km
►
Estimasi produksi selama 1 bulan =
451
ekor
Panjang habitat x produksi bulanan/km x
Penghitungan Produksi
dari Lokasi Penampungan
►
Data penangkapan:
►36 ekor selama 2 minggu, atau
►72 ekor selama 1 bulan
(diasumsikan hasil pemanenan konstan).
►
Mengingat bahwa estimasi produksi wilayah
ini adalah 451 ekor/bulan, maka persentase
keberhasilan penangkapan hanyalah sekitar
►
16%
(72 dari 451 ekor)
Angka Kematian (Mortalitas)
►Di lokasi penangkapan:
►mortalitas (selama masa penelitian) : 11%
►umumnya karena kekurangan oksigen akibat terpancing dan terlambat dicek
►Di lokasi pengumpul (berdasarkan data 3 bulan dari
pengumpul, n =526)
►mortalitas (data 3 bulan terakhir) : 2%
Apakah pemanenan telah melebihi
kemampuan produksi di alam?
► Penangkapan masih jauh di bawah produksi alam (hanya 16%)
► Jumlah labi-labi yang dikumpulkan di Berau selama 3 bulan adalah 612 ekor, mortalitas 13%, sehingga:
Jumlah tangkapan labi-labi di wilayah Kalimantan Timur bagian Utara selama setahun:
2.766 ekor (sekitar 2.800 ekor)
Realisasi Tangkapan dan Kuota Ekspor
►Kuota ekspor untuk 2 perusahaan yang ada di
Balikpapan tahun 2008: 3.979 ekor 2/3 dari kuota ekspor untuk perusahan tersebut
►Mortalitas yang tinggi dari labi-labi yang
tertangkap harus diwaspadai karena mempengaruhi jumlah tangkapan.
►Data mortalitas hanya dapat dilacak pada
Pemanenan dan Perdagangan
Labi-labi karapas kuning Labi-labi karapas hitam
Karakteristik Labi-Labi yang Dipanen
Panjang: 47,8 + 12,3 cm
kisaran 25-80 cm, n =86Lebar: 39,5 + 9,6 cm
kisaran 22-70 cm, n =86Berat:
13,5 + 11,7 kg
kisaran 2-65 kg, n =86
Berat yang dipanen
(data dari pengumpul):Lokasi
Jumlah (ekor) berdasarkan berat (kg)
Total < 5.5 5.5 ≤ X ≤ 13.5 > 13.5 Gudang di Balikpapan 0 5 14 19 Kolam di Berau 13 14 8 35 Kolam di Kapuak 8 14 10 32 Labi-labi hasil tangkapan 133 293 100 526 J u m l a h 154 326 132 612
Jumlah labi-labi yang dipanen berdasarkan berat tubuh
Struktur Populasi (berdasarkan berat) Data dari survei lapangan n= 86 Data dari pengumpul
Struktur Populasi
►
Labi-labi yang tertangkap didominasi oleh
labi-labi berukuran kecil (berat <13.5kg).
►
Penangkapan dengan cara pemancingan
lebih banyak menangkap ukuran > 2 kg dan
tidak dapat menangkap labi-labi yang
berukuran lebih kecil
►
Pemanenan labi-labi dengan cara
pemancingan selektif terhadap jenis dan
ukuran
Musim dan Pergiliran Pemanenan
Tidak ada musim yang jelas dalam pemanenan
labi-labi.
Contoh musim pemanenan :
Desa Kapuak Rian Kemarau dan hujan pada saat pasang Kecamatan Sebuku Surut
Tanjung Redep Surut
Pemanenan labi-labi tidak dilakukan secara
terus menerus di lokasi yang sama
Teknik Pemanenan :
1. Mancing darat 2. Mancing sungai
Peralatan Memancing
Nama Alat Harga (Rp)
Perahu
Mesin dan Kelengkapan Perahu Mata Pancing Senar Pancing Timah Botol Plastik 1.000.000 2.000.000 70.000/ 100 buah 25.000/ gulung 40.000 - Umpan Memancing • Daging dan lemak ayam • Ikan
• Daging babi • Daging ular
Frekuensi Penangkapan dan Usaha Penangkapan • Maksimal 4 kali perjalanan pemancingan/bulan • Lama kerja/bulan ~ 16-20 hari
• Usaha penangkapan ~ 3-14 jam non-stop
(mulai pemasangan, pengecekan sampai pengambilan)
Karakteristik Pemancing, Pengumpul dan Eksportir
Pemancing :
1. Pemancing tetap 2. Pemancing sambilan
Pengumpul dan eksportir :
1. Pengumpul kecil 2. Pengumpul besar
3. Pengumpul besar merangkap eksportir
Penghasilan
Ukuran Labi-Labi (Kg) Harga (Rp)
Kapuak Rian Berau <20 >20 20-30 >30 18.000 15.000 - - 24.000 - 22.000 20.000 Dari hasil wawancara, diketahui bahwa pemancing bisa mendapatkan pendapatan Rp. 1,5 – 3 juta/bulan
labi-labi di Kalimantan Timur
Berau Pengumpul Kotabangun Pemancing Banjarmasin Pemancing/ Pengumpul Balikpapan Eksportir Jakarta Restoran/Pasar Bulungan Pemancing Malinau Pemancing Nunukan Pemancing Berau Pemancing Bulungan Pasar Tradisional Malinau Pasar Tradisional Nunukan Pasar Tradisional Tawau, Malaysia Pasar Luar Negeri Lokasi : 1. Desa Mensalon-Nunukan 2. Malinau dan3. Pasar Induk Bulungan Harga penjualan per kg: 1. Nunukan
a. daging Rp 18.000,- 20.000 b. pikun dan karapas Rp 250
2. Malinau
a. daging belum dipotong-potong Rp 25.000 b. daging setelah dipotong-potong Rp 35.000
Pengelolaan Masa Mendatang
►
Kuota: masa produktif
(< 5 kg dan >13.5 kg)tidak boleh diekspor (atau ditangkap?)
►
Setengah dari populasi yang tertangkap
(
53.3
%) ternyata labi-labi masa produktif
►
Labi-labi yang memenuhi syarat untuk
diekspor:
< 5 kg:
25.2%
> 13.5 kg:
21.5%
►
Panenan untuk Kaltara:
Realisasi lebih rendah dari estimasi
produksi
Dari sisi jumlah lestari
Dari sisi ukuran
??
(lebih dari separuh panenan adalah individu produktif)
►
Masa produktif (antara 5 kg dan 13.5 kg)
perlu data empiris
►
Pendugaan populasi di sentra produksi:
Kalimantan
Sumatera
►
Pengembangan metoda untuk menghitung
anakan
►
Data perdagangan domestik
►
Data biologi, khususnya reproduksi
Data Ilmiah
►Pencatatan oleh pihak pengekspor dan BKSDA
setempat
struktur populasi yang dipanen
fluktuasi musiman jumlah labi-labi yang tertangkap
►Monitoring minimal setiap bulan selama 1 tahun
►Paramater yang dicatat: jenis kelamin dan berat
badan setiap individu
adanya korelasi positif antara pertambahan berat badan dengan panjang lengkung karapas
Pengelolaan Masa Mendatang:
Catatan Akhir ….
►
Hasil penelitian ini belum dapat
menggambarkan populasi dan panenan dari
daerah di luar Kalimantan Timur Bagian
Utara
►
Survei perlu dilanjutkan di lokasi lain
terutama lokasi yang dianggap menjadi
kantong-kantong keberadaan labi-labi yang
tidak dipanen
► Asosiasi Pengusaha Kura-Kura dan Labi-Labi Konsumsi Indonesia ► Bpk. Maraden Purba (Ketua APEKLI), ibu Yani dan ibu Sari, Bpk. Go
Ting Ham, Bpk Pandita dan para pemancing
► Direktorat KKH di Jakarta (Bpk. Tonny Soehartono, Ibu Siti Chaddijah) ► BKSDA Kalimantan Timur (Bpk Nur Patria Kurniawan)