CHRIST CATHEDRAL MONTHLY DEVOTION
1 ... Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-
sorai. 2 Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”
“REVIVE” adalah thema Gereja di tahun 2021 yang juga menjadi tema tahunan
Renungan Harian di tahun 2021. Melalui tema “Revive”, Gereja mengajak seluruh Jemaat untuk bersama-sama menggali dan memahami kebenaran Alkitab bahwa janji pemulihan dan kebangkitan hidup dari Tuhan pasti akan digenapi tepat pada waktuNya.
Pemulihan dan kebangkitan hidup menjadi salah satu tema sentral dan pesan penting dalam Alkitab salah satunya Mazmur 126. Ketika Tuhan memulihkan dan mem-bangkitkan keadaan umatNya, hal itu seperti mimpi dan menjadi suatu anugerah dan realitas sejati yang merobohkan benteng-benteng kesulitan, membangkitkan iman dan keyakinan orang percaya agar terbebas dari belenggu kekuatiran dan ketakutan. Orang yang telah menangis akan tertawa dan orang yang telah menabur akan menuai dengan sorak sorai.
Karya Tuhan ini melebihi pemulihan dan kebangkitan hidup yang dialami bangsa Israel. Oleh karena itu, karya terbesar Allah ini harus menjadi nyata dalam kehidupan pribadi orang percaya, Gereja dan lingkungan. Sekalipun saat ini seluruh dunia sedang menderita dan ketakutan karena pandemi COVID-19, Tuhan meyakinkan kita bahwa Dia yang berdaulat dan memegang kendali atas hidup kita.
Kiranya tema Renungan Harian 2021 memberkati dan memberikan wawasan baru bagi kita. Firman Tuhan senantiasa menjadi panduan dalam hidup kita di tahun 2021, dan juga di tahun-tahun mendatang. Tuhan memberkati.
KRISTUS DATANG UNTUK MELAYANI, BUKAN DILAYANI.
Kamis, 01 April 2021
INISIATIF PERTAMA
Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umatKu dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepadaKu dengan segenap hatinya.
Yeremia 24:7
Bayangkan satu orang terdekat kita yang mungkin sering berbuat salah atau sering menyakiti perasaan kita, tetapi tidak pernah meminta maaf. Sangat wajar orang tersebut harusnya meminta maaf tanpa kita memintanya.
Tetapi pernahkah kita berpikir untuk mengajak orang tersebut berbicara dari hati ke hati sehingga terjadi rekonsiliasi? Apa yang orang tersebut akan rasakan?
Pengalaman di atas sesungguhnya terjadi kepada setiap orang percaya. Kita yang sering jatuh dalam dosa dan mengecewakan hati Tuhan, tetap Ia pandang berharga dengan kerelaanNya untuk datang ke dunia dan mati di kayu salib supaya setiap umat manusia bisa mendapakatkan hidup kekal (Yohanes 3:16). Tuhan yang terlebih dulu mengambil inisiatif supaya terjadi pemulihan dan rekonsiliasi antara hubungan Allah dengan manusia.
Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus menjadi pengingat bagi setiap kita akan kasih Tuhan yang begitu besar atas umat manusia. Dia yang memberikan kita “...suatu hati untuk mengenal...” pribadiNya. Tanpa inisiatif dari Allah, kita tidak akan pernah bisa mengenal kasih yang begitu besar, indah dan sempurna yang mampu memulihkan setiap kondisi kehidupan kita.
TIDAK ADA KASIH YANG LEBIH BESAR DARI PADA KASIH SEORANG YANG MEMBERIKAN NYAWANYA UNTUK SAHABAT-SAHABATNYA. (Yohanes 15:13)
Jumat, 02 April 2021
THE GREATEST LOVE THE WORLD HAS EVER SEEN
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yohanes 3:16
Jumat Agung adalah masa kesengsaraan dan kematian Tuhan Yesus Kristus di salib diperingati oleh gereja-gereja Tuhan di seluruh dunia. Apa yang dialami dan ditanggung oleh Kristus pada masa Jumat Agung merupakan bukti kasih yang tak terbantahkan dan merupakan penyataan kasih yang terbesar yang pernah dunia saksikan (Yoh. 15:13).
Alkitab menjelaskan bahwa darah Kristus membawa pengampunan dosa bagi semua orang yang bertobat dan menerima Dia (Mat.26:28). DarahNya menebus orang-orang percaya dari kuasa iblis dan kejahatan (Kis. 20:28; I Ptr. 1:18-19; Why. 5:9). DarahNya membenarkan semua orang percaya kepadaNya (Rom. 3:24-25).
Darah Kristus menyucikan hati nurani orang-orang percaya sehingga mereka dapat melayani Allah tanpa kesalahan dan dengan penuh keyakinan (Ibr. 9:14, 13:18). DarahNya membuka jalan bagi orang-orang percaya untuk langsung menghampiri Allah, memper-oleh kasih karunia, kemurahan, pertolongan dan keselamatan (Ibr. 7:25, 10:19). DarahNya adalah jaminan untuk semua janji Allah (Ibr. 10:29; I Kor. 11:25).
Marilah kita mengikuti teladan Tuhan Yesus Kristus untuk senantiasa merendahkan diri dan memberkati orang lain meskipun harus membayar dengan harga yang mahal. Seperti Kristus, marilah kita belajar hidup tidak untuk diri sendiri. Maka Allah yang akan memberikan upah dan pahala kepada setiap orang sesuai perbuatannya di dunia ini (I Kor. 3:8b).
LOVE IS NOT A ONE TIME THING, BUT A LIFE TIME PROCESS.
Sabtu, 03 April 2021
REMINDER TO LOVE
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Efesus 4:32
Allah menghendaki setiap umatnya untuk saling mengasihi. Seperti nyata dalam Hukum Utama Kristus (Matius 22:37-40), di mana Tuhan memberikan kita perintah untuk mengasihiNya dengan segenap hati dan mengasihi sesama. Namun kita sering menganggap bahwa cukup bagi kita untuk mengasihi Tuhan dan menyampingkan perintah untuk mengasihi sesama. Kedua Hukum Utama ini seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Hukum yang pertama harus dilakukan, namun Hukum yang kedua juga jangan diabaikan.
Kemampuan untuk mengasihi sesama manusia tidak datang dari diri sendiri. Kita yang masih jauh dari kata sempurna dan yang masih seringkali jatuh dalam dosa tentu saja tidak akan mampu untuk mengasihi orang lain seperti Tuhan mengasihi kita. Oleh karena itu, Tuhan telah memampukan kita dan Dia memberikan teladan terlebih dahulu dengan pengorbanannya di kayu salib. KematianNya di kayu salib adalah bukti dari kasihNya kepada manusia.
Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk meresponi pengorbananNya yaitu dengan belajar mengasihi sesama. Tentu saja, mengasihi sesama tidak dapat dilaku-kan cukup sekali atau beberapa waktu saja. Tetapi, mengasihi sesama membutuhdilaku-kan komitmen dan proses selama kita hidup. Oleh sebab itu, kita perlu hidup melekat dengan Tuhan untuk bisa terus mengimpartasikan kasihNya kepada orang-orang di sekitar kita.
Sudahkah kita sadar bahwa kematian Kristus adalah bukti bahwa Dia telah me- mampukan kita untuk dapat mengasihi sesama?
SELAMAT PASKAH. KRISTUS TELAH BANGKIT!
Minggu, 04 April 2021
YESUS KRISTUS BANGKIT!
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
Kisah Para Rasul 4:12
Hari ini gereja-gereja Tuhan di seluruh dunia memperingati dan merayakan suatu peristiwa yang sangat istimewa yaitu hari Paskah, hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian. Paskah adalah dasar, inti dan pusat iman kita. Natal, Minggu Palem dan Jumat Agung tanpa Paskah akan menjadi sia-sia dan menjadi sekedar tradisi perayaan semata yang tak memiliki kuasa.
Tanpa Paskah tidak akan ada Kenaikan Kristus ke Sorga, dan tak akan ada pula pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Alkitab berkata “Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (I Kor. 15:17).
Kematian Yesus Kristus pun sangat dramatis, menggoncangkan tatanan kehidupan masyarakat pada masanya, dan diikuti berbagai tanda-tanda di langit dan di bumi yang sangat mencekam: langit menjadi gelap gulita, terjadi gempa bumi seketika, bukit-bukit batu terbelah dan orang-orang mati pun bangkit menampakkan diri. Kebangkitan Yesus Kristus pada hari Paskah semakin mengesahkan keilahianNya. YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN.
Karena kebangkitanNya, kita boleh bermegah dan dapat memberkati satu sama lain dengan salam kudus “Kristus Sudah Bangkit!”, “Kristus Hidup Selamanya.” Oleh karena Ia hidup, maka kita pun akan hidup; dan karena Ia dibangkitkan, maka kita pun akan dibangkitkan kelak di akhir zaman (I Kor. 15:23). Sungguh suatu jaminan yang sangat menakjubkan!
KARENA KEBANGKITANNYA, KITA DIBERIKAN KUASA MELALUI ROH KUDUS UNTUK MEMULIAKAN DIA.
Senin, 05 April 2021
NEVER FORSAKEN
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.
Kisah Para Rasul 4:13
Saat sedang melatih seorang calon pemimpin yang berpotensi maka dibutuhkan proses yang cukup panjang sebelum mereka bisa memimpin secara mandiri. Awalnya, mereka akan sangat mengandalkan kemampuan kita sebagai mentor, mungkin setiap hal yang mereka kerjakan perlu persetujuan ataupun pendapat kita. Namun, saat kita memberikan mereka kepercayaan dan otoritas untuk bisa menentukan pilihan, mereka akan belajar untuk menjadi pemimpin dan bahkan akhirnya bisa melahirkan pemimpin baru yang lain.
Ketika Tuhan bangkit, Dia tidak meninggalkan umatNya dengan tangan hampa. Dia memberikan setiap kita kuasa dengan memberikan Roh Kudus untuk menolong, untuk memimpin, menjadi Pengingat, dan menjadi Teman yang Setia supaya kita bisa hidup seturut dengan kehendakNya. Roh Kudus juga yang memampukan kita untuk bisa melakukan hal-hal yang lebih dari kemampuan dan apa yang dapat kita pikirkan.
Dalam ayat bacaan hari ini, Petrus dan Yohanes menunjukkan bahwa mereka dengan altar belakang orang-orang yang sederhana dan bahkan tidak terpelajar, dapat mem-buat takjub para pemimpin agama dan Farisi. Tidak sampai di situ, karena perkataan dan kesaksian yang penuh kuasa dari Petrus dan Yohanes, lebih dari 5.000 orang bertobat dan menjadi percaya kepada Kristus. Semuanya ini bisa terjadi karena peran dari Roh Kudus (Kisah Para Rasul 4:4-8).
Mari kita terus mengandalkan Tuhan dan kuasa Roh Kudus agar kita bisa hidup sesuai dengan panggilan dan kehendakNya.
KRISTUS MATI DAN BANGKIT SUPAYA KITA BISA HIDUP.
Selasa, 06 April 2021
HUTANG PIUTANG
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
2 Korintus 5:21
Pernah mendengar tentang perjanjian hutang piutang? Perjanjian hutang piutang biasanya dilakukan oleh dua orang atau lebih sebagai bukti suatu perjanjian hutang piutang. Di dalam perjanjian tersebut terdapat syarat-syarat dan juga jumlah uang yang harus dilunasi oleh pihak peminjam. Inilah yang terjadi dengan dosa dalam hidup kita.
Saat manusia jatuh pertama kali ke dalam dosa, secara otomatis kita menjadi hamba dan terikat dengan dosa, yang berakibat kematian, karena upah dosa adalah maut. Namun, karena BAPA begitu mengasihi manusia sehingga Ia mengaruniakan Yesus Kristus, Putera TunggalNya untuk menggantikan dan menebus kita dari belenggu dosa.
Tuhan Yesus yang tidak berdosa dibuat menjadi dosa karena kita. Siapa orang yang mau menebus hutang kita tanpa pamrih, mungkin sangat jarang hal ini bisa terjadi. Tetapi ada Tuhan yang rela datang untuk menjadi manusia untuk menggantikan kita dan mati di atas kayu salib yang adalah tanda kutukan.
Namun hasil karya Kristus menjadikan kita yang tadinya harus tunduk dengan kuasa kematian menjadi hidup berkemenangan. Kematian adalah sesuatu yang menakutkan bagi mereka yang tidak percaya, tetapi saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kematian bukan lagi suatu yang kita takutkan. Tujuan hidup kita diubahkan untuk memenuhi tujuan Tuhan yang sudah tetapkan dalam hidup kita.
KITA DISELAMATKAN UNTUK MENJADI SAKSI KRISTUS.
Rabu, 07 April 2021
ROH KUDUS BERSAKSI
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Yohanes 15:26
Pada bulan April ini kita merayakan hari raya Jumat Agung dan Paskah. Kedua hari raya ini memiliki arti yang sangat mendalam daripada hanya Kristus menandakan bahwa kita telah ditebus dari dosa, dan kebangkitan berarti maut sudah tidak berkuasa atas kita.
Saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, saat itu juga kita diberikan hidup yang baru. Roh kita yang lama yang sudah mati dibangkitkan kembali bersama- sama dengan Kristus. Di saat yang sama kita juga diberikan Roh Kudus untuk menolong kita dibentuk menjadi segambar dan serupa dengan Kristus.
Masih ingat bagaimana saat kita mengalami Kristus pertama kali? Ada satu perasaan menggebu-gebu untuk dapat menceritakan pengalaman kita bersama Kristus ke semua orang agar mereka dapat merasakan apa yang kita rasakan. Itu adalah pekerjaan Roh Kudus.
Bayangkan bagaimana kehidupan jemaat di masa Perjanjian Baru? Mereka semua mendapatkan persekusi yang begitu mengerikan. Ada yang dibunuh, disiksa dan lain-lain, karena mereka menyatakan diri mereka sebagai pengikut Kristus. Kenapa mereka berani? Karena ada Roh Kudus yang memberikan mereka kekuatan dan hikmat untuk dapat bersaksi.
Kita diselamatkan bukan hanya untuk bisa masuk Surga. Tetapi kita diselamatkan supaya kita bisa menjadi saksi Kristus dan menjadi duta-duta Kerajaan Allah untuk memberitakan Kabar Baik kepada orang-orang di sekitar kita.
SAYA ADALAH CIPTAAN BARU: YANG LAMA SUDAH BERLALU, SESUNGGUHNYA YANG BARU SUDAH DATANG.
Kamis, 08 April 2021
DIBANGKITKAN BERSAMA KRISTUS
Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Roma 6:4
Salah satu janji Tuhan di dalam Alkitab adalah di akhir zaman nanti kita akan menerima tubuh yang baru. Semua orang-orang percaya akan dibangkitkan dan tinggal bersama-sama dengan Tuhan. Tetapi, itu bukanlah tujuan hidup kita. Karena hal tersebut adalah sebuah jaminan yang pasti, karena Tuhan tidak akan pernah mengingkari janjinya. Banyak kepercayaan di dunia ini menawarkan Surga sebagai tujuan hidup mereka. Lalu, apakah yang menjadi tujuan hidup orang percaya sebenarnya?
Memang benar nanti saat Kristus dating kedua kali akan ada kebangkitan orang-orang percaya, tetapi yang terpenting adalah kita dibangkitkan Tuhan untuk menjadi pribadi yang berbeda, yaitu sebelumnya kita adalah budak dosa, tetapi sekarang kita diubah menjadi hamba Tuhan.
Tujuan hidup orang percaya adalah menyenangkan hati Tuhan melalui pelayanan yang kita lakukan. Pelayanan tidak hanya berbicara dalam konteks pelayanan di gereja pada hari Minggu, tetapi seluruh aspek hidup kita yang kita persembahkan untuk melayani Tuhan dan sesama.
Saat kita menerima Kristus, kita semua adalah ciptaan yang baru. Ciptaan yang baru yang hanya memiliki tujuan untuk dapat memuliakan Nama Tuhan.
ROH KUDUS SANGGUP MENGUBAH HIDUP MANUSIA MENJADI BERDAMPAK.
Jumat, 09 April 2021
ROH KUDUS MENGUBAH HIDUP PETRUS
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
Kisah Para Rasul 2:14
Roh Kudus telah mengubah hidup Petrus dan menjadikan dia saksi Kritus yang berani dan berdampak. Bahkan di hadapan para pemuka Yahudi, ia tidak takut memberi-kan kesaksian bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Bahmemberi-kan ketika dilarang supaya jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Tuhan Yesus, Petrus dengan berani menjawab: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah” (Kis 4:19). Padahal sebelum kebangkitan Tuhan, ketika Petrus ditanya seorang hamba perempuan sudah ketakutan bahkan menyangkal Tuhan.
Kitab Kisah Para Rasul mencatat bahwa Petrus melayani di Palestina. Lalu tinggal di Antiokia di Negara Suriah selama beberapa waktu. Kemungkinan ia lama memberitakan Injil di daerah yang sekarang dinamakan Asia kecil. Sudah pasti bahwa ia pergi ke Roma. Petrus menjadi perintis pemberitaan Injil di Yerusalem. Petrus mengepalai Konsili para rasul di Yerusalem tahun 49 (Kis 15:6-11). Menurut tradisi, sejak abad II Petrus mati demi iman atas permintaannya sendiri di mana dia disalibkan dengan kepala ke bawah, sekitar tahun 67 di Roma, pada masa pemerintahan Kaisar Nero.
Roh Kudus yang telah mengubah dan memakai Petrus, sanggup mengubah dan memakai kita menjadi saksi-saksi Kristus yang berdampak.
TANPA ROH KUDUS KEHIDUPAN KITA TIDAK AKAN BERBUAH.
Sabtu, 10 April 2021
PENGHIBUR
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Yohanes 16:7
Sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, Dia mempersiapkan para murid untuk siap menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi setelah Kristus kembali ke Surga. Tuhan Yesus tahu apa yang akan dihadapi para murid dikemudian hari. Mereka akan meng- hadapi tantangan dari orang-orang yang membenci Kristus dan Injil. Sebab itu Ia tidak ingin iman para murid menjadi goyah atau lemah karena keadaan tersebut. Itulah sebab-nya Roh Kudus diberikan untuk menyertai orang percaya. Roh Kudus akan melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai Tuhan Yesus.
Roh Kudus (“Parakletos” dalam Bahasa Yunani) diartikan sebagai Penolong, Penghibur, Pembela dan Pendamping yang kualitasnya sama seperti Pribadi sebelum- nya. Seorang pribadi yang selalu menyertai orang percaya dan memberikan pertolongan. Roh Kudus menolong kita dalam setiap kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Roh Kudus akan memberikan kita kekuatan ketika menghadapi berbagai macam pencobaan. Di tengah dunia yang sedang krisis dan masa sulit ini kita sangat membutuhkan Roh Kudus. Dialah Pribadi yang senantiasa menghibur saat kita susah, mengingatkan kita akan penyertaanNya, janji-janji FirmanNya, perlindunganNya sehingga kita mengalami damai yang sejati; oleh karena kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita yang sama dengan kehadiran Allah sendiri.
Roh Kudus akan memberikan damai sejahtera di tengah-tengah dunia yang penuh dengan hal-hal yang bisa membuat kita kuatir.
ROH KUDUS MENYATAKAN KUASANYA DALAM HIDUP ORANG PERCAYA UNTUK MENGUBAH DUNIA.
Minggu, 11 April 2021
ROH KUDUS MEMBERI KUASA
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Kisah Para Rasul 1:8
Tujuan utama baptisan dalam Roh ini ialah penerimaan kuasa untuk bersaksi bagi Kristus sehingga banyak orang dapat dimenangkan dan diajar untuk menaati semua yang diperintahkan Tuhan.
Roh Kudus memberi kuasa untuk mengadakan tanda-tanda heran di dalam Nama Yesus Kristus yang menyertai pemberitaan Kerajaan Allah.
Kisah Para Rasul 4:1-12, mencatat di mana Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang laki-laki yang sudah lumpuh sejak 40 tahun. Orang lumpuh itu biasa duduk di depan pintu Gerbang Bait Allah, untuk meminta sedekah kepada orang-orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, orang lumpuh menyodorkan tangannya berharap kedua rasul tersebut memberikannya uang. Tetapi Petrus berkata kepadanya “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalan-lah!” (Kis 3:6). Seketika itu juga, orang lumpuh tersebut dapat berdiri, dan berjalan.
Peristiwa tersebut disaksikan oleh banyak orang. Mereka sangat takjub karena orang lumpuh tersebut dapat berjalan kembali. Kemudian, orang lumpuh yang sudah mengalami kesembuhan itu, terus mengikut Petrus dan Yohanes sehingga banyak datang berbodong-bondong mengikuti mereka. Petrus dan Yohanes mempergunakan kesempatan tersebut untuk bersaksi tentang Yesus Kristus yang telah bangkit dan naik ke Surga.
FASTING BREAKS THE POWER OF OUR FLESH AND AS A RESULT, CAUSES SUPERNATURAL BREAKTHROUGH.
Senin, 12 April 2021
FASTING IS NOT A FAST TRACK
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Yakobus 4:8
Saat Paskah umumnya kita melakukan puasa atau pantang terhadap hal-hal yang bersifat kedagingan. Bagi beberapa orang, mungkin pantang makanan, media sosial, drama Korea atau minuman manis. Tidak hanya di hari Paskah, orang Kristen biasanya menjalani puasa ketika sedang melewati pergumulan yang berat. Kita berdoa dan meminta sesuatu pada Tuhan dengan berpuasa. Puasa seringkali dikaitkan dengan doa permohonan atau usaha untuk mendengar suara Tuhan.
Kita melihat banyak tokoh di Alkitab yang berpuasa dan mengalami mujizat, misalnya Ester dan Daniel. Akan tetapi pernahkah Saudara berpuasa dan Tuhan seakan tidak menjawab doamu? Keadaan kita tidak berubah, orang yang kita doakan pun masih keras hati. Apapun itu, kita merasa Tuhan tidak melakukan seperti yang kita doakan sekalipun kita telah berpuasa. Perlu diingat bahwa puasa bukanlah jaminan atau jalan pintas untuk mendapatkan jawaban atas doa-doa kita. Sesungguhnya, sekalipun Tuhan belum merubah keadaan hidup kita atau orang lain, tetapi Ia pasti akan mengubah keadaan hati kita.
Nats bacaan hari ini menyatakan bahwa ketika kita mendekatkan diri pada Tuhan dan memfokuskan pandangan padaNya, maka Ia akan mendekat pada kita. Esensi dari puasa bukanlah semata-mata pada terkabulnya doa kita atau mendapatkan sesuatu dari Tuhan; melainkan mempersembahkan sesuatu pada Tuhan, bagian yang terpenting yaitu hati kita. Ketika hati kita telah diubahkan, maka situasi kita pun akan berubah.
WHAT EMOTIONS DO YOU NEED TO PASS OVER TO GOD?
Selasa, 13 April 2021
PASS OVER
3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah… 5 Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.
2 Korintus 10:3-5
Hari Paskah atau Easter Day biasanya juga disebut dengan Passover. Dalam Perjanjian Lama, Passover dirayakan sebagai peringatan akan keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Saat itu mereka menyembelih anak domba jantan yang tidak bercela dan membubuhkan darahnya ke setiap pintu rumah orang Israel di Mesir. Tuhan melewatkan rumah orang Israel yang bertanda darah dan seluruh anak sulung orang Israel selamat. Darah anak domba jantan telah menyelamatkan bangsa Israel dari per-budakan Mesir.
Bulan April ini, kita memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Anak domba Allah yang sejati. Darah Yesus Kristus telah menyelamatkan kita dari perbudakan dan setiap belenggu dosa. Saat ini adakah perasaan, pikiran, atau sesuatu yang mem-perbudak kita?
Seringkali kita mengaitkan perbudakan dengan hal-hal yang “besar”, seperti judi dan pornografi. Namun, sadarkah kita bahwa emosi kita juga dapat memperbudak kita? Begitu pula dengan perasaan takut, bersalah, insecurity, amarah atau pikiran negatif. Perasaan dan emosi kita tidak seharusnya memperbudak kita, oleh karena kita tidak sendirian dan kita tidak perlu berusaha sendiri karena ada Roh Kudus sebagai Penolong dan Penghibur yang tinggal di dalam hati kita.
Sediakan lebih banyak waktu bersama Tuhan sehingga tidak ada ruang bagi perasaan-perasaan negatif untuk memerintah dalam hati kita. Nikmati hidup sebagai orang Kristen yang merdeka.
YOU ARE NOT YOURS TO CONDEMN.
Rabu, 14 April 2021
GUILT-FREE LIFE IN CHRIST
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
Roma 8:1
Kita banyak mendengar kisah pertobatan Paulus dari seorang pembunuh orang Kristen menjadi seorang rasul Kristus yang hebat. Pernahkah kita berpikir seberapa besar rasa bersalah Paulus terhadap masa lalunya? Mungkin dia membawa rasa bersalah yang sangat besar, tetapi ia tidak hidup dalam rasa bersalah tersebut.
Ketika perasaan bersalah terlampau besar, respon pertama kita biasanya adalah lari dan menyerah kalah. Perasaan bersalah cenderung membuat kita merasa dihakimi dan berhak atas penghukuman.
Sebagai orang percaya, kita seringkali sangat keras terhadap diri kita sendiri. Kita menetapkan standar kekudusan kita sendiri dan menghukum diri kita sendiri ketika kita gagal mencapainya. Namun, ini bukanlah alasan Tuhan Yesus mati di kayu salib. Kristus mati untuk menyelamatkan kita dari dosa dan penghukuman. Mungkin kita sudah sering membaca Roma 8:1, tetapi apakah kita sesungguhnya telah mengerti dan menghidupi ayat tersebut?
Lewat kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, setidaknya dua hal ini terjadi: Kita tidak berhak untuk menghakimi diri kita sendiri. Kita sudah dibeli dan ditebus oleh darah Tuhan Yesus yang mahal sehingga hidup kita adalah milik Tuhan. Jika Tuhan tidak menghakimi kita, maka kita tidak berhak menghakimi diri kita sendiri. Rasa bersalah kita akan diubahkan menjadi sebuah kesaksian. Izinkan kasih Tuhan menyucikan dan mengubah masa lalu kita menjadi suatu kesaksian dan bukan sesuatu yang memalukan.
1.
PENGORBANAN KRISTUS MEMERDEKAKANKU.
Kamis, 15 April 2021
MERDEKA DARI PERBUDAKAN
Roma 6:18
Bangsa yang terjajah pasti merindukan sebuah kemerdekaan. Hak-hak mereka pasti dirampas, kebebasan mereka dibatasi, bahkan potensi mereka tidak dapat berkembang dengan maksimal. Setiap hari mereka harus mengerjakan sesuatu yang tidak mereka inginkan. Itulah yang dialami bangsa Israel ketika berada dalam penjajahan di Mesir.
Bangsa Israel berusaha untuk mencari kebebasan dengan yang mereka bisa lakukan, tetapi Mesir terlampau kuat untuk mereka lawan. Ratusan tahun mereka dijajah, membuat bangsa itu lupa bahwa mereka harus menjadi bangsa yang merdeka. Tetapi Allah tidak lupa dengan janjiNya, bahwa bangsa Israel adalah umat pilihan Allah, di mana seluruh bumi akan diberkati melalui bangsa ini. Maka tangan Tuhan sendiri yang membebaskan bangsa Israel untuk keluar dari Tanah Mesir menuju tanah yang dijanjikan Allah untuk menjadi berkat bagi semua bangsa.
Kisah bangsa Israel mengingatkan kita bahwa dosa telah membuat manusia kehilangan potensi terbesar dalam dirinya yaitu memuliakan Allah. Manusia hidup dalam sifat dosa sehingga apapun yang kita kerjakan tidak akan pernah mampu memuliakan Allah.
Namun Allah yang berinisiatif untuk membebaskan kita dari belenggu dosa melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Karena itu sebagai umat yang telah dimerdekakan, mari gunakan semua potensi dan karunia yang kita miliki untuk bekerja dan melayani Tuhan.
KUASA YANG ADA DALAM KRISTUS, JUGA ADA DALAM DIRI ORANG PERCAYA.
Jumat, 16 April 2021
KUASA YANG MENGALAHKAN MAUT
Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitanNya.
Roma 6:5
Tiga setengah tahun murid-murid Tuhan selalu bersama dengan Tuhan Yesus. Mereka kagum dengan pengajaran Tuhan Yesus, dan juga Tuhan Yesus juga menjadi teladan yang sempurna dari yang diajarkan selama ini. Mereka melihat mukjizat demi mukjizat terjadi di depan mata mereka, dan Tuhan Yesus juga memberikan kuasa supaya mereka bisa melakukan mukjizat. Pengalaman bersama dengan Tuhan Yesus membuat para murid semakin mengerti bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang selama ini telah dinantikan oleh bangsa Israel.
Tetapi tiba pada satu masa bahwa Tuhan Yesus harus segera menyelesaikan misiNya untuk mati di kayu salib. Tidak ada satu orangpun pengikutNya yang berada di samping Tuhan Yesus. Semua murid terpukul melihat sosok yang selama ini dibanggakan tergantung di tiang hukuman.
Apa yang dipandang dunia sebagai sebuah kekalahan dalam peristiwa penyaliban Kristus, ternyata itu adalah jalan kemenangan. Kristus harus mati tetapi tiga hari setelah kematianNya, maut tidak dapat berkuasa atas diriNya.
Firman Tuhan mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Kita yang percaya kepada Kristus diberikan kuasa yang sama seperti Kristus. Artinya hari ini kita bisa menang dan mengalahkan dosa dengan selalu hidup dalam kekudusan. Dan suatu hari nanti, kita juga akan mengalahkan maut sama seperti Kristus.
ROH KUDUS MENGUKIR KETATAPANNYA DI HATI KITA.
Sabtu, 17 April 2021
DIA YANG MEMAMPUKAN
19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu...
Yehezkiel 11:19-20
Peristiwa di gunung Sinai menjadi sebuah moment yang sangat penting bagi bangsa Israel. Di situ Allah menuliskan hukumNya dalam dua loh batu, yang kita kenal dengan sepuluh perintah Allah. Di momen tersebut, secara legal bangsa Israel disebut sebagai umat pilihan Allah; dan sejak itu bangsa Israel memperingati peristiwa tersebut sebagai Pentakosta.
Dari sepuluh perintah Allah tersebut Musa menjabarkan dalam hukum-hukum yang menjadi undang-undang bangsa Israel. Bukan hanya tertulis dalam kitab hukum mereka, bangsa Israel juga menuliskan beberapa kutipan hukum tersebut pada lengan, dahi di ambang pintu rumah dan tempat-tempat strategis untuk selalu mengingat Hukum Allah tersebut.
Begitu giatnya bangsa Israel berusaha untuk menaati Hukum Allah. Tetapi di sepanjang Kitab Taurat, kita melihat setiap kali Hukum Allah tertulis, akan selalu diikuti dengan contoh kegagalan bangsa Israel. Ternyata kita tidak akan mampu menaati sesuai kehendak Allah tanpa pertolongan dariNya.
Hingga Tuhan berjanji bahwa suatu hari nanti Tuhan akan menuliskan HukumNya dalam hati setiap umat Allah melalui Roh Kudus yang akan menginsafkan dari dosa dan pelanggaran. Roh Kudus juga akan menuntun kita ke dalam segala kebenaran. Melalui Roh Kudus kita juga diajar dan dimampukan untuk selalu setia akan apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan.
SEBAB TUHAN ADALAH ROH; DAN DI MANA ADA ROH ALLAH, DI SITU ADA KEMERDEKAAN. (2 Korintus 3:17)
Minggu, 18 April 2021
ROH ALLAH MENYERTAI
… tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingat-kan kamu amengingat-kan semua yang telah Kukatamengingat-kan kepadamu.
Kisah Para Rasul 1:8
Di masa-masa yang tidak menentu seperti saat ini, pastinya setiap dari kita butuh sebuah pemulihan, yaitu pemulihan di dalam pekerjaan kita, bisnis dan lain-lainl. Pada saat situasi hidup kita tidak menentu, respon kita sebagai manusia cenderung takut dan hilang harapan karena tidak tahu apa yang akan terjadi di depan.
Sama halnya dengan murid-murid Kristus pada saat mereka tahu bahwa Tuhan Yesus akan pergi meninggalkan mereka. Mereka takut bahwa di saat Guru mereka pergi, mereka tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan. Mereka takut hidup mereka akan sulit karena tidak lagi bersama dengan Tuhan Yesus dan takut dengan apa yang akan mereka hadapi nanti. Bahkan sebelum Tuhan Yesus terangkat ke Surga, mereka masih bertanya apakah Tuhan Yesus berkenan memulihkan bangsa Israel pada saat itu juga (Kisah Para Rasul 1:6)
Tetapi respon Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia akan mengutus Roh Kudus untuk tinggal dan menyertai orang percaya. Roh Kudus yang Tuhan curahkan kepada setiap kita akan memulihkan harapan kita di dalam Tuhan.
Roh Allah yang tinggal di dalam kita akan menuntun kita dan memberikan kita peng-hiburan bahkan di saat yang sulit sekalipun. PenyertaanNya tidak akan meninggalkan kita dan akan selalu menuntun kita di dalam setiap musim hidup yang akan kita lewati.
SEBAB ITU KAMU HARUS TAHU, BAHWA KESELAMATAN YANG DARI PADA ALLAH INI DISAMPAIKAN KEPADA BANGSA-BANGSA LAIN DAN MEREKA AKAN
MENDENGARNYA. (Kisah Para Rasul 28:28)
Senin, 19 April 2021
SHARE THE LAMB
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Keluaran 12:4
Perayaan Paskah (Passover) merupakan perayaan yang dilakukan bangsa Israel atas kasih karunia Allah, yang telah membebaskan mereka dari perbudakan ratusan tahun di Mesir. Di dalam Kitab Keluaran, diceritakan detail tentang bagaimana perayaan ini harus dirayakan. Salah satu yang paling signifikan di dalam perayaan ini adalah seekor domba yang tidak bercela. Pada saat perayaan Paskah, domba tersebut akan disembelih dan dinikmati oleh setiap keluarga bangsa Israel.
Pada saat itu, Tuhan akan membunuh setiap anak sulung yang ada di Mesir sebagai hukuman karena Mesir tidak ingin melepaskan bangsa Israel. Maka itu, di dalam Kitab Keluaran dikatakan bahwa setiap bangsa Israel harus menandai setiap pintu depan rumahnya dengan membubuhkan darah anak domba, agar Tuhan tidak menjatuhkan hukumanNya kepada setiap rumah yang telah ditandai.
Dari perayaan Paskah tersebut, anak domba yang tidak bercela melambangkan Yesus Kristus yang telah mengorbankan nyawaNya untuk menyelamatkan setiap kita dari dosa dan maut. Tuhan Yesus yang tidak berdosa dan bercela telah mengorbankan diriNya, dan darahNya telah menyelamatkan kita dari maut.
Oleh karena itu di dalam Keluaran 12:4 dikatakan bahwa setiap kita harus juga membagi-bagikan domba atau keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada orang-orang sekitar kita. Tuhan ingin agar keselamatan tidak disimpan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga kepada semua bangsa.
KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI… (Yohanes 3:16)
Selasa, 20 April 2021
RESTORED RELATIONSHIP
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yohanes 1:14
Semenjak manusia jatuh ke dalam dosa, hubungan manusia dengan Tuhan tidak lagi sempurna. Dosa membuat manusia menjadi tidak kudus, dan itu menjauhkan manusia dari Tuhan karena Tuhan adalah kudus (1 Petrus 1:16). Manusia telah jauh jatuh ke dalam dosa sehingga Paulus berkata bahwa tidak ada satupun dari kita manusia yang benar (Roma 3:10). Lalu, jika manusia telah tercemar akan dosa, bagaimana kita dapat mengembalikan hubungan kita dengan Tuhan? Jawabannya: tidak akan bisa dengan kekuatan kita sendiri.
Namun jangan takut, karena Tuhan telah menyediakan solusi terbaikNya dengan menjadikan FirmanNya menjadi seorang manusia yaitu Yesus Kristus. Tuhan lahir ke dunia ini sebagai manusia dan mengorbankan diriNya agar hubungan kita dipulihkan dengan Allah. Dosa tidak lagi menghalangi kita untuk memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, karena Tuhan Yesus telah menebus dosa kita di kayu salib ganti kita.
Tetapi dari semuanya itu, hubungan kita dengan Tuhan tetap tidak akan pulih jika kita tidak meresponi pengorbanan Tuhan dari dalam hati kita. Oleh karena itu, mari kita terus mengambil komitmen setiap hari untuk percaya dan bertobat. Tuhan rindu untuk kita kembali memiliki hubungan yang intim denganNya.
LET US BE AN EXTENSION OF HIS LOVE.
Rabu, 21 April 2021
REAL LOVE
Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Roma 5:8
Semua manusia pasti ingin dikasihi. Kita sebagai manusia juga, belajar bahwa sangat mudah untuk mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi rasanya kita tidak bisa mengasihi orang yang telah berbuat jahat kepada kita. Namun, kasih yang diajarkan Alkitab sangat berbeda dengan kasih dunia ini.
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah kasih. Jjika kita tidak mengenalNya, maka kita tidak mengerti kasih (1 Yohanes 4:8). Mengapa? Karena Kristus merupakan bukti dari arti kasih yang sejati. Ketika Tuhan mengorbankan dirinya, Dia tidak mati untuk kelompok tertentu atau untuk orang tertentu, melainkan Ia mati untuk semua manusia.
Dari pengorbanan yang Kristus lakukan, kita dapat belajar bahwa kasih yang sesungguhnya tidak melihat tindakan orang lain padanya dan tanpa pamrih. Tindakan Kristus menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita dan menunjukkan kasih yang sejati sebagai teladan sehingga kita dipanggil menjadi perpanjangan tangan Tuhan agar orang di sekitar kita dapat mengalami kasih Kristus.
Pengorbanan Kristus menunjukkan rekonsiliasi antara kita dengan Tuhan dan juga dengan orang lain. Karena kita sudah mengalami kasih Tuhan, mari kita menjadi sebuah testimoni yang hidup untuk menunjukkan kasihNya kepada orang lain.
PAST IS A PLACE OF REFERENCE, NOT RESIDENCE.
RECONCILED FROM THE PAST
21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya.
Kolose 1:21-22
Masa lalu adalah sesuatu yang selalu kita bawa dan itu membentuk kita menjadi diri kita sekarang. Masa lalu kita terdiri dari memori yang baik dan yang buruk: pengalaman yang sangat kita hargai dan pengalaman yang kita sesali. Namun, banyak dari kita yang membawa masa lalunya ke masa sekarang.
Kita berharap masa lalu yang positif terjadi di masa sekarang, yang mungkin membuat kita menginginkan dapat hidup di masa lalu dan melupakan masa sekarang; atau kita mengingat masa lalu kita yang negatif, membuat kita tidak dapat memaafkan diri kita sendiri.
Sering sekali kita mendengar bahwa Tuhan Yesus telah mati dan Dia telah mati untuk kita; bahwa Dia sudah menebus segala dosa kita, sehingga hubungan kita dengan Tuhan dapat diperdamaikan. Namun, seringkali kita memandang kebenaran ini hanya sebagai sebuah informasi semata sehingga kita tidak menghidupi kebenaran Firman tersebut.
Ketika Tuhan mengorbankan diriNya di kayu salib. Artinya, Tuhan sudah mem- bebaskan dan memperdamaikan kita dari apapun, namun kita juga harus percaya bahwa kita benar-benar sudah dibebaskan. Hubungan kita dengan Tuhan dan dengan orang lain sudah diperbaharui. Pengorbanan yang Kristus lakukan bagi semua orang adalah pemberian cuma-cuma tetapi sangat berharga.
WE ARE NEVER TRULY ALONE.
Jumat, 23 April 2021
BE WITH YOU
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
Yohanes 14:16
Manusia adalah makhluk sosial, yang tidak dapat hidup sendiri. Namun seringkali kita merasa hidup sendirian. Kita merasa bahwa tidak ada yang mengasihi dan benar- benar peduli dengan kita. Ditambah dengan kejadian pandemi COVID-19 yang sangat membatasi kehidupan sosial kita, yang membuat kita terisolasi lebih dari sebelumnya.
Banyak kebenaran yang tertulis dalam Alkitab yang sering sekali kita lupakan. Ketika Tuhan Yesus akan diangkat ke Surga, Tuhan memberi pesan kepada murid-muridNya bahwa Dia akan mengirim Roh Kudus, sebagai Penghibur kita dan Roh Kudus membantu kita untuk berjalan dalam kebenaran FirmanNya.
Roh Kudus hidup di dalam hati kita, dan Dia adalah Sang Penghibur. Tuhan Yesus sudah tidak lagi terbatas oleh tempat dan waktu. Dia selalu berada di hati kita di tengah situasi apapun yang kita alami melalui RohNya yang kudus.
Ketika kita menyadari Roh Kudus ada di dalam hati kita, maka kita tidak pernah merasa sendiri. Kita dapat mengakses Roh Kudus kapanpun kita mau. Dia akan menun-tun dan membimbing kita ke jalan yang benar di dalam hidup kita. Kita harus selalu ingat kebaikan Tuhan dan kebenaran bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.
SEBAB KARENA KASIH KARUNIA KAMU DISELAMATKAN OLEH IMAN; ITU BUKAN HASIL USAHAMU, TETAPI PEMBERIAN ALLAH. (Efesus 2:8)
DIBEBASKAN OLEH KRISTUS
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Galatia 5:1
Seberapa sering kita mendengar atau berpikir bahwa kita tidak cukup, tidak layak, tidak dicintai. Sering pula kita merasa bahwa karena kita telah berdosa, kita tidak layak untuk datang ke hadapan Tuhan. Karena belenggu atau kuk perhambaan tersebut, kita sering berjalan dengan cara pandang bahwa kita harus berusaha dengan kekuatan kita untuk dilayakkan dan dibebaskan oleh Tuhan.
Hari ini kita diingatkan kembali bahwa, karya Kristus di kayu salib telah membebas-kan kita dari belenggu dosa dan kuk perhambaan sehingga kita dapat berjalan dan hidup dalam kemerdekaan. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib memulihkan kembali hubungan kita dengan Tuhan. Tak perlu lagi kita berusaha meraih hubungan dengan Allah, sebab Tuhan Yesus telah membuka jalan ke Surga.
Seberapa buruk masa lalu kita, seberapa besar kita merasa tidak cukup, hanya ada satu jalan yang akan membebaskan kita: yaitu karya pengorbanan Kristus. Jika kita menerima keselamatan dan hidup dalam Kristus, kita dapat berjalan dalam kebebasan sebab kita tahu bahwa Kristus sendiri yang telah membebaskan kita.
Mari kita putuskan hari ini untuk mengingat dan merenungkan karya Kristus di kayu salib dan hidup dalam kebebasan Kristus.
IN THIS WORLD YOU WILL HAVE TROUBLE. BUT TAKE HEART! I HAVE OVERCOME THE WORLD. (John 16:33)
Minggu, 25 April 2021
HOPE IN CHRIST ALONE
Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakanNya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.
1 Petrus 1:21
Banyak dari kita yang mungkin berpikir pandemi yang berawal di tahun 2020 akan berhenti juga di tahun 2020. Banyak dari kita berharap dan berdoa agar keadaan kita dipulihkan. Akan tetapi, pandemi masih terus berlanjut sampai tahun 2021. Melihat situasi buruk di sekeliling dan di hidup kita sendiri sering kali merampas harapan dan iman kita jauh dari Tuhan.
Nats 1 Petrus 1:21 menyatakan bahwa, Tuhan Yesus telah bangkit sehingga iman dan pengharapan kita tertuju kepada Allah. Dari ayat ini kita belajar bagaimana Allah memberikan Putera TunggalNya sebagai ganti dosa kita. Bukan hanya itu, Allah mem-bangkitkan PuteraNya tersebut di hari ke-3 sebagai bukti kemenanganNya akan maut.
Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa Allah telah mempersiapkan rencana AgungNya bukan hanya untuk membebaskan kita dari belenggu dosa, namun untuk memberikan kita harapan di dalamNya. Di saat keadaan dunia tidak menentu dan kita kehilangan harapan atas dunia, ingatlah akan Allah yang akan selalu menepati janjiNya sebab janjiNya ialah Ya dan Amin (2 Korintus 1:20).
Tuhan Yesus datang dan bangkit untuk memperingatkan dan menunjukkan kita bahwa, Ialah pengharapan yang sejati. Mari saudara-saudara, di saat kita mulai kehilangan harapan, mari kita terus memandang kepada Kristus yang memberikan hari depan yang penuh harapan pasti.
SEBAB KAMU TIDAK MENERIMA ROH PERBUDAKAN YANG MEMBUAT KAMU MENJADI TAKUT LAGI, TETAPI KAMU TELAH MENERIMA ROH YANG MENJADIKAN KAMU ANAK ALLAH. OLEH ROH ITU KITA BERSERU:
“YA ABBA, YA BAPA!” (Roma 8:15)
ROH KUDUS YANG BERKARYA
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
2 Timotius 1:7
Banyak dari kita berpikir bahwa jika kita diutus ke suatu tempat atau dipanggil untuk melakukan sesuatu oleh Tuhan, semua itu melebihi kekuatan atau kapasitas kita. Banyak dari kita menjadi takut dan berpikir, “Bagaimana mungkin aku bisa melakukan ini?”
Seperti Timotius, ia pun merasa takut karena dia melihat pelayanan yang diberikan padanya melebihi kekuatan dan kapasitasnya. Namun, Paulus mengingatkan Timotius akan Roh yang tinggal di dalamnya. Roh Kudus yang telah turun dan tinggal di dalam Timotius bukanlah roh ketakutan, melainkan Roh yang memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Begitu pula dengan kita. Di saat kita merasa takut untuk melakukan kehendak Tuhan, Roh yang ada pada Timotius adalah Roh yang sama yang tinggal di dalam kita. Roh Kudus yang akan memberikan kita kekuatan untuk melakukan kehendak Allah. Roh Kudus yang akan memenuhi hati kita dengan kasih Allah sehingga kita dapat melayani sesama oleh dasar kasih. Roh Kudus yang akan menuntun dan membantu kita untuk tetap taat kepada Tuhan.
Tuhan telah memberikan RohNya untuk tinggal di dalam kita karena Ia mengetahui bahwa kita tidak akan bisa melakukannya sendiri. Bukan dengan kekuatan gagah kita, melainkan dengan kuasa Roh Kudus yang akan bekerja bagi kita. Mari kita undang kuasa Roh Kudus untuk dinyatakan hari ini!
Rossa tinggal bersama teman-temannya dengan mengontrak sebuah rumah kecil. Suatu hari, sebuah mobil menabrak dinding belakang rumah mereka, membuat sebuah lubang yang cukup besar di dinding tersebut. Beruntung sang penabrak bersedia ber-tanggung-jawab. Tukang-tukang mulai berdatangan untuk memperbaiki dinding yang lobang. Mulanya Rossa berpikir para tukang hanya akan menambal lubang di dinding belakang rumah mereka. Tapi ternyata si penabrak meminta para tukang untuk meroboh-kan tembok yang sudah ada dan membuat tembok baru yang lebih kokoh.
Seberapa sering kita menjadi “Rossa” dalam hubungan kita dengan Tuhan? Kita berdoa setiap hari, bersyukur atas keselamatan yang Dia berikan, meminta ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan, dan meminta Tuhan menambal lubang yang ada di dalam hati dan hidup kita.
Seberapa banyak dari kita yang berpikir bahwa setiap hari kita harus mencari Tuhan untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan, sebagai upaya untuk menam-bal lubang yang kita miliki? Padahal sebenarnya, saat Allah “menawarkan” keselamatan, kita bukan hanya mendapatkan kesempatan untuk mengalami pengampunan. Apa yang Tuhan inginkan sebenarnya adalah melakukan transformasi atas hidup kita.
Saat Tuhan Yesus mati di kayu salib dan mengalahkan maut, Ia bukan saja membawa pengampunan atas dosa kita, Kristus memberikan kita kuasa untuk mengalahkan dosa dan menjadikan kita menjadi ciptaan yang baru.
GOD WANTS TO MAKE US COMPLETELY NEW.
Selasa, 27 April 2021
COMPLETELY NEW
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.
Eli adalah seorang yang memiliki masa lalu yang kelam. Perjumpaan dengan Tuhan membuat ia memutuskan untuk dibaptis, berkomitmen untuk berubah. Dan bergabung dalam sebuah kelompok FC (Family Community). Satu kali, dalam salah stau pertemuan FC, Eli memberanikan diri menceritakan bagaimana kehidupan yang ia jalani sebelum ia mengenal Tuhan. Betapa senangnya Eli karena teman-temannya bisa menerima siapa Eli di masa yang lalu dan juga mendukung Eli di masa kini, yang sedang belajar untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan.
Ada pepatah yang berkata bahwa, masa lalu sudah berlalu dan tidak boleh menahan langkah kita. Kita harus maju terus dan jangan menoleh ke belakang. Meski terdengar bijak, tapi sayangnya pepatah ini kurang tepat. Kaca spion yang ada di kendaraan juga memiliki kegunaan penting, yaitu untuk melihat yang ada di belakang kita. Melihat ke depan memang penting, tapi sesekali kita juga perlu melihat ke belakang untuk belajar dari pengalaman hidup.
Ingat! Tuhan menerima seburuk apa pun masa lalu kita, Ia menemui kita di masa kini untuk mengubah masa depan kita. Masa lalu memiliki peranan penting, yaitu untuk pembelajaran, bukan untuk menentukan arah hidup kita.
Hari ini, Tuhan sedang menanti kita membuka hati karena Ia rindu menggenapi rencanaNya untuk masa depan kita. Alamilah pemulihan dan transformasi dariNya!
NO MATTER WHAT YOUR PAST WAS, GOD WANTS TO MEET YOU IN THE PRESENT AND TRANSFORM YOUR FUTURE.
PAST vs PRESENT
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru. Yesaya 43:19a
HIS LIFE SHOULD BE THE CENTER OF OUR LIVES.
Kamis, 29 April 2021
IN THE CENTER
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Roma 12:1
Menurut pandangan dunia, salah satu rahasia kesuksesan adalah memiliki prioritas yang tepat dalam hidup. Menurut Kamus, prioritas adalah hal-hal yang didahulukan dan diutamakan dari pada yang lain. Steve Covey mengajarkan konsep skala prioritas yang sangat terkenal. Konsep ini membagi hal-hal dalam hidup menjadi empat kategori. Dunia mengenal prioritas sebagai daftar urutan-urutan, dimulai dari yang paling penting sam-pai paling tidak penting.
Dalam kekristenan, idealnya Tuhan di urutan pertama. Kemudian diikuti oleh keluarga, pekerjaan, pelayanan, diri sendiri, dan lain-lainl. Tapi benarkah prioritas bisa ditentukan berdasarkan urutan skala? Oleh karena pada prakteknya, tidak selalu mudah menentukan hal apa yang harus didahulukan dalam hidup. Jika orang yang kita kasihi harus dirawat di Rumah Sakit sementara ada rapat penting yang harus kita hadiri, mana yang harus kita dahulukan? Apakah mendahulukan yang satu berarti mengatakan yang lainnya lebih tidak penting? Nyatanya, prioritas hidup jauh lebih kompleks dari daftar urutan yang kita tulis.
Hidup di dalam Tuhan jauh lebih dalam dari sekedar membuat daftar urutan prioritas dan menjadikan Dia sebagai yang pertama, melainkan kita perlu menempatkan Kristus sebagai pusat dari segala sesuatu yang ada di hidup kita.
Ketika Kristus menjadi pusat dari seluruh hidup kita, maka kita akan mudah menen-tukan apa yang penting dalam hidup kita, yaitu apa pun yang menyenangkan hatiNya.
KRISTUS TELAH TURUT MERASAKAN PERJALANAN KEHIDUPAN MANUSIA YANG PENUH DENGAN KELEMAHAN DAN PENDERITAAN.
MAHA KARYA ALLAH
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Efesus 2:10
Pengorbanan Kristus adalah karya dan kasih terbesar Allah bagi manusia. Apabila kita tidak mengerti dan mengalami kasih karunia Allah—yaitu pengorbanan Kristus bagi penebusan dosa-dosa kita—kita tidak akan pernah dapat melayani Allah dan membawa penyembahan/ibadah yang berkenan kepadaNya.
Banyak orang mengingini Kristus dan KerajaanNya di Sorga, tapi hanya sedikit yang mau memikul Salib. Banyak orang mengharapkan pertolongan dari Kristus, tapi hanya sedikit yang mau menderita bagi Dia. Banyak orang mau makan dan minum dengan Kristus, namun sedikit saja yang mau berpuasa dan menyangkal diri bersama Dia.
Hanya setelah memahami dan mengalami KORBAN KRISTUS, manusia dapat mem-persembahkan hidupnya kepada Allah, melayani dan mengabdi kepada Dia dalam jalan yang menyenangkan Dia.
Kiranya kasih karunia Allah melalui karya Kristus menjadi bagian yang nyata dari hidup kita selamanya.
UNTUK KALANGAN SENDIRI DAN TIDAK DIPERJUALBELIKAN ATAU DIPERBANYAK TANPA IZIN CHRIST CATHEDRAL