Pembuatan Tata Kelola Keamanan Informasi
Kontrol Fisik dan Lingkungan Berbasis ISO/IEC
27001:2005 Pada Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara Surabaya II
RIZKY DIAN BARETA – 5210105002
Pembimbing I : Ir. Ahmad Holil Noor Ali, M.Kom
Pembimbing II : Yudhistira Kesuma, S.Kom, M.Kom
Standar keamanan informasi dari Kementrian
Kominfo
Kebijakan Kementrian Keuangan -> Renstra
Kemenkeu 2010-2014
Resiko yang pernah terjadi -> kebakaran KPPN
Bagaimana tata kelola keamanan informasi yang berfokus pada
fisik dan lingkungan yang sesuai dengan Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 479/KMK.01/2010 pada KPPN Surabaya II?
Hal-hal apa yang tercakup dalam kontrol fisik dan
lingkungan pada KPPN Surabaya II?
Panduan apa yang perlu ada dalam kontrol fisik dan
lingkungan?
Prosedur apa yang perlu ada dalam kontrol fisik dan
lingkungan?
Pedoman apa yang perlu ada dalam kontrol fisik dan
lingkungan?
Instruksi kerja apa yang perlu ada dalam kontrol fisik dan
lingkungan?
Formulir apa yang perlu ada dalam kontrol fisik dan
Perancangan tata kelola keamanan informasi
difokuskan pada pembuatan pedoman, prosedur,
instruksi kerja dan formulir.
Pembuatan dokumen tata kelola keamanan
informasi mengacu pada kebijakan dan standar
yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri
Keuangan Nomor 479/KMK.01/2010 tentang
Kebijakan dan Standar Sistem Manajemen
Keamanan Informasi di Lingkungan Kementerian
Keuangan.
Pembuatan tata kelola keamanan informasi
terbatas pada KPPN Surabaya II yang terletak
pada lantai 7 GKN Surabaya II Jalan Dinoyo.
Kumpulan proses yang saling terkait dan
terstrukturisasi untuk mengarahkan dan
mengontrol organisasi dalam mencapai tujuan.
(ITSM, 2007)
Segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk
memproses dan mengirimkan informasi dalam
bentuk eletronis (Lucas, 2000)
Sebuah rangkaian prosedur formal dimana
data dikelompokkan, diproses menjadi
beberapa informasi dan didistribusikan kepada
pemakai. (Hall, 2001)
Suatu upaya untuk melindungi aset informasi
yang dimiliki. (Sarno, 2009)
Aspek keamanan : kerahasiaan, integritas,
Standard keamanan informasi yang
dikembangkan oleh International Organization
for Standarization (ISO) dan International
Electrotecnical Comission (IEC)
Sebuah panduan pembuatan, penerapan,
pelaksanaan, pengawasan, analisis,
pemeliharaan dan pendokumentasian Sistem
Manajemen Keamanan Informasi
Pengamanan Area : pegawai, tamu dan pihak
ketiga
Pengamanan Perangkat
Penempatan dan perlindungan perangkat
Penyediaan perangkat pendukung
Pengamanan kabel
Pemeliharaan perangkat
Pengamanan perangkat di luar area
Pengamanan penggunaan kembali /
VERIFIKASI DOKUMEN TATA KELOLA
Verifikasi tengan teknik trace back Checklist dan kesesuaian dokumen
PERANCANGAN DOKUMEN TATA KELOLA
Perancangan dengan teknik pemetaan Pedoman, prosedur, intruksi kerja, formulir
STUDI LAPANGAN
KONDISI ORGANISASI Penjelasan organisasi objek
STUDI LITERATUR
Satuan kerja yang terdapat di dalam GKN Surabaya
II antara lain:
KPP Pratama Surabaya Tegalsari, yang berada
pada lantai 1, 2 dan 3 dengan luas lahan 2.181 m
2.
KPP Pratama Surabaya Sawahan, yang berada
pada lantai 1, 2 dan 3 dengan luas lahan 2.181 m
2.
KPP Pratama Surabaya Simokerto, yang berada
pada lantai 5, 6 dan 8 dengan luas lahan 3.283 m
2.
KPPN Surabaya II, yang berada pada lantai 7
dengan luas lahan 1.313 m
2.
Kanwil X DJKN Surabaya, yang berada pada lantai
Fasilitas pada Gedung Keuangan Negara Surabaya II
antara lain sebagai berikut:
Daya listrik terpasang sebesar 800 KVA.
AC sentral sebanyak 67 unit.
AC split sebanyak 39 unit.
Lift sebanyak 4 unit.
Genset sebanyak 1 unit dengan daya listrik 750 KVA.
Alat pencegah kebakaran sebanyak 33 unit.
Pesawat telepon sebanyak 175 unit.
Faksimili sebanyak 1 unit.
Aula sebanyak 1 buah dengan luas 472 m
2.
Halaman parkir dengan luas 600 m
2.
KPPN Surabaya II saat ini melayani 186 satuan kerja
dan 37 bank persepsi dengan dibantu 4 bank
operasional I dan 5 bank operasional II. Total pagu
dana belanja negara yang dikelola KPPN Surabaya II
adalah sebesar Rp.5.710.800.426.000,-.
KPPN Surabaya II mempunyai 43 pegawai dengan
rincian 1 orang eselon III, 4 orang eselon IV dan 38
pelaksana. KPPN Surabaya II terdiri dari 1 subbagian
umum dan 3 seksi, yaitu seksi pencairan dana, seksi
bendum dan seksi verifikasi dan akuntansi. Khusus
untuk subbagian umum terbagi menjadi 3 bagian,
yaitu TU/RT, kepegawaian dan keuangan. Untuk
jabatan supervisor merupakan jabatan yang ditunjuk
langsung oleh kepala KPPN.
Dalam kaidah umum pembuatan dokumen
tersebut menggunakan format yang telah
ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan
Informatika RI. Dalam format tersebut terdapat 4
susunan dokumen, yaitu:
Identitas
Pengesahan
Daftar perubahan dokumen
Isi dokumen
Isi dokumen:
Dokumen tingkat 1
1.Kebijakan
2.Standar
Dokumen tingkat 2
1.Panduan
2.Prosedur
Dokumen tingkat 3
1.Petunjuk teknis
2.Instruksi kerja
3.formulir
Kebijakan keamanan informasi;
Peran dan tanggung jawab organisasi
keamanan informasi;
Klasifikasi informasi;
Kebijakan kontrol terkait;
Perimeter keamanan fisik; Pengendalian akses masuk;
Mengamankan kantor, ruangan dan fasilitas;
Perlindungan terhadap ancaman eksternal dan lingkungan; Bekerja di area yang aman;
Area akses publik dan bongkar muat;
Penempatan dan perlindungan peralatan; Sarana pendukung;
Keamanan kabel;
Pemeliharaan peralatan;
Keamanan peralatan di luar lokasi;
Pembuangan atau penggunaan kembali peralatan secara aman; Pemindahan barang.
Kebijakan dan standar kontrol keamanan fisik dan lingkungan Kementerian Keuangan sesuai KMK nomor 479/KMK.01/2010 tentang Kebijakan dan Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi di Lingkungan Kementerian Keuangan
Peran dan tanggung jawab organisasi keamanan informasi kontrol keamanan fisik dan lingkungan mengacu pada struktur organisasi pada KPPN Surabaya II. Struktur fungsional organisasi tersebut dipetakan terhadap aktifitas TI melalui RACI-Chart (Responsible,
Accountable, Consulted dan Informed) ke struktur organisasi KPPN
Surabaya II.
Responsible berarti pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
aktifitas.
Accountable berarti pihak yang memberikan arahan untuk pelaksanaan
aktifitas.
Consulted berarti pihak tersebut dilibatkan dalam pengambilan keputusan
suatu aktifitas
Prosedur Kepala kantor Kepala subbagian
umum TU/RT Supervisor
Perimeter keamanan fisik I A/R R R
Pengendalian akses masuk A R R R
Mengamankan kantor, ruangan dan fasilitas A R R
Perlindungan terhadap ancaman eksternal
dan lingkungan I A/R R
Bekerja di area yang aman I A/R R R
Area akses publik dan bongkar muat I A R
Penempatan dan perlindungan peralatan I A R R
Sarana pendukung I A/R R R
Keamanan kabel I A R R
Pemeliharaan peralatan I A R R
Keamanan peralatan di luar lokasi I A/R R
Pembuangan atau penggunaan kembali
peralatan secara aman A R R
Dalam dokumen tingkat 2 ini berisi prosedur, panduan
serta petunjuk pelaksanaan yang telah dikembangkan
oleh internal organisasi dan berisi langkah-langkah
cara menerapkan kebijakan serta penanggung jawab
kegiatan. Dokumen ini bersifat operasional, dalam arti
dilakukan sehari-hari sesuai tugas pokok dan fungsi
penanggung jawab kegiatan.
Prosedur-prosedur yang dihasilkan merupakan
pemetaan dari kegiatan-kegiatan yang ada pada
kontrol fisik dan keamanan di ISO 27001:2005 yang
dipetakan dengan dokumen tingkat 1 yang telah
terdokumentasi sebelumnya, sehingga dihasilkan 26
dokumen yang terangkum dalam 13 set dokumen
tingkat 2.
Petunjuk teknis diambil dari petunjuk teknis organisasi
dalam hal ini mengambil dari surat Direktorat Sistem
Perbendaharaan Nomor S-9339/PB.7/2011 hal
Petunjuk Teknis Pengelolaan Server, Sistem Jaringan,
dan Database, namun dapat pula mengambil petunjuk
teknis lintas departemen, seperti contohnya
penggunaan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.
24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan
Perawatan Bangunan Gedung dalam petunjuk teknis
kegiatan mengamankan kantor, ruangan dan fasilitas.
Didapat 12 dokumen tingkat 3 yang terdiri dari 4
petunjuk teknis, 2 instruksi kerja dan 6 formulir yang
terbagi ke 8 dokument tingkat 2.
Pembuatan dokumen tata kelola sistem manajemen keamanan
informasi kontrol fisik dan lingkungan secara garis besar mengacu pada ISO/IEC 27001:2005 yang telah diadopsi pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 479/KMK.01/2010 tentang Kebijakan dan Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi di
Lingkungan Kementerian Keuangan.
Standar pembuatan dokumen tata kelola sistem manajemen keamanan informasi kontrol fisik dan lingkungan mengadopsi
template Panduan Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi
bagi Penyelenggara Pelayanan Publik yang disusun oleh Tim Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Ruang lingkup obyek yang tercakup dalam dokumen tata kelola sistem manajemen keamanan informasi kontrol fisik dan
lingkungan ini adalah segala aset yang menjadi penguasaan dan tanggung jawab KPPN Surabaya II.
Dalam pembuatan dokumen terdapat 3 tingkat, yaitu:
Dokumen tingkat 1 yang berisi kebijakan dan
standar internal organisasi menghasilkan 13
dokumen.
Dokumen tingkat 2 yang berisi prosedur, panduan
dan petunjuk pelaksanaan menghasilkan 26
dokumen yang terangkum dalam 13 set dokumen.
Dokumen tingkat 3 yang berisi petunjuk teknis,
instruksi kerja dan formulir menghasilkan 12
dokumen yang terdiri dari 4 petunjuk teknis, 2
instruksi kerja dan 6 formulir terangkum ke dalam
8 set dokumen.
Pembuatan dokumen tata kelola sistem manajemen keamanan informasi ini hanya mencakup proses yang terkait dengan
keamanan fisik dan lingkungan, oleh karena itu diharapkan
kedepannya dapat dilakukan pengembangan untuk melengkapi dengan diadakan pembuatan dokumen tata kelola sistem
manajemen keamanan informasi kontrol yang lainnya. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dapat
melakukan assessment terhadap risiko yang akan timbul pada semua layanan TI di seluruh lingkup organisasi agar dapat menentukan tindakan lebih lanjut serta meminimalkan risiko yang akan timbul.
Terdapat beberapa peralatan atau sarana pendukung yang tidak dalam penguasaan serta tanggung jawab KPPN Surabaya II,
sehingga diharapkan KPPN Surabaya II dapat menjalin
koordinasi secara berkelanjutan mengenai ketersediaan dan kapabilitas peralatan dan sarana pendukung yang menjadi penguasaan dan tanggung jawab GKN Surabaya II.