• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding. Seminar Nasional Hardiknas Gorontalo, Ideas Publishing, 07 Mei 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosiding. Seminar Nasional Hardiknas Gorontalo, Ideas Publishing, 07 Mei 2020"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Prosiding

Seminar Nasional

Hardiknas

Gorontalo, Ideas Publishing, 07 Mei 2020

(3)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL HARDIKNAS

Tema : Belajar dari Covid-19

Tempat dan Waktu Pelaksanaan : Ideas Publishing, 07 Mei 2020

Panitia Penyelenggara

Kepala Penyelenggara

: Mira Mirnawati, M.Pd. (direktur Ideas Publishing)

Sekretaris

: Widya Purnama Harun

Bendahara

: Sintiya Nurnaningsih Gude

IT dan Web

: Alim Pakaya

Publikasi

: Fitri Yanuar Misilu

Panitia Acara

Anggota

:

Mohamad Hasan

Noval Yusuf

Abdul Hanan Nugraha

Reviewer

:

Mira Mirnawati, M.P.d.

Prof. Dr. Abdul Rahmat, M.Pd.

Dewan Penyunting

:

Fitri Yanuar Misilu

Penyunting

:

Widya Purnama Harun

Sintiya Nurnaningsih Gude

Tata Letak

Widya Purnama Harun

Desain Sampul

Tim Kreatif Ideas Publishing

Pertama kali diterbitkan

oleh

Ideas Publishing,

Mei 2020

Alamat: Jalan Ir. H. Joesoef Dalie No. 110 Kota Gorontalo

Surel: [email protected]

Anggota Ikapi, No. 0001/ikapi/gtlo/II/14

ISBN: 978-623-234-063-3

Hak cipta dilindungi undang-undang. Memperbanyak dengan cara apapun, baik sebagian maupun seluruh isi buku ini tanpa seizing penerbit adalah tindakan tidak bermoral dan melawan hukum.

(4)

DAFTAR ISI

Daftar Isi ... iii

Prakata ... v

Term of Reference

... vii

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Strategi Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

Marni Br Karo ... 1 Desain Rumah Tinggal yang Sehat dan Responsif Terhadap Covid-19

Mohammad Imran, Rahmi Budi As’adiyah ... 5 Learning From Home dalam Perspektif Persepsi Mahasiswa Era Pandemi Covid-19

Rahmawati, Evita Muslima Isnanda Putri ... 17 Peran Adaptif Tiga Universitas di Jabodetabek dalam Menghadapi Sistem Belajar Online

Selama Pandemi Covid 19

Dian Sari ... 25 Membangun Leadership yang Kokoh di Masa Work From Home Pandemi Covid 19

Rita Prima Bendriyanti, Citra Dewi ... 33 Persoalan Dosen Dan Mahasiswa Masa Pandemik Covid 19: Dari Gagap Teknologi

Hingga Mengeluh Boros Paket Data

Widyatmike Gede Mulawarman ... 37 Evaluasi Konsep Kuasa menurut Robert A Dahl

Riko... 47 Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Meylan Saleh ... 51 Hambatan Komunikasi Interpersonal pada Physical Distancing di Situasi Pandemi Covid-19

Meryana Chandri Kustanti ... 57 Peran Coklat dalam Penanganan StressSaat Work From Home

dan Kesehatan Mata Saat Terpapar Radiasi Online

Novian Swasono Hadi ... 65 Peranan Geografi dalam Analisis Sebaran Covid-19

Siti Fadjarajani ... 71 Penerapan Pengetahuan Lokal Suku Muna “Poandu” untuk Aksi Preventif dan Kuratif

Pasien Terduga Covid-19

Wa Ode Sifatu ... 79 E-Learning Schoology: Bagaimana Peran dan Implementasi pada Pembelajaran

Masa Pandemi covid-19?

Cahyo Hasanudin ... 85 Upaya Perupa dalam Menyikapi Pandemi Covid 19

(5)

Sikap Bahasa Gubernur Ganjar Pranowo dalam Maklumat Gotong Royong Melawan Virus Corona di Masa Pandemi Covid-19

Netty Nurdiyani ... 99

Kreativitas Pendidikan Karakter di Keluarga pada Pandemi Covid-19

(6)

PRAKATA

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT., berkat rahmat dan karunia-Nya, Seminar

Nasional HARDIKNAS dengan tema “Belajar dari Covid 19” dapat terlaksana dengan baik

walaupun di tengah pandemic covid-19. Berkat hidayah-Nya pula, prosiding seminar ini dapat

disusun.

Pandemi covid-19 yang akhir-akhir ini melanda negara Indonesia tercinta membuat

segala aktivitas terhenti, termasuk kegiatan seminar. Namun, di tengah pandemi seperti ini,

semangat para dosen dan peneliti tetap menggebu untuk terus berkarya dan tetap produktif

walaupun di tengah keterbatasan ruang. Inisiatif ide melaksanakan webinar via aplikasi Jitsi

Meet pun terlaksana berkat dukungan baik dari segala pihak. Para peserta pun sangat antusias

melebihi semangat saat melakukan seminar tatap muka.

Prosiding ini dapat disusun berkat dukungan dari berbagai pihak sehingga prosiding

dapat terwujud sesuai harapan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini disampaikan terima

kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara webinar ini dengan turut

serta mewujudkan prosiding ini sebagai salah satu output kegiatan. Semoga prosiding ini

dapat bermanfaat bagi lingkungan akademis kampus khususnya dan seluruh masyarakat

Indonesia padaumumnya, serta mampu membangkitkan budaya meneliti dan menulis.

(7)
(8)

TERM OF REFERENCE

LATAR

Undang Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek (P3 Iptek) antara lain mengamanatkan bahwa Iptek ditujukan untuk mewujudkan pencapaian tujuan negara, serta meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Iptek diharapkan menjadi salah satu faktor utama pendorong kemajuan bangsa. Selain itu, sejalan dengan visi dan misi pemerintahan presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla yang dituangkan dalam „Nawa Cita‟ khususnya upaya „Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnyan (cita ke- 6) dan „Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik‟ (cita ke-7) maka peningkatan kemampuan Iptek nasional untuk mendukung kemandirian ekonomi menjadi sangat penting baik melalui upaya-upaya pengembangan secara nasional, maupun dengan alih teknologi melalui kerjasama internasional

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan untuk mengembangkan Iptek adalah melalui kegiatan penelitian. Dalam pasal 1 UU No. 18 Tahun 2002 disebutkan bahwa penelitian adalah “kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmupengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.”

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari kegiatan penelitian, diperlukan sinergi yang positif dari semua unsur kelembagaan Iptek yang terdiri atas unsur lembaga pendidikan, lembaga litbang, dan lembaga penunjang. Selain itu, untuk mendorong tumbuhnya iklim yang kondusif, peran pemerintah juga sangat menentukan. Dalam pasal 18 UU No. 18 Tahun 2002 disebutkan bahwa Pemerintah berfungsi menumbuhkembangkan motivasi, memberikan stimulasi dan fasilitas, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia.

Sejalan dengan peran pemerintah tersebut, Ideas Publishing senantiasa menciptakan iklim yang kondusif untuk mendukung kegiatan penelitian, termasuk dalam pemberian bimbingan, baik secara teknis maupun non teknis. Salah satu output dalam kegiatan ini adalah para peserta mampu membuat dan mensubmit artikel ilmiah.

TUJUAN DAN SASARAN Tujuan seminar ini adalah:

a. Meningkatkan kompetensi para peserta tentang publikasi artikel ilmiah sesuai dengan kaidah

ilmiah universal

b. Mendorong produktivitas dosen dan peneliti agar mampu menghasilkan artikel ilmiah

Adapun sasaran dari diselenggarakannya kegiatan ini sebagai berikut:

a. Mampu menghasilkan publikasi artikel ilmiah

b. Mampu memahami isu-isu ilmiah yang terjadi di tengah-tengah wabah covid-19 menjadi

bahan penelitian dan pengabdian dosen BENTUK KEGIATAN

Bentuk kegiatan ini adalah seminar nasional yang dilakukan selama sehari. Para peserta terlebih

(9)

MATERI

a.

Cyber Extension

b.

Analisis Geografis Sebaran Covid-19

c.

Schoology

d.

Membangun

Leadership

yang Kokoh di Masa WHF Pandemi Covid-19

e.

Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19

f.

Belajar dari Covid-19

OUTPUT

Output dari kegiatan ini adalah terpublikasinya draft artikel ilmiah para peserta ke prosiding nasional

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

Seminar nasional ini dilaksanakan dengan lokasi dan waktu sebagai berikut. sebagai berikut :

a. Tempat Pelaksanaan : Ideas Publishing b. Hari / Tanggal: Kamis, 7 Mei 2020 PESERTA

Target peserta untuk program ini dengan syarat sebagai berikut.

a. Dosen

b. Guru/tutor

(10)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Strategi Pencegahan Penyebaran Virus

Covid-19

Marni Br Karo

Program Studi Kebidanan STIKes Medistra Indonesia Pos-el: [email protected]

Abstrak

Mewabahnya penyebaran penyakit Corona Virus Diseases-19 atau dikenal dengan

Covid-19 yang menyebabkan bencana bagi masyarakat hingga mengakibatkan kematian ribuan

jiwa diseluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Munculnya wabah penyakit ini mendorong pentingnya untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, masyarakat perlu mengetahui dengan pasti

penularan dan cara pencegahan Covid-19 agar tidak terus mewabah. Masyarakat sangat

disarankan untuk tinggal di rumah saja, harus menggunakan masker, pekerja/karyawan

bekerja dari rumah (Work From Home/WFH), selalu mencuci tangan dan menerapkan

PHBS. PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran Covod-19.

Masyarakat terus dihimbau untuk meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat dalam

upaya pencegahan penyebaran Covid-19, karena perilaku masyarakat sangat berperan

penting dalam penurunan angka penyebaran Covid-19. PHBS merupakan salah satu

starategi dalam pencegahan penyebaran Covid -19 yang sangat efektif dan mudah

dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Rekomendasi pemerintah terus menghimbau

gerakan PHBS menjadi kunci pencegahan penyebaran Covid-19 pada masa pandemik ini.

Melakukan PHBS diharapkan penyebaran Covid-19 dapat dihambat sehingga kejadian

tidak bertambah. Oleh karena pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, perlu dilakukan pemberian informasi secara terus menerus sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Kata kunci: Covid-19, Pencegahan, PHBS A. Pendahuluan

Kasus Covid-19 di Indonesia sangat menggemparkan masyarakat dan menimbulkan ketakutan dari

berbagai kalangan. Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2 dengan

gejala umum gangguan saluran pernafasan akut baik ringan maupun berat yang meliputi demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, pilek, nyeri tenggorokan dan diare. Secara umum Penularan virus ini terjadi melalui droplet atau cairan tubuh yang terpercik pada sesorang atau benda-benda di sekitarnya yang berjarak 1-2 meter melalui batuk dan bersin. Pengetahuan masyarakat sangat berpebgaruh terhadap prilaku dalam melakukan pencegahan. Menurut Notoatmojo (2012), perilaku merupakan suatu aktivitas seseorang yang bersangkutan dan mempunyai kapasitas yang sangat luas mencakup : berjalan, berbicara, bereaksi, dan berpakaian. Kunci pencegahan penularan virus ini dapat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan, komsumsi makanan sehat, olah raga dan istirahat yang cukup. Prilaku Hidup Bersih dan Sehata (PHBS) adalah semua prilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehinga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyrakat. PHBS merupakan langkah terbaik dalam pencegahan penyebaran virus ini, sehingga perlu ditanamkan kepada semua lapisan lapisan masyarakat tentan pengetahuan PHBS.

(11)

B. Pembahasan

Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulan atau suatu tindakan yang dapat di amati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan yang baik didasari maupun tidak. Domain Perilaku Kesehatan Menurut Benyamin Bloom (1908) dalam Notoatmodjo (2012), perilaku dibagi dalam 3 domain. Pembagian domain ini dilakukan untuk kepentingan tujuan pendidikan, yaitu mengembangkan atau meningkatkan ketiga domain perilaku tersebut, yang terdiri dari ranah kognitif (cognitive domain), ranah psikomotor (psicomotor domain), dan ranah afektif (affective domain).

Ketiga domain prilaku tersebut, diukur dari: (1) Pengetahuan (Knowlegde). adalah hasil dari tahu, dan

ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Tanpa pengetahuan seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan

terhadap masalah yang dihadapi; (2) Sikap (Attitude), merupakan reaksi atau respon yang masih

tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek; (3) Praktik atau tindakan, Suatu sikap yang

belum terwujud dalam suatu tindakan (overt behaviour). Untuk terwujudnya sikap menjadi suatu

perbedaan nyata maka diperlukan suatu fasilitas dan kemampuan. Perilaku pencegahan adalah mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum kejadian.

Pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku pencegahan Covid-19 bahwa

dukungan tenaga kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan pencegahan Covid-19 dan dukungan

keluarga juga memberikan pengaruh yang baik terhadap perilaku pencegahan Covid-19.

Pencegahan Covid-19 sangat penting dilakukan melalui metode pemberian informasi melalui media

yang dapat berdampak pada peningkatkan pengetahuan yang benar mengenai pencegahan penyebaran

Covid-19 . Virus corona merupakan pandemi yang mudah menyebar secara cepat.

Karena itu, banyak pemimpin yang menghimbau warganya untuk melakukan prilaku hidup bersih

(PHBS), social distancing dan isolasi untuk mencegah penularan virus penyakit ini.

Dalam Widiyani (2020), Karena penularan virus corona yang sangat cepat inilah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Status

pandemi atau epidemi global menandakan bahwa penyebaran Covid-19 berlangsung sangat cepat

hingga hampir tak ada negara di dunia yang dapat memastikan diri terhindar dari virus corona. Virus corona dapat dengan mudah menyebar dan menginfeksi siapapun tanpa pandang usia. Virus ini dapat menular secara mudah melalui kontak dengan penderita. Sayangnya hingga kini belum ada obat

spesifik untuk menangani kasus infeksi virus corona atau Covid-19.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan berbagai kegiatan salah satunya penyuluhan untuk dapat memberikan data dan informasi yang ilmiah kepada seluruh lapisan masyrakat tetang virus corona di Indonesia melalui media-media online yang dapat dijangkau masyarakat. Pengetahuan sangat berpengaruh terhadap masyarakat yang menjadi sasaran dalam pemberian informasi yang edukatif dengan metode yang lebih inovatif. Cara pencegahan penyebaran

Covid-19 yang paling efektif adalah dengan memutus rantai penularan yang dikaitan dengan cara-cara

penularan Covid-19. Penularan infeksi Covid-19 terutama terjadi melalui kontak fisik. Berdasarkan

cara penularan tersebut, maka pencegahan Covid-19 difokuskan pola perilaku smasyarakat yang aman

dan bertanggung jawab yaitu melakukan isolasi mandiri dengan tinggal dirumah saja. Pengaruh

dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku pencegahan Covid-19 bahwa dukungan tenaga

kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan pencegahan Covid-19 dan dukungan keluarga juga

memberikan pengaruh yang baik terhadap perilaku pencegahan Covid-19.

Meskipun WHO, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) maupun Kementrian

Kesehatan RI telah mengeluarkan banyak informasi-informasi aktual dan panduan-panduan terkait

Covid-19, tetapi banyak masyarakat belum memahami secara benar. Untuk pencegahan penyebaran

Covid-19 tidak hanya selesai dengan sosial distancing saja tetapi harus di barengi dengan penerapan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). WHO menghimbau semua masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melindungi yang lain dengan melakukan sering mencuci tangan, melakukan social

(12)

distancing, indari menyentuh mata, hidung dan mulut, menjaga kebersihan diri, jika merasa demam, batuk dan sesak napas, segera mencari bantuan medis dan terus perbaharui informasi Anda.

Cara mencegah virus korona yang disarankan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia agar mengimbau masyarakat melakukan mencegah

penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan perilaku dan pengetahuan masyarakat dan menerapkan

pola hidup sehat dan bersih Pemerintah meminta masyarakat agar senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari dengan cara: Selalu menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik lalu bilas; Menerapkan etika batuk dan bersin yang baik dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju sehingga tidak menularkan ke orang lain; Makan makanan bergizi seimbang; Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran; Melakukan olahraga minimal setengah jam setiap hari; Meningkatkan daya tahan tubuh; Cukup istirahat dan segera berobat jika sakit.

Pencegahan penularan virus ini dapat dicegah dengan mengetrapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan dengan baik dan benar, etika batuk, serta menjaga kesehatan dan sistem kekebalan tubuh. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang ilmiah, akurat dan dapat

dipercaya dapat membantu untuk mudah melaksanakannya dalam menekan penyebaran Covid-19 di

Indonesia. Atas dasar inilah perlu dilakuakan kegiatan pemberian informasi untuk meningkatkan

pengetahuan masyarakat dalam menghadapi dan melewati pandemik Covid-19. Mengadakan

penyuluhan berbasis medis tetang PHBS sehingga dapat mencapai semua lapisan masyarakat dan dapat mempraktikkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Dalam hal ini perlu ada sosialisasi berkelanjutan terkait prilaku hidup bersih dan sehat karena masih banyak masyarakat belummengerti sehingga masih banyak masyarakat masih menganggap hal tidak

penting terhadap PHBS ini. Tetapi masyarakat tidak perlu kuwatir pada masa pandemik Covid-19 ini

karena dengan penerapan PHBS yang meliputi menjaga makanan yang bergizi, cukup istirahat,

mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuhdan dapat mengendalikan infeksi Covid-19. Proteksi diri

dapat dilakukan dengan menggunakan masker , selalu cuci tangan dengan bersih dan jaga pola hidup sehat dan bersih maka mampu mencegah virus masuk kedalam tubuh manusia. Memerangi virus Corona Covid-19 ini kuncinya dalah menjaga prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hal ini sangat sederhana namun sangat efektif untuk dilakukan. Salah satunya adalah membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setiap selsai melakukan aktivitas.

Menurut Sulaeman dan Supriadi (2020), selain membekali masyarakat dengan pengetahuan

tentang Covid-19, perlu juga diberikan pengetahuan tentang kunci penting untuk terhindar dari

penularan/transmisi virus Covid-19 yaitu pengetahuan tentang kesehatan dan pola hidup bersih dan

sehat (PHBS). Pemberian materi tentang lingkungan dan kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat

akan membantu masyarakat terhindar dari Covid-19 dan penyakit infeksius lainnya. Penyuluhan

kesehatan juga akan meningkatkan kesadartahuan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan diri agar tetap sehat.

Lingkungan yang sehat akan sangat membantu masyarakat yang tinggal di dalamnya untuk merasa nyaman, tenang dan bahagia sehingga dapat menikmati hidup. Adapun tubuh yang sehat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan yang bersih dan sehat serta lengkap gizi. Tubuh yang sehat

akan sangat sulit untuk diinfeksi oleh berbagai agen penyakit berbahaya seperti Covid-19 atau

penyakit lainnya, karena tubuh yang sehat memiliki pertahanan (imunitas) yang kuat dan mudah melakukan penyebuhan sendiri.

C. Penutup

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran

Covod-19. Masyarakat terus dihimbau untuk meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya

(13)

penurunan angka penyebaran Covid-19. PHBS merupakan salah satu starategi dalam pencegahan

penyebaran Covid -19 yang sangat efektif dan mudah dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Maka

masyarakat perlu dihimbau secara terus menerus melakukan gerakan PHBS yang dapat menjadi

menjadi kunci pencegahan penyebaran Covid-19 pada masa pandemik ini.

Daftar Pustaka

Jianjun Gao, Zhenxue Tian, Xu Yang. (2020). Breakthrough: Chloroquine phosphate has shown apparent efficacy in treatment of COVID-19 associated pneumonia in clinical studies.

BioScience Trends Advance Publication https://www.jstage.jst.go.jp/

article/bst/advpub/0/advpub_2020.01047/_pdf

Kottasova, I. (2020, Maret 17). Coronavirus Lockdowns: 24 Hours of Confusion Around the World. Retrieved from CNN Health.

Miftah Apriani, Tridamayanti. (2019). Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue, Jurnal „Aisyiyah Medika. Volume 4, Nomor 3.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Satria. (2020). Perilaku Hidup Sehat Kunci Pencegahan Virus Corona.

https://ugm.ac.id/id/newsPdf/19085-perilaku-hidup-sehat-kunci-pencegahan-virus-corona Sulaeman dan Supriadi. (2020). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Jelantik Dalam

Menghadapi Pandemi Corona Virus Diseases–19 (Covid-19). Jurnal Hasil Pengabdian &

Pemberdayaan kepada Masyarakat. Vol. 1 No.1: 12-17.

http://ojs.ikipmataram.ac.id/index.php/jpu

Purnawati, Yuni. (2011). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan

Penularan Penyakit Tb Pada Penderita Tb Paru Dewasa Muda di BBKPM Surakarta Tahun 2011. Skripsi. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Veronika, Stefina. (2015). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Terhadap Perilaku

Pencegahan Tuberkulosis Paru di Kelurahan Terjun, Medan Marelan Tahun 2015. Karya Tulis Ilmiah. Medan. Universitas Sumatra Utara

Wawan dan Dewi M. (2010). Teori dan Pengukuran, Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia.

Yogyakarta: Nuha Medika.

Widiyani, R. (2020). Latar Belakang Virus Corona, Perkembangan hingga Isu Terkini. Retrieved

from detik News:

https://news.detik.com/berita/d4943950/latar-belakang-virus-coronaperkembangan-hingga-isu-terkini

WHO. (2020). Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 72 Data as reported by

national authorities by 10:00 CET 1 April 2020

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/331685/nCoVsitrep01Apr2020-eng.pdf

World Health Organization. (2019). Coronavirus. Retrieved from World Health Organization: https://www.who.int/healthtopics/coronavirus

WHO. (2020). Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 72 Data as reported by

national authorities by 10:00 CET 1 April 2020

(14)

Desain Rumah Tinggal yang Sehat dan Responsif

Terhadap Covid-19

Mohammad Imran

STITEK Bina Taruna, Indonesia Pos-el: [email protected]

Rahmi Budi As’adiyah

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bone Bolango, Indonesia

Pos-el: [email protected]

Abstrak

Pada era milenial ini, dunia dikejutkan dengan kemunculan virus yang dikenal dengan sebutan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kondisi ini mengakibatkan seluruh aktivitas manusia harus dibatasi agar mampu mengurangi penularan Covid-19, salah satu yakni dengan Work From Home (WFH). Hal tersebut secara tidak langsung mengharuskan adanya suasana dan kondisi rumah yang ideal dan kondusif untuk bisa melakukan semua aktivitas yang ada.

Arsitektur merupakan ilmu yang mempelajari mengenai rancang bangunan pada suatu

lingkungan binaan dan fungsi rumah tinggal yakni sebagai ‖bunker‖ yang sehat dan

mampu responsif terhadap virus yang ada di sekitar kita. Implementasi terhadap prinsip desain ideal rumah tinggal yang diharapkan mampu menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang sehat, bersih, nyaman (pencahayaan dan penghawaaan), aman dan memenuhi persyaratan minimal besaran ruang yang bisa responsive terhadap Covid-19. Keterbatasan kondisi yang ada pada rumah tinggal memerlukan modifikasi terhadap

desain rumah tinggal (design engineering) dan juga memerlukan modifikasi terhadap

perilaku manusia (social engineering) sebagai subjek pengguna dan pemanfaat rumah

tinggal tersebut sebagai upaya adaptasi dan hubungan sinergis manusia dan rumah tinggal.

Kata kunci: WFH, Covid-19, rumah sehat dan responsive, design engineering, dan social engineering.

A. Pendahuluan

Pada era milenial ini, dunia dikejutkan dengan kemunculan virus di akhir tahun 2019 yang ditengarai berasal dari negara Republik Rakyat China (RRC) tepatnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Virus tersebut dikenal dengan sebutan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penyebaran virus ini sangat cepat dan mengkhawatirkan seluruh umat manusia, hal ini karena virus menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi Covid-19. Akibat penyebaran yang sangat pesat inilah, keadaan tersebut memberikan dampak negatif bukan hanya kesehatan, namun juga berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan umat manusia, ekonomi, sosial masyarakat, perilaku hidup, pola

(15)

aktivitas dan lainnya. Tidak terlepas di Indonesia, hal ini juga ternyata memiliki dampak yang sangat besar dalam bagi kehidupan sosial bermasyarakat.

Kondisi ini mengakibatkan seluruh aktivitas manusia harus dibatasi agar mampu mengurangi penularan Covid-19 tersebut, salah satu yang sangat dirasakan oleh manusia saat ini yakni kebijakan mengenai Work From Home (WFH) yang berarti aktivitas bekerja yang biasa dilakukan di tempat kerja, kini dilakukan di rumah atau dengan media virtual. Sistem kerja WFH memang memiliki fleksibilitas yang tinggi, hal ini guna mendukung keseimbangan karyawan antara pekerjaan dan kehidupan. Hal tersebut secara tidak langsung mengharuskan adanya suasana dan kondisi rumah yang ideal dan kondusif untuk bisa melakukan semua aktivitas yang ada.

Kehidupan manusia tidak terlepas dari dunia arsitektur karena dari bangun hingga tidur manusia berada di dalam rumah, oleh karenanya dengan adanya wabah Covid-19 ini menyadarkan kembali manusia akan pentingnya fungsi rumah tinggal yakni sebagai ‖bunker‖ yang sehat dan mampu responsif terhadap virus yang ada di sekitar kita.

B. Tinjauan Pustaka

Mengenal Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Corona virus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Corona virus Disease 2019 (Covid-19) https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/ (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

Gejala umum berupa demam ≥380

C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Bisa bertahan selama beberapa hari di permukaan benda yang datar dan licin. https://who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses/ (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

Mengantisipasi diri dan mencegah dari penularan Covid-19 sangat penting dilakukan, sesuai dengan anjuran WHO yakni :

1. Sering mencuci tangan dengan air bersih mengair dengan sabun atau cairan antiseptik

berbahan dasar alkohol.

2. Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin, agar tidak menghirup percikan (droplet).

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut yang merupakan titik masuk Covid-19 ke tubuh.

4. Melakukan etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat

atau dengan tisu dan segera membuang tisu tersebut.

5. Tetaplah tinggal di rumah, beraktivitas di rumah, hindari kerumunan massal yang

memungkinkan penularan Covid-19.

https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

(16)

Arsitektur Rumah Tinggal Sehat

1. Mengenal Arsitektur

Mangunwijaya (1995) mengungkapkan bahwa arsitektur berasal dari bahasa Yunani

―archee‖ dan ―tectoon‖. Archee berarti yang asli, yang utama, yang awal.

Sementara Tectoon berarti kokoh, tidak roboh atau stabil. Maka archeetectoon berarti orisinal

dan kokoh. Sementara menurut Vitruvius (31 SM – 14 M) seorang old master arsitek dalam

buku Ten Books of Architecture mengatakan hal senada, bahwa ada tiga kriteria yang harus

dipenuhi sebuah bangunan, yaitu: Firmitas (kekuatan), venustas (keindahan) dan utilitas

(fungsi).

Unsur-unsur arsitektur terdiri dari tiga penggolongan utama, yaitu unsur fisik, penerimaan, dan konsepsual. Dibawah ini adalah penjabaran masing-masing unsur tersebut.

a. Unsur Fisik. Unsur fisik arsitektur berupa bentuk dan ruang, disini harus diperhatikan

bagaimana sistem dan struktur yang diterapkan, apa saja teknologi yang dipakai.

b. Unsur Penerimaan. Berlawanan dengan unsur fisik, ini adalah unsur psikologis dari suatu

arsitektur. Apakah manusia akan nyaman menghuni bangunan ini. Apakah jalan masuk dan keluar seseorang mengalir dan mudah untuk ditebak.

c. Apakah selain dapat diterima dengan baik bangunan/lingkungan ini juga ingin menyampaikan

suatu makna. Atau ingin membuat simbol tertentu.

Sementara itu untuk mencapai keindahan atau estetika yang diinginkan, suatu bentuk bangunan tetap bertumpu pada unsur dan prinsip dasar rupa/desain. Karena sejatinya yang dirancang dan dibangun adalah tetap sebuah objek visual.

Tidak hanya untuk membangun suatu konstruksi bangunan yang fungsional, estetis dan kokoh. Arsitektur secara umum berfungsi sebagai suatu tata bina yang ikut menyeimbangkan lingkungan disekitar, termasuk pada alam, manusia dan faktor sosialnya. Dibawah ini adalah penjabaran fungsinya :

a. Arsitektur sebagai kebutuhan tuntutan fungsional badani, rohani, emosional (spiritual &

intelektual).

b. Ssebagai jawaban atas tantangan: Iklim, teknologi, masyarakat, kebudayaan.

c. Sebagai penyeimbang biologis dan psikologis dalam artian berfungsi sebagai pembatas (filter)

antara tubuhnya dengan lingkungan alamnya.

d. Penyeimbang biologis dan psikologis yang merupakan kelanjutan perilaku adaptasi manusia

terhadap dunia.

e. Ruang tempat manusia hidup dengan berbagi. Ruang, manusia, hidup, dan bahagia, kaitannya

dengan pengalaman kehidupan sehari-hari secara sederhana dapat diwujudkan pula oleh arsitektur.

f. Sebagai binaan lingkungan secara keseluruhan, bukan hanya sebagai obyek/produk, tapi juga

sebagai institusi/proses.

g. Objek dan proses budaya. Monumen-monumen kuno dunia yang diagungkan hingga sekarang

adalah produk dari Arsitektur.

Oleh karena itu, arsitektur bukan hanya benda yang dirancang saja, melainkan suatu kesatuan tata bina lingkungan termasuk 7nsure psikologisnya

2. Mengenal Rumah Sehat yang Responsif

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat penghuninya, serta aset bagi pemiliknya (Undang-undang No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman). Sedangkan rumah sehat adalah rumah yang memungkinkan para penghuninya dapat mengembangkan dan membina fisik mental maupun sosial keluarga.

(17)

Prinsip rumah sehat sesuai dengan edaran Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, yakni:

1. Memiliki Elemen Bangunan, yakni terdiri dari Kepala, Badan dan Kaki

Gambar 1 Elemen Bangunan Sumber: Kementerian PUPR, 2007

2. Memenuhi syarat kesehatan,

a. Lantai dan dinding harus kering (tidak lembab) dan mudah dibersihkan. Agar tetap

kering, maka lantai harus:

1) Terbuat dari bahan bangunan yang tidak menghantar air tanah ke permukaan lantai

(kedap air).

2) Berada lebih tinggi dari halaman luar dengan ketinggian lantai minimal sebagai

berikut :

- 10 cm dari pekarangan - 25 cm dari permukaan jalan

Gambar 2. Lantai Rumah Sumber: Kementerian PUPR, 2007

(18)

b. Ventilasi/jendela yang cukup agar udara dalam ruangan dapat selalu mengalir. Luas bukaan jendela minima 1/9 luas ruang lantai.

Gambar 3. Sirkulasi Udara di Rumah Sumber : Kementerian PUPR, 2007

c. Lubang bukaan/jendela harus dapat ditembus sinar matahari.

Gambar 4. Sirkulasi Sinar Matahari di Rumah Sumber : Kementerian PUPR, 2007

d. Letak rumah yang baik adalah sesuai dengan arah matahari (timur-barat) agar

penyinaran sinar matahari dapat merata dari jam 08.00 – 16.00.

Gambar 5. Orientasi Rumah Sumber: Kementerian PUPR, 2007

3. Memenuhi rasa nyaman,

1) Pengaturan ruang-ruang :

a) Pemenuhan minimum kebutuhan ruang dalam rumah sebagai berikut :

- Ruang tidur - Ruang makan

(19)

- Ruang tamu - Dapur

- Kamar mandi dan - Kakus

b) Ruang-ruang diatur sesuai dengan fungsinya. Ruang dengan fungsi yang

berhubungan erat diletakan berdekatan agar pencapaiannya lebih mudah dan kegiatan dapat berjalan lancar

c) Jika ruangan terbatas, suatu ruangan dapat dimanfaatkan untuk beberapa fungsi.

Misalnya ruang makan dapat juga dimanfaatkan sebagai ruang keluarga dan ruang belajar.

Tabel 1. Standar Luas Minimum Hunian

Sumber: Kementerian PUPR, 2007

Tabel 2. Standar Luas Minimum Ruangan untuk Keluarga

Sumber: Kementerian PUPR, 2007

2) Penataan ruang:

a) Kamar tidur

Sinar matahari pagi bisa masuk, maka luas jendela minimal 1/9 luas ruangan. Jangan terlalu banyak perabot dalam ruangan tidur, agar udara dapat mengalir dengan baik.

b) Ruang makan

Selain digunakan untuk kegiatan makan, biasanya juga berfungsi sebagai tempat dan ruang keluarga. Harus mempunyai penerangan alami dan penerangan buatan yang cukup dengan memberi bukaan jendela yang menghadap ke arah luar.

c) Dapur

Dapur berhubungan dengan api, maka harus :

 Mendapat sirkulasi udara yang bagus, cahaya yang bagus, efisien juga,

sebaiknya berada pada sisi yang mendapatkan cahaya dan udara secara langsung dari luar.

 Dinding sekitar kompor/tungku dilapisi seng atau bahan tahan api, terutama

(20)

 Sediakan karung yang mudah dibasahi dan ember berisi air didekat kompor/tungku sebagai salah satu upaya penanggulangan pertama bila kompor/tungku terbakar.

d) Kamar mandi/WC.

Kamar mandi/WC merupakan area basah, maka harus :

 Harus mempunyai lubang angin dan penerangan yang cukup, agar sinar

matahari dapat masuk dan peredaran udara dapat terjadi dengan baik.

 Dinding kamar mandi/kakus harus apat kedap air agar percikan air tidak

merusak komponen bangunan.

 Sebaiknya ada pada sisi yang ruang terbuka, maksudnya pada sisi halaman

yang bisa dapat matahari secara langsung, dapat udara dari luar secara langsung.

Gambar 6 Ilustrasi KM/WC Sumber: Kementerian PUPR, 2007

3) Kenyamanan Pencahayaan dan Kenyamanan Penghawaan

Rumah dengan konsep menyatu dengan lingkungan akan sangat baik untuk perolehan cahaya matahari dan udara segar secara maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan terlebih dahulu space untuk tanaman dan area terbuka sebelum merancang ruang-ruang yang ada di dalam rumah.

Konsep rumah dengan viod di tengah lahan atau taman perantara area publik dan

privat dapat menjadi solusi dalam memaksimalkan perolehan cahaya dan udara segar. Pemisahan area publik dan privat juga dapat mengantisipasi penyebaran virus berbahaya yang dibawa oleh tamu agar tidak menyebar ke seluruh penghuni rumah, khusunya anak-anak dan lansia.

Lahan yang kecil pun dapat dirancang dengan memiliki taman di tengah lahan sehingga tidak ada kendala bagi yang memiliki lahan sempit untuk dapat menikmati udara dan cahaya secara maksimal.

Pencahayaan alami juga dapat diperoleh dengan membuat void serta menambahkan tanaman yang ditanam secara vertikal di dinding. Meskipun void yang dibuat tidak besar tetapi memberikan efek yang cukup terasa dalam perolehan cahaya serta penghawaan alami ke dalam ruangan yang ada dalam sebuah rumah.

(21)

Gambar 7. Pencahayaan Alami Taman Rumah Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020

Prinsip lingkungan rumah sehat sesuai dengan edaran Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, yakni:

1. Pengaturan luas bangunan dan luas lahan adalah 40% luas bangunan berbanding minimal

60% luas lahan.

2. Pengaturan sanitasi:

a) Pada masa pandemi Covid-19 ini, sangat diharapkan sering mencuci tangan

dengan menggunakan air bersih yang mengalir, oleh karena itu pada pekarangan rumah disediakan wadah untuk mencuci tangan sebelum memasuki rumah.

b) Air bersih harus tersedia sumber air bersih yang menjadi sumber air minum bagi

masyarakat di lingkungan permukiman. Jika sumber air di sekitar lingkungan permukiman tidak memenuhi syarat untuk diminum, harus dilakukan penjernihan air terlebih dahulu.

c) Air kotor Saluran untuk air buangan dibedakan menjadi:

a) Saluran air hujan.

b) Terbuka, terletak dibawah saluran atap dan harus dapat mengalirkan air hujan ke saluran air hujan lingkungan dengan kemiringan minimal 2%.

c) Saluran air bekas mandi dan cuci Terbuka dan dialirkan menuju ke saluran

lingkungan.

d) Saluran air kotor dari kakus tertutup, disalurkan menuju cubluk atau tangki septic

untuk kemudian cairannya dialirkan ke sumur peresapan atau penyaringan yang selanjutnya dapat dibuang ke badan air yang ada (sungai dan lain-lain).

Gambar 8. Pengaturan Sanitasi Rumah Sumber: Kementerian PUPR, 2007

(22)

3. Penanganan Sampah

Sampah harus dibuang pada tempatnya karena jika dibuang sembarangan dapat merusak lingkungan, menyumbat saluran air yang dapat menyebabkan banjir. Selain itu dapat dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik setelah itu dilakukan pengolahan sampah sesuai keperluan.

4. Manfaat Pekarangan

Halaman rumah sebaiknya ditanami tanaman yang bermanfaat, seperti sayursayuran, tanaman untuk obat-obatan (apotik hidup), pohon rindang sebagai peneduh, dan lain-lain.

Gambar 9 Pemanfaatan Pekarangan Rumah Sumber: Kementerian PUPR, 2007

Pada saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19 seperti sekarang, rumah modern yang sehat dan ekonomis dapat membantu mengurangi risiko penyebaran virus, kuncinya adalah pada pengendalian tata cahaya dan tata udara. Konsep rumah modern yang sehat dan ekonomis adalah sebuah rumah tinggal yang memenuhi syarat, yaitu bisa melindungi penghuninya dari cuaca hujan, panas terik matahari, tempat dia berlindung. Mempunyai kenyamanan pencahayaan yang baik, kenyamanan sirkulasi udara yang baik.

Implementasi terhadap prinsip desain rumah tinggal yang sehat dan responsif diharapkan mampu menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang sehat, bersih, nyaman (pencahayaan dan penghawaaan), aman dan memenuhi persyaratan minimal besaran ruang yang bisa responsive terhadap Covid-19.

Modifikasi Desain (Design Engineering) dan Modifikasi Perilaku (Social Engineering)

1) Modifikasi desain (Design Engineering)

Modifikasi desain terhadap rumah tinggal perlu dilakukan jika rumah tersebut belum memiliki prinsip desain rumah sehat yang telah diuraikan di atas, modifikasi tersebut dilakukan khususnya bertujuan agar rumah tinggal memiliki responsif terhadap virus dan

sebagai sustainable design hunian.

Modifikasi desain meliputi:

a) Menyediakan ruang (area) untuk mencuci tangan pada halaman/pekarangan depan rumah

sebelum tamu atau pemilik rumah masuk.

b) Menyediakan lahan (pekarangan) ukuran yang tidak terlalu luas di bagian depan dan

belakang rumah, untuk sirkulasi udara dan cahaya yang baik dan sehat.

c) Menambahkan exhaustfan pada KM/WC yang tidak memiliki sirkulasi penghawaan yang

baik.

d) Memastikan ruangan utama dan beberapa ruangan lainnya mendapatkan sinar matahari dan

(23)

e) Mengadakan minimal 2 kamar tidur dan 2 KM/WC.

f) Mengadakan ruang kerja yang efektif guna pelaksanaan aktivitas pekerjaan secara virtual

atau Work From Home (WFH).

2) Modifikasi perilaku (Social Engineering)

Social engineering merupakan suatu teknik merubah, mempengaruhi sikap pandangan, persepsi ataupun perilaku manusia melalui langkah-langkah pengambilan data atau informasi penting dan diolah untuk menjadi aksi tujuan pembangunan ( Popper, K.R., & Gombrich, E. H., 2013).

Modifikasi perilaku dapat dilakukan secara sederhana di dalam rumah meliputi :

a) Rajin membuka jendela rumah agar penghawaan dan pencahayaan alami masuk.

b) Rajin membersihkan rumah, menjemur kasur dan bantal serta membuang sampah.

c) Membiasakan hidup sehat dan teratur, jaga pola hidup selalu minum vitamin.

d) Membiasakan olahraga dan berjemur (sunbathing), memanfaatkan RTH dan public space.

e) Tidak menimbun barang yang tidak dibutuhkan dan lain sebagainya.

f) Utamakan memenuhi kebutuhan pokok/kebutuhan harian dalam rumah.

C. Penutup

Rumah tinggal merupakan benteng pertahanan umat manusia sebagai ‖bunker‖ yang sehat

dan mampu responsif terhadap virus yang ada di sekitar kita. Himbauan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besara (PSBB) merupakan salah satu himbauan yang dilakukan pemerintah agar memutus rantai penyebaran Covid-19 yang mengakibatkan seluruh masyarakat melaksanakan aktivitas di rumah (bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan mengurangi aktivitas sosial).

Implementasi terhadap prinsip desain rumah tinggal yang sehat dan responsif diharapkan mampu menjadikan rumah sebagai tempat tinggal yang sehat, bersih, nyaman (pencahayaan dan penghawaaan), aman dan memenuhi persyaratan minimal besaran ruang yang bisa responsive terhadap Covid-19.

Keterbatasan kondisi yang ada pada rumah tinggal memerlukan modifikasi terhadap desain

rumah tinggal (design engineering) dan juga memerlukan modifikasi terhadap perilaku manusia

(social engineering) sebagai subjek pengguna dan pemanfaat rumah tinggal tersebut sebagai upaya adaptasi dan hubungan sinergis manusia dan rumah tinggal.

Daftar Pustaka

Kemnterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2007). Dasar-dasar Rumah Sehat, Jakarta

Mangunwijaya, Y.B. (1995). Wastu Citra. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Popper, K. R., & Gombrich, E. H. (2013). The open society and its enemies. Princeton University Press.

Undang-undang No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman

Vitruvius, M. P. (1960). The ten books on architecture, translated by morris hicky morgan.

https://www.jurnal.id/id/blog/wfh-pengertian-dan-tipsnya/ (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/ (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

https://who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses/ (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

(24)

https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public (diakses pada hari jumat, tanggal 29 mei 2020, pukul 14.00)

(25)
(26)

Learning From Home

dalam Perspektif

Persepsi Mahasiswa Era Pandemi Covid-19

Rahmawati, M.Kes.

Prodi D3 Keperawatan Stikes Rajekwesi Bojonegoro Pos-el: [email protected]

Ns. Evita MuslimaIsnanda Putri, M.Kep.

Prodi D3 Keperawatan Stikes Rajekwesi Bojonegoro Pos-el: [email protected]

Abstrak

Covid 19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia. WHO (World Health

Organisation) telah menyatakan Covid 19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Pandemi Covid 19 telah mempengaruhi semua sistem pendidikan di seluruh jenjang pendidikan dasar sampai pergurun tinggi, termasuk Stikes Rajekwesi Bojonegoro. Proses

pembelajaran peserta didik dalam kelas harus dirubah metodenya dengan learning from

home. Persepsi mahasiswa perlu diukur sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kualitas

pelaksanaan learning from home sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. Tujuan dari

penelitian ini adalah mengeksplorasi persepsi mahasiswa Stikes Rajekwesi Bojonegoro

T.A 2019/2020 terhadap learning from home di era pandemi Covid-19. Desain penelitian

adalah deskriptif dengan sampel mahasiswa Stikes Rajekwesi Bojonegoro T.A 2019/2020

berjumlah 200 orang yang diambil dengan Accidental Sampling. Data dikumpulkan

melalui Google Form, dan dikonversikan dalam bentuk prosentase. Hasil penelitian

menunjukkan pemahaman materi perkuliahan 54.5% sulit memahami, kreativitas mahasiswa 50% kreatif, metode dan strategi pembelajaran 51.5% cukup sesuai, hubungan antara dosen dengan mahasiswa 46% kurang dekat, pelaksanaan tugas oleh mahasiswa 56.5% sulit dan lambat, dan 41% mahasiswa kurang aktif selama perkuliahan. Persepsi

mahasiswa terkait learning from home masih kurang memuaskan. Perlu inovasi,

komunikasi, dan strategi pelaksanaan learning from home yang lebih menyenangkan agar

motivasi belajar mahasiswa bisa meningkat. Kata Kunci: LFH, Persepsi, Mahasiswa, Covid-19 A. Pendahuluan

Corona Virus atau dikenal dengan COVID-19 saat ini telah menyebar ke berbagai negara di

dunia. WHO (World Health Organisation) telah menyatakan COVID-19 merupakan Kegawat

daruratan Global atau pandemic pada 11 Maret 2020 (Djalante, et al., 2020). COVID-19 dilaporkan cukup menular dengan tingkat kematian yang relative tinggi dan dilaporkan terus meningkat. Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, dengan demikian diperkirakan akan sangat menderita dengan adanya pandemic COVID-19 ini, bahkan diperkirakan akan terbebas dalam periode waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan negara-negara berpenduduk kurang padat lainnya.

Data yang terlaporkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 4 Mei 2020, angka positf COVID-19 secara global sejumlah 3.595.667 orang, sejumlah 1.166.556 orang dinyatakan sembuh, dan 249.225 orang dinyatakan meninggal. Di Indonesia angka penderita positif COVID-19 menginjak angka 11.587 orang, kasus konfirmasi positif yang sembuh bertambah 78 orang sehingga menjadi 1.954 orang, dan 864 orang dinyatakan meninggal. Kasus terkonfirmasi positif di

(27)

Indonesia mengalami penambahan 395 orang. Sedangkan jumlah kasus meninggal yang disebabkan COVID-19 bertambah 19 orang. Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 238.178 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 24.020 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 331 kabupaten/kota di Indonesia (Gugus Tugas COVID 19, 2020).

Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia untuk melakukan lockdown,

physical distancing, isolasi diri, dan pembatasan perjalanan merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Penyebaran virus corona ini pada awalnya sangat berdampak pada dunia ekonomi dan sosial, tetapi kini dampaknya dirasakan juga oleh dunia pendidikan (Purwanto, et al., 2020). Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi semua sistem pendidikan dari tingkat pra – sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah hingga lembaga perguruan tinggi. Berdasarkan laporan ABC News 7 Maret 2020, penutupan sekolah dan perguruan tinggi terjadi di lebih dari puluhan negara karena pandemi COVID-19 (Purwanto, et al., 2020). UNESCO memperkirakan bahwa hampir 900 juta pelajar telah dipengaruhi oleh penutupan lembaga pendidikan akibat pandemic COVID-19 (Nicola, et al., 2020). Dampak penutupan lembaga pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar sampai jenjang perguruan tinggi akibat pandemic COVID-19 memiliki pengaruh yang besar dalam proses pembelajaran dan kurikulum pendidikan. Di Indonesia, ujian nasional tingkat dasar dan menengah dihapuskan. Proses penelitian beberapa peneliti termasuk mahasiswa tingkat akhir mengalami banyak

perubahan. Kegiatan pertukaran pelajar dan kunjungan study dihentikan sementara. Physical

distancing yang harus diterapkan menyebabkan proses pembelajaran peserta didik dalam kelas harus

dirubah metodenya dengan learning from home atau belajar dari rumah. Keputusan pemerintah

meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga pendidikan terkait harus memberikan alternatif dan inovasi proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan langsung di lembaga pendidikan (Purwanto, et al., 2020). Peserta didik dalam hal ini siswa sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi dituntut untuk menggunakan waktu di rumah dengan belajar, berdiskusi, mengerjakan tugas, dan ujian dengan media

daring (online). Inovasi pembelajaran dampak COVID-19 sebenarnya membuka paradigma baru bagi

lembaga pendidikan yang tidak lagi menggambarkan proses pembelajaran harus melalui tatap muka di

dalam kelas. Ada peran penting teknologi informasi system jarak jauh dengan daring (online) dalam

pendidikan yang harus disiapkan untuk menjalankan metode learning from home. Dengan adanya

kebijakan learning from home peserta didik maupun fasilitator pendidik dengan terpaksa dan suatu

keharusan untuk memahami system teknologi informasi dan menerapkannya dalam peningkatan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa STIKES

Rajekwesi Bojonegoro tentang kebijakan Learning from Home di era pandemic COVID-19. Fokus

penelitian ini mencakup : materi yang dipelajari, kreativitas mahasiswa, interaksi dosen dengan

mahasiswa, metode evaluasi pembelajaran, proses pembelajaran dan motivasi mahasiswa selama

learning from home.

B. Kajian Teori Dan Pembahasan Learning from Home

Learning from home merupakan istilah yang dapat diartikan sebagai belajar dari rumah, menjalankan proses pembelajaran dari rumah sebagai upaya menggantikan proses tatap muka di kelas

secara langsung. Istilah ini muncul akibat adanya kebijakan physical distancing yang diterapkan

pemerintah selama pandemic COVID-19. Physical distancing, mengharuskan berbagai institusi

pendidikan memanfaatkan teknologi dan menerapkan sistem pembelajaran online untuk menunjang

aktivitas pembelajaran dari rumah (learning from home). Pemanfaatan internet sebagai media

pembelajaran berbasis web merupakan salah satu bentuk e-learning yang dikembangkan oleh berbagai

(28)

Karakteristik e-learning adalah: 1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, 2) Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks), 3) Menggunakan bahan ajar yang

bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh

doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja, 4) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer (Nursalam & Efendi, 2008).

Kelebihan e-learning ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi

melalui berbagai kelebihan dari masing – masing media (Sujana, 2005). E-learning merupakan bentuk

teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk kelas maya (virtual

classroom) yang tidak jauh berbeda dengan kelas nyata (real classroom). Sebuah kelas yang efektif (Porter, 1997) dalam (Tri Damayanti, 2007) seharusnya mampu untuk enam hal sebagai berikut :

1. Menyediakan peralatan yang dibutuhkan oleh mahasiswa manakala mereka membutuhkan dan

bila tidak dimungkinkan untuk menyediakan semua peralatan yang dibutuhkan di dalam kelas, dosen akan menjelaskan di mana peralatan tersebut dapat diperoleh.

2. Menumbuhkan harapan bagi mahasiswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif

bagi mereka.

3. Menumbuhkan rasa kebersamaan antara dosen dengan mahasiswa untuk saling berbagi

informasi dan bertukar gagasan.

4. Memungkinkan para mahasiswa untuk secara bebas bereksperimen, menguji pengetahuan

mereka, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, dan apabila memungkinkan menerapkan teori yang telah mereka diskusikan atau telah mereka baca.

5. Menciptakan atau mengembangkan mekanisme untuk mengevaluasi kemampuan

(performance) mahasiswa.

6. Menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi berlangsungnya proses pembelajaran.

Pembelajaran yang efektif yaitu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dalam proses pembelajarannya dengan menggunakan alat bantu yang berupa elearning (Hanum, 2013).

Persepsi Mahasiswa

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan – hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan (Rakhmat, 2001). Persepsi merupakan proses penafsiran rangsangan atau stimulus yang diterima oleh seseorang berdasarkan anggapan bisa bermanfaat, tidak bermanfaat, puas, tidak puas, baik atau buruk. Persepsi mahasiswa dihubungkan oleh tingkat kepuasan dilihat dari keberhasilan suatu program pendidikan. Kepuasan diartikan sebagai perasaan yang muncul karena terpenuhinya keinginan, maupun harapan, dapat disimpulkan bahwa kepuasan dapat mewakili persepsi mahasiswa (Kurniawati, 2019).

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah

diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus

corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS

ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun,

hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini masih belum diketahui. Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru (Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, 2020).

(29)

Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, Pemerintah menerbitkan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi COVID-19 sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran COVID-I9. Pembatasan Sosial Berskala Besar paling sedikit meliputi: a). peliburan sekolah dan tempat kerja; b). pembatasan kegiatan keagamaan; dan/atau c). pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Kebijakan peliburan sekolah saat pemberlakuan PSBB adalah Sekolah dan institusi pendidikan tutup sementara, Kegiatan belajar mengajar melalui metode belajar jarak jauh di rumah, Evaluasi belajar atau ujian dilakukan dari rumah, Kelas musik, tari, olahraga, dan aktivitas lainnya dihentikan sementara, dan Yang masih boleh buka selama PSBB adalah lembaga pendidikan, pelatihan, dan penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menjelaskan bahwa Proses

belajar dari rumah (learning from home) dilaksanakan melalui pembelajaran daring/ jarak jauh. Bagi

Perguruan Tinggi, sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Tentang Pembelajaran Selama Masa Darurat Pandemi COVID-l9 tertanggal 23 Maret 2020 menghimbau seluruh Perguruan Tinggi dapat mengatur pembelajaran dari rumah yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan yang positif baik berupa pembelajaran daring maupun luring, ataupun

kegiatan pembelajaran berbasis semangat merdeka belajar : kampus merdeka, seperti project based

learning, relawan kemanusiaan, atau penelitian yang relevan dengan upaya menahan laju penyebaran wabah COVID-19.

Hasil

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Persepsi Mahasiswa Terhadap Learning From Home Era Pandemi

Covid-19 No Variabel Jumlah % I Pemahaman Materi a. Mudah memahami 8 4 b. Cukup memahami 83 41.5 c. Sulit memahami 109 54.5 II Kreativitas Mahasiswa a. Lebih kreatif 14 7 b. Cukup kreatif 100 50 c. Kurang kreatif 86 43

III Metode dan Strategi Pembelajaran

a. Sesuai 36 18

b. Cukup sesuai 103 51.5

c. Kurang sesuai 61 30.5

IV Hubungan antara Dosen-Mahasiswa

a. Lebih dekat 36 18

b. Biasa-biasa saja 72 36

(30)

V Pelaksanaan penugasan kuliah

a. Mudah dan cepat 23 11.5

b. Cukup mudah 64 32

c. Sulit dan lambat 113 56.5

VI Keaktifan Mahasiswa saat perkuliahan

a. Lebih aktif 49 24.5

b. Biasa-biasa saja 69 34.5

c. Kurang aktif 82 41

Tabel 1 menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap Learning From Home era pandemi

Covid-19. Persepsi yang diukur adalah pemahaman mahasiswa terhadap materi, kreativitas mahasiswa, metode dan strategi pembelajaran daring, hubungan antara dosen dengan mahasiswa, pelaksanaan penugasan kuliah dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan 54.5% sulit memahami, kreativitas

selama Learning From Home 50% kreatif, metode dan strategi pembelajaran selama pembelajaran

daring 51.5% cukup sesuai, hubungan antara dosen dengan mahasiswa 46% kurang dekat, pelaksanaan tugas oleh mahasiswa 56.5% sulit dan lambat, dan 41% mahasiswa kurang aktif selama perkuliahan.

Pembahasan

Pandemi Covid-19 menuntut adaptasi di segala bidang, termasuk pendidikan. Seperti diketahui

bahwa COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet),

tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 (Kemenkes, 2020), sehingga menuntut perubahan kelas riil dirubah menjadi kelas daring. Kelas daring (virtual classroom) seharusnya tidak jauh berbeda dengan kelas nyata (real classroom). Sebuah kelas yang efektif seharusnya mampu menyediakan fasilitas yang diperlukan, menumbuhkan harapan bagi mahasiswa dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi mereka, menumbuhkan rasa kebersamaan antara dosen dengan mahasiswa untuk saling berbagi informasi dan bertukar gagasan. memungkinkan para mahasiswa untuk secara bebas bereksperimen, menguji pengetahuan mereka, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, dan apabila memungkinkan menerapkan teori yang telah mereka diskusikan atau telah mereka baca, menciptakan atau mengembangkan mekanisme untuk mengevaluasi kemampuan (performance) mahasiswa, menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi berlangsungnya proses pembelajaran (Damayanti, 2007). Dalam kelas daring, persepsi mahasiswa perlu diukur

karena persepsi mahasiswa ini muncul sebagai hasil pengamatan dari berlangsungnya e learning,

sehingga bias dijadikan sebagai pedoman evaluasi terhadap keberhasilan e learning. Dalam kamus

ilmiah, pengertian persepsi adalah pengamatan, penyusunan dorongan-dorongan dalam kesatuan-kesatuan, hal mengetahui, melalui indera, tanggapan (indera) dan daya memahami (Partanto, 2001). Sedangkan menurut Bimo Walgito (1994), persepsi adalah pengorganisasian, penginterpretasian, terhadap stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri. (Walgito, 1994). Hasil penelitian menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan 54.4% sulit memahami. Perkuliahan dengan tatap muka memungkinkan terjadinya interaksi secara erat. Perubahan pola pembelajaran yang semula tatap muka kemudian berubah menjadi pola pembelajaran daring, memerlukan adaptasi yang relatif sulit. Mahasiswa dituntut untuk mencoba memahami materi yang bahkan sebelumnya belum diterima. Jika perkuliahan tatap muka, maka mahasiswa bisa menanyakan langsung kepada dosen jika ada hal yang kurang jelas. Membaca materi yang diberikan dengan pemahaman sendiri seringkali juga

(31)

menimbulkan multi persepsi. Dalam masa Learning From Home ini menuntut mahasiswa untuk lebih kreatif, karena proses pembelajaran, penugasan memerlukan penelusuran yang sifatnya daring. Sebesar 50% mahasiswa kreatif selama perkuliahan daring. Untuk berpartisipasi secara kreatif memerlukan fasilitas yang memadai seperti akses internet maupun alat elektronik berupa smart phone / laptop. Bojonegoro dan sekitarnya merupakan kota kecil dengan banyak daerah yang masih pedesaan, sehingga akses tersebut tidak selalu mudah. Persepsi mahasiswa tentang metode dan strategi pembelajaran selama pembelajaran daring 51.5% cukup sesuai. Metode dan strategi pembelajaran harus menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Pada materi yang cukup bisa diberikan dengan metode diskusi relatif lebih mudah diterima oleh mahasiswa, tetapi materi yang bersifat praktikum lebih membutuhkan inovasi dalam metode dan strategi penyampaian agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Persepsi mahasiswa tentang hubungan antara dosen dengan mahasiswa 46% kurang dekat. Kedekatan tersebut dapat terjalin melalui komunikasi intensif 2 arah atau dapat juga komunikasi intensif melalui grup di luar perkuliahan untuk memperjelas materi perkuliahan. Kedekatan ini termasuk rendah, karena mahasiswa terbiasa melakukan komunikasi dengan tatap muka, sehingga saat pembelajaran daring komunikasi jarang dilakukan sehingga mahasiswa mempersepsikan kedekatan antara dosen dengan mahasiswa kurang. Persepsi pelaksanaan tugas oleh mahasiswa 56.5% sulit dan lambat. Dalam melaksanakan tugas, mahasiswa memerlukan kompetensi pengetahuan dan pemahaman tentang materi serta ketrampilan dalam mengoperasikan komputer. Dalam pelaksanaan tugas akan banyak sekali melibatkan aplikasi-aplikasi untuk

menyelesaikan tugas daring, seperti penguasaan MS Word, aplikasi pembuatan e poster, video,

video conference dan lain-lain yang harus dikuasai secara mandiri , sedangkan selama pembelajaan nyata, mahasiswa bisa bekerja secara kelompok sehingga sangat lebih memungkinkan berbagi informasi. Mahasiswa kurang aktif selama perkuliahan sebesar 41%. Jumlah ini relatif besar, mengingat bahwa prodi yang ada pada Stikes Rajekwesi Bojonegoro adalah prodi bidang kesehatan. Ketidakaktifan digambarkan sebagai keengganan melakukan sesi diskusi, terlambat mengumpulkan tugas, tidak mematuhi instruksi dosen sampai membolos

perkuliahan. Masa Social Distancing yang lama dan tidak jelas, menurunkan motivasi belajar

mahasiswa. Faktor kesulitan dalam pengawasan kehadiran mahasiswa juga menjadi kendala dalam menangani keaktifan mahasiswa. Akses internet menjadi hal yang sangat vital dalam pembelajaran daring. Dengan akses internet yang memadai, memungkinkan untuk dapat menggunakan berbagai

pilihan jenis e learning sehingga perkuliahan akan lebih variatif dan menyenangkan. Hasil

eksplorasi persepsi mahasiswa, sebanyak 64.3% akses internet sulit, karena lokasi rumah mahasiswa banyak tersebar di daerah pedesaan yang memang reatif lemah dalam jangkauan internet. Untuk membeli kuota internet yang lebih memadai, memerlukan biaya yang lebih, sedangkan secara ekonomi, orang tua lebih banyak sebagai wiraswata (59.3%) yang sangat terpukul sekali dalam pandemi Covid-19 ini. Selain itu, disaat yang sama sebanyak 69.5% orang tua masih menanggung anak lain yang juga masih sekolah.

C. Penutup

Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa Stikes Rajekwesi Bojonegoro

dalam Learning From Home era pandemic Covid-19 ini belum memuaskan. Saran yang perlu

dipertimbangkan adalah :

1. Memberi bantuan fasilitas kuota internet selama Learning From Home

2. Dosen meluangkan waktu di luar perkuliahan untuk menerima konsultasi dari mahasiswa

terkait materi yang belum dipelajari

3. Menggunakan jenis e learning yang lebih variatif

Gambar

Gambar 1 Elemen Bangunan  Sumber: Kementerian PUPR, 2007  2.  Memenuhi syarat kesehatan,
Gambar 4. Sirkulasi Sinar Matahari di Rumah  Sumber : Kementerian PUPR, 2007
Tabel 1. Standar Luas Minimum Hunian
Gambar 6 Ilustrasi KM/WC  Sumber: Kementerian PUPR, 2007  3)  Kenyamanan Pencahayaan dan Kenyamanan Penghawaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui pengurangan skor tingkat stres belajar siswa kelas X antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan konseling kelompok dengan

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian serta analisis yang telah peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Dagadu Djokdja sebagai brand cinderamata alternatif melalui garda

Katedral paus sebagai Uskup Roma, tidak seperti dibayangkan banyak orang, adalah bukan Basilika Santo Petrus (dikenal juga dengan nama Basilika Vatikan).. Katedral

Kita tidak perlu membaca ulang bacaan itu secara keseluruhan, tetapi hanya memeriksa bagian-bagian yang dianggap penting yang memberikan gambaran keseluruhan dari

Hydro memungkinkan sistem privat yang baru dan yang sudah ada untuk mengintegrasikan dan memanfaatkan secara bebas & transparan dari blockchain publik untuk meningkatkan

Puji syukur atas berkat rahmat yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa sehingga skripsi yang berjudul “Uji Efek Antipiretik Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Herba

A CORRELATIONAL STUDY BETWEEN GRAMMATICAL COMPETENCE, STUDENTS‟ INTEREST IN WRITING, AND WRITING SKILL OF EIGHT GRADE STUDENTS OF MTS NEGERI 2 SURAKARTA IN THE ACADEMIC

In discussing the techniques of pre-reading activity, she disc:usseb three pre-reading techniques, namely, pictorial cuntext,