Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 ii
ISSN No. 0216-2083
MEDIA FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
Penasehat
: Direktur Politeknik Kementrian Kesehatan Makassar
Penanggung Jawab
: Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kementrian
Kesehatan Makassar
Dewan Redaksi
Ketua
: Drs. Jumain, M.Kes, Apt.
Wakil Ketua
: Ronny Horax, S.Si.,M.Sc.,PhD.
Muhammad saud, SH, S.Farm, M.Kes.
Drs. H. Tahir Ahmad, Apt.
Drs. H. Ismail Ibrahim, Apt.
Drs. Rusli, Sp.FRS.,Apt.
Redaksi Pelaksana
Ketua
: Rusdiaman, S.Si.,M.Si.,Apt.
Wakil Ketua
: Drs. H. Asyhari Asyikin, S.Farm., M.Kes.
Sekretaris
: DR. Hj. Nurisyah, M.Si.,Apt.
Bendahara
: Tajuddin Abdullah, ST.,M.Kes.
Anggota
: Dra. Hiany Salim, M.MKes., Apt.
Djuniasti Karim, S.Si., M.Si., Apt.
Sultan, S.Farm., M.MKes.
Harbiah, ST., M.Si.
Humas
: Mispari, SH., S.Farm., M.Kes.
Rusdiaman, S.Si., M.Si.,Apt.
Raimundus Chaliks, S.Si
Arisanty, S.Si.,Apt.
Sirkulasi
: Ahmad Murad, S.Sos.
Hendra Stevani, S.Si., Apt
Alamat Redaksi
: Jurusan Farmasi Politeknik Kementrian
Kesehatan RI Makassar
Jl. Baji Gau No. 10 Makassar
Telp. +62411-854021
Fax. +62411-830883
e-mail : [email protected]
Kode Pos 90134
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 iv
DAFTAR ISI
MEDIA FARMASI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR ……
iEDITORIAL ………..
iiDAFTAR ISI ……….……….
iv1
EFEKTIVITAS TERAPI TIMOLOL DAN TERAPI KOMBINASI
TIMOLOL DENGAN AZETAZOLAMID PADA PASIEN GLAUKOMA
DI BALAI KESEHATAN MATA MASYARAKAT MAKASSAR. Oleh
Rusdiaman ………
1
2
ANALISIS KADAR VIAMIN C TABLET 50 MG PADA LAMA
PENYIMPANAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV –VIS. Oleh
Tajuddin Abdullah, Rusdiaman ………
7
3
ASUHAN KEFARMASIAN PENGGUNAAN ANTIHIPERLIPIDEMA
PADA PENDERITA HIPERLIPIDEMIA DI RUMAH SAKIT DR
WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR. Oleh. Rusli, H. Ismail
Ibrahim, Sukmawati……….
11
4
TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS DI
KLINIK SEHAT KOTA MAKASSAR. Oleh Raimundus Chaliks ………….
185
PENENTUAN WAKTU OPERASIONAL PENGUKURAN SERAPAN
HASIL REAKSI OKSITETRASIKLIN HIDROKLORIDA DENGAN BESI
III KLORIDA SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK. Oleh
Nurisyah, Mutmainnah, Syarifuddin ………
24
6
UJI TOKSISITAS AKUT DAN LD50 INFUS DAUN UMBI ULAR PUTIH
TERHADAP HEWAN UJI MENCIT (Mus musculus). Oleh Jumain, Muh
Saud, Ratnasari Anas ………
28
7
PENGARUH REAKSI MAILLARD PERUBAHAN WARNA DAN MUTU
FISIK TABLET PARASETAMOL DENGAN PENGISI LAKTOSA. Oleh
Hendra Stevani, Sarah Imelda, Sri Aulia Pijjara………..
34
8
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA JENIS RUMPUT LAUT MERAH
(Eucheuma cottoni) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL.
Oleh Mispari, Rita Monika Natar ………
43
9
TINGKAT KEPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP
SESUAI
DENGAN
FORMULARIUM
DI
RUMAH
SAKIT
BHAYANGKARA MAKASSAR. Oleh H. Ismail Ibrahim, Raimundus
Chaliks ……….
48
10
DOSIS
EFEKTIF
KOMBINASI
NATRIUM
TIOSULFAT
DAN
NATRIUM NITRIT SEBAGAI ANTIDOTUM PADA KERACUNAN
SIANIDA AKUT TIKUS (Rattus norvegicus) Oleh Hiany Salim, Jumain,
Ratih Antasai ………
52
11
GAMBARAN
TINGKAT
KECEMASAN
PADA
PENDERITA
DIABETES MELITUS RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR. Oleh Sri
Anggraeni, Amilawati Amin ………..
57
12
HUBUNGAN PRAKTIK PENGASUHAN DAN KARAKTERISTIK IBU
DENGAN STATUS GIZI BYI BERUMUR 6-11 BULAN DI
KELURAHAN HASANUDDIN KEC. MANDAI KABUPATEN MAROS.
Oleh Nuraeni Jalil, Sumarni Mappeboki, Siti Aminah ………..
63
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 v
(Euphorbia pulcerrima Wild) PADA MENCIT (Mus musculus) Oleh
Sulaiman Badra, Marselida Ledo ………...
14
PENGGUNAAN SUPLEMEN ASAM FOLAT ATAU SUPLEMEN YANG
MENGANDUNG ASAM FOLAT PADA IBU HAMIL YANG
MEMERIKSAKAN KEHAMILAN DI BEBERAPA RUMAH SAKIT DI
KOTA MAKASSAR. Oleh Ida Adhayanti, Arisanty, Dwi Rachmawati D ..
82
15
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA
LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WHERDA GAU MABAJI
KABUPATEN GOWA TAHUN 2011. Oleh Hartati , Alias, Masdiana AR
87
16
GAMBARAN
PENGETAHUAN
TENTANG
CARA
MENCUCI
TANGAN YANG BENAR PADA SISWA KELAS V DAN KELAS VI DI
SDN
GUNUNG
SARI
I
KECAMATAN
RAPPOCINI,
KOTA
MAKASSAR. Oleh Hj. Ningsih Jaya, Hj St Aminah, Hj. Mariati Tombok..
96
17
PERAN PERAWAT DALAM MENGONTROL GANGGUAN PERSEPSI
SENSORI PADA PASIEN HALUSINASI PENGLIHATAN DI RSKD
DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN. Oleh Hj. Rosita ganggeng, Dwi
Wahyuningsih, Muhasidah ………..………
107
18
GAMBARAN STRESS PERAWAT SHIFT MALAM PADA RUANG
INSTALASI
DARURAT
RSUD
H.
PAJONGA
DG.
NGALLE
KABUPATEN TAKALAR. Oleh Hj. Ismail, Hj Sri Purnama Rauf, H.
Nasrullah ………...
112
19
HUBUNGAN KONFLIK PERAN GANDA PERAWAT WANITA
DENGAN TINGKAT STRESS KERJA DI RUANG RAWAT INAP
INTERNA RSUD H PAJONGA DG NGALLE KABUPATEN TAKALAR
TAHUN 2013. Oleh Sumira, Alfrida Mallo, Yosephin Sari Pairunan ………
130
20
HUBUNGAN
KECUKUPAN
TENAGA
PERAWAT
DENGAN
KEPUASAN PASIEN DI RUANG PERAWATAN BAJI KAMASE I DAN
BAJI PAMAI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR. Oleh Naharia
Laubo, Hj. Ramlah, Hj. Mutasima AR Malaka ………..
148
21
DAYA HAMBAT REBUSAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis
paniculata Nees) TERHADAP PERTUMBUHAN Salmonella thypi YANG
RESISTEN DAN SENSITIF TERHADAP AMOKSISILIN. Oleh Sesilia R.
Pakadang……….
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 164
DAYA HAMBAT REBUSAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) TERHADAPPERTUMBUHAN Salmonella thypi YANG RESISTEN DAN SENSITIF TERHADAP AMOKSISILIN
Sesilia Rante Pakadang*)
*)Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes RI Makassar
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menentukan daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) terhadap Salmonella thypi yang resisten dan sensitive terhadap Amoksisilin. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) 10 % b/v, 20 % b/v, 40 % b/v, kontrol positif Amoksisilin, serta kontrol negatif aquadest steril, kemudian dilakukan pengujian metode difusi dengan menggunakan , paper disc, dan Media NA, dibuat reflikasi sebanyak 3 ( Tiga ) kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya hambat rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) untuk Salmonella thypi Resisten konsentrasi 10% b/v = 11,3 mm, konsentrasi 20 % b/v = 10,3 mm, konsentrasi 40 % b/v = 11,7 mm,kontrol positif 20,8 mm, sedangkan kontrol aquadest steril tidak menimbulkan daya hambat. Untuk Salmonella thypi sensitif konsentrasi 10 % b/v = 11,3 mm, konsentrasi 20 % b/v = 10,3 mm, konsentrasi 40 % b/v = 11,7 mm, kontrol positif 55 mm, sedangkan kontrol aquadest steril tidak menimbulkan daya hambat. Hasil statistic Rancangan Acap Lengkap menunjukkan bahwa Fh > Ft ( α = 0,05 ) yaitu 335,2425 > 2,40 sehingga dapat dilihat adanya pengaruh rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees ) terhadap Salmonella thypi di bandingkan dengan kontrol. Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil pada taraf α = 0.05 menunjukkan bahwa perlakuan ada yang berbeda nyata dan ada yang tidak berbeda nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees ) dapat menghambat Salmonella thypi.
Kata kunci : Daya hambat, Daun Sambiloto, Salmonella thypi Resisten dan Sensitif
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dewasa ini, masyarakat Indonesia berada dalam situasi kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan, khususnya di bidang pemeliharaan kesehatan. Sehingga membuat kita untuk menengok kembali potensi alam nabati Indonesia dalam upaya menanggulangi berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang mungkin timbul. Ramuan obat tradisional menggunakan tanaman atau tumbuhan telah lama di kenal masyarakat sejak masa Sebelum Masehi, sehingga saat ini masih sering di gunakan. Definisi obat tradisional menurut Depkes RI, adalah obat jadi atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan galenik, atau campuran bahan tersebut yang secara tradisional telah di gunakan untuk tujuan pengobatan berdasarkan pengalaman.
Ramuan obat tradisional ini bahkan telah mengalami perkembangan yang begitu pesat serta di proses secara ilmiah dan modern, penggunaan obat tradisional sering di gunakan oleh masyarakat karena selain harganya murah, tanaman tersebut mudah di proses. Selain itu efek samping yang terkandung di dalamnya sangat kecil dibandingkan dengan obat modern.
Ramuan obat tradisional umumnya dibuat dari bahan-bahan alamiah seperti akar, umbi, rimpang, kulit pohon, daun, biji, buah,getah bahkan bunga tanaman tersebut. Salah satu obat tradisional yang terkenal di Indonesia adalah Sambiloto, yang biasa digunakan masyarakat untuk pengobatan
demam, diabetes, typus dan lain-lain. Sambiloto ( Andrographis paniculata
Nees ) adalah suatu tanaman yang tumbuh liar di tempat terbuka, seperti dikebun, tepi sungai, dan tanah kosong yang agak lembab. Sambiloto di gunakan di daerah pedesaan seperti di Desa Lantang, Kabupaten Takalar, di masyarakat sering di gunakan sebagai obat demam Typoid, di gunakan dengan cara direbus kemudian disaring dan langsung di minum.Penelitian tentang Sambiloto sebelumnya “ Uji Efektivitas Infus Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees. ) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli . Diameter hambatan rata-rata yang dihasilkan oleh infus Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees. ) dengan konsentrasi 5 % 9,34 mm, untuk konsentrasi 10 % adalah 11,00 mm dan untuk konsentrasi 20 % 13,34 mm. ( Alex, 2008 ).
Salmonella adalah salah satu jenis yang menyebabkan penyakit pada
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 165
makanan di seluruh dunia. umumnya ditularkan ke manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi yang berasal dari hewan, terutama daging, unggas, telur, dan susu. Salmonella sering bersifat pathogen untuk manusia/hewan kepada manusia yang menyebabkan infeksi sistemik dan dengan demam Typoid. ( Brooks, G. F., Butel 2001 )
Resistensi adalah kasus kekebalan yang membuat mikroba resisten terhadap suatu obat. Pada resistensi kemoterapintika yang di gunakan pada penyakit infeksi kuman ada kalanya tidak bekerja terhadap kuman-kuman tertentu yang ternyata memiliki daya tahan kuat dan menunjukkan resistensi terhadap obat tersebut. Ada tiga resistensi yaitu resistensi primer, resistensi sekunder, dan resistensi episomal
( Rahardja K. 2002 ).
Sensitif adalah mikroba yang masih sensitif terhadap antibiotik tertentu, misalnya oleh obat, banyak orang yang tanpa diketahui memiliki antibodies terhadap obat di tubuhnya, karena obat yang sensitif terhadap tubuhnya banyak digunakan pada penyakit lain, dan mempunyai residu dalam jumlah yang kecil tetapi cukup kuat menyebabkan keadaan sensitif terhadap obat tersebut.
Amoksisilin adalah derivate- hidroksi ( 1972 ) dengan aktivitas sama dengan ampisilin.Tetapi resorpsinya lebih lengkap dan pesat dengan kadar darah dua kali lipat.difusinya ke jaringan dan cairan tubuh lebih baik,antara lain kedalam air liur pasien broncithis kronis.( Rahardja K., 2002 )
Berdasarkan hal tersebut di atas maka telah di lakukan penelitian tentang Uji Daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andropgraphis paniculata Nees. ) terhadap Salmonella thypi yang resisten dan sensitif terhadap Amoksisilin.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang timbul adalah apakah Rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees. ) dapat menghambat Pertumbuhan Salmonella thypi yang resisten dan sensitif terhadap Amoksisilin?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat rebusan Daun Sambiloto terhadap pertumbuhan Salmonella thypi yang resisten dan
sensitive terhadap Amoksisilin.
ME
ME METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratoriun dengan melakukan penelitian untuk melihat daya hambat dari rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) terhadap pertumbuhan Salmonella thypi yang resisten dan sensitif terhadap Amoksisilin.
B. Lokasi penelitian
Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) diambil di Kab. Takalar Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar.
C. Prosedur Penelitian
1. Penyiapan Alat
Alat-alat yang digunakan disterilkan terlebih dahulu. Alat-alat dari gelas dicuci dengan detergen kemudian dibilas dengan air, selanjutnya direndam dalam larutan HCL 1 %. Kemudian dicuci dengan air suling lalu dikeringkan di udara terbuka. Setelah itu disterilkan dalam oven pada suhu 180 C selama 2 jam. Untuk pinset dan ose disterilkan dengan cara pemijaran pada api langsung.
2. Penyiapan Bahan
a. Pengambilan dan Pengolahan Sampel Sampel berupa Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) diperoleh dengan cara memetik dari pohonnya. Kemudian sampel berupa daun yang dicuci bersih dari kotoran dan debu yang menempel dengan menggunakan air yang mengalir, lalu ditiriskan setelah itu sampel digunting-gunting kecil lalu dimasukkan ke dalam panci rebusan.
b. Pembuatan Rebusan
Rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees. ) 10 % dibuat dengan cara menimbang 10 gram sampel, lalu dimasukkan ke dalam panci rebusan selanjutnya ditambahkan air 100 ml. Dipanaskan pada api langsung hingga mendidih. Selanjutnya, disaring dan filtratnya ditampung. Bila volumenya kurang dari 100 ml, dicukupkan dengan air mendidih pada sisa sampel dan ditambahkan ke filtrate hingga volumenya 100 ml. Untuk rebusan dengan konsentrasi 20 % dan 40 %, dilakukan dengan cara yang sama pada pembuatan rebusan dengan konsentrasi 10 % dengan menimbang sampel masing-masing 20 g dan 40 g
3. Pembuatan Medium NA
Komposisi :
Berat Per Kemasan 500 g/L pH 7,0 + 0,2 atm 25 C Kadar 20 g/L
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 166
Pepton 5,0 gram Meat extract 3,0 gram Agar-agar 12,0 gram Air suling hingga 1000 ml Cara Pembuatan :
Untuk membuat 100 ml NA ditimbang 2,0 gram media NA, kemudian dimasukkan ke dalam erlemeyer, dilarutkan dengan aquadest hingga 100 ml dicek pH nya sampai 7,0 + 0,2. Setelah itu dipanaskan sampai mendidih dan larut sempurna. Setelah larut sempurna disumbat kapas lalu disterilkan dalam autoklaf selama 15 menit pada suhu 121 C dengan tekanan 1- 1,5 atm.
4. Penyiapan pembanding kontrol positif Pembanding kontrol positif yang digunakan
adalah Amoksisilin Dry Syrup 5. Pembenihan Salmonella thypi
a. Kurang lebih 10 ml medium NA steril dituang pada tabung reaksi steril, dimiringkan dan dibiarkan hingga beku. b. Biakan Salmonella thypi diinokulasikan
pada agar miring NA.
c. Diinkubasikan selama 24 jam pada suhu kamar
d. Dimasukkan aquadest sebanyak 10 ml ke dalam tabung reaksi lalu disterilkan di autoklap sebagai suspensi .
e. Didinginkan lalu di ambil satu ose biarkan Salmonella thypi yang telah dibuat pada agar miring kemudian disuspensikan ke dalam aquadest steril tersebut.
f. Pembenihan yang sama dilakukan masing-masing untuk Salmonella thypi yang resisten dan sensitif terhadap amoksisilin.
6. Pengujian
a. Dituang medium NA ke cawan petri steril sebagai based layer sebanyak 15 ml, dibiarkan membeku.
b. Setelah beku dituang kembali medium NA yang telah di campur dengan 1 ml
suspensi Salmonella thypi sebagai seed layer sebanyak 12 ml.
c. Diletakkan lima buah paper disc pada permukaan medium NA ( seed layer ), dibiarkan membeku.
d. Dimasukkan 0,2 ml rebusan Daun Sambiloto dengan berbagai konsentrasi yaitu 10 %, 20 % dan 40 % ke dalam tiga buah paper disc ,satu diisi dengan aquadest steril sebagai kontrol negative, dan satu diisi dengan Amoksisilin sebagai kontrol positif.
e. Diinkubasikan pada suhu kamar selama 37 C selama 24 jam.
f. Masing-masing perlakuan dibuat triplo. g. Pengujian yang sama dilakukan
masing-masing untuk Salmonella thypi yang resisten dan sensitif terhadap Amoksisilin. 7. Pengamatan dan Pengukuran Diameter
Hambatan
Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter hambatan menggunakan mistar atau jangka sorong setelah diinkubasi selama 24 jam pada suhu kamar.
8. Pengolahan dan Analisis Data
Data yang telah diperoleh dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan analisis varians ( Anava ) dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ), dengan Uji Lanjutan Beda Nyata Terkecil ( BNT ).
9. Pembahasan dan Kesimpulan
Pembahasan dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan dibuat kesimpulan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil
Data hasil pengukuran diameter hambatan Rebusan Daun Sambiloto Andrographis paniculata Ness.) konsentrasi 10 %, 20%, dan 40 % dan control negative dan kontrol positif terhadap Salmonella thypi yang resieten dan sensitif terhadap Amoksisilin. Tabel 1.Hasil Pengukuran Diameter Hambatan Rebusan Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata
Ness.) dalam satuan millimeter ( mm ).
Salmonella thypi yang resisten Salmonella thypi yang sensitif Refli-kasi K. (-) Kons. 10 % Kons. 20 % Kons. 40 % K. (+) K. (-) Kons. 10 % Kons. 20 % Kons. 40 % K. (+) I 0 13 10 13 24 0 12 10 12 55 II 0 11 10 12 17,5 0 10 10 11 55 III 0 10 11 10 20 0 12 11 12 55 Jumlah 0 34 31 35 62,5 0 34 31 35 165 Rata2 - 11,3 10,3 11,7 20,8 - 11,3 10,3 11,7 55
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 167
B. PembahasanTelah dilakukan penelitian mengenai uji daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness.) terhadap Salmonella thypi yang resisten dan sensitive terhadap Amoksisilin. Penarikan zat aktif Sambiloto dilakukan dengan cara merebus karena ini merupakan cara yang paling umum digunakan oleh masyarakat dalam mengolah tanaman menjadi obat tradisional.
Penelitian yang dilakukan untuk menentukan daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness.) terhadap Salmonella thypi yang resisten dan sensitive terhadap Amoksisilin dengan menggunakan 6 cawan petri, tiga untuk yang resisten dan tiga untuk yang sensitive, dimana setiap cawan petri ditanam 5 (ima ) buah paper disc yang masing-masing diisi dengan 3 ( tiga ) macam konsentrasi rebusan yang berbeda yaitu konsentrasi 10%, 20%, dan 40% serta 2 (dua) paper disc diisi dengan aqua pro injeksi sebagai kontrol negative dan amoksisilin sebagai kontrol positif.
Setelah dilakukan pengamatan,maka di sekitar paper disc terlihat adanya zona hambatan yang transparan yang melingkar di sekitar paper disc. Dari pengamatan yang dilakukan zona hambatan yang dihasilkan dari kelima macam paper disc yang berisi rebusan yang konsentrasinya berbeda, ternyata menghasilkan zona hambatan yang bervariasi. Adanya hambatan pertumbuhan Salmonella thypi ditandai dengan warna yang transparan. Hal ini disebabkan adanya proses difusi dari rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness.) terhadap Salmonella thypi yang resisten dan sensitive terhadap Amoksisilin.
Pengukuran daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis Paniculata Ness.) dengan menggunakan mistar, maka diperoleh diameter hambatan rata-rata pada Salmonella thypi yang resisten dengan konsentrasi rebusan 10 % b/v adalah 11,3 mm, untuk konsentrasi 20 % b/v adalah 10,3 mm, untuk konsentrasi 40 % b/v adalah 11,7,untuk kontrol positif adalah 20,8 mm,sedangkan pada kontrol tanpa penambahan rebusan tidak terlihat adanya zona hambatan.Untuk Salmonella thypi yang sensitive dengan konsentrasi 10 %
b/v adalah 11,3 mm, untuk konsentrasi 20 % b/v adalah 10,3 mm, untuk konsentrasi 40 % b/v adalah 11,7 mm, untuk kontrol positif adalah 55 mm, sedangkan untuk kontrol tanpa penambahan rebusan tidak terlihat adanya zona hambatan.
Diameter hambatan rata-rata yang diperoleh sesuai dengan pengamatan diameter pada Salmonella thypi yang resisten pada konsentrasi 40 % b/v lebih besar dari pada konsentrasi 20 % b/v.Demikian pula pada yang Salmonella thypi yang sensitive konsentrasi 40% b/v lebih besar dari pada konsentrasi 20% b/v. Walaupun diameter hambatannya tidak terlalu besar, namun memperlihatkan perbedaan antara ketiga konsentrasi rebusan tersebut. Hal ini pun sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin pekat suatu larutan yang digunakan maka semakin besar pula zona hambatan yang dihasilkan karena zat aktif yang terkandung di dalam larutan tersebut besar.
Perhitungan yang dilakukan dengan metode statistik memperlihatkan hasil yang signifikan, yaitu nilai hitung ( Fh ) yang diperoleh 335,2425 lebih besar dari pada nilai yang berdasarkan table ( Ft ) 2,40 pada taraf ( α = 0,05 ). Hal ini berarti bahwa ada perbedaan antara pemberian rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees ) dengan kontrol. Perbedaan inilah yang menyatakan bahwa rebusan Daun Sambiloto ( andrographis paniculata Nees ) memeliki efek terhadap
Salmonella thypi. Uji lanjutan statistik yang dilakukan
dengan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil ( BNT ) pada taraf 0,05 yang berguna untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Perbedaan yang bermakna diperlihatkan oleh semua konsentrasi rebusan dengan kontrol. Dari hasil perbandingan antar perlakuan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT), menunjukkan adanya perbedaan antara perlakuan yaitu, ada yang berbeda nyata antara beberapa konsentrasi dan kontrol, dan ada yang tidak berbeda nyata antara beberapa konsentrasi dan kontrol.
Dari berbagai perhitungan dan analisa data tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees ) memiliki daya hambat terhadap Salmonella thypi.
Media Farmasi Vol. XI. No. 19, Nopember 2013 168
PENUTUPA. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dari hasil analisis data mengenai uji daya hambat rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness.) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi maka akan disimpulkan bahwa:
Rebusan Daun Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness.) dapat menghambat pertumbuhan Salmonella thypi baik yang resisten terhadap Amoksisilin maupun yang sensitive terhadap Amoksisilin.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang : Uji efektifitas menggunakan infuse atau ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness.) dengan metode extraksi.
DAFTAR PUSTAKA
Alex Rio A, 2008, Uji Efektivitas Infus Daun
Sambiloto (Andrographis paniculata Nees. ) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli.
Poltekes : Makassar
Aminah Dalimunte http://www. Interaksi
Sambiloto, di akses tanggal 09 Januari 2012
Brooks, G. F.,Butel, J, S., Ornston, L. N., 2001,
Mikrobiologi Kedokteran, Edisi ke-20, Alih
bahasa Edi Nugroho, dkk., Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 627-629.
Dalimartha, S., 2003, Atlas Tumbuhan Obat
Indonesia, Jilid III, Puspa Swara, Jakarta,iii.
Depkes RI, 2004, Museum Obat dan Obat
Tradisional,
http://www.litbang.depkes.go.id/bpto/museum
, diakses tanggal 09 Januari 2012.
Djide, N., 2005, Mikrobiologi dan Parasitologi
Dasar, Universitas Hasanuddin, Makassar,
101-107.
Drs. Tan Hoan, T, dan Drs. Rahardja K., 2002,
Obat-obat Penting, Edisi ke-5
Mary, J, M., Harvery, A, R., Champe, C, P., 2006, Farmakologi Ulasan Bergambar, Edisi ke-2.
Mutschler, F., 1991, Dinamika Obat, Edisi ke-5, Alih bahasa Mathilda B, dkk., Penerbit ITB Bandung 615.