PENGHANTARAN NOTA KEUANGAN
PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2017
PADA RAPAT PARIPURNA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PIDATO GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Puji
s
yukur kita panj
a
tk
a
n k
e
h
a
d
i
r
a
t Tuhan Y
a
ng Maha Esa yan
g s
enantia
s
a
memberikan rahm
a
t d
a
n hidayahN
y
a kepada
kita semua,
sehingga kita
dapat
menghadiri Rapat P
ar
i
p
um
a,
untuk
bersarna-
s
am
a
mengikuti
Penjelasan Atas
Rancan
g
an Perub
a
h
a
n
Angga
ran Pendapatan
dan Belanja
Daerah
Daerah
I
s
tim
e
wa Yo
gya
kart
a Ta
hun An
gg
aran 2017.
S
a
lam s
e
jaht
e
ra b
ag
i ki
t
a
se
mua
.
Yth. S
a
udara Pimpin
a
n d
a
n An
g
got
a
D
e
wan
, ser
ta hadirin yang kami hormati
.
I l l l l l l l l l l l l l l l l I l 1t l I I
A
s
salamu
'
al
a
ikum Wr
. Wb
.
PENJELASAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ATASRANCANGANPERUBAHANANGGARANPENDAPATANDAN
BELANJA DAERAH
DAERAH ISTIMEW A YOGY AKARTA TAHUN ANGGARAN 2017
PADA RAP AT PARIPURNA DPRD DAERAHISTIMEWA YOGYAKARTA
TANGGAL: 6 SEPTEMBER 2017
2
Pemerint
a
h Pu
s
at
, ke
b
utu
h
a
n-k
e
bu
t
uhan lain
ya
n
g
rn
e
n
g
ikat dan mende
s
ak y
a
n
g
h
a
m
s d
il
a
k
sa
n
akan ole
h P
eme
rin
ta
h Daerah m
a
u
p
un un
tu
k m
e
n
a
mpun
g
p
e
n
y
e
sua
i
a
n p
e
n
da
p
atan
d
an
t
a
m
ba
han b
e
lanj
a
prio
ri
t
a
s yan
g
belum t
e
rcan
tu
m
dalam APBD D
IY Tahun Angga
ran
2
017.
t
e
l ah
ol
e
h
An
ggara
n
20
I7
1111ya
n
g
s
udah
digari
s
k
a
n
Pen
y
usun
a
n
P
e
ru
ba
h
a
n
APBD
Tahun
mempertimb
a
n
gka
n
kewaj
ib
a
n-ke
wa
jiban
Penyusunan Perubaha
n
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 201 7,
s
eba
g
aimana
k
ita ketahui ber
s
am
a,
berdasarkan Peraturan
Menteri Dalam Negeri
N
omor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pen
g
elolaan
Keuangan Daerah
s
ebagaim
a
na t
e
lah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
Dalam
N
e
g
eri Nomor 21
Ta
hun 20
1
1 tentan
g
Perubahan Kedua At
as
Peraturan
M
e
nteri D
a
lam
N
e
g
e
r
i
No
m
o
r 13
T
ahun 2006 Tentang Pedoman Pen
g
elolaan
Keuan
g
an Daerah
,
d
a
n K
e
bij
a
kan
U
mum Perubahan APBD sert
a
P
r
iorita
s
Plafon Anggaran Sementara P
e
rub
a
han APBD Tahun Ang
g
aran
2
01
7,
penyusunan Perubahan Anggara
n
Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun
Anggaran 201 7, berubah antar
a
lain karena:
l
.
Perkembangan yan
g t
idak sesuai dengan asumsi APBD yan
g
ditetapkan
s
ebelumn
y
a.
2. Keadaan y
a
n
g
men
ye
b
a
bkan harus dilakukan per
g
eseran an
gg
ar
a
n anta
r
unit organi
sas
i
,
antar ke
g
ia
t
an d
a
n antar jenis belanja.
3
.
Sisa Lebih An
gga
ran Tahun lalu yang harus di
g
unakan untuk pembiayaan
dalam T
a
hun An
gg
aran be
r
j
a
l
a
n.
Kebijakan penganggaran pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 diarahkan sesuai dengan prioritas pembangunan, serta mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut:
1. Adanya kegiatan yang merupakan arahan dari Pemerintah Pusat;
2. Adanya kegiatan yang merupakan kesepakatan dengan pihak lain dan wajib untuk dilaksanakan;
3. Kewajiban kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, berupa bagi hasil pajak daerah;
4. Kewajiban terhadap belanja yang berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK);
5. Kewajiban terhadap belanja penyertaan modal;
Kita telah berupaya untuk selalu meningkatkan pendapatan dengan menerapkan strategi proaktif yang berorientasi pada peningkatan pelayanan. Kebijakan Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD DIY berdasarkan kondisi terkini kinerja perekonomian daerah maupun nasional, serta memperhatikan perhitungan APBD DIY Tahun 2017 khususnya evaluasi kinerja bi dang pendapatan, dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber baik Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan maupun Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah.
2. Realisasi pendapatan daerah sampai dengan semester I tahun 2017.
3. Penyesuaian atas Dana Perimbangan/Transfer yang bersumber dari Pemerintah Pusat.
4. Hasil kinerja pengelolaan BLUD maupun BUMD, dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah.
I
I
I
l
I
l • 4 12/ KSPIVIII/2017Kesepakatan Nomor tertanggal 31 Agustus 2017, dengan
62/ KI DPRD/2017
harapan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dengan rincian sebagai berikut:
sepakati bersama dengan Nota Kesepakatan Nomor IIIKSPIVIII/2017 se a rt
611 KI DPRD/2017'
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PP AS) Perubahan dengan Nota
Berikut ini kami sampaikan gans besar Rencana Perubahan Anggaran
Pendapatan clan Belanja Daerah DIY berdasarkan Kebijakan Umum Perubahan
APBD dan PP AS Perubahan APBD DIY Tahun Anggaran 2017 yang telah kita
Saudara Pimpinan dan Anggota
Dewan
,
serta
Hadirin yang kami hormati.
1. Pertumbuhan Ekonomi sebelum perubahan 4,3% setelah perubahan menjadi
5,46%.
2. Inflasi sebelum perubahan ~·,91 % - 4,93%, setelah perubahan menjadi 3,36%.
3. ICOR sebelum perubahan 4,72% - 5,43%, setelah perubahan menjadi 5,51 %.
Berdasarkan perkembangan dan realisasi kondisi perekonomian tahun 2016,
maka asumsi kondisi regional DIY yang digunakan dalam Rancangan
Perubahan APBD DIY Tahun 2017 adalah :
Kebijakan Pembiayaan Daerah dengan memperhatikan evaluasi pelaksanaan
APBD Tahun Anggaran 2016 clan realisasi pelaksanaan APBD Tahun
Anggaran 2017 sampai dengan bulan Juni 2017.
6. Kewajiban terhadap belanja langsung yang ada di setiap SK.PD;
7. Penataan kembali belanja gaji pegawai berdasarkan realisasi ·gaji sampai dengan bulan Juni 2017 dan prognosis.
Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan Dana Perimbangan semula dari Rp2,46 trilyun menjadi Rp2,4 l trilyun men g a 1 am i pen u run an sebesar Rp51,21 milyar atau turun 2,08% dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dari Rp869,49 milyar menjadi Rp853,71 milyar mengalami penurunan
sebesar Rp15,77 milyar atau turun 1,81%.
Secara rinci perubahan pendapatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp 1,65 trilyun berubah menjadi Rpl,69 trilyun atau mengalami kenaikan sebesar Rp33,22 milyar atau naik 2 % dengan rincian sebagai berikut :·
a. Pajak Daerah
Pajak Daerah mengalami kenaikan sebesar Rp18,53 milyar atau naik
sebesar 1,29%, dari Rpl,43 trilyun sebelum perubahan, menjadi
Rp 1,45 trilyun setelah perubahan.
b. Hasil Retribusi Daerah
Hasil Retribusi Daerah mengalami kenaikan sebesar Rpl ,09 milyar atau
naik sebesar 2,81 %, dari Rp3 8, 79 milyar sebelum perubahan, menjadi
Rp39,88 milyar setelah perubahan.
Rencana pendapatari mengalami perubahan, semula sebelum perubahan sebesar Rp4,98 trilyun berubah menjadi Rp4,95 trilyun setelah perubahan atau mengalami penurunan sebesar Rp33,77 milyar atau turun 0,68%.
Hal ini karena adanya penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun
Anggaran 2016 yang semula direncanakan menjadi pendapatan di Tahun
2017 telah ditransfer di Bulan Desember Tahun 2016.
Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak mengalami peningkatan sebesar
Rp14,97 juta atau naik sebesar 0,01 %, dari semula Rp132~30 milyar
sebelum perubahan, menjadi Rpl32,3 l milyar setelah perubahan.
b. Dana Alokasi Umum I I I I I I 1 l I I I I I I I I I I I I I I I I I I I l l I I I l
!
l l I l l I l l I I I l I!
I l l l I I I 1 I 1 I l l l I l I I l l.
Dana Alokasi Umum mengalami penurunan sebesar Rp65,98
milyar atau turun sebesar 4,78 %, dari Rpl,38 trilyun sebelum
perubahan, menjadi Rpl,31 trilyun setelah perubahan.
2. Dana Perimbangan
Dana Perimbangan semula direncanakan sebesar Rp2,46 trilyun sebelum
perubahan, menjadi Rp2,41 trilyun setelah perubahan, mengalami
penurunan sebesar Rp51,21 milyar atau turun 2,08% dengan rincian sebagai
berikut:
a. Dana Bagi Basil Pajak/Bukan Pajak
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah mengalami kenaikan
sebesar Rp2,36 milyar atau naik sebesar 1,96 %, dari Rp 120,69 milyar
sebelum perubahan, menjadi Rp123,05 milyar setelah perubahan.
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
I I
'
I l l I l l I I I'
I I I I I!
t
I 6c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan mengalami
kenaikan sebesar Rp 11,22 milyar atau naik sebesar 18,81 %, dari
Rp59,71 milyar sebelum perubahan, menjadi Rp70,94 milyar setelah
D
an
a P
enyesuaian da
n
Oto
n
o
mi Khu
s
u
s
men
g
al
a
mi p
enur
unan
s
eb
esar
R
p
l5
,
77
m
ilyar ata
u
t
ur
u
n
se
be
sa
r 1
,8
5
%, dar
i
s
e
be
sa
r
Rp
8
5
3,
9
9
mil
ya
r
s
e
b
e
l
u
m
pe
rub
a
ha
n
,
m
e
nj
a
d
i
Rp8
3
8
,
22 m
i
l
ya
r
s
ete
lah
p
e
rub
a
h
a
n
.
P
e
nuru
na
n ini dikaren
a
kan SiLP
A
Dana K
e
i
s
time
w
aan
Ta
hun An
g
g
a
ran
20
16
s
eb
aga
i p
e
n
g
uran
g
transfer
T
ahun An
gga
ran
2017.
3
.
Lain
-
lain Pendapatan D
a
er
a
h yan
g
Sah
L
a
i
n
-
lain Pendapatan Daerah yang Sah
,
mengalami penurunan
s
ebesar
Rp 15
,
77 milyar a
ta
u turun sebe
s
ar 1,81
%
dari
s
ebesar Rp869
,4
9 milyar
sebelum perubahan, menjadi Rp853,71 milyar setelah perubahan dengan
rincian sebagai b
e
riku
t
:
a
.
Pend
a
patan Hibah
P
e
nd
a
p
a
t
a
n H
i
b
a
h di
r
enc
a
n
a
kan
se
b
esa
r Rp 14
,
8
2
mil
yar t
idak
me
n
ga
lami
pe
rub
a
h
a
n
ata
u t
eta
p.
b
.
Dana Pen
yes
u
a
i
a
n d
an
O
to
nomi Khu
s
u
s
Dana Aloka
s
i Khu
s
u
s
me
nga
l
a
mi ken
a
ikan
s
eb
es
ar Rpl4
,
7
5
mi
lya
r atau
na
i
k 1
,5
5
%
d
a
ri semula
se
be
sa
r Rp949
,
08 m
i
l
y
ar seb
e
lum perubahan
,
menjadi R
p
963
,8
3 mil
y
a
r se
t
e
l
a
h p
e
rubahan. Hal ini karen
a
pen
y
ele
s
aian
ata
s
kekurang
a
n pen
y
aluran DAK Tahun An
g
garan 2016.
8
Se
c
a
ra kes
e
luruh
a
n p
e
rub
ah
an b
e
lanja Tahun An
gga
ran 20
1
7
ya
n
g s
emula
direncanakan
s
ebe
sa
r R
p
5
,
20 trilyun
se
belum
p
erubah
a
n menjadi Rp5
,
14 trilyun
se
t
e
lah perubahan
,
m
en
ga
l
a
m
i
p
e
nu
r
unan
s
ebe
s
ar Rp
57
,
89 mily
a
r
a
tau turun
1
,
11
%,
yan
g t
erdiri d
a
ri:
Berdas
ar
pertimban
g
an k
e
mampuan keuan
g
an daerah, yaitu
k
emampuan
pendapatan dan
k
em
a
mpuan p
e
mbi
aya
an maka jumlah p
e
ndanaa
n y
ang
dimungk
i
nkan untuk dib
e
lanj
ak
an dalam APBD Perubahan Tahun 2017
m
e
ng
a
l
a
mi penurunan.
B. BELANJA
1. Belanja Tidak Langsung
Belanja Tidak Langsung yang semula direncanakan sebesar Rp2,77 trilyun
sebelum perubahan menjadi Rp2,58 trilyun setelah perubahan, mengalami
penurunan sebesar Rpl 94,94 milyar atau turun sebesar 7,01 % yang terdiri
dari:
a.
Belanja P
e
ga
wa
i
ya
n
g s
emul
a
Rpl,
3
1 tril
y
un menjadi Rpl
,
27 trilyun
,
mengal
a
mi p
e
nurunan
s
ebesa
r
Rp43,0l milyar
a
t
a
u turun s
e
b
esa
r 3
,
27
%.
G
a
ji PNS dihitun
g
b
e
rda
sar
kan p
a
da r
e
ali
s
a
s
i pemb
a
yaran
gaj
i dan
tunjan
g
an
s
amp
a
i de
ng
an bulan Juni 2017
.
b.
B
e
l
a
nja H
i
b
a
h
, ya
n
g s
emul
a
Rp719
,
5
2
mil
y
ar b
e
rub
a
h m
e
njadi
Rp60
2
,69 m
i
l
ya
r
,
me
n
ga
lami p
e
nurun
an s
ebe
sa
r Rp
1
16,82 mil
ya
r
ata
u
turun
se
b
esar
1
6,24%.
P
en
urunan di
a
kibatk
an
Su
ra
t
E
d
ara
n M
e
nteri
D
a
lam
Nege
ri
N
omor 9
0
311
043
/
SJ t
e
nt
a
n
g P
etu
n
juk Te
kn
i
s
P
e
n
ge
l
o
l
a
an
pengungsian.
f.
Belanja Tidak Terduga, semula sebesar Rp24,91 milyar menjadiRpl5,13 milyar, mengalami penurunan sebesar Rp9,78 milyar atau turun
39,25%. Belanja Tidak Terduga dianggarkan untuk mendanai kegiatan
yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang yang tidak
diperkirakan sebelumnya. Kebijakan Belanja Tidak Terduga pada
' I 1 1 I 1 1 I 1 I I
I
I I I 1 I 1 1 1 I I 1 1 l 1 1c. Belanja Bantuan Sosial, tidak mengalami perubahan atau tetap sebesar
Rp2,09 milyar.
d
.
Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan PemerintahDesa, semula sebesar Rp601,30 milyar sebelum perubahan menjadi
Rp611,99 milyar setelah perubahan, mengalami kenaikan sebesar
Rpl0,68 milyar atau naik 1,78%. Kenaikan ini akibat Kewajiban kepada
Pemerintah Kabupaten/Kota berupa Bagi Hasil Pajak Daerah sesuai
dengan realisasi pendapatan dan kenaikan target pendapatan.
e. Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan
Pemerintah Desa, yang semula sebesar Rpl 14,62 milyar sebelum
perubahan, turun menjadi Rp78,62 milyar setelah perubahan, mengalami
penurunan sebesar Rp3 6 milyar atau turun sebesar 31,41 %. Penurunan
ini disebabkan adanya penangguhan pelaksanaan bantuan keuangan
khusus di Kabupaten Bantul untuk pembangunan jembatan akses
Industri Piyungan dan pergeseran dari belanja hibah erupsi merapi ke
bantuan keuangan kepada Desa di Kabupaten Sleman untuk barak
Negeri dan Satuan Pendidikan K.husus Negeri Yang Diselenggarakan
Pemerintah Provinsi, sehingga ada pergeseran dari rekening Belanja
10
2. Belanja Langsung
Belanja Langsung yang semula direncanakan sebesar Rp2,42 trilyun setelah
perubahan menjadi Rp2,55 trilyun, mengalami kenaikan sebesar Rpl37,05
milyar atau naik 5,66%.
Perubahan pada Belanja Langsung terdiri dari :
a. Belanja Pegawai, sebelum perubahan sebesar Rp185,78 milyar menjadi
Rpl83,02 milyar setelah perubahan, mengalami penurunan sebesar
Rp2, 75 milyar atau turun 1,48%.
b. Belanja Barang dan J
as
a
, s
ebelum perubahan
s
ebesar Rp 1
,
19 trilyun
men
ja
di Rpl
,2
8 tril
y
un
s
et
e
lah perubahan
,
men
g
alami kenaikan sebes
ar
Rp87
,
12 mil
y
ar atau nai
k 7,2
9
%.
c. Belanja M
o
d
a
l
se
b
e
lum p
e
rub
a
han
s
ebe
sa
r Rpl
,
04 tril
yu
n
m
enj
a
di
Rpl
,
09 tril
y
un
se
t
ela
h p
eru
b
a
h
a
n
,
m
e
n
ga
l
a
mi k
e
n
a
ikan
s
eb
es
ar R
p
51
,
18
mil
ya
r
a
tau n
a
i
k 4,
9
2%.
d
.
Belan
ja Ban
tu
a
n K
eg
i
a
t
a
n
Ke
l
e
mb
ag
a
a
n n
a
ik 100
%,
d
ar
i
sebel
um
p
e
rub
a
h
a
n RpO m
enja
d
i
R
p
l
,5
mily
a
r.
Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 ini diarahkan untuk kesiapan
2. Pengeluaran Pembia
y
aan Daerah
Pengeluaran Pembia
y
aan Daerah
y
ang direnca
n
akan seb
esa
r
Rp4 mil
ya
r
berubah men
j
adi Rp
4
,2
2
mil
y
ar atau mengal
a
mi kenaikan
s
eb
e
s
a
r Rp2
2
0
juta atau naik 5
,
50%, Kenaikan Pen
g
eluaran Pembia
ya
an ini untuk
Penyertaan Modal (in
v
e
st
a
s
i
)
P
e
merintah Dae
ra
h
se
bagai kon
sek
u
e
n
s
i P
a
sal
5 Peraturan Dae
ra
h
N
orn or 2 Tahun 2016 tent
a
n
g
P
e
rubahan
At
a
s
Pe
ra
tu
ra
n
Daerah Daer
a
h I
s
time
wa
Yo
gy
akarta Nomor
5
Tah
u
n 201
3
t
e
n t
a
n
g
P
e
nyert
aa
n Mod
a
l D
ae
rah pada B
a
dan
U
sah
a
Mili
k
Daerah d
a
n P
erser
o
a
n
Terb
a
t
as
A
s
ura
n
s
i B
ang
un A
skr
id
a
.
Anggaran Pernbiay
aan p
a
da da
s
am
y
a adalah tran
s
ak
s
i Keuan
g
an Daerah yang
dimaksudkan untuk menutup dan memanfaatkan selisih antara P
e
ndapatan
D
a
erah dan Belanja Daerah.
An
gga
ran Pembi
a
ya
a
n
se
belum perubahan sebe
s
a
r
Rp212
,
0l m
i
l
ya
r
s
et
e
lah
perubahan menjadi Rpl 87
,
88 milyar
,
mengalami penu
r
unan sebe
s
ar Rp24,l l
mil
y
ar atau turun 11,38
%
.
Pembiayaan Daerah terdiri dari :
l.
P
e
nerimaan P
e
mbi
ayaa
n D
aera
h
Penerimaan Pembi
aya
an Daerah sebelum p
e
rub
a
han
ya
ng diren
c
an
a
kan
se
besar Rp2l6,01 mil
yar b
erub
a
h menjadi Rp 192,l 0 mi
l
y
a
r
s
e
t
elah
p
e
rub
a
h
a
n
,
m
e
n
ga
l
a
mi p
e
nuru
na
n
sebesa
r R
p2
3
,
89 mil
yar a ta
u
t
urun
11
,
06
%
. Penurunan ini k
a
r
e
n
a
p
e
nye
s
u
a
ian h
as
il
a
udit BPK
a
ta
s
L
a
poran
K
e
uan
ga
n APBD
T
ahun An
gga
ran
2
016 d
a
ri Si
s
a l
e
bih P
e
rhi
tung
an
An
gg
aran Tahun L
a
lu
(
Si
L
PA)
Ta
hun 2016.
12
~ENGKU
BUWONO X
·
GUBERNUR
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Demikian garis besar gambaran Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2017. Saya
berharap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ini,
dapat segera dibahas dan disetujui mengingat faktor waktu yang sangat sempit
untuk tahap pelaksanaan di sisa waktu Tahun 201 7.
Yth. Pimpinan Dewan dan Anggota Dewan, serta hadirin yang saya hormati.
Akhimya saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kebersamaannya dalam pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Daerah Istimewa Y ogyakarta Tahun Anggaran 201 7. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua. Amin.