Lalat Bibit Kacang Ophiomya phaseoli
Diptera: Agromyzidae
• Menyerang tanaman awal muncul dr permukaan tanah hg umur 10 hr.
• Telur diletakkan pd tanaman muda baru tumbuh.
• Telur diletakkan di dalam lubang tusukan antara epidermis atas & bawah keping
biji/disisipkan dlm jaringan mesofil dekat pangkal keping biji /pangkal helai daun pertama & kedua.
• Stadium telur 2 hr, larva masuk ke dalam keping biji /pangkal helai daun pertama/
kedua, kemudian membuat lubang gerekan. • Larva menggerek batang melalui kulit
batang sampai ke pangkal batang, & berubah bentuk menjadi kepompong.
• Serangan lalat kacang ditandai bintik putih pd keping biji, daun pertama/kedua.
• Bintik merupakan bekas tusukan peletakan telur (ovipositor).
Pengendalian • Jerami mulsa,
• Perlakuan benih
Lalat pucuk Melanagromyza dolicostigma
Diptera: Agromyzidae
• Lalat warna hitam, serupa lalat kacang. • Telur diletakkan pd permukaan bawah dr
daun bagian pucuk yg belum membuka. • Telur warna hijau keputihan.
• Larva makan dg menggerek ke dalam jaringan daun, menuju pucuk tanaman melalui tulang daun.
• Serangan pd populasi tinggi menyebabkan seluruh helai daun layu.
Pengendalian • Varietas toleran
• Mulsa jerami
• Perlakuan benih
Aphis glycines
Homoptera: Aphididae
• Tubuh ukuran kecil, lunak, hijau agak kekuningan.
• Sebagian besar tdk bersayap, bila populasi meningkat sebagian membentuk sayap yg bening.
• Yg bersayap pindah ke tanaman lain utk membentuk koloni baru.
• Menyukai bagian muda dr tanaman.
• Nimfa dibedakan dg imago berdasar jumlah ruas antena.
• Instar 1= 4-5 ruas antena, instar 2= 5,
instar 3= 5 / 6 ruas, intar 4 /imago 6 ruas. • Nimfa & imago menghisap cairan tanaman. • Serangan pucuk menjadikan tanaman kerdil. • Vektor virus.
• Menyerang tanaman muda hg tua. • Panas menyebabkan populasi tinggi.
Pengendalian • Tanam serempak
• Pemantauan rutin, • insektisida
Kutu Kebul Bemisia tabaci
Homoptera: Aleyrodidae
• Dewasa warna putih dg sayap jernih, ditutupi lapisan lilin bertepung.
• Ukuran 1-1.5 mm.
• Telur diletakkan di permukaan bawah daun muda.
• Telur warna kuning terang & bertangkai spt kerucut.
• Stadia telur 6 hr.
• Nimfa putih pucat baru netas, bentuk bulat telur & pipih.
• Hanya instar 1 kaki berfungsi, instar 2 & 3 melekat pd daun selama masa pertumbuhan.
• Stadia pupa terbentuk pd permukaan daun bagian bawah.
• Jenis lain yg lebih besar Aleurodicus disperses Kutu putih.
• Nimfa dan imago menghisap cairan daun. • Ekresi kutu kebul menghasilkan embun
madu, media tumbuh embun jelaga, shg tanaman tampak hitam.
• Penular CMMV Cowpea Mild Mottle Virus. • Menyerang family Compositae,
Cucurbitaceae, Cruciferae, Solanaceae, Leguminoceae.
• Pengendalian: tanaman serempak,
varietas tahan, insektisida bila kerusakan daun 12.5%.
Tungau Merah Tetranychus cinnabarius
Acarina: Tetranycidae
• Tubuh merah dg tungkai putih.
• Stadium telur hg dewasa 15 hari.
• Telur diletakkan di bawah permukaan daun. • Warna telur kuning pucat.
• Musim kemarau pertumbuhan cepat. • Menghisap cairan daun hg daun warna
kekuningan.
• Daun yg terserang dijumpai jaringan
benang halus yg digunakan tungau dewasa utk pindah ke daun lain yg masih segar dg cara bergantung pd benang.
• Serangan tungau merah dpt merusak baik nimfa / imago mengisap cairan daun,
cabang muda, buah dr inang.
• Tunga merah mengeluarkan toksin pd waktu makan shg mengganggu proses metabolism tanaman yg berakibat pd
pengurangan serat, biji & buah serta daun mjd kuning, kering & akhirnya daun gugur. • Serangan berat menyebabkan kematian
tanaman.
• Suhu tinggi & kelembapan rendah dpt meledakkan populasi.
• Ditemukan bawah daun, berkoloni pd jarring yg dibuatnya.
• Menghisap daun menyebabkan gejala klorotik pd daun & daun gugur shg
• Tungau jg menyerang kacang hijau, kacang
panjang, kacang tunggak, ubi kayu, papaya & karet.
• Pengendalaian: tanam serempak, pemantauan rutin, akarisida.
Pengendalian
• Predator Phytoscilus persimis, Neoseiulus califormis.
Kumbang kedelai Phaedonia inclusa
Coleoptera: Chrysomelidae
• Imago berbentuk kubah
• Jantan panjang 4-5 mm, betina 5-6 mm. • Tubuh imago warna hitam mengkilap dg
bagian kepala & tepi sayap depan warna coklat.
• Imago aktif pagi & sore, siang sembunyi di celah tanah.
• Imago makan daun, pucuk, bunga & polong.
• Bila tanaman disentuh kumbang menjatuhkan diri seolah mati.
• Betina meletakkan telur berkelompok pd permukaan bawah daun.
• Telur berbentuk bulat panjang, kuning pucat.
• Kelompok telur 5-10 butir. • Stadium telur 4 hr.
• Larva yg baru netas pindah & makan pucuk Bunga & polong.
• Larva muda abu-abu gelap, larva dewasa agak terang.
• Ganti kulit 3 x.
• Menjelang kepompong menuju tanah & berkepompong di sela gumpalan tanah.
• Pengendalian
• Tanam serempak, pemantauan rutin, insektisida (2 ekor/8 tanaman).
Ulat Grayak Spodoptera litura
Lepidoptera: Noctuidae
• Ngengat abu-abu.
• Telur berkelompok pd daun.
• Ngengat betina 14 mm, jantan 17 mm.
• Kelompok telur 30-700 butir, ditutupi bulu merah kecoklatan.
• Stadium telur 3 hr.
• Larva yg baru keluar makan epidermis daun.
• Aktif pd malam hari, meninggalkan
epidermis atas & tulang daun shg daun yg terserang dr jauh terlihat warna putih.
• Kepompomg terbentuk di dalam tanah. • Stadium pupa 9-10 hari.
• Selain daun, polong muda, tulang daun muda jg dimakan.
Pengendalian
Tanam serempak Varietas toleran
Ulat Jengkal
Chrysodeixis chalcites, Thysanoplusia
Lepidoptera: Noctuidae
• Telur diletakkan pd permukaan bawah daun satu per satu.
• Warna telur putih berubah menjadi kuning. • Stadium telur 3-4 hari.
• Panjang tubuh larva 40 mm.
• Membentuk kepompong dlm daun yg dianyam.
• Stadium kepompong 7 hr. • Ngengat warnanya coklat.
• Imago betina 13 mm, jantan 17 mm. • Larva makan daun dr arah pinggir.
• Serangan berat pd daun mengakibatkan yg tersisa tulang daun, biasa terjadi pd
pengisian polong. • Polifag.
• Inang: kedelai, kentang, tembakau, jagung, kacang-kacangan.
Pengendalian:
Tanam serempak,
Ulat Penggulung daun Omiodes indicata
Lepidoptera: Pyralidae
• Imago ukuran kecil, coklat
kekuningan dg lebar rentangan sayap
20 mm.
• Telur diletakkan berkelompok pd daun
muda.
• Kelompok telur 2-5 butir.
• Larva baru menetas, licin, hijau,
transparan & agak mengkilap.
• Bagian punggung (toraks ) ada bintik hitam. • Larva membentuk gulungan daun dg
merekatkan daun yg 1 dg lainnya dr sisi dlm dg zat perekat yg dihasilkan.
• Dalam gulungan larva memakan daun, shg tinggal tulang daun.
• Pajang larva 20 mm.
• Pupa terbentuk dlm gulungan daun.
• Gejala serangan, terlihat adanya daun yg tergulung menjadi 1.
• Menyerang jg kacang hijau, kacang
Pengendalian
Tanam serempak,
Ulat Helicoverpa
Lepidoptera: Noctuidae
• Telur diletakan satu per satu pd
daun, pucuk, bunga pd mlm hr.
• Biasanya
telur
diletakkan
pd
tanaman umur 2MST.
• Kuning muda warna telur.
• Stadium 2-5 hari.
• Larva br menetas mkn kulit telur.
• Larva muda makan jaringan daun,
larva yg lebih tua makan bunga,
polong muda & biji.
• Warna larva bervariasi: hijau kekuningan, hijau, coklat, agak hitam kecoklatan.
Sedikit berbulu.
• Panjang tubuh larva 30 mm, lebar kepala 3 mm.
• Pupa terbentuk di dalam tanah, dg stadium 12 hr.
• Ngengat warna kuning kecoklatan. • Ciri khusus makan:
kepala & sebagian tubuhnya masuk ke dalam polong.
• Selain makan polong, larva muda jg menyerang daun & bunga.
• Banyak tanaman inang: kacang hijau, kacang buncis, kacang tanah, gude,
kentang, kubis, bawang merang, apel, jarak, tembakau, sorgum, jeruk, bunga matahari.
• Pengendalian: tanam serempak, tanaman perangka, insektisida.
Kepik polong Riptortus linearis
Hemiptera: Alydidae
• Mirip walang sangit.
• Warna kuning coklat dg garis putih
kekuningan di sepanjang sisi badannya. • Panjang tubuh betina 13-14 mm 7 jantan
11-13 mm.
• Telur diletakkan berkelompok pd
permukaan atas / bawah daun serta polong, berderet 3-5 butir.
• Telur berbentuk bulat dg bagian tengah agak cekung, diameter 1.2 mm.
• Warna telur biru keabuan, berubah menjadi coklat suram.
• Stadium telur 6-7 hr. • Nimfa ada 5 instar.
• Tiap pergantian kulit terdapat
perbedaan bentuk, warna & ukuran. • Nimfa muda mirip semut hitam.
• Rata-rata panjang tubuh nimfa 1-5 berturut-turut 2.6, 4.2, 6, 7, dan 9.9 mm.
• Nimfa muda & dewasa mengisap cairan polong & biji.
• Menusukan stilet pd kulit polong dan
terus ke biji kemudian mengisap cairan biji.
• Serangan pd polong dan biji
menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mongering & polong gugur. • Selain kedelai, kepik jg menyerang
Tephrosia spp, Acacia villosa, dadap, Desmodium, Solanaceae,
Convolvulaceae, crotalaria, kacang panjang, kacang hijau.
Pengendalian
• Tanam serempak, tanaman perangkap Sesbania rostrate,
Kepik Hijau Nezara viridula
Hemiptera: pentatomidae
• Mulai datang ke tamana pd fase
bunga.
• Telur
berkelompok,
80
butir,
permukaan
daun
bagian
bawah,
permukaan daun bagian atas, polong
& batang tanaman.
• Bentuk
telur spt cangkir, kuning
berubah mjd merah bata ketika
menetas.
• Stadium telur 5-7 hr.
• Nimfa yg baru netas tinggal bergerombol di atas kulit telur.
• Nimfa mengalami 5 instar.
• Panjang tubuh nimfa: 1.2, 2, 3.6, 6.9, 10.2 mm.
• Nimfa instar 4 mulai menyebar ke tanaman sekitar.
• Pagi hari kepik tinggal di atas permukaan
daun, siang hari turun ke bagian polong utk makan & berteduh.
• Nimfa 7 imago merusak polong & biji dg
menusukkan stiletnya pd kulit polong terus ke biji.
• Kerusakan yg terjadi penurunan hasil & kualitas biji.
• Inang: padi, kacang-kacangan, Crotalia, kentang, wijen, jagung, tembakau,
• Pengendalian:
• Tanam serempak, pergiliran tanaman, insektisida
Kepik Piezorus
Piezodorus rubrofasciatus Hemiptera: Pentatomidae • Mirip nezara berwarna hijau, garis
melintang pd leher.
• Panjang badan 8.8-12 mm.
• Kepik jantan memiliki garis merah muda, betina garisnya putih.
• Telur diletakkan berkelompok pd
permukaan daun bagian atas, polong, batang, rumpt.
• Tiap kelompok terdiri atas 2 baris, jumlah 9-42 butir.
• Telur berbentuk silinder, warna abu-abu hitam dg strip putih di tengah.
• Stadium telur 4 hr. • Nimfa 5 instar.
• Nimfa yg baru netas tdk makan &
berkelompok pd permukaan kulit telur. • Setelah ganti kulit nimfa muda mulai
menyebar mencari makan.
• Panjang tubuh nimfa berturut 1.1, 2.23, 3.34, 5.3, 8.59 mm.
• Kepik muda & dewasa meyerang dg cara menusuk polong & biji serta menghisap cairan biji pd semua stadia pertumbuhan polong & biji.
• Kerusakan menyebabkan penurunan hasil & kualitas biji.
• Pengendalian:
• Tanam serempak, pergiliran tanaman, insektisida, tanaman perangkap
Penggerek Polong Kedelai Etiella zinckenella
Lepidoptera: Pyralidae
• Imago warna keabuan & memiliki garis putih pd sayap depan, sedangkan E. hobsoni tdk memiliki garis putih pd sayapnya.
• Telur diletakkan berkelompok, 4-15 butir di bagian bawah daun, kelopak bunga /
polong.
• Telur lonjong, diameter 0.6 mm.
• Warna telur putih mengkilap, berubah
• Stadium telur 3-4 hr. larva muda warna putih kekuningan, kemudian hijau dg
garis memanjang.
• Larva instar 1 & 2 menggerek kulit polong, biji & hidup dlm biji.
• Setelah instar 2, larva hidup di luar biji. • Dalam 1 polong sering dijumpai lebih dr
1 ekor larva.
• Larva instar akhir memiliki panjang 13-15 mm dg lebar 2-3 mm.
• Pupa dibentuk dlm tanah dg terlebih dahulu membuat sel dlm tanah.
• Gejala serangan berupa lubang gerek berbentuk bundar pd kulit polong.
• Apabila terdapat 2 lubang gerek pd polong berarti larva telah meninggalkan polong.
• Pengendalian: tanam serempak, pelepasan parasitoid Trichogramma bactrae-bactrae, insektisida.
Lamprosema indicate • Telur diletakkan pd daun muda.
• Inang lainnya: kacang hijau, kacang tolo, kacang panjang, kacang tanah.
• Larva instar 1 & 2 di dalam gulungan daun khususnya pd daun tunggal muda, gejala hanya sebagian daun yg dilipat.
• Larva instar 3 & 4 di dalam gulungan daun yg dibuat 2-3 daun trifoliate yg dijalin,
• Larva instar akhir ditemukan di dalam gulungan daun, ukuran gulungan lbh
besar yg dibuat dr jalinan beberapa daun trifoliate, ukuran larva 20 mm.
• Larva instar akhir berpindah dr daun yg sdh rusak ke daun yg masih utuh utk
membentuk pupa.
• Pupa, coklat, dalam gulungan daun.
• Terdiri atas 6 instar dg stadium larva 12-15 hr.
• Meningkatnya populasi larva berkaitan dg tersedianya daun muda.
• Gejala : daun melipat, sedikit berkerut, gejala awal. Lainnya, daun terjalin
kemudian tergulung menjadi 1.
• Bila gulungan dibuka akan dijumpai ulat / kotorannya. Serangan sdh parah daun
• Membentuk gulungan daun dg merekatkan daun yg 1 dg lainnya dr sisi dalam dg
benang sutera yg dihasilkannya.
• Pupa terbentuk dlam gulungan daun.
• Pupa berada dlm lipatan daun dg jalinan spt benang putih sebagai perekat daun. • Daun yg digulung utk stadia pupa yaitu
daun yg masih utuh. • Stadia pupa 6-7 hr.
• Imago berupa ngengat. Sayap coklat muda dg garis hitam miring bergelombang.
Longitarsus suturellinus
• Kumbang, menyebabkan daun muda
berlubang shg bentuk daun tdk normal. • Meyebabkan kerusakan pd kotiledon &
daun muda.
• Selain daun muda, daun tua, bunga & polong muda.
• Daun tua terserang hg daun berlubang tinggal tulang daun.
• Serangan pd bunga, mahkota bunga
berlubang & pertumbuhan tdk sempurna. • Serangan pd polong berupa gerigitan pd
Nezara viridula
• 5 MST merupakan fase awal berbunga awal ditemukan imago.
• Instar awal masih berkelompok.
• Imago datang ke tanaman setelah tanaman membentuk polong diikuti dg peletakan
telur.
• Stadium telur 6 hari.
• Stadium nimfa instar 1,2,3,4,5: 4,3,4,5,8 hr.