• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lalat Bibit Kacang Ophiomya phaseoli Diptera: Agromyzidae

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lalat Bibit Kacang Ophiomya phaseoli Diptera: Agromyzidae"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Lalat Bibit Kacang Ophiomya phaseoli

Diptera: Agromyzidae

• Menyerang tanaman awal muncul dr permukaan tanah hg umur 10 hr.

• Telur diletakkan pd tanaman muda baru tumbuh.

• Telur diletakkan di dalam lubang tusukan antara epidermis atas & bawah keping

biji/disisipkan dlm jaringan mesofil dekat pangkal keping biji /pangkal helai daun pertama & kedua.

(3)
(4)

• Stadium telur 2 hr, larva masuk ke dalam keping biji /pangkal helai daun pertama/

kedua, kemudian membuat lubang gerekan. • Larva menggerek batang melalui kulit

batang sampai ke pangkal batang, & berubah bentuk menjadi kepompong.

• Serangan lalat kacang ditandai bintik putih pd keping biji, daun pertama/kedua.

• Bintik merupakan bekas tusukan peletakan telur (ovipositor).

(5)
(6)

Pengendalian • Jerami mulsa,

• Perlakuan benih

(7)

Lalat pucuk Melanagromyza dolicostigma

Diptera: Agromyzidae

• Lalat warna hitam, serupa lalat kacang. • Telur diletakkan pd permukaan bawah dr

daun bagian pucuk yg belum membuka. • Telur warna hijau keputihan.

• Larva makan dg menggerek ke dalam jaringan daun, menuju pucuk tanaman melalui tulang daun.

• Serangan pd populasi tinggi menyebabkan seluruh helai daun layu.

(8)
(9)

Pengendalian • Varietas toleran

• Mulsa jerami

• Perlakuan benih

(10)

Aphis glycines

Homoptera: Aphididae

• Tubuh ukuran kecil, lunak, hijau agak kekuningan.

• Sebagian besar tdk bersayap, bila populasi meningkat sebagian membentuk sayap yg bening.

• Yg bersayap pindah ke tanaman lain utk membentuk koloni baru.

• Menyukai bagian muda dr tanaman.

• Nimfa dibedakan dg imago berdasar jumlah ruas antena.

(11)

• Instar 1= 4-5 ruas antena, instar 2= 5,

instar 3= 5 / 6 ruas, intar 4 /imago 6 ruas. • Nimfa & imago menghisap cairan tanaman. • Serangan pucuk menjadikan tanaman kerdil. • Vektor virus.

• Menyerang tanaman muda hg tua. • Panas menyebabkan populasi tinggi.

(12)
(13)

Pengendalian • Tanam serempak

• Pemantauan rutin, • insektisida

(14)

Kutu Kebul Bemisia tabaci

Homoptera: Aleyrodidae

• Dewasa warna putih dg sayap jernih, ditutupi lapisan lilin bertepung.

• Ukuran 1-1.5 mm.

• Telur diletakkan di permukaan bawah daun muda.

• Telur warna kuning terang & bertangkai spt kerucut.

• Stadia telur 6 hr.

• Nimfa putih pucat baru netas, bentuk bulat telur & pipih.

• Hanya instar 1 kaki berfungsi, instar 2 & 3 melekat pd daun selama masa pertumbuhan.

(15)

• Stadia pupa terbentuk pd permukaan daun bagian bawah.

• Jenis lain yg lebih besar Aleurodicus disperses Kutu putih.

(16)

• Nimfa dan imago menghisap cairan daun. • Ekresi kutu kebul menghasilkan embun

madu, media tumbuh embun jelaga, shg tanaman tampak hitam.

• Penular CMMV Cowpea Mild Mottle Virus. • Menyerang family Compositae,

Cucurbitaceae, Cruciferae, Solanaceae, Leguminoceae.

• Pengendalian: tanaman serempak,

varietas tahan, insektisida bila kerusakan daun 12.5%.

(17)

Tungau Merah Tetranychus cinnabarius

Acarina: Tetranycidae

• Tubuh merah dg tungkai putih.

• Stadium telur hg dewasa 15 hari.

• Telur diletakkan di bawah permukaan daun. • Warna telur kuning pucat.

• Musim kemarau pertumbuhan cepat. • Menghisap cairan daun hg daun warna

kekuningan.

• Daun yg terserang dijumpai jaringan

benang halus yg digunakan tungau dewasa utk pindah ke daun lain yg masih segar dg cara bergantung pd benang.

(18)

• Serangan tungau merah dpt merusak baik nimfa / imago mengisap cairan daun,

cabang muda, buah dr inang.

• Tunga merah mengeluarkan toksin pd waktu makan shg mengganggu proses metabolism tanaman yg berakibat pd

pengurangan serat, biji & buah serta daun mjd kuning, kering & akhirnya daun gugur. • Serangan berat menyebabkan kematian

tanaman.

• Suhu tinggi & kelembapan rendah dpt meledakkan populasi.

• Ditemukan bawah daun, berkoloni pd jarring yg dibuatnya.

(19)

• Menghisap daun menyebabkan gejala klorotik pd daun & daun gugur shg

(20)

• Tungau jg menyerang kacang hijau, kacang

panjang, kacang tunggak, ubi kayu, papaya & karet.

• Pengendalaian: tanam serempak, pemantauan rutin, akarisida.

(21)

Pengendalian

• Predator Phytoscilus persimis, Neoseiulus califormis.

(22)

Kumbang kedelai Phaedonia inclusa

Coleoptera: Chrysomelidae

• Imago berbentuk kubah

• Jantan panjang 4-5 mm, betina 5-6 mm. • Tubuh imago warna hitam mengkilap dg

bagian kepala & tepi sayap depan warna coklat.

• Imago aktif pagi & sore, siang sembunyi di celah tanah.

• Imago makan daun, pucuk, bunga & polong.

• Bila tanaman disentuh kumbang menjatuhkan diri seolah mati.

(23)

• Betina meletakkan telur berkelompok pd permukaan bawah daun.

• Telur berbentuk bulat panjang, kuning pucat.

• Kelompok telur 5-10 butir. • Stadium telur 4 hr.

• Larva yg baru netas pindah & makan pucuk Bunga & polong.

• Larva muda abu-abu gelap, larva dewasa agak terang.

• Ganti kulit 3 x.

• Menjelang kepompong menuju tanah & berkepompong di sela gumpalan tanah.

(24)
(25)

• Pengendalian

• Tanam serempak, pemantauan rutin, insektisida (2 ekor/8 tanaman).

(26)

Ulat Grayak Spodoptera litura

Lepidoptera: Noctuidae

• Ngengat abu-abu.

• Telur berkelompok pd daun.

• Ngengat betina 14 mm, jantan 17 mm.

• Kelompok telur 30-700 butir, ditutupi bulu merah kecoklatan.

• Stadium telur 3 hr.

• Larva yg baru keluar makan epidermis daun.

• Aktif pd malam hari, meninggalkan

epidermis atas & tulang daun shg daun yg terserang dr jauh terlihat warna putih.

(27)

• Kepompomg terbentuk di dalam tanah. • Stadium pupa 9-10 hari.

• Selain daun, polong muda, tulang daun muda jg dimakan.

(28)

Pengendalian

Tanam serempak Varietas toleran

(29)

Ulat Jengkal

Chrysodeixis chalcites, Thysanoplusia

Lepidoptera: Noctuidae

• Telur diletakkan pd permukaan bawah daun satu per satu.

• Warna telur putih berubah menjadi kuning. • Stadium telur 3-4 hari.

• Panjang tubuh larva 40 mm.

• Membentuk kepompong dlm daun yg dianyam.

• Stadium kepompong 7 hr. • Ngengat warnanya coklat.

(30)

• Imago betina 13 mm, jantan 17 mm. • Larva makan daun dr arah pinggir.

• Serangan berat pd daun mengakibatkan yg tersisa tulang daun, biasa terjadi pd

pengisian polong. • Polifag.

• Inang: kedelai, kentang, tembakau, jagung, kacang-kacangan.

Pengendalian:

Tanam serempak,

(31)
(32)

Ulat Penggulung daun Omiodes indicata

Lepidoptera: Pyralidae

• Imago ukuran kecil, coklat

kekuningan dg lebar rentangan sayap

20 mm.

• Telur diletakkan berkelompok pd daun

muda.

• Kelompok telur 2-5 butir.

• Larva baru menetas, licin, hijau,

transparan & agak mengkilap.

(33)

• Bagian punggung (toraks ) ada bintik hitam. • Larva membentuk gulungan daun dg

merekatkan daun yg 1 dg lainnya dr sisi dlm dg zat perekat yg dihasilkan.

• Dalam gulungan larva memakan daun, shg tinggal tulang daun.

• Pajang larva 20 mm.

• Pupa terbentuk dlm gulungan daun.

• Gejala serangan, terlihat adanya daun yg tergulung menjadi 1.

• Menyerang jg kacang hijau, kacang

(34)

Pengendalian

Tanam serempak,

(35)

Ulat Helicoverpa

Lepidoptera: Noctuidae

• Telur diletakan satu per satu pd

daun, pucuk, bunga pd mlm hr.

• Biasanya

telur

diletakkan

pd

tanaman umur 2MST.

• Kuning muda warna telur.

• Stadium 2-5 hari.

• Larva br menetas mkn kulit telur.

• Larva muda makan jaringan daun,

larva yg lebih tua makan bunga,

polong muda & biji.

(36)

• Warna larva bervariasi: hijau kekuningan, hijau, coklat, agak hitam kecoklatan.

Sedikit berbulu.

• Panjang tubuh larva 30 mm, lebar kepala 3 mm.

• Pupa terbentuk di dalam tanah, dg stadium 12 hr.

• Ngengat warna kuning kecoklatan. • Ciri khusus makan:

kepala & sebagian tubuhnya masuk ke dalam polong.

• Selain makan polong, larva muda jg menyerang daun & bunga.

(37)

• Banyak tanaman inang: kacang hijau, kacang buncis, kacang tanah, gude,

kentang, kubis, bawang merang, apel, jarak, tembakau, sorgum, jeruk, bunga matahari.

• Pengendalian: tanam serempak, tanaman perangka, insektisida.

(38)
(39)

Kepik polong Riptortus linearis

Hemiptera: Alydidae

• Mirip walang sangit.

• Warna kuning coklat dg garis putih

kekuningan di sepanjang sisi badannya. • Panjang tubuh betina 13-14 mm 7 jantan

11-13 mm.

• Telur diletakkan berkelompok pd

permukaan atas / bawah daun serta polong, berderet 3-5 butir.

• Telur berbentuk bulat dg bagian tengah agak cekung, diameter 1.2 mm.

(40)

• Warna telur biru keabuan, berubah menjadi coklat suram.

• Stadium telur 6-7 hr. • Nimfa ada 5 instar.

• Tiap pergantian kulit terdapat

perbedaan bentuk, warna & ukuran. • Nimfa muda mirip semut hitam.

• Rata-rata panjang tubuh nimfa 1-5 berturut-turut 2.6, 4.2, 6, 7, dan 9.9 mm.

• Nimfa muda & dewasa mengisap cairan polong & biji.

(41)

• Menusukan stilet pd kulit polong dan

terus ke biji kemudian mengisap cairan biji.

• Serangan pd polong dan biji

menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mongering & polong gugur. • Selain kedelai, kepik jg menyerang

Tephrosia spp, Acacia villosa, dadap, Desmodium, Solanaceae,

Convolvulaceae, crotalaria, kacang panjang, kacang hijau.

(42)
(43)

Pengendalian

• Tanam serempak, tanaman perangkap Sesbania rostrate,

(44)

Kepik Hijau Nezara viridula

Hemiptera: pentatomidae

• Mulai datang ke tamana pd fase

bunga.

• Telur

berkelompok,

80

butir,

permukaan

daun

bagian

bawah,

permukaan daun bagian atas, polong

& batang tanaman.

• Bentuk

telur spt cangkir, kuning

berubah mjd merah bata ketika

menetas.

(45)

• Stadium telur 5-7 hr.

• Nimfa yg baru netas tinggal bergerombol di atas kulit telur.

• Nimfa mengalami 5 instar.

• Panjang tubuh nimfa: 1.2, 2, 3.6, 6.9, 10.2 mm.

• Nimfa instar 4 mulai menyebar ke tanaman sekitar.

• Pagi hari kepik tinggal di atas permukaan

daun, siang hari turun ke bagian polong utk makan & berteduh.

• Nimfa 7 imago merusak polong & biji dg

menusukkan stiletnya pd kulit polong terus ke biji.

(46)

• Kerusakan yg terjadi penurunan hasil & kualitas biji.

• Inang: padi, kacang-kacangan, Crotalia, kentang, wijen, jagung, tembakau,

(47)
(48)

• Pengendalian:

• Tanam serempak, pergiliran tanaman, insektisida

(49)

Kepik Piezorus

Piezodorus rubrofasciatus Hemiptera: Pentatomidae • Mirip nezara berwarna hijau, garis

melintang pd leher.

• Panjang badan 8.8-12 mm.

• Kepik jantan memiliki garis merah muda, betina garisnya putih.

• Telur diletakkan berkelompok pd

permukaan daun bagian atas, polong, batang, rumpt.

• Tiap kelompok terdiri atas 2 baris, jumlah 9-42 butir.

(50)

• Telur berbentuk silinder, warna abu-abu hitam dg strip putih di tengah.

• Stadium telur 4 hr. • Nimfa 5 instar.

• Nimfa yg baru netas tdk makan &

berkelompok pd permukaan kulit telur. • Setelah ganti kulit nimfa muda mulai

menyebar mencari makan.

• Panjang tubuh nimfa berturut 1.1, 2.23, 3.34, 5.3, 8.59 mm.

• Kepik muda & dewasa meyerang dg cara menusuk polong & biji serta menghisap cairan biji pd semua stadia pertumbuhan polong & biji.

(51)

• Kerusakan menyebabkan penurunan hasil & kualitas biji.

(52)

• Pengendalian:

• Tanam serempak, pergiliran tanaman, insektisida, tanaman perangkap

(53)

Penggerek Polong Kedelai Etiella zinckenella

Lepidoptera: Pyralidae

• Imago warna keabuan & memiliki garis putih pd sayap depan, sedangkan E. hobsoni tdk memiliki garis putih pd sayapnya.

• Telur diletakkan berkelompok, 4-15 butir di bagian bawah daun, kelopak bunga /

polong.

• Telur lonjong, diameter 0.6 mm.

• Warna telur putih mengkilap, berubah

(54)

• Stadium telur 3-4 hr. larva muda warna putih kekuningan, kemudian hijau dg

garis memanjang.

• Larva instar 1 & 2 menggerek kulit polong, biji & hidup dlm biji.

• Setelah instar 2, larva hidup di luar biji. • Dalam 1 polong sering dijumpai lebih dr

1 ekor larva.

• Larva instar akhir memiliki panjang 13-15 mm dg lebar 2-3 mm.

• Pupa dibentuk dlm tanah dg terlebih dahulu membuat sel dlm tanah.

(55)

• Gejala serangan berupa lubang gerek berbentuk bundar pd kulit polong.

• Apabila terdapat 2 lubang gerek pd polong berarti larva telah meninggalkan polong.

(56)
(57)

• Pengendalian: tanam serempak, pelepasan parasitoid Trichogramma bactrae-bactrae, insektisida.

(58)

Lamprosema indicate • Telur diletakkan pd daun muda.

• Inang lainnya: kacang hijau, kacang tolo, kacang panjang, kacang tanah.

• Larva instar 1 & 2 di dalam gulungan daun khususnya pd daun tunggal muda, gejala hanya sebagian daun yg dilipat.

• Larva instar 3 & 4 di dalam gulungan daun yg dibuat 2-3 daun trifoliate yg dijalin,

(59)

• Larva instar akhir ditemukan di dalam gulungan daun, ukuran gulungan lbh

besar yg dibuat dr jalinan beberapa daun trifoliate, ukuran larva 20 mm.

• Larva instar akhir berpindah dr daun yg sdh rusak ke daun yg masih utuh utk

membentuk pupa.

• Pupa, coklat, dalam gulungan daun.

• Terdiri atas 6 instar dg stadium larva 12-15 hr.

• Meningkatnya populasi larva berkaitan dg tersedianya daun muda.

(60)

• Gejala : daun melipat, sedikit berkerut, gejala awal. Lainnya, daun terjalin

kemudian tergulung menjadi 1.

• Bila gulungan dibuka akan dijumpai ulat / kotorannya. Serangan sdh parah daun

(61)
(62)

• Membentuk gulungan daun dg merekatkan daun yg 1 dg lainnya dr sisi dalam dg

benang sutera yg dihasilkannya.

• Pupa terbentuk dlam gulungan daun.

• Pupa berada dlm lipatan daun dg jalinan spt benang putih sebagai perekat daun. • Daun yg digulung utk stadia pupa yaitu

daun yg masih utuh. • Stadia pupa 6-7 hr.

• Imago berupa ngengat. Sayap coklat muda dg garis hitam miring bergelombang.

(63)

Longitarsus suturellinus

• Kumbang, menyebabkan daun muda

berlubang shg bentuk daun tdk normal. • Meyebabkan kerusakan pd kotiledon &

daun muda.

• Selain daun muda, daun tua, bunga & polong muda.

• Daun tua terserang hg daun berlubang tinggal tulang daun.

• Serangan pd bunga, mahkota bunga

berlubang & pertumbuhan tdk sempurna. • Serangan pd polong berupa gerigitan pd

(64)
(65)

Nezara viridula

• 5 MST merupakan fase awal berbunga awal ditemukan imago.

• Instar awal masih berkelompok.

• Imago datang ke tanaman setelah tanaman membentuk polong diikuti dg peletakan

telur.

• Stadium telur 6 hari.

• Stadium nimfa instar 1,2,3,4,5: 4,3,4,5,8 hr.

Referensi

Dokumen terkait

2) Hubungkan modul PLC ke komputer menggunakan kabel SR2USB01. 3) Downloadkan diagram ladder yang telah anda buat ke modul PLC Smart Relay Zelio Logic. 4)

Definisi MAP menurut Rohatgi ( 2005 ) yaitu: “a process of discussion between the competent autorithies in which they seek to explore the possibility of a solution to the

Risiko yang dapat terjadi apabila titik kritis perebusan tidak dikendalikan dengan baik adalah kemungkinan rendemen yang dihasilkan tidak maksimal (berkaitan dengan

Dalam penerapan kafa‟ah nikah untuk memilihkan calon suami atau istri untuk putra atau putrinya yang diutamakan adalah agama, selanjutnya latar belakang

Secara simultan bauran pemasaran jasa yang terdiri dari dimensi variabel yaitu : produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses dan bukti fisik secara serempak

Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti ada pengaruh yang bermakna pola asuh kesehatan terhadap status gizi balita .Hasil

Dana ini akan melabur dalam ekuiti patuh Syariah yang tersenarai di Bursa Malaysia di mana pelaburan sasaran adalah dalam stok syarikat besar dengan prospek pertumbuhan dan di

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian (Indonesian Center for Agricultural Socio Economic Research and Development) Badan Penelitian dan Pengembangan