• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. H. Abdul Gafar, SE.MM NIP LAKIP TH 2014 Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. H. Abdul Gafar, SE.MM NIP LAKIP TH 2014 Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 1"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia-NYA Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 dapat diselesaikan penyusunannya dengan baik.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat disusun sebagai salah satu perwujudan akuntabilitas atas pencapaian visi, misi, dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diemban kepada publik, yang bersifat tahunan sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah untuk mencapai “good governance”.

Laporan ini disusun mengacu pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 65 Tahun 2012 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat. Laporan dimaksud memuat pencapaian kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dalam kerangka pencapaian sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategis Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat tahun 2011-2015 yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat 2010-2015.

Masukan dan saran-saran dalam penyempurnaan lebih lanjut Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 dari seluruh pihak yang berkepentingan sangat diharapkan.

Ucapan terimakasih yang tulus disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan LAKIP ini, Akhirnya kami berharap semoga LAKIP ini dapat memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Barat.

Padang, Januari 2015 Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat

H. Abdul Gafar, SE.MM

(2)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 2

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Penetapan Kinerja

(3)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 3 DAFTAR ISI Kata Pengantar --- Ikhtisar Eksekutif --- Daftar Isi --- BAB -- I PENDAHULUAN --- BAB -- II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA --- BAB --- III AKUNTABILITAS KINERJA --- BAB -- IV PENUTUP --- DAFTAR LAMPIRAN ---

(4)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 4

Ringkasan

Eksekutif

aporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (LAKIP Dinsos) Tahun 2014 ini merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Dinas Sosial Tahun 2011 - 2015 dan Rencana Kinerja Tahunan 2014 yang telah ditetapkan melalui Penetapan Kinerja Tahun 2014. Penyusunan LAKIP Dinas Sosial Tahun 2014 ini pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas dan responsibilitas terhadap kinerja yang telah dilakukan selama tahun 2014. Hal ini mengingat pelaporan akuntabilitas kinerja merupakan suatu keharusan manajemen pemerintahan negara dan implementasi berbagai kebijakan negara yang menitik beratkan pada upaya peningkatan kepercayaan publik dan perwujudan kepemerintahan yang baik (good governance), sebagaimana termuat dalam Tap MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang ditindaklanjuti dengan UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Seiring dengan upaya merealisasikan good governance, Dinas Sosial telah melaksanakan berbagai kegiatan dan program, mewujudkan tercapainya tujuan dan sasaran, serta visi dan misi yang secara sistematis telah dituangkan dalam Renstra Dinas Sosial Tahun 2011 – 2015. Visi tersebut yakni “Terwujudnya Kesejahteraan

Sosial Masyarakat Sumatera Barat yang berkeadilan”. Sesuai dengan visi tersebut,

maka Misi Dinas Sosial adalah “Meningkatkan aksesibilitas pelayanan sosial, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mengembangkan kapasitas kelembagaan sosial,

L

(5)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 5

partisipasi sosial masyarakat dan dunia usaha serta sumberdaya kesejahteraan sosial dalam penyelenggaraan kesejehtaraan sosial dan Kesetiakawanan Sosial.”.

Dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang administrasi negara maka dirumuskan tujuan dan sasaran yang diharapkan dapat dicapai untuk 5 (lima) tahun mendatang adalah pertama: Berkurangnya jumlah Penyandang Masalah

Kesejahteraan Sosial; kedua: Mengembangkan Kapasitas Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial;.

Selanjutnya bertolak dari tujuan tersebut maka sasaran yang akan dicapai Pertama adalah Peningkatan Aksesibilitas yang memadai bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS); Kedua adalah Peningkatan Kemandirian Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS); Ketiga adalah Tersedianya perumahan yang layak bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT); Keempat adalah : Penataan Kapasitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang berkompetensi dalam penyelanggaraan Kesejahteraan Sosial.

Program dan kegiatan Dinas Sosial Tahun 2014 ini merupakan upaya untuk mewujudkan tercapainya tujuan dan sasaran, visi dan misi seperti yang tertuang dalam Renstra Dinas Sosial Tahun 2011 – 2015, serta dalam rangka menjawab isu-isu aktual dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Isu-isu tersebut antara lain: reformasi birokrasi, demokratisasi, otonomi daerah, penataan kelembagaan pemerintah dan negara, teknologi informasi, manajemen kinerja, pemberantasan korupsi, pelayanan publik, manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi, kemitraan pemerintah dengan masyarakat dan dunia usaha, good societal

governance, manajemen kebijakan, serta pengembangan Diklat Aparatur Berbasis

(6)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu Instansi

penyelenggara Pemerintahan dan Pembangunan harus dapat

mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dan ditetapkan untuk dilaksanakan di tahun 2014 dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014.

Berbagai isu yang berkembang di bidang aparatur negara tidak terlepas dari aspek kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan, pengawasan dan akuntabilitas serta pelayanan publik. Inti dari upaya untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan aspek tersebut adalah untuk mewujudkan tata kepemerintahan yang baik. Berkaitan dengan upaya untuk mewujudkan tata kepemerintahan yang baik, upaya yang telah dilakukan melalui reformasi birokrasi yang sudah dimulai pada tahun 2008 menjadi bagian dari agenda yang akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya, bahkan pemerintah mentargetkan seluruh proses reformasi birokrasi pada tingkat K/L akan selesai pada tahun 2014.

Laporan akuntabilitas kinerja ini menguraikan sejauh mana pencapaian tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran sebagaimana dituangkan dalam Rencana Strategis Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat 2011 – 2015 melalui program dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2014. Namun demikian, sebagai akumulasi dari pelaksanaan program dan kegiatan-kegiatan yang dimulai sejak tahun 2008 – 2012 dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2010 – 2015, juga diuraikan hasil-hasil yang telah diperoleh Dinas Sosial dalam jangka waktu tersebut, sebagai bagian dari kontribusi Dinas Sosial pada penyelenggaraan pemerintahan.

Implementasi dari azaz akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan mengharuskan tiap-tiap instansi penyelenggaraan pemerintahan negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya

(7)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 7

serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada rencana strategis yang telah ditetapkan instansi tersebut sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Bentuk Pertanggungjawaban dimaksud berupa laporan yang disampaikan kepada atasan instansi masing-masing, lembaga pengawasan dan penilai akuntabilitas dan pada akhirnya kepada Presiden selaku kepala pemerintahan.

Laporan akuntabilitas kinerja ini menguraikan sejauh mana pencapaian tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran sebagaimana dituangkan dalam Rencana Strategis Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat 2011-2015 melalui program dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2014, juga diuraikan hasil-hasil yang telah diperoleh Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dalam jangka waktu tersebut, sebagai bagian dari kontribusi Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat pada penyelenggaraan pembangunan Kesejahteraan Sosial di Provinsi Sumatera Barat.

1.2 DASAR HUKUM

1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

2. Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial 3. Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin 4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara

yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

5. Peraturan Pemerintah Normor 42 tahun 1981 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi fakir miskin

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sisten Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

7. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

(8)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 8

8. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

1976/M.PAN/08/ 2006 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

9. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Sumatera Barat.

10. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 10 tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

11. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

12. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014.

13. Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 65 Tahun 2012 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat.

1.3 STRUKTUR ORGANISASI

Secara kelembagaan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Gubernur Sumatera Barat yang mempunyai tugas membantu Gubernur dalam menyelenggarakan Pemerintah Provinsi dibidang Sosial.

Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat berdasarkan eselorening berada pada tingkat eselon II Provinsi, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Sumatera Barat Nomor 04 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Sumatera Barat yang mempunyai unsur pelaksana meliputi: 1 (satu) Kepala Dinas, 1 (satu) Sekretaris, 4 (empat) Kepala Bidang, 3 (tiga) Kepala Sub Bagian dan 12 (dua belas) Kepala Seksi. Disamping itu Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat juga mempunyai tugas Pembinaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) sebanyak 8 (delapan) UPTD, dengan rincian sebagai berikut:

(9)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 9

1. Kepala Dinas Sosial 2. Sekretaris Dinas Sosial

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Program

3. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial yang membawahi: a. Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil b. Seksi Pemberdayaan Keluarga

c. Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin

4. Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan

a. Seksi Organisasi Sosial Panti Sosial dan Karang Taruna b. Seksi Penyuluhan dan Pemberdayaan

c. Seksi Kepahlawanan, Ketahanan dan Kesetiakawanan Sosial 5. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

a. Seksi Perlindungan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Remaja dan Lansia. b. Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat

c. Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial 6. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial

a. Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana

b. Seksi Bantuan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran c. Seksi Pengelolaan Sumber Dana Sosial dan jaminan Sosial

7. Adapun 8 Unit Pelaksana Teknis Dinas tersebut adalah: a. Kepala UPTD PSABR Budi Utama Lubuk Alung b. Kepala UPTD PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin c. Kepala UPTD PSBR Harapan Padang Panjang d. Kepala UPTD PSAA Tri Murni Padang Panjang e. Kepala PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar f. Kepala PSBG Harapan Ibu Padang

g. Kepala PSBN Tuah Sakato Padang h. Kepala PSKW Andam Dewi Solok

(10)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 10

Secara lengkap struktur dan organisasi Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Sumber: Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2008

Gambar 1. Struktur Organisasi Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat

1.4 TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, terbentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah (PERDA) Provinsi Sumatera Barat Nomor 04 Tahun 2008 tentang pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Sumatera Barat, mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) sebagai berikut:

1. Tugas Pokok

Secara umum tugas pokok yang diemban Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat adalah melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang Sosial serta tugas-tugas pembantuan.

2. Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana diatas, Dinas Sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:

2.1 Perumusan kebijakan teknis dibidang Sosial.

2.2 Penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan Pelayanan umum dibidang Sosial. 2.3 Pembinaan dan fasilitasi bidang sosial lingkup Provinsi dan Kabupaten/ Kota 2.4 Pelaksanaan Kesekretariatan Dinas

KEPALA DINAS

KELOM POK JABATAN FUNSIONAL

BIDANG PEM BERDAYAAN SOSIAL

SEKRETARIAT

SEKSI BANTUAN SOSIAL KORBAN TINDAK KEKERASAN

SUB BAGIAN PROGRAM

UPTD SEKSI PENYULUHAN AN

PEM BERDAYAAN BIDANG PENGEM BANGAN

KELEM BAGAAN

SEKSI PEM BERDAYAAN KELUARGA SEKSI PEM BERDAYAAN FAKIR

M ISKIN

SEKSI KEPAHLAWANAN KATAHANAN DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL

SEKSI PELAYANAN REHSOS TUNA SOSIAL DAN KORBAN

NAPZA

SEKSI BANTUAN SOSIAL KORBAN BENCANA ALAM

SEKSI PENGELOLAAN SUM BER DANA SOSIAL DAN JAM INAN

SOSIAL SEKSI PERLINDUNGAN

PELAYANAN KESOS ANAK REM AJA DAN LANSIA SEKSI PELAYANAN DAN REHSOS PENYANDANG CACAT

SUB BAGIAN KEUANGAN BIDANG PELAYANAN DAN

REHABILITASI SOSIAL

BIDANG BANTUAN DAN JAM INAN SOSIAL SUB BAGIAN UM UM DAN

KEPEGAWAIAN

SEKSI PEM BERDAYAAN KOM UNITAS ADAT TERPENCIL

SEKSI ORGANISASI SOSIAL PANTI SOSIAL DAN KARANG

(11)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 11

2.5 Pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan sosial, pengembangan kelembagaan sosial dan kemitraan, pelayanan dan rehabilitasi sosial, dan bantuan dan jaminan sosial

2.6 Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang sosial 2.7 Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan. 1. Sekretariat mempunyai Tugas dan Fungsi :

(1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi, dan pelaksanaan dibidang program, keuangan, umum dan kepegawaian.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Sekretariat mempunyai fungsi :

a. Penyelenggaraan koordinasi perencanaan dan program dinas;

b. Penyelenggaraan pengkajian perencanaan dan program

keskretariatan;

c. Penyelenggaraan pengelolaan urusan keuangan, umum dan kepegawaian;

(3) Rincian tugas Sekretariat :

a. Menyelnggarakan pengkajian serta koordinasi perencanaan dan program dinas;

b. Menyelenggarakan pengkajian perencanaan dan program

kesekretariatan;

c. Menyelenggarakan pengelolaan administrasi keuangan; d. Menyelenggarakan pengkajian anggaran belanja; e. Menyelenggarakan pengembalian administrasi belanja; f. Menyelenggarakan pengelolaan administrasi kepegawaian;

g. Menyelenggarakan penatausahaan, kelembagaan dan

ketatalaksanaan;

h. Menyelenggarakan pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan;

(12)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 12

i. Menyelenggarakan penyusunan bahan rancangan pendokumentasian peraturan perundang-undangan, pengelolaan perpustakaan, protokol dan hubungan masyarakat;

j. Menyelenggarakan pengelolaan naskah dinas dan kearsipan; k. Menyelenggarakan pembinaan Jabatan Fungsional;

l. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

m. Menyelenggarakan pengkajian bahan Rencana Strategis, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), LKPJ dan LPPD; n. Menyelenggarakan dengan unit kerja terkait;

o. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

2. Bidang Pemberdayaan Sosial

(1) Bidang pemberdayaan sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pemberdayaan komunikasi adat terpencil, pemberdayaan keluarga, dan pemberdayaan fakir miskin.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pemberdayaan Sosial mempunyai fungi:

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang peberdayaan komunikasi adat terpencil;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pemberdayaan keluarga;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pemberdayaan fakir miskin;

d. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.

(13)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 13

(3) Rincian tugas Bidang Pemberdayaan Sosial :

a. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Biadang Pemberdayaan Sosial;

b. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis pembinaan Pemberdayaan Sosial;

c. Menyelenggarakan pengkajian bahan fasilitasi Pemberdayaan Sosial; d. Menyelenggarakan fasilitasi Pemberdayaan Sosial;

e. Menyelenggarakan koordinasi Pemberdayaan Sosial;

f. Menyelenggarakan fasilitasi dan pengembangan Pemberdayaan Sosial; g. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan

pengambilan kebijakan;

h. Menyelenggarakan laporan dan evaluasi kegiatan Pemberdayaan Sosial;

i. Menyelenggarakan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan Kabupaten/Kota;

j. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

k. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

3. Bidang Pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan

(1) Bidang Pengembangan Kelembagaan Sosial masyarakat dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang organisasi sosial pekerja sosial masyarakat, panti sosial dan karang taruna,penyuluhan dan pemberdayaan pekerja sosial masyarat, kepahlawanan ketahanan dan kesetiakawanan sosial.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),Bidang Pengembangan Kelembagaaan Sosial dan Kemitraan mempunyai fungsi :

(14)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 14

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang organisasi sosial,Kelembagaan Sosial Masyarakat, panti sosial dan karng taruna;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,pembinaan dan pelaksanaan bidang penyuluhan dan pemberdayaan Pekerja Sosial Masyarakat;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis,pembinaan dan pelaksanaan di bidang kepahlawanan ketahanan dan kesetiakawanan sosial;

d. Pelaksanaaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsingya.

(3) Rincian tugas Bidang Pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan :

a. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang

Pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan;

b. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis pembinaan Pengembanggan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan;

c. Menyelenggarakan pengkajian bahan fasilitasi Pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan;

d. Menyelenggarakan fasilitasi Pengembangaan Kelembagaan Sosial dan kemitraan;

e. Menyelenggarakan koordinasi Pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan;

f. Menyelenggarakan fasilitasi dan pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan;

g. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

h. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan

Pengembangan Kelembagaan Sosial dan Kemitraan;

i. Menyelenggarakan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/Kota;

(15)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 15

j. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

k. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

4. Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial

(1) Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyaiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang perlindungan pelayanan kesejahteraan sosial anak remaja dan lansia, pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat, pelayanan dan rehabilitasi sosial tuna sosial dan korban napza.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1),Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial mempunyai fungsi :

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, peembinaan dan pelaksanaan di bidang perlindungan pelayanan kesejahteraan sosial anak remaja dan lansia;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pelayanan rehabilitasi sosial tuna sosial dan korban napza;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.

(3) Rincian tugas Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial :

a. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial;

b. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis pembinaan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial;

c. Menyelenggarakan pengkajian bahan fasilitasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial;

(16)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 16

e. Menyelenggarakan koordinasi Pelayanan dan Rehabilitasi sosial; f. Menyelenggarakan fasilitasi dan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial; g. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan

pengambilan kebijakan;

h. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial;

i. Menyelenggarakan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/Kota;

j. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

k. Menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

5. Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial

(1) Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang bantuan sosial korban bencana, bantuan sosial korban tindak kekerasan dan pekerja migran terlantar, pengelolaan sumber dana sosial dan jaminan sosial.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial mempunyai fungsi :

a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang bantuan sosial korban bencana;

b. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanan di bidang bantuan sosial korban tindak kekerasan dan pekerja migran terlantar;

c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang pengelolaan sumber dana sosial dan jaminan sosial;

d. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.

(17)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 17

(3) Rincian tugas Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial :

a. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial;

b. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis pembinaan Bantuan dan Jaminan Sosial;

c. Menyelenggarakan pengkajian bahan fasilitasi Bantuan dan Jaminan; d. Menyelenggarakan fasilitasi Bantuan dan Jaminan Sosial;

e. Menyelenggarakan koordinasi Bantuan dan Jaminan Sosial; f. Menyelenggarakan fasilitasi dan Batuan dan Jaminan Sosial;

g. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

h. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bantuan dan Jaminan Sosial;

i. Menyelenggarakan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/kota;

j. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;

k. Menyelenggarakan tugas laian sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

1.5 ANALISIS PERKEMBANGAN STRATEGIS

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat yang melaksanakan tugas dan kewenangan pelayanan publik bidang sosial adalah upaya Pemerintah Daerah dalam mewujudkan hak-hak dasar masyarakat guna mencapai taraf kesejahteraan sosial. Luasnya capaian pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat maka aspek-aspek strategis yang menjadi fokus perhatian Dinas Sosial meliputi :

1. Masalah kemiskinan adalah masalah sosial yang komplek dan merupakan akar masalah yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya seperti ketelantaran anak, tuna sosial, (gelandangan, pengemis, tuna susila), tindak

(18)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 18

kekerasan, aksploitasi anak, lanjut usia terlantar anak jalanan serta dishormonis keluarga.

2. Korban bencana baik yang ditimbulkan oleh penyebab alam maupun konflik sosial

3. Masalah sosial yang disebabkan oleh disfungsi fisik karena kecacatan .

4. Disfungsi Sosial yang disebabkan oleh beberapa faktor yang menyebabkan ketidak mampuan orang dalam pemenuhan kebutuhan dan adanya penyimpangan perilaku yang cendrung kepada sikap tuna sosial.

Fokus perhatian Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat tersebut diatas merupakan fungsi-fungsi pemerintah daerah yang diamatkan oleh komitmen RPJMD 2010-2015 pada prioritas 8 (penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran dan daerah tertinggal). Selain sebagai fungsi pemerintah, masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk ikut serta dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Namun demikian, karena pergeseran fungsi dan dorongan kebutuhan-kebutuhan serta pengaruh lainnya yang kompleks dan mengglobal maka fungsi pranata sosial tidak optimal.

Dalam pelaksanaan pelayanan bidang sosial sebagai tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat maka Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan :

1. Yayasan, organisasi sosial atau lembaga sosial kemasyarakatan yang melaksanakan usaha kesejahteraan sosial serta individu-individu sebagai tenaga relawan sosial.

2. Kalangan dunia usaha yang melaksanakan tanggung jawab sosial (sosial responsibility).

3. Instansi-instansi pemerintah yang terlibat langsung dalam kesejahteraan rakyat serta instansi/lembaga yang diatur oleh perundang-undangan secara bersama melaksanakan pelayanan bidang sosial.

(19)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 19

Kelembagaan

Untuk menjalankan penyelengggaraan Fungsi dan Tugas Pokok, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat memiliki Sumber Daya Manusia sebanyak 239 0rang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 8 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Berdasarkan latar belakang pendidikan terbagi atas: A B C D E F Pasca Sarjana (S2) Sarjana (S1) Diploma (D1/D3)

Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Menengah Pertama (SMP Sekolah Dasar (SD) : : : : : : 15 orang 103 orang 10 Orang 90 orang 11 orang 17 orang

Dari jumlah tersebut diatas beberapa orang diantaranya adalah tenaga fungsional berupa:

a. 12 orang Tenaga Fungsional Pekerja Sosial b. 2 orang Tenaga Fungsional Penyuluh Jumlah pegawai berdasarkan golongan :

a. Pegawai golongan IV : 19 orang b. Pegawai golongan III : 142 orang c. Pegawai golongan II : 54 orang d. Pegawai golongan I : 27 orang

(20)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 20

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

2.1 RENCANA STRATEGIS

Rencana Kinerja Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat secara lengkap termuat dalam Rencana Strategis (Renstra) yang disusun melalui suatu proses dengan orientasi pada hasil yang dicapai selama kurun waktu 5 tahun, secara sistematik dan berkesinambungan dengan mempertimbangkan potensi, peluang, tantangan dan hambatan yang memuat, visi, misi, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan serta indikator keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaannya. Secara ringkas rencana strategis Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat tahun 2011-2015.

Pada Akhir Tahun 2014 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan arahan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melakukan revisi terhadap Renstra di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 050-904-2014 tanggal 24 Desember 2014 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 050-784-2012 tentang Recana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2011-2015 dengan mengacu kepada Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015

2.2 PERNYATAAN VISI DAN MISI

Pembangunan kesejahteraan sosial di Sumatera Barat yang merupakan bagian dari Pembangunan Nasional bidang kesejahteraan sosial secara nasional telah menunjukkan banyak kemajuan bagi warga masyarakat yang kurang beruntung dan rentan yang lebih dikenal dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan masyarakat miskin yang menjadi kelompok sasaran pelayanan sosial. Perubahan kondisi sosial masyarakat khususnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ke arah yang lebih baik seperti tercermin pada indikator sosial antara lain

(21)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 21

jangkauan pelayanan sosial di satu sisi dan penurunan jumlah angka PMKS dan masyarakat miskin di sisi lain, kemandirian dan keberfungsian sosial PMKS dan masyarakat miskin, juga tercermin pada meningkatnya fungsi dan kemandirian kelembagaan sosial, organisasi sosial, pranata sosial, pilar-pilar partisipasi sosial masyarakat (volunteerism), dan nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang menjadi karakteristik masyarakat Sumatera Barat.

Dari kompleksnya permasalahan kesejahteraan sosial di Sumatera Barat, melalui pelayanan sosial yang panjang, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dapat melakukan identifikasi terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang strategis, yakni kemiskinan (atau kefakirmiskinan), keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial dan korban bencana. Pembangunan kesejahteraan sosial pada kurun waktu 5 tahun ke depan (2010–2015) dilaksanakan berdasarkan pada visi :

“ Terwujudnya kesejahteraan Sosial masyarakat Sumatera Barat yang berkeadilan “. Visi ini mengandung makna bahwa suatu kondisi sejahtera sebagai wujud dari penyelenggaraan kesejahteraan sosial bersama yang terarah dan terencana baik oleh pemerintah maupun masyarakat Sumatera Barat yang dilandasi oleh nilai-nilai Adat dan Budaya.

Agar pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan visi yang telah ditetapkan, maka ditetapkan pula misi sebagai berikut :

1. Meningkatnya aksesibilitas pelayanan sosial, perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan hak-hak dasar bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

2. Mengembangkan Kapasitas kelembagaan sosial, partisipasi sosial masyarakat dan dunia usaha serta sumberdaya kesejahteraan sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan kesetiakawanan sosial.

(22)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 22 2.3 TUJUAN DAN SASARAN

Untuk mewujudkan visi di atas, maka misi dan tujuan masing-masing misi ditetapkan. Untuk mencapai tujuan dari misi maka dirumuskan sasaran dari masing-masing tujuan. Hubungan hirarki antara visi, misi, tujuan dan sasaran dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

VISI:

TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT SUMATERA BARAT YANG BERKEADILAN

MISI TUJUAN SASARAN

Misi 1:

Meningkatnya aksesibilitas

pelayanan sosial,

perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial dan pemberdayaan sosial

untuk menjamin

pemenuhan kebutuhan

hak-hak dasar bagi

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Berkurangnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) - Peningkatan Aksesibilitas yang memadai bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). - Peningkatan Kemandiriaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). - Tersedianya

Perumahan yang layak bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT). Misi 2 :

Mengembangkan kapasitas

kelembagaan sosial,

partisipasi sosial

masyarakat dan dunia usaha serta sumberdaya kesejahteraan sosial dalam penyelenggaraan

kesejahteraan sosial dan kesetiakawanan sosial.

Meningkatnya Kapasitas Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. - Penataan Kapasitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang berkompetensi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

(23)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 23 2.4 CARA MENCAPAI SASARAN

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, disusun rencana kebijakan, program, dan kegiatan sebagaimana tersebut dibawah ini :

a. Kebijakan

a. Peningkatan kualitas hidup dan akses seluas-luasnya bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terhadap pelayanan sosial dasar dan fasilitas umum serta sumber daya ekonomi sosial, seiring dengan meningkatnya kepedulian masyarakat dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial.

b. Peningkatan pendayagunaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial masyarakat, meliputi Tenaga Kesejehteraan Sosial Masyarakat ( TKSM) dan relawan social, organisasi sosial kemasyarakatan, Karang Taruna, dan organisasi kepemudaan, kalangan dunia usaha, kelompok usaha produktif, lembaga perlindungan sosial dan lembaga sumbangan sosial masyarakat.

c. Peningkatan eksebilitas terhadap sumber daya ilmu pegetahuan dan teknologi sebagai hasil kinerja penerapan profesi pekerjaan sosial dan pengamalan kepedulian sosial yang didasari oleh nilai-nilai kesetiakawanan sosial dalam bentuk ketahanan sosial guna mencegah dan menangani masalah serta memperbaiki kualitas hidup dan taraf kesejahteraan sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial.

d. Peningkatan kualitas manajemen pelayanan kesejahteraan sosial dalam mendayagunakan sumber-sumber kesejahteraan sosial untuk mencegah, mengendalikan dan mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial serta berbagi krisis yang kemunginan terjadi.

e. Peningkatan dukungan terhadap terwujudnya rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(24)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 24 b. Program

Penetapan program Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat harus mengacu pada program-program dalam RPJMD Tahun 2010 – 2015. Berbagai program dalam RPJMD dimaksud yang disesuaikan dengan penganggaran Dinas Sosial melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah sebagai berikut:

a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Merupakan salah satu pelayanan administrasi perkantoran untuk menunjang capaian dalam peningkatan kesejahteraan sosial.

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Untuk meningkatkan pengembangan dalam mendukung program pemerintahan diperlukan sarana dan prasarana yang memadai dalam pelaksanaan kegiatan dilingkungan SKPD khususnya.

c. Prograam Peningkatan Disiplin aparatur

Dalam peningkatan disiplin aparatur diberikan pakaian dinas beserta perlengkapannya guna menunjang kinerja aparatur untuk lebih baik kedepannya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara.

d. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Perlunya diadakan bimbingan dan pengetahun tentang peraturan dalam peningkatan sumber daya aparatur guna meningkatkan SDM aparatur yang berkompetensi.

e. Program Peningatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan.

Penyusunan pelaporan capaian kinerja untuk meningkatkan kinerja SKPD dalam perencanaan dan penganggaran SKPD dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian kinerja serta diberikan apresiasi terhadap penatausahaan keuangan SKPD.

(25)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 25 f. Program Pembinaan Anak Terlantar

Kegiatan pembinaan anak terlantar dilaksanakan melalui penyelenggaran penyantunan, perawatan, perlindungan, pengentasan anak di luar pengasuh keluarga.

g. Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma

Pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat yang diarahkan untuk membantu penyandang cacat melalui upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat.

h. Program pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo

Program Pembinaan Panti Asuhan/Jompo terdiri dari 2 (dua) sasaran program yaitu Pelayanan Sosial Asuhan Anak dan Pelayanan Sosial Lanjut Usia (jompo).

i. Program Eks Penyandang Penyaki Sosial (Eks Narapidana, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya)

Program pembinaan terhadap eks penyandang penyakit sosial yang terdiri dari eks narapidana, eks narkoba dan eks penyandang penyakit sosial lainnya. Pada Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial merupakan salah satu kegiatan pelayanan dan rehabilitasi yang dilakukan terhadap eks wanita tuna susila dan eks penyalahgunaan narkoba.

j. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

Kelembagaan sosial masyarakat, dalam konteks pembangunan kesejahteraan sosiall menjadi salah satu komponen penting disamping pemerintah dan dunia usaha. Kelembagaan sosial masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai agen sosialisasi per-ubahan terencana yang tumbuh dari masyarakat dan atau diprakarsai oleh pemerintah.

k. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, KAT & PMKS lainnya

Program Pemberdayaan sosial merupakan upaya yang diarahkan untuk mewujudkan warga masyarakat yang mengalami masalah sosial mempuyai daya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

(26)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 26 l. Program Pengembangan Nilai Budaya

Untuk menumbuhkan dan meningkatkan nilai-nilai kepedulian serta kecintaan terhadap bangsa dan Negara, dan untuk menumbuhkan partisipasi sosial masyarakat terhadap kegiatan kesejahteaan sosial, salah satu upaya yang dilakukan melalui pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial.

2.5 Penetapan Kinerja

Dengan mempertimbangkan segenap sumber daya yang ada, pada Tahun 2014 Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan tekad dan janji kinerja yang akan dicapai/diwujudkan selama setahun sebagai berikut :

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

TARGET PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (Rp) 1 2 3 4 5 6 1. 2. Peningkatan Aksesbilitas yang Memadai bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Peningkatan Kemandirian Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) a. Jumlah PMKS yang telah mengakses fasilitas pelayanan sosial. b. Kantor-kantor/lembaga/int lansi yang memiliki aksebilitas c. Jumlah PMKS yang telah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) a. Jumlah Penyandang disabilitas yang mandiri

b. Jumlah eks wanita tuna susila yang mandiri

10

730

Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 1. Rujukan Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (10) orang 2. Pembahasan Ranperda Penyandang Disabilitas

Program Pembinaan Anak Terlantar

1. Pengadaan

Kelengkapan (biaya klien) PSAABR Lb. Alung dan PSBR Padang Panjang (225) orang 2. Monitoring evaluasi

dan pelaporan 3. Pelatihan keterampilan

dan praktek balajar kerja bagi anak terlantar PSAABR Lb. Alung (160) orang 4. Pelatihan

keterampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar PSBR Padang Panjang 194.226.000 41.129.800 153.096.200 4.691.928.900 571.005.000 21.519.000 541.506.000 705.158.000

(27)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 27 355

355

(100) orang

5. Pengadaan bahan obat-obatan dan alat dokter pakai habis PSAABR Lb. Alung 6. Penyediaan bahan

pendidikan PSAABR Lubuk Alung (75) orang 7. Bimbingan teknis

tenaga pembina balita terlantar (50) orang 8. Rapat koordinasi

pelayanan dan

rehabilitasi kesos anak (120) orang

9. Pengadaan makanan dan minuman kelayan PSAABR Lb. Alung dan PSBR P. Panjang 10. Sehari barsama anak

Program Pembinaan Para Penyandang Cacat Dan Eks Trauma

1. Pendidikan dan

pelatihan bagi

penyandang cacat eks trauma PSBR (50) orang

2. Biaya makanan dan minuman kelayan PSBR dan PSBGHI Padang (150) orang

3. Penyediaan bahan obat-obatan dan alat dokter pakai habis PSBN dan PSBGHI Padang

4. Biaya kelengkapan klien PSBN dan PSBGHI Padang

5. Rehabilitasi sosial terhadap penyandang cacat melalui LBK (20) orang

6. Bimbingan sosial dan pendamping Jaminan Sosial Penyandang Cacat Berat (JSPC) (35) orang

7. Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma (cacat

mental) PSBGHI

Padang (100) orang 8. Penguatan motivasi

penyandang disabilitas

Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo 15.201.000 134.491.000 13.299.500 149.996.200 2.517.262.500 22.490.700 2.735.666.220 436.107.000 1.561.730.000 16.878.800 347.964.500 123.730.760 28.162.400 207924.360 13.168.400 4.468.662.700

(28)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 28 210

1. Pendidikan dan

pelatihan bagi

penghuni panti jompo PSTW Sicincin dan PSTW Cubadak (180) orang

2. Biaya kelengkapan klien panti jompo PSTW Sicincin dan PSTW Cubadak 3. Biaya kelengkapan

klien panti asuhan PSAA Tri Murni (80) orang

4. Biaya makanan dan minuman panti jompo PSTW Sicincin dan PSTW Cubadak 5. Penyediaan bahan

obat-obatan dan alat dokter pakai habis PSTW Sicincin dan PSTW Cubadak 6. Biaya Pendidikan klien

PSAA Tri Murni 7. Biaya jasa penguburan

/ pemulangan klien PSTW Sicincin dan PSTW Cubadak

8. Pendidikan dan

pelatihan bagi

penghuni panti asuhan PSAABR Lb. Alung (75) orang

9. Biaya makanan dan minuman di panti asuhan PSAA Tri Murni 10. Penyediaan obat-obatan dan alat dokter pakai habis PSAA Tri Murni

11. Pendidikan dan

pelatihan bagi

penghuni panti asuhan PSAA Tri Murni 12. Bimbingan teknis

pendampingan program jaminan lanjut usia (20) orang 13. Lanjut usia berkreasi 14.

Program Pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, narkoba, dan penyakit lainnya) 1. Pengadaan kelengkapan klien PSKW Andam Dewi (40) orang

2. Biaya obat-obatan dan

428.582.500 382.489.200 149.850.000 1.806.750.000 52.117.600 242.258.500 35.700.000 161.220.000 841.420.000 8.653.000 309.120.000 22.916.100 27.585.800 1.014.965.900 126.680.000 440.000

(29)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 29 5353

alat dokter pakai habis PSKW Andam Dewi 3. Pengadaan makanan dan minuman PSKW Andam Dewi 4. Pendidikan dan pelatihan keterampilan berusaha bagi eks penyandang penyakit sosial PSKW Andam Dewi

5. Bimbingan dan

pelatihan keterampilan dan bimbingan sosial korban NAPZA/HIV/AIDS (20) orang 6. Penyuluhan penanggulan narkoba dan PMS di sekolah (150) orang Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adata Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

1. Bimbingan motivasi sosial/keterampilan berusaha bagi keluarga miskin (dalam rangka HARGANAS) (150) KK

2. Bimbingan dan

pelatihan keterampilan bagi keluarga rentan

dan mengalami

masalah sosial

ekonomi (135) KK 3. Pengadaan Beras untuk

panti swasta se Sumatera Barat (4850) 4. Penanganan

rehabilitasi pasca korban bencana alam dan bencana sosial (15) KK 5. Bimbingan pemantapan pendampingan KUBE FM (55) orang 6. Pelatihan keterampilan melaui Usaha Ekonomi Produktif (UEP) korban tindak kekerasan (20) orang 7. Pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif korban tindak 419.560.000 352.169.500 95.587.200 20.529.200 4.930.111.850 96.678.400 19.784.100 3.236.100.400 110.000.000 76.350.750 47.083.900 62.500.000

(30)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 30 3

4

Tersedianya

Perumahan yang layak bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Penataan Kapasitas Potensial Sunber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang berkompetensi dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

a. Jumlah yang layak bagi warga KAT pada lokasi yang clear dan clean

a. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial yang memliki Kompetensi b. Jumlah organisasi

dan panti sosial masyarakat yang memiliki Surat Izin Operasional (SIOP) c. Jumlah Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang telah bersertifikasi a. 30 1436 kekerasan (20) orang 8. Asistensi Pengembangan UEP Korban Bencana Pekerja Migran (20) orang 9. Seleksi dan

penghargaan KUBE dan pendamping KUBE berprestasi (18) orang 10. Bantuan usaha melalui

kelompok usaha bersama (KUBE) 70 kelompok

Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adata Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya

1. Bimbingan dan pelatihan keterampilan berusaha bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) 30 KK 2. Penetapan Calon Lokasi

Pemberdayaan

Komunitas Adat

Terpencil (KAT) Tahun 2015 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1. Penyuluhan kesejahteraan sosial 2. Bimbingan bagi pengurus organisasi sosial se Sumatera Barat (40) orang 3. Penilaian PSKS (Karang Taruna, Orsos, PSM, TKSK) berprestasi Tk. Sumatera Barat(36) orang 4. Verifikasi bantuan sosial Tahun 2014 5. KSN EXPO dan Award

dalam HKSN Tahun 2014

6. Penguatan nilai-nilai KSN

7. Penyusunan sinergitas program anak antar Kab/Kota (42) orang 8. Bimbingan teknis pemantapan petugas pendata PMKS dan PSKS (158) orang 60.980.000 70.000.000 1.150.000.000 168.531.900 58.531.900 110.000.000 1.709.226.240 69.714.990 71.091.200 75.766.200 200.000.000 24.074.000 118.475.200 44.314.650 121.550.000

(31)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 31 81 9. Penguatan kelembagaan lembaga koordinasi kesejahteraan sosial se Sumatera Barat (60) orang 10. Penguatan peran keluarga dalam pencapain MDGS melaui LKS Posdaya (1100) orang

11. Koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan lembaga kesejahteraan sosial 12. Penguatan kelembagaan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) sebagai LKS Keluarga Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya 1. Bimbingan pemantapan pengurus LK3 Kab/Kota (46) orang

2. Bintek pengendalian dan pendampingan askesos (35) orang 97.500.000 364.240.000 275.000.000 247.500.000 128.261.100 74.004.000 54.257.100

2.6 Perjanjian Kinerja Tahun 2014

Sebagai implementasi Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah khususnya perencanaan kinerja, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat telah membuat Penetapan Kinerja yang ditandatangani oleh Gubernur dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Penetapan Kinerja Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 telah ditetapkan dan dimuat dalam Buku Penetapan Kinerja Provinsi Sumatera Barat. Rencana Kinerja yang akan dicapai Dinas Sosial pada 2014 terbagi atas Rencana Kinerja Sasaran dan Rencana Kinerja Kegiatan. Rencana Kinerja Sasaran Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat tahun 2014 merupakan Perjanjian Kinerja antara Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dengan Gubernur Sumatera Barat yang harus dilaksanakan dalam kurun waktu tersebut. Penetapan Kinerja disesuaikan

(32)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 32

dengan susunan agenda, prioritas, sasaran pembangunan pada RPJMD Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2015.

2.7 Rencana Kinerja Sasaran (Kontrak Kerja)

Rencana Kinerja Sasaran Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat tahun 2014 adalah rencana pencapaian target sasaran yang menjadi sarana bagi Dinas Sosial dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan pembangunan Kesejahteraan Sosial di Sumatera Barat dalam kurun waktu 5 tahun dan tahun 2014 adalah tahun ke empat untuk Renstra Dinas Sosial periode tahun 2011-2015 yang lebih rinci sebagaimana tercantum dalam tabel berikut:

Tabel Rencana Kinerja Sasaran Dinas Sosial Prov. Sumbar Tahun 2014

N o

SASARAN CARA MENCAPAI SASARAN

URAIAN INDIKATOR Target KEBIJAKAN STATEGIS PROGRAM

1 Peningkatan Aksesibilitas yang memadai bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) - Jumlah PMKS yang telah mengakses fasilitas pelayanan sosial. - Kantor-Kantor/Lembaga/In stansi yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) - Jumlah Penyandang Disabilitas yang mandiri.

10 Memberikan rujukan kepada eks penyandang disabilitas yang telah selesai dirawat di RSUD Jiwa Sa’anin Padang dan dilakukan rujukan ke PSBL Bengkulu guna memberikan pelayanan yang lebih baik dan bisa diterima kembali ditengah-tengah masyarakat/keluarga. 1. Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial. II Peningkatan Kemandirian Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) - Jumlah Penyandang Disabilitas yang mandiri.

- Jumlah eks wanita tuna susila. - Jumlah anak

terlantar yang mandiri.

- Jumlah lanjut usia yang

mandiri/potensial. - Jumlah anak asuh

yang menamatkan pendidikan tingkat SMA - Jumlah peserta bimbingan keterampilan yang berhasil. - Jumlah organisasi/panti yang mendapat kebtuhan dasar. - Jumlah KUBE yang

mandiri dan berhasil - Jumlah Wanita 730 355 355 210

Mencegah dan menangani resiko rentannya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ada ditengah-tengah kehidupan masayarakt saat ini yang ditangani oleh negara melalui program pemerintah di provinsi khususnya untuk Provinsi Sumatera Barat yang diberikan tanggungjawab dalam mengurangi jumlah PMKS (anak terlantar, cacat dan esk trauma, anak asuh/jompo, eks narapidana, PSK, narkoba dan lainnya serta Komunitas Adat Terpencil) yang ada di Sumatera Barat melalui SKPD Dinas Sosial.

1. Pembinaan Anak Terlantar.

2. Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma . 3. Pembinaan Panti

Asuhan/Panti Jompo 4. Pembinaan

(33)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 33 Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang mandiri 5353 Penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, Narkoba dan penyakit lainnya). 5. Pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya. 1. III Tersedianya Perumahan yang layak bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT)

- Jumlah rumah yang layak bagi warga KAT pada lokasi yang clear dan clean.

30 Meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial dalam upaya memberikan bimbingan dan pelatihan terhadap KAT serta perumahan yang layak untuk masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) 1. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya. 1. IV Penataan Kapasitas Potensi Sumber Kesejaheraan Sosial (PSKS) yang berkompetensi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. - Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial yang memiliki kompetensi. - Jumlah organisasi

dan panti sosial masyarakat yang memiliki surat izin operasional (SIOP). - Jumlah Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang telah bersertifikasi. 1436 81

Meningkatkan peran serta lembaga/perseorangan sebagai potensi dan sumberdaya dlm menyelenggarakan kesejahteraan sosiaL

Memberikan ilmu pengetahuan bagi lembaga/organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). 1. Pemberdayaan kelembagaan Kesejahteraan Sosial. 2. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya.

2.8 Rencana Kinerja Kegiatan

Dalam implementasinya Rencana Kinerja Sasaran diatas akan dicapai dengan melaksanakan Program Pembangunan Kesejahteraan sosial maupun Program Pendukung lainnya Sehingga Pencapaian Kinerja Sasaran akan ditentukan oleh keberhasilan pencapaian Kinerja Kegiatan. Secara ringkas Rencana Kinerja Kegiatan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 yang akan dicapai adalah sebagaimana tercantum dalam Tabel berikut :

(34)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 34

Tabel Rencana Kinerja Kegiatan Dinas Sosial Tahun 2014

NO

KEGIATAN Ket

URAIAN INDIKATOR KINERJA Satuan

Rencana Tingkat Capaian (Target) 1 2 3 4 5 6 1

Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

- Rujukan Rehabilitasi Sosial

Penyandang Disabilitas. Jumlah Penyandang disabiltas yang mandiri orang 10 - Pembahasan Ranperda Penyandang

Disabilitas Terbentuknya disabilitas Ranperda penyandang laporan 1 2 Program Pembinaan Anak Terlantar

- Pengadaan Kelengkapan Kelayan Jumlah Kelengkapan Kelayan orang 225 - Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Tersedianya laporan monitoring, evaluasi dan

pelaporan Laporan 1

- Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar bagi anak terlantar di PSAABR Harapan

Jumlah anak terlantar yang mengikuti bimb

ketrampilan di PSAABR Lubuk Alung orang 160 - Pelatihan keterampilan dan praktek

belajar bagi anak terlantar PSAA BR Lubuk Alung

Jumlah anak terlantar yang mengikuti bimb ketrampilan di PSBR Harapan Padang Panjang

orang 100

- Pengadaan makan dan minum Tersedianya makan dan minum bagi anak

terlantar orang 255

- Penyediaan bahan obat obatan dan

dokter habis pakai Tersedianya bahan obat-obatab bagi anak terlantar orang 255 - Penyediaan bahan bahan pendidikan Tersedianya bahan pendidikan bagi anak

terlantar di PSAABR Lubuk Alung orang 75 - Bimbingan teknis tenaga Pembina

Balita terlantar Terselenggaranya Pembina balita terlantar bimbimbingan teknis orang 50 - Rapat koordinasi pelayanan rehabilitasi

kesos anak Terlaksananya rapat koordinasi pelayanan dan rehabilitasi sosial kessos anak kegiatan 1 - Sehari Bersama Anak Terciptanya harmonisasi bersama anak kegiatan 1

Program Pemberdayaan Fakir Miskin,Komonitas Adat Terpencil Dan PMKS Lainnya

- Bimbingan motivasi sosial / keterampilan berusaha bagi keluarga miskin

Jumlah keluarga miskin yang mengikuti

bimbingan berusaha orang 150

- Bimbingan dan pelatihan bagi keluarga rentan dan mengalami masalah sosial ekonomi

Jumlah keluarga rentan dan mengalami masalah sosial ekonomi yang mengikuti bimbingan dan pelatihan

(35)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 35

- Pengadaan beras untuk panti swasta

se Sumatera Barat Tersedianya beras untuk anak panti swasta se Sumatera Barat orang 4850 - Bimbingan dan pelatihan keterampilan

berusaha bagi Komonitas Adat Terpencil (KAT)

Jumlah Komunitas Adat Terpencil (KAT)

bimbingan dan pelatihan ketrampilan berusaha orangl 30 - Pemberdayaan Usaha Ekonomi

Produktif Pekerja migrant Jumlah pekerja migrant yang mengikuti pemberdayaan usaha ekonomi produktif orang 20 - keterampilan melalui Usaha Ekonomi

Produktif (UEP) pekerja migran Jumlah pekerja migrant yang mengikuti kegiatan peningkatan keterampilan melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP)

orang 20

- Asitensi pengembangan usaha ekonomi produktif korban tindak kekerasan

Jumlah korban tindak kekerasan yang mengikuti kegiatan pengembangan usaha ekonomi produktif

orang 20 - Penanganan rehabilitas pasca korban

bencana alam dan bencana sosial Jumlah keluarga yang direhabilitasi pasca bencana alam dan bancana sosial KK 15 - Bintek Pengendali dan pendamping

Askesos Terlaksananya Bintek Tim Pengendalian dan Pendamping Askesos Orang 35 - bimbingan pemantapan pendamping

KUBE FM Terlaksananya pendamping KUBE FM bimbingan pemantapan orang 55 - Bimbingan pemantapan Pengurus LK 3

Kab/Kota Terlaksananya Bimbingan pemantapan Pengurus LK 3 Kab/Kota orang 46 2

Program Pembinaan Panti Asuhan Dan

Panti Jompo

- Pendidikan dan pelatihan bagi

penghuni panti jompo Jumlah penghuni panti jompo yang Pendidikan dan pelatihan bagi orang 180 - Biaya kelengkapan klien di panti jompo Tersedianya kelengkapan klien di panti jompo orang 180 - Biaya kelengkapan klien di panti

asuhan Tersedianya Biaya kelengkapan klien di panti asuhan orang 80 - Biaya makan dan minum klien di panti

jompo

Penyedian bahan obat-obatan dan alat dokter habis pakai

Tersedianya Biaya makan dan minum klien di panti jompo

Terlaksananya Penyedian bahan obat-obatan dan alat dokter habis pakai

orang orang

180 180

- Biaya pendidikan klien Tersedianya Biaya pendidikan klien untuk anak

panti asuhan orang 80

- Biaya jasa penguburan / pemulangan

klien Tersedianya jasa penguburan / pemulangan klien Kegiatan 1 - Pendidikan dan pelatihan bagi

penghuni panti asuhan Tersedianya Pendidikan dan pelatihan bagi penghuni panti asuhan orang 75 - Bimbingan teknis pendampingan

program Jaminan Sosial Lanjut Usia Terlaksananya Bimbingan teknis pendampingan program Jaminan Sosial Lanjut Usia

orang 20 - Lanjut Usia Berkreasi Terwujudnya lanjut usia berkreasi kegiatan 1

3 Program Pembinaan para Penyandang Cacat Dan Eks Trauma

- Pendidikan dan pelatihan bagi

penyandang cacat dan eks trauma Terlaksananya Pendidikan dan pelatihan bagi penyandang cacat dan eks trauma orang 50 - Biaya makan dan minum kelayan Tersedianya Biaya makan dan minum kelayan orang 150 - Penyediaan bahan obat-obatan dan

pakai habis Terlaksananya Penyediaan bahan obat-obatan dan pakai habis Orang 150 - Biaya kelengkapan klien Tersedianya Biaya kelengkapan klien orang 150 - Rehabilitasi sosial terhadap

penyandang cacat melalui LBK Terlaksananya kegiatan Rehabilitasi sosial terhadap penyandang cacat melalui LBK Orang 20 - Bimbingan sosial pendampingan

Jaminan Sosial Penyandang Cacat Berat (JSPC)

Tersedianya kegiatan Bimbingan sosial pendampingan Jaminan Sosial Penyandang Cacat Berat (JSPC)

orang 35 - Pendayagunaan para penyandang

(36)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 36

- Penguatan motivasi peyandang

disabilitas Terbentuknya motivasi penyandang disabilitas kegiatan 1

4

Program Pembinaan Eks Penyandang Sosial (Eks Penyandang Penyakit Sosial,Eks Narapidana,PSK,Narkoba Dan Penyakit Sosial lainya

- Pengadaan kelengkapan (biaya klien) Tersedianya kelengkapan kelayan) orang 40 - Biaya obat obatan Tersedianya obat obatan untuk eks

penyandang penyakit sosial orang 40 - Pengadaan makanan dan minuman Tersedianya Pengadaan makanan dan

minuman orang 40

- Pendidikan dan pelatihan keterampilan

berusaha bagi eks penyakit sosial Jumlah eks penyakit sosial yang mengikuti Pendidikan dan pelatihan keterampilan berusaha

orang 40

- Bimbingan pelatihan keterampilan dan bimbingan sosial korban

NAPZAH/HIV/AIDS

Jumlah korban NAPZAH/HIV/AIDS yang memperoleh Bimbingan pelatihan keterampilan dan bimbingan sosial

orang 20 - Penyuluhan penanggulangan narkoba

dan PMS disekolah Terlaksananya kegiatan Penyuluhan penanggulangan narkoba dan PMS disekolah kegiatan 1 5 Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

- Penyuluhan kesejahteraan sosial Terlaksananya Penyuluhan kesejahteraan

sosial paket 30

- Bimbingan bagi pengurus organisasi

sosial se Sumatera Barat Jumlah pengurus organisasi orang 40 - Penilaian PSKS (Karang Taruna,

Orsos, PSM, TKSK) berprestasi Tk. Sumatera Barat

Terwujudnya orsos berpersetasi se Sumatera

Barat. orang 36

- Verifikasi bantuan sosial tahun 2014 Jumlah verifikasi bantuan sosial kegiatan 1 - KSN Expo dan Award dalam HKSN

Tahun 2014 Terwujudnya pelaksanaan KSN Expo dan Award dalam HKSN 2014 kegiatan 1 - Penguatan Nilai-Nilai KSN Terwujudnya nilai-nilai KSN kegiatan 1 - Penyusunan Sinergitas program antar

kab/kota Tersusunnya sinergitas program antar kab/kota orang 42 - Bimbingan teknis pemantapan petugas

pendata PMKS dan PSKS Jumlah petugas pendata PMKS dan PSKS orang 158 - Penguatan kelembagaan lembaga

koordinasi kesejahteraan sosial se Sumatera Barat

Jumlah lembaga koordinasi kesejahteraan

sosial orang 60

- Penguatan peran keluarga dalam pencapaian MDGs melalui LKS Posdaya

Jumlah peran keluarga melalui LKS posdaya orang 1100 - Koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan

kegiatan lembaga kesejahteraan sosial Terwujudnya koordinasi dan fasilitasi kegiatan lembaga kesejahteraan sosial. kegiatan 1 - Penguatan kelembagaan Pos

pemberdayaan keluarga (posdaya) sebagai LKS keluarga

Jumlah kelembagaan posdaya sebagai LKS

keluarga kegiatan 1

(37)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 37 2.9 Tabel Matrik Hubungan anatara Tunjuan, Sasaran, dan Indikator Kinerja

pada Renstra Dinas Sosial.

Berdasarkan perubahan renstra pada Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang merupakan hasil perbaikan dari Kemenpan RI dapat digambarkan Matrik Renstra yang telah ditetapkan oleh Surat Kepetusan Gubernur nomor : 050-904-2014 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor : 050-784-2012 tentang Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Barat dapat dilihat pada tabel ini bawah ini :

TUJUAN SASARAN INDOKATOR

Sesudah (Outcame) Sesudah (outcame) Sesudah (outcame)

1 Berkurangnya jumlah penyandang masalah kesejahteraan Sosial (PMKS) 1 Peningkatan Aksesibilitas yang Memadai bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

1 Jumlah PMKS yang telah mengakses fasilitas pelayanan sosial

2 Kantor-kantor/lembaga/instansi

yang memiliki aksesibilitas disabilitas

3 Jumlah PMKS yang telah

memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) 2 Peningkatan Kemandirian Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

1 Jumlah Penyandang disabilitas yang mandiri

2 Jumlah eks wanita tuna susila yang mandiri

3 Jumlah anak terlantar yang mandiri

4 Jumlah Lanjut Usia yang

mandiri/potensial

5 Jumlah anak asuh yang

menamatkan pendidikan tingkat SMA

6 Jumlah organisasi/panti yang mendapat kebutuhan dasar

7 Jumlah KUBE yang mandiri dan berhasil

8 Jumlah Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang mandiri

3 Tersedianya Perumahan yang layak bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT)

1 Jumlah rumah yang layak bagi warga KAT pada lokasi yang clear dan clean

(38)

LAKIP TH 2014 |Dinas Sosial Prov. Sumatera Barat 38 2 Mengembangkan Kapasitas Sosial Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

1 Penataan Kapasitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang berkompetensi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

1 Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan lembaga

Kesejahteraan Sosial yang memiliki kompetensi.

2 Jumlah organisasi dan panti

sosial masyarakat yang memiliki Surat Izin Operasional (SIOP)

3 Jumlah Potensi Sumber

Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang telah bersertifikasi

Gambar

Tabel Rencana Kinerja Sasaran Dinas Sosial Prov. Sumbar Tahun 2014
Tabel Perbandingan Target dan Realisasi Dinas Sosial Prov. Sumbar Tahun 2014
Tabel Pencapaian Kinerja Kegiatan Dinas Sosial Prov. Sumbar Tahun 2014
Tabel   No
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan ini dapat di simpulkan bahwa: 1) Dengan adanya inisiatif peneliti untuk memanfaatkan limbah kayu sebagai sarana untuk

mungkin yang mempunyai rekam jejak pengalaman publikasi internasional >50% (misal: total 6 anggota dewan penyunting, berarti paling tidak 4 orang harus mempunyai

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses dari hasil pembelajaran keterampilan membuat bros kain flanel pada siswa tunagrahita klasifikasi sedang kelas II SMALB

Akan tetapi, perpindahan panas tersebut tidak membuat matahari menjadi dingin karena matahari merupakan sumber energi panas yang sangat besar dan tidak akan habis.. Energi panas

Tidak semua siswa yang pandai selalu mempunyai nilai ijazah yang lebih baik daripada yang bodoh.. Budi mempunyai nilai ijazah yang lebih buruk

setelah Lembaga Kliring Berjangka menerima dokumen serah fisik yang telah ditandatangani dan setelah dilakukan alokasi, Posisi Terbuka dari Kontrak Bulan

jadi arti “merendahkan diri” adalah inisiatif atau keinginan dari diri manasye sendiri untuk tundukkan, rendah, di hadapan Allah nenek moyangnya sebagai bukti bahwa

Indikator kinerja utama atau key performance indicator adalah penilaian terhadap hasil kerja pelaksanaan program-program inisiatif utama yang telah ditetapkan