• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI

PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI

(PKLM)

A. Gambaran Umum Daerah Kabupaten Serdang Bedagai 1. Sejarah

Kabupaten Serdang bedagai yang beribukota Sei Rampah adalah kabupaten yang baru dimekarkan dari Kabupaten Deli Serdang sesuai UU RI Nomor 36 Tahun 2003 pada tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai pada 18 Desember 2003, semasa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Bupatinya adalah Ir. HT Erry Nuradi MBA, Wakil Bupati adalah Ir. H Soekirman, serta Sekretaris Kepala Daerah adalah Ir. Djalil Azwar, M.Si. Ketiga pimpinan ini dikenal sebagai pimpinan yang sangat kompak, sehingga menjadikan Serdang Bedagai menjadi Kabupaten Pemekaran Terbaik di Indonesia, dan Kabupaten terbaik di Sumatera Utara.

2. Batas batas

Kabupaten Sredang Bedagai adalah merupakan salah satu Kabupaten di daerah Sumatera Utara, dengan batas wilayah sebagai berikut:

- Utara : Selat Malaka

- Selatan : Kec. Dolok Batunaggar, Raya Kaehan dan Silau Kaehan di kab. Simalungun.

- Barat : Sungai Ular Dan Sungai Buaya

- Timur : Kec. Dolok Batunaggar, Raya Kaehan dan Silau Kaehan di Kab. Simalungun.

3. Luas Wilayah

(2)

4. Kecamatan

Kabupaten Serdang Bedagai trdiri dari 17 kecamatan, yaitu: 1. Kotarih 2. Dolok Masihul 3. Sipispis 4. Dolok merawan 5. Tebingtinggi 6. Bandar Khalipah 7. Tanjung Beringin 8. Teluk Mengkudu 9. Sei Rampah 10. Perbaungan 11. Pantai cermin 12. Pegajahan 13. Silinda 14. Tebing Syahbandar 15. Sei Bamban 16. Bintang Bayu 17. Serba Jadi

5. Potensi Serdang Bedagai

Potensi terbesar yang dimiliki Serdang Bedagai adalah persawahan yang memproduksi 354.355 ton gabah dari luas lahan 68.967 hektar pada tahun 2003. Produksi ini surplus 134.115 ton yang didistribusikan ke berbagai daerah. Disusul oleh ubi kayu 272.173 ton.

6. Penduduk

Penduduknya berjumlah 579.499 jiwa atau 131.844 keluarga dengan kepadatan penduduk rata-rata 305 jiwa per kilometer persegi. Dari jumlah penduduk tersebut, tingkat pengangguran terbuka relatif kecil yakni 14.774 jiwa

(3)

atau sekitar 3 persen. Sementara keragaman budaya yang ada tergambar dari multi etnis yang ada, yakni Jawa, Melayu, Batak Karo, Batak Simalungun, Karo, Angkola, Mandailing, Minang, Banjar, Aceh, Nias, dan Tionghoa-Indonesia.

B. Sejarah Singkat Undang-Undang Pajak Daerah di Kabupaten Serdang Bedagai

Pajak Daerah adalah iuran wajib pajak yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan perundang undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Masalah pajak daerah merupakan masalah yang sangat penting karena menyangkut perkembangan suatu daerah.Tapi menurut sebagian besar masyarakat Serdang Bedagai tidak penting. Masyarakat menganggap bahwa pemungutan pajak daerah hanyalah cara pemerintah untuk memperkaya diri sendiri. Selain itu karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Serdang Bedagai, kebanyakan masyarakat Serdang Bedagai tidak mau membayar pajak hanya sebagian kecil saja yang mau membayar, padahal masalah pajak daerah merupakan tanggung jawab semua masyarakat Serdang Bedagai.

Mengingat hal tersebut di atas maka pemerintah menetapkan Undang Undang Nomor 7 Drt Tahun 1956 Tentang pembentukan daerah otonom Kabupaten- Kabupaten dalam lingkungan daerah propinsi Sumstera Utara (lembaran negara Tahun 1956 Nomor 58, tambahan lembar negara nomor 1092). Kemudian Undang-Undang nomor 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4048). Undang-Undang Nomor 10 tahun 2004 tentang Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara nomor 4437). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan

(4)

Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438). Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Undang undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 6, Tambahan lembaran Negara Nomor 3258).

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4139). Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 1999 tentang Sisim dan Prosedur Administrasi Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Penerimaan Pendapatan Lain-Lain. Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.22-91 Tahun 2005 tanggal 21 Februari 2005 tentang Pemberhentian Pejabat Bupati Serdang Bedagai. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.22.653 Tahun 2005 tentang Pemberhentian Pejabat Bupati dan Pengesahan Pengangkatan Pejabat Bupati Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Serdang Bedagai Nomor 172/11/ DPRD/2005 tentang Organisasi, Pajak dan Retribusi Daerah serta Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Kabupaten Serdang Bedagai telah mempunyai Peraturan Daerah pada tahun 2005 yang mengatur tentang Retribusi Pelayanan Pasar, (Peraturan Daerah Nomor: 20 Tahun 2005).

Untuk mendukung perkembangan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah, perlu lebih mendayagunakan pelayanan umum, administrasi pemerintahan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab, dan untuk melaksanakan hal tersebut di atas maka Peraturan Daerah yang mengatur tentang Retribusi Pelayanan Pasar perlu

(5)

disempurnakan dengan menerbitkan Peraturan Daerah yang berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007.

C. Struktur Organisasi Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai

Suatu struktur organisasi akan menggambarkan secara jelas mengenai pembagian dan pembagian antara tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap orang dalam suatu organisasi dalam mencapai tujuan setiap bagian dan tujuan setiap bagian dan tujuan dari organisasi itu dengan cara yang paling efektif dan efisien. Struktur organisasi dapat dilihat sebagai mekanisme formal dengan nama organisasi dikelola. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja. Berikut ini penulis akan menguraikan struktur organisasi dan kemudian menyajikannya dalam bagan ;

1. Susunan organisasi Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Badagai terdiri dari:

a. Kepala Dinas, b. Sekretariat, c. Sub Bidang, d. Sub Bagian, e. Seksi, f. Jabatan Fungsional,

g. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas.

2. Bagian Sekretariat membawahkan: a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b. Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan

c. Sub Bagian Perencanaan Program dan Akuntabilitas 3. Sub Bidang Pengelolaan Pasar membawahkan:

a. Seksi Pembangunan Pasar

(6)

4. Sub Bidang Kebersihan membawahkan:

a. Seksi Kebersihan lingkungan dan Pembinaan Masyarakat b. Seksi Pengelolaan Sampah

(7)

D. Bagan Struktur Organisasi Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai UPTD KEPALA DINAS ERWIN, SE KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN RINALDI ZUHRI SIREGAR SEKRETARIAT ROSDIANA MANIK, SH SUB BAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BASYARUDDIN SUB BAGIAN PERENCANAAN PROGRAM DAN AKUNTABILITAS AISYAH N. ONNY BULAN, SE BIDANG PERTAMANAN SUWANTO, NST SEKSI PEMELIHARAAN TAMAN Drs. AMIR PANGGABEAN BIDANG PENGELOLAAN PASAR Drs,AMIRULLAH DAMANIK BIDANG KEBERSIHAN BINSAR MANGUNSONG,SH SEKSI KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN PEMBINAAN MASYARAKAT EDI SAHRIZAL,SIP SEKSI PEMBANGUNAN PASAR M.RASYID SEKSI PENGELOLAAN SAMPAH Drs.ZAINAL AZHAR SEKSI PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN PASAR JAMIARDI PURBA SEKSI PENATAAN KOTA RAJA DHINA HAFDELINA,ST,MT

(8)

E. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai

1. Kedudukan

Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah Kabupaten yang dipimpin oleh seorang kepala Dinas yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten.

2. Tugas Pokok

Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai mempunyai tugas melaksanakan kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dalam bidang Pendapatan Daerah, khususnya Pelayanan Pasar.

3. Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Serdang Bedagai mempunyai fungsi:

a. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program peningkatan pendapatan retribusi pasar, serta pengembangan, pemantauan, dan pengendalian operasional.

b. Pelaksanaan pendaftaran, pendataan, dan pemeriksaan objek pajak retribusi pasar.

c. Pelaksanaan pemeriksaan dokumen pajak dan retribusi pajak untuk penyajian data.

d. Pelaksanaan penetapan, dan perhitungan retribusi pasar.

e. Melakukan pembukuan, penerimaan dan penagihan pajak dan retribusi pasar.

f. Pelayanan dan bimbingan terhadap masyarakat wajib retribusi. g. Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan - Makalah ini bertujuan untuk menguji bagaimana gender berbeda dalam sikap lingkungan, kepedulian lingkungan, dirasakan keseriusan lingkungan masalah, dirasakan tanggung

Dalam penulisan tugas akhir ini tujuan yang hendak dicapai dalam perancangan Sistem Informasi Portal Berita eSports ini adalah agar dapat membantu para penggemar

Bursa fabrisius adalah organ limfoid primer yang fungsinya sebagai tempat pendewasaan dan diferensiasi sel limfosit B yang berperan menerima dan memberi reaksi terhadap

Distribusi PDRB Papua Triwulan III DPP

Demikian juga penelitian yang dilakukan Sari (2008) tentang pengaruh penyuluhan Kadarzi terhadap pengetahuan dan sikap tentang Kadarzi serta tentang pola konsumsi pangan pada

STAFF DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA SURAKARTA

Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian DM tipe-2 di daerah pesisir

dengan yang peneliti kaji, yang menjadi perbedaan adalah metodologi penelitian serta objek penelitiannya. Kelima, hasil penelitian Dedi Musthofa yang Menunjukkan bahwa: