• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka

Penelitian yang berhubungan dengan topik penulis bahas salah satunya adalah “A Secure Screen Lock System for Android Smart Phones using Accelerometer Sensor” (Srilekha & Jayakumar, 2015). Penelitian tersebut membahas pembuatan aplikasi pengunci smartphone android dengan mengunakan sensor accelerometer, sehingga untuk mengunci dan membuka kunci layar smartphone hanya dengan menggoyangkan smartphone.

Berikutnya adalah “Obstacle Detection Using Android Mobile” (Paul & Deepthi, 2012). Penelitian tersebut membahas tentang pembuatan aplikasi pendeteksi penghalang bagi tunanetra. Jadi saat berjalan jika terdapat benda yang menghalangi perjalanan tunanetra sensor proximity pada tongkat tuna netra akan mengirimkan sinyal ke smartphone, sehingga tuna netra dapat dengan mudah menentukan jalan yang aman.

Terakhir adalah penelitian dengan judul “Aplikasi Olahraga Untuk Menghitung PushUp dan SitUp Berbasis Android”(Saputra, 2013). Penelitian tersebut membahas pembuatan aplikasi penghitung pushup dan skipping dengan cara menyentuh layar smartphone, dan untuk hasil perhitungan akan ditampilkan di menu utama.

Meninjau dari ketiga penelitian yang sudah dilakukan, penulis membuat sebuah “Aplikasi Pushing Berbasis Android” yang berfungsi memudahkan dalam melakukan perhitungan olahraga pushup maupun skipping, memudahkan dalam melakukan perhitungan durasi saat pushup maupun skipping. Dalam melakukan perhitungan pushup aplikasi ini memanfaatkan sensor proximity, sedangkan untuk perhitungan skipping aplikasi ini memanfaatkan sensor accelerometer yang ada di smartphone.

(2)

2.2. Push-up

Push-up dianggap sebagai latihan anaerobik karena memerlukan kontraksi berirama dari kelompok-kelompok otot besar di lengan untuk menopang seluruh berat badan. Hal ini dilakukan dengan posisi dada menghadap ke bawah dan siku ditekuk pada 90 derajat, yang digunakan untuk menurunkan dan menaikkan tubuh. Ketahanan tubuh saat melakukan pushup menciptakan kekuatan fungsional yang secara efektif dapat memproduksi stabilisasi dan gerakan tubuh dengan aktivitas sehari-hari (Zetlin, 2012).

Cara melakukan pushup yaitu :

a. Tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan ujung kaki bertumpu pada lantai.

b. Kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari-jari menghadap ke depan, siku ditekuk

c. Angkat badan ke atas hingga ke dua tangan lurus, sementara posisi kepala, badan, dan kaki berada dalam satu garis lurus.

d. Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus tidak menyentuh lantai. e. Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat.

2.3. Skipping

Olahraga skipping merupakan olahraga yang menggunakan seutas tali untuk melakukan lompatan. Olahraga skipping ini digemari oleh atlit-atlit dari berbagai macam cabang, misalnya bola voli, badminton, tinju, dan olahraga yang lain. Olahraga ini dapat melatih otot betis, paha, abdominal, punggung, dada dan bahu (Kemal, 2013). Berdasarkan Guru (2004:72) pelaksanaan lompat tali atau

(3)

skipping adalah sebagai berikut:

a. Berdiri tegak, kedua kaki rapat. b. Letakkan tali dibelakang badan.

c. Kedua tangan disamping dengan memegang ujung-ujung tali.

d. Putarlah tali dari belakang, atas, depan, bawah, belakang dan seterusnya. e. Sebelum tali menyentuh kaki, melompatlah dan kemudian latihkan atlet/

siswa sampai benar.

2.4. Android

Android bukan sekedar hanya untuk perangkat mobile saja, android merupakan sebuah sistem operasi yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk berbagai perangkat yang menggunakan layar (Simmonds, 2010). Android merupakan sebuah perangkat lunak untuk perangkat mobile, yang mana terdiri dari sebuah sistem operasi. Berikut penjelasan mengenai layer arsitektur android:

a. Applications: Android akan menggabungkan dengan serangkaian aplikasi inti termasuk klien email, program SMS, kalender, peta, browser, kontak, dan lain lain.

b. Application Framework: Dengan menyediakan sebuah platform pengembangan yang terbuka, pengembang Android menawarkan kemampuan untuk membangun aplikasi yang sangat kaya dan inovatif..

c. Libraries: Android termasuk satu set pustaka C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen sistem Android.

d. Android Runtime: Android termasuk satu set perpustakaan inti yang menyediakan sebagian besar fungsi yang tersedia di perpustakaan inti dari bahasa pemrograman Java.

e. Linux Kernel: Android bergantung pada Linux versi 2.6 untuk layanan sistem inti seperti keamanan, manajemen memori,

(4)

manajemen proses, network stack, dan model pengemudi. Kernel juga bertindak sebagai lapisan abstraksi antara hardware dan seluruh software stack.

2.5. Sensor Proximity

Sensor Proximity merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur jarak beberapa objek dari perangkat apakah objek tersebut jauh atau dekat. Sensor ini sering digunakan dalam aplikasi telepon untuk mendeteksi keberadaan kepala atau telinga seseorang di samping perangkat, jika kepala atau telinga berada di dekat layar sentuh, maka layar setuh tersebut akan dinonaktifkan sehingga tidak ada kunci yang tidak sengaja ditekan oleh telinga atau pipi saat orang tersebut berbicara di telepon (Komatineni & MacLean, 2012).

Sensor ini bisa terlihat ketika perangkat tersinari sinar matahari. Di dalam perangkat tampak seperti sebuah lubang gelap menghitam. Sensor ini terletak di bagian atas layar depan sebuah smartphone. Sensor ini mengukur jarak objek dalam senti meter. Jarak dinamis sensor proximity ini memiliki jarak maksimum 5 cm (Milette & Stroud, 2012).

2.6. Sensor Accelerometer

Accelerometer digunakan mengukur seberapa cepat kecepatan perangkat berubah dalam arah tertentu. Accelerometer dapat digunakan untuk mendeteksi gerakan, dan laju perubahan kecepatan gerakan yang juga dikenal sebagai percepatan linear.

Accelerometer juga dikenal sebagai sensor gravitasi karena sensor ini mengukur percepatan yang disebabkan baik oleh gerakan dan oleh gravitasi. Sehingga, accelerometer mendeteksi percepatan pada sumbu tegak lurus terhadap permukaan bumi akan membaca - 9.8m / s2.(Meier, 2012)

(5)

2.7. SQLite Database

Sqlite adalah aplikasi penyimpanan data(database) yang dimanfaatkan oleh programmer android, database SQLite memiliki dukungan tertanam untuk android. Semua fitur SQLite didukung dan menyajikan wrapper API dengan antarmuka yang konsisten. Android SQLite API itu generik dan mempersilahkan pengembang aplikasi untuk mengimplementasikan semua operasi database termasuk pembuatan, penomoran versi,pembaharuan database, dan kustomisasi lainnya. (Anisya, 2013).

2.8. Android Studio

Android Studio adalah lingkungan pengembangan android baru berdasarkan IntelliJ IDEA (Android, 2014). Android Studio didasarkan pada perangkat lunak IDEA JetBrains IntelliJ. Mirip dengan Eclipse dengan ADT Plugin, Android Studio menyediakan alat pengembang Android terintegrasi untuk pengembangan dan debugging. Android Studio memiliki banyak fitur yang dapat meningkatkan produktivitas dalam membangun aplikasi android, seperti :

a. Gradle yang lebih fleksibel saat membangun aplikasi. b. Emulator yang cepat dan memiliki banya fitur

c. Run instan untuk mendorong perubahan untuk aplikasi Anda berjalan tanpa membangun APK baru

d. Alat pengujian ekstensif dan framework e. Mendukung bahasa C++ dan NDK

2.9. Use Case Diagram

Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah system dari prespektif pengguna. use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antara user (pengguna) sebuah systemnya sendiri melalui sebuah cerita dimana system dipakai. Urutan langkah langkah yang menerangkan antara pengguna dan system disebut scenario. Setiap scenario mendeskripsikan urutan kejadian. Setiap urutan

(6)

di inialisasi oleh orang, system yang lain, perangkat keras atau urutan waktu. Dalam pembicaraan tentang use case, pengguna biasanya disebut dengan actor. Actor adalah sebuah peran yang bisa dimainkan oleh pengguna dalam interaksinya dengan system. Pada notasi use case diagram dapat menunjukan 3 aspek dari system yaitu : actor, use case dan system atau sub system boundary. Actor mewakili peran orang, system yang lain atau alat ketika berkomunikasi dengan use case. (Munawar, 2005)

Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram

No Simbol Nama Deskripsi

1 Case Menggambarkan proses / kegiatan

yang dapat dilakukan oleh actor

2 Action Menggambarkan entitas / subyek yang dapat melakukan suatu proses

3 Relation Relasi antara case dengan actor ataupun case dengan case lain.

2.10. Activity Diagram

Activity diagram adalah teknik untuk mendeskripsikan logika prosedural, proses bisnis dan aliran kerja dalam banyak kasus. Activity diagram mempunyai peranan seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku pararel sedangkan flowchart tidak bisa. (Munawar, 2005)

(7)

Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram

No Simbol Nama Deskripsi

1 Action State Menggambarkan keadaan dari suatu elemen dalam suatu aliran aktifitas

2 State Menggambarkan kondisi suatu

elemen

3 Flow Control Menggambarkan aliran aktifitas dari suatu elemen ke elemen lain

4 Initial State Menggambarkan titik awal siklus hidup suatu elemen

5 Final State Menggambarkan titik akhir yang menjadi kondisi akhir suatu elemen

2.11. Sequence Diagram

Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario. Diagram ini menunjukan sejumlah contoh obyek dan pesan ( message) yang diletakkan diantara obyek-obyek ini didalam use case. Komponen utama sequence diagram terdiri atas obyek yang dituliskan dengan kotak segi empat bernama. Message diwakili oleh garis dengan tanda panah dan waktu yang ditunjukan dengan progres vertical. (Munawar, 2005)

(8)

Tabel 2.3 Simbol Sequnce Diagram

No Simbol Nama Deskripsi

1 Object Menggambarkan pos-pos obyek

pengirim dan penerima message.

2 Message Menggambarkan aliran pesan yang dikirim oleh pos-pos objek

2.12. Static Diagram / Class Diagram

Static diagram digunakan untuk menggambarkan stuktur kelas dan obyek yang akan digunakan dalam sistem yang akan dibangun. Static diagram digunakan pada tahap analisa dan desain aplikasi. Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan dalam Static diagram. (Munawar, 2005)

Tabel 2.4 Simbol Static Diagram / Class Diagram

No Simbol Nama Deskripsi

1

Class

Menggambarkan sebuah kelas yang terdiri dari atribut dan method

(9)

No Simbol Nama Deskripsi

2 Relation

Menggambarkan

hubungan komponen-komponen didalam Static diagram

3 Association

Class

Class yang terbentuk dari hubungan antara dua buah Class

Gambar

Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram
Tabel 2.2 Simbol Activity  Diagram
Tabel 2.3 Simbol Sequnce Diagram

Referensi

Dokumen terkait

Adanya warna merah muda menunjukkan terbentuknya ion hidroksida di ruang katoda dan diukur pH nya dengan pH meter (untuk penentuan batas konsetrasi minimum larutan KI), sedangkan

Manning has released several books on JUnit, the de facto standard library for writing unit tests for Java, and the second edition of JUnit in Action (written by Petar Tahchiev,

Reabilitas yang diberikan Waroeng SS adalah rasa dan kualitas produk. Rasa yang dimiliki Waroeng SS adalah rasa yang dari dulu tetap terjaga, tidak pernah berubah, semua cabang

Sedangkan nilai rata-rata dari data besar risi- ko ( RQ ) pajanan lifetime responden adalah 9,1641 sehingga nilai RQ pajanan lifetime rata-rata re- sponden > 1

Dikarenakan tepung talas memiliki kandungan protein yang lebih rendah dibandingkan dengan tepung terigu, maka dari itu pada penelitian ini akan dilakukan subtitusi tepung

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen yaitu : Independensi, Kompetensi, Perencanan Audit, Resiko Audit, Gaya Kepemimpinan dan

Hal ini tercermin antara lain dengan semakin besarnya ancaman penyakit eksotik, pengawasan lalu lintas hewan dan produknya yang belum dapat dilaksanakan secara

Berdasarkan identifikasi ada beberapa hama dan penyakit seperti jamur pada semai yang mati, batang masih kebanyakan normal, daun berlubang-lubang terindikasi